Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI

SISTEM REPRODUKSI

Disusun Oleh Kelompok 2 :
Frelma Septiana Latuheru
Halimah Tussadiah
Nurul Aidah Medhiani
Umairoh alkhairiyyah
Rangga Givari

STIKES BINAWAN
TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (TLM)

DAFTAR ISI .

Apa yang di maksud dengan sistem reproduksi pria ? Apa yang di maksud dengan reproduksi wanita ? Bagaimana proses fertilisasi ? Bagaimana proses kehamilan dan persalinan ? Tujuan 1. hormon. Tidak seperti kebanyakan sistem organ. 3.BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Sistem reproduksi atau sistem genetal adalah sistem organ seks dalam organisme yang bekerja sama untuk tujuan reproduksi seksual. 3. jenis kelamin dari spesies yang telah terdiferensiasi sering memiliki perbedaan yang signifikan. Banyak zat non-hidup seperti cairan. Rumusan masalah 1. Mengetahui sistem reproduksi pria Mengetahui reproduksi wanita Mengetahui proses fertilisasi Mengetahui proses kehamilan dan persalinan . 2. dan feromon juga merupakan aksesoris penting untuk sistem reproduksi. Perbedaan ini memungkinkan untuk kombinasi materi genetik antara dua individu. 2. 4. yang memungkinkan untuk kemungkinan kebugaran genetik yang lebih besar dari keturunannya. 4.

spermatogenesis dan hormon pada pria. Fungsinya yaitu untuk kopulasi (hubungan antara alat kelamin jantan dan betina untuk memudahkan semen ke dalam organ reproduksi betina). Buah zakar yang terdiri dari kantung zakar yang didalamnya terdapat sepasang testis dan bagian-bagian lainnya. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Kulit luar nya disebut skrotum. Skrotum berjumlah sepasang. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Penis terdiri dari jaringan-jaringan otot. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Penis diselimuti oleh selaput tipis yang nantinya akan dioperasi pada saat dikhitan/sunat. yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. 3. jaringan spons yang lembut. Organ reproduksi luar : 1. Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Sistem Reproduksi Pada Pria Sistem reproduksi pria meliputi organ-organ reproduksi. Organ reproduksi laki-laki sama hal nya dengan ciri sekunder dan primer. 2. organ reproduksi laki-laki dibedakan menjadi alat-alat reproduksi yang tampak dari luar dan yang berada di dalam tubuh. Skrotum berfungsi melindungi testis serta mengatur suhu yang sesuai untuk spermatozoa (sel sperma). . yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh. pembuluh darah dan jaringan saraf. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil.BAB II PEMBAHASAN A.

Testis (gonad jantan) berbentuk oval dan terletak didalam kantung pelir (skrotum). Dinding dalam saluran terdiri dari jaringan epitel dan jaringan ikat. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yang disebut spermatogonia (spermatogonium = tunggal). organ reproduksi pria bagian dalam terdiri atas : 1. berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormon testosteron. yang mana bertujuan untuk membentu sperma fungsional. Jika suhu terlalu panas . Pintalan-pintalan tubulus seminiferus terdapat di dalam ruang-ruang testis (lobulus testis).Fungsi testis secara umum merupakan alat untuk memproduksi sperma dan hormon kelamin jantan yang disebut testoteron.Organ Reproduksi Dalam Organ reproduksi dalam yaitu organ yang tidak tampak dari luar. Satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis. skrotum mengembang. jika suhu dingin skrotum mengerut sehingga testis lebih hangat. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens. o Vasa deferens berupa saluran panjang dan lurus mengangkut sperma ke vesika seminalis. Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel. Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada saat spermatogenesis. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis). 3. Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. vas deferens. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan di epididimis. sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk . Tubulus Seminiferus Didalam testis terdapat terdapat saluran-saluran halus yang disebut saluran penghasil sperma (tubulus seminiferus). Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari epididimis. Spermatogenesis Spermatogenesis terjadi di dalam di dalam testis. Spermatogonia terus-menerus membelah untuk memperbanyak diri. Saluran Reproduksi (Saluran Pengeluaran) adalah tempat sperma keluar atau jalan berupa lubang kecil yang menghubungkan organ dalam. Testis kiri dan kanan dibatasi oleh suatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan otot polos. Skrotum dapat menjaga suhu testis. saluran ejakulasi dan uretra : o Epididimis berupa saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapisan luar sel-sel epitel tubulus seminiferus. tepatnya pada tubulus seminiferus. Testis berjumlah sepasang (testes = jamak). o Uretra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi dan terdapat di penis. o Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dan menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra. Testis terdapat di bagian tubuh sebelah kiri dan kanan. Testis Testis sebenarnya adalah kelenjar kelenjar kelamin. 2.

setelah beberapa kali membelah. spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel.  Hormon Pertumbuhan diperlukan untuk mengatur fungsi metabolisme testis. Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis membentuk empat buah spermatid. Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa (sperma). Pada ekor sperma terdapat badan sperma yang terletak di bagian tengah sperma.sperma. seperti hormon androgen dan testoteron. Spermatid merupakan calon sperma yang belum memiliki ekor dan bersifat haploid (n atau mengandung 23 kromosom yang tidak berpasangan). Kepala sperma terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit sitoplasma. Estrogen Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Testoteron-Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus. FSH (Follicle Stimulating Hormone) FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon. setelah spermatid mulai memanjang menjadi sperma. Proses perubahan spermatid menjadi sperma disebut spermiasi. 1. Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic . terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon. impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma. 2. estrogen dan hormon pertumbuhan. LH (Luteinizing Hormone). sel-sel ini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid. Sel-sel sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Pada bagian membran permukaan di ujung kepala sperma terdapat selubung tebal yang disebut akrosom. Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Namun. Pada tahap pertama spermatogenesis. Kemudian. Gangguan ini menyebabkan infertilitas. Semua tahap spermatogenesis terjadi karena adanya pengaruh sel-sel sertoli yang memiliki fungsi khusus untuk menyediakan makanan dan mengatur proses spermatogenesis. akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala dan ekor. Gangguan pada Sistem Reproduksi Pria : 1. 3. Ketika spermatid dibentuk pertama kali. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresi testoteron. Hormon pada Pria Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon. Akrosom mengandung enzim hialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum. setiap spermatosit primer membelah secara meiosis membentuk dua buah spermatosit sekunder yang bersifat haploid. Spermatogenia tipe A membelah secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. FSH (Follicle Stimulating Hormone). Setelah melewati beberapa minggu. spermatogonia yang bersifat diploid (2n atau mengandung 23 kromosom berpasangan). pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi. 2. Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma. Tanpa stimulasi ini. Badan sperma banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma. LH (Luteinizing Hormone) LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. yaitu testoteron. berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe A.

Berfungsi untuk menetralkan suasana asam dalam saluran reproduksi wanita. seperti Escherichia coli maupun bukan bakteri. 4. Penyebabnya dapat berupa bakteri. Orkitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. 3. coli dan Chlamydia. garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma. rahim (uterus) dan vagina. terletak dibawah dan atas kantung kemih. Organisme penyebab epididimitis adalah E. 5. Organisme yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis. Ureplasma urealyticum atau virus herpes. B. Kelenjar cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa). Epididimitis adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria. Menghasilkan getah berwarna kekuningan yang kaya akan nutrisi bagi sperma dan bersifat alkali. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolesterol. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas. Vesikula seminalis berjumlah sepasang.gonadotropin untuk merangsang terstoteron. . Merupakan tempat untuk menampung sperma sehingga disebut dengan kantung semen. Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil.  Kelenjar kelamin Pria : 1. 3. dilakukan pembedahan. Jika belum turun juga. Organ reproduksi internal terdapat di dalam rongga abdomen. Sistem reproduksi wanita Struktur organ reproduksi wanita meliputi organ reproduksi internal dan organ reproduksi eksternal. Prostatitis adalah peradangan prostat. meliputi sepasang ovarium dan saluran reproduksi yang terdiri saluran telur (oviduct/tuba falopii). Kelenjar prostat Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang saluran nya langsung menuju uretra. 2. sepasang labium mayora dan sepasang labium minora. Organ reproduksi luar meliputi mons veneris. klitoris. Keduanya saling berhubungan dan tak terpisahkan. 6.

000 folikel dari kedua ovariumnya sejak ia masih dalam kandungan ibunya. Dinding sebelah dalam disebut endometrium. banyak menghasilkan lendir dan pembuluh darah. berbentuk seperti buah pir. Selama mengalami pematangan. gerakan silia akan mendorong ovum untuk bergerak menuju uterus. Namun hanya beberapa ratus saja yang berkembang dan melepaskan ovum selama masa reproduksi seorang perempuan. Estrogen yang disekresikan korpus luteum tak sebanyak yang disekresikan oleh folikel.Uterus merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya embrio. Tuba falopii/oviduct (saluran telur) jumlah sepasang ujungnya mirip corong berjumbai yang disebut infundibulum berfungsi untuk menangkap ovum yang dilepas dari ovarium. Pada umumnya hanya sebuah folikel yang matang dan melepaskan ovum tiap satu siklus menstruasi (kurang lebih 28 hari) dari salah satu ovarium secara bergantian. Epithelium bagian dalam saluran ini bersilia. Ovarium terbungkus oleh kapsul pelindung yang kuat dan banyak mengandung folikel. bentuk oval dengan panjang 3-4 cm. dindingnya dapat mengembang Selama kehamilan dan kembali berkerucut setelah melahirkan. Jika sel telur tidak dibuahi maka korpus luteum akan lisis dan sebuah folikel baru akan mengalami pematangan pada siklus berikutnya. Endometrium akan menebal menjelang ovulasi dan meluruh pada saat menstruasi. menggantung bertaut melalui mesentrium ke uterus. Seorang perempuan kurang lebih memiliki 400. Merupakan gonade perempuan yang berfungsi menghasilkan ovum dan mensekresikan hormon kelamin perempuan yaitu estrogen dan progesteron.Ovarium Jumlah sepasang. bagian bawah mengecil disebut Cervix . Setelah folikel pecah dan melepaskan ovum. folikel mensekresikan hormone estrogen. folikel akan berubah menjadi korpus luteum yang mensekresikan estrogen dan hormon progesteron. Uterus (rahim) Jumlah satu buah. yaitu sejak menarche (pertama mendapat menstruasi) hingga menophause (berhenti menstruasi). berotot polos tebal. .

Oosit primer ini mengalami dorman atau mengalami fase istirahat beberapa tahun hingga anak perempuan tersebut mengalami pubertas. Clitoris Berupa sebuah tonjolan kecil. Mons veneris Merupakan bagian yang tebal dan banyak mengandung jaringan lemak terletak pada bagian paling atas dari vulva Labium mayora Jumlah sepasang.  SIKLUS MENSTRUASI Oogenesis Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. bila tidak terjadi fertilisasi oosit sekunder akan mengalami degenerasi. Oogenesis telah dimulai sejak bayi perempuan masih dalam kandungan ibunya berusia sekitar 5 bulan. Oogonium akan memperbanyak diri dengan membelah berulang kali secara mitosis. Vagina berfungsi sebagai alat kopulasi wanita dan juga sebagai saluran kelahiran. merupakan suatu lipatan tipis di sebelah dalam labium mayora. Labium minora menyatu di bagian atas membentuk clitoris. Namun bila ada penetrasi sperma dan terjadi fertilisasi. Memasuki usia pubertas sekresi hormon estrogen akan memacu oosit primer untuk melanjutkan proses oogenesis. Pada saat bayi perempuan lahir. Pada dinding sebelah dalam vagina bermuara kelenjar bartholin yang mensekresikan lendir saat terjadi rangsangan seksual. Labium minora mengelilingi vestibulum. Sehingga pada akhir oogenesis dihasilkan 3 polosit dan 1 ootid yang berkembang menjadi ovum .Vagina Merupakan akhir dari saluran reproduksi wanita. Dindingnya berlipat-lipat. Oosit primer terbungkus dalam folikel yang penuh dengan cairan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan ovum. Selama pertumbuhan anak perempuan. oosit primer mengalami meiosis pertama menghasilkan 2 sel berbeda ukuran yaitu oosit sekunder (berukuran besar) dan polosit primer (berukuran kecil). Sedangkan polosit primer membelah menjadi 2 polosit sekunder. banyak mengandung pembuluh darah dan saraf. membentuk oosit primer. merupakan bagian yang paling peka terhadap rangsang karena banyak mengandung saraf. Suatu selaput berpembuluh darah yang disebut hymen menutupi sebagian saluran vagina. suatu tempat dimana terdapat lubang uretra di bagian atas dan lubang vagina di bagian bawah. beberapa oosit primer akan mengalami degenerasi. merupakan suatu lipatan tebal yang mengelilingi vagina dan ditumbuhi rambut Labium minora Jumlah sepasang. oogenesis akan dilanjutkan dengan pembelahan meiosis kedua oosit sekunder membelah menjadi 2 yaitu ootid (berukuran besar) dan polosit sekunder (berukuran kecil). Di dalam ovarium atau indung telur terdapat oogonium (oogonia = jamak). dapat mengembang saat melahirkan bayi. Membran ini dapat robek akibat aktivitas fisik yang berat atau saat terjadi hubungan badan. Oogonium bersifat diploid (2n = mengandung 23 pasang kromosom atau 46 buah kromosom). hingga ketika mencapai usia pubertas jumlah oosit primer hanya tinggal sekitar 200.000 buah. Oogenesis terhenti hingga terjadi ovulasi. di dalam tiap ovariumnya mengandung sekitar satu juta oosit primer.

Siklus menstruasi wanita berbeda-beda. Siklus ini terdiri atas 4 fase: fase menstruasi. namun rata-rata berkisar 28 hari. darah keluar melalui cervix dan vagina. Korpus luteum mengalami degenersi membentuk korpus albikan Siklus Menstruasi Menstruasi atau haid merupakan pendarahan yang terjadi akibat luruhnya dinding sebelah dalam rahim (endometrium) yang banyak mengandung pembuluh darah. jarak waktu antara menstruasi yang satu dengan menstruasi berikutnya dikenal dengan satu siklus menstruasi. yaitu suatu kantung pembungkus yang penuh cairan yang menyediakan nutrisi bagi oosit. Lapisan endometrium dipersiapkan untuk menerima implantasi embrio. Ketika terbentuk oosit sekunder. Semula oosit primer berada dalam folikel primer kemudian berkembang menjadi folikel sekunder. fase pasca-ovulasi . folikel telah berkembang menjadi folikel tersier dan akhirnya menjadi folikel de Graaf (folikel yang telah matang) Setelah ovulasi atau lepasnya oosit sekunder folikel telur akan berubah menjadi korpus luteum. Jika tidak terjadi implantasi embrio lapisan ini akan luruh. fase ovulasi. fase pra-ovulasi. Hari pertama menstruasi dinyatakan sebagai hari pertama siklus menstruasi. Pendarahan ini terjadi secara periodik.Selama perkembangan oosit primer hingga menjadi oosit sekunder berada dalam folikel.

Folikel de Graaf (folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder akan berkerut dan menjadi korpus luteum. korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan yang hanya sedikit mensekresikan hormon. Walaupun panjang siklus menstruasi berbeda-beda.  Fase Ovulasi Jika siklus menstruasi seorang perempuan 28 hari. Dari hasil penyelidikan terhadap 4 ribu wanita ternyata hanya 3% yang memiliki siklus menstruasi yang teratur. sehingga terjadi pendarahan. maka ovulasi terjadi pada hari ke 14. Keadaan ini menyebabkan terjadinya menstruasi demikian seterusnya. Hanya sebagian kecil wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur : Pada umumnya orang beranggapan bahwa siklus menstruasi seseorang adalah teratur. Fase menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari. Tapi fakta menunjukkan sebaliknya. . Darah yang keluar selama menstruasi berkisar antara 50 150 mili liter  Fase pra-ovulasi atau fase poliferasi Hormon pembebas gonadotropin yang disekresikan hipotalamus akan memacu hipofise untuk mensekresikan FSH. Jika tidak terjadi pembuahan. Adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali (poliferasi) dinding endometrium. Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari endometrium disertai robek dan luruhnya endometrium. FSH memacu pematangan folikel dan merangsang folikel untuk mensekresikan hormon estrogen. bahkan ini merupakan suatu kekecualian yang jarang terjadi. fase pasca-ovulasi ini selalu sama yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Korpus luteum mensekresikan hormon progesteron dan masih mensekresikan hormon estrogen namun tidak sebanyak ketika berbentuk folikel. Lendir ini berfungsi untuk menetralkan suasana asam pada vagina sehingga mendukung kehidupan sperma. Peningkatan kadar estrogen menghambat sekresi FSH.  Fase pasca ovulasi atau fase sekresi Berlangsung selama 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. peristiwa ini disebut ovulasi. Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel. Progesteron mendukung kerja estrogen untuk mempertebal dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium serta mempersiapkan endometrium untuk menerima implantasi embrio jika terjadi pembuahan atau kehamilan. sehingga korpus luteum menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Fase menstruasi Terjadi bila ovum tidak dibuahi sperma. sehingga kadar progesteron dan estrogen menjadi rendah. Peningkatan kadar estrogen juga menyebabkan seviks (leher rahim) untuk mensekresikan lendir yang bersifat basa. kemudian hipofise mensekresikan LH.

Cairan yang jernih. Hal ini akan menyebabkan terjadinya pengeluaran cairan keruh kental/pekat berwarna kekuning-kuningan karena mengandung sel-sel mati. sel-sel yang telah tua dan mati akan terlepas. beberapa jenis lainnya menghasilkan hidrogenperoksida dan antibiotik. Suasana asam dalam vagina ini merupakan pertahanan alami terhadap kemungkinan infeksi. Catatan tersebut dapat membantu mempelajari kebiasaan yang terjadi dalam tubuh kita sendiri. pada pada orang sehat 95% diantaranya merupakan bacteri menguntungkan dan 5% diantaranya merupakan bacteri patogen. tanggal berapa hari pertama menstruasi bulan berikutnya. Hal ini merupakan tanda mungkin ada suatu gangguan pada organ reproduksi.Pada umumnya wanita mengalami siklus menstrasi yang kurang teratur. Dan data siklus menstruasi tersebut suatu saat akan mempunyai nilai yang sangat berarti. Dinding vagina mempunyai sifat yang sama seperti kulit lainnya yaitu sel-selnya selalu membelah. Karena sedang berkembang menuju arah kedewasaan. dari siklus yang satu dengan siklus berikutnya ada sedikit perubahan. merah coklat). Bagi remaja putri sebaiknya membiasakan diri membuat catatan tanggal berapa hari pertama menstruasi bulan ini. Secara berangsur-angsur siklus akan menjadi teratur menjelang usia 20 tahun. Untuk itu sebaiknya segera periksakan ke dokter Sindrom pramenstruasi : . Di saat lain vagina juga mengeluarkan cairan pekat. Pengeluaran cairan ini bersifat normal jumlahnya relatif sedikit tetapi dapat membuat noda pada celana dalam. Namun hanya sekitar 30% wanita yang mempunyai siklus dengan kisaran satu atau dua hari dari statistik rata-rata 28 hari. bacteri dan lendir. berbau busuk. kuning kehijauan. disertai keluhan gatal. Cairan yang keluar dari vagina Semua wanita mengalami pengeluaran cairan dari vagina selain darah haid. demikian seterusnya. Kemudian hitung berapa hari siklus menstruasi tiap bulannya. jumlahnya relatif banyak. atau rata-rata 28 hari. keruh berwarna kekuningan serta mempunyai bau yang khas. Bila cairan yang keluar dari vagina mempunyai sifat berwarna lain (putih seperti susu. menstruasi berubah menjadi lebih tidak teratur untuk kemudian berhenti sama sekali. Sedangkan pada wanita menjelang menophause. Siklus menstruasi yang tidak teratur pada remaja putri adalah suatu hal yang normal. Jangka waktu yang normal berkisar antara 20 hari hingga 36 hari. Di dalam vagina terdapat beberapa jenis bacteri. nyeri dsb. ada yang keruh kental berwarna kekuning-kuningan. membersihkan dan melindungi vagina dari bacteri-bacteri tertentu. Bacteri menguntungkan tersebut terutama dari genus Lactobacillus yaitu Lactobacillus doderlein dan Lactobacillus acidophylus yang menghasilkan asam laktat dan membantu mempertahankan lingkungan asam dalam vagina. mulur seperti putih telur disekresikan oleh kelenjar yang terdapat pada cervix selama 3-5 hari menjelang ovulasi karena pengaruh hormon estrogen. Catat pula jenis cairan vagina yang keluar dan perubahan tubuh yang terjadi di sepanjang siklus tersebut. Cairan tersebut membantu membasahi. campuran zat yang dihasilkan bacteri dan sekresi dinding vagina mengasilkan aroma khas vagina. Jenis cairan yang keluar ada yang jernih. panas.

kopulasi hanya terjadi pada periode estrus. Perubahan fisik tersebut antara lain : kenaikan berat badan. anjing dan beruang hanya mengalami satu siklus pertahun. pada tikus hanya 5 hari. tetapi pada gajah mengalami beberapa kali siklus estrus pertahun. Abang = warna merah. dan akan hilang segera setelah datang menstruasi. Pada peternak sapi. cepat marah.Jika suatu saat tiba-tiba seorang wanita merasakan cincin yang biasa dipakai menjadi lebih sesak. nafsu makan meningkat. sehingga tidak banyak terjadi pendarahan. mengidam jenis makanan tertentu. nafsu makan berlebihan. 1. Pada siklus estrus lapisan endometrium yang telah dipersiapkan untuk menerima konsepsi. Sindrom pramenstruasi adalah perubahan-perubahan fisik dan psikis yang terjadi di antara hari ke empat belas hingga hari kedua sebelum mestruasi. jari tangan. akan diserap kembali oleh uterus bila tak terjadi pembuahan. Perubahan psikis meliputi : kontrol emosi rendah. Anget = hangat). Siklus estrus : Jika pada manusia dan beberapa primata lainnya mempunyai siklus menstruasi. KELAINAN DAN PENYAKIT PADA ORGAN REPRODUKSI WANITA Penyakit yang bisa menyerang sistem reproduksi wanita bisa berupa gangguan menstruasi. payudara membesar dan nyeri tekan. reaksi emosi yang tidak logis. Pada umumnya wanita perubahan fisik sindrom pramenstruasi tidak menjadi masalah yang berarti dan dapat menjalani aktifitas hidupnya dengan normal. mudah tersinggung dan gampang marah. infeksi pada vagina dan juga endometriosis. Pada hewan betina periode seputar ovulasi. daya ingat dan konsentrasi rendah. periode ini disebut estrus. Jangka waktu siklus estrus berbeda-beda. kaki) karena tubuh menahan cairan. terjadi pembesaran bagian tubuh terutama daerah tertentu (perut. merasa sedih yang tak beralasan. Amenore primer merupakan gejala dimana menstruasi tidak terjadi hingga usia 17 tahun dan diikuti dengan tidak . oestrus berarti gairah atau kegilaan. air seni berkurang. Dengan mengidentifikasi perubahan fisik yang terjadi pada dirinya sebagai sindrom pramenstruasi. Dalam bahasa latin. insemenasi buatan dilakukan pada saat sapi betina mengalami estrus yang ditandai: vagina mengalami 3A dalam bahasa Jawa (Abuh = ukuran lebih besar. mungkin wanita tersebut sedang mengalami sindrom pramenstruasi. Derajad keseriusan gejala sindrom pramenstruasi yang dialami wanita satu dengan yang lain tidak sama. pegal dan nyeri otot terutama daerah pinggang. Namun pada beberapa wanita perubahan psikis sindrom pramenstruasi dapat menjadi masalah yang serius. vagina mengalami perubahan yang memungkinkan terjadinya perkawinan. rasa kurang percaya diri dan perasaan tidak berharga. pada mamalia lain dikenal adanya siklus estrus (estrous cycle). mual. pusing. wanita dapat mengantisipasi dengan lebih berusaha mengontrol dan mengendalikan emosinya sehingga hubungan harmonis dalam keluarga dan lingkungan sosialnya tetap terjaga. depresi. kanker di wilayah genital. Gangguan Menstruasi Gangguan atau penyakit ini bisa berupa amenore primer dan juga amenore sekunder. lesu. timbul jerawat.

wilayah pinggang yang sakit. Penyebabnya disinyalir genetis namun ada juga yang disebabkan oleh kuman jenis tertentu. sempit akan membuat wanita sulit mendapatkan anak sebab jalan sperma terhalangi. kanker payudara Penyakit pada sistem reproduksi manusia tepatnya pada wanita adalah kanker payudara. 5. Gejala yang paling lazim muncul antara lain nyeri pada bagian perut. Mola Hidalidosa Atau yang lebih populer dikenal dengan nama hamil anggur merupakan kondisi dimana wanita mengalami kehamilan namun tak ada janin yang tumbuh di dalam rahim melainkan hanya gelembung bernama mola juga darah yang membeku. serta rasa tak nyaman yang berlebihan saat 4. Saluran telur yang 6. biasa dan bahkan berbuntut pada kematian yang disebabkan pendarahan. Mandul/Infertilitas Hal ini bisa disebabkan oleh penyakit maupun gangguan. Pada kondisi umum. Condiloma Accuminata . Namun. Infeksi vagina Penyakit ini menampakkan gejala antara lain keputihan berlebih dengan bau yang sangat menyengat dan disertai dengan rasa gatal. Penyempitan Pada Oviduk Oviduk atau saluran telur bisa mengalami penyakit dimana ia akan menyempit. Dan kanker pada ovarium sendiri tidak menujukan tanda-tanda yang jelas namun biasanya disertai berbagai keluhan seperti rasa pegal luar biasa pada panggul. sebelumnya. Kanker payudara ini bisa 8. Infeksi ini biasanya menyerang wanita pada usia yang produktif khususnya bagi mereka yang telah memiliki pasangan dan aktif melakukan kegiatan seksual. Sementara itu. amenore sekunder adalah tidak terjadinya proses menstruasi selama 3 hingga 6 bulan pada wanita yang telah mengalami suklus menstruasi 2. diatasi dengan berbagai metode salah satunya adalah terapi makanan dan lain-lain. terdapat perubahan saluran pencernaan dan 3. menyerang wanita yang sudah menikah maupun belum. kanker pada mulut rahim atau serviks terjadi jika ada sel yang tumbuh secara abnormal di wilayah lapisan epiter mulut rahim. Kanker vagina ini belum diketahui apa penyebab pastinya. Hamil anggur ini bisa mengakibatkan rasa sakit yang luar 9. wanita akan mengalami masa subur sekali dalam sebulan. oviduk. Pengobatan kanker pada vagina ini bisa dengan kemoterapi ataupun bedah menggunakan laser. para ahli menduga hal tersebut disebabkan oleh infeksi virus.berkembangnya unsur seksual sekunder. menstruasi. Kanker Pada Wilayah Genital Penyakit pada sistem reproduksi manusia ini banyak dijumpai biasanya pada wilayah ovarium. Bagi wanita yang kurang subur biasanya tidak terdapat masa subur dalam jangka waktu tertentu. Hal ini biasa 7. Endometriosis Merupakan gejala dimana jaringan endometrium wanita berada di luar wilayah rahim yakni di ovarium. Sementara itu. Dan hal ini menandakan gejala infertilitas. ataupun di jalur luar rahim wanita. Meski pria juga memiliki payudara namun penyakit yang satu ini lebih rentan menyerang wanita sebab jaringan lemak pada payudaranya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pria. Penyebab utamanya adalah hubungan seksual. serviks dan juga vagina. muncul pendarahan yang abnormal pada vagina.

sel-sel granulosit di bagian korteks oosit akan mengeluarkan senyawa tertenu yang menyebabkan zona pelusida tidak dapat di tembus oleh sperma lain. Setelah sperma memasuki oosit sekunder. Sperma harus menembuh korona radiata dan zona pelusida yang membungkus oosit sekunder. Ia ditandai dengan munculnya kutil yang terus membesar dan akhirnya menjadi cikal kanker pada mulut rahim wanita. sebagian yang tertinggal di vagina akan terseleksi oleh asam vagina dan hanya beberapa ratus ribu sperma yang dapat mencapai uterus. Proses fertilisasi Kehamilan terjadi di dahului fertilisasi atau konsepsi yaitu penyatuan sebuah sel telur dengan sebuah sperma yang berarti pula terjadi penyatuan materi genetik dari ovum seorang wanita dengann materi genetik dari sperma seorang prima. Sebagian dari sperma ini terseleksi kembali oleh sel darah putih di dalam uterus hingga akhir nya hanya tinggal beberapa ribu bahkan hanya beberapa ratus yang berhasil mencapai tuba fallopi untuk bertemu dengan ovum. Dari 200 hingga 400 juta sperma dari hasil ejakulasi di dalam vagina. inti nukleus pada kepala sperma akan membesar dan ekor sperma akan mengalami degenerasi. sperma akan menyebar di sekuruh permukaan uterus. Bila sperma sudah menembus oosit sekunder.Merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus bernama Human Papiloma. sebagian yang tertinggal di vagina akan terseleksi oleh asam vagina. . Fertilisasi terjadi pada saat seorang wanita dalam periode masa subur yaitu terjadi setelah ovulasi dan oosit sekunder bergerak di sepanjang tuba fallopi menuju uterus. C. Dalam bantuan kontraksi otot uterus. kemudian menjadi penyatuan inti sperma yang mengandung kromosom haploid sehingga terbentuk zigot yang mengandung kromosom diploid atau 46 buah kromosom. Baik sperma maupun oosit sekunder saling mengeluarkan zat enzim tertentu yang saling mendukung sehingga sperma dapat menembus pembungkus oosit sekunder. Ada nya penetrasi sperma juga akan merangsang penyelesaian meiosis 2 sehingga dihasilkan sebuah ovum yang fungsional dan 3buah polosit degeneratif.

Mesoderma membentuk tulang. dan blastocoel (rongga yang berisi cairan). sementara embrioblas. jantung. dan sistem saraf. D. Kemudian masingmasing lapisan tersebut akan berkembang menjadi organ-organ yang dimiliki embrio akan berkembag menjadi organ-organ yang dimiliki emnbrio atau memiliki organogenesis . Tropoblas merupakan bagian selsel terluar dari blastosit yang mengeluarkan enzim proteolitik sehingga mampu terjadi implantasi pada endometrium. embrioblas (sel-sel bagian dalam). Pada fase ini. zigot mengalami proses pembelahan (cleavage) menjadi morula dan selanjut nya menjadi blastula. pada fase ini embrio disebut blastula. peritoneum otot. Proses kehamilan pada manusia berlangsung kira-kira 266 hari atau 38 minggu. limpa . bintik benih tumbuh dan membelah menjadi lapisan yang berbeda. yang lapisan luar (ekstoderma). Fase blastula akan segera berlanjut menuju fase gasterula. merupakan sel-sel dalam bagian blastosit yang terdapat bintik benih sebagai hasil pembelahan sel nya. mata. ginjal. Blastula akan menempel dan terimplantasi pada endometrium. Antara tropoblas dan bintik benih sebagai hasill pembelahan sel nya. Awal nya blaktosit. ektoderma mengalami perkembangan menjadi kulit. Sel-sel bagian dalam blastula akan berkembang menjadi embrio yang terdiri atas dua lapis yaitu eksoterm (lapisan luar) dan endoterm (lapisan dalam).Kurang kebih 24 jamsetelah fertilisasi. Morula terus membelah sehingga membentuk rongga yang disebut blastocoel. hidung. terbagi menjadi tiga bagian yaitu : tropoblas (sel-sel terluar). Mula-mula zigot membelah menjadi beberapa buah sel dengan ukuran sama berbentuk bulat menyerupai buah arbei yang disebut morula. lapisan tengah (mesoderma). lapisan tersebut. Proses kehamilan dan Persalinan Kehamilan terjadi apabila implantasi blastosit daapat dilakukan dengan sukses. pembuluh darah. Antara tropoblas dan bintik benih di pisahkan oleh bagian berisi cairan yang disebut selom. dan lapisan dalam endoderma.

Korion adalah cikal bakal plasenta. . Di dalam nya pembuluh darah dan sel darah merah terbentuk pertama kali. Alantois Alantois merupakan membran yang berbentuk tali pusar atau ari-ari. Ada nya tali pusar menjadikan plasenta pada lapisan endometrium terhubung dengan embrio. 4. amnion juga berperan sebagi proses pengaturan suhu tubuh embrio.kelenjar kelamin dan jaringa ikat. Bagi embrio. alantois dapat menyalurkan nutrisi dan oksigen dari ibu lewat pembuluh darah. korion. Membran ekstraembrionik berfungsi sebagai perlindung embrio dari berbagai tekanan yang berasal dari luar. Di dalam amnion terdapat ruangan yang berisi cairan amnion. Kita biasa menyebut cairan amnion sebagai ketuban. 3. Setelah minggu kedelapan embrio membentuk berbagai organ tersebut dengan pesat. Fungsi vili korion adalah unuk sebagai tempat masuk dan keluar nya makanan dan oksigen dari ibu ke embrio. Sakus vitelinus Sakus vitelinus merupakan sebuah membran yang terbentuk dari perluasan lapisan endoderma. amnion. Amnion Amnion merupakan membran yang berfungsi sebagai perlindung embrio baik dari gesekan ataupun tekanan. pada tahapan selanjut nya kantung ini berhubungna dengan tali pusar 2. nanti nya plasenta berfungsi sebagai pemberi nutrisi makanan bersama darah bagi perkembangan dan pertumbuhan embrio. dan alantois 1. Oleh karena itu. Karion Karion merupakan membran yang berasal dari perluasan ektoderma dan mesoderma tropoblas. Sebalik nya. Di dalam vili korion terdapat pembuluh darah embrio yang berhubungan secara langsung dengan pembuluh darah ibu dalam endometrium. Korion memiliki bagian yang berbentuk jonjot-jonjot atau vilikorion. Dengan kata lain semua fungsi yang menyokong kelangsungan dimaksud adalah sakus vitelinus. Embrio nya dinamakan sebagai janin atau fetus. Sedangkan endoderma menjadi organ-organ yang terkait sistem pencernaan dan sistem pernafasan. Selain itu. pada sisi luar tropoblas terdapat bagian yang membentuk mebran ekstraembrionik. Selain itu. membran ini juga berfungsi memberi makanan bagi embrio. Selain itu.

Persalinan atau kelahiran terjadi akibat serangkaian kontraksi uterus yang kuat dan berirama. Apabila terjadi pertemuan antara sel sperma dan sel ovum dengan proses fertilisasi akan terjadi kehamilan yang akan berkembang menjadi janin. pertama dengan pembukaan dan pemipihan serviks (leher rahim). sebalik nya alantois juga berguna sebagai saluran pengeluaran sisa metaboisme embrio. Plasenta bayi ini akan di potong dan di jepit sehingga menjadi pusar. proses dilanjutkan ke persalinan. Sementara itu. Pada sistem reproduksi wanita memiliki vagina dan ovarium untuk menghasilkan ovum. Proses nya terjadi dalam tiga tahap. . perkembangan embrio dari awal kehamilan hingga siap keluar dari rahim ibu. pada reproduksi pria memiliki penis dan kelenjar testis untuk menghasilkan sperma. Kematangan sel telur atau ovum ditandai merache pada usia 13-16 tahun. Dapat kalian lihat pada gambar dibawah ini : 5.alantois dapat menyalurkan beberapa nutrisi dan oksigen dari ibu lewat pembuluh darah. adanya kontraksi yang kuat dan terus menerus mengakibatkan bayi mulai turun dari uterus menuju vagina. Tahap kedua. kematangan sel sperma ini di tandai dengan mimpi basah pada usia pubertas. yakni ekspulsi atau pengeluaran bayi. Persalinan Setelah embrio tumbuh dan berkembang menjadi bayi yang sempurna. BAB III PENUTUP Keseimpulan Sistem reproduksi pria dan wanita berbeda. dilanjutkan dengan dilatasi sempurna. Tahap terakhir adalah keluar nya bayi yang berplasenta.

DAFTAR PUSTAKA Syaifuddin. Jakarta : EGC http://cafepojok.com/penyakit/909/Sistem_Reproduksi_Wanita. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan.com/forum/showthread. Drs. 2006.susukolostrum.com/artikel-terbaru-othermenu-50/67-masalah-kesehatan-pria/1397-sistemreproduksi-pria . H.html http://www.php?t=3115 http://medicastore.