Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Banyak teori tentang belajar yang telah berkembang
mulai abad ke 19 sampai sekarang ini. Pada awal abad ke19 teori belajar yang berkembang pesat dan memberi
banyak sumbangan terhadap para ahli psikologi adalah
teori

belajar

tingkah

laku

(behaviorisme)

yang

awal

mulanya dikembangkan oleh psikolog Rusia Ivan Pavlov
(tahun 1900-an) dengan teorinya yang dikenal dengan
istilah pengkondisian klasik (classical conditioning) dan
kemudian teori belajar tingkah laku ini dikembangkan oleh
beberapa ahli psikologi yang lain seperti Edward Thorndike,
B.F Skinner dan Gestalt.
Teori belajar behaviorisme ini berorientasi pada hasil
yang dapat diukur dan diamati. Pengulangan dan pelatihan
digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi
kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori
behavioristik ini adalah terbentuknya suatu perilaku yang
diinginkan. Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan
positif

dan

perilaku

yang

kurang

sesuai

mendapat

penghargaan negatif. Evaluasi atau Penilaian didasari atas
perilaku yang tampak. Dalam teori belajar ini guru tidak
banyak memberikan ceramah, tetapi instruksi singkat yang
diikuti

contoh

baik dilakukan

sendiri

maupun

melalui

simulasi.
Di

awal

abad

20

sampai

sekarang

ini

teori

belajar behaviorisme mulai ditinggalkan dan banyak ahli

1

Penekanan kognitif menjadi basis bagi pendekatan untuk pembelajaran. mampu memperdalam pemahaman tentang teori skinner.psikologi yang baru lebih mengembangkan teori belajar kognitif dengan asumsi dasar bahwa kognisi mempengaruhi prilaku. 2. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian pada latar belakang. Bagi penulis. MANFAAT Manfaat dari penulisan makalah ini adalah: 1. karena pada dasarnya tidak ada satu pun teori belajar yang betulbetul cocok untuk menciptakan sebuah pendekatan pembelajaran yang pas dan efektif. Apa itu teori skinner? 2. aplikasi terhadap pembelajaran dan kekurangan serta kelebihan dari teori skinner. diharapkan menjadi bahan bacaan atau referensi mengenai teori skinner. TUJUAN PENULISAN Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk membahas pengertian. 2 . Walaupun teori belajar tigkah laku mulai ditinggalkan diabad ini. Apa kekurangan dan kelebihan teori skinner? C. Bagaimana aplikasi teori skinner terhadap pembelajaran? 3. B. maka rumusan masalah dalam makalah ini yaitu 1. D. namun mengkolaborasikan teori ini dengan teori belajar kognitif dan teori belajar lainnya sangat penting untuk menciptakan pendekatan pembelajaran yang cocok dan efektif. Bagi pembaca.

Di Universitas tersebut dia menghabiskan sisa karirnya. purposive behavior (tingkah laku purposive) dan drive stimuli (stimulus dorongan) dikemukakan untuk menunjukkan daya suatu stimulus untuk memunculkan atau memicu suatu respon tertentu. SKINNER B.BAB II PEMBAHASAN A. seperti melakukan berbagai penelitian. Pada tahun 1928. Pada tanggal 18 Agustus 1980. pada waktu keluarnya teori S-R. dia menjadi kepala departemen psikologi Universitas Indiana. ia melamar masuk program pasca sarjana psikologi Universitas Harvard.F. Pada tahun 1945. Meski tidak sukses sebagai penulis buku fiksi dan puisi. Skinner mendapat gelar BA-nya dalam sastra bahasa inggris pada tahun 1926 dari Presbyterian-founded Humilton College. BIOGRAFI B.D pada tahun 1931. Kemudian 3 tahun kemudian. SEJARAH MUNCULNYA TEORI KONDISIONING OPERAN B. Ia memperoleh MA pada tahun 1930 dan Ph. Pennsylvania. Setelah wisuda. Skinner adalah seseorang yang aktif dalam berbagai kegiatan. ia menjadi salah satu penulis psikologi terbaik. membimbing ratusan calon doktor. Skinner lahir pada tanggal 20 Maret 1904 di sebuah kota kecil bernama Susquehanna. Waktu itu model kondisian klasik dari Pavlov telah memberikan pengaruh yang kuat pada pelaksanaan penelitian. ia menekuni dunia tulis menulis sebagai profesinya selama dua tahun. Istilah-istilah seperti cues (pengisyratan). Skinner meninggal dunia karena penyakit Leukemia. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Walden II. tahun 1948. 3 . B. Ayahnya adalah seorang pengacara dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang baik. di mana belajar sangat dihargai dan disiplin sangat kuat.F. SKINNER Asas pengkondisian operan B.F Skinner dimulai awal tahun 1930-an.F. dan menulis berbagai buku. Ia merefleksikan tahun-tahun awal kehidupannya sebagai suatu masa dalam lingkungan yang stabil. dia diundang untuk datang lagi ke Universitas Harvard.

belajar adalah suatu proses yang disebabkan oleh adanya syarat tertentu yaitu berupa rangsangan. Seperti Pavlov dan Watson. Tidak seperti halnya teoritikus-teoritikus S-R lainnya. dengan menggunakan tikus putih. Watson mengembangkan teori ini melalui percobaan tentang gejala takut pada anak. Skinner kurang setuju dengan teori dari Pavlov.Skinner tidak sependapat dengan pandangan S-R dan penjelasan reflex bersyarat dimana stimulus terus memiliki sifat-sifat kekuatan yang tidak mengendur. Asas-asas kondisioning operan adalah kelanjutan dari tradisi yang didirikan oleh John Watson. SKINNER Mula-mula teori Conditioning ini dipelopori oleh Ivan Pavlov (1927). banyak tingkah laku menghasilkan perubahan atau konsekuensi pada lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap organisme dan dengan begitu mengubah kemungkinan organisme itu merespon nanti. Artinya. maka studi tingkah laku harus dijadikan fokus penelitian psikologi. agar psikologi bisa menjadi suatu ilmu. Skinner menyatakan bahwa teori Pavlov hanya berlaku bagi interaksi antara stimulus dan 4 .F. Skinner menghindari kontradiksi yang ditampilkan oleh model kondisioning klasik dari Pavlov dan kondisioning instrumental dari Thorndike. Menurut Skinner penjelasan S-R tentang terjadinya perubahan tingkah laku tidak lengkap untuk menjelaskan bagaimana organisme berinteraksi dengan lingkungannya. kemudian dikembangkan oleh Watson (1970). Menurut teori ini. TEORI B. C. Pengkodisian (conditioning) dalam bentuk rangsangan dan pembiasaan mereaksi terhadap perangsang tertentu menimbulkan proses belajar. Percobaan yang dilakukan Pavlov terhadap anjingnya menggambarkan bahwa belajar dilakukan dengan mengasosiasikan suatu ganjaran (reward) dengan rangsangan (stimulus) yang mendahului ganjaran itu. tetapi berbeda dengan kedua ilmuan yaitu Pavlov dan Watson. Bukan begitu. Ia mengajukan suatu paradigma yang mencakup kedua jenis respon itu dan berlanjut dengan mengupas kondisi-kondisi yang bertanggung jawab atas munculnya respons atau tingkah laku operan. Perangsang bersyarat dan perangsang tidak bersyarat merupakan pengkondisian (conditioning) di dalam proses pembentukan perilaku. Skinner juga memikirkan tingkah laku sebagai hubungan antara perangsang dan respons.

6) Dinamika interaksi antara individu dengan lingkungannya bersifat relatif sama untuk semua jenis makhluk hidup. Skinner membedakan adanya dua macam respons.respons yang sederhana saja. kunci untuk memahami perilaku individu terletak pada pemahaman terhadap hubungan antara stimulus satu dengan stimulus lainnya. Padahal manusia dalam menjalankan fungsinya memerlukan prilaku yang kompleks yang mempersyaratkan terjadinya interaksi stimulus dan respons yang kompleks pula. respons yang dimunculkan. Apabila pengungkit itu kena tekanan maka ia dapat mengeluarkan makanan. Skinner setuju dengan pendapat Watson yang mengatakan bahwa belajar merupakan proses perubahan perilaku. Pada umumnya perangsang-perangsang yang demikian itu mendahului respons yang ditimbulkannya. misalnya makanan yang menimbulkan keluarnya air liur. yang disebut eliciting stimuli. yaitu : 1) Respondent response (reflexive response). menimbulkan respons-respons yang secara relatif tetap. 5 . 5) Sumber data yang paling tepat adalah perilaku dari masing-masing individu. yaitu : 1) Hasil belajar merupakan perilaku yang dapat diamati 2) Perubahan perilaku sebagai hasil belajar secara fungsional berhubungan dengan perubahan situasi dalam lingkungan atau suatu kondisi 3) Hubungan antara perilaku dan lingkungan dapat ditentukan hanya jika elemen-elemen perilaku dan kondisi percobaan diukur secara fisik dan diamati perubahannya dalam situasi yang terkontrol ketat 4) Data yang dihasilkan oleh percobaan-percobaan terhadap perilaku merupakan satu-satunya data yang dapat dipergunakan untuk mengkaji alasan munculnya suatu perilaku. Menurut Skinner. dan juga berbagai konsekuensi yang diakibatkan oleh respons tersebut. Perangsang-perangsang yang demikian itu. Ada enam asumsi dasar dari teori Operant Conditioning ini. Skinner mengembangkan teori operant conditioning ini melalui percobaan terhadap burung dan kotak yang dilengkapi pengungkit. Dengan demikian. yaitu respons yang ditimbulkan oleh perangsang-perangsang tertentu. interaksi stimulusrespons dalam diri seorang individu tidaklah sesederhana itu.

maka dia akan menjadi lebih giat belajar (responsnya menjadi lebih intensif/kuat). demikian berulang-ulang. operant response atau instrumental behavior merupakan bagian terbesar daripada tingkah laku manusia.2) Operant Response (instrumental response). Jadi. Komponen-komponen itu lalu disusun dalam urutan yang tepat untuk menuju kepada terbentuknya tingkah laku yang dimaksud. sampai seluruh tingkah laku yang diharapkan terbentuk. 2) Dilakukan analisis untuk mengidentifikasi komponen-komponen kecil yang membentuk tingkah laku yang dimaksud. sampai komponen kedua terbentuk. keempat. Kalau ini sudah terbentuk. 3) Dengan mempergunakan secara urut komponen-komponen itu sebagai tujuan-tujuan sementara. 6 . dan selanjutnya. Setelah itu dilanjutkan dengan komponen ketiga. 4) Melakukan pembentukan tingkah laku dengan menggunakan urutan komponen-komponen yang telah tersusun itu. Perangsang yang demikian itu disebut reinforcing stimuli atau reinforceri. mengidentifikasi reinforcer (hadiah) untuk masing -masing komponen itu. respons jenis pertama itu (respondent response atau respondent behavior) sangat terbatas adanya pada manusia dan karena adanya hubungan yang pasti antara stimulus dan respons kemungkinan untuk memodifikasikannya adalah kecil. yaitu respons yang timbul dan berkembangnya diikuti oleh perangsang-perangsang tertentu. lalu mendapat hadiah. Jika disederhanakan prosedur pembentukan tingkah laku dalam operant conditioning itu adalah sebagai berikut : 1) Dilakukan identifikasi mengenai hal apa yang merupakan reinforcer (hadiah) bagi tingkah laku yang akan dibentuk itu. dan kemungkinannya untuk memodifikasi \boleh dikatakan tak terbatas. perangsang yang demikian itu mengikuti (dan karenanya memperkuat) sesuatu tingkah laku tertentu yang telah dilakukan. karena perangsang-perangsang tersebut memperkuat respons yang telah dilakukan oleh organisme. soalnya ialah bagaimana menimbulkan. Fokus teori Skinner adalah pada respons atau jenis tingkah laku yang kedua ini. Dalam kenyataannya. Sebaliknya. dilakukannya komponen kedua yang diberi hadiah (komponen pertama tidak lagi memerlukan hadiah). mengembangkan dan memodifikasikan tingkah laku tersebut. hal ini akan mengakibatkan komponen itu makin cenderung untuk sering dilakukan. Jika seorang anak belajar (telah melakukan perbuatan). Kalau komponen pertama telah dilakukan maka hadiahnya diberikan.

dan hukuman) untuk menghasilkan respons (perubahan tingkah laku). Jika merpati mematuk kunci merah maka merpati akan memperoleh makanan.(John W. Tujuan dari eksperimen ini sendiri adalah bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan. 2007). alat pemberi makan. si tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. maka dalam teori Skinner menganggap reinforcement merupakan faktor penting dalam 7 . Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Kotak ini sudah dilengkapi dengan berbagi perlengkapan yaitu tombol. Kemungkinan pemunculan respons dapat dimaksimalkan dengan kehadiran stimulus yang diskriminatif. Komponen proses belajar menurut Skinner terdiri dari stimulus yang diskriminatif (discriminative stimulus) dan penguatan (positif. Karena dorongan lapar sang tikus (hunger drive). Setelah beberapa kali pengulangan. Stimulus yang diskriminatif menurut Skinner merupakan stimulus yang selalu hadir untuk pemunculan suatu respons. 2) Law of operant of extinction. jika kunci diganti warna maka merpati tidak akan mematuk. yaitu jika timbulnya operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat . satrock. sehingga proses ini disebut shapping. Jika ada stimulus lain yang memiliki persamaaan dengan stimulus diskriminatif maka respons dapat dimunculkan kembali Skinner juga membuat eksperimen dalam laboratoriumnya dengan memasukkan tikus kedalam kotak yang disebut Skinner Box. Selama tikus itu bergerak kesana-kemari untuk keluar dari box. maka perilaku itu akan menurun. lampu yang diatur nyalanya dan lantai yang dialiri oleh listrik. tidak sengaja tikus itu menekan tombol sehingga makanan keluar. prosedur penyederhanaan operant conditioning banyak variasi dan lebih kompleks. yaitu jika timbulnya perilaku yang diiringi dengan stimulus penguat. penampung makanan. Secara terjadwal. Makanan dalam hal ini berfungsi sebagai faktor penguatan.Dalam kenyataan. Kunci berwarna merah merupakan stimulus yang diskriminatif dalam percobaan Skinner terhadap burung merpati. Jika dalam teori Thorndike dikenal konsep reward. negatif. Selain itu menghasilkan hukum-hukum dari teori belajar yaitu: 1) Law of operant conditioning. maka perilaku itu menguat. diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang di tunjukkan oleh tikus tersebut.

Reinforcement (penguatan) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Bentuk-bentuk penguatan positif adalah berupa hadiah (permen.belajar.  Variabel-Ratio (VR) adalah sejumlah prilaku yang dibutuhkan untuk berbgai macam reinforcemen. b. 8 . Penguatan berarti memperkuat. yaitu:  Fixed Rtio (FR) adalah salah satu skedul pemberian reinforcemen ketika reinforcemen diberikan setelah sejumlah tingkah laku. menganggukkan kepala untuk menyetujui. bertepuk tangan. dan kehangatan. dll) dan berupa perilaku (senyum. reinforcement dibagi menjadi dua kategori. kado. dll). Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain: menunda/tidak memberi penghargaan. Dari Segi Jenisnya. makanan. yaitu:  Reinforcemen primer yaitu reinforcemen yang berupa kebutuhan dasar manusia seperti. c.  Penguatan Negatifadalah penguatan berdasarkan prinsip bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan). Misalnya. seorang guru mengatakan “kalau kalian dapat menyelesaikan sepuluh soal matematika dengan cepat dan benar.  Reinforcemen sekunder yaitu reinforcemen yang diasosiasikan dengan reinforcemen primer. memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng. Dari Segi Bentuknya. ada empat macam pemberian jadwal reinforcemen. muka kecewa. atau penghargaan). air. uang mungkin tidak mempunyai nilai bagi anak kecil sampai ia belajar bahwa uang itu dapat digunakan untuk membeli kue kesukaannya. yang diberikan ketika seorang menunjukkan prilaku yang diinginkan pada waktu tertentu. seperti.  Fixed Interval (FI). Dan Punishment (hukuman) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku. mengacungkan jempol. maka kalian boleh pulang dahulu”. makanan. dari reinforcemen satu ke reinforcemen yang lain. yaitu:  Penguatan Positifadalah penguatan berdasarkan prinsip bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). kening berkerut. Waktu pemberian reinforcemen. yaitu: a. Secara umum reinforcement (penguatan) dibedakan menjadi tiga kelompok. Penguatan boleh jadi kompleks. keamanan. reinforcement dibagi menjadi dua.

ingat bahwa penguatan negatif meningkatkan probabilitas terjadinya suatu prilaku. dan hukuman( John W. dan hukuman. Satu cara untuk mengingat perbedaan antara penguatan positif dan penguatan negatif adalah dalam penguatan positif ada sesuatu yang ditambahkan atau diperoleh. Dalam penguatan negatif. dan hukuman dapat meningkatkan pemunculan perilaku yang dianggap mengurangi hadirnya stimulus yang tidak menyenangkan. Skinner lebih menganjurkan penggunaan penguatan daripada hukuman jika ingin memperoleh respons yang benar. negatif. Tetapi antara waktu dan reinforcemen bermacammacam. yaitu hukuman hanya bersifat sementara dalam menghilangkan respons yang tak diinginkan. Penguatan positif Perilaku Murid mengajukan pertanyaan yang bagus Konsekuensi Guru menguji murid Prilaku kedepan Murid mengajukan lebih banyak pertanyaan Penguatan negatif Perilaku Konsekuensi 9 Prilaku kedepan . Oleh karena itu. Berikut ini disajikan contoh dari konsep penguatan positif. Variabel Interval (VI) yaitu reinforcemen yang diberikan tergantung pada waktu dan sebuah respons. hukuman dapat mengakibatkan timbulnya perasaanyang tidak mengenakkan. sepert malu. ada sesuatu yang dikurangi atau di hilangkan serta menghindari suatu tindak balas tertentu yang tidak memuaskan. hukuman tidak menghasilkan perilaku yang positif. negatif. Secara umum. 2007). sedangkan hukuman menurunkan probabilitas terjadinya perilaku. Agar istilah ini tidak rancu. Skiner menekankan bahwa hukuman dapat menghasilkan tiga dampak yang tidak diharapkan. dll. Contoh dari konsep penguatan positif. rasa bersalah. Adalah mudah mengacaukan penguatan negatif dengan hukuman. Satrock. Dan rangsangannya makin memperkuat atau mendorong suatu tindak balas.

b) Untuk setiap langkah yang pendek tersebut disediakan penguatan yang dikontrol dengan hati-hati. namun juga proses belajar yang kompleks. berdasarkan tingkah laku yang pernah dipelajari sebelumnya. Proses shaping yang dilakukan secara bertahap akan menghasilkan penguasaan terhadap perilaku yang kompleks melalui perancangan (manipulasi) stimulus yang diskriminatif dan penguatan. c) Penguatan harus diberikan sesegera mungkin setelah respons yang benar dimunculkan. Dari serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Skinner dapat disimpulkan bahwa : a) Setiap langkah dalam proses belajar perlu dibuat pendek-pendek. Shaping yang berkelanjutan yang dilakukan untuk memperoleh perilaku kompleks. konsekuensi meningkatkan prilaku. disebut dengan program oleh Skinner. Teori Skinner tidak hanya mencakup penjelasan terhadap proses belajar sederhana. Menurut Skinner.Murid menyerahkan PR tepat waktu Guru berhenti menegur murid Murid makin sering menyerahkan PR tepat waktu Hukuman Perilaku Murid menyela guru Konsekuensi Guru mengajar murid langsung Prilaku kedepan Murid berhenti menyela guru Penguatan bisa berbentuk postif dan negatif. d) Stimulus diskriminatif perlu dirancang sedemikian rupa agar dapat diperoleh perampatan stimulus dan peningkatan keberhasilan belajar. yang dikenal dengan nama shaping (pembentukan). Dalam hukuman. perilakunya berkurang. Teori Operant Conditioning dari Skinner percaya bahwa setiap individu harus diidentifikasi karakteristik maupun perilaku awalnya untuk suatu proses shaping. 10 . Dalam kedua bentuk itu. proses shaping dapat menghasilkan perilaku yang kompleks yang tidak memiliki kemungkinan untuk diperoleh secara alamiah atau dengan sendirinya. Dasar teori Skinner dan perkembangan teorinya selanjutnya menjadikan Skinner seorang penganut aliran perilaku yang mempunyai nama dan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan teori belajar dalam aliran perilaku.

– Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic. Skinner juga mengemukakan bahwa manusia dapat diajar untuk berpikir atau menjadi kreatif melalui metode pemecahan masalah yang melibatkan proses identifikasi masalah secara tepat (labeling). dan proses mengaktifkan strategi (rule and or sequence) untuk memanipulasi variabel dalam masalah tersebut sehingga diperoleh pemecahan masalahnya. – Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman. – Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa. APLIKASI TEORI SKINNER TERHADAP PEMBELAJARAN Beberapa aplikasi teori belajar Skinner dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: – Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis. Juga pengkondisian suatu respons sangat tergantung kepada penguatan yang dilakukan berulang-ulang secara berkesinambungan. bahwa perilaku dapat dibentuk (dan juga dihilangkan) sehingga (hampir) semua orang yang memperoleh latihan yang layak akan dapat memiliki perilaku tertentu yang diinginkan. jika salah dibetulkan dan jika benar diperkuat. – Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. – Materi pelajaran digunakan sistem modul. D. – Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.Skinner menyatakan. 11 .

Hal itu didukung dengan 12 adanya pembentukan . – Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah. Sehingga naik atau tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda. – Hadiah diberikan kadang-kadang (jika perlu) – Tingkah laku yang diinginkan. Tugas guru berat. administrasi kompleks. – Melaksanakan mastery learning yaitu mempelajari bahan secara tuntas menurut waktunya masing-masing karena tiap anak berbeda-beda iramanya. pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI SKINNER Kelebihan Pada teori ini. semakin meningkat mencapai tujuan. Mementingkan kebutuhan yang akan menimbulkan tingkah laku operan. – – Dalam pembelajaran sebaiknya digunakan shaping. E.– Dalam lingkungan pendidikan untuk mengindari mengutamakan pelanggaran mengubah agar tidak menghukum. – Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine. dianalisis kecil-kecil. hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman.

Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. (ii) keseringan respon sukar diterapkan pada tingkah laku kompleks sebagai ukuran peluang kejadian. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. Kekurangan Beberapa kelemahan dari teori ini berdasarkan analisa teknologi (Margaret E. 13 . tanpa adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. Dengan melaksanakan mastery learning. Disamping itu pula. G. B. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata kasar. 1994) adalah bahwa: (i) teknologi untuk situasi yang kompleks tidak bisa lengkap. jeweran justru berakibat buruk pada siswa. hal tersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajar-mengajar. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. cubitan. ejekan.lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan. analisa yang berhasil bergantung pada keterampilan teknologis. tugas guru akan menjadi semakin berat.

berdasarkan tingkah laku yang pernah dipelajari sebelumnya. KESIMPULAN Dari serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Skinner dapat disimpulkan bahwa : a) Setiap langkah dalam proses belajar perlu dibuat pendek-pendek.BAB III PENUTUP A. 14 . d) Stimulus diskriminatif perlu dirancang sedemikian rupa agar dapat diperoleh perampatan stimulus dan peningkatan keberhasilan belajar. c) Penguatan harus diberikan sesegera mungkin setelah respons yang benar dimunculkan. b) Untuk setiap langkah yang pendek tersebut disediakan penguatan yang dikontrol dengan hati-hati.