Anda di halaman 1dari 6

KANKER SERVIKS: Suatu jenis kanker

yang jarang dialami di Kashmir, India
LATAR BELAKANG
Dari data yang didapat di seluruh dunia, kanker serviks uteri
menempati urutan kedua sebagai jenis kanker yang paling sering
dialami wanita (GLOBOCAN 2008: IARC, Bagian Informasi Kanker).
angka kejadian kanker serviks bervariasi dari 1 hingga 50 per
100.000 perempuan; paling sering terjadi di Amerika Latin dan
Karibia, Afrika sub-Sahara dan Asia Tenggara. [1] Di India, kanker
serviks menempati peringkat nomor satu di antara jenis kanker
lainnya yang dialami wanita dengan angka insidensi tahunan
mencapai lebih dari 132.000 dan sekitar 740 wanita mengalami
kematian setiap tahunnya [2]. Hal ini menjadikan kanker serviks
sebagai jenis kanker yang paling mematikan pada wanita dengan
angka kematian mencapai 23,3% (GLOBOCAN 2008: IARC, Bagian
Informasi Kanker). Tingginya insiden keganasan jenis ini di hampir
seluruh India sangat erat berkaitan dengan kejadian virus papiloma
manusia yang diketahui sebagai agen penyebab utama kejadian
kanker serviks.
Hubungan seksual dini, riwayat berganti pasangan, dan riwayat
infeksi kelamin telah lama diketahui sebagai faktor resiko kejadian
kanker

serviks

invasif.

Indian

Council

of

Medical

Research

memprakarsai pengumpulan data penderita kanker serviks dari
Januari tahun 1982. Data-data yang telah dikumpulkan tersebut
telah memberikan informasi tentang kejadian dan pola kanker yang
dalam hal kualitas dan validitas memenuhi standar internasional. Di
India, pencatatan data penderita kanker mungkin merupakan satusatunya program yang dapat diandalkan untuk melihat tingkat
insiden dan mengevaluasi kematian akibat kanker serviks. Kami
melaporkan kejadian kanker serviks di Kashmir, yang secara

Kasus yang dilibatkan dalam penelitian adalah kasus kanker serviks yang terdiagnosis secara histologi. status sosioekonomi.geografis merupakan tempat terpencil dengan praktek-praktek sosial dan agama yang berbeda METODOLOGI Sebuah studi cross sectional dilakukan di center kami. kanker payudara dan kanker kolorektal menempati inisidensi kanker tertinggi diantara wanita Kashmir. HASIL PENELITIAN Terhitung dari 1 Januari 2009 sampai dengan 31 Desember 2011. derajat keparahan. Variabel yang dievaluasi meliputi jenis kelamin. Kanker esofagus. Bahkan. Center kami telah memperoleh status Cancer Centre Regional melalui Program Pengendalian Kanker Nasional dan saat ini memiliki arsip pendataan kanker serviks berbasis rumah sakit di negara bagian yang melibatkan hampir 6.7 juta penduduk. Data dianalisis dan disajikan secara statistik. usia. agama. Semua pasien diskrining untuk diagnosis kanker leher rahim di pusat kami sejak 1 Januari 2009 sampai dengan 31 Desember 2011. paritas. dll. kanker serviks sama sekali tidak muncul di 10 besar kejadian kanker tersering pada wanita Kashmir. Dari data tersebut. terdapat sebanyak 8741 penduduk Kashmir mengalami kanker dengan distribusi 60% laki-laki dan 40% perempuan. . Kanker serviks menempati peringkat nomor 12 dengan angka kejadian hanya mencapai 0. status perkawinan.014%. [Tabel 1]. Derajat keparahan ditentukan dengan menggunakan sistem stadium klinis yang diadopsi dari Federasi Internasional Ginekologi dan Obstetri (FIGO). Pola kanker serviks dibandingkan dengan pola jenis kanker lainnya di antara wanita Kashmir. Dilakukan penelitian design statistik deskriptif dengan data yang diperoleh dari data yang dikumpulkan rumah sakit. didapatkan sebanyak 3513 perempuan yang mengalami berbagai jenis kanker.

Sebagian besar pasien berusia 50-an dan 60-an dan hanya 7 pasien (15. didapatkan pada data sebanyak dua pasien masih berstatus nulipara [Tabel 3].260.5%) berusia 40 tahun kebawah [Tabel 2]. Secara universal. Suatu studi yang pernah dilakukan. Rata-rata usia kawin adalah 22 tahun. laki-laki Muslim di Kashmir menjalani sirkumsisi pada usia remaja.2%) pasien bertempat di pedesaan [Tabel 4] dan semua pasien beragama Muslim [Tabel 4]. Insidensi kanker serviks bervariasi bergantung dengan budaya terhadap hubungan seksual pada suatu daerah dan upaya pencegahan melalui program skrining massal yang dijalankan di daerah tersebut. Karena rendahnya insidensi kanker serviks di Kashmir. Dalam penelitian ini rata-rata wanita Kashmir mengalami kanker serviks stadium IIB berdasarkan klasifikasi FIGO [Tabel 5]. Sebanyak 28 (62. Data tersebut mewakili pola kanker. Hanya tiga pasien yang mengalami adenokarsinoma. Sejak center kami mewakili data kanker utama dari seluruh lembah Kashmir. di seluruh populasi. Kebanyakan pasien didapatkan temuan histologis berupa infiltrasi tumor dengan karsinoma sel skuamosa. Mayoritas pasien adalah multipara dengan jumlah paritas yang paling banyak adalah tiga sampai empat kali.157 jiwa (Sensus 2011: Kantor Panitera Umum dan Komisaris Sensus. termasuk kanker serviks. sebagian besar pasien kanker serviks didapatkan sudah dengan stadium lanjut. yang terdiri dari penduduk sekitar tujuh juta jiwa didapatkan populasi perempuan sebanyak 3. PEMBAHASAN Kashmir merupakan suatu tempat terisolasi dari perkotaan dan memiliki populasi geografis dan sosial-budaya yang berbeda. Karena tidak berjalannya program skrining kanker serviks pada populasi. dari 270 subjek penelitian yang dilibatkan. Semua wanita yang menjadi sampel penelitian menikah dengan pria Muslim. setelah dilakukan Pap’s Smear . Meskipun semua pasien menikah (semuanya hanya menikah sekali saja). India). skrining kanker serviks di Kashmir tidak dijalankan oleh pemerintah India.

[5] Belum ada studi yang dilakukan di Kashmir yang meneliti mengenai kebiasaan tradisional penduduk Yahudi.sama sekali tidak didapatkan gambaran displasia serviks dan keganasan pada keseluruhan subjek. kanker kandung empedu dan kanker rahim. Rendahnya insidensi kanker serviks di antara perempuan Yahudi telah dipelajari secara ekstensif dan telah banyak dikaitkan dengan kebiasaan tradisional. didapatkan data bahwa kanker serviks adalah jenis tumor yang paling umum dialami wanita. atau faktor genetik yang cenderung memiliki beberapa tingkat resistensi atau kekebalan terhadap kanker serviks. Prevalensi infeksi HPV sebagai . Insiden tertinggi cenderung terjadi pada populasi dengan tingkat skrining yang rendah. [4] Insiden kanker serviks di Kashmir yang sangat rendah sangatlah penting di India karena penjelasan untuk fenomena ini diharapkan dapat membantu dalam pencegahan terjadinya neoplasma di India. Prevalensi yang tinggi dari infeksi human papilloma virus (HPV) di antara perempuan telah dilaporkan sebagai penyebab utama kejadian kanker serviks. faktor risiko yang berbeda. Di Kashmir. Di Jammu. Prevalensi yang rendah dari kejadian polimorfisme homozigot arginin mungkin memainkan peran penting pada fenomena ini. tidak adanya program skrining massal berbasis populasi bukan menjadi suatu alasan terjadi nya insidensi kanker serviks yang rendah. Kashmir dan Assam. [6] Kemudian. kurang dari seperempat dari tingkat nasional untuk kanker serviks. dengan perbedaan yang signifikan dalam profil populasi dibandingkan Kashmir. meskipun telah disepakati bahwa skrining dapat meningkatkan kejadian kanker ini di banyak negara di barat. Dalam survei nasional yang baru-baru ini diterbitkan di India telah ditemukan bahwa tingkat usia-standar untuk kanker serviks pada wanita di Jammu. pada studi tersebut didapatkan data yang menyatakan bahwa kanker serviks jarang terjadi di kalangan perempuan Muslim. diikuti dengan kanker payudara.

dalam satu studi.8% dari pasien dengan riwayat keluhan ginekologi. rata rata usia kawin adalah di bawah usia 30. Sebaliknya. yang juga sama dengan negara negara di Asia Selatan [WHO / ICO Information Centre on HPV and Cervical Cancer (a)].6% dan 3. usia puncak untuk kejadian kanker serviks adalah 45-54 tahun. [10] Di India.Boon et al. Semua pasien adalah penduduk Kashmir yang beragama Muslim. Kami mengamati bahwa usia rata-rata kejadian kanker serviks . Tidak adanya riwayat berganti pasangan seksual telah dilaporkan pada beberapa pasien di dalam penelitian kami. kanker serviks menempati urutan ke 12. [9] Dalam penelitian kami. wanita menikah yang berstatus nulipara tampaknya memiliki risiko rendah mengalami kanker serviks. Dari keseluruhan 35 pasien. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan seksual memiliki kaitan dengan kejadian kanker serviks.pencetus kanker serviks di Kashmir masih belum diketahui. Dalam penelitian kami semua pasien adalah Muslim dan menikah dengan laki-laki Muslim.Meskipun dalam populasi Muslim kejadian kanker ini relatif rendah namun angka keganasan yang paling sering terjadi di Negara Muslim seperti di Pakistan. terdapat risiko yang lebih besar terkena kanker serviks. Ritual sunat secara universal dijalani oleh lelaki Muslim di Kashmir. [7] menyatakan bahwa pasangan laki-laki merupakan vektor HPV yang potensial. Namun. semua pasien menikah dengan paritas rata-rata 4. Dalam penelitian ini. Penelitian telah memberikan bukti epidemiologi bahwa riwayat sirkumsisi pada laki-laki berhubungan dengan penurunan risiko infeksi HPV genital pada pria dan dengan penurunan risiko kanker serviks pada wanita dengan pasangan seksual yang berisiko tinggi. khususnya pada usia dini. terutama di negara-negara dengan tingkat sirkumsisi laki-laki yang rendah. didapatkan bahwa HPV16 dan HPV18 masingmasing terdeteksi pada 6.5. Penduduk Kashmir terutama yang beragama Muslim memiliki perilaku seksual yang masih sangat konservatif berbeda dengan daerah lainnya yang cenderung memiliki kebiasaan seksual yang liberal. [8]Data menunjukkan bahwa setelah kehamilan atau melahirkan.

14] Kami menemukan bahwa sebanyak 38 (84.4%) pasien menunjukkan gambaran karsinoma sel skuamosa dengan sel besar sebagai morfologi yang paling umum ditemukan.adalah 55 tahun dan kelompok usia yang paling rentan adalah pada usia 50-an dan 60-an. Hanya 3 (6. [13.12] Hanya satu pasien yang pernah menjadi perokok aktif dalam penelitian ini.6%) pasien yang menunjukkan gambaran adenokarsinoma [Tabel 5]. Hubungan antara merokok dan perburukan kanker serviks telah dilaporkan. Sejumlah studi menunjukkan bahwa kejadian adenokarsinoma serviks telah mengalami peningkatan. [11. khususnya di kalangan perempuan di usia 30-an dan 40-an. Perlu dilakukan vaksinasi secara selektif pada kelompok penduduk Kashmir yang beresiko tinggi mengalami kanker serviks meskipun Kashmir bukan lah daerah dengan insidensi kanker serviks yang tinggi. . Sekitar 75% dari karsinoma serviks invasif adalah karsinoma sel skuamosa. dan adenokarsinoma dengan persentase 15% sampai 25%.