Anda di halaman 1dari 4

Karsinoma Kolon rectum

Kolon atau rectum merupakan tempat keganasan saluran cerna yang paling sering.
Kanker kolon merupakan penyebab ketiga dari semua kematian akibat kanker di Amerika
Serikat, baik pada pria maupun wanita (American Cancer Socielity, 2001). Kanker usus besar
biasanyamerupakan penyakit yang terjadi pada ornag tua, dengan insidensi puncak pada usia 60
dan 70 tahun. Kanker kolon jarang ditemukan pada usia dibawah 40 tahun, kecuali pada orang
yang memilikii riwayat politis ulsertif atau poliposis familia. Kedua jenis kelamin terserang
dalam jumlah yang sama. Sekitar 60% dari semua kanker usus terjadi pada bagian rektosikmoid,
sehingga dapat teraba pada pemeriksaan rectum atau terlihat pada pemeriksaan sikmoiddoskopi.
Sekum dan kolon asendens merupakan tempat berikutnya yang pling sering terserang. Kolon
transversal dan fleksura adalah bagian yang paling mungkin jarang terserang.
Tumor dapat berupa masa polipoid, sarcoma, tumbuh kedalam lumen, dan dengan cepat
meluas kesekitar usus sebagai striktura anular atau (mirip cincin). Lesi anular lebih sering terjadi
pada bagian rektosikmoid, sedangkan lesi polipoid yang datar lebih sering terjadi pada sekum
dan kolon asendens. Secara histologist, hamper semua kanker usus besar adalah adenokarsinoma
(terdiri atas epitel kelenjar) dan dapat menyekresi mucus yang jumlahnya berbeda-beda. Tumor
dapat menyebar (1) melalui infiltrasi langsung ke struktur yang berdekatan, seperti kedalam
kandung kemih. (2) melalui pembuluh limfe ke kelenjar limfe perikolon dan mesokolon. (3)
melalui aliran darah, biasanya ke hati karena kolon mengalirkan darah ke system portal.
Prognosis relative baik bila lesi terbatas pada mukosa dan submukosa pada saat reseksi, dan jauh
lebih buruk bila telah terjadi metastasis ke kalenjer limfe.
Etiologi
Walaupun penyebabb kanker usus besar (seperti kanker lainnya) masih belum diketahui,
namun telah dikenali beberapa faktor predisposisi. Hubungan antara colitis ulseratif (yaitu tipe
polip kolon tertentu) dengan kanker usus besar yang telah dibicarakan.
Faktor predisposisi penting lain mungkin berkaitan dengan kebiasaan makan. Hal ini
karena kanker usus besar (seperti juga divertikulosis) terjadi sekitar 10 kali lebih banyak pada
penduduk wilayah barat yang mengkomsumsi lebih banyak makanan mengandung karbohidrat
murni dan rendah serat dibandingkan pada penduduk primitive (missal,di afrika) yang

. E. . nyeri. anoreksia. Akibatnya kontak zat berpotensi karsinogenik dengan mukosa usus bertambah lama.000 kematian per tahun di Amerika Serikat. Skrining Kanker kolorektal menyebabkan sekitar 57. sebagian zat ini bersifat karsinogenik. Penelitian awal menunjukkan bahwa diet makanan tinggi bahn fitokimia mengandung zat gizi seperti serat. Orang yang beresiko tinggi karena memiliki riwayat keluarga juga harus menjalani pememriksaan kolon total dengan enema barium kontras-udara atau kolonoskopi setiap 3-5 tahun. perdarahan. anemia. 1998). Burkitt (1971) mengemukakan bahwa diet rendah serat dan tinggi karbohidrat murni mengakibatkan perubahan flora feses dan perubahan degradasi faram empedu atau hasil pemecahan protein dan lemak. Diet rendah serat juga menyebabakan pemekatan zat berpotensi karsinigenik ini menjadi feses yang bervolume lebih kecil. American College of Physicians) memiliki penuntun skrining yang telah disetujui untuk mendeteksi kanker kolorektal pada stadium yang masih dapat disembuhkan sehingga membantu mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat penyakit ini. Gambaran klinis Gejala kanker usus besar yang paling sering adalah perubahan kebiasaan defekasi. National Cancer Institude. American Cancer Society. dan karoten dapat meningkatkan fungsi kolon dan bersifat protektif dari mutagen yang menyebabkan timbulnya kanker. gejala dan tanda penyakit ini . Analisis untuk mengetahui adanya mutasi protoonkogen ras yang spesifik dari DNA yang didapatkan dari feses pasien yang memiliki riwayat kanker kolorektal juga tampak efektif sebagai mekanisme skrining (mayer. masa transit feses meningkat. Selain itu. Strategi skrining pada orang yang tidak memperhatikan gejala dianjurkan sebagai berikut (1) laki-laki dan perempuan berusia lebih dari 40 tahun harus menjalani pemeriksaan rectal digital (rectal toucher) setiap tahun. Individu yang memiliki riwayat keluarga terkena kanker kolorektal harus di pantau ketat dengan melakukan skrining teratur.mengkomsumsi makanan tinggi serat. vitamin C. dan penurunan berat badan. (2) orang berusia diatas 50 tahun harus menjalani pemeriksaan darah samar feses setiap tahun dan pemeriksaan sigmoidoskopi setiap 3 sampai 5 tahun setelah 2 kali pemeriksaan awal yang berjeda setahun. Beberapa organisasi (misal.

dan kadang pada epigastrium. atau reseksi anterior. Pada orang kurus. menimbulkan gejala pada tungkai atau perineum. dan kembung. Perdarahan dapat bersifat intermiten. pembuluh limfe. Mucus jarang terlihat. keinginan defekasi. Lesi pada kolon kiri cenderung melingkar . dan reseksi anterior dan reseksi abdominoperineal. . Anemia akibat perdarahan sering terjadi dan darah bersifat samar dan hanya dapat dideteksi dengan uji guaiak (suatu uji sederhana yang dapat dilakukan di klinik). nyeri mirip kejang. sehingga sering timbul gangguan obstruksi. Pengobatan Pengobatan karsinoma kolon dan rectum adalah pengangkatan tumor dan pembuluh limfe secara pembedahan. Sering terjadi diare. sehingga diindikasikan pemeriksaan endoskopi atau radiografi usus besar bila terjadi anemia. Pembedahan sangat berhasil bila dilakukan pada pasien yang tidak mengalami metastasis. Terdapat sedikit kecenderungan terjadi obstruksi karena lumen usus lebih besar dan feses masih encer. Dapat terjadi anemia akibat kehilangan darah kronis. atau sering berkemih dapat timbul akibat tekanan pada struktur tersebut. hemikolektomi kiri. nyeri pinggang bagian bawah. atau vena. Hemoroid. Karsinoma pada kolon kanan(isi kolon berupa cairan) cenderung tetap tersamar hingga lanjut sekali. Pertumbuhan pada sigmoid atau rectum dapat mengenai radiks saraf . Penderita mungkin merasa tidak enak pada abdomen. Feses dapat kecil dan berbentuk seperti pita. Tindakan yang paling sering dilakukan adalah hemikolektomi kanan. Daya tahan hidup 5 tahun adalah sekitar 50%. tumor kolon kanan kadang dapat di raba . tetapi tidak khas pada stadium awal. Pemeriksaan tindak lanjut dari antigen karsinoembrionik adalah penanda sensitive untuk rekurensi tumor yang tidak terdeteksi. Karsinoma kolon dan rectum cenderung menyebabkan perubahan defekasi akibat iritasi dan respon refleks. Baik mucus maupun darah segar sering terlihat pada feses. karena tercampur dlam feses.bervariasi sesuai dengan letak kanker dan sering di bagi menjadi kanker yang mengenai bagian dan kiri usus besar. kolektomi transversal.

Jakarta: EGC. Price. M. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.Bibliography Sylvia A. L. (2005). .