Anda di halaman 1dari 6

Gangguan penggunaan Lysergic Acid Diethalamide

Masuknya narkoba akan mempengaruhi fungsi pada organ tubuh, yaitu
jantung, peredaran darah, pernafasan dan terutama kerja di otak (susunan saraf pusat).
Hal ini akan menyebabkan kerja otak berubah bisa meningkat ataupun menurun.
Narkoba yang ditelan akan masuk ke gaster atau lambung dan kemudiann akan ke
pembuluh darah. Apabila penggunaan menggunakan yang dihisap maka akan diserap
masuk ke pembuluh darah melalui saluran hidung dan paru-paru. Sedangkan jika
masuk melalui suntikan zat langsung masuk ke aliran darah dan akan mengalir ke
otak. Narkoba berpengaruh pada bagian otak yang bertanggung jawab atas perasaan di
system limbic, tepatnya pada hipotalamus. Penggunaan narkoba menghasilkan
perasaan yang tinggi karena adanya perubahan pada susunan biokimia molekul pada
sel otak yang disebut neurotransmitter.
Dilihat menurut efeknya pada system saraf pusar pemakaian narkoba dan zat
adiktif lainnya, yaitu:
1. Depresan
Obat jenis ini menekan atau memperlambat fungsi system saraf pusat sehingga
dapat mengurangi aktivitas fungsional tubuh. Obat antidepresan ini dapat membuat
pemakai merasa tenang, memberikan rasa melambung tinggi, merasa bahagia dan
bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. Contoh opioid (opium,
morphin, heroin, kodein) alcohol dan obat tidur, atau obat penenang.
2. Stimulan
Berbagai jenis zat yang dapat merangsang system saraf pusat dan
meningkatkan kegairahan seperti bersemangat dan kesadaran. Obat ini dapar bekerja
mengurangi rasa kantuk karena lelah, mengurangi nafsu makan, mempercepat detak
jantung, tekanan darah dan pernafasan, midriasis.
3. Halusinogen
Merupakan obat alamiah ataupun sintetik yang memiliki kemampuan untuk
memproduksi zat yang daoat mengubah rangsang indera yang jelas serta merubah
perasaan dan pikiran sehingga menimbulkan kesan palsu atau halusinasi.
Fungsi penggunaan LSD dapat menenangkan badan tetapi memberikan kesan
negatif pada otak, masalah fisikal serius dapat menyebabkan kematian. Efeknya dapat
mulai dalam satu jam setelah memakai dosis bertambah antara 2-8 jam dan
berlangsung bila secara perlahan-lahan setelah kurang lebih 12 jam. Untuk

disorientasi. berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah memakai LSD. 11. . 1. Mengalami vertigo dan melihat warna-warna yang indah. Belum ada bukti yang cukup kuat akan ketergantungan fisik. Banyak berkeringat 7. Paranoid dan sering tiba-tiba teringat akan masa-masa lalu 10. perubahan bentuk benda menjadi bentuk lain (morphing) 3. akan tetapi ketergantungan psikis sangat besar. depresi. Tidak adanya bukti atau ketergantungan fisik dan tidak ada gejala putus zat yang telah diamati bahkan setelah dipakai secara berkesinambungan. perasaan dan tempat.2 Efek menyeluruh yang didapatkan adalah: 1. sedih. Halusinasi penglihatan seperti tembok yang bernafas. suara. takut. Emosi yang labil dan sangat tergantung oleh mood pada saat itu sehingga bisa menyebabkan senang. marah. perasaan panic yang akut dan perasaan tak terkalahkann yang dapat mengakibatkan pengguna menempatkan diri dalam bahaya fisik. atau depresi – bad trip 5.penggunaan LSD efeknya dapat menjadi nikmat yang luar biasa. Sensory/perceptual phase: Ditandai dengan gangguan/distorsi sensory dan pseudohalusinasi. Efek LSD normalnya 6-12 jam setelah menggunakan. sangat tenang dan mendorong perasaan nyaman. toleransi. Sering kali ada perubahan pada persepsi pada pengelihatan. Efek negatif LSD dapat termasuk pada kendali emosi. (b) perubahan otonom seperti simpatomimetik. 2. jengkel. Susah konsentrasi 8. Gigi geraham yang rasanya terikat 9. namun ketergantungan kejiwaan dapat terjadi. Penggunaan jangka panjang dapat memberikan dampak halusinogen yang terjadi berhari-hari. berat badan dan umur. Meningkatnya energi dan tidak bisa tidur 2. Efek yang ditimbulkan LSD dapat dibagi 3 fase. penciuman. yaitu. Halusinasi pendengaran sehingga musik terkesan bergema dan memiliki efek chorus tambahan 4. pusing. tergantungnya pada dosis. Perubahan persepsi tentang waktu 6.1. Somatic phase: (a) muncul setelah obat diabsorbsi. motif gambar yang bergerak dan meninggalkan jejak.

dilaksanakan riset di Swiss mengenai penggunaan LSD untuk pasien kanker. Psychic phase: merupakan tanda dari efek maksimum obat. tergantung pada dosis yang diterapkan. bahwa penggunaan LSD mengurangi tingkat stress pasien yang khawatir masa hidupnya tinggal sedikit. b. terjadi perubahan mood. dan perubahan pemikiran dan pengalaman waktu. Efek psikologis akut LSD terakhir antara 6 dan 10 jam.3 Penggunaan LSD secara klinis Dalam kurun waktu 2008-2011. contohnya perubahan suasana hati. penggunaan jangka panjang pada pengguna LSD. Tidak ada efek negatif yang tercatat. dosis optimal reaksi LSD khas diperkirakan 100-200 mg.3 Efek penggunaan khusus LSD a. Efek psikologis Dosis sedang (75-150 mg) LSD secara signifikan anak mengubah keadaan kesadaran. true halusination. Perubahan tubuh dan egofunction juga sering terjadi. Dosisi minimal LSD pada manusiaadalah sekitar 25 mg. Ini berlangsung dalam kondisi terkendali. Perubahan ini ditandai dengan mempengaruhi stimulasi (kebanyakan dialami sebagai euphoria) kapasitas ditingkatkan untuk intropeksi. Hasilnya sangat menjanjikan. sebaliknya apabila sudah menunjukan bahwa dalam kondisi yang terkendali dan mendukung. Terbukti bahwa dari beberapa penelitian di Harvard mengatakan bahwa penggunaan LSD secara rutin meningkatkan IQ. synesthesias. bisa berlangsung efek yang positif pada sikap dan kepribadian. Dosis yang lebih rendah mungkin tidak memberikan efek kognitif. Paling penting adalah perubahan persepsi seperti ilusi pseudohalucinations. Meningkatkan IQ. Adanya penemuan penggunaan LSD dengan dosis 100 mg dapat merusak kemampuasn untuk . Efek Neurokognitif Afek Pengguna LSD dengan dosis 100 mg atau lebih dapat merubah persepsi dan fisik. Perlu dihubungkan pula antara meningkatnya imajinasi dengan meningkatnya kemampuan problem-solving dalam tes IQ. Hal ini dapat dijelaskan bahwa otak mengalami stimulus yang lain dari biasanya.3.

Perubahan suasana hati juga dipengaruhi. serta tremor ringan. . Dosis moderat LSD bagi manusia berkisaran 75 -150 mg LSD. e. Dosis hewan (tikus dan kucing) dengan dosis yang sangat tinggi mencapai 100 mg/kgBB hipertermia. Penurunan memori juga dipengaruhi oleh LSD ditunjukan dalam test Bender-Gestalt. mual.mengingan dengan berbagai rangsangan. sementara dosis 50 mg tidak memiliki efek seperti itu. berkeringat dan wajah yang pucat d. Perubahan ini hasil dari sindrom rangsang yang disebabkan oleh stimulasi sentral system simpatis. menyebabkan hypertonia. midriasis. emesis.000 pasien yang berpartisipasi dalam penelitian ini. perasaan yang menakutkan. Diluar perubahan yang obyektif ada gejala somatic lainnya yang menimbulkan bradikardi dan perubahan tekanan darah. perubahan otonom. Reaksi lain mungkin terjadi seperti terjadinya paranoid yang bersifat sementara dan setelah beberapa hari menggunakan LSD. takut gangguan jiwa dan kematian serta putus asa. Penelitian tersebut diamati oleh pasien sekitar 10. gangguan proses pikir. hiperglikemia. takut kehilangan kendali. Perubahan otonom mencerminkan rangsangan dari kedua cabang sisten saraf otonom. c. takipnea. Efek Psikiatrik Reaksi yang terjadi adalah episode panic atau cemas (anxietyor) pikiran yang berat. dan adanya efek simpatomimetik LSD memerlukan aktivitas pusat kortikal yang lebih tinggi. gangguan persepsi. gangguan serta kelemahan koordinasi dan tremor. Efek Neurologis Efek neurologis yang paling konsisten adalah berlebihnya refleks patella. Terjadinya reaksi psikotik. Menurunkan tekanan daran dan bradikardia ditemukan pada hewan yang terkena. percobaan bunuh diri selama penggunaan LSD. kabur. pengelihatan takikardi. Tanda – tanda yang tidak biasa ditemukannya ataksia penuh.0 mg/kgBB. Proses berpikir lebih tahan tetapi dapat juga mempengaruhi jika dosis tinggi LSD diberikan. Efek Somatik Ambang batas dosis untuk efek simpatomimetik terukur pada manusia adalah 0. depresi juga dialami tetapi bersifat sementara. perubahan suasana hati (mood). tanda Romberg positif. Gejala lain menunjukan stimulasi parasimpatis seperti diaphoresis dan air liur yang berlebih.5-1.

delusi. sinestesia serta isorientasi waktu dan tempat. Golongan I adalah psikotropika dengan daya adiktif yang sangat kuat. Mogadon. ini adalah narkoba sintetis yang disarikan dari jamur kering (dikenal sebagai ergot) yang tumbuh pada rumput gandum. diazepam dan lain sebagainya. LSD dan STP. Golongan IV yaitu jenis psikotropika yang memiliki daya adiktif ringan serta berguna untuk pengobatan. seperti MDMA/ekstasi. paranoid. seperti nitrazepam (BK. contohnya amfetamin. Psikotropika adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan jiwa (psyche) yang menurut UU No. pentobarbital. post-hallucinogenic perceptual disorder (terjadinya flashback halusinasi yang pernah terjadi yang dapat muncul setelah penggunaan terakhir LSD walaupun sudah berhenti berbulan-bulan lamanya). Golongan II adalah psikotropika dengan daya adiktif kuat. termasuk semua . dimana psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis. Dumolid). buprenorsina. bukan narkoba yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada penyusunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktifitas mental dan prilaku. serangan rasa panic. LSD mempengaruhi sejumlah besar reseptor protein-G. b. ikatan antara LSD dengan serotonin akan mempengaruhi fungsi tubuh (halusinasi).1 Golongan LSD LSD (Lysergic acid diethylamide) termasuk golongan psikotropika. ide bunuh diri. keras kepala.3 Mekanisme kerja: LSD akan berikatan dengan serotonin pada saat di post sinap. c. d. gangguan personality atau chronic brain syndrome yang dikenal dengan "burnout". 5 tahun 1997 terbagi menjadi 4 golongan yaitu: a. akan tetapi berguna untuk pengobatan dan penelitian. Proses pembuatan LSD dari bahan baku membutuhkan pengetahuan dan keahlian yang tinggi. Golongan III adalah psikotropika dengan daya adiksi sedang dan berguna untuk pengobatan dan penelitian (lumibal. metilfenidat atau Ritalin. flunitrazepam dan sebagainya). Apabila sudah berkangsung lama makan terdapat gangguan yang persisten seperti depresi. euphoria. munculnya penyakit kejiwaan. LSD adalah halusinogen yang paling terkenal.gangguan perilaku. dilarang digunakan untuk terapi dan hanya untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan.

Penyalahgunaan dan Pencegahan. Hallucinogen-Persisting perception disorder. Ikatan LSD pada sebagai besar subtipe reseptor serotonin kecuali 5-HT3 dan 5-HT4. 2012. Harmle L dkk. 2010Lysergic Acid Diethylamide. 2008. Gono J. Krebs and Johanes. . Jurnal Narkoba. Hampir semua reseptor dengan afinitas rendah bisa menjadi aktif pada otak dengan konsentrasi 10-20 nm.3 1. Journal of psychopharmacology.reseptor dopamine. 3. JOURNAL OF PSYCHIATRY. Pg 199-205 2.