Anda di halaman 1dari 7

KOLERA

KOLERA
Disusun dan diajuakan guna memenuhi tugas mandiri
Mata Kuliah: Analisis Kualitas Lingkungan 2
Dosen Pengampu:
Surahma asti mulasari S.Si.M.Kes

Disusun Oleh:
Melly sawitri
08029110
Semester/ Prodi: 4b / IKM
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
YOGYAKARTA
2010
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan seru sekalian alam yang setia membimbing hambahamba-Nya. Atas bantuan dan tuntunan-Nya penyusunan makalah dengan judul” KOLERA ”
dapat diselesaikan.
Penyusun telah berusaha menampilkan makalah ini dalam kondisi yang terbaik dan setepat
mungkin, namun karena keterbatasan dan kelemahan yang ada, pasti terbuka kemungkinan
kesalahan. Untuk itu penyusun mengharap masukan positif dari semua pihak untuk perbaikan
makalah ini.
Dengan penuh kerendahan hati, penyusun menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga
kepada semua pihak yang langsung maupun tidak langsung, turut andil dan memotivasi
penyelesaian makalah ini
Akhirnya, semoga makalah ini membawa manfaat untuk penulis dan pembaca. Amin.
Penyusun, 26 April 2010
Penulis

BAB 1
PENDAHULUAN
Kolera adalah penyakit kemiskinan, dan berhubungan erat dengan sanitasi yang buruk dan
kurangnya air minum bersih. Pada sebagian besar kasus, hal itu ditandai dengan akut, diare
berair sedalam-dalamnya satu atau beberapa hari lamanya. Dalam bentuknya yang paling
ekstrem, ini adalah salah satu yang paling fatal penyakit menular dengan cepat diketahui.
Beban penyakit global diperkirakan 3-5 juta kasus dan 100 000-130 000 kematian per tahun,

Satu. dan kualitas air dan perbaikan sanitasi BAB II PEMBAHASAN KOLERA Penyakit kolera (cholera) adalah penyakit infeksi saluran usus bersifat akut yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Vaksinasi harus dilaksanakan sebagai bagian dari program yang komprehensif untuk mencegah dan mengendalikan kolera. izin sebagai mORCVAX di Vietnam dan di India Shanchol.dengan kedua anak-anak dan orang dewasa yang terkena dampak. telah ditunjukkan untuk memberikan jangka pendek yang tinggi perlindungan dalam semua kelompok umur di 4-6 bulan setelah vaksinasi. Somalia. Selama tahun-tahun terakhir. Bakteri tersebut mengeluarkan enterotoksin (racunnya) . Program juga harus mencakup perawatan yang tepat untuk orang dengan kolera (terutama prompt rehidrasi). Sebuah update untuk posisi WHO makalah tentang vaksin kolera (pertama diterbitkan pada tahun 2001) yang diterbitkan di Weekly Epidemiological Record WHO pada 26 Maret 2010. vaksin ini harus digunakan. dan juga memberikan perlindungan jangka pendek terhadap Enterotoxigenic Escherichia coli. Epidemi di Zimbabwe berlangsung selama hampir satu tahun dan tersebar di seluruh negeri (dengan lebih dari 98 000 kasus termasuk lebih dari 4 000 kematian seperti pada akhir Juli 2009) dan untuk tetangga Zambia dan Afrika Selatan. Kedua vaksin telah ditunjukkan untuk memberikan perlindungan dari> 50% yang berlangsung selama dua tahun di situasi endemik. Ethiopia. bidangefektivitas dan kelayakan. Sudan. dan Vietnam utara. Dukoral. telah menunjukkan perlindungan jangka panjang pada anak-anak di bawah lima-tahun. berlarut-larut wabah telah terjadi di Angola. Yang lain. tidak memerlukan air untuk administrasi. bakteri ini masuk kedalam tubuh seseorang melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Mengingat ketersediaan dua vaksin kolera oral dan data tentang kemanjuran mereka. di daerah di mana penyakit ini endemik. Penggunaan vaksin juga harus dipertimbangkan di daerah beresiko untuk wabah. memerlukan lebih sedikit ruang penyimpanan dan lebih murah untuk diproduksi. dalam hubungannya dengan pencegahan dan pengendalian strategi.

bila kotoran yang mengandung bakteri ini mengkontaminasi air sungai dan sebagainya maka orang lain yang terjadi kontak dengan air tersebut beresiko terkena penyakit kolera itu juga. antara lain ialah : . akibatnya seseorang dalam waktu hanya beberapa hari kehilangan banyak cairan tubuh dan masuk pada kondisi dehidrasi. hypotensi dan lain-lain yang bila tidak segera mendapatkan penangan pengganti cairan tubuh yang hilang dapat mengakibatkan kematian. •Gejala dan Tanda Penyakit Kolera Pada orang yang feacesnya ditemukan bakteri kolera mungkin selama 1-2 minggu belum merasakan keluhan berarti. Bakteri Vibrio cholerae berkembang biak dan menyebar melalui feaces (kotoran) manusia. . mulut kering. Akan tetapi pada penderita penyakit kolera ada beberapa hal tanda dan gejala yang ditampakkan. makan ikan yang hidup di air terkontaminasi bakteri kolera. . Apabila dehidrasi tidak segera ditangani. Meskipun sudah banyak penelitian bersekala besar dilakukan. Tetapi saat terjadinya serangan infeksi maka tiba-tiba terjadi diare dan muntah dengan kondisi cukup serius sebagai serangan akut yang menyebabkan samarnya jenis diare yg dialami. Selanjutnya adalah pengobatan terhadap infeksi yang terjadi.Feaces (cairan) yang menyerupai air cucian beras ini bila diendapkan akan mengeluarkan gumpalan-gumpalan putih.Banyaknya cairan yang keluar akan menyebabkan terjadinya dehidrasi dengan tandatandanya seperti . .Terjadinya muntah setelah didahului dengan diare yang terjadi.Diare terjadi berkali-kali dan dalam jumlah yang cukup banyak. epidemik. mencuci sayuran atau makanan dengan air yang mengandung bakteri kolera. . .Feaces atau kotoran (tinja) yang semula berwarna dan berbau berubah menjadi cairan putih keruh (seperti air cucian beras) tanpa bau busuk ataupun amis. tetapi seperti manis yang menusuk. namun kondisi penyakit ini tetap menjadi suatu tantangan bagi dunia kedokteran modern. •Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kolera Penderita yang mengalami penyakit kolera harus segera mandapatkan penaganan segera. mata cekung. Pemberian cairan dengan cara Infus/Drip adalah yang paling tepat bagi penderita yang banyak kehilangan cairan baik melalui diare atau muntah. •Penyebaran Penularan Penyakit Kolera Kolera dapat menyebar sebagai penyakit yang endemik. yaitu dengan pemberian antibiotik/antimikrobial seperti .pada saluran usus sehingga terjadilah diare (diarrhoea) disertai muntah yang akut dan hebat. Misalnya cuci tangan yang tidak bersih lalu makan. maka akan berlanjut kearah hipovolemik dan asidosis metabolik dalam waktu yang relatif singkat dan dapat menyebabkan kematian bila penanganan tidak adekuat. Penderita (pasien) kolera membutuhkan infus cairan gula (Dextrose) dan garam (Normal saline) atau bentuk cairan infus yang di mix keduanya (Dextrose Saline). Pemberian air minum biasa tidak akan banyak membantu. lemah fisik. penderita tidaklah merasakan mual sebelumnya. detak jantung cepat.Kejang otot perut bisa juga dirasakan dengan disertai nyeri yang hebat. yaitu dengan memberikan pengganti cairan tubuh yang hilang sebagai langkah awal. . Bahkan air tersebut (seperti disungai) dijadikan air minum oleh orang lain yang bermukim disekitarnya.Diare yang encer dan berlimpah tanpa didahului oleh rasa mulas atau tenesmus. atau pandemik.

Southwark and Vauxhal Water Company dan Lambeth Water Company. Pemberian vaksinasi kolera dapat melindungi orang yang kontak langsung dengan penderita. dapat dikatakan London bebas dari kolera. Benda yang tercemar muntahan atau tinja penderita harus di sterilisasi. Snow membuat catatan-catatan tentang kejadian kasus dan kematian yang terjadi serta berusaha merangkainya mencari jawab terhadap penyakit kolera ini. Lainnya ialah meminum air yang sudah dimasak terlebih dahulu.Tetrasiklin. Penelitiannya menjadi mahakarya klasik di bidang epidemiologi dan berbagai kajian tentang penelitiannya masih ditulis oleh para ahli di beberapa jurnal kedokteran terkemuka hingga kini. Sebanyak 50% kasus kolera yang tergolang berat tidak dapat diatasi (meninggal dunia). Dalam epidemi tahun 1848. mengamati. Hal-hal inilah yang dapat dihasilkan dari pengamatan Snow. namanya dikenang hingga kini. Epidemiologi Kolera John Snow John Snow (1813-1858). (massachusetts medical society. searangga lalat (vektor) penular lainnya segera diberantas. Sementara itu. 2007 : Getting Serious about Cholera). sebenarnya lebih dikenal di bidang anestesi karena perannya membantu Ratu Victoria melahirkan kedua putranya dengan menggunakan kloroform. cuci sayuran dangan air bersih terutama sayuran yang dimakan mentah (lalapan). sedangkan sejumlah 1% penderita kolera yang mendapat penanganan kurang adekuat meninggal dunia. Persaingan di antara kedua perusahaan tersebut membuat jaringan pipa yang berada di sebelah selatan Kota London kala itu dapat dikatakan semrawut. penyakit ini kemudian mengancam Kota London pada tahun 1848 dan 1853. •Pencegahan Penyakit kolera Cara pencegahan dan memutuskan tali penularan penyakit kolera adalah dengan prinsip sanitasi lingkungan. antara tahun 1848 sampai 1853. dan memetakan kejadian wabah kolera di daerahnya yang kemudian dibukukan dan diterbitkannya sendiri dengan judul On the Mode of Communication of Cholera. sampai kejadian epidemic berikutnya pada tahun 1853. kematian karena kolera terutama dijumpai di daerah selatan Sungai Thames dan semakin berkurang pada daerah yang semakin jauh dari sungai. yang cara penularannya belum diketahui. terutama kebersihan air dan pembuangan kotoran (feaces) pada tempatnya yang memenuhi standar lingkungan. Bila dalam anggota keluarga ada yang terkena kolera. Doxycycline atau golongan Vibramicyn. Namun. Kedua perusahaan tersebut mendistribusikan air yang diambil dari Sungai Thames melalui jaringan pipa ke rumah-rumah penduduk. dan merupakan salah satu faktor yang menyulitkan Snow dalam penelitiannya. seorang dokter di London. Pada kondisi tertentu. John Snow mendatangi rumah-rumah yang terkena musibah dan mengadakan penelitian tentang sumber . sebaiknya diisolasi dan secepatnya mendapatkan pengobatan. terutama diwilayah yang terserang wabah penyakit kolera pemberian makanan/cairan dilakukan dengan jalan memasukkan selang dari hidung ke lambung (sonde). berkat minat dan upayanya selama bertahun-tahun mencatat. Pengobatan antibiotik ini dalam waktu 48 jam dapat menghentikan diare yang terjadi. Pada masa-masa itu yang menjadi masalah sosial yang utama adalah wabah kolera. Ketika wabah kolera kembali menjangkiti Kota London pada bulan Juli 1853. Snow kembali melakukan penyelidikan di daerah selatan Sungai Thames seperti kejadian epidemi yang lalu. hindari memakan ikan dan kerang yang dimasak setengah matang. Penyakit ini secara berkala melanda Benua Eropa dan menimbulkan angka kematian yang tinggi. Banyaknya kematian ditemukan terutama pada daerah yang kebutuhan airnya dipasok oleh dua perusahaan air (minum) swasta. Setelah mewabah Benua Eropa secara hebat pada tahun 1832. cuci tangan dengan bersih sebelum makan memakai sabun/antiseptik.

air yang digunakan dalam rumah-rumah itu. Snow memiliki dugaan kuat bahwa terdapat hubungan antara penyakit kolera dan air. Hal itu membuat banyak penduduk daerah tersebut mencukupi kebutuhan airnya dari sumursumur yang terdapat di daerah tersebut. BAB III PENUTUP A. hindari memakan ikan dan kerang yang dimasak setengah matang. bila kotoran yang mengandung bakteri ini mengkontaminasi air sungai dan sebagainya maka orang lain yang terjadi kontak dengan air tersebut beresiko terkena penyakit kolera itu juga. . kejadian kolera di daerah tersebut dapat dikatakan merupakan kejadian terburuk di negerinya. di dekat rumahnya di Piccadilly. Ditengah kesibukannya mengadakan penelitian itu. Mutu air yang diproduksi oleh kedua perusahaan tersebut sangat jelek serta mengalir rata-rata hanya dua jam sehari. . distribusi air di daerah itu dilayani oleh perusahaan New River dan Grand Junction. bakteri ini masuk kedalam tubuh seseorang melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Lainnya ialah meminum air yang sudah dimasak terlebih dahulu. yang airnya lebih jernih. Berdasarkan pengamatannya selama itu. cuci sayuran dangan air bersih terutama sayuran yang dimakan mentah (lalapan). Menurut catatannya. terutama kebersihan air dan pembuangan kotoran (feaces) pada tempatnya yang memenuhi standar lingkungan. Menurut Snow. B. Snow tertarik dengan data tentang kematian sebesar 616 orang di daerah Soho.Penyakit kolera (cholera) adalah penyakit infeksi saluran usus bersifat akut yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae.Cara pencegahan dan memutuskan tali penularan penyakit kolera adalah dengan prinsip sanitasi lingkungan.Bakteri Vibrio cholerae berkembang biak dan menyebar melalui feaces (kotoran) manusia. Tidak seperti di bagian selatan Sungai Thames. Mungkin Snow dengan penyelidikannya itu tidak akan dikenal luas seandainya tidak terjadi wabah kolera pada tahun berikutnya. cuci tangan dengan bersih sebelum makan memakai sabun/antiseptik. SARAN-SARAN Adapun saran penulis kepada pembaca adalah hendaknya para pembaca selalu melakukan . Dia meneruskan pencatatan yang dilakukan seperti pada wabah sebelumnya dan mendapati temuan yang senada dengan penelitian sebelumnya. jumlah kematian pada rumah yang mendapat distribusi dari Southwark and Vauxhall Company jauh lebih besar daripada yang mendapat distribusi baik dari Lambeth Company maupun dari perusahaan lainnya ataupun dari sumber air lainnya. seperti dari sumur. Kemudian Snow memetakan semua kasus kematian itu dan perhatiannya tertuju pada banyaknya kematian di sekitar sumur yang terletak di Broad Street. KESIMPULAN .

terutama kebersihan air dan pembuangan kotoran (feaces) pada tempatnya yang memenuhi standar lingkungan. masak. cuci tangan dengan bersih sebelum makan memakai sabun/antiseptik. Larutan ini dipakai di seluruh dunia untuk mengobati diare. yang harus diminum dalam jumlah banyak. Bagi mereka ini. Pasien dapat diobati dengan diberikan larutan rehidrasi. cuci sayuran dangan air bersih terutama sayuran yang dimakan mentah (lalapan). Infeksi biasanya ringan atau tanpa gejala. muntah-muntah. • Makan hanya sayuran yang sudah dimasak. Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat di tempat yang tidak mempunyai penanganan pembuangan kotoran (sewage) dan pengolahan air minum yang memadai. . Bakteria kolera juga dapat hidup di lingkungan air payau dan perairan pesisir. Kurang lebih 1 dari setiap 20 penderita mengalami sakit yang berat dengan gejala diare yang sangat encer. tinja orang yang telah terinfeksi menjadi sumber kontaminasi. PERTANYAAN SEPUTAR KOLERA 1. hindari memakan ikan dan kerang yang dimasak setengah matang. Biasanya.” (“Boil it. pengobatan dilakukan melalui penggantian cairan dengan jalan infus. biasanya. kontak biasa dengan penderita tidak merupakan resiko penularan. • Hindari jajanan di pinggir jalan.VCMinum yang aman lainnya yaitu teh dan kopi yang dibuat dengan air mendidih. 3. hindari salad. Bagaimana seseorang dapat terkena kolera? Seseorang dapat terkena kolera bila minum air atau makan makanan yang telah terkontaminasi bacteria kolera. Apakah kolera itu? Kolera adalah penyakit diare akut. penyakit ini secara langsung tidak menular dari orang ke orang. melakukan sanitasi lingkungan. Dapatkah kolera diobati? Pengobatan Kolera secara mudah dilakukan dengan jalan segera mengganti cairan tubuh dan garam yang hilang akibat diare. yang disebabkan oleh infeksi usus akibat terkena bakteria Vibrio Cholerae. cook it. tapi terkadang parah. yang terdiri dari campuran garam dan gula tertentu yang sudah dikemas. Pedoman berkhasiat: “Rebus.”) 4. Langkah apa yang harus diambil turis untuk mencegah kolera? Semua turis ke daerah yang pernah ada kolera sebaiknya menuruti rekomendasi berikut: • Minum hanya air minum yang telah anda masak atau tambahi kaporit (chlorine) atau yodium. • Hindari ikan atau kerang-kerangan mentah atau setengah matang. dan kram di kaki. . atau buah-buahan yang Anda kupas sendiri. kematian dapat terjadi dalam beberapa jam. 2. or forget it. karena itu. dan minuman botolbersoda tanpa es. C. kupas. peel it.hidup bersih. kehilangan cairan tubuh secara cepat ini dapat mengakibatkan dehidrasi dan shock atau reaksi fisiologik hebat terhadap trauma tubuh. Kalau tidak diatasi. atau jangan sama sekali. Di dalam kasus yang parah. Dalam situasi adanya wabah (epidemic). Lainnya ialah meminum air yang sudah dimasak terlebih dahulu. termasuk salad udang mentah (ceviche). Kerang-kerangan (shellfish) yang dimakan mentah juga dapat menjadi sumber kolera. • Makan hanya makanan yang telah benar-benar dimasak dan masih panas.

jlid 1 edisi ke tiga. tetapi ini tidak sepenting rehidrasi. DAFTAR PUSTAKA staf pengajar FK UI. Karena itu pengunjung harus mendapatkan informasi terkini mengenai negara yang ingin dikunjungi.id/download/fk/05010682. Jakarta.Dengan cara rehidrasi yang benar. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Orang yang mengalami diare parah dan muntah-muntah harus segera mendapatkan perhatian medis.html http://carisehat.ac.pdf http://gsbs. Jakarta Barat Budiyanto. I.aspx .cdc. Hubungi nomor telpon 877FYI-TRIP (394-8747). Ilmu Kedokteran Forensik. 1993: Jakarta persatuan ahli penyakit dalam. Data untuk jasa ini didapatkan dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization). Bagian Kedokteran Forensik FKUI . 1997. http://library. Antibiotik dapat meringankan dan memperpendek masa sakit. mikrobiologi kedokteran.usu. Pusat penanggulangan penyakit (Centre for Disease Control) menyediakan nomor telepon yang dapat dipakai para turis untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kolera dan penyakit lainnya yang bersangkutan dengan kepentingan pengunjung. atau kunjungi http://www. 1996 Abdul M. Dimana tempat turis mendapatkan informasi kolera? Situasi kolera di dunia berubah-ubah dari waktu ke waktu. maka kurang dari 1% penderita kolera meninggal.utmb. balai penerbit FK UI. 5.com/ArtikelBaca/Penyakit_Kolera_%28Cholera%29_cf53b16e-7283-4b83b867-3f90c525a74b. 1997. Binarupa Aksara.edu/microbook/cholera. bina rupa aksara.gov/travel.