Anda di halaman 1dari 16

ALJABAR ABSTRAK

KELOMPOK 5
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Aljabar Abstrak
Dosen Pengampu: Drs. Bayu Surarso, M.Sc, Ph.D

Disusun oleh:
Kelas A2 – Reguler
Fina Hidayati

(0401515034)

Buyung

(0401515047)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

sedemikian sehingga x1 = x2. ϑ (G) grup semua automorfisma dalam dari G. maka untuk setiap xG berlaku: ( x1 )( x ) = φx ( x ) = x 1 x x 1−1 = x 2 x x 2−1 = φx ( x ) = ( x2 )( x ) 1 2 ↔ Ini menunjukkan bahwa ( x 1 )=( x 2 ) . untuk semua xG. x2G. dengan pengaitan (x) = x. ↔ Dengan demikian berarti bahwa  suatu pemetaan. ↔ Jika x1 . Untuk semua g  G berlaku: ((x1)(x2))(g) = = (g) (x2 g x2-1) = x1(x2 g x2-1)x1-1 = (x1x2)g(x2-1x1-1) = (x1x2)g(x1x2) = (g) = (x1x2)(g) . Bukti Lemma 1: ↔ Bangun suatu pengaitan  dari G ke dalam ϑ (G) dengan  : x  x. Maka ϑ (G)  G/Z. ↔ Sekarang. untuk setiap x  G. pandang pemetaan  : G  ϑ (G). dan Z center dari G. x2  G sebarang. ↔ Misalkan x1 .LEMMA 1 Misalkan G sebarang grup.

Selanjutnya. (G)}. ) = {z ϵ ϵ ϵ G: (z) = I. Z . = {z ϵ G : (z-1) -1 x z -1 = x. x G} x G} x G} x G} = Z. Dari sini kita mempunyai zx = xz untuk semua zG. misalkan Y  ϑ (G) sebarang Misalkan Y = b untuk suatu bG. yaitu K( ) = {z = {z . karena Z center dari G. Sekarang akan dicari kernel Kernel K( . I identitas di G: =I} G: (x) = I(x). maka berlaku (G) G/Z. dan ini terbukti bahwa  suatu surjektif. yang memberikan arti bahwa xZ. Karena adalah homorfisma dari G pada center dari G. Pilih a = b  G. sehingga untuk setiap xG berlaku (a)(x) = a(x) = axa-1 = bxb-1 = b(x) = Y(x). = {z ϵ G : zx = xz. (G) dengan kernel K ( ) = Z. = {z ϵ G : z x z -1 = x.  merupakan homomorfisma dari G ke ϑ (G).↔ Ini mengatakan bahwa (x1x2) = (x1)(x2) ↔ Oleh karena itu.

maka f(am) = (f(a))m = e = f(e). dimana n bilangan bulat positif. ↔ Karena f suatu isomorfisma. maka haruslah o(f(a)) = o(a). ⟼ x ⟼G Pengaitan ini mendefinisikan suatu fungsi. Bukti Teorema 1: Misalkan G suatu grup. dengan o(a) = n. ↔ Hasil ini kontradiksi dengan hipotesis bahwa an = e. maka (f(a))n = f(an) = f(e) = e. dan buat pengaitan Ψ a :G→ G x ⟼ ax . sebab memberikan Ψa( x) = ax = ay = Ψ a( y ) ⟼ x . Jika aG dengan o(a) = n untuk suatu bilangan bulat positif n. ↔ Sementara itu apabila (f(a))m = e untuk suatu bilangan bulat sedemikian sehingga 0 < m < n. Bukti Lemma 2: ↔ Misalkan a unsur dalam grup G. y ⟼G dengan x = y . ↔ Dengan demikian. maka o(f(a)) = o(a). ↔ Karena f automorfisma. Ambil sembarang a G. TEOREMA CAYLEY Setiap grup isomorfik dengan suatu grup permutasi.LEMMA 2 Misalkan G suatu grup dan f automorfisma dari G. maka am = e.

..Sekarang akan ditunjukan bahwa ditunjukan bahwa Ψa Ψa merupakan permutasi pada G..... (2) Ψa merupakan permutasi pada G..... maka dapat disimpulkan bahwa ... Jadi. cukup ditunjukan bahwa G* tertutup terhadap operasi komposisi fungsi dan memuat invers dari setiap unsurnya... ¿ Sekarang misalkan G ={ Ψ a :a ∈G } ¿ Jelas bahwa G ⊆S G Pertama akan ditunjukan bahwa G* subgrup dari SG (berarti akan ditunjukan bahwa G* grup permutasi).2) Sehingga didapat x = y.... Ψ a merupakan fungsi satu-satu (injektif)....  Akan ditunjukkan bahwa G* tertutup terhadap operasi komposisi fungsi ¿ Ambil Ψ a ..... yakni akan suatu fungsi satu-satu (injektif) dan pada (surjektif) dengan cara berikut.. = z jika e adalah unsur kesatuan pada G Jadi.. Ψ b ∈G Maka diperoleh: dengan x ∈G .. (1) Akan ditunjukkan bahwa Ψ a suatu fungsi pada (surjektif) Sekarang ambil sembarang z Maka ⟼ a−1 z ⟼G Ψ a ( a−1 z ) G. Dari (1) dan (2)........ sehingga berlaku: = a ( a−1 z ) = ( a a−1 ) z = ez ⟼ z ⟼G . Ψ a merupakan fungsi pada (surjektif).. Untuk keperluan ini..  . .. Ψ a ( y ) ⟼G dengan Ψ a ( x )=Ψ a ( y ) Maka ax = ay (dengan menggunakan lemma 3.......  Akan ditunjukkan bahwa Ψ a suatu fungsi satu-satu (injektif) Ambil Ψ a ( x ) .

¿ Sekarang ambil Ψ a . dan . maka Ψ e ( x )=ex=x ...... ∀a ∈G Pengaitan ini mendefinisikan fungsi. Ψ e adalah permutasi identitas dari SG dan juga Ψ e ∈G ..... sebab ∀x ∈G . berlaku Ψa( x) = ax = bx = Ψ b (x ) Jadi...... maka Ψ a Ψ b=Ψ ab ..Ψ b ∈G ¿ Jadi.. ∀a . Ψ a=Ψ b . . maka dapat disimpulkan bahwa G* subgrup dari SG Selanjutnya akan ditunjukan bahwa G isomorfik dengan G* dengan cara berikut. (3)  Akan ditunjukkan bahwa G* memuat invers dari setiap unsurnya Jika e unsur kesatuan pada G. G* memuat invers dari setiap unsurnya.. dan ini memberikan ( Ψ a ) ∈G .. b ∈G dengan a = b. ∀Ψ a ....∀x ∈G ¿ Jadi.. ∀a .. (4) Dari (3) dan (4).. −1 Maka akan didapatkan Ψ a Ψ a =Ψ aa =Ψ e −1 −1 Dan dengan menggunakan sifat ketunggalan unsur identitas di SG... b ∈G dengan a = b. Buat pengaitan φ : G →G ¿ a⟼ Ψ a .(Ψ a Ψ b ) ( x ) = Ψ a (Ψ b ( x ) ) = Ψ a ( bx ) = a(bx) = (ab)x = Karena Ψ ab ( x ) x ∈G pengambilan sebarang.. didapat −1 ( Ψ a ) =Ψ a −1 −1 ¿ ..... Jadi. G* tertutup terhadap operasi komposisi fungsi ... Ψ a ∈G ..

¿ Ambil sembarang φ ( a ) . Misalkan G grup siklik. Periksalah. φ( b)∈G dengan φ ( a ) =φ(b) . Selanjutnya. Misalkan R¿ dengan operasi penjumlahan. b ∈G Jadi. dan +¿ +¿ → R ¿ didefinisikan φ : R¿ dengan φ ( x )=x 2 c. maka Ψ a ( e )=Ψ b ( e ) . b ∈G . φ :G →G¿ merupakan fungsi satu-satu (injektif). pemetaan manakah dari kasus-kasus berikut ini yang merupakan automorfisma dari grup yang diberikan? Buktikan kebenaran setiap jawaban yang anda kemukakan. jelas bahwa fungsi pada (surjektif). Maka Ψ a=Ψ b . Ambil sebarang a . Soal – Soal 1. G isomorfik dengan G*. o(G) = 12 dan φ :G →G didefinisikan dengan φ ( x )=x 3 d. a. ∀a . Misalkan φ : S3 → S3 didefinisikan dengan φ ( x )=x−1 . Misalkan Z dengan operasi penjumlahan. Akibatnya diperoleh ae = be atau a = b. dan φ: Z→Z didefinisikan dengan φ ( x )=−x +¿ b. b ∈G Maka diperoleh: φ ( ab ) = Ψ ab = ΨaΨb = φ ( a) φ ( b ) ∀a . sebab ∀Ψ a ∈G¿ . ∃a ∈G sehingga φ ( a ) =Ψ a . Akibatnya akan kita tunjukan bahwa φ ( ab )=φ ( a ) φ ( b ) . Jadi. Penyelesaian: . Dan khususnya jika diambil e ∈G .

+). Diketahui: ( Z . φ : R¿ Untuk menunjukkan bahwa grup yang diberikan merupakan automorfisma. y G dengan φ ( x )=−x Maka diperoleh φ ( x+ y ) = −( x + y ) = −x + (− y ) φ ( x+ y ) = φ ( x )+ φ ( y ) Jadi. φ merupakan fungsi pada (surjektif) φ:Z→Z Dari (1). b. +¿ ¿ +¿¿ +¿ → R dengan φ ( x )=x 2 Diketahui: ( R . y G dengan φ ( x )=x 2 . Akan ditunjukkan bahwa φ merupakan fungsi pada (surjektif) Ambil sebarang y G Pilih x = -y Maka diperoleh: φ ( x ) = -x = -(-y) φ(x) = y Jadi. φ : Z → Z dengan φ ( x )=−x Untuk menunjukkan bahwa grup yang diberikan merupakan automorfisma. (2) dan (3) dapat disimpulkan bahwa yang didefinisikan dengan φ ( x )=−x merupakan automorfisma. Akan ditunjukkan bahwa φ merupakan fungsi satu-satu (injektif) Ambil sebarang x. φ merupakan fungsi satu-satu (injektif) 3. φ homomorfisma 2.a. maka syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu  φ homomorfisma  φ merupakan fungsi satu-satu (injektif)  φ merupakan fungsi pada (surjektif) 1. maka syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu  φ homomorfisma  φ merupakan fungsi satu-satu (injektif)  φ merupakan fungsi pada (surjektif) 1) Akan ditunjukkan bahwa φ homomorfisma Ambil sebarang x. Akan ditunjukkan bahwa φ homomorfisma Ambil sebarang x. +). y G dan misalkan φ ( x )=φ ( y ) Maka diperoleh: φ(x) = φ( y) -x = -y x = y Jadi.

…. (2) dan (3) dapat disimpulkan bahwa +¿ +¿ → R ¿ φ : R¿ didefinisikan dengan φ ( x )=x 2 merupakan automorfisma. φ merupakan fungsi satu-satu (injektif) 3) Akan ditunjukkan bahwa φ merupakan fungsi pada (surjektif) Ambil sebarang y G Karena x. a12 = e dengan φ ( x )=x 3 Untuk menunjukkan bahwa grup yang diberikan merupakan automorfisma. y bilangan bulat positif) Sehingga x = y Jadi.Maka diperoleh φ ( xy ) = ( xy )2 = (xy) ( xy ) = xxyy (karena operasi kali bilangan real positif komutatif) = x2 y2 φ ( xy ) = φ ( x )φ ( y ) φ Jadi. a3. Diketahui: G grup siklik order 12 artinya G ={ai | 0 < i < 12 }=(a0. maka syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu  φ homomorfisma  φ merupakan fungsi satu-satu (injektif)  φ merupakan fungsi pada (surjektif) (1) Akan ditunjukkan bahwa φ homomorfisma Ambil sebarang x. a1. φ merupakan fungsi pada (surjektif) Dari (1). a12}. a2. y G dan misalkan φ ( x )=φ ( y ) Maka diperoleh: φ(x) = φ( y) x2 = y2 x2 – y2 = 0 (x – y) (x + y) = 0 x – y = 0 atau x+y=0 x=y atau x = -y (memenuhi) (tidak memenuhi karena x. homomorfisma 2) Akan ditunjukkan bahwa φ merupakan fungsi satu-satu (injektif) Ambil sebarang x. c. y > 0 maka pilih x=√ y Sehingga diperoleh: φ ( x ) = x2 2 = (√ y ) φ(x) = y Jadi. y G dengan φ ( x )=x 2 .

maka φ bukan merupakan fungsi satu-satu (injektif) Jadi.Akan ditunjukkan bahwa φ homomorfisma Ambil sebarang x. φ homomorfisma. S3 = { e. y−1 x. y G dan misalkan φ ( x )=φ ( y ) Maka diperoleh: φ(x) = φ( y) x3 = y3 x ≠ y Karena x ≠ y. maka syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu  φ homomorfisma  φ merupakan fungsi satu-satu (injektif)  φ merupakan fungsi pada (surjektif) (1). a. a-1} Untuk menunjukkan bahwa grup yang diberikan merupakan automorfisma. (2). dapat disimpulkan bahwa G grup siklik.Akan ditunjukkan bahwa φ merupakan fungsi satu-satu (injektif) Ambil sebarang x. φ : S3 → S3 dengan φ ( x )=x−1 . o(G) = 12 dan φ :G →G didefinisikan dengan φ ( x )=x 3 bukan automorfisma. x . homomorfisma (2) Akan ditunjukkan bahwa φ merupakan fungsi satu-satu (injektif) Ambil sebarang x. y G dengan φ ( x )=x−1 Maka diperoleh φ ( xy ) = ( xy )−1 = y−1 x−1 (karena S3 berlaku komutatif) −1 −1 = x y φ ( xy ) = φ ( x )φ ( y ) Jadi.Maka diperoleh φ ( xy ) = ( xy )3 = (xy) ( xy ) ( xy ) = xxxyyy (karena operasi kali bilangan real positif komutatif) = x3 y3 φ ( xy ) = φ ( x )φ ( y ) φ Jadi. y G dan misalkan φ ( x )=φ ( y ) Maka diperoleh: φ(x) = φ( y) = y−1 x−1 −1 = x . Diketahui: G grup S3 . d.

Untuk membuktikan bahwa harus dipenuhi yaitu φ(H) φ(H) subgrup dari G. y−1 . 2. Penyelesaian: Akan dibuktikan bahwa φ ( H ) subgrup dari G. φ merupakan fungsi pada (surjektif) Dari (1). dan H subgrup dari G. φ merupakan fungsi satu-satu (injektif) (3). a. Akan dibuktikan bahwa φ ( H ) tertutup terhadap operasi komposisi fungsi Ambil sebarang x.e y = x Jadi. Buktikanlah bahwa φ ( H ) subgrup dari G. y−1 = x . y φ(H) dimana x=φ ( h 1) . y y = x.y = φ ( h1 ) φ ( h2 ) = φ ( h1 h2 ) (karena φ automorfisma) = φ ( h1 h2 ) ( h1 h2=h 3 ¿ = φ ( h3 ) y=φ ( h2 ) . dan h1 . h2 ϵH Maka diperoleh: x. y = x . φ suatu automorfisma dari G.Akan ditunjukkan bahwa φ merupakan fungsi pada (surjektif) Ambil sebarang y G. maka syarat-syarat yang tertutup terhadap operasi komposisi fungsi dan memuat invers dari setiap unsurnya.e e. Misalkan φ ( H )={φ ( h ) :h ϵ H } . Misalkan G grup. maka berarti x= y−1 (karena G grup berarti G ada invers) Sehingga diperoleh: φ ( x ) = x−1 −1 = ( y−1 ) φ(x) = y Jadi. (2) dan (3) dapat disimpulkan bahwa φ : S3 → S3 didefinisikan dengan φ ( x )=x−1 merupakan automorfisma.

h ϵ H Maka diperoleh: x −1 φ ( h )−1 = x −1 ( φ ( h ))−1 = = φ ( h )−1 ⟼ φ ( H ) . Diberikan grup R .+¿ .. ¿ . R ¿ . (1) b. terbukti bahwa φ ( H ) memuat invers dari setiap unsurnya. terbukti bahwa φ ( H ) memuat invers dari setiap unsurnya. Tunjukkan apakah R .+¿ ¿ +¿ . Dari (a) dan (b) dapat disimpulkan bahwa φ ( H ) subgrup dari G. .. Didefinisikan ¿ untuk setiap a ∈R ... 3. . oleh f ( a )=e a R¿ f :¿ +¿ .+¿ dan ¿ +¿ . h−1 ⟼ H Jadi.. Cara 2 x ϵ φ ( H ) maka Ambil sebarang x=φ ( h ) .Jelas bahwa φ ( h3 ) ⟼ φ ( H ) Jadi. . Akan dibuktikan bahwa φ ( H ) memuat invers dari setiap unsurnya Cara 1 Ambil sebarang φ ( h ) ϵ φ ( H ) −1 Kita tahu bahwa sifat homomorfisma yaitu ( φ ( h )) =φ ( h ) −1 Maka dapat diperoleh φ ( h) φ ( h) −1 = −1 φ ( hh ) = φ (e ) (karena homomorfisma) = e Jadi. terbukti bahwa φ ( H ) tertutup terhadap operasi komposisi fungsi . ¿ isomorfik dengan R ¿ R .

dan .  Tunjukkan f fungsi satu-satu (injektif)  Tunjukkan f fungsi pada (surjektif)  Tunjukkan f ( a∗b )=f ( a ) .i . Diperoleh l oge e a=log e e b . G={e . a . b ∈G Bukti i. Perhatikan bahwa f ( a+ b )=ea +b=ea e b=f ( a ) f ( b ) Jadi. sebagai berikut seperti tabel di bawah . iii. c } ¿ dan G1={1. f (b) untuk setiap a . ¿ R ¿ isomorfik dengan R . b . Perhatikan bahwa f ( a )=e a=eb =f ( b ) Jadi. Berimplikasi a = b. ¿ 4. +¿ Ambil sebarang b ∈R ¿ . . (iii) dan (iv) dapat disimpulkan bahwa +¿ .−1. f homomorfisma. terdapat log e b ∈R sedemikian hingga f ( log e b ) =b . ii. b ∈R dengan a = b.−i } . f well defined. f surjektif. Oleh karena itu. Diberikan himpunan Didefinisikan operasi biner ini. Pertama akan ditunjukkan apakah f well defined. Misalkan f ( a )=f ( b ) berakibat e a=e b . Ambil sebarang a .+¿ . (ii). Dari (i). Diperoleh b=e loge b =f ( log e b ) Jadi. Oleh karena itu. Selanjutnya akan ditunjukkan apakah f homomorfisma.Penyelesaian: Cara Menunjukkan Dua Grup Isomorfik  Definsikan fungsi f yang akan memberikan suatu isomorfisma dari G ke G*. iv. f injektif.

b4 }={ b . -1 -1 1 1 -1 . Perhatikan bahwa {e . e3 . c 2 . e 4 }= { e .* e a b c e e a b c a a b c e b b c e a .i2=−1. a4 }={ a .a } {b . e }={e . . a2 .1}. a . b3 .+) dan (H = {-1.) + 0 1 0 0 1 1 1 0 . . e2 . sehingga G dan G1 tidak isomorfik. c .c 4 }= { c . e . e .b } {c . e }={e .) merupakan isomorfisma. Penyelesaian: Berikut adalah Daftar Cayley Grup (Z2. i3 =−i . e } ={e } {a . b2 . c } Karena struktur G dan G1 tidak sama. c 3 . e . 1 -1 i 1 1 -1 i -1 -1 1 -i i i -i -1 -i -i i 1 Tunjukkan apakah kedua tabel tersebut isomorfik.1}. e . Tunjukan bahwa Grup (Z2.i 4 =1 } =G1 Sedangkan G bukan grup siklik karena tidak ada elemen di G yang membangun G. e . e }={e .+) dan (H = {-1. a3 .b . c c e a b -i -i I 1 -1 Penyelesaian: Diperhatikan bahwa G1 grup siklik karena dibangun oleh i yaitu ⟨ i ⟩ ={ i . 5.

ab. or a2b Selain itu. ba = a2b Elemen-elemen a dan a2 berorder 3. A(G) = himpunan semua automorfisma dari G xTg=g-1xg. maka berlaku ≈ σ (x) untuk setiap x ⟼ S 3 Sehingga.a. a2b semuanya berorder 2 Sehingga. ab.+) berkorespodensi pada hasil kali kedua unsur yang bersesuaian di (H. . p(b) p(0 + 1) = p(0) . . untuk setiap σ ϵ ϑ (S3 ) berlaku σ ( a ) =a or a2 σ ( b ) =¿ b. -1 -1 = -1 Jadi. ∀a . .a2b} Dengan mendefinisikan hubungan a3=e=b2 .) suatu homomorfisma yang pemetaannya bijektif. Sekarang mempertimbangkan semua automorfisma dari S3 Kita tahu bahwa S3 = {e.+) → (H. . ↔ Sekarang akan ditunjukan bahwa pemetaan p : (Z2.). A (S3) = ϑ (S3 ) ≈ S3 7. (G)={Tg  Tg  A(G)}.). Oleh karena itu. untuk semua xG Buktikan bahwa G  (G).1 -1 1 ↔ Dari tabel di atas menunjukkan kedua grup (Z2.+) dan (H. karena σ ( a ) dan σ ( b ) telah diketahui. σ sepenuhnya telah diketahui. Dengan demikian. sehingga: p(a + b) = p(a) . tidak ada lagi automorfisma lebih dari enam automorfisma dari S3 tersebut. b ∈Z 2 .a2. p(1) p(1) = 1 . ϑ ( S3 ) S3. terbukti bahwa p : (Z2.ab.b. ↔ Sehingga terdapat korespodensi satu-satu dari kedua tabel tersebut. ↔ Jadi kedua Grup tersebut dikatakan isomorfik. tetapi dari kedua tabel tersebut menunjukkan suatu kemiripan satu dengan yang lainnya. Jadi.+) → (H. Grup simetris S3 mempunyai center trivial {e}. ↔ Jumlah dari sebarang dua unsur di (Z2. Untuk G=S3 yang didefinisikan sebagai berikut. ↔ Dari tabel diketahui pemetaan p(0) = 1 dan p(1) = -1. sehingga merupakan isomorfisma. 6. ↔ Hal ini menunjukkan bahwa kedua Grup memiliki struktur yang sama. dan b.) tidak sama. .

c. y G Misalkan (x)=(y) g-1xg = g-1yg x=y Jadi. Ambil sebarang y  (G) Maka akan ditunjukkan bahwa (x)=y Bukti maka pilih x= gyg-1 Sehingga: (x)=g-1xg = g-1(gyg-1)g = y Jadi dari bukti (a).  satu-satu. Ambil sebarang x. y  G maka xy G (xy)= g-1 (xy)g= g-1(xgg-1y)g= (g-1xg)(g-1yg)= (x)(y) Jadi  adalah homomorfisma b.Penyelesaian: Misal: : G  (G). (b) dan (c).  onto Bukti: a.  satu-satu 3.  homomorfisma 2. Ambil sebarang x. maka dapat disimpulkan bahwa G  (G). . Akan ditunjukkan bahwa: 1.