Anda di halaman 1dari 8

KONJUNGTIVITIS ALERGIKA

1. REAKSI HIPERSENSITIVITAS HUMORAL SEGERA
a. Konjungtivitis “hay fever”
b. Keratokonjungtivitis vernal
c. Keratokonjungtivitis atopik

A.

KONJUNGTIVITIS “HAY FEVER”

Umumnya menyertai rhinitis alergika
ETIOLOGI
Reaksi alergi : tepung sari rumput, bulu hewan, dll
GEJALA
 Gatal
 Kemerahan
 Berair mata
 Matanya tenggelam dalam jaringan sekitar
PENGOBATAN
 Penetesan vasokontriktor-antihistamin topikal
 Kompres dingin
PROGNOSIS
Kekambuhan , kecuali bila antigen dihilangkan

B.

KERATOKONJUNGTIVITIS VERNAL

Adalah reaksi hipersensitivitas 1, bilateral & rekuren

ETIOLOGI alergi tepung sari EPIDEMIOLOGI  Mulai pada prapubertas (3-25 tahun)  Laki2 > pr  Pada musim panas GEJALA  Sangat gatal dgn kotoran mata berserat-serat  Terdapat 2 BENTUK UTAMA : 1. BENTUK LIMBAL Merupakan hipertrofi papil pada limbus superior. BENTUK PALPEBRAL Konjungtivitis tarsalis superior  Papila raksasa (cobble stone) Konjungtivitis tarsalis inferior  Konjungtiva tampak putih susu  Banyak papila halus 2. dengan : Transtas dot (ditemukan banyak eosinofil & granula eosinofilik bebas didalamnya) Pannus TERAPI  Steroid topikal/ sistemik  Antihistamin penstabil sel mast .

KERATOKONJUNGTIVITIS ATOPIK Sering menyertai pasien dermatitis atopik (eksim) ETIOLOGI Riwayat alergi (rhinitis alergika. papila raksasa (tarsus inferior)  Setelah eksaserbasi konjungtivitis berulang à keratitis perifer superfisial à ketajaman penglihan menurun Kerokan konjungtiva : . asma) GEJALA  Sensasi terbakar  Pengeluaran sekret mukoid  Fotofobia  Tepian palpebra eritematosa  Konjungtiva tampak putih seperti susu  Papila2 halus. eksim. Vasokontriktor  Kompres dingin KOMPLIKASI  Blefaritis  Konjungtivitis stafilokok PROGNOSIS  Kekambuhan pada musim semi/ panas C.

merah.menampakkan eosinofil TERAPI  Terapi topikal obat penstabil sel mast  Antihistamin oral  NSAID (ketorolac. lodoxamide)  Transplantasi kornea (untuk komplikasi kornea berat à memperbaiki ketajaman penglihatan) 2. atau yg sering mendapat radang saluran pernafasan MEKANISME Fliktenula konjungtiva timbul sebagai lesi kecil yang keras. meninggi & dikelilingi zona hiperemia Terbentuk pusat putih-kelabu . FLIKTENULOSIS Adalah respon hipersensitivitas lambat (tipe 4) terhadap protein mikroba dr :  Basil tuberkel  Staphylococcus aureus  Candida albicans  Haemophylus  Clamidya trakomatis EPIDEMIOLOGI > pada anak2 didaerah padat dengan gizi kurang. REAKSI HIPERSENSITIVITAS TIPE LAMBAT A.

jika terjadi penyulit pada kornea  Salep antibiotik mata NONFARMAKO  Menjaga higien mata  Kacamata hitam (silau)  Dicari penyebabnya (s/ adanya tuberkulosis)  Vitamin & makanan tambahan (pd anak dengan gizi kurang) . kornea.Menjadi ulkus Mereda dalam 10-12 hari GEJALA  Kebanyakan terjadi di limbus. bulbus  Mata berair  Iritasi dengan rasa sakit  Fotofobia hebat & meninggalkan parut (fliktenula di kornea & limbus) HISTOLOGI Saat epitel diatasnya mengalami nekrosis & terkelupas à infiltrasi sel2 bulat kecil ke perivaskular & subepitel setempat à diikuti oleh sejumlah besar sel PMN à CIRI KHAS REAKSI HIPERSENSITIVITAS TIPE TUBERKULIN LAMBAT PENGOBATAN FARMAKO  Steroid topikal  Midriatika ( f/ melebarkan pupil) .

KOMPLIKASI Menyebarnya flikten ke kornea Terjadi infeksi sekunder à abses 3. Disfungsi jaringan ikat (artritis) ETIOLOGI Kelenjar lakrimal diinfiltrasi oleh limfosit & terkadang sel plasma à atrofi & destruksi struktur kelenjar EPIDEMIOLOGI > pada wanita menjelang atau sesudah menopause GEJALA KLINIS  Hiperemia konjungtiva bulbaris  Gejala iritasi yg berat  Nyeri PENGOBATAN  Mengganti film air mata dengan air mata buatan . Keratokonjungtivitis sika (pd sindrom sjogren) B. Pemfigoid sikatrial A. Xerostomia (mulut kering) 3. Keratokonjungtivitis sika (keringnya permukaan Konjungtiva ) 2. Keratokonjungtivitis sika (pd sindrom sjogren) Sindrom sjogren adalah penyakit sistemik yg ditandai dengan trias gangguan : 1. KONJUNGTIVITIS AKIBAT PENYAKIT AUTOIMUN A.

IgA) . cyclosporin topikal DIAGNOSIS  Harus ada 2 dari trias gangguan  Adanya infiltrasi limfosit & sel plasma pada kelenjar liur tambahan (pada biopsi bibir yg diperoleh dengan prosedur bedah sederhana) B. IgM. PEMFIGOID SIKATRIAL Merupakan konjungtivitis kronik non-spesifik yg menimbulkan :  Parut yg progresif  Entropion  Trikiasis. Menutup puncta  Kortikosteroid dosis rendah. film air mata yg berkurang à kornea ikut terlibat EPIDEMIOLOGI  > Pada wanita  Khas terjadi pada usia pertengahan GEJALA  Nyeri  Iritasi  Penglihatan kabur BIOPSI KONJUNGTIVA  Mengandung eosinofil  Membran basal terpulas + dengan pulasan imunoflouresen tertentu (komplemen IgG.

PENGOBATAN  Harus dimulai pada tahap dini. sebelum terjadi parut yg berarti  Dapsone oral  Terapi imunosupresif (c/ cyclophosphamide) PROGNOSIS  Prognosis buruk  Perjalanan penyakit panjang  Hasil akhir kebutaan (akibat simblefaron total & pengeringan kornea)  Wanita : dapat berlanjut hingga kebutaan dalam 1 tahun atau kurang  Pria : penyakit berjalan lebih lambat .