Anda di halaman 1dari 1

CINTAKU DI KAMPUS MERAH HITAM

Hari-hari berlalu dan pergi, dan aku tetap disini, di gedung kampus tempatmu
pernah hadir di dalamnya, merasakan yang kurasakan, memikirkan yang kupikirkan,
dan mengerjakan yang kini kukerjakan. Aku tahu saat-saat itu kau tak punya waktu
untuk teringat kepadaku, apalagi mengenang waktu saat kau masih bersamaku,
karena semuanya telah menjadi bayang-bayang buram…yang barangkali juga ingin
kau lupakan.
Buku-buku tebal, makalah-makalah bertumpuk dan sekeranjang teori tentang
rancang bangun telah menyita isi otak, pikiran, bahkan mungkin hatimu, hingga tak
sejengkal pun tersisa untukku. Kau mungkin telah melupakanku, melupakan segala
hal yang pernah terjadi, meski sampai hari ini aku tetap mengenangmu, dan
mengabadikan segala hal yang pernah terjadi.
Aku memahami sepenuhnya, kini saatnya aku harus menjalani hidupku sendiri yang
utuh, tanpa lagi kembali ke masa lalu dan terus terbelenggu oleh pesonamu. Aku
menyadari dengan segenap kesadaran bahwa inilah saatnya aku harus bisa
melupakanmu, mencoba mencari penggantimu, mencari wangi lain untuk
kurengkuh, mencari bayang lain untuk kucintai… Tetapi tetap saja tidak bisa. Tetap
saja aku takkan pernah mampu. Kalau kau bisa melakukannya, tolong ajari aku.
Hidupku di kampus ini tak lama lagi. Keberadaanku disini akan segera berakhir.
Ataukah sebaliknya. Kau yang tak lama lagi berada di kampus ini, duluan pergi
meninggalkanku. Aku tak tahu, entahlah.
Kepada kampus, kepada rak-rak buku di perpus, kepada lorong-lorong kelas dan
bangku-bangku yang sunyi, kepada pohon dan bunga yang tumbuh di halaman
kampus, dan kepada bayangmu juga jilbab cokelatmu yang indah, maka hari ini aku
ingin menyatakan, aku merindukanmu…