Anda di halaman 1dari 16

Pemberdayaan Komite Sekolah Melalui Program Nutrisi Anak di PAUD

Insan Cendekia, Kabupaten Malang
Indra Dwi Wijayanti
Lilis Suryani Octavia
Ummi Faizah

160132801138
160132800858
160132801319

Prodi Manajemen Pendidikan – Universitas Negeri Malang
E-mail: sahi2703@gmail.com/lilissoctavia@gmail.com/ifa.ajah@gmail.com
Abstrak
Pemberdayaan komite sekolah melalui program nutrisi anak bertujuan untuk
menjaga asupan gizi dan membiasakan agar anak didik tidak jajan di luar.
Penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi. Sekolah memberikan kebebasan pada pihak komite untuk berperan
baik secara aktif maupun pasif dalam pengelolaan nutrisi. Nutrisi diberikan
secara terjadwal dan asupan gizi anak didik menjadi terkontrol. Sehingga, anak
diharapkan tidak lagi jajan di luar sekolah karena kebutuhan nutrisinya telah
dilengkapi oleh pihak sekolah, yang kualitasnya sudah dijamin oleh para
orangtua murid sendiri.
Kata Kunci:Komite sekolah, nutrisi dan gizi anak.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan
pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan
perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir,
daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan
perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahaptahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.Hasil sebuah penelitian
mengatakan bahwa sekitar 50% kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi
pada usia 4 tahun, 80% telah terjadi pada usia 8 tahun, dan mencapai titik tertinggi
pada usia 18 tahun (Direktorat PAUD, 2004).Pemberian stimulus yang tepat dan
nutrisi yang berimbang akan mampu mendorong optimalisasi tumbuh kembang
anak pada usia dini.
Asupan makanan yang bergizi sangat penting bagi kebutuhan manusia,
terutama anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Nutrisi sangat penting bagi
manusia karena merupakan kebutuhan vital bagi semua makhluk hidup. Nutrisi
sangat bermanfaat bagi tubuh kita karena apabila tidak ada nutrisi maka tidak ada
gizi dalam tubuh kita, sehingga dapat menyebabkan penyakit/terkena gizi buruk.
Karena nutrisi yang tepat akan diolah dengan baik oleh tubuh.
Orang tua harus menjaga asupan nutrisi bagi buah hatinya sejak dini, agar
tumbuh kembang anak optimal. Sekolah yang juga menjadi tempat beraktivitas

juga harus mampu membantu orang tua untuk menjaga asupan nutrisi yang dikonsumsi anak. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam. sehingga dapat dipergunakan untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang. Dengan tujuan agar asupan makanan pada anak terjaga kebersihan dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak. Penggunaan sumberdaya ini seyogyanya bersifat berkelanjutan. dan dokumentasi. Program nutrisi merujuk pada sebuah program pengadaan makanan bernutrisi yang diolah oleh guru ataupun orang tua murid. Butir 14 menyatakan bahwa. observasi. Pemberdayaan masyarakat dipengaruhi oleh partisipasi . Oleh karena itu agar anak tidak jajan sembarangan yang mampu menimbulkan penyakit karena makanan/jajanan yang tidak higienis maka pihak sekolah perlu membuat sebuah program nutrisi. Pasal 1. Lingkungan hidup di sini meliputi kombinasi antara penggunaan sumberdaya dan social capital yang ada dengan aktivitas yang dilakukan masyarakat terhadap penggunaan sumberdaya tersebut. Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. sehingga mampu meningkatkan lingkungan hidup mereka. Sedangkan dokumentasi dilakukan sebagai data penunjang observasi dan wawancara yang kemudianakan ditriangulasikan. Wawancara digunakan untuk mengetahui bentuk kegiatan dalam program nutrisi anak yang dilaksanakan di PAUD Insan Cendekia. Observasi yang digunakan adalah observasi non-partisipasi dengan mengamati kegiatan pembagian makanan nutrisi. Hal ini diatur dalam Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1. PEMBAHASAN Konsep pemberdayaan masyarakat mengacu pada bagaimana masyarakat setempat memiliki pengaruh yang besar secara sosial maupun secara organisasi kemasyarakatan.

Pemberdayaan komite merujuk pada sebuah upaya untuk melibatkan orang tua/wali murid dalam setiap kegiatan sekolah. . Proses pemberdayaan komite yang dilakukan di PAUD Insan Cendikia secara tidak langsung mengacu dari penjabaran Conger dan Kanungo dengan melibatkan secara penuh orang tua/wali murid yang tergabung dalam paguyupan atau biasa disebut komite sekolah untuk turut berperan serta dalam menjaga dan mengkontrol asupan nutrisi anak. (4) result in empowering experience of subordinates dan (5) leading to behaviour effect. baik pada pendidikan pra sekolah. pemerataan. Lima tahapan tersebut adalah (1) conditions leading to a psychological state a powerlessness. dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan. akuntabel. Proses Pemberdayaan Komite melalui Program Nutrisi Menurut Conger dan Kanungo (2013) menjelaskan ada lima tahapan dalam proses pemberdayaan. Partisipasi ini dapat berupa partisipasi pasif (seperti pemberian informasi atau konsultansi) sampai partisipasi aktif (seperti bergabung dalam pengambilan keputusan serta bergabung dalam manajemen pemberdayaan masyarakat) Pengertian dari komite sekolah sesuai dengan SK Mendiknas RI No. (3) to provide self-effication information to subordinates using four sources. 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Partisipasi di sini meliputi keikutsertaan stakeholders kunci di dalam proses perencanaan dan pembuatan keputusan. dan (3) menciptakan suasana dan kondisi transparan. adalah badan mandiri yang mewadahi peranserta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu.masyarakat. (2) the use a managerial strategies and technique. (2) meningkatkan tanggung jawab dan peranserta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah. dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan. Pemberdayaan komite sekolah adalah salah satu bentuk Komite sekolah memiliki tujuan untuk (1) mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan pasrtisipasi orang tua dan meningkatkan kualitas sekolah.

Kedua. Pemodelan dilakukan oleh pihak sekolah yaitu guru sebagai model/contoh dalam melakukan program nutrisi. kemudian dengan pemodelan. Kepala sekolah melakukan analisis dan diagnosis yang menyebabkan orang tua/wali murid acuh tak acuh/sulit berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. pengalaman/mendapat informasi makanan yang bernutrisi sesuai dengan tumbuh kembang anak. mengatasi kesalahan pengemasan makanan yang menyebabkan makanan mudah basi.Pertama. berkomunikasi dengan sharing kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan . Karena sebelumya program nutrisi di PAUD Insan Cendikia dikelola oleh guru/pengurus sekolah sendiri. dll. penggunaan empat sumber dalam memberikan informasi diri. pengalaman bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat lain. Untuk kemudian memberikan tugas dan tanggung jawab lebih besar kepada komite sekolah. diagnosis kondisi yang menyebabkan keadaan psikologis sebuah ketidak berdayaan. Hal tersebut menunjukan sebuah pengalaman perwakilan yang baru. penggunaan suatu strategi manajerial dan teknik. Secara tidak langsung telah diterapkan suatu pengendalian sosial dengan persuasi lisan dimana kepala sekolah telah mengajak komite sekolah untuk berinteraksi. Mengatasi permasalahan yang muncul dengan mencari alternatif pemecahan masalah yang sesuai. PAUD Insan Cendikia dalam praktek dilapangan telah menerapkan pencapaian belajar dari pengalaman dimana orang tua/wali murid menjadikan pengalaman dalam pengelolaan program nutrisi sebagai bahan untuk belajar dan memperbaiki diri sebagai bentuk pencapaian belajar. pengalaman perwakilan. persuasi lisan dan menumbuhkan gairah emosi. keempat sumber tersebut adalah pencapaian belajar dari pengalaman. Ketiga. Misalnya untuk mengatasi penyusunan jadwal pembuatan menu nutrisi yang dilakukan secara berembuk. Dan menerapkan prinsip berkelanjutan dimana program ini harus berjalan secara terus menerus pada setiap bulannya atau bahkan setiap tahun ajarannya. Kepala sekolah mencoba menggunakan strategi untuk melibatkan orang tua/wali murid agar berperan aktif dalam kegiatan sekolah salah satunya adalah dengan melibatkan dan pemberian kewenangan kepada orang tua yang terlibat dalam komite sekolah untuk mengelola program nutrisi yaitu dengan menetapkan tujuan dilakukannya program nutrisi yang tidak lain adalah untuk menjaga asupan gizi anak.

dapat diklasifikasikan: (1) Peran serta pada tingkatan terendah adalah hanya menggunakan jasa pelayanan yang disediakan oleh sekolah. jenis peran serta masyarakat. Kelima. jenis peran serta masyarakat. bahan maupun tenaga. Memberikan keyakinan bahwa pengelolaan program nutrisi di PAUD Insan Cendikia memberikan dampak yang positif terhadap kebiasaan anak dan tentunya berpengaruh pada pertumbuhan anak (sistem pencernaan yang sehat). efek perilaku pemberdayaan merujuk pada sebuah keberhasilan/ketercapaian tujuan dari program nutrisi yaitu pengontrolan asupan gizi anak dan terlaksananya pemberdayaan orang tua melalui komite sekolah untuk terlibat/berperan serta dalam kegiatan-kegiatan sekolah. (3) Peran serta dalam bentuk menerima secara pasif apa yang telah diputuskan oleh pihak sekolah. termasuk orangtua/wali murid. mengembangkan diri dalam mengelola program nutrisi dan program sekolah lainnya secara optimal. dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah diklasifikasikan dari peran serta pada tingkatan yang terendah sampai tingkatan tertinggi. Keempat. dengan dana. Persuasi lisan menekankan pada pentingnya membangun komunikasi untuk memberikan pemahaman akan pentingnya pencapaian tujuan dari program nutrisi. yaitu dari hanya sekedar menggunakan jasa pelayanan yang disediakan oleh sekolah sampai keikut-sertaannya dalam pengambilan keputusan pada berbagai jenjang. barang ataupun tenaga mereka. Tingkat Partisipasi Orang Tua pada Program Nutrisi Menurut Sediono dkk (2003). Sehingga mampu menumbuhkan gairah emosi dari komite sekolah untuk terus berkomitmen belajar. memberikan pengalaman pemberdayaan dilakukan dengan memberikan penguatan atas harapan/kinerja/usaha yang merujuk pada keyakinan keberhasilan dari komite. misalnya membantu pembangunan gedung sekolah atau pengadaan fasilitas pendidikan yang lain.program nutrisi. Lebih rinci. atau sekolah bersama-sama dengan . misalnya masyarakat mau menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut. termasuk orangtua/wali murid. (2) Peran serta orangtua/wali murid dan masyarakat dengan cara memberikan kontribusi baik dana.

00/bulan bagi jenjang TK dan Rp 25. PENUTUP Simpulan Nutrisi merupakan asupan penting bagi anak usia dini dalam mendukung proses tumbuh kembangnya. Peranan wali murid dalam hal ini komite sekolah dalam . misalnya kepala sekolah membahas mengenai masalah perbaikan pembelajar-an bersama dengan komite sekolah dan orangtua siswa. (7) Keterlibatan sebagai pelaksana kegiatan yang didelegasikan oleh sekolah. Sejauh ini tingkat partisipasi orang tua/wali murid di PAUD Insan Cendikia adalah dengan memberikan kontribusi baik dana yaitu iuran sebesar Rp 40. (4) Peran serta melalui adanya konsultasi mengenai hal-hal tertentu.komite sekolah. misalnya orangtua/wali murid menerima apa yang telah diputuskan oleh komite sekolah bersama-sama dengan sekolah mengenai besarnya iuran yang harus mereka bayar. misalnya orangtua/wali murid ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan mengenai rencana kegiatan atau program-program sekolah serta konsekuensi pendanaannya. (5) Keterlibatan dalam memberikan pelayanan tertentu. (8) Peran serta dalam pengambilan keputusan.000. misalnya sekolah meminta bantuan kepada komite sekolah dan orangtua/wali murid tertentu untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat umum mengenai masalah-masalah pendidikan.00/bulan bagi jenjang SD yang diperuntukkan untuk program nutrisi dan kegiatan-kegiatan sekolah lainnya dan tenaga dimana komite sebagai pelaku pengelola program nutrisi. Tidak hanya itu komite juga dilibatkan dalam pengelolaan kegiatan sekolah lainnya seperti renang. wisuda. Komite sekolah juga dilibatkan secara penuh dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan program nutrisi sekolah.000. misalnya komite sekolah dan orangtua/wali murid mewakili sekolah bersama dengan Puskesmas setempat mengadakan penyuluhan kepada masyarakat mengenai masalah-masalah kesehatan dan gizi anak. dan karyawisata.

Jakarta: UNESCO Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pihak komite sangat terbuka atas saran dan kritik baik dari pihak wali murid maupun sekolah. .20 WIB] Sediono. Jadwal nutrisi disesuaikan dengan jadwal kegiatan sekolah dan bersifat menunjang keterlaksanaan kegiatan tersebut. Pada tanggal 17 Juli 2013 pukul 11. Menciptakan Peduli Pendidikan Anak-Program Manajemen Berbasis Kompetensi (MBS). RUJUKAN Conger. 2003. dkk.jstor. Jurnal The Academy of Management Review. 1988. The Empowerment Process: Integrating Theory and Practice. Volume 13 Nomor 3 Juli.org/stable/258093. Kanungo.pengelolaan nutrisi dapat memberikan dampak positif bagi iklim pembelajaran di sekolah. Fungsi sekolah sebagai katalisator dalam proses pemberdayaan ini terlihat pada pendelegasian secara penuh pihak sekolah pada komite dalam mengelola nutrisi menunjukkan bahwa proses pemberdayaan telah berjalan dengan baik. Jaya A dan Rabindra N. Kanada: McGill University [Online:http://www.

3. Tingkat partisipasi orang tua pada program nutrisi anak Waktu kegiatan : Tanggal-Bulan-Tahun Kode A O W D KS KM NH SP1 SP2 . 2.LAMPIRAN 1 SISTEM PENGKODEAN No. Komite c. Proses pemberdayaan komite melalui program nutrisi anak b. Wawancara Tak Terstruktur c. Non Human Fokus: a. Kepala sekolah b. 1. 5. Studi Dokumentasi Sumber Data a. Aspek Pengkodean Kasus latar penelitian PAUD Insan Cendikia Teknik Pengumpulan Data a. 4. Observasi b.

LAMPIRAN 2 PEDOMAN WAWANCARA N o. 2. 1 2 Fokus Proses pemberday aan komite melalui program nutrisi anak Tingkat partisipasi orang tua pada program nutrisi anak Aspek yang digali 1. Mekanisme penyusunan jadwal dan menu pembagian nutrisi Mekanisme pembuatan menu makanan nutrisi Keterlibatan orang tua dalam hal pembuatan menu makanan nutrisi Keterlibatan orang tua dalam hal pendanaan Informan KS KM NH . 1. 2.

Hasil Wawancara P : Bentuk pemberdayaan masyarakat di PAUD Insan Cendikia ini seperti apa bu? KS : Bentuknya kami melibatkan orang tua ya mbak.50 WIB : Ruang Kepala Sekolah PAUD Insan Cendikia Gambaran Situasi Kegiatan wawancara dilakukan pada tanggal 12 November 2016 pukul 09.121116 : PAUD Insan Cendikia : Wawancara (W) : Kepala Sekolah (KS) : Sabtu : 12 November 2016 : 09. Misalkan jumlah wali murid ada 15 ya bergantian bund. P KS P KS : Pelibatan orang tua ini dalam kegiatan apa saja bu? : Ya. Lalu ternyata dirasa tidak efektif karna dana akan semakin membengkak kalau orang tua tidak .KS.50 WIB di ruang Kepala Sekolah PAUD Insan Cendikia. Setiap hari satu wali murid yang menyiapkan nutrisi. kalau masyarakat sekitar sekolah belum terlalu dilibatkan.W. Nutrisinya ini dari wali murid. Ini juga berkat bantuan dari orangtua yang tergabung dalam anggota komite.01) Hasil Wawancara Kode Lokasi Metode Narasumber Hari Tanggal Jam Tempat : A.3010. : Sejauh ini pelaksanaan parenting apakah terlaksana dengan baik? : Untuk parenting tidak begitu lancar ya bun. Sistem ini berjalan selama dua tahun bun. kalau dulu dibuatkan jadwal/pembagian jadwal untuk penyiapan makanan. Berikut petikan wawancara dengan Kepala Sekolah PAUD Insan Cendikia. tapi kalau orangtua tidak bekerja yamembuat sendiri. namun tujuannya supaya anak-anak tidak jajan sembarangan. P KS : Sejarah atau ide awal pemikiran nutrisi ini bagaimana bu? : Kalau sejarah pendirian itu yang lebih paham adalah kepala sekolah sebelumnya.30-10. contohnya parenting dan nutrisi. tetapi untuk nutrisi alhamdulillah bisa berjalan dengan baik hingga saat ini. Ketika orang tuanya bekerja maka beliau-beliau itu akan membeli makanan nutrisi (instan).LAMPIRAN 3 CATATAN LAPANGAN PAUD INSAN CENDIKIA Cuplikan Catatan Lapangan Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah PAUD Insan Cendikia Catatan Lapangan (CL.

yang telur-telur dan lainnya di bagi dianggota yang lainnya.membuat makanan nutrisi sendiri. Tetapi jika ada event-event besar tetap dihendle oleh ketua paguyupan pusat. P KS : Apakah makanan nutrisi itu beliau masak sendiri bu? : Tidak mbak. Waktu dihendle mamanya dika. Lalu tahun 2015-2016 dihendel dengan paguyupan. Ketua komitenya ini mamanya Feriska. Tetapi kalau pengajian dihendle bunda ninik (bukan dari paguyupan). P KS : Untuk mekanisme pelaksanaan nutrisinya bagaimana bu? : Kalau untuk mekanisme atau koordinator dari komite silahkan diskusikan dengan ketua komitenya bu. jadi mengikuti kegiatan sekolah. 2014-2015 dihendle ketua paguyupan. Tetapi juga masih belum efektif karena masih ada keluhan dari beberapa wali murid ya seperti makanannya tidak banyak variasi. Kalau saya selama ini. P KS : Apakah mekanismenya tetap pesan atau masak sendiri bu? : Kalau sekarang ya kadang ada yang pesan tetapi seringnya masak sendiri tetapi dibagi-bagi misalnya untuk kelas B1 nasi goreng sama telur. lalu diserahkan ke wali murid. Karna secara teknis akan bisa dijelaskan lebih rinci. Jadi setiap kelas bisa merasakan untuk membuat makanan nutrisi. P KS : Kalau tahun periode pelaksanaannya kapa bu? : Periode tahun 2013-2014 itu dihendle oleh mamanya dika. untuk tidak dijadwalkan lagi melainkan dihendle sendiri. Sehingga ada salah satu wali murid (mama dika) yang mengusulkan ke saya. beliau berani untuk rugi menambahi dana untuk makanan nutrisi karna beliu tipikal orang-orang yang perfect. Saya sempat usul ke mama dika “bagaimana bunda kalau satu minggu sekali digilir ke ketua paguyupan-paguyupan?” tetapi beliau menolak. Wali murid . karna muridnya juga cukup banyak ya bun 150 anak. jumlahnya sedikit. dan kekeh untuk mengelola sendiri. dari sistem itu lebih nyaman yang sekarang. 2015-2016 juga dihendle sama paguyupan. Nasi gorengnya yang memasak si A. P KS : Sejarah pendirian paguyupan bagaimana bu? : Setelah dihendle guru. Baru tahun 2016-2017 ada protes-protes sehingga sekarang digilir menjadi tanggung jawab ketua paguyupan tiap kelas setiap satu minggu sekali untuk penyiapan nutrisinya. P KS : Kegiatan komite apakah terjadwal ataukah kondisional? : Kalau kegiatan paguyupan mendukung kegiatan sekolah. Sebenarnya ketua komite yang saya tunjuk mencari teman sendiri untuk pelaksanaan kgiatan komite. Setiap tahun jadi dihendle oleh paguyupan. Tetapi jika ada kegiatan diluar misalnya renang itu di hendle ketua paguyupan. misalnya renang atau maulid nabi. Paguyupan itu dilakukan pemilihan setiap tahun. biasanya dipesankan.

tetapi untuk jadwal yang lainnya ada di ketua komite. wisuda dan souvenir wisuda. nutrisi dll. Sehingga setelah selesai makan anak-anak bisa belajar untuk mencuci piring. jadi anak-anak makan dengan menggunakan piring dan sendok. mengurangi penarikan dana lebih lagi ke orang tua. P KS : Apakaha da dokumen untuk jadwal nutrisi? : Kalau jadwa nutrisi kami ada. apakah ada sharing dengan pihak sekolah? : Iya masih ada. satu kali makan nasi.00 setiap bulan. Kami memberi kebebasan menu untuk yang menyiapkan nutrisi. Karna saya juga keterbatasan waktu masih mengisi kelas juga. Kami hanya menulis sebagai informasi. Tetapi belum ada dokumen untuk struktur kepengurusan. Tetapi yang menentukan menunya paguyupan. P : Untuk struktur dan jadwal komite itu di sekolah atau diserahkan kepaguyupan bu? : Untuk jadwalnya saya punya. untuk selanjutnya jika memang ada makanan yang berkuah apakah bisa disiapkan di panci saja.000. sempat dibawakan bakso tetapi baksonya sudah dikemas diplastik-plastik jadinya banyak orangtua yang komplain karna baksonya basi. Tetapi untuk nutrisinya saja insya allah ada KS P KS P KS : Dalam pelaksanaannya pasti ada masalah kecil. Itu untuk TK A dan TK B. Kalau kami ini hanya menulis jadwal menu. Banyak manfaatnya lo bu nutrisi ini. trus dua kali kue. waktu masuk SD itu dengar-dengar anak-anak kalap begitu jajan sembarangan : Untuk pendanaannya bagaimana bu? : Paguyupan iuran sendiri sebesar Rp 40. Kalau struktur organisasi ketuanya mama Feriska dan kalau bendahara mama Lila. saya ajak sharing untuk memperbaiki pengelolaan makanan nutrisinya. Jadwalnya itu kondisional tidak ada jadwal tertulis.membantu menyiapkan misalnya saat maulid nabi. rabu atau dalam satu minggu tiga kali kue. Kalau KB dua minggu sekali nasi. untuk TKA daan TKB setiap senin. tetapi untuk ketua komite saya masih sering sharing. Contohnya ya seperti bakso itu bu. . Kalau ketua komite itu menurut saya beliau terbuka dan mampu mengayomi anggotanya. Alhamdulillah ternyata di setujui oleh paguyupan. wali murid membantu menyiapkan makanan. Jadi sudah dikelola sendiri oleh paguyupan untuk mengikuti kegiatan sekolah misalnya renang. Tetapi kasian kalau sudah keluar dari sini bu. Kalau playgroup ya yang nyuci bundanya biasanya. Seperti kemarin bu. sudah ndak ada orang jual-jual. Lalu saya mengusulkan kepada paguyupan. selasa.

makanan nutrisi untuk anak-anak diusakan untuk dimasak sendiri mbak. tetapi untuk menunya kita diskusikan dengan anggota komite dan memberi kebebasan kepada wali murid yang bertugas untuk menyiapkan nutrisinya misalnya menu apa yang akan diberikan dan jadwalnya itu dibuat setiap satu bulan sekali. P : Bagaimana periode pemberian nutrisi kepada anak-anak? Apakah kondisional ataukah terjadwal? KM : Terjadwal ya mbak.17-10.10 WIB : Rumah Mama Feriska Gambaran Situasi Kegiatan wawancara dilakukan pada tanggal 16 November 2016 pukul 09.1710. P : Pembuatan makanan nutrisi ini bagaimana bu? Apakah dibuat sendiri ataukah pesan? KM : Sistem yang sekarang ini.KM. P : Apakah ada dana dari sekolah yang mendukung keterlaksanaan kegiatan nutrisi? KM : Tidak ada mbak. nasi dan sayur. TK A dan TK B. . itu murni dari dana wali murid yang dioleh oleh komite sekolah yang digunakan untuk kepentingan dan kebutuhan anak-anak. Jadi ada pembagian tugas antar anggota komite di tiap perwakilan kelas untuk bersama-sama menyiapkan makanan nutrisi. misalnya pembagian memasak lauk. Berikut petikan wawancara dengan ketua komite PAUD Insan Cendikia.10 WIB di ruang rumah ketua komita PAUD Insan Cendikia. Hasil Wawancara P : Bagaimana mekanisme pembagian tugas dalam pemberian nutrisi? KM : Ketua komite melibatkan perwakilan orang tua dari masing-masing kelas untuk terlibat dalam penyusunan menu dan memasaknya.161116 : PAUD Insan Cendikia : Wawancara (W) : Ketua Komite (KM) : Sabtu : 16 November 2016 : 09.CATATAN LAPANGAN PAUD INSAN CENDIKIA Cuplikan Catatan Lapangan Hasil Wawancara dengan Ketua Komite PAUD Insan Cendikia Catatan Lapangan (CL. P : Bagaimana jadwal pembagian nutrisi kepada seluruh anggota komite bu? KM : Pembagian jadwal nutrisi digilir mulai dari KB.01) Hasil Wawancara Kode Lokasi Metode Narasumber Hari Tanggal Jam Tempat : A.W.

Saya berusaha menjalankan amanah dengan sebaik mungkin mbak. beliau menyarankan menggunakan alat makan sekolah seperti piring dan sendok.000.00 tiap wali murid setiap satu bulan sekali. P : Dalam menyusun menu apakah komite juga melibatkan pihak sekolah? KM : Iya mbak. Kalau KB Rp 25. pernah waktu itu diskusi dengan bunda Ita mengenai pembagian makanan. Tujuannya agar anak dilatih mandiri dengan makan dan mencuci peralatan makan mereka. Lalu bagaimana perasaan ibu sebagai ketua komite? Tentunya amanah sebagai ketua komite tidaklah mudah karna harus mengkoordiansikan anggota-anggota yang lain agar tetap kompak KM : Iya mbak tentu. apalagi jika ada komplain tentang makanan. P : Besar iurannya berapa ya bu kalau boleh tau? KM : Untuk TK iurannya sebesar Rp 40.00 mbak.Misalnya kegiatan nutrisi. positif gitu ya mbak. ya saya bicarakan bersama degan anggota yang lain dan pihak sekolah bagaimana solusi atau pemecahannya. Menurut saya itu hal yang bagus. P : Oh jadi wali murid masih iuran ya bu. .000. renang. mendukung tumbuh kembang anak. kadang wisuda juga sedikit banyak menggunakan iuran dari wali murid.

Jadwal Nutrisi Gambar 2. Buku Menu Nutrisi .LAMPIRAN 4 DOKUMENTASI Gambar 1.

Gambar 3. Pembagian Makanan Nutrisi Gambar 4. Undangan Pemberitahuan Nutrisi .