Anda di halaman 1dari 6

Nama

Nim
Makul

: Riki Kurniawan
: 140304045
: Teori Ekonomi Mikro

Diskriminasi Harga
Diskriminasi harga adalah kebijaksanaan untuk memberlakukan harga jual
yang berbeda-beda untuk satu jenis barang yang sama di segmen pasar
yang berbeda. Diskriminasi harga terjadi jika produk yang sama dijual
kepada konsumen yang berbeda dengan harga yang berbeda, atas dasar
alasan yang tidak berkaitan dengan biaya.
Dengan melaksanakan sistem diskriminasi harga, perusahaan monopoli
memperoleh sebagian dari surplus konsumen yang sesungguhnya akan di
peroleh oleh pembeli pada keadaan-keadaan tersebut.
Diskriminasi harga terjadi bila produk yang sama dijual pada harga yang
berbeda untuk pembeli yang berbeda. Biaya produksi adalah sama, ataupun
kalau terjadi perbedaan tetapi tidak sebanyak perbedaan harga. Kita akan
membahas kasus produk yang sama, dihasilkan dengan biaya produksi yang
sama, dan dijual pada harga yang berbeda. Diskriminasi harga dapat
ditunjukkan dengan contoh-contoh berikut. PT Pertamina menetapkan harga
minyak tanah lebih tinggi untuk sektor industri dari pada sektor rumah
tangga. Tarif dasar listrik per KwH ditetapkan PLN lebih rendah untuk sektor
rumah tangga yang mengkonsumsi listrik lebih sedikit dari pada sektor
rumah tangga yang mengkonsumsi listrik lebih banyak. Tarif percakapan
interlokal ditetapkan PT Telkom lebih rendah pada malam hari dari pada
siang hari. Dokter ahli bedah menetapkan harga lebih tinggi untuk operasi
pembedahan usus buntu untuk pasien berpendapatan tinggi yang dirawat di
kamar kelas VIP, dari pada pasien berpendapatan rendah yang dirawat di
kamar kelas III. Banyak contoh-contoh lain yang kita temui dalam kehidupan
sehari-hari, silahkan Anda mencarinya sendiri.
Tujuan utama pelaku usaha melakukan diskriminasi harga yaitu untuk
mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dan keuntungan yang lebih
tinggi tersebut
diperoleh dengan cara merebut surplus konsumen. Surplus konsumen adalah
selisih harga tertinggi yang bersedia dibayar konsumen dengan harga yang
benar-benar dibayar oleh konsumen. Diskriminasi harga / price
discrimination didasari adanya kenyataan bahwa konsumen sebenarnya
bersedia untuk membayar lebih tinggi, maka perusahaan akan berusaha
merebut surplus konsumen tersebut dengan cara melakukan diskriminasi
harga
Contohnya : PLN mengenakan tarif dasar listrik yang lebih tinggi untuk para
pemakai industri dan komersial dari pada untuk para konsumen biasa/rumah
tangga. Dalam segmen konsumen rumah tangga pun tarif dasar listrik
dibedakan kembali per daerah ataupun per besarnya daya.

. Diskriminasi Harga Tingkat Kedua: penjual mengenakan harga yang tidak terlalu mahal kepada pembeli yang membeli dalam volume yang lebih besar Contoh: pembelian dalam paket dengan jumlah besar mendapat pengurangan harga 3. Sifat barang dan jasa memungkinkan untuk melakukan diskriminasi harga. c. PT Pertamina menetapkan harga minyak tanah lebih tinggi untuk sektor industri dari pada sektor rumah tangga. tergantung intensitas permintaan Contoh: jasa profesional seperti pengacara terkadang menetapkan tarif berbeda 2. Diskriminasi Harga Tingkat Pertama: penjual mengenakan harga terpisah kepada setiap pelanggan. Contoh: harga khusus untuk pelajar dan orang-orang tua. Sifat permintaan dan elastisitas permintaan di masing – masing pasar haruslah sangat berbeda. . Tarif dasar listrik per KwH ditetapkan PLN lebih rendah untuk sektor rumah tangga yang mengkonsumsi listrik lebih sedikit dari pada sektor rumah tangga yang mengkonsumsi listrik lebih banyak. atau semakin besar pembelian semakin murah harganya. atau souvenir di depot-depot turis wisata. Contoh: jual beli berlian. d. sbb: 1. atau pembelian partai besar di pasar.Melihat jumlah (kuantitas) pembelian. Tarif percakapan interlokal ditetapkan PT Telkom lebih rendah pada malam hari dari pada siang hari. Produsen dapat mengeksploiter beberapa sikap tidak rasional konsumen. dari pada pasien berpendapatan rendah yang dirawat di kamar kelas III. Diskriminasi harga berdasarkan tingkatannya.Berikut merupakan stratifikasi dalam diskriminasi harga.Membedakan stratifikasi (kelas/kelompok) konsumen dalam penetapan harga yang berbeda-beda. Barang tidak dapat dipisahkan dari pasar satu ke pasar yang lain. . b. tanpa stratifikasi apapun. Dokter ahli bedah menetapkan harga lebih tinggi untuk operasi pembedahan usus buntu untuk pasien berpendapatan tinggi yang dirawat di kamar kelas VIP. Diskriminasi Harga Tingkat Ketiga: penjual mengenakan harga berbeda pada setiap kelas pembeli Contoh: harga untuk kelas eksekutif dan bisnis dalam penerbangan atau kereta api berbeda Contoh lain dari diskriminasi harga : 1. 4. 3. yaitu: . Contoh: barang-barang elektronik.Setiap konsumen. Kebijakan diskriminasi harga tidak memerlukan biaya yang melebihi tambahan keuntungan yang diperoleh tersebut e. harus membayar harga yang ditetapkan oleh produsen. A dapun syarat – syarat menggunakan diskriminasi harga adalah sebagai berikut: a. 2.

di mana MC = MR2. sehingga pembeli tidak dapat beralih ke produsen lain. Diskriminasi Harga Perusahaan Monopolis Dari gambar di atas. Biaya transport yang tinggi dapat mencegah pengiriman barang dari pasar yang harganya rendah ke pasar yang harganya lebih tinggi. perusahaan monopolis dapat memisahkan permintaannya menjadi dua pasar. Tidak ada barang subsitusi yang sempurna. Diasumsikan bahwa perusahaan monopolis memiliki kurva MC yang sama. D merupakan penjumlahan secara horizontal kurva permintaan pasar 1 dan pasar 2 (D=D1+D2). 3. atau tidak terjadi reselling. Contoh-contoh yang diberikan dapat memberikan gambaran tentang hal tersebut. yaitu pasar 1 dan pasar 2. Tujuan monopolis melakukan diskriminasi harga adalah memungkinkan untuk memperoleh keuntungan ekonomis yang lebih besar. 2. Diskriminasi harga derajat 1 Diskriminasi harga derajat 1 dilakukan dengan cara menerapkan harga yang berbeda-beda untuk setiap konsumen berdasarkan reservation price (Willingness To Pay) masing-masing konsumen dibedakan pada kemampuan daya beli masing-masing konsumen. Barang tersebut tidak dapat dijual lagi pada pasar yang harganya rendah ke pasar yang harganya lebih tinggi. yaitu pemerataan pendapatan dan difrensiasi pelayanan. Gambar 6 menjelaskan secara grafis terjadinya diskriminasi harga oleh perusahan monopolis. Apabila perusahaan monopolis tidak membagi pasar maka harga yang terjadi adalah Pmdan jumlah barang yang diproduksi/dijual adalah Qm dengan tingkat penerimaan adalah OQmCPm. Dan ini dipandang sebagai keburukan pasar monopoli. Dengan dua asumsi ini maka monopolis dapat menetapkan harga yang berbeda untuk kedua pasar Gambar 6. Contoh: seorang dokter memberlakukan . Penjual harus dapat memisahkan pasar agar perbedaan elastisitas dapat dipertahankan. Sedangkan pada pasar 2 akan dijual pada tingkat harga P2 dan tingkat output Q2. Demikian juga dengan MR merupakan penjumlahan secara horizontal penerimaan marjinal pasar 1 dan pasar 2 (MR = MR1+MR2).Agar kebijakan diskriminasi harga yang ditetapkan perusahaan monopolis dapat dilakukan. di mana MC = MR1. diantaranya adalah: 1. dan MC merupakan biaya marjinal perusahaan monopolis. diperlukan beberapa persyaratan. Perusahaan monopolis merupakan satu-satunya penjual atau produsen pada industri tersebut. Apabila perusahaan monopolis melakukan diskriminasi harga. Jenis – jenis diskriminasi harga adalah sebagai berikut : 1. Tetapi pada sisi lain kebijakan ini dapat juga memberikan manfaat. maka pada pasar 1 akan dijual pada harga P1 dan tingkat output Q1.

biaya yang harusnya diterima oleh konsumen namun menjadi milik konsumen. Jadi. Diskriminasi harga derajat 2 juga dijelaskakedalam grafik yang tersaji pada gambar 2 Gambar 2. Contoh: perbedaan harga per unit pada pembelian grosir dan pembelian eceran. pembeli yang membeli mie instan 1 bungkus dan 1 kardus akan berbeda harganya. Gambar 1. Diskriminasi harga derajat 2 Diskriminasi harga derajat 2 dilakukan dengan cara menerapkan harga yang berbeda-beda pada jumlah batch atau lot produk yang dijual. Diskriminasi harga ini dilakukan karena perusahaan tidak memiliki informasi mengenai reservation pricekonsumen. Diskriminasi harga derajat 1 juga dijelaskan kedalam grafik yang tersaji pada gambar 1. Q2 dan Q3. Pada grafik terlihat apabila P tinggi maka Q rendah.tarif konsultasi yang berbeda-beda pada setiap pasiennya. dalam hal ini perusahaan harus mengetahui kemampuan daya beli pada masing-masing konsumen. Diskriminasi harga derajat 1 juga disebut perfect price discrimination karena memperoleh surplus konsumen paling besar. Diskriminasi harga derajat 1 dapat merugikan konsumen karena terdapat surplus konsumen yang diterima oleh produsen. P2 dan P3 dan output terdapat Q1. Grafik Diskriminasi Harga Derajat 1 Pada gambar 1 menjelaskan tentang grafik diskriminasi harga derajat 1. Dan begitu sebaliknya. Grafik Diskriminasi Harga derajat 2 . apabila produsen menawarkan harga yang rendah maka terdapat banyak konsumen yang dapat membeli barang tersebut. 2. Pada grafik tersebut terdapat hubungan antara P (harga) dan Q (output) yang dimisalkan harga terdapat P1. Hal ini apabila dikaitkan pada kemampuan daya beli konsumen berarti apabila produsen menawarkan harga yang tinggi maka terdapat sedikit konsumen yang akan membeli produk tersebut.

Pada gambar 2 diatas menjelaskan tentang diskriminasi harga derajat 2. geografis. maupun karakteristik konsumen seperti umur. Diskriminasi harga derajat 3 Diskriminasi harga derajat 3 dilakukan dengan cara menerapkan harga yang berbeda untuk setiap kelompok konsumen berdasarkan reservation price masing-masing kelompok konsumen. pertama. Harga eceran lebih tinggi dari pada harga per pak. Contoh : barang yang dijuala di pedesaan dan di perkotaan akan berbda harganya. dari segi . Grafik Diskriminasi Harga Derajat 3 Pada gambar 3 diatas menjelaskan tentang grafik diskriminasi harga derajat 3. Kelompok konsumen dapat dibedakan atas lokasi. Permintaan yang lebih inelastis dikenakan harga yang lebih tinggi. Diskriminasi harga derajat 3 dilakukan karena perusahaan tidak mengetahui reservation price masingmasing konsumen. sehingga konsumen lebih baik membeli barang langsung per pak daripada membeli barang eceran. Efek Monopoli terhadap Kesejahteraan Masyarakat Seperti yang telah disinggung di bagian sebelumnya. Pada grafik tersebut pelaku usaha menetapkan harga (P1. Gambar 3. dan lain-lain. efek perusahaan monopoli dapat mengakibat beberapa keburukan berikut. Diskriminasi harga derajat 3 juga dijelaskan kedalam grafik yang tersaji pada gambar 3. Kebijakan ini dapat meningkatkan kesejahteraan konsumen karena jumlah output bertambah dan harga jual semakin murah. P2 dan P3) berdasarkan jumlah konsumsi. 3. jenis kelamin. Hal ini dikarenakan pelaku usaha menggunakan sistem perbedaan harga per unit pada pembelian grosir dan pembelian eceran. Diskriminasi harga ditetapkan berdasarkan perbedaan elastisitas harga. tapi mengetahui reservation price kelompok konsumen. pekerjaan.

karena monopolis mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Membuka kran impor. sehingga barang-barang buatan luar negeri yang sejenis dengan barang yang dihasilkan monopoli dapat memberikan persaingan. harga yang ditetapkan perusahaan monopolis adalah lebih tinggi dibandingkan dengan yang terjadi kalau seandainya pasarnya adalah pasar persaingan murni. diantaranya adalah: Membuat undang-undang anti monopoli. volume produksi yang ditetapkan monopolis lebih kecil dari volume output optimum. distribusi penghasilan. Pemerintah mendirikan perusahaan tandingan di dalam pasar tersebut dengan tujuan memberikan persaingan kepada si monopolis untuk membatasi kekuasaan monopolinya. Membuat ketentuan-ketentuan khusus terhadap operasi perusahaan monopolis. Ketiga.1. 2. Kedua. . 3. perusahaan monopoli dapat menciptakan ketidakadilan. yaitu volume produksi yang dihasilkan perusahaan monopolis lebih kecil dari volume produksi yang dihasilkan dalam persaingan sempurna. Ini berarti dalam pasar monopoli ada ketidakefisienan dalam produksi. seperti undang-undang Anti Trust yang berlaku di Amerika serikat. 4. Ada beberapa keijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi dampak negatif dari monopoli.