Anda di halaman 1dari 17

AMPAK

TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
CAMPAK

OLEH :
NAMA :
RASNI AMIR

B.110089

AKADEMI KEBIDANAN SANDI KARSA
MAKASSAR
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha esa, karena berkat
kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah
ini kami membahas “penyakit campak” yang selalu dialami oleh seluruh manusia terutama
pada bayi,balita dan anak-anak.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman masalah transplantasi yang
sangat diperlukan dalam suatu harapan mendapatkan keamanan dalam membantu kita untuk
selalu memantaukeadaan anak balita dan pemberi imunisasi campak untuk menghindari
terjadinya penyakit campak di dalam masyarakat dan sekaligus melakukan apa yang menjadi
tugas mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini.

.............. i DAFTAR ISI............................ 20 juli 2013 Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR........... 5 C.................................. 1 B............. tentunya kami akan berharap mendapatkan bimbingan................................................. Tujuan........... Latar belakang................................................... untuk itu kamimengucapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya yang dapat kami sampaikan : Makassar.................................................................... 5 A....................Dalam proses pendalaman materi ini............................ 16 DAFTAR PUSTAKA.................................................. Etiologi dan patofisologi penyakit campak.......... arahan...................... 17 .................................... 3 BAB III PEMBAHASAN.................................................................... koreksi dan saran......................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN........................................... 1 C............................................................................................................................... 7 D........... Cara penularan dan pencegahan penyakit campak............................................................... Kesimpulan............ 1 A....................................................................... Pengobatan penyakit campak............ Patogenesis / riwayat alamiah penyakit campak....................... Pengertian campak............................................................................................................................... Rumusan masalah.......................... 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................................................................................................................................. 5 B..................................................................................................................................................................... Kritik dan saran........ 16 A................................................. 10 E................. 16 B........................ 13 BAB IV PENUTUP..................................................................................................................

Campak adalah salah satu penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi dan masih masalah kesehatan di Indonesia.dan patofisiologi penyakit campak? Bagaimana riwayat alamiah dari penyakit campak ? Bagaimana masa inkubasi dan diagnosis penyakit campak? Bagaimana cara penularan dan pencegahan penyakit campak? Bagaimana penanggulangan serta pengobatan penyakit campak? . meskipun masih mengenai beberapa negara maju seperti Amerika Serikat. meskipun adanya vaksin telah dikembangkan lebih dari 30 tahun yang lalu. 6. namun masih banyak terdapat perbedaan pendapat dalam penanganannya. Imunisasi yang tepat pada waktunya dan penanganan sedini mungkin akan mengurangi komplikasi penyakit ini. 3. Campak telah banyak diteliti. virus campak ini menyerang 50 juta orang setiap tahun dan menyebabkan lebih dari 1 juta kematian. 2. 5. RUMUSAN MASALAH 1. Penyakit ini umumnya menyerang anak umur di bawah lima tahun ( balita ) akan tetapi campak bisa menyerang semua umur. Latar belakang Campak dalam sejarah anak telah dikenal sebagai pembunuh terbesar. 4.BAB I PENDAHULUAN A. Apa pengertian campak? Bagaimana etiologi. Insiden terbanyak berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas penyakit campak yaitu pada negara berkembang. B.

Untuk mengetahui riwayat alamiah dari penyakit campak Untuk mengetahui masa inkubasi dan diagnosis penyakit campak. Untuk mengetahui etiologi. Agar kita mengetahui cara penularan dan pencegahan penyakit campak. Agar kita mengetahui penanggulangan serta pengobatan penyakit campak. 5. 4. 6. 3. 2. BAB II .C. TUJUAN 1. Untuk mengetahui pengertian campak. dan patofisiologi penyakit campak.

sel yang berasal dari manusia dan monyet paling dapat dipercaya untuk isolasi virus permulaan tetapi setelah beberapa kali isolasi. Virus campak memperbanyak diri dalam berbagai cara. dan mata merah. Etiologi Virus campak adalah anggota genus Morbillivirus dari family paramiksovirus. kambing. campak 9 hari. konjungtivitis ( peradangan selaput ikat mata / konjungtiva ) dan ruam kulit. dan stadium konvalensi. virus mudah berbiak dalam biakan jaringan spesies lain. pilek. measles ) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular. Campak adalah penyakit infeksi virus akut. rinderpest ( plak ternak ). Penyakit campak ( rubeola.TINJAUAN PUSTAKA Definisi Beberapa pengertian Penyakit campak : a. yang ditandai dengan demam. Enam protein structural telah ditemukan dan fungsinya terlibat dalam beberapa sifat khas virus yang telah diketahui ( table 2-1 ). baik dibiakan sel primer maupun dibarisan yang stabil. Gambar 2 : virus campak. manusia ). Penyakit campak adalah penyakit menular dengan gejala kemerahan berbentuk mukolo papular selama tiga hari atau lebih yang disertai panas 380c ata lebih dan disertai salah satu gejala batuk. dengan diameter antara 100-250 nm. Virus campak mempunyai RNA untai lurus negative di dalam kapsid heliks protein yang tertutup oleh membrane luar lemak dan protein. stadium erupsi. Virus sangat tidak tahan panas tetapi hidup dalam jangka waktu lama pada temperature rendah. ( ilmu kesehatan anak 2:624 ) c. menular yang ditandai dengan tiga stadium yaitu stadium kataral. ( WHO ) b. Penyakit pada anjing. dan hewan pemamah biak peste des petiis adalah morbillovirus lain yang memberikan derajat keterkaitan imunologi yang jelas dengan campak. memberikesan adanya suatu jalur evolusi bersama lebih awal dalam hal kemunculannya pada pejamu yang spesifik ( anjing. batuk. ternak. Klasifikasi campak . Virionnya adalah pleomorfik.

komplikasi berat maka tindakanya adalah pemberian fitamin A. BAB III PEMBAHASAN A. PENGERTIAN Penyakit campak dikenal juga dengan istilah morbili dalam bahasa latin dan measlesdalam bahasa inggris atau dikenal dengan sebutan gabagen(dalam bahasa Jawa) atau kerumut (dalam bahasa Banjar) atau disebut juga rubeola(nama ilmiah) merupakan suatu infeksi virus yang sangat menular. yaitu : . yang di tandai dengan demam. Klasifikasi campak apabila hanya tanda khas campak yang tidak di sertai tanda klasifikasi di atas. lemas. 2. antibiotik yang sesuai.lam dan luas serta adanya tanda umum campakl seperti adanya ruam kemerahan di kulit yan menyeluruh.Pada klasifikasi campak ini di kelompokan menjadi 3 yaitu : 1. campak di sertai komplikasi mata dan mulut di tambahkan dengan pemberian gentian violet. 2. campak dengan komplikasi berat apabkla di temukan adanya tanda bahaya umum. apabila hanya campak saja tidak di temukan penyakit atau komplikasi lain maka tindaklanya hanya di berikan vitamin A. 3. Klasifikasi campak dengan komplikasi pada mata atau mulut apabila di temukan tandah mata bernanah serta luka di mulut 3. adanya batuk.5 derajat cercius ). adanya luka pada daerah mulut yang da. terjadi kekeruhan pada kornea mata. pepberian parasetamol apabila di sertai demam tinggi ( 38. salep mata tetrasiklin atau kloramfenikol apabila di jumpai kekeruhan pada kornea. kemudian rujuk segera. pilek atau mata merah. konjungtivitas (peradangan selaput ikat mata /konjungtiva) dan bintik merah di kulit (ruam kulit) Ada beberapa pengertian tentang campak menurut beberapa ahli. batuk. Klasifikasi campak dapat di lakukan tindakan sebagai berikut apabila campak dijumpai dengan 1.

ruam serupa dengan campak ringan atau demam. Tahap pathogenesis . Walaupun demikian pada tahap ini sebenarnya telah terjadi interaksi antara pejamu dengan bibit penyakit. Tetapi interaksi ini masih terjadi di luar tubuh. Tahap prepatogenesis Tahap pathogenesis Tahap Akhir/ pasca pathogenesis. c. 2000). stadium erupsi dan stadium konvalisensi. Morbili adalah penyakit anak menular yang lazim biasanya ditandai dengan gejala-gejala utama ringan. Pada tahap ini belum ada tanda-tanda sakit sampai sejauh daya tahan tubuh pejamu masih kuat. Namun begitu pejamunya ‘lengah’ ataupun memang bibit penyakit menjadi lebih ganas ditambah dengan kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan pejamu. vol 3. dalam arti bibit penyakit masih ada diluar tubuh pejamu dimana para kuman mengembangkan potensi infektifitas. Campak adalah penyakit menular yang ditularkan melalui rute udara dari seseorang yang terinfeksi ke orang lain yang rentan (Brunner & Suddart. tahap pathogenesis. FKUI ). Tahap prepatogenesis Pada tahap ini individu berada dalam keadaan normal/ sehat tetapi mereka Pada dasarnya peka terhadap kemungkinan terganggu oleh serangan agen Penyakit (stage of susceptibility). 2. maka keadaan segera dapat berubah. PATOGENESIS / RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT CAMPAK Riwayat alamiah penyakit campak melalui tahap-tahap sebagai berikut : a.a. menular yang di tandai dengan 3 stadium yaitu stadium prodromal (kataral). nyeri limpa nadi (Ilmu Kesehatan Anak vol 2. Penyakit akan melanjutkan perjalanannya memasuki fase berikutnya. siap menyerang pejamu. pembesaran serta c. Campak atau morbili adalah penyakit virus akut . b. B. scarlet. yang di manifestasikan dengan demam. EGC. konjungtivitis dan bercak koplik (Ilmu Kesehatan Anak Edisi b. Nelson. th 1991. 2001).

Pada saat ruam ini muncul. hidung semakin mampat.  Tahap Akhir. yaitu Berupa : Panas badan Nyeri tenggorokan Hidung meler (coryza) Batuk (cough) Bercak koplik Nyeri otot Mata merah (conjunctivitis) Tahap Lanjut Munculnya ruam-ruam kulit yang berwarna merah bata dari mulai Kecil-kecil dan jarang kemudian menjadi banyak dan menyatu Seperti pulau-pulau.  Tahap Dini. ingus semakin banyak.  Tahap Lanjut. punggung. dan segera menjalar menuju dada. panas si anak mencapai puncaknya (bisa mencapai 40C). . Tahap akhir/ pasca pathogenesis Berakhirnya perjalanan penyakit campak. 4. Dapat berada dalam lima pilihan keadaan. Tahap Dini Mulai timbulnya gejala dalam waktu 7-14 hari setelah infeksi. Pada tahap Ini individu masih belum merasakan bahwa dirinya sakit. perut serta terakhir kaki-tangan. Ruam umumnya muncul pertama dari daerah wajah dan tengkuk. tenggorokan semakin sakit dan batuk-batuk kering dan juga disertai mata merah. Tahap akhir/ pasca pathogenesis Berakhirnya perjalanan penyakit campak.  Tahap Inkubasi Masa inkubasi dari penyakit campak adalah 10-20 hari. yaitu :  Sembuh sempurna. yakni bibit penyakit menghilang dan tubuh menjadi pulih. sehat kembali. 2.Tahap ini meliputi 4 sub-tahap yaitu :  Tahap Inkubasi.

tetapi tidak kehilangan antigenitasnya. C. pada 56 oC hanya satu jam. sedangkan dalam lemari pendingin dengan suhu 4. pada suhu kamar dapat mati dalam 20 % ether selama 10 menit dan 50% aseton dalam 30 menit. 2 . meninggalkan bekas gangguan yang permanen berupa cacat.5 tahun. Ketahanan virus Pada temperature kamar virus campak kehilangan 60 % sifat infeksifitasnya selama 35 hari pada 37oC waktu paruh umurnya 2 jam.  Carrier. Pada media protein ia dapat hidup dengan suhu -70oC selama 5. satu protein yang berada di selubung luar muncul sebagai hemaglutinin. dan haemagglutinine inhibition antibody. dimana tubuh penderita pulih kembali. complement fixing antibody.  Berakhir dengan kematian. ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI PENYAKIT CAMPAK 1. Virus ini terdapat dalam darah dan secret (cairan)nasofaring (jaringan antara tenggorokan dan hidung) pada masa gejala awal (prodromal) hingga 24 jam setelah timbulnya bercak merah di kulit dan selaput lendir. 1. merupakan struktur heliks nucleoprotein dari myxovirus. Bentuk virus Virus berbentuk bulat dengan tepi kasar dan bergaris tengah 140 nm dan di bungkus oleh selubung luar yang terdiri dari lemak dan protein. namun penyakit masih tetap ada dalam tubuh tanpa memperlihatkan gangguan penyakit. ETIOLOGI Penyakit campak disebabkan oleh virus campak yang termasuk golongan paramyxovirus genus morbilivirus merupakan salah satu virus RNA. Imunoglobulin kelas .  Penyakit tetap berlangsung kronik. Oleh karena selubung luarnya terdiri dari lemak maka ia termasuk mikroorganisme yang bersifat ether labile. Tripsin mempercepat hilangnya potensi antigenik. Dalam 1/4000 formalin menjadi tidak efektif selama 5 hari. Struktur Antigenik Infeksi dengan virus campak merangsang pembentukkan neutralizing antibody. Virus tidak aktif pada PH asam. Selubung luar sering menunjukkan tonjolan pendek. tetapi tubuh tidak pulih sepenuhnya. penyakit sudah tidak ada. Di dalamnya terdapat nukleokapsid yang bulat lonjong terdiri dari bagian protein yang mengelilingi asam nukleat (RNA ). yakni bibit penyakit menghilang.6oC dapat hidup selama 5 bulan. Sembuh dengan cacat. 3.

Hal yang tidak diinginkan. Gendang telinga biasanya hyperemia pada fase prodormal dan stadium erupsi. 3. Otitis Media Akut Otitis media akut dapat disebabkan invasi virus Campak ke dalam telinga tengah. Mekanisme imunologi seluler juga ikut berperan dalam eliminasi virus. Antibodi protektif dapat terbentuk dengan penyuntikan antigen haemagglutinin murni.IgM dan IgG muncul bersama-sama diperkirakan 12 hari setelah infeksi dan mencapai titer tertinggi sekitar 21 hari. 2. dan Staphylococcus yang menyerang epitel pada saluran pernafasan maka Bronchopneumonia ini dapat menyebabkan kematian bayi yang masih muda. keadaan inilah yang menyebabkan mudahnya terjadi komplikasi sekunder seperti : Otitis media akut. Bronchopneumonia. Ensefalitis. 2. adalah terjadinya komplikasi karena dapat mengakibatkan kematian pada balita. Ensefalitis . Antibodi yang terbentuk berperan dalam timbulnya ruam pada kulit dan netralisasi virus dalam sirkulasi. konjungtiva dan disusul dengan gejala patoknomi berupa bercak koplik dan ruam kulit. Hal tersebut akan menimbulkan gejala pada saluran pernafasan. berkembang biak dan selanjutnya menyebar ke seluruh tubuh. anak dengan kurang kalori protein. Jika terjadi invasi bakteri pada lapisan sel mukosa yang rusak karena invasi virus terjadi otitis media purulenta. Streptococcus. saluran cerna. PATOFISIOLOGI Penularan terjadi secara droplet dan kontak virus ini melalui saluran pernafasan dan masuk ke system retikulo endothelial. dan Enteritis 1. Kemudian IgM menghilang dengan cepat sedangkan IgG tinggal tidak terbatas dan jumlahnya terukur.Komplikasi Penyakit Campak Adapun komplikasi yang terjadi disebabkan oleh adanya penurunan daya tahan tubuh secara umum sehingga mudah terjadi infeksi tumpangan. sehingga IgG menunjukkan bahwa pernah terkena infeksi walaupun sudah lama. 3. Bronchopneumonia dapat disebabkan virus Campak sendiri atau oleh Pneumococcus. Bronchopneumonia Bronchopneumonia dapat terjadi apabila virus Campak menyerang epitel saluran pernafasan sehingga terjadi peradangan disebut radang paru-paru atau Pneumonia.

Pemeriksaan serologic dengan cara hemaglutination inhibition test dan complement fiksatior test akan ditemukan adanya antibody yang spesifik dalam 1-3 hari setelah timbulnya ras dan puncaknya pada 2-4 minggu kemudian. Artinya seseorang dapat tertular campak bila menghirup virus morbili. Koplik spot pada hari ke 2-3 panas ( akhir stadium kataral ) 4. 2. Kejadian ensefalitis sekitar 1 dalam 1. penderita mengalami muntah mencret pada fase prodormal. Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul. Terjadinya Ensefalitis dapat melalui mekanisme imunologik maupun melalui invasi langsung virus Campak ke dalam ota 4.000 kasus Campak. muka dan kemudian ke seluruh tubuh. dengan CFR berkisar antara 30 – 40%. mengikuti pertumbuhan rambut di dahi. Pada stadium kataral manifestasi yang tampak mungkin hanya demam ( biasanya tinggi ) dan tanda-tanda nasofaringitis dan konjungtivitis. Pemeriksaan laboratorium 1. Pada stadium erupsi timbul ruam ( rash ) yang khas : ruam makulopapular yang munculnya mulai dari belakang telinga. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada. biasanya terjadi pada hari ke 4 – 7 setelah terjadinya ruam. bisa di tempat umum. CARA PENULARAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT CAMPAK 1. di kendaraan atau dimana saja. 2. Pada umumnya anak tampak lemah 3. . mulut maupun tenggorokan penderita morbili atau campak. Gejala klinis Meliputi pemeriksaan fisik (physic diagnostic ) yaitu : 1. D. Enteritis Enteritis terdapat pada beberapa anak yang menderita Campak. Dimana jumlah leukosit cenderung menurun disertai limfositosis relative.Ensefalitis adalah komplikasi neurologic yang paling jarang terjadi. Pemeriksaan darah tepi hanya ditemukan adanya leukopeni. yakni karena menghirupPercikan ludah (droplet) dari hidung. Cara Penularan Cara penularan penyakit ini adalah melalui droplet dan kontak. Keadaan ini akibat invasi virus ke dalam sel mukosa usus.

Tindakan yang perlu dilakukan seperti penyuluhan mengenai pendidikan kesehatan. Jika seseorang pernah menderita campak. Imunisasi Di Indonesia sampai saat ini pencegahan penyakit campak dilakukan dengan vaksinasi Campak secara rutin yaitu diberikan pada bayi berumur 9 – 15 bulan. Cara Pencegahan Penyakit Campak a. edukasi juga diberikan kepada anggota keluarganya. Edukasi kepada orang tua anak sangat penting peranannya dalam upaya pencegahan primordial.sekolah dan anak-anak SD. Vaksin ini diberikan . Penyuluhan Edukasi Campak adalah pendidikan dan latihan mengenai pengetahuan mengenai Campak. wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun. 1. 2. Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi. 2. Disamping kepada penderita Campak. Sasaran dari pencegahan primordial adalah anak-anak yang masih sehat dan belum memiliki resiko yang tinggi agar tidak memiliki faktor resiko yang tinggi untuk penyakit Campak. maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini. terutama pada anak usia pra. Pencegahan Primordial Pencegahan primordial dilakukan dalam mencegah munculnya factor predisposisi/ resiko terhadap penyakit Campak. konselling nutrisi dan penataan rumah yang baik. b. Pada pencegahan primer ini harus mengenal faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya Campak dan upaya untuk mengeliminasi faktor-faktor tersebut. yakni anak yang belum terkena Campak.Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas. Pencegahan Primer Sasaran dari pencegahan primer adalah orang-orang yang termasuk kelompok beresiko. tetapi berpotensi untuk terkena penyakit Campak. infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahirdari ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Vaksin yang digunakan adalah Schwarz vaccine yaitu vaksin hidup yang dioleh menjadi lemah. Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah :  Bayi berumur lebih dari 1 tahun  Bayi yang tidak mendapatkan imunisasi  Remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua. kelompok masyarakat beresiko tinggi dan pihak-pihak perencana kebijakan kesehatan.

yaitu :  vaksin yang berasal dari virus campak hidup yang dilemahkan (tipe Edmonstone B). Vaksin Campak dapat diberikan sebagai vaksin monovalen atau polivalen yaitu vaksin measles-mumps-rubella (MMR).25 ml/kgBB intramuskuler. maka jumlah antibodi yang diberikan harus ditingkatkan untuk mendapatkan derajat perlindungan yang diharapkan. Dimana imunisasi ini terbagi atas 2 yaitu : a. 3. c. globulin plasenta atau gamma globulin kumpulan plasma adalah efektif untuk pencegahan dan pelemahan campak. dan para kontak di bangsal rumah sakit serta institusi penampungan anak. Imunisasi aktif Pencegahan campak dilakukan dengan pemberian imunisasi aktif pada bayi berumur 9 bulan atau lebih. atau sesegera mungkin. terapi imunosupresan jangka panjang. vaksin monovalen diberikan pada bayi usia 9 bulan. kumpulan serum konvalesens. kehamilan imunodefisiensi (keganasan hematologi atau tumor padat. Perlindungan yang sempurna diindikasikan untuk bayi. maksimal 15 ml dalam waktu 5 hari sesudah terpapar. Imunisasi pasif Imunisasi pasif dengan kumpulan serum orang dewasa.secara subkutan sebanyak 0. anak-anak dengan penyakit kronis. infeksi HIV dengan imunosupresi berat. demikian pula bagi penderita campak untuk diisolasi selama 20-30 hari guna menghindari penularan lingkungan sekitar.5 ml. Campak dapat dicegah dengan Immune serum globulin (gamma globulin) dengan dosis 0. Isolasi Penderita rentan menghindari kontak dengan seseorang yang terkena penyakit campak dalam kurun waktu 20-30 hari.  vaksin yang berasal dari virus campak yang dimatikan (dalam larutan formalin dicampur dengan garam alumunium. Pada tahun 1963 telah dibuat dua macam vaksin campak.Kontraindikasi vaksin : reaksi anafilaksis terhadap neomisin atau gelatin. b. imunodefisiensi kongenital. Setelah hari ke 7-8 dari masa inkubasi. Pencegahan Sekunder . sedangkan vaksin polivalen diberikan pada anak usia 15 bulan.

Vitamin A pada stadium kataral sangat bermanfaat.Pencegahan sekunder adalah upaya untuk mencegah atau menghambat timbulnya komplikasi dengan tindakan-tindakan seperti tes penyaringan yang ditujukan untukEdukasi dan pengelolaan campak memegang peran penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien berobat. Kegiatan yang dilakukan antara lain mencegah perubahan dari komplikasi menjadi kecatatan tubuh dan melakukan rehabilitasi sedini mungkin bagi penderita yang mengalami kecacatan. yaitu memperbaiki keadaan umum atau untuk mengurangi gejalanya saja dalam hal ini :  Anak memerlukan istirahat di tempat tidur  Kompres dengan air hangat bila demam tinggi namun dapat diberikan antipiretik bila suhu tinggi parasetamol 7. dosis maksimum 600 mg/hari.  Antitusif perlu diberikan bila batuknya hebat/mengganggu  Narcotic antitussive (codein) tidak boleh digunakan.  Mukolitik bila perlu. interval 6-8 jam  Ekspektoran : gliseril guaiakolat anak 6-12 tahun : 50-100 mg tiap 2-6 jam. Penyuluhan juga sangat dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi pasien untuk mengendalikan penyakit campak. Kesabaran dan ketakwaan untuk dapat menerima dan memanfaatkan keadaan hidup dengan komplikasi kronik. PENGOBATAN PENYAKIT CAMPAK Penderita Campak tanpa komplikasi dapat berobat jalan. .Sehingga pengobatannya bersifat symptomatic. maka perlu mendapat antibiotik kotrimoksazol-sulfametokzasol. maka dilakukan pengobatan untuk mengatasi komplikasi yang timbul seperti :  Otitis media akut. Pemberian vitamin A 100.000 IU per oral satu kali.5-10 mg/kgBB/kali. Pencegahan Tersier Pencegahan tersier adalah semua upaya untuk mencegah kecacatan akibat komplikasi. Dalam upaya ini diperlukan kerjasama yang baik antara pasien-pasien dengan dokter maupun antara dokter-dokter yang terkait dengan komplikasinya. Maksud. tujuan. d. E. dan cara pengobatan komplikasi kronik 2. Dalam penyuluhan ini hal yang dilakukan adalah : 1.  Mempertahankan status nutrisi dan hidrasi (cukup cairan dan kalori) Dan bila terdapat komplikasi.vitamin terutama vitamin A dan C. Upaya rehabilitasi yang dapat dilakukan 3. sering kali disebabkan oleh karena infeksi sekunder.

perlu dilakukan koreksi elektrolit dan ganguan gas darah. 2. umur.. pada keadaan berat anak mudah dehidrasi. Hasil penelitian penyakit campak di makassar Tabel 2. Kadar Albumin dan Frekuensi Kejadian Infeksi campak di RSUD.  Bronchopneumonia. Ensefalitis. di samping pemberian kortikosteroid dosis tinggi yaitu : 1. diberikan antibiotik ampisilin 100 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis. kadar albumin dan frekuensi kejadian infeksi dalam 3 bulan terakhir (januari-juni 2008) dikota makassar dapat dilihat pada tabel 2. Antibiotik diberikan sampai tiga hari demam reda. Diskripsi Jenis Kelamin. Pemberian cairan intravena dapat dipertimbangkan apabila terdapat enteritis dengan dehidrasi.  Enteritis. Prednison 2 mg/kgBB/hari untuk jangka waktu 1 minggu. sampai gejala sesak berkurang dan pasien dapat minum obat per oral. . Hidrokostison 100 – 200 mg/hari selama 3 – 4 hari. perlu direduksi jumlah pemberian cairan ¾ kebutuhan untuk mengurangi edema otak. Umur.HAJI MAKASSAR Status responden campak % Tidak campak n % 13 6 12 5 25 8 3 9 4 17 N total Jenis kelamin : laki – laki Umur Status gizi perempuan : 1-5 tahun 5 2 0 0 5 6-10 tahun 9 4 8 3 17 11-14 tahun : baik 7 5 3 2 13 4 6 1 20 10 Lebih 15 7 17 8 32 0 0 5 1 2 22 21 100 16 7 20 Frekuensi infeksi : <3 x / 3 bulan ≥3x/3 bulan Hasil analisis deskriptif untuk jenis kelamin.

dan interval terjadinya KLB relative lebih panjang. Sebagian besar penderita campak (81%) mempunyai kadar albumin lebih. secara epidemiologi merupakan penyebab utama kematian terbesar pada anak. KESIMPULAN Campak ialah penyakit infeksi virus akut.Dari tabel tersebut terlihat bahwa sebagian besar penderita campak adalah laki-laki (62 %). menetapkan bahwa reduksi campak di Indonesia berada pada tahap reduksi dengan pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB). . BAB IV PENUTUP A. Serta pada Technical Consultative Groups (TGC) Meeting di Dakka Bangladesh tahun 1999. genus Morbilivirus . Pada tahap ini terjadi penurunan kasus dan kematian yang tajam. yaitu stadium kataral. KRITIK DAN SARAN kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Menurut etiologinya campak disebabkan oleh virus RNA dari family paramixoviridae. pasif dan isolasi penderita. Campak dapat dicegah dengan melakukan imunisasi secara aktif. Gejala klinis campak terdiri dari 3 stadium. B. menular. Maka dari itu kami sebagai penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari seluruh pihak demi sempurnanya makalah ini dan sebagai perbaikan dalam pembuatan makalah-makalah berikutnya. stadium erupsi dan stadium konvalesensi. yang ditularkan secara droplet.

.html . Jakarta: Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia. ( 2008 ). Jakarta Hidayat. 2000. Salemba medika. 2008. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Dengan Intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. Jakarta Hasan. Buku Imunisasi Di Indonesia.id/2013/07/campak. Wilkinson. Ilmu Kesehatan Anak Vol 2. Wong.blogspot.EGC.DAFTAR PUSTAKA Hidayat. Aziz Alimul A. Pengantar Ilmu kesehatan anak untuk pendidikankebidanan. Prima Medika. 2006. Jakarta Brunner & Suddarth. Buku Ajar Pediatri Rodolfh Edisi 20 Volum I. Pengantar Ilmu Keperawatan 1. http://rhasnyhazdaper.Ranuh. Aziz Alimul A. 2005. B.2005. Jakarta : Salemba Medika. 2001.Dkk. 2006. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. EGC : Jakarta Donna L. Aziz Alimul A.Santosa. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. 2003.EGC. Jakarta.co. EGC : Jakarta Nelson.R. EGC Rodolfh. Hidayat. Salemba medika.G.Jakarta. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda 2005-2006. Jakarta.N.. Jakarta : Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Universitas Indonesia. Judith M. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. ( 2008 ). 2001. I. Keperawatan medikal Bedah.Dkk.