Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

AGITASI DAN PENCAMPURAN-1

Disusun Oleh :
KELOMPOK II
AMI JUNIA

(0615 3040 0319)

DWI INDAH WAHYUNI O.

(0615 3040 0324)

MAYA PUSPITA SARI (0615 3040 0332)
M. ANGGRADYA IQBAL

(0615 3040 1026)

SARI RISKI HASIBUAN

(0615 3040 0336)

VANDHITO RIZNA I.

(0615 3040 0340)

KELAS : 3KB

2 Bahan yang digunakan: · Tepung kanji · Aquadest · NaOH 2M .Dosen Instruktur : Ir. M. TUJUAN · Menjelaskan hubungan antar variable proses dalam pencampuran · Memahami pola sirkulasi pengadukan II. 250 ml · Gelas ukur 50 ml · Seperangkat Alat Pengaduk Tipe Turbin · Pipet ukur 25 ml · Bola karet · Spatula · Batang Pengaduk 2. ALAT DAN BAHAN 2.T JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SRIWIAYA TAHUN AKADEMIK 2016 AGITASI DAN PENCAMPURAN I.1 Alat yang digunakan: · Stopwatch · Viscometer · Piknometer · Thermometer · Pemanas · Gelas Kimia 1000 ml. Robert Junaidi.

· H2SO4 2M · Indicator pp III. Melarutkan partikel-pertikel padat dalam cairan 3. blending. antara lain : 1. Gerakan hasil reduksi tersebut mempunyai pola sirkulasi. biasanya terjadi pada suatu tempat seperti bejana. Akibat yang ditimbulkan dari operasi pengadukan adalah terjadinya pencampuran (mixing) dari satu atau lebih komponen yang teraduk. Pada bejana hidrogenasi gas hidrogen disebarkan melewati fasa cair dimana partikel padat dari katalis tersuspensi. Membuat campuran homogen 2. dispersi dan mendorong terjadinya transfer panas dari bahan ke dinding tangki. pengadukan mempunyai beberapa tujuan sekaligus. Ada beberapa tujuan yang ingin diperoleh dari komponen yang dicampurkan. Gerakan tersebut biasanya mempunyai pola sirkulasi tertentu. yaitu membuat suspensi. Pengadukan (agitasi) menunjukkan gerakan yang terinduksi dengan cara tertentu pada suatu bahan didalam bejana. Kedua istilah tersebut sering dianggap sama. Pengadukan sendiri dilakukan untuk berbagai tujuan. Pengadukan juga dimaksudkan untuk menyebarkan panas dari reaksi yang dipindahkan melalui cooling coil dan jaket. Contoh lain pemakaian operasi pengadukan dalam industi adalah pencampuran pulp dalam air untuk memperoleh “larutan” pulp. Pencampuran (mixing) merupakan peristiwa perubahan bahan-bahan secara acak bahan yang satu menyebar kebahan yang lain dan sebaliknya. DASAR TEORI Pengadukan (agitation) adalah pemberian gerakan tertentu sehingga menimbulkan reduksi gerakan pada bahan. Larutan pulp yang sudah cukup homogen disebarkan ke mesin pembuat kertas menjadi lembaran kertas setelah proses filtrasi vakum dan dikeringkan. Mempertahankan reaksi yang terjadi karena perpindahan momentum dari pengadukan Bagian-Bagian Alat Pencampur antara lain : a. Proses pengolahan zat sangat tergantung pada pengadukan dan pencampuran. Pada industri kimia seperti proses katalitik dari hidrogenasi. meskipun kenyataannya satu sama lain berbeda. Tangki/vessel . merupakan wadah untuk pencampuran berbentuk silinder dengan bagian bawah melengkung/dome atau datar .

· Jangkar : Bentuk ini menimbulkan pola aliran tangensial dengan jumlah putaran rendah. impellerberagam disesuaikan pada sifat dari zat yang akan dicampurkan. 4 atau 6 buah dengan ukuran 1/12 diameter tangki. Agar pencampuran merata. misalnya : · Turbin Pengaduk turbin mempunyai jangkauan viskositas dari viskositas rendah sampai sedang (1 sampai dengan 5 x 105 Centi Poise). Bila aliran berjalan lambat mengalir kearah dinding. 3. Macam-macam Pengaduk : Berbagai macam pengaduk mempunyai kegunaan berbeda. Penyekat/buffle. bentuk daun lurus. digunakan untuk mengaduk campuran. maka terjadi pergolakan besar yang berubah menjadi kecil. juga aliran dan pola yang ditimbulkannya.b. Waktu pencampuran dapat diperkirakan dari korelasi aliran total yang dihasilkan dari beberapa jenis impeller. Memberikan kondisi “shear” yang dibutuhkan untuk memecah gelembung udara. akan terjadi sirkulasi kearah pusat impeller sehingga terjadi pencampuran. Bentuk pengaduk turbin biasanya berdaun banyak. Pengaduk/impeller. Meningkatkan laju perpindahan massa menembus film pembatas cairan dan gelembung udara. c. waktu pencampuran adalah : q = 0. putaran dengan kecepatan tinggi.92 n Da3 (Dt/da) . daerah operasi dekat dengan dinding tangki. Impeller dapat menghasilkan kecepatan tinggi dan fluida bercampur dengan baik disekitar impeller karena adanya aliran turbulen yang kuat. Pola aliran yang ditimbulkan berbentuk radial. jenis dari Fungsi system agitasi: 1. melengkung dan tidak bersudut. 2. Untuk turbin berdaun enam standar. efektif untuk larutan dengan viskositas tinggi (103105) Centi Poise. Berbentuk batang yang diletakkan dipinggir tangki berguna untuk menghindari vortex dan digunakan untuk mempoloakan aliran menjadi turbulen. Perhitungan atas dasar cara tersebut menunjukkan pencampuran hamper 99% yang dapat dicapai bila tangki mengalami sirkulasi 5 kali. Jumlah baffle biasanya 3. Waktu Pencampuran Pencampuran zat cair yang mampu bercampur (miscible) dalam tangki berlangsung sangat cepat dalam turbulen.

4 atau 6 buah dengan ukuran 1/12 diameter tangki.1 Tangki Pencampuran (Mixing) Alat pencampur fasa padat ke fasa cair jenis ini diperuntukkan untuk memperoleh campuran dengan viskositas rendah.Tt = 5 v / Σ = 5(n2H/4) (1/0. jumlah penyekat/buffle. .2. dan HTt = 36 Korelasi umum untuk menentukan waktu pencampuran diberikan oleh “Norwood dan Metzer” adalah : ft = na (Da/Dt)2 (Da/Dt)1/2 (q/n2Da)1/6 TT (nDa2)2/3 q3/6 Da1/2 = H1/2 Dt3/2 Untuk propeller adalah : ft = na (Da/Dt)3/2 (Da/Dt)1/2 (q/n2Da)1/6 TT (nDa2)2/3 q1/6 = H1/2 Dt Untuk Da/Dt = 0. atau untuk berbagai system yang secara geometri serupa.18 3.92 n Da2 Dt) nTt = (Da/Dt)2 (Dt/H) = konstan = 4. jenis pengaduk/impeller.07 – 0. merupakan wadah untuk pencampuran berbentuk silinder dengan bagian bawah melengkung/dome atau datar Penyekat/buffle. Jumlah baffle biasanya 3. Digunakan untuk turbin dengan (Da/Dt) = 1/3 dan (Dt/H) = 1.3 Digunakan untuk tangki dan impeller tertentu. jenis pengaduk. Berbentuk batang yang diletakkan dipinggir tangki berguna untuk menghindari vortex dan digunakan untuk mempoloakan aliran menjadi turbulen. kecepatan putar pengaduk. letak impeller beserta dimensinya bergantung dari kapasitas dan jenis dari bahan yang dicampurkan. 3. Dimensi tangki/vessels. Waktu pencampuran diperkirakan berbanding terbalik dengan kecepatan pengaduk. biasanya berupa tangki pencampur beserta perlengkapannya. Bagian-Bagian Alat Pencampur Bagian –Bagian dari unit alat pencampur ini terdiri dari: Tangki/vessel .

4. Menentukan berat jenis. 140 rpm dan 160 rpm. Menambahkan 30 ml NaOH 2M dan mengatur kecepatan motor bersamaan dengan pengaduk 80 rpm. curve bade Turbines impeller efektif untuk bahan berserat tanpa pemotongan dengan viskositas rendah. 2. anchore paddle impeller digunakan campuran dengan viscositas sangat tinggi berupa pasta. . digunakan untuk mengaduk campuran. 8. Turbine with flat vertical blades impeller digunakan untuk cairan kental dengan viscositas tinggi. cage beaters impart impeller cocok digunakan untuk pemotongan dan penyobekan. flate plate impeller digunakan untuk pencampuran emulsi. IV.3. jenis dari impellerberagam disesuaikan pada sifat dari zat yang akan dicampurkan. 9. 3. Menetralkan campuran dengan menambahkan 30 ml larutan H2SO4 2M bersamaan dengan menjalankan stopwatch. 7. viscositas. suhu. Menimbang 500 gr tepung kanji. horizontal plate impeller digunakan untuk zat berserat dengan sedikit terjadinya pemotongan. Mengulangi percobaan 1-6 dengan kecepatan pengaduk pada 100 rpm. 6. Memasukkan 15 liter air ke dalam bejana kemudian disarig.6 kali diameter tangki sedangkan letak impeller tergantung pada dimensi vessel viscositas campuran yang diaduk. dan viscositas larutan. lalu melarutkannya dalam 2 liter air. Jenis-jenis impeller yang umumnya digunakan adalah : Tree-blades/ marine impeller digunakan untuk pencampuran dengan bahn dengan viscositas rendah dengan putaran yang tinggi.Pengaduk/impeller. 2.3-0. Larutan kanji dipindahkan ke tangki berpengaduk (tangki pencampuran) dan menambahkan 5 ml indicator pp. dan temperature campuran. PROSEDUR PERCOBAAN 1. Mencatat waktu bila perubahan warna campuran telah merata. Ukuran dan letak ( impeller) Ukuran impeller biasanya berkisar antara 0. 120 rpm. mencatat waktu penetralan. Menentukan harga berat jenis. Turbine with blades are inclined impeller paling cocok digunakan untuk tangki yang dilengkapi jaket pemanas. 5.

62 Suhu (oC) Perubahan warna 48 76 17.35 m No Proses 1 Penambahan NaOH 2M 30 ml Penambahan H2SO4 2M 30 ml Penambahan NaOH 2M 50ml Penambahan H2SO4 2 3 4 Kecepatan pengadukan (Rpm) 76 Waktu perubahan (detik) 17. DATA PENGAMATAN Tipe Pengaduk : Impeller tipe jangkar Diameter Pengaduk (Da) : 20 cm = 0.30 43 52 27.38 43 Putih menjadi merah muda Merah muda menjadi putih Putih menjadi merah muda Merah muda menjadi putih .53 43 52 28.2 m Diameter Tangki : 35 cm = 0.V.

49 gram = 0.85 gram =24.88gram – 37.VII.52 gram · 1 0.81 gram · Berat cairan = 59.88 gram · Berat cairan = 61.53 ρ air Volume aquadest : Volume piknometer = ml · · Berat piknometer + cairan = 59.998 gr /ml = 24.8 gram Run 1 · Berat piknometer + cairan = 61.49 gram · berat air 24.36 gram = 24.52 gram = volume pikno 24.36 gram · Berat piknometer + aquadest (b) = 61. PERHITUNGAN 6.9996 gr/ml Run 2 = berat sampel 24.85 gram · Berat aquadest =b–a = 61.81 gram – 37.1 Menghitung densitas · Berat Piknometer kosong (a) = 37.53 ml = .85 gram – 37.01 gram = 22.

82 gram · 2 = berat sampel volume pikno = 1.99 gram · Berat cairan = 61.18 gram · Berat cairan = 62.986 gram ) 980 6 (3.986 gram ( m−mo ) g μ= = 6 πrv (16.0118 gr/ml Run 3 · Berat piknometer + cairan = 61.36 gram = 24.315 s = 3.8762 ) = 327.009 gr/cms b.8mm :16.9868 cm3 3 a.9996 gr/cm3 x 1. penentuan viskositas kedua t(waktu) rata-rata = 3. penentuan viskositas sampel 1 (sebelum diberi perlakuan) t (waktu) rata-rata = 3.021 cm/s Mo = ⍴ sampel x Vbola cm 2 s = 1.0041 gr/ml .315 s V= s/t = 10cm/3.· Berat piknometer + cairan = 62.8762 cm/s Mo = ⍴ sampel x Vbola = 0.99 gram – 37.18 gram – 37.63 gram · 3  = berat sampel volume pikno Viskositas Jeni bola Diameter bola Jari-jari bola Berat bola Jarang lintasan viskometer : Alloy besi nikel :15.4763 s V= s/t = 10cm/3.09 gram−1.78 ) (2.6 mm :7.4763s =2.14 ) ( 0.9868 cm3 = 1.36 gram = 24.09 gram :10 cm Volume bola : 4 ∏ r3= 1.

9868 cm3 = 1.2 m Dt : 35 cm = 0. D µ 0.9868 cm3 = 2.62 s x 76 x 30. perhitungan bilangan reynold (Re) sampel 2 ℜ= ⍴ .132 ) = 300.78 )( 3. perhitungan bilangan Reynold (Re) pada sampel 1 ℜ= ⍴ .09 gram−1.102 ) = 310.30 s x 76 x 30.0102 gram μ= ( m−mo ) g = 6 πrv (16.132 cm/s Mo = ⍴ sampel x Vbola = 1. penentuan viskositas ketiga t(waktu) rata-rata =3.99495 gram μ= ( m−mo ) g = 6 πrv (16.193 s V= s/t = 10cm/3.812 gr /cms ( ) cm 2 s . D µ 1.0102 gram ) 980 cm s2 6 ( 3.35 m a.78 )( 3.14 ) ( 0.14 ) ( 0.V .812 gr/cms c.0118 ¿ = 27.5 cm ml 60 s 310.9996 ¿ gr rpm x 17.193 s = 3.V .1227 gr/cms 6.1757 gr rpm x 17.99495 gram ) 980 6 (3.5 cm ml 60 s 327.009 gr / cms ( ) = 2.0041 gr/cm3 x 1.0118 gr/cm3 x 1.0808 b.2 Menghitung waktu pencampuran Dik : Da = 20 cm = 0.09 gram−2.= 1.

V . Penentuan waktu setelah operasi pertama 76 rpm 76 rpm ɳ = 60 sekon =1.5098  perhitungan daya pengadukan a.9949 = 16.0549 = 17. penentuan daya pengadukan sampel 2 P= Kl x n2 x D a 3 x μ g 41. D µ 1.5 cm ml 60 s 300.0667 rps )2 ( 10.02063017 KW b.0 (1.5 )3 (310.1227 gr /cms ( ) = 2.0667 rps ) ( 10.1227 ¿  gr ) cms 980 cm/ s2 =16538. penentuan daya pengadukan sampel 1 Kl x n2 x D a 3 x μ P= g 2 3 41.c.0 (1.0041 ¿ gr rpm x 28.0 (1.2667 rpm/ s .0667 rps )2 ( 10.63017 =18.5389949 KW Menghitung Waktu Pencampuran a.5 ) (327.812 ¿ gr ) cms 980 cm/s 2 =17128. penentuan daya pengadukan sampel 3 2 3 Kl x n x D a x μ P= g 41.009 ¿ gr ) cms 980 cm/s 2 =18020.1280549 KW c. perhitungan bilangan reynold (Re) sampel 3 ℜ= ⍴ .38 s x 76 x 30.5 )3 (300.

2667 ( 10.812 ¿ 0. ANALISA PERCOBAAN Percobaan kali ini mengenai Agitasi dan Pencampuran dimana agitasi merupakan suatu gejala yang menunjukan gerakan yang terinduksi dengan cara tertentu pada suatu bahan yang ada didalam benjana.5368 sekon 0.0041 ) 300.2667 b.5 )2 ( 1.0118 ) 310.3196 VIII.2667 rpm/ s n x D a2 xρ NRe= μ ¿ 0. Pada .1227 ¿ 0.440 4 tT = 36 =28.5 )2 ( 1. Penentuan waktu setelah percobaan kedua 52 rpm 76 rpm ɳ = 60 sekon =1.8667 ( 10. Sedangkan pencampuran (mixing) merupakan peristiwa penyebaran bahan-bahan secara acak namun belum tentu campuran akan homogen.4203 sekon 1.3196 tT = 36 =41.2 n x D a xρ NRe= μ ¿ 1.

Operasi dilakukan dengan kecepatan 76 rpm dan 52 rpm. · Pengaduk yang digunakan pada percobaan kali ini adalah jangkar.62 sekon dan 17.38 detik. Dan pada saat setelah operasi kedua didapat waktu pencampuran yakni 27. 17.62 detik dan 17.53 detik dan 28. · Penambahan H2SO4 dengan konsentrasi dan jumlah yang sama dengan NaOH membuat viskositas dan densitas menurun karena adanya proses penetralan antara kedua zat tersebut. · aktu pencampuran pada operasi pertama yaitu 17. Agitator jangkar diopeasikan dengan kecepatan rendah dan beroperasi dekat dengan dinding tangki. . yaitu yang menimbulkan pola aliran tangensial dengan jumlah putaran rendah. · Pencampuran atau mixing merupakan peristiwa penyebaran bahan-bahan secara acak.30 detik. bahan yang satu menyebar ke bahan yang lain dan sebaliknya. Penambahan H2SO4 dengan konsentrasi dan jumlah yang sama dengan NaOH membuat viskositas dan densitas menurun karena adanya proses penetralan antara kedua zat tersebut. KESIMPULAN Dari percobaan yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa : · Agitasi adalah pemberian gerakan tertentu sehingga menimbulkan reduksi gerakan pada bahan-bahan yang biasanya terjadi pada suatu bejana. setelah semua dicampur perubahan warna yang terjadi adalah dari warna putih menjadi warna merah muda. DAFTAR PUSTAKA · Tim Penyusun. Namun pada saat penambahan 30 ml H2SO4 terjadi perubahan kembali dari warna merah muda menjadi warna putih.2015. Pada percobaan ini agitator yang digunakan yaitu agitator jangkar karena sesuai dengan tipe campuran yang diinginkan. Untuk waktu yang didapat dari masing-masing rpm berubah warna menjadi putih (netral) adalah sebagai berikut .Penuntun Pratikum Satuan Operasi. Palembang: Jurusan teknik kimia Politeknik Negeri Sriwijaya.proses ini dibutuhkan alat pengaduk untuk cairan-padatan yang disebut agitator. IX. Penambahan 30 ml NaOH serta 5ml indicator pp.30 sekon.

id/2014/10/agitasi-dan-pencampuran.htm .co.· http://srahmayanti.blogspot.