Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS)
untuk memenuhi tugas mata kuliah Penilaian Autentik
yang dibimbing oleh Dr. Sentot Kusairi, S.Pd.,M.Pd.

Oleh :
Kelompok 4
FATHURRAHMAN
DINDA LARASATI I .

160321801594
160321801641

S2 Pendidikan Fisika Off C 2016

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
NOVEMBER 2016
KATA PENGANTAR

penulis ucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “Keterampilan Proses Sains (KPS)”. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Penulisan makalah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah “Penilaian Autentik” dan memberikan informasi terkait keterampilan proses sains (KPS) yang berdasarkan rujukan buku serta jurnal penelitian terkait. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penyajian informasi masih jauh dari kata sempurna sehingga kritik dan saran untuk perbaikan sangat penulis harapkan guna kesempurnaan yang akan datang.Dengan kerendahan hati dan rasa tulus yang sangat mendalam. Malang. November 2016 Penulis DAFTAR ISI 1 .

..................................10 D......................................................................15 DAFTAR PUSTAKA...................7 C. Latar Belakang........................................................................................................................................................11 E................................. Rumusan Masalah........ Kesimpulan................................................. Indikator Keterampilan Proses Sains.........................................................................4 BAB II DASAR TEORI A..........1 DAFTAR ISI....................13 BAB III PENUTUP A............................................3 B............. Jenis Keterampilan Proses Sains........................................................................................................................................ Pengertian Keterampilan Proses Sains (KPS)....................16 2 ................... Ragam Instrumen Tes Keterampilan Proses Sains....6 B............................................................... Hasil-Hasil Penelitian Keterampilan Proses Sains.................................2 BAB I PENDAHULUAN A...............KATA PENGANTAR........................

Istilah sains sendiri merupakan istilah ilmu yang lebih banyak digunakan dalam membahas sesuatu yang berkaitan dengan fenomena alam. Dalam menghasilkan produk sains para siswa harus memiliki keyakinan dalam pencarian informasi dan penyusunan penyelesaian. 1978). Latar Belakang Banyak ahli yang mendefinisikan pengertian sains menurut pandangan dan hakikatnya tersendiri. lengkap. 2006: 2) menjelaskan bahwa cara sains mengamati dunia bersifat analisis. 1984). dan mengelolanya demi memenuhi kebutuhan (Dawson. sehingga keseluruhannya membentuk suatu prespektif yang baru tentang objek yang diamatinya. Sedangkan dalam bukunya Budi (1998) mengutip beberapa pendapat para ahli yang mengemukakan beberapa rincian hakikat sains. prinsip. 1989) dan (4) Sains adalah aktivitas pemecahan masalah oleh manusia yang termotivasi oleh keingintahuan akan alam di sekelilingnya dan keinginan untuk memahami. seperti: (1) Sains adalah bangunan atau deretan konsep dan skema konseptual (conceptual scheme) yang Saling berhubungan sebagai hasil eksperimentasi dan observasi (Conant. dalam Kuslan dan Stone. cermat serta menghubungkan antara satu fenomena dengan fenomena lain. menguasai.BAB I PENDAHULUAN A. 1975). Siswa juga dituntut untuk memiliki 3 . Nash 1993 (Samatowa. konsep dan teori (produk sains) yang harus didukung dengan sikap ilmiah seperti keyakinan dalam pengembangan sesuatu. (2) Sains adalah bangunan pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode observasi (Vessel. Sehingga dari beberapa pendapat dan definisidefinisi para ahli dapat disimpulkan bahwa sains merupakan tahapan atau langkah yang digunakan dalam memahami fenomena alam (proses sains) dan menghasilkan sebuah fakta. (3) Sains adalah suatu sistem untuk memahami alam semesta melalui data yang dikumpulkan melalui observasi atau eksperimen yang dikontrol (Carin and Sund.

(2) antara produk dan asosiasi. dan mencipta. Rumusan Masalah 1. Apa saja indikator yang terkait dengan KPS? 4. Dari permendikbud seperti yang disebutkan maka siswa harus mulai memiliki suatu keterampilan dalam sains atau dapat dikatakan siswa harus memiliki kemampuan keterampilan proses sains agar mampu mencapai suatu pembelajaran yang optimal dan sesuai dengan yang diharapkan. Apa yang dimaksud dengan Keterampilan Proses Sains (KPS)? 2. dengan kata lain siswa memiliki keterampilan untuk mengelaborasi suatu gagasan secara kreatif. B. mencoba. melainkan sampai di tingkat perguruan tinggi. menyaji. menanya. Hudson (Subali. Proses berfikir sendiri melibatkan beberapa tahap dan membentuk suatu pola yang saling melengkapi. Bagaimana macam dan pengembangan instrumen dalam KPS? 4 .2009) menyatakan bahwa kemampuan berfikir secara divergen yaitu kemampuan dari satu titik sebagai pusatnya menyebar ke berbagai arah. metode ilmiah dan berinkuiri. Hal ini seharusnya tidak diterapkan hanya pada siswa yang berada ditingkat dasar atau menengah saja. Dari proses berfikir juga diharapkan siswa mampu memiliki suatu daya kreativitas agar siswa mampu mengembangkan ilmu atau dengan kata lain siswa memiliki pola berfikir salah satunya yaitu divergen. dan (3) antara berfikir konvergen dan divergen (Garry. Permendikbud tentang kurikulum 2013 menyebutkan bahwa dalam standar proses suatu keterampilan dapat diperoleh melalui aktivitas seperti mengamati. menalar. Bagaimana hasil riset terbaru mengenai KPS? 3.1970).kemampuan dalam proses berfikir yang sesuai dengan tujuan dan harapan dari suatu pembelajaran. keterampilan proses sains (KPS) merupakan keterampilan dasar bereksperimen. yakni: (1) antara proses deduktif dan proses induktif. Menurut Wahono (2009).

Keberhasilan yang didapat dalam sebuah penelitan tergantung pada proses yang dilakukan. proses yang dimaksud 5 . Pengertian Keterampilan Proses Sains (KPS) Proses merupakan suatu perangkat keterampilan yang dimiliki oleh para penyelidik atau peneliti saat melakukan sebuah penelitian.BAB II ISI A.

penemuan ilmu pengetahuan bersifat relatif. c. d. Dalam proses belajar mengajar.1986) yaitu: a. KPS merupakan suatu keterampilan-kterampilan yanng berproses dalam suatu kinerja ilmiah.1992). Dapat disimpulkan dari beberapa pemaparan diatas bahwa keterampilan proses sains (KPS) merupakan suatu keterampilan yang didapatkan dari sebuah proses pembelajaran untuk mengembangkan dan menemukan konsep. b. Pada level tingkat pembelajar keterampilan ini dapat diperoleh melalui kegiatan-kegiatan observasi yang dilakukan secara langsung. misalnya dalam kegiatan saat praktikum. Penemuan ilmu pengetahuan tidak bersifat mutlak seratus persen.dkk. Terdapat beberapa alasan yang melandasi perlunya diterapkan pendekatan keterampilan proses dalam kegiatan belajar sehari-hari (Conny. dengan keterampilan proses ini siswa mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta menumbukhan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut dari para pembelajar (Semiawan. Perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung semakin pesat sehingga tak mungkin lagi guru mengajarkan semua fakta dan konsep kepada siswa. merupakan suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap peneliti dan pembelajar. 6 .2011). produk dan sikap ilmiah. Dalam fase proses berfikir diperlukan keterampilan-keterampilan yang terkait sehingga dapat menghasilkan suatu produk sains yang sesuai tujuan. Ahli psikologi umumnya sependapat bahwa siswa mudah memahami konsepkonsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh kongkret.dapat terkait proses berfikir untuk memecahkan suatu masalah. Keterampilan proses sains (KPS). KPS suatu hal penting bagi pembelajar sebagai bekal menggunakan metode ilmiah dalam mengembangkan sains serta diharapkan memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang telah dimilliki (Dahar. pengembangan konsep tidak dapat dilepaskan dari pengembangan sikap dan nilai dalam diri siswa.

tabulasi data. merancang penelitian dan melaksanakan eksperimen.dkk. Jenis-jenis keterampilan proses sains menurut Harlen (Rustaman. mengukur. mengontraskan ciri-ciri. pendengar. menganalisa penelitian. seperti mencari perbedaan. pembau.B. Keterampilan terintegrasi merupakan perpaduan dua atau lebih kemampuan keterampilan proses sains dasar. meliputi: mengidentifikasi variabel. yaitu keterampilan dasar dan keterampilan yang terintegrasi. pengecap dan peraba dalam mengamati ciri-ciri suatu objek serta menggunakan fakta yang relevan dan memadai dari hasil pengamatan. Dasar yang perlu diperhatikan dalam membuat klasifikasi. menyajikan data. Keterampilan observasi meliputi menggunakan indera penglihat. Keterampilan Klasifikasi Mengelompokkan adalah suatu sistematika yang digunakan untuk menggolongkan sesuatu berdasarkan syarat-syarat tertentu.2005). dan mencari dasar pengelompokkan. b. mengklasifikasi. atau bisa juga disebut sebagai keterampilan dalam mengelompokkan atau menggolong-golongkan. menghubungkan antar variabel. membandingkan. meliputi: a. Jenis Keterampilan Proses Sains (KPS) Menurut Toharuddin (2011) kemampuan proses sains terbagi menjadi dua. mencari kesamaan. merumuskan hipotesis. Keterampilan dasar yang merupakan bagian dalam membentuk suatu landasan metode ilmiah dan sangat penting kedudukannya sebagai keterampilan madiri. Dengan demikian dapat mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dan memadai. menyimpulkan dan mengkomunikasikan. Dasar keterampilan mengklasifikasikan adalah kemampuan mengidentifikasi perbedaan dan persamaan antara berbagai objek yang diamati. meliputi: mengamati. 7 . Keterampilan Observasi Keterampilan ini berhubungan dengan penggunaan secara optimal dan proporsional seluruh alat indra untuk menggambarkan objek dan hubungan ruang waktu atau mengukur karakteristik benda-banda yang diamati. mengumpuljan dan mengolah data.

e. Hasil-hasil pengamatan tidak akan berguna bila tidak ditafsirkan. f. bagaimana.c. selanjutnya siswa mencoba menemukan pola dalam satu seri pengamatan dan membuat kesimpulan. Keterampilan Mengajukan Pertanyaan Keterampilan mengajukan pertanyaan merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa sebelum mempelajari suatu masalah lebih lanjut. Keterampilan meramalkan atau prediksi mencakup keterampilan mengajukan perkiraan tentang sesuatu yang belum terjadi berdasarkan suatu kecenderungan atau pola data yang sudah ada. Hipotesis didasarkan pada pemahaman suatu teori atau konsep dengan metode deduktif. tentang apa. Keterampilan interpretasi meliputi keterampilan mencatat hasil pengamatan. Karena itu. atau menanyakan latar belakang hipotesis. Apabila siswa dapat menggunakan pola-pola hasil pengamatannya untuk mengemukakan apa yang mungkin terjadi pada keadaan yang belum diamatinya. Keterampilan Prediksi Prediksi adalah memperkirakan berdasarkan pada data atau kecenderungan hasil pengamatan. dan menemukan pola keteraturan dari satu seri pengamatan hingga memperoleh kesimpulan. d. sedangkan prediksi didasarkan pada data atau pola data dan kecenderungan dengan metode induktif. yang kebenarannya masih harus dibuktikan. Keterampilan berhipotesis merupakan keterampilan dalam merumuskan teori atau pendapat yang dianggap benar. 8 . Pertanyaan yang diajukan dapat meminta penjelasan. Keterampilan Berhipotesis Hipotesis adalah suatu perkiraan yang beralasan untuk menerangkan suatu kejadian atau pengamatan tertentu. menghubung-hubungkan hasil pengamatan. Keterampilan Interpretasi Menafsirkan hasil pengamatan ialah menarik kesimpulan sementara dari data yang dicatatnya. hasil pengamatan yang dicatat lalu dihubung-hubungkan. Perlu ditekankan bahwa hipotesis berbeda dengan prediksi. mengapa. maka siswa tersebut telah mempunyai kemampuan proses prediksi.

Beberapa diantaranya mengembangkan instrumen tes serta mengukur tingkat keterampilan proses sains dan memperoleh hasil keterampilan proses sains yang rendah baik pada kalangan guru maupun siswa. Selain itu. j. Keterampilan Berkomunikasi Menginformasikan hasil pengamatan. siswa harus mengetahui mengapa dan bagaimana cara menggunakan alat dan bahan. Jenis komunikasi dapat berupa paparan sistematis (laporan) atau transformasi parsial. menentukan variabel atau peubah yang terlibat dalam suatu percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap 9 . begitu pula apabila siswa menerapkan konsep yang telah dipelajari dalam situasi baru. Keterampilan berkomunikasi meliputi keterampilan membaca grafik. diukur. menentukan variabel kontrol dan variabel bebas. Keterampilan Menggunakan Alat dan Bahan Untuk dapat memiliki keterampilan menggunakan alat dan bahan. h. dengan sendirinya siswa harus menggunakan secara langsung alat dan bahan agar dapat memperoleh pengalaman langsung. Keterampilan Merencanakan Percobaan atau Penyelidikian Termasuk ke dalam jenis keterampilan ini adalah keterampilan menentukan alat dan bahan. tabel atau diagram. C. Science Process Skill Questionare (SPSQ) digunakan untuk mengukur pemahaman guru terhadap keterampilan proses sains. Hasil-Hasil Penelitian terkait Keterampilan Proses Sains Penelitian mengenai keterampilan proses sains telah dilakukan oleh penelitipeneliti di dunia.g. i. atau menerapkan rumus-rumus pada pemecahan soal-soal baru. serta menentukan cara langkah kerja dan cara mengolah data. Bentuk komunikasi ini bisa dalam bentuk lisan dan tulisan. menentukan apa yang diamati. Edy dkk melakukan penelitian tentang pemahaman SD terhahap keterampilan proses sains di Malaysia. atau ditulis. Keterampilan Menerapkan Konsep atau Prinsip Keterampilan ini meliputi antara lain keterampilan menjelaskan peristiwa baru dengan menggunakan konsep yang telah dimiliki. hasil prediksi atau hasil percobaan kepada orang lain termasuk keterampilan berkomunikasi.

Temiz 2006 juga mengembangkan Multiple Format Test of Science Process Skills (MFT-SPS). 2015). interpretasi hasil. persamaan. M. Nuryani Rustaman mengemukakan indikator keterampilan proses sains seperti pada tabel berikut. D. Jenis-jenis Indikator Keterampilan Proses beserta Sub indikatornya.K.keterampilan proses sains masih rendah (Edy Hafizan. 2011). Selain mengembangkan instrumen tes dan menilai tingkat keterampilan proses sains. Vnuková. 2015). (Karamustafaoğlu.. & Chandrasegaran. N o Indikator 1 Mengamati 2 3 Mengelompokka n/ Klasifikasi Menafsirkan Sub Indikator Keterampilan Proses Sains Menggunakan sebanyak mungkin alat indera Mengumpulkan/menggunakan fakta yang relevan Mencatat setiap pengamatan secara terpisah Mencari perbedaan. dan membuat kesimpulan dalam konteks pendidikan fisika. Lilia. M. Mengontraskan ciri-ciri.. 2006). diperoleh hasil bahwa keterampilan proses sains siswa masih rendah kecuali keterampilan memanipulasi dan mengklasifikasi (Temiz. Setelah instrumen tersebut diberikan pada siswa.F. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Karamustafaoğlu tentang penggunaan I diagram untuk meningkatkan keterampilan proses sains. Indikator Keterampilan Proses Sains Keterampilan proses sains terdiri atas sejumlah keterampilan yang biasa disebut indikator keterampilan proses sains. B. & Tan. beberapa penelitian juga bertujuan meningkatkan keterampilan proses sains melalui metode tertentu. Penelitian lainnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Hodosyova 2015 mengenai perkembangan keterampilan sains khususnya keterampilan membuat hipotesis. Won. & Lapitková.. Membandingkan Mencari dasar pengelompokkan atau penggolongan Menghubungkan hasil-hasil pengamatan 10 . Tabel 1. Taᶊar. Treagust. Beberapa butir soal dari SAT Science test dipilih untuk keperluan penelitian dan diperoleh hasil bahwa ketiga keterampilan proses sains diatas masih rendah terutama keterampilan membuat hipotesis (Hodosyová. Útla.

Bertanya untuk meminta penjelasan. dan bagaimana. Menyimpulkan Menggunakan pola-pola hasil pengamatan Mengungkapkan apa yang mungkin terjadi pada keadaan sebelum diamati Bertanya apa. Mendiskusikan hasil kegiatan mengenai suatu masalah atau suatu peristiwa. mengapa. Menentukan alat/bahan/sumber yang akan digunakan Mentukan variabel/ faktor penentu. Menentukan apa yang akan dilaksanakan berupa langkah kerja Memakai alat/bahan Mengetahui alasan mengapa menggunakan alat/bahan . Menjelaskan hasil percobaan atau penelitian. Membaca grafik atau tabel atau diagram. Indikator Keterampilan Proses Dasar dan Terpadu 11 . Menyadari bahwa suatu penjelasan perlu diuji kebenarannya dengan memperoleh bukti lebih banyak atau melakukan cara pemecahan masalah. . Menggunakan konsep yang telah dipelajari dalam situasi baru Menggunakan konsep pada pengalaman baru untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi Mengubah bentuk penyajian Menggambarkan data empiris hasil percobaan atau pengamatan dengan grafik atau tabel atau diagram. 2005) Sedangkan menurut American Association for the Advancement of Science mengelompokkan keterampilan proses sains menjadi 2 kelompok yaitu keterampilan dasar dan terpadu. diamati.Menentukan apa yang akan diukur. Mengajukan pertanyaan yang berlatar belakang hipotesis. dicatat. Menyusun dan menyampaikan laporan secara sistematis. Tabel 2. Mengetahui bahwa ada lebih dari satu kemungkinan penjelasan dari suatu kejadian. Mengetahui bagaimana menggunakan alat/ bahan.N o Indikator 4 Meramalkan 5 Mengajukan pertanyaan 6 Merumuskan hipotesis 7 Merencanakan percobaan 8 Menggunakan alat/bahan 9 Menerapkan konsep 10 Berkomunikasi Sub Indikator Keterampilan Proses Sains Menemukan pola dalam suatu seri pengamatan. (Rustaman.

atau tes kinerja seperti The “Bubble” Task maupun tes multi format seperti Test of Integrated Science Process Skills (TISPS). Ragam Instrumen Tes Keterampilan Proses Sains Terkait keterampilan proses sains. Berikut contoh butir soal dari TIPS II: 12 . SPST. TIPS berisi 36 butir soal yang dikembangkan oleh Dillashaw dan Okey pada tahun 1980 untuk grade 7-12. Test of Intrated Process Skills II (TIPS II). Instrumen-instrumen tersebut dapat berupa tes tertulis seperti seperti Test of Intrated Process Skills (TIPS). TIPS II berisi 36 butir soal yang dikembangkan oleh Burns. SPST berisi 18 butir soal yang dikembangkan oleh Molitor dan George pada tahun 1975 untuk grade 4-6. TIPS. dan TIPS II merupakan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. The “Bubble” Task merupakan intrumen tes yang berbasis hands-on activity yang dikembangkan oleh Solano dan Flores pada tahun 2000. dan The Science Process Skill Test (SPST). Sedangkan TISPS merupakan instrumen tes terdiri dari 14 butir soal tes tertulis dan 2 tes kinerja yang dikembangkan oleh Beaumont Walters and Soyibo pada tahun 2001 untuk grade 9-10. berbagai instrumen tes dikembangkan untuk mengukur keterampilan proses sains. Okey.Keterampilan Proses Dasar Pengamatan Pengukuran Menyimpulkan Meramalkan Menggolongkan Mengkomunikasikan Keterampilan Proses Terpadu Pengontrolan variabel Interpretasi data Perumusan hipotesa Pendefinisian variabel secara operasional Merancang eksperimen E. dan Wise pada tahun 1985 untuk Middle dan High School.

 Berikut contoh butir soal TISPS: Do an experiment using the equipment provided to you in order to find out a relationship between the extended length of the spring and the mass attached to it vertically. v) Describe how you would interpret the findings. iv) Describe the data you expect to obtain in this experiment. iii) Describe the experimental set-up. Write a report on this experiment which must include the following: i) Name every piece of equipment you use during this experiment. vi) Describe your conclusion. ii) Describe how you do the experiment. 13 .

TIPS.BAB III PENUTUP A. Keterampilan proses sains merupakan suatu keterampilan yang didapatkan dari sebuah proses pembelajaran untuk mengembangkan dan menemukan konsep. pengukuran. Terdapat berbagai macam instrumen tes keterampilan proses sains seperti STSP. The “Bubble” Task. 14 . Kesimpulan 1. dan TISPS. Penelitian-penelitian terkait keterampilan proses sains meneliti tentang pengembangan instrumen tes dan mengukur tingkat keterampilan proses sains baik siswa maupun guru serta meningkatkan keterampilan proses sains melalui metode tertentu. menyimpulkan. 2. produk dan sikap ilmiah. 4. TIPS II. serta melakukan eksperimen. pendefinisian secara operasional. Keterampilan proses sains digolongkan menjadi 2 yaitu keterampilan dasar seperti pengamatan. merumuskan hipotesis. menggolongkan. meramalkan. menginterpretasi data. serta mengkomunikasikan dan keterampilan terpadu seperti pengontrolan variabel. 3.

. The Development of Science Process Skills in Physics Education. V. 7(7).R.2011.R.2005.. M. 15 .Lailia. Edy Hafizan. (2011).New Jersey:Prentice-Hall. 982–989. (2015).. 186.04. J.2009..Social and Behavioral Sciences.https://doi. & Lapitková. Procedia . Jakarta: Direktorat Pendidikan Nasional. Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar. Phys.2015. dkk. http://www. Vnuková.W.org/10.Strategi Belajar Mengajar Biologi.Malang:IKIP Malang.org/index. Chem.Dahar..1016/j.eurasianjournals.Edisi Ke-3. P. (2006). Conny Semiawan. M. & Chandrasegaran..com/index. Garry.125.org/10. Development and validation of a multiple format test of science process skills..2011. S. Pendekatan Keterampilan Proses. https://doi.Englewood Cliffs. Taᶊar. 26–38.Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran.Research in Science Education. Kartika.Bambang. Hendrawati..A.H. (2006). Improving the Science Process Skills Ability of Science Student Teachers Using I Diagrams.Nuryani Y. Hodosyová. Inc. 3(1).M.184 Karamustafaoğlu.A.. Eurasian J.dan Rustaman.Primary Schools Teachers’ Understanding of Science Process Skills in Relation to Their Teaching Qualifications and Teaching Experience.Y.S.S. Treagust.1986.DAFTAR PUSTAKA Budi.iejcomparative.U.. Temiz. dalam Pendidikan Sains yang Humanistis. Retrieved from http://www.H. F. Educ.2015.php/ejpce Rustaman. Subali.Jakarta: PT. ed. Oleh Sumaji. Pembelajaran Fisika yang Humanistis. B.L.F. Gramedia.php Toharudin.F.1007/s11165-015-9500-z. 1998. M.K.Yogyakarta:FMIPA UNY. Won. International Education Journal. & Tan. dkk.Membangun Literasi Sains Peserta Usman Samatowa. M.1970. 10071027. Jakarta:Erlangga.The Nature and Conditions of Learning.Pengukuran Kreativitas Keterampilan Proses Sains Dalam Konteks Assessment For Learning.sbspro.. Yogyakarta Kanasius. D. Útla.