Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Opini audit dan Laporan audit” tepat sesuai waktu yang ditentukan.
Dengan selesainya tugas ini, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan tugas ini.
Akhirnya perlu juga dikatakan bahwa tugas ini bukanlah merupakan sesuatu
yang sempurna, mengingat kami hanyalah manusia biasa yang sangat jauh dari
kesempunaan. Sejalan dengan keterbatasan yang kami miliki tersebut, maka
tugas ini masih sangat terbuka terhadap kritik maupun saran yang bertujuan
agar lebih menyempurnakan makalah ini. Semoga dengan selesainya tugas ini
akan memeberikan manfaat sebagaimana yang diharapakan.

Jambi, 23 Februari 2016

Penulis

1

............................................................................ Opini audit dan Laporan audit........................................................................................................................................................................................................... 3 PENDAHULUAN......................................................................................................................................................................................................... Syarat-syarat laporan audit................................ Bentuk dan bagian laporan audit.. 5 3.. 3 1................................................................................................................................................................................................................................................................... Latar Belakang... Jenis-jenis opini audit........... 4 BAB II.............................................................10 8.............. 5 2.................................... 1 BAB I................................................................ 5 PEMBAHASAN...................................................................................... 14 PENUTUP........................................ 3 2........................ Manfaat laporan audit.................................................................................... Rumusan Masalah.................. 8 6.................... Peranan laporan audit........................ 15 BAB I PENDAHULUAN 1..................................................................................................................................................... Kategori laporan audit...................... 3 3....................... 6 4............DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.......................................................................... 8 5........................................... 14 DAFTAR PUSTAKA.................................... 9 7.......................................................... Macam-macam laporan audit............................................................................................................................ 5 1.............................. Tujuan.......... 11 BAB III...... Latar Belakang 2 ........

laporan audit adalah suatu sarana bagi auditor untuk menyatakan pendapatnya atau apabila keadaan mengharuskan. dalam semua hal yang material.1 Apa yang dimaksud dengan opini audit dan laporan audit ? 2. Jadi laporan audit berisi tentang opini auditor yang merupakan pernyataan kewajaran. auditor tidak dibenarkan untuk memihak kepentingan siapapun dan untuk tidak mudah dipengaruhi.6 Apa saja syarat-syarat laporan audit ? 2.3 Untuk mengetahui macam-macam laporan audit 3 .4 Apa peranan laporan audit ? 2.5 Apa manfaat laporan audit ? 2. 2. untuk menyatakan tidak memberikan pendapat. Menurut IAI (1994). sebagai pihak yang independen.2 Untuk mengetahui jenis-jenis opini audit 3.1 Untuk mengetahui yang dimaksud dengan opini dan laporan audit 3.3 Apa saja macam-macam laporan audit ? 2. posisi keuangan dan hasil usaha dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Tujuan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah: 3.Proses audit akan menghasilkan sebuah laporan audit.2 Apa saja jenis-jenis opini audit ? 2.8 Apa kategori laporan audit ? 3. serta harus bebas dari setiap kewajiban terhadap kliennya dan memiliki suatu kepentingan dengan kliennya. Opini yang terdapat dalam laporan audit sangat penting sekali dalam proses audit atapun proses atestasi lainnya karena opini tersebut merupakan informasi utama yang dapat diinformasikan kepada pemakai informasi tentang apa yang dilakukan auditor dan kesimpulan yang diperolehnya. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah: 2.7 Apa bentuk dan bagian laporan audit ? 2.

7 Untuk mengetahui bentuk dan bagian laporan audit 3. sistem.8 Untuk mengetahui kategori laporan audit BAB II PEMBAHASAN 1. yang diberikan oleh tim audit kepada organisasi audit. proses. Sedangkan Laporan audit dapat didefinisikan sebagai sarana untuk mengomunikasikan pekerjaan audit dan temuan audit secara komprehensif. atau produk.5 Untuk mengetahui manfaat laporan audit 3. Opini audit dan Laporan audit Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi.4 Untuk mengetahui peranan laporan audit 3.6 Untuk mengetahui syarat-syarat laporan audit 3. 4 .3.

Laporan audit tipe ini merupakan laporan yang paling diharapkan dan dibutuhkan oleh semua pihak. 2. Informasi dalam catatan-catatan yang mendukungnya telah digambarkan dan dijelaskan dengan cukup dalam laporan keuangan. 2. sesuai dengan standar akuntansi keuangan. b. c. Pendapat wajar tanpa pengecualian Pendapat ini dikeluarkan auditor jika tidak adanya pembatasan terhadap auditor dalam lingkup audit dan tidak ada pengecualian yang signifikan mengenai kewajaran dan penerapan standar akutansi keuangan dalam laporan keuangan disertai dengan pengungkapan yang memadai dalam laporan keuangan. Auditor memberikan pendapat tidak wajar jika laporan keuangan klien tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan. posisi keuangan dan hasil usaha dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Ketidakkonsistenan penerapan standar akuntansi keuangan yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan 4. Kondisi-kondisi yang ada diluar kekuasaan klien ataupun auditor menyebabkan auditor tidak dapat melaksanakan prosedur audit penting c. perubahan ekuitas dan arus kas perusahaan klien. Laporan keuangan tidak disusun berdasarkan standar akuntansi keuangan d. 5 . Perubahan standar akuntansi keuangan dari periode ke periode telah cukup dijelaskan. hasil usaha. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelas Suatu paragraph penjelas dalam laporan audit diberikan oleh auditor dalam keadaan tertentu yang mungkin mengharuskannya melakukan hal tersebut. 3. Ada beberapa kondisi laporan keuangan yang harus dipenuhi untuk menilai laporan keuangan yang dianggap menyajikan secara wajar kepada posisi keuangan dan hasil suatu organisasi agar sesuai dengan standar akuntansi keuangan yaitu: a. Klien membatasi ruang lingkup audit b. Baik oleh klien maupun oleh auditor. Pendapat wajar dengan pengecualian Ada beberapa kondisi yang mengharuskan seorang auditor memberikan pendapat wajar dengan pengecualian. Hal ini disebabkan karena laporan keuangan tidak disusun berdasar standar akuntansi keuangan. yaitu : 1. dalam semua hal yang material. meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan. Standar akuntansi keuangan digunakan sebagai pedoman untuk menyusun laporan keuangan. Jenis-jenis opini audit Pendapat auditor dikelompokkan ke dalam lima tipe. Pendapat tidak wajar Pendapat ini merupakan kebalikan dari pendapat wajar tanpa pengecualian. diantaranya yaitu : a.Jadi laporan audit berisi tentang opini auditor yang merupakan pernyataan kewajaran.

Selain itu pendapat tidak wajar disebabkan karena ruang lingkup auditor dibatasi sehingga bukti kompeten yang cukup untuk mendukung pendapatnya tidak dapat dikumpulkan.” Standar Pelaporan Ketiga 6 . dan kelengkapan laporan-laporan tersebut. maka laporan ini disebut lapiran tanpa pendapat ( adverse opinion ). sehingga tidak dapat dipakai oleh pemakai informasi keuangan untuk pengambilan keputusan. ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan denganpenerapan prinsip akuntansi tersebut dalam perode sebelumnya. akurasi. yaitu adanya pembatasan yang sifatnya luar biasa terhadap lingkungan auditnya. apakah laporan keuangan yang disajikan oleh auditan telah sesuiai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Macam-macam laporan audit 1) Audit keuangan Audit keuangan adalah audit terhadap laporan keuangan suatu entitas (perusahaan atau organisasi) yang akan menghasilkan pendapat (opini) pihak ketiga mengenai relevansi. jika ada. Perbedaan antara pernyataan tidak memberikan pendapat dengan pendapat tidak wajar adalah pendapat tidak wajar ini diberikan dalam keadaan auditor mengetahui adanya ketidakwajaran dalam laporan keuangan klien.” Standar Pelaporan Kedua “Laporan auditor harus menunjukkan. 3. tentang opini/pernyataan pendapat auditor. Standar Pelaporan untuk audit atas laporan keuangan menurut PSA-IAPI dapat dijelaskan sebagai berikut : Standar Pelaporan Pertama “Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau prinsip lain yang berlaku secara komprehensif. Pernyataan tidak memberikan pendapat Jika auditor tidak memberikan pendapat atas objek audit. Hal ini disebabkan beberapa kondisi. Tujuan audit atas laporan keuangan antara lain adalah untuk menginformasikan kepada organisasi audit dan/atau pimpinan auditan. sedangkan auditor menyatakan tidak memberikan pendapat (no opinion) karena ia tidak cukup memperoleh bukti mengenai kewajaran laporan keuangan auditan atau karena ia tidak independen dalam hubungannya dengan klien. 5. Jika laporan keuangan diberi pendapat tidak wajar oleh auditor maka informasi yang disajikan klien dalam laporan keuangan sama sekali tidak dapat dipercaya. kemudian karena auditor tidak independen dalam hubungan dengan kliennya.

dan tingkat tanggung jawab yang dipikul auditor”. Berdasarkan informasi tersebut institusi audit membuat Surat Opini Audit dan Keputusan Audit. 7 . Laporan audit adalah dasar dalam pembuatan Surat Opini Audit dan Keputusan Audit. laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang yang dilaksanakan. 4) Audit investigatif Audit Investigatif adalah Serangkaian kegiatan mengenali (recognize).“Pengungkapan informatif dalam laporan keungan harus dipandsng memadi. Peranan laporan audit Selain sebagai ringkasan dari pekerjaan audit dan temuan audit. kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit.jika ada. 2) Audit operasional Audit Operasional adalah pengkajian atas setiap bagian organisasi terhadap prosedur operasistandar dan metode yang diterapkan suatu organisasi dengan tujuan untuk mengevaluasi efisiensi. mengidentifikasi (identify). ketaatan dan kinerja dari auditan dan memberikan opini dan rekomendasi berdasarkan temuan audit. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan maka alasannya harus dinyatakan. 2. dan aturan tertentu yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Laporan audit juga merupakan dasar dalam membuat Surat Opini Audit.” Standar Pelaporan Keempat “Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. 3) Audit ketaatan Audit Ketaatan adalah proses kerja yang menentukan apakah pihak yang diaudit telah mengikuti prosedur. Peranan utama dari Laporan Audit adalah: 1. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan. Tim audit harus menyerahkan laporan kepada institusi audit yang menugaskan pada saat audit selesai sehingga institusi audit dapat memahami proses dan hasil dari audit yang dilakukan oleh tim audit tersebut. Laporan audit adalah jalan utama bagi institusi audit untuk memahami informasi tentang proses audit. efektivitas. Laporan Audit mengevaluasi kewajaran. standar. dan menguji (examine) secara detail informasi dan faktafakta yang ada untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya dalam rangka pembuktian untuk mendukung proses hukum atas dugaan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan suatu entitas (perusahaan/organisasi/negara/daerah). Rekomendasi dan membuat Keputusan Audit. 4. dan keekonomisan .

Bukti yang dilaporkan harus mencerminkan kebenaran logis atas masalah yang dilaporkan. dan memenuhi persyaratan isi laporan. Menurut Modul Manajemen Audit BPK-RI. yang bewenang berdasarkan peraturan perudang-undangan yang berlaku. laporan audit tertulis berfungsi untuk : 1. auditor harus menyiapkan konsep Laporan Audit. Laporan harus memuat semua informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan audit. Memudahkan tindak lanjut untuk menentukan apakah tindakan perbaikan yang semestinya telah dilakukan. Membuat hasil audit terhindar dari kesalahpahaman. temuan. Institusi audit dapat memproses lebih lanjut informasi yang penting dan masalah yang disajikan dalam Laporan Audit dan melalui Laporan Audit ini institusi audit dapat menyediakan informasi tentang isu-isu individual atau informasi yang terintegrasi kepada institusi audit di tingkat yang lebih tinggi. 3. 6. Mengkomunikasikan hasil audit kepada pejebat pemerintah. Laporan harus memasukkan hanya informasi. 8 . Membuat hasil audit sebagai bahan untuk tindakan perbaikan oleh instansi terkait. Satu ketidakakuratan dalam laporan dapat menimbulkan keraguan atas validitas sebuah laporan dan dapat mengalihkan perhatian pembaca dari substansi laporan tersebut. 2. meningkatkan pemahaman yang benar dan memadai atas hal yang dilaporkan. Syarat-syarat laporan audit Pada setiap akhir pelaksanaan audit. dan simpulan yang didukung bukti kompeten dan relevan dalam KKP. 5. Laporan audit menyampaikan informasi dan masalah yang berhubungan dengan belanja dan peendapatan serta kegiatan-kegiatan ekonomi yang relevan dari institusi atau proyek yang diaudit. Isi konsep Laporan Audit tersebut harus mudah dimengerti dan bebas dari penafsiran ganda serta memenuhi standar pelaporan yaitu: 1. Laporan audit adalah dasar yang penting untuk mengumpulkan dan mengolah informasi audit. Lengkap. Akurat.3. 2. dan sebagai syarat untuk perusahaan yang akan go public. Manfaat laporan audit • Memberikan penguatan terhadap kehandalan informasi laporan keuangan atau informasi lain yang disajikan oleh auditan • Sebagai bukti lampiran yang harus disampaikan dalam penyerahan SPT seperti dalam ketentuan UU KUP pasal 4 ayat (4b). Laporan harus menyajikan bukti yang benar dan menggambarkan temuan dengan tepat. dan depertemen yang berkompeten lainnya. dan 4.

Jika terlalu rinci. Laporan harus ditulis dengan bahasa yang jelas dan sesederhana mungkin. Laporan audit harus disajikan secara ringkas tidak lebih panjang dari yang diperlukan untuk mendukung pesan. temuan disajikan secara persuasif. Laporan audit harus mudah dibaca dan dipahami. adalah penting untuk kejelasan dan pemahaman bagi pembaca Laporan Audit. atau dewan direksinya. Penggunaan akronim diusahakan seminimal mungkin. Bentuk dan bagian laporan audit Laporan Audit umumnya terdiri dari judul. dapat menurunkan kualitas laporan bahkan dapat menyembunyikan pesan yang sesungguhnya dan mengurangi minat pembaca. Paragraf pendahuluan Paragraf pertama ditujukan untuk tiga hal: a.3. dan kesimpulan serta rekomendasi disusun secara logis berdasarkan fakta yang disajikan. Laporan audit harus menjawab tujuan audit. pemegang saham. Paragraf ini mencantumkan laporan keuangan yang diaudit. Obyektif. Alamat yang dituju laporan audit Laporan biasanya ditujukan kepada perusahaan yang bersangkutan. dan akronim yang tidak begitu dikenal. hal itu harus didefinisikan dengan jelas. 4. 5. Paragraf ini merupakan pernyataan sederhana bahwa KAP bersangkutan telah melaksanakan audit. dan periode akuntansi untuk laporan rugi laba dan laporan arus kas. dan tanggal laporan. Ini berarti auditor harus menyajikan hasil audit secara netral dan menghindari kecenderungan melebih-lebihkan atau terlalu menekankan kinerja yang kurang. Meyakinkan. tanda tangan dari ketua tim audit. 9 . sepanjang hal ini dimungkinkan. Pengulangan yang tidak perlu juga harus dihindari. b. 3. 2. Laporan harus disajikan secara seimbang dalam isi dan nada. Jelas. 6. 7. Judul Laporan Standar auditing mengharuskan pemberian judul dan harus memuat kata independen. singkatan. Ringkas. Pengorganisasian materi laporan seara logis dan keakuratan serta ketepatan dalam menyatakan fakta dan dalam mengambil simpulan. Bagian-Bagian Dari Laporan Audit Standar 1. tujuan laporan. Jika digunakan istilah teknis. termasuk tanggal neraca. bagian utama.

Tanggal yang dipakai adalah tanggal saat auditor telah menyelesaikan bagian terpenting dari prosedur auditing di lapangan. Sebagai contoh judul yang tepat mencangkup “ laporan auditor independen” atau “ pendapat akuntan independen”. para pemegang saham. Tanggal laporan audit. Dalam paragraf ini auditor diminta untuk menyatakan pendapatnya mengenai laporan keuangan secara keseluruhan termasuk mengenai apakah perusahaan mengikuti standar-standar akuntansi yang berlaku umum. Paragraf ini juga menyatakan bahwa auditor telah mengevaluasi ketepatan standar akuntansi. estimasi.c. Paragraf ruang lingkup Menyatakan bahwa audit dirancang untuk dapat memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material yaitu auditor hanya bertanggung jawab untuk mencari kekeliruan yang signifikan yang mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan. Nama ini menunjukkan partner akuntan publik atau auditor yang bertanggung jawab secara hukum dan jabatan atas mutu auditnya menurut standar profesional. Paragraf pertama laporan menunjukkan tiga hal. dan pengungkapan serta penyajian laporan keuangan. Jadi audit memberikan suatu tingkat keyakinan yang tinggi tetapi bukan merupakan jaminan. Paragraf pendapat Menyatakan bahwa yang diberikan adalah suatu pendapat dan bukan suatu pernyataan mutlak atau jaminan. Laporan ini umumnya ditujukan kepada perusahaan. Paragraf ini menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab auditor hanyalah untuk menyatakan suatu pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit 4. Pernyataan ini dibuat untuk membedakan laporan audit dari laporan kompilasi atau laporan review. standar profesional AICPALaporan Audit dibagi menjadi 4 kategoti yaitu: 1) Wajar Tanpa Pengecualian Laporan audit standar pengecualian berisi tujuh bagian yang berbeda: . 5. Kategori laporan audit Laporan audit adalah atahao akhir dari keseluruhan prosses audit. Paragraf Pendahuluan. dan nomor register akuntan publik.Judul Laporan Standar auditing mensyaratkan bahwa laporan harus diberi judul yang mengandung kata independen. Alamat Laporan audit. Tanda tangan . Tanggal ini menunjukkan sampai tanggal berapa setelah laporan keuangan auditor bertanggung jawab atas peninjauan terhadap peristiwa yang terjadi. 6. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa kesimpulan yang diambil didasarkan atas pertimbangan profesional. Kedua. 7. pertama laporan itu membuat suatu pernyataan yang sederhana bahwa kantor akuntan publik telah melaksanakan audit. paragraf ini menyatakan laporan 10 . nama. atau dewan komisaris perusahaan. 8.

Laba-rugi. Tanggal yang tepat untuk dicantumkan pada laporan audit adalah ketika auditor menyelesaikan prosedur audit dilokasi pemeriksaan. Hal ini juga berarti bahwa pengungkapan yang memadai telah tercantum dalam catatan kaki dan bagian-bagian lain dari laporan keuangan. dan membuat pengukuran serta pengungkapan dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut dan untuk mengklasifikasikan peran manajemen serta aduitor. Paragraf terakhir dalam laporan audit standar menyatakan kesimpulan auditor berdasarkan hasil audit. Merupakan pernyataan faktual tentang apa yang dilakukan auditor dalam proses audit. Ketiga. paragraf pendahuluan menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen dan bahwa tanggung jawab auditor adalah menyatakan pendapat atas laporan keuangan itu berdasarkan audit. Laba ditahan. • Laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Tujuan dari pernyataan ini adalah untuk mengomunikasikan bahwa manajemen bertanggung jawab atas pemilihan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum yang tepat.keuangan yang telah diaudit termasuk tanggal neraca serta periode akuntansi untuk laporan laba rugi dan laporan arus kas. karena seluruh bagian dari KAP mempunyai tanggung jawab hukum dan profesional untuk memastikan bahwa kualitas audit memenuhi standar profesional.. tanggal laporan audit. Pargraf pernyataan dinyatakan sebagai suatu pendapat saja bukan sebagai pernyataan yang mutlak atau sebagai jaminan. • Bukti audit yang cukup memadai telah terkumpul dan auditor telah melaksanakan penugasan audit ini dengan cara yang memungkinkannya untuk menyimpulkan bahwa ketiga standar pekerjaan lapangan telah dipenuhi. Paragraf Ruang Lingkup. Laporan audit tanpa pengecualian diterbitkan bila kondisi-kondisi tersebut terpenuhi: • Semua laporan --. Nama KAP. • Tidak terdapat situasi yang membuat auditor merasa perlu untuk menambahkan sebuah paragraf penjelasan atau modifikasi kata-kata dalam laporan audit. Tanggal ini merupakan hal yang penting bagi para pemakai laporan karena menunjukkan hari terakhir dari tanggung jawab auditor untuk mereview atas peristiwa-peristiwa penting setelah tanggal laporan keuangan. Pertama paragraf ini menyatakan bahwa auditor melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang berlaku umum. Nama mengidentifikasikan KAP atau praktisi yang melaaksanakan audit. 2) Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelasan atau Modifikasi Perkataan Suatu audit yang lengkap telah dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan dan laporan keuangan telah disajikan dengan wajar. Paragraf ruang lingkup menyatakan bahwa audit dirancang untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan telah bebas dari salah saji yang material. tetapi auditor yakin bahwa penting 11 . Biasanya dituliskan adalah nama KAP. Maksudnya adalah untuk menunjukkan bahwa kesimpulan tersebut dibuat berdasarkan pertimbangan profesional. Paragraf Pendapat. dan laporan arus kas ---sudah termasuk dalam laporan keuangan • Ketiga standar umum telah dipatuhi dalam semua hal yang berkaitan dengan penugasan.Neraca.

Keempat laporan yang pertama memelurkan suatu paragraf penjelasan. 3.atau wajib untuk memberikan informasi tambahan. variasi format dan penyajian informasi keuangan. tetapi lingkup audit telah dibatasi secara material atau prinsip akuntansi yang berlaku umum tidak diikuti pada saat menyiapkan laporan keuangan. Perubahan entitas pelaporan. koreksi kesalahan yang tidak melibatkan prinsip akuntansi.Penekanan pada suatu hal atau masalah . Perubahan prinsip akuntansi. auditor tidak melaksanakan audit yang memuskan. Auditor harus mampu membedakan antara perubahan yang mempengaruhi konsistensi pelaporan dengan perubahan yang dapat mempengaruhi komparabilitas tetapi tidak mempengaruhi konsistensi. tetapi auditor merasa penting atau wajib untuk memberikan informasi tambahan. 2.Laporan yang melibatkan auditor lain. Koreksi kesalahan yang melibatkan prinsip-prinsip akuntansi yaitu dengan mengubah prinsip akuntansi yang tidak berlaku umum menjadi prinsip akuntansi yang berlaku umum. 3) Wajar Dengan Pengecualian Auditor menyimpulkan bahwa keseluruhan laporan keuangan telah disajikan dengan wajar. seperti perubahan metode penilaian persediaan dari FIFO menjadi LIPO. tidak wajar. tidak yakin bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar atau tidak independen. atau menolak memberikan pendapat.Keraguan yang substansial mengenai going concern . tiga paragraf laporan standar tetap disertakan tanpa modifikasi dan paragraf penjelasan yang terpisah akan diikuti dengan paragraf pendapat.Auditor setuju dengan penyimpangan dari prinsip akuntansi yang dirumuskan . 4) Tidak Wajar/ Tidak Memberikan Pendapat 12 . Dalam laporan audit dengan pengecualian. Laporan audit wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan atau modifikasi perkataan sesuai dengan kriteria audit yang lengkap dengan hasil yang memuaskan dan laporan keuangan yang disajikan secara wajar. Berikut ini contoh perubahan yang mempengaruhi konsistensi dan karenanya memerlukan paragraf penjelasan jika perubahan tersebut material: 1.Tidak adanya aplikasi yang konsisten dari prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum . Konsistensi dan Komparabilitas. 2. Pada setiap kasus. Perubahan yang mempengaruhi komparability tetapi tidak mempengaruhi konsistensi sehingga tidak perlu dimasukkan dalam laporan audit yaitu: 1. 3. Perubahan estimasi seperti penurunan umur manfaat aktiva untuk tujuan penyusutan. Berikut ini adalah penyebab paling penting dari penambahan paragraf penjelasan atau modifikasi kata-kata pada laporan wajar tanpa pengecualian standar: .

seumpamanya Baik Sekali. sehingga ia tidak dapat memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar (menolak memberikan pendapat) atau auditor tidak independen (menolak memberikan pendapat). Informasi yang dievaluasi adalah informasi yang dapat diukur. dengan kriteria apa hal tersebut dikatakan menyimpang. Proses pengumpulan dan evaluasi bahan bukti 2. BAB III PENUTUP Jadi. Divisi. laporan audit itu adalah suatu rangkaian kegiatan yang menyangkut: 1. Hal-hal yang bersifat kualitatif harus dikelompokkan dalam kelompok yang terukur. atau ketidaksesuaian informasi yang diuji dengan kriterianya serta menunjukkan fakta atas ketidaksesuaian tersebut.Auditor menyimpulkan bahwa laporan keuangan tidak disajikan secara wajar (pendapat tidak wajar). dan Tidak Baik dengan ukuran yang jelas kriterianya. Melaporkan hasilnya. atau yang lain. Dilakukan oleh seseorang (atau sejumlah orang) yang kompeten dan independen yang disebut sebagai Auditor. Menentukan kesesuaian informasi dengan kriteria penyimpangan yang ditemukan. 6. 4. Baik. Laporan berisi informasi tentang kesesuaian antara informasi yang diuji dan kriterianya. Artinya. 5. Penentuan itu harus berdasarkan ukuran yang jelas. Informasi yang dapat diukur. sehingga dapat dinilai menurut ukuran yang jelas. Cukup. baik berupa Perusahaan. 3. Entitas ekonomi. 13 . Kurang Baik. Untuk menegaskan bahwa yang diaudit itu adalah kesatuan.

14 . Randal J Elder dan Mark S Beasley. Edisi 6 Arens. Alvin A.DAFTAR PUSTAKA Sumber : http// Wikipedia.2004. Auditing dan Pelayanan Verifikasi: Pendekatan Terpadu. Auditing.com Buku 2. Edisi Kesembilan.com http// google. Jakarta: Indeks.