Anda di halaman 1dari 36

Supervisor

dr. Munawar, Sp.OG

KANKER SERVIKS
Presentasi Referat

PENDAHULUAN
1

Kanker adalah suatu proses perubahan pada sel


normal yang berproliferasi tanpa kendali akibat mutasi
gen

Kanker serviks adalah jenis kanker yang telah


diketahui protein karsinogennya yaitu protein E6 dan
E7

Di Indonesia Kanker Serviks menempati urutan utama


penyebab kanker pada wanita, melebihi jumlah penderita
kanker payudara

Definisi
Kanker serviks adalah kanker yang terbentuk di jaringan
dari leher rahim yang mengenai lapisan permukaan (epitel)
dari leher rahim atau mulut rahim, dimana sel sel
permukaan (epitel) tersebut mengalami penggandaan dan
berubah sifat tidak seperti sel yang normal

Insidensi & Prevalensi

Insidensi & Prevalensi


Mortalitas dan Insidensi Kanker Serviks di Negara-negara Asia Oceania

Faktor Resiko
merokok

Sistem imun menurun


Berganti-ganti
Pasangan seksual

Usia hub sex <20 tahun

Riwayat papsmear sblmnya abN

Penyakit menular
seksual

Etiologi
Human Papiloma Virus(HPV)
1 Resiko Rendah: HPV tipe 6, 11, 42, 43 dan 44.

2 Resiko Menengah: HPV tipe 31, 33, 35, 51 dan 52


3 Resiko Tinggi: HPV tipe 16, 18, 45 dan 56.

STAGING
Staging Carcinoma Serviks Uteri menurut FIGO

STAGING
FIGO

0
I
Ia
I a1
I a2
I b1
I b2
II

II a
II b

Deskripsi

Tumor primer tidak dapat diakses


Tidak ada bukti tumor primer
Karsinoma In Situ ( KIS)
Karsinoma terbatas serviks
Karsinoma hanya dapat didiagnosis secara mikroskopik
Invasi stroma dalamnya <3 mm dan lebarnya < 7 mm
Invasi stroma dalamnya 3-5 mm dan lebarnya < 7 mm
Secara klinis lesi < 4 cm
Secara klinis lesi > 4 cm
Proses keganasan telah keluar dari serviks dan menjalar
2/3 bagian atas vagina dan parametrium, tetapi tidak
sampai dinding panggul
Penyebaran hanya ke vagina, parametrium masih bebas
dari infitrat tumor
Penyebaran ke parametrum

TNM

Tx
T0
T is
T1
T1a
T 1 a1
T 1 a2
T 1 b1
T 1 b2
T2

T 2a
T 2b

STAGING
Staging Carcinoma Serviks Uteri menurut FIGO

STAGING
FIGO
III

Deskripsi

TNM

III a

Tumor menginvasi sampai dinding pelvis dan atau menginfiltrasi dampai


1/3 distal vagina dan atau menyebabkan hidronefrosis atau gagal ginjal
Penyebaran sampai 1/3 bagian distal vagina

T 3a

III b

Penyebaran sudah sampai dinding panggul,

T 3b

Proses keganasan telah keluar dari panggul kecil dan melibatkan


mokusa rektum dan atau vesika urinaria atau telah bermetastasi keluar
panggul ketempat yang jauh
Proses sudah sampai mukosa rektum dan atau vesika urinaria atau
sudah keluar dari pangul kecil, metastasi jauh belum terjadi
Telah terjadi metastasi jauh

T4

IV

IV a
IV b
III

T3

T 4a
T 4b

III a

Tumor menginvasi sampai dinding pelvis dan atau menginfiltrasi dampai


1/3 distal vagina dan atau menyebabkan hidronefrosis atau gagal ginjal
Penyebaran sampai 1/3 bagian distal vagina

T 3a

III b

Penyebaran sudah sampai dinding panggul,

T 3b

Proses keganasan telah keluar dari panggul kecil dan melibatkan


mokusa rektum dan atau vesika urinaria atau telah bermetastasi keluar
panggul ketempat yang jauh

T4

IV

T3

STAGING

Patogenesis HPV
Kanker

Lesi Pra Kanker


------------------- 3-17 tahun ----------------------

Displasia
Ringan

Displasia
Sedang

Displasia
Keras

Karsinoma
Insitu

Kanker
Serviks

Human Papiloma Virus


Pada kanker serviks
yang menjadi
penyebab terjadinya
keganasan adalah E6
dan E7

Terjadi integrasi DNA


virus dengan sel tubuh> E2 tidak berfungsi ->
E6 dan E7 terangsang
.

HPV
tE7 -> mengikat pRb ->
E2F bebas terlepas ->
merangsang proto
onkogen c-myc dan Nmyc -> terjadi transkripsi
sel -> pembelahan tanpa
kontrol ->displasia

E6 ->
inaktivasi
Text
in heregen p53
-> kegagalan
pengendalian
pertumbuhan sel -> sel
membelah terus tanpa
kontrol -> apoptosis
terhambat -> displasia

Gejala Klinis
Post Koital Bleeding
Stadium
Dini

Menstruasi Abnormal

Leukoria

Stadium
Lanjut

Nafsu makan berkurang, penurunan berat


badan, kelelahan
Nyeri panggul, punggung atau tungkai
Dari vagina keluar air kemih atau tinja
Patah tulang (fraktur).

Pemeriksaan Penunjang
Pap Smear

Biopsi

Kolposkopi

Tes IVA

Paps Smear

Paps Smear
Pasien dalam posisi litotomi.
Tahan bukaan labia akan
serviks dengan spekulum.
Usapkan spatula Ayre pada
serviks dengan sudut 360.
Pulas spatula Ayre pada
objek glass dengan sudut
45.
Celupkan dalam alkohol 96%
selama 30 menit.

SITOLOGI PAPS SMEAR

Perbedaan komposisi perbandingan inti dan


sitoplasma.
A. Normal
B. CIN 1
C. CIN 2
D. CIN 3

Tes IVA
Bisa dilakukan bersamaan
dengan tes Paps Smear.
Membasahi permukaan
serviks dengan asam asetat
3-5%.
Normal: tidak terdapat
bercak putih pada T-zone.
Atipik: terdapat bercak putih
pada T-zone.

Tes IVA
Asam asetat 3-5%

Epitel serviks abnormal

Perubahan osmotik
Sel dehidrasi dan mengalami
koagulasi protein.
Sel abnormal terlihat berwarna
putih.

Ekstrasel hipertonik

Membran kolaps
DNA

Cahaya

Epitel acetowhite

INTERPRETASI TES IVA

Normal

NIS

Karsinoma

KOLPOSKOPI
Kolposkopi merupakan alat
stereoskopik dan lensa
binokuler dengan sumber
pencahayaan untuk
pemeriksaan visual suatu
objek, terutama di vagina
dan serviks
Keuntungan: visualisasi Tzone, lesi->biopsi lebih
terarah.
Kerugian: alat mahal,
butuh tenaga terampil.

BIOPSI
Alat: konkrotom
Fischler.

INTERPRETASI KOLPOSKOPI

TES DNA HPV


Metode molekular
menentukan tipe HPV.
Resiko rendah(6, 11, 42,
43, 44).
Resiko sedang(31, 33,
35, 51, 52).
Resiko tinggi(16, 18, 45,
56).

Penatalaksanaan
Pembedahan

Radiasi

Kemoterapi

Penatalaksanaan

Prognosis
Faktor-faktor yang menentukan prognosis adalah :
Umur penderita
Keadaan umum
Tingkat klinik keganasan
Sitopatologi sel tumor
Kemampuan ahli atau tim ahli yang menanganinya
Sarana pengobatan yang ada

Prognosis
Ketahanan Hidup Pasein dengan kanker serviks berdasarkan Stadium FIGO
Jumlah
Stadium

pasien (%)

Ketahanan Hidup (%)


1 tahun

tahun

tahun

IA1

869

99,8

99,5

98,7

IA2

227

98,2

97,7

95,9

IB

3489

98,1

94

86,5

IIA

881

94,1

85,6

68,8

IIB

2375

93,3

80,7

64,7

IIIA

160

82,8

58,8

40,4

IIIB

1949

81,5

62,2

43,4

IVA

245

56,1

35,6

19,5

IVB

189

45,8

23,9

15

VAKSINASI HPV
Vaksin Gardasil, disebut vaksin quadrivalent karena
melindungi terhadap empat tipe HPV: 6, 11, 16, dan 18.
Gardasil diberikan melalui serangkaian tiga suntikan ke
dalam jaringan otot selama periode 6 bulan. Vaksin ini telah
disetujui untuk penggunaan pada wanita dan pria usia 9
sampai 26.

VAKSINASI HPV
Cervarix, disebut vaksin bivalen karena target dua jenis HPV:
16 dan 18. Vaksin ini juga diberikan dalam tiga dosis selama
periode 6 bulan. FDA telah menyetujui Cervarix untuk
digunakan pada perempuan usia 10 sampai 25 untuk
pencegahan kanker leher rahim disebabkan oleh HPV tipe 16
dan 18

KESIMPULAN
Kanker serviks merupakan penyebab kematian utama kanker
pada wanita di negara-negara sedang berkembang
Faktor risiko epidemiologis terbesar untuk kanker serviks
yaitu infeksi HPV
Kanker serviks adalah jenis kanker yang telah diketahui
protein karsinogennya yaitu protein E6 dan E7
Faktor risiko yang berkaitan ialah keadaan imunosupresi,
infeksi HIV atau memiliki riwayat terkena penyakit menular
seksual, merokok, paritas tinggi dan penggunaan kontrasepsi
oral
Kanker serviks ditandai dengan perdarahan vagina yang
abnormal, keputihan yang menetap, dengan cairan yang
encer, berwarna pink, coklat, mengandung darah atau hitam
serta berbau busuk

KESIMPULAN (Lanjutan...)
Diagnosis ditegakkan dengan Pap smear, biopsi, kolposkopi, dan
tes IVA
Pilihan pengobatan lokal dipengaruhi oleh beberapa hal, di
antaranya ukuran tumor, stadium, struktur histologis, keterlibatan
kelenjar getah bening, faktor risiko, komplikasi dari pembedahan
atau radiasi, dan keinginan pasien.
Faktor prognostik yang mempengaruhi ketahanan hidup yaitu,
stadium, keadaan kelenjar limfe, ukuran tumor dan kedalaman
invasi ke dalam stroma serviks, invasi pembuluh darah limfe serta
perluasan dan juga tipe dan derajat gambaran histologinya.
Pencegahan primer yaitu mencegah infeksi HPV melalui
vaksinasi, sedangkan pencegahan sekunder adalah melalui
deteksi dini yang dapat dilakukan dengan berbagai metode, di
antaranya uji sitologi dan uji DNA HPV

Thank You!
www.themegallery.com