Anda di halaman 1dari 3

Conrad (dalam Tubbs dan Moss, 2005) beranggapan bahwa ada tiga fungsi dari

komunikasi organisasi. Ada fungsi perintah, fungsi relasional, dan fungsi
manajemen ambigu, berikut penjelasannya;

1. Fungsi Perintah
Fungsi ini berhubungan dengan hak dan kewajiban yang dimliiki anggotaanggota organisasi untuk membicarakan, menerima, menafsirkan dan
bertindak atas suatu perintah. Fungsi ini bertujuan agar adanya kordinasi
diantara para anggota yang saling bergantung pada suatu organisasi.
Contoh:
2. Fungsi Relasional:

2. Fungsi relasional berkenaan dengan komunikasi memperbolehkan anggotaanggota menciptakan dan mempertahankan bisnis produktif hubungan personal
dengan anggota organisasi lain. Hubungan dalam pekerjaan mempengaruhi
kenirja pekerjaan (job performance) dalam berbagai cara. Misal: kepuasan kerja;
aliran komunikasi ke bawah maupun ke atas dalam hirarkhi organisasional, dan
tingkat pelaksanaan perintah. Pentingnya dalam hubungan antarpersona yang
baik lebih terasa dalam pekerjaan ketika anda merasa bahwa banyak hubungan
yang perlu dlakukan tidak anda pilih, tetapi diharuskan oleh lingkungan
organisasi, sehingga hubungan menjadi kurang stabil, lebih memacu konflik,
kurang ditaati, dsb.

3. Fungsi manajemen ambigu berkenaan dengan pilihan dalam situasi
organisasi sering dibuat dalam keadaan yang sangat ambigu. Misal:
motivasi berganda muncul karena pilihan yang diambil akan
mempengaruhi rekan kerja dan organisasi, demikian juga diri sendiri;
tujuan organisasi tidak jelas dan konteks yang mengharuskan adanya
pilihan tersebut adanya pilihan tersebut mungkin tidak jelas. Komunikasi
adalah alat untuk mengatasi dan mengurangi ketidakjelasan (ambiguity)
yang melekat dalam organisasi. Anggota berbicara satu dengan lainnya
untuk membangun lingkungan dan memahami situasi baru, yang
membutuhkan perolehan informasi bersama.

Menurut Sendjaja (Burhan. 2009), organisasi baik yang berorientasi untuk mencari
keuntungan (profit) maupun nirlaba (non-profit), memiliki empat fungsi organisasi, yaitu:
fungsi normatif, regulatif, persuasif, dan integratif

Artinya. Adanya kenyataan ini maka banyak pimpinan yang . Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Fungsi regulatif Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. sikap bawahan untuk menjalankan perintah banyak bergantung pada: Keabsahan pimpinan dalam menyampaikan perintah Kekuatan pimpinan dlaam memberi sanksi Kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pimpinan sekaligus sebagai pribadi Tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan Kedua. Informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi. dan tepat waktu. Pertama. seluruh naggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak. jaminan sosial dan kesehatan. Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi untuk melaksanakan pekerjaan. bawahan membutuhkan kepastian peraturan tentang pekerjaan yang boleh untuk dilaksanakan Fungsi persuasif Dalam mengatur suatu organisasi. berkaitan dengan pesan. di samping itu juga informasi tentang jaminan keamanan. Namun demikian. Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. mereka juga mempunyai kewenangan untuk memberi instruksi atau perintah. lebih baik. Pada semua lembaga atau organisasi. sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas (position of outhority) supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana mestinya. kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. atasan atau orang-orang yang berada dalam tatanan manajemen. Disamping itu. ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti.Fungsi informatif Organisasi dapat dipandang sebagai suatu system proses informasi (information-processing system). Maksudnya. yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Daftar pustaka Onong Effendy. Stewart L. juga saluran komunikasi informal. Wiryanto. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. h. pertandingan olahraga. Tubbs. Konteks-Konteks . Bandung: Remaja Rosdakarya. 2005. Jakarta: Grameia Wiiasarana Indonesia.lebih suka untuk memersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya. seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter. Sylvia. Ada dua saluran komunikasi formal. Pelaksanaan aktivitas ini menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi. – Moss. bulletin) dan laporan kemajuan organisasi. 1994. 170. ataupun kegiatan darmawisata. seperti perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja. Pengantar Ilmu Komunikasi. Fungsi integratif Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. 2005. Human Communication: Komunikasi.