Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Pembuluh Darah
Sirkulasi darah berlangsung didalam pembuluh darah, yang membentuk sebuah
sirkulasi transport tertutup, atau sistem vaskuler. Sistem vaskuler memiliki jalan
ekspres, jalan sekunder dan jalan kecil.
a. Arteri membawa darah dari jantung dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Darah
mengalir dari jantung melalui arteri yang semakin lama semakin kecil. Dinding
arteri terdiri dari tiga lapisan, yaitu : tunica intima, tunica media, dan tunica externa.
Berbagai jenis arteri dibedakan satu terhadap yang lainnya atas dasar tebal dinding
dan perbedaan struktur lapisannya, terutama struktur tunica media. Arteri terbagi
menjadi 3, yaitu :
 Arteri Elastis
Arteri elastis merupakan arteri terbesar (misalnya aorta). Tekanan darah
arterial antara kontraksi jantung dipertahankan berkat kelenturan arteri ini. Sifat
ini memungkinkan pembuluh ini melebar sewaktu jantung berkontraksi dan
kembali ke keadaan sebelumnya antara dua kontraksi jantung.
 Arteri Muskular
Arteri muskular mengantarkan darah ke berbagai bagian tubuh; karena itu
pembuluh ini sering kali disebut arteri penyalur. Dindingnya terdiri dari serabut
otot polos sirkular yang menyempitkan lumen sewaktu kontraksi. Arteri ini
mengatur aliran darah ke berbagai bagian tubuh sesuai dengan kebutuhan.
 Arteriol
Arteriol adalah arteri terkecil. Lumen pembuluh relatif sempit dan dindingnya
tebal. Derajat tekanan darah sistem arterial (tekanan arterial) terutama di atur
melalui derajat tonus (ketegangan) otot polos dalam dinding arteriol. Apabila
tonus meningkat diatas normal, akibatnya adalah hipertensi.
b. Vena
Vena mengantar darah dari palungan kapiler balik ke jantung. Vena
pulmonal besar berbeda karena pembuluh ini membawa darah yang kaya akan
oksigen, dari paru-paru ke jantung. Dinding vena lebih tipis daripada dinding
arteri yang diiringinya, berhubungan dengan tekanan darah dalam sistem vena
1

yang lebih rendah. Vena dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu : kecil, sedang,
besar. Vena berukuran sedang memiliki katup-katup yang memungkinkan darah
mengalir ke arah jantung, tetapi tidak sebaliknya.
Otot rangka yang berkontraksi (misalnya pada extremitas) menekan vena,
“mendesak” darah melalui pembuluh balik ke arah jantung. Vena terkecil disebut
venula. Venula-venula ini bersatu, membentuk vena yang lebih besar yang
umumnya bergabung untuk membentuk pleksus vea. Vena cenderung berpasangan
atau lebih banyak lagi. Vena yang mengiringi arteri profunda, disebut arteri
comitans. Pada vena sisemik dijumpa lebih banyak variasi dibandingkan pada
arteri, dan juga terjadi lebih banyak anastomosis pada vena.
c. Kapiler
Kapiler merupakan pipa endotelial sederhana yang meghubungkan sisi
arterial dengan sisi venosa di peredaran darah. Pipa ini umumnya teratur menjadi
anyaman yang disebut palungan kapiler. Darah yang mengalir melalui palungan
kapiler diantar masuk oleh arteriol dan disalurkan keluar oleh venula. Sewaktu
darah didesak melalui palungan kapiler oleh tekanan hidrostatik dalam arteriol,
terjadi pertukaran zat gizi dan bahan selular lain dengan jaringan tubuh di
sekitarnya (misalnya okesigen berpindah ke jaringan tubuh).

2

Ini adalah cara termudah untuk menghitung denyut jantung. perubahan postur tubuh dan emosi. denyut nadi (gelombang tekanan) sama dengan detak jantung (detak permenit). Untuk menghitung denyut jantung. 3 . Cepat lambatnya denyut nadi seseorang dipengaruhi oleh aktivitas.2 Denyut Nadi Gerakan melebar dan menyempitnya arteri yang terjadi pada setiap detak ventrikel kiri membentuk sebuah gelombang tekanan (denyut nadi) yang berjalan melalui seluruh sistem arterial. Denyut nadi rata-rata pada orang yang sedang beristirahat yaitu 70-76 detak permenit.1. kita dapat meletakkan 2-3 jari diatas diatas arteri pada pergelanga tangan bagian bawah. Kita bisa merasakan denyut nadi di setiap arteri yang dekat dengan permukaan tubuh dengan cara menekan arteri yang berada di dekat jaringan. Titik arteri radial yang berada di pergelangan tangan biasanya digunakan untuk megukur denyut nadi karena walaupun mudah diakses masih ada beberapa titik-titik denyut arterial penting lainnya. Secara normal.

Perbedaan nilai antara kedua tekanan ini sekitar 40 mmHg. sistem saraf simpatis sangat penting dan tanggap terhadap faktor yang berbeda-beda. dan akhirnya kembali ke vena cava besar yang terhubung dengan jantung bagian kanan.2. arteriol-arteriol. Tetapi. istilah tekanan darah diartikan sebagai tekanan dalam arteri sistemik yang besar dekat dengan jantung. Tekanan darah tertinggi adalah di arteri besar dan akan terus mengalir di sepanjang jalur hingga mencapai tekanan negatif atau nol di vena cava. ventrikel akan mendorong darah ke arteri yang besar. adalah sekitar 120 mmHg. yang disebut tekanan nadi. Darah akan terus mengalir sesuai dengan gradien tekanan yang tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Pada saat ventrikel berkontraksi. atau penyempitan pembuluh darah yang akan menyebabkan meningkatnya tekanan darah. efek gravitasi akan menyebabkan darah berkumpul di pembuluh darah kaki dan membuat tekanan darah menurun. vena-vena. Fungsi utama saraf simpatis pada sistem peredaran darah adalah vasoconstriction. tekanan pada puncak setiap pulsasi. Ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi tekanan darah yaitu :  Sistem Saraf Otonom (Autonomic Nervous System) Sistem saraf parasimpatis memiliki pengaruh kecil bahkan tidak berpengaruh sama sekali pada tekanan darah. Contohnya. kapiler-kapiler. dan akan mengaktifkan pressoreceptors di arteri-arteri yang besar yang 4 . dan elastik yang bisa melebar ketika darah didorongkan ke arahnya. Pada orang dewasa sehat. venula-venula. berdinding tebal. saat kita tibatiba berdiri setelah berbaring.1 Tekanan Darah Tekanan darah adalah tekanan yang disebabkan oleh darah yang melawan dinding dalam pembuluh darah tetap bersirkulasi diantara detak jantung. Dalam pengartian lain. Vasoconstriction akan mengaktifkan pusat saraf parasimpatis yang ada di otak bagian medulla. Tekanan yang tinggi pada arteri tersebut mendorong darah untuk terus bergerak ke arah area yang tekanannya lebih rendah.1. Kekuatan tekanan darah ke dinding pembuluh darah mengakibatkan tekanan ini berubah-ubah pada setiap siklus jantung. yang disebut tekanan sistolik. Setelah itu darah akan terus mengalir ke arteri-arteri yang lebih kecil.

 Ginjal Ginjal berperan penting dalam mengatur tekanan darah arteri dengan cara mengubah volume darah. karena aliran balik vena berkurang oleh kehilangan darah. sseperti pendarahan. sehingga volume darah akan meningkat dan tekanan darah juga akan meningkat. sistem saraf simpatis akan menyebabkan vasoconstriction untuk meningkatkan tekanan darah sehingga arus balik vena akan kembali meningkat dan proses sisrkulasi akan terus berlanjut. Arteri-arteri ini akan mengirimkan sinyal yang berakibat vasoconstriksi secara refleks yang akan menyebabkan tekanan darah kembali meningkat (homeostasis). jantung akan berdetak dengan lemah dan tidak efisien. ginja akan membiarkan lebih banyak air yang akan dikeluarkan melalui urin. Sebaliknya. maka volume darah akan berkurang atau menurun dan juga akan menurunkan tekanan darah.ada di leher dan dada. tekanan darah aka menurun drastis dan jantung akan berdetak lebih sering dan cepat (untuk mengimbangi). apabila tekanan darah arterial menurun drastis maka ginjal akan menahan cairan tubuh. suhu yang rendah memiliki pengaruh vasoconstriksi. Karena air tersebut berasal dari aliran darah.  Temperatur Umumnya. Karena itulah bagian tubuh atau kulit yang terbuka saat berada di suhu 5 . Namun. Ketika tekanan darah (dan volume darah) meningkat melebihi batas normal. Di beberapa kasus. Ketika volume darah tiba-tiba menurun.

Tekanan darah sistolik bervariasi sesuai dengan umur. Tekanan sistolik meningkat seiring bertambahnya usia saat dinding arteri mengeras karena arteriosklerosis. penggunaaan epinerphine akan meningkatkan volume darah dan detak jantung. Sistole Sistol adalah fase dalam siklus jantung ketika kontraksi ventrikel untuk memompa darah ke dalam arteri. pada tekanan darah sudah lazim diketahui dan terjadi di banyak kasus. Penggunaan nikotin akan meningkatkan tekanan darah dengan cara menyebabkan vasoconstriksi. Ketika tekanan sistolik berjalan di atas 140 mm Hg dianggap sebagai hipertensi atau tekanan darah tinggi yang mengharuskan perhatian medis.2. terutama obat-obatan.  Diet Meskipun pendapat paramedis berubah-ubah dan bertentangan seirirng waktu. Kata-kata ‘sistolik’ berasal dari kata Yunani ‘sistol’ yang berarti menggambar bersama-sama. Contohnya. Diastole 6 . latihan fisik atau proses penyakit. Ventrikel dalam keadaan kontraksi pada fase ini. Sedangkan suhu yang lebih tinggi mempunyai pengaruh vasodilatasi. stres. b.rendah terasa dingin ketika disentuh dan air yang dingin lebih baik untuk mengompres bagian tubuh yang bengkak atau memar. Anak-anak dan atlet memiliki tekanan darah yang lebih rendah sedangkan orang tua memiliki tekanan darah yang lebih tinggi. kebanyakan orang umumnya percaya bahwa diet rendah garam.2 atau hipertensi. lemak jenuh. dan kolesterol akan menurunkan tekanan darah tinggi 1. Tekanan maksimum yang diberikan oleh darah pada dinding arteri pada tahap ini disebut sebagai tekanan sistolik. Sistole dan Diastole a. Alkohol dan histamine akan menyebabkan vasodilatasi dan menurunkan tekanan darah. jenis kelamin. ritme sirkadian. Hal ini biasanya diwakili dengan angka atas dalam pembacaan tekanan darah.  Bahan-bahan Kimia Pengaruh substansi kimia. Seperti mengompres dengan air yang hangat berguna untuk mempercepat sirkulasi di bagian tubuh yang meradang. Tekanan sistolik normal adalah sekitar 120 mmHg dan normal berkisar antara 95-120 mmHg.

Makin besar jumlah darah di dalam arteri. kecuali apabila tindakan-tindakan kompensasi mampu melawan efek gravitasi tersebut. tekanan Minimum yang diberikan oleh darah pada dinding arteri dikenal sebagai tekanan diastolik. makin rendah tekanan arteri. 1.2. Hal ini dilambangkan dengan angka lebih kecil dari pembacaan tekanan darah. 60-80 mmHg adalah kisaran normal tekanan darah diastolik. Filtrasi menembus dinding kapiler juga meningkat yang menyebabkan pergelangan kaki dan kaki membengkak.makin tinggi tekanan arteri dan makin kecil jumlah darah yang terkandung didalam arteri. Ketika tekanan darah diastolik berjalan di atas 90 mm Hg dianggap sebagai tekanan darah tinggi dan harus ditangani secara medis.Diastol adalah fase rileks dari siklus jantung ketika seluruh jantung santai dan darah mengalir ke bilik atas jantung. Selama ini juga ada darah dalam arteri. terjadi penimbunan darah di vena-vena yang melebar. Tekanan diastolik normal adalah 80 mmHg. a. sehingga aliran balik vena berkurang. Atrium dan ventrikel berada dalam fase rileksasi.3 Gravitasi dan Tekanan Darah Karena terjadi peningkatan tekanan yang disebabkan oleh efek gravitasi. Kata ‘diastolik’ berasal dari kata Yunani ‘diastole’ yang berarti menarik terpisah. 7 . Jumlah darah yang terkandung didalam arteri tergantung pada jumlah darah yang memasuki arteri dan yang meninggalkan arteri. Posisi atau Sikap Tubuh dan Tekanan Darah Pada dasarnya jumlah darah arteri di tentukan oleh jumlah darah yang terkandung di dalam arteri tersebut.

b. Tekanan darah dalam arteria pada orangdewasa dalam keadaan duduk atau posisi berbaring pada saat istirahat kira-kira 120/70 mmHg. Cardiogenic shock adalah menurunnya tekanan darah karena melemahnya pemompaan darah oleh jantung. pemacuan saraf simpatis menaikkan tekanan darah arteri dan penghambatan saraf simpatisditambah dengan pemacu saraf parasimpatis yang mengakibatkan menurunnyatekanan darah.Fungsi jantung dan pembuluh darah dipengaruhi oleh saraf otonom. Pemacuan tekanan darah arteri dapat menimbulkan shock. maka tekanan darah dipengaruhi oleh keadaan-keadaan yang mempengaruhi setiap atau kedua faktor tersebut. keluar keringat dingin. kaki dan tangan dingin. Saraf simpatis mempengaruhi fungsi jantung serta pembuluh darah dan pemacunya menyebabkan naiknya frekuensi jantung. yaitu keadaan dimana jumlah darah yang masuk ke jaringan berkurang sehingga menimbulkan gejala-gejala klinis tertentu. naik turunnya tekanan darah dipengaruhi oleh saraf otonom. bertambah kuatnya konstriksi otot jantung. dan lain-lain. Besarnya isi sekuncup ditentukan oleh kontraksi miokard dan volume darah yang kembali ke jantung. Misalnya menurunnya kesadaran. Jadi. Jumlah darah yang masuk ke dalam arteri ditentukan oleh frekuensi jantung dan volume sekuncup jantung. Naik turunnya tekanan darah arteri terjadi secara reflektoris. Curah jantung adalah hasil kaliantara denyut jantung dan isi sekuncup. dan sebaliknya jika darah yangmeninggalkan arteri lebih banyak maka darah yang terkandung di dalam arteriberkurang. pucat. kepala terasa ringan. Berdiri dan Tekanan Darah Pada posisi berdiri. maka sebanyak 300-500 ml darah pada pembuluh ”capacitance” vena anggota tubuh bagian bawah dan isi sekuncup mengalami penurunan sampai 40%. Karena tekanan darah adalah akibat dari curah jantung danresisten si perifer . dan vasokonstriksi pembuluh darah resisten. Saraf parasimpatis mempengaruhi fungsi jantung saja dan pemacuannya mengakibatkan menurunnya frekuensi jantung. Berdiri dalam jangka waktu yang lama dengan tidak banyak bergerak atau hanya diam akan 8 menyebabkan kenaikan volume cairan .Jika jumlah darah yang masuk banyak maka darah yang terkandung di dalam arteri makin bertambah. yaitu saraf simpatis dan saraf parasimpatis.

Dengan demikian selisih volume total dan volume darah yang ditampung dalam vena kecil. maka darah yang kembali ke jantung berkurang. Peningkatan ini dapat sekecil 20 mmHg atau sampai sebesar 80 mmHg tergantung pada keadaan-keadaan saat gerak badan tersebut dilakukan. curah jantung berkurang. dan kemungkinan tekanan darah akan turun.40 mmHg. Volume jantung berkurang maka darah yang ke luar dan tekanan menjadi berkurang. Untuk itu perlu adanya kontraksi otot guna mengalirkan darah ke atas. Banyaknya darah yang di keluarkan jantung itu menimbulkan tekanan.antar jaringan pada tungkai bawah. Sebaliknya bila orang melakukan gerak badan seluruh tubuh seperti berlari atau berenang kenaikan arteri biasanya hanya 20 mmHg. sehingga pembagian darah ke sel tubuh pun ikut berkurang. Darah beredar ke seluruh bagian tubuh dan kembali ke jantung begitu seterusnya. dan untuk kembali ke jantung harusada tekanan yang mengalirkannya. pengumpulan darah di vena lebih banyak. Selama individu tersebut bisa bergerak maka kerja pompa otot menjaga tekanan vena pada kaki di bawah 30 mmHg dan alir balik vena cukup. isi sekuncup berkurang. Selama bergerak. Tekanan darah berkurangakan menentukan kecepatan darah sampai ke bagian tubuh yang dituju. berarti volume darah yang kembalike jantung sedikit. otototot memerlukan peningkatan aliran darah yang banyak. Ketika berdiri darah yang kembali ke jantung sedikit. Darah sampai ke kaki. Pada vena ke bawah dari kepala ke jantung tidak ada katup. Peningkatan tekanan 9 . Kurang besarnya kenaikan dalam tekanan arteri disebabkan adanya vasodilatasi yang terjadi di dalam massa otot yang besar. Jika pompa vena tidak bekerja atau bekerja kurang kuat. Pada posisi berdiri. pada vena ke atas dari kaki ke jantung ada katup. Peningkatan ini terjadikarena adanya pencetusan simpatis dan vasokonstriksi sebagian besar pembuluh darah. bila berkurang maka tekanannya menurun. memompanya berkurang. Sebagian dari peningkatan ini adalah akibat dari vasodilatasi lokal pada vasokularisasi ototyang disebabkan oleh peningkatan metabolisme sel otot. Jantung memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Dengan adanya katup. Gerak Tubuh dan Tekanan Darah Selama gerak tubuh terjadi peningkatan tekanan arteri. c.maka darah dapat mengalir kembali ke jantung.

sistem pengaktivasi retikuler di batang otak juga ikut teraktivasi.3 detik tersebut). e. hal ini disebabkan memendeknya waktu pengisian diatole akibat frekuensi denyut jantung yang meningkat (bila mencapai 180/menit maka 1 siklus jantung hanya berlangsung selama 0. terutama otot-otot abdomen. Pada posisi berbaring. Berbaring dan Tekanan Darah Pada posisi berbaring darah dapat kembali ke jantung secara mudah tanpa harus melawan kekuatan gravitasi. isi sekuncup meningkat secara linier dan mencapai nilai tertinggi pada 40% -60%VO2 maksimal. Duduk dan Tekanan Darah Sikap atau posisi duduk membuat tekanan darah cenderung stabil.3 Refleks dan Respon Lain Memengaruhi Tekanan Darah 10 .arteri selama bergerak terutama akibat area motorik sistem saraf menjadi teraktivasi untuk bergerak. Terlihat bahwa selama kerja pada posisi berdiri. Keadaan ini akan meningkatkan tekanan arteri dengan segera untuk menyetarakan besarnya peningkatan aktivitas otot. dalam keadaan istirahat isi sekuncup mendekati nilai maksimal sedangkan pada kerja terdapat hanya sedikit peningkatan. Makin besar intensitas kerja (melebihi batas 85% dari kapasitas kerja) makin sedikit isi sekuncup. membantu mengeluarkan darah dari cadangan vaskuler abdomen ke jantung. Hal ini membuat jumlah darah yang tersedia bagi jantung untuk dipompa menjadi meningkat. yang melibatkan peningkatan perangsangan yang sangat besar pada area vasokonstriktor dan kardioakselerator pada pusat vasomotor. 1. Nilai pada posisi berbaring dalam keadaan istirahat hampir sama dengan nilai maksimal yang diperoleh pada waktu kerja dengan posisi berdiri. Keadaan ini akan meningkatkan tonus dasar otot-otot tersebut yang menekan seluruh vena cadangan abdomen. d. Keseluruhan respon ini disebut reflex kompresi abdomen. Jumlah isi sekuncup pada orang dewasa laki-laki mempunyai variasi antara 70 100 ml.3 detik dan pengisian diastole merupakan bagian dari 0. Hal ini dikarenakan pada saat duduk sistem vasokonstraktor simpatis terangsang dan sinyal-sinyal saraf pun dijalarkan secara serentak melalui saraf rangka menuju ke otot-otot rangka tubuh.

peka terhadap kadar O2 yang rendah atau asam yang tinggi dalam darah. keduanya memengaruhi regulasi jangka panjang tekanan darah dengan mengontrol volume plasma. beberapa refleks dan respons lain juga memengaruhi sistem kardiovaskular dan tekanan darah meskipun mereka terutama mengatur fungsi tubuh lain. Efek-efek ini kemudian diperkuat oleh masukan aferen ke pusat kardiovaskular medula dari kemoreseptor di otot serta oleh mekanisme lokal yang penting dalam mempertahankan vasodilatasi di otot yang aktif. berkaitan erat dengan tetapi berbeda dari baroreseptor. Refleks baroreseptor memodulasi berbagai respons kardiovaskular ini lebih lanjut. Fungsi utama kemoreseptor ini adalah meningkatkan secara refleks aktivitas pernapasan untuk membawa masuk lebih banyak O2 atau mengeluarkan lebih banyak CO2 pembentuk asam. peningkatan karakteristik kecepatan jan tung dan tekanan darah pada orgasme seksual. karena itu. peningkatan signifikan curah jantung. 2. dan vasodila tasi kulit lokal yang berkaitan dengan rasa malu 4. 3. Respons kardiovaskular yang berkaitan dengan perilaku dan emosi tertentu diperantarai melalui jalur korteks serebrum-hipotalamus dan tampaknya telah terprogram. Perubahan kardiovaskular mencolok yang menyertai olahraga. Respons-respons ini mencakup perubahan luas dalam aktivitas kardiovaskular yang menyertai respons generalisata simpati berjuang atau-lari. dan peningkatan sedang tekanan arteri rerata. termasuk peningkatan substansial aliran darah otot rangka. Reseptor volume aatriumkiridan osmoreseptor hipotalamus terutama penting dalam keseimbangan air dan garam di tubuh. yang fungsi utamanya adalah mengatur tekanan darah. Kemoreseptor yang berada di arteri karotis dan aorta. 5. Kontrol hipotalamus atas arteriol kulit untuk tujuan mengatur suhu didahulukan daripada kontrol pusat kardio vaskular atas pembuluh yang sama untuk tujuan 11 .Selain refleks baroreseptor. penurunan resistensi perifer total (karena vasodilatasi luas di otot rangka meskipun terjadivasokonstriksi arteriol generalisata di sebagian besar organ). Faktor-faktor ini mencakup yang berikut: 1. Bukti menyiratkan bahwa terdapat pusat-pusat olahraga tertentu di otak (yang belum teridentifikasi) yang memicu perubahan jantung dan pembuluh darah pada saat atau bahkan sebagai antisipasi olahraga. tetapi kemoreseptor tersebut juga secara refleks meningkatkan tekanan darah dengan mengirim impuls ksitatorik ke pusat kardiovaskular.

Data pemeriksaan denyut nadi. Akan tetapi. 1. seseorang tidak dapat mendengarkan pembukaan katup jantung karena hal ini merupakan suatu proses yang relatif lambat sehingga normalnya tidak menimbulkan suara. meskipun respons baroreseptor menghendaki vasokonstriksi kulit untuk membantu mempertahankan resistensi perifer total yang adekuat. daun dari katup dan cairan di sekelilingnya bergetar oleh karena adanya perubahan tekanan yang tiba-tiba. tekanan darah palpasi dan tekanan darah auskultasi Nama Manusia Denyut Nadi Tekanan darah palpasi 12 Tekanan darah auskultasi . pertama kali akan terdengar suatu suara yang disebabkan oleh penutupan katup A-V. 6. Akibatnya. sebab katup-katup tersebut menutup dengan cepat. Bahan-bahan vasoaktif yang dibebaskan dari sel endotel ikut berperan dalam mengatur tekanan darah. tekanan darah dapat turun ketika pembuluhpembuluh kulit melebar untuk mengeluarkan kelebihan panas dari tubuh.4 Hubungan Antara Bunyi dan Pompa Jantung Saat kita mendengarkan bunyi jantung dengan bantuan stetoskop. BAB II HASIL PRAKTIKUM Tabel 1. Bunyi ini disebut bunyi jantung kedua. Sebagai contoh. NO dalam keadaan normal menimbulkan efek vasodilatasi. dan sekelilingnya bergetar dengan waktu yang singkat. Bila ventrikel berkontraksi. waktu katup menutup. sehingga menghasilkan suara yang menjalar melewati dada ke semua jurusan.mengatur tekanan darah. Getaran suara tersebut nadanya rendah dan katup pulmonalis menutup pada akhir sistolik. kita dapat mendengar suatu bunyi menutup yang cepat.

100 103 1. 100 2. 80 mmHg 2. 110 3. 90 mmHg 3. 110 mmHg 3. 70 mmHg 2. 80 mmHg 3. 80 mmHg 2. 110 mmHg (auskultasi) 1. 60 2. 110/80 3. 110/80 2. 81 3. 110 mmHg 3. 66 2. 66 Mean : 110 mmHg 1. 110 mmHg Mean : 83 mmHg 1. 69 67 Mean 1. 110 mmHg 2. 78 2. 110 mmHg 3. 74 2. 110 mmHg 2. 80 mmHg Mean : 82 Mean : 110 mmHg Mean : 83 mmHg Grafik Pengaruh Posisi Tubuh terhadap denyut Nadi 100 82 80 78 63 60 denyut/menit 40 20 0 Berbaring terlentang Duduk Posisi Tubuh 13 Berdiri . 90 mmHg 3. 88 3. 81 Mean : 106 mmHg 1. 80 mmHg Mean : 63 1.Coba Tariq 1. 80 mmHg Mean : 78 1. 65 3. 120/80 113/80 Tabel 2. 79 Tekanan sistolik Tekanan diastolik (auskultasi ) 1. Data pengaruh posisi tubuh terhadap denyut nadi dan tekanan darah Posisi tubuh Berbaring terlentang Duduk Berdiri Denyut nadi 1. 100 mmHg Mean : 76 mmHg 1. 110 mmHg 2. 62 3.

67 2. 69 Tekanan diastolik (auskultasi) 1. 110mmHg 2. 80 mmHg Mean : Mean : 107 mmHg Mean : 80 mmHg 120 mmHg 90 mmHg 120 mmHg 70 mmHg P Menit ke- 71x/menit 96x/menit A 1 Menit ke- 70x/menit S Tekananan sistolik 3 14 . Data pengaruh aktivitas fisik terhadap denyut nadi dan tekanan darah Waktu Pra Latihan Denyut Nadi 1. 110mmHg 3. 80 mmHg 3. 76 3.Grafik Pengaruh Posisi Tubuh terhadap Tekanan Darah 120 110 100110 106 83 80 76 mmHg 83 Tekanan sistolik Tekanan diastolik 60 40 20 0 Berbaring terlentang Duduk Berdiri Posisi Tubuh Tabel 3. 80 mmHg 2. 100mmHg (auskultasi) 1.

C Menit ke- 71x/menit 100 mmHg 70 mmHg A 5 Menit ke- 65x/menit 110 mmHg 70 mmHg 7 Grafik Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Denyut Nadi 120 100 80 denyut/menit 60 96 71 70 71 65 40 20 0 Pra Latihan menit ke-1 menit ke-3 menit ke-5 menit ke-7 Waktu Grafik Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Tekanan Darah mmHg 140 120 100107 80 80 60 40 20 0 120 90 120 70 100 100 70 70 Tekanan sistolik Tekanan diastolik Posisi Tubuh 15 .

didapatkan bahwa rata-rata tekanan 16 .. setelah tiga kali diadakan perhitungan dan diambil rata-rata nya. Pada manusia coba saat praktikum dilaksanakan. Sedangkan tekanan darah normalnya adalah 120/80 mmHg. seperti posisi tubuh dan aktivitas fisik. jumlah normal bisa berubah pada setiap individu tergantung dari gaya hidupnya. dihasilkan bahwa denyut nadi manusia coba adalah 67 kali/menit. kami telah mengamati perbedaan tekanan darah dan denyut nada pada posisi manusia coba berbaring.BAB III PEMBAHASAN Tekanan darah dan denyut nadi seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai hal. Pada keadaan normal. Berdasarkan teori. Dan berdasarkan hasil praktikum. Pada praktikum ini. duduk dan berdiri serta melakukan aktivitas fisik. denyut nadi seseorang akan berkisar antara 70-76 kali di setiap menitnya.

Pada 3 kali perlakuan terhadap MC. tekanan darah cukup stabil.darah manusia coba dalam keadaan normal dan di ukur dengan cara auskultasi adalah 113/80 mmHg. Hal ini sesuai dengan teori karena denyut nadi dan tekanan darah lebih rendah dibanding ketika MC dalam keadaan berdiri. terutama otot-otot abdomen. tekanan rata-ratanya adalah 103 mmHg. Pada kondisi pra latihan. seorang dengan posisi berdiri cenderung memiliki tekanan darah dan denyut nadi yang lebih tinggi karena melawan tekanan gravitasi serta memerlukan lebih banyak energi. rata-rata denyut nadi manusia coba adalah 71 kali per menit. Isi sekuncup mendekati maksimal. Rendahnya denyut nadi dan tekanan darah terjadi karena darah dapat kembali ke jantung secara mudah tanpa harus melawan kekuatan gravitasi. Berdiri Secara teori. Hal ini mungkin disebabkan oleh kesalahan pemasangan manset. Berbaring Ketika berbaring. Hal ini dikarenakan pada saat duduk sistem vasokonstraktor simpatis terangsang dan sinyal-sinyal saraf pun dijalarkan secara serentak melalui saraf rangka menuju ke otototot rangka tubuh. didapatkan mean denyut nadi sebanyak 78x permenit dengan tekanan darah 110/76 mmHg. tubuh sedang dalam keadaan rileks dimana denyut nadi normalnya sekitar 70-76 x permenit dan tekanan darah sistolik 95-120 mmHg dengan tekanan diastolik 60-80 mmHg. Hal ini tidak sesuai dengan teori karena tidak terjadi peningkatan tonus. Sedangkan diukur dengan palpasi. 17 . B. Hal ini sesusai dengan teori karena data berbaring < berdiri dan duduk < berdiri.Keadaan ini akan meningkatkan tonus. didapatkan mean denyut nadi sebanyak 63x permenit dengan tekanan darah 106/83 mmHg. Duduk Pada saat posisi duduk. Pada percobaan ini. A. 3. Pengaruh Posisi Tubuh 1. Pada percobaan ini didapatkan denyut nadi sebanyak 82x permenit dengan tekanan darah 110/83 mmHg. 2.sedangkan rata-rata tekanan darah manusia coba yang di ukur dengan cara akultasi adalah 107/80 mmHg. Aktivitas Fisik 1.

sehingga denyut nadi dan tekanan darah juga berkisar di rentang jumlah denyut nadi per menit yang normal dan tekanan darah yang normal. karena jantung terus memompa lebih cepat dari tekanan normal untuk menyuplai lebih banyak oksigen sehingga otot dapat terus berkontraksi dan latihan fisik bisa terus dilakukan. jantung berkerja lebih cepat untuk memompa darah ke seluruh tubuh agar kebutuhan oksigen dan zat-zat yang mendukung sel yang bekerja terpenuhi. manusia coba dalam keadaan normal. Hal ini mungkin disebabkan karena kesalahan menghitung denyut nadi pada manusia coba. Pada kondisi pra latihan. Pada menit ke-3 pasca latihan. 4. rata-rata denyut nadi manusia coba adalah 65 kali per menit. Pada menit ke-7 pasca latihan. Itulah yang membuat tekanan darah semakin tinggi dan denyut nadi semakin banyak permenitnya. 18 . Pada saat melakuakn latihan fisik. Pada saat tubuh melakukan aktifitas fisik. denyut nadi manusia coba akan bertambah dan tekanan darah manusia coba seharus nya juga tinggi. 5. Setelah melakukan aktifitas fisik. rata-rata denyut nadi manusia coba adalah 70 kali per menit. rata-rata denyut nadi manusia coba adalah 71 kali per menit. Pada menit ke-5 pasca latihan. maka otot-otot yang bekerja memerlukan suplai energi yang besar. Oleh karena itu. sedangkan rata-rata tekanan darah manusia coba yang di ukur dengan cara auskultasi adalah 120/90 mmHg. denyut nadi dan tekanan darah akan meningkat dan akan menurun hingga kembali normal beberapa menit setelah latihan fisik. Pada pasca latihan fisik menit ke-3 dan ke-5 terjadi penyimpangan pada teori. 3. dimana denyut nadi menigkat. Pada menit pertama pasca latihan. sedangkan rata-rata tekana darah manusia coba yang di ukur dengan cara auskultasi adalah 100/70 mmHg. rata-rata denyut nadi manusia coba adalah 96 kali per menit.2. sedangkan rata-rata tekanan darah manusia coba yang di ukur dengan cara adalah auskultasi 110/70 mmHg. sedangkan rata-rata tekanan darah manusia coba yang di ukur dengan cara auskultasi adalah 120/70 mmHg.

lalu duduk dan paling tinggi saat berdiri yang dipengaruhi efek - gravitasi Latihan fisik akan meningkatkan denyut nadi dan tekanan darah karena perangsangan saraf simpatik dan peningkatan curah jantung. 19 .BAB IV KESIMPULAN Berdasarkan hasil praktikum. maka dapat disimpulkan: - Posisi tubuh mempengaruhi denyut nadi dan tekanan darah dimana tekanan darah paling rendah saat berbaring.

Fundamental of Anatomi & Physiology IX edition. United States of America Slone. 1979.DAFTAR PUSTAKA Ganong. W. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. 2004. 2012. 1992. Ethel. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit edisi III. Fisiologi Kedokteran edisi 9. Sansome St. F. Jakarta : Buku Kedokteran EGC 20 . Jakarta : Buku Kedokteran EGC Martini. San Fransisco. Jakarta : Buku Kedokteran ECG Guyton.