Anda di halaman 1dari 9

[LAPORAN PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN

]

2015

BAB XIII
MARSHALL TEST
(RSNI M-01-2003)
13.1 Tujuan
Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan ketahanan (stabilitas) terhadap
kelelahan plastis (flow) dari campuran aspal. Ketahanan (stabilitas) ialah kemampuan suatu
campuran aspal untuk menerima beban sampai terjadi kelelahan plastis yang dinyatakan
dalam kilogram. Kelelahan plastis adalah keadaan perubahan bentuk suatu campuran aspal
yang terjadi akibat suatu beban sampai batas runtuh yang dinyatakan dalam millimeter atau
0.01.
13.2 Alat dan bahan :
a.Compression machine,

b.Water bath,

c. Benda uji aspal AC WC

d. Alat pengeluar benda uji (ekstruder)

Kelompok 4B

1

8 13. pisahkan agregat dengan cara penyaringan.[LAPORAN PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN] 2015 13.4 sampai no 8 lewat no.2 Pembuatan sampel aspal AC WC 13. Pisahkan dalam fraksi-fraksi yang dikehendaki. sehingga menghasilkan tinggi benda uji sesuai dengan cetakannya.1 Persiapan benda uji atau sampel aspal AC WC Keringkan agregat sampai beratnya tetap pada suhu 105o C. Kelompok 4B 2 . Suhu pencampuran untuk aspal dingin dengan pemanasan sampai 140o C diatas suhu pencampuran. Tuangkan aspal sebanyak yang di butuhkan kedalam agregat yang telah dipanaskan. sbb:      1” sampai ¾” ¾” sampai 3/8” 3/8 sampai no.2. kemudian aduk dengan cepat pada suhu sesuai pencampuran sampai agregat terlapis merata.2 Persiapan campuran Untuk setiap benda uji diperlukan agregat sebanyak ± 1200 gram.2.4 no. sementara itu panaskan aspal sampai suhu pencampuran.

2. Bersikan perlengkapan mold serta bagian muka penumbuk dengan seksama. Lakukan kembali uji penumbukan sebanyak 75 kali. Letakan selembar kertas karton yang ukurannya telah disesuaikan dengan ukuran mold. 3. 5. Lepaskan keping alas dan lehernya. Dengan hati-hati keluar dan letakkan benda uji diatas permukaan yang rata dan halus. balikkan mold yang terisi benda uji dan pasangkan kembali perlengakapannya. 4.3 Pemadatan benda uji 1. biarkan selam kira-kira 24 jam Kelompok 4B 3 .[LAPORAN PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN] 2015 13. Kemudian masukan sampel uji yang telah dimasak kedalam mold yang berlandaskan compaction pedestal dan padatkan menggunakan alat penumbuk (copaction hammer) sebanyak 75 kali tumbukan. lepaskan keping atas dan pasangkan alat pengeluar benda uji (ekstruder) pada permukaan benda uji. 2. Setelah pemadatan.

Beri nomor pada masing-masing benda uji.5 Prosedur pelaksanaan 1. Bersikan benda uji dari kotoran yang menempel. 3. 4.2.[LAPORAN PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN] 2015 pada suhu ruang. Timbang benda uji dengan timbangan digital Kelompok 4B 4 . 2. 13. Ukur tinggi benda uji tersebut.

Rendam benda uji dalam air selama 24 jam. 8. kemudian masukan benda uji kedalam bak perendam (water bath) selama 30 menit. 9. sementara selubung tangkai dial dipegang tegak terhadap segmen atas penekan.[LAPORAN PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN] 2015 5. 7. kepala beserta benda ujinya dinaikkan hingga menyentuh alas cincin penguji. Pasang segmen diatas benda uji dan letakkan keseluruhannya kedalam mesin penguji. 6. Kelompok 4B 5 . Keluarkan benda uji dari bak perendam dan letakkan kedalam segmen bawah kepala penekan. atur kedudukan jarum dial tekan pada angka nol. Panaskan Air pada bak perendam (water bath) sampai suhu mencapai 60oC. Sebelum pembebanan diberikan. pada kedudukannya diatas salah satu batang penuntun dan atur kedudukan jarum penunjuk pada angka nol. Pasang dial kelelahan (flow meter).

VIM dan QM digambarkan pada grafik berikut ini: 1.3 Pembahasan Marshall Test merupakan Pemeriksaan yang dimaksudkan untuk menentukan ketahanan (stabilitas) terhadap kelelahan plastis (flow) dari campuran aspal.5%. Waktu yang diperlukan dan saat diangkatnya benda uji dari rendaman air sampai tercapai nya beban maksimum tidak boleh melebihi 30 detik.27 % sedangkan syarat minimum untuk nilai VFA adalah 63% sehingga VFA yang didapat memenuhi syarat. 11.5%.88 % sedangkan syarat Kelompok 4B 6 . VFA. untuk peurunan tekan saklar down. 2. dan untuk menghentikan tekan saklar stop. VMA.688 % sedangkan syarat minimum untuk nilai VMA adalah 14% sehingga VMA yang didapat memenuhi syarat. VIM (Volume rongga di dalam campuran) sebesar 3. Dari pengujian marshall terhadap benda uji pada kadar aspal 5%. 3. 5.01. 13. 7% yang kemudian nilai stabilitas. VFA (Volume rongga yang terisi aspal) sebesar 68. Kelelahan plastis adalah keadaan perubahan bentuk suatu campuran aspal yang terjadi akibat suatu beban sampai batas runtuh yang dinyatakan dalam millimeter atau 0. 6%. atau pembebanan menurun seperti yang ditunjukan oleh jarum dial kelelahan. Untuk penaikkan benda uji tekan saklar up. Berikan pembebanan kepala benda uji dengan kecepatan tetatap sebesar 50 mm/detik. FLOW. sampai pembebanan maksimum tercapai. Suhu berpengaruh dalam pemadatan dan pencampuran agar dihasilkan Viskositas. VMA (Volume rongga di dalam agregat) sebesar 18.[LAPORAN PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN] 2015 10. 6. Lepaskan selubung tangkai dial tekan dan catat pembebanan maksimum yang dicapai.

66 + 2.91 gr/ml Berat isi sampel = = berat isi 627. 7.71 Bj aspal = 1. Berat isi benda uji berat jenuh 1196. QM sebesar 250.37 = 627. Aspal terhadap campuran 1200 x 6 100 Aspal terhadap campuran = 1200 x 6 1200+ x 100 100 = 5. 4.40 BJ maks = 100−5.57 gr Berat kering di dapat dari berat kering permukaan = 1197.64 =75.[LAPORAN PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN] 2015 minimum untuk nilai VMA adalah 3.20 ml 8.83 gr Berat dalam air dari pengukuran berat benda uji di dalam air = 569. Aspal terhadap agregat di dapat percobaan mix design = 6% 3.5-5. VMA VMA = 100 – 85.37 gr Berat isi Volume = berat kering – berat dalam air = 1196.20 9.25 % 12.548 kg/mm sedangkan syarat minimum untuk nilai QM adalah 250 kg/mm sehingga QM yang didapat memenuhi syarat. 5.45 = 5.26 13. Tinggi sampel di dapat dari pengukuran benda uji = 6.71 1. Berat jenis maksimal teoritis 100 =2.36 kg/mm sedangkan syarat minimum untuk nilai stabilitas adalah 800 kg/mm sehingga stabilitas yang didapat memenuhi syarat. 6. VFA 10. FLOW sebesar 3. VIM Kelompok 4B 7 . Berat jenuh di dapat dari berat kering udara = 1196. 6.57 – 569. Jumlah kadar rongga Jumlah kadar rongga = 100 – 10. 2. Contoh perhitungan pengujian Marshall Untuk sampel P1: 1.79 VFA = 100 x 14.92 % 11.66 % Dik : Jumlah setiap benda uji = 1200 4.66 5.148 cm.63 – 83.5% sehingga VMA yang didapat memenuhi syarat.019 10.019 Dik : BJ agregat = 2.74 = 14. 5.062 mm sedangkan syarat minimum untuk nilai FLOW adalah 3 mm sehingga FLOW yang didapat memenuhi syarat.57 =¿ 1. Stabilitas sebesar 839.

6 kg x 1. Quotient marshall Koreksi stabilitas 902.36 kg/mm flow 3. Stabilitas Stabilitas = Pembacaan dial x angka kalibrasi = 69 x 12.6 kg 16.98 = 895. Flow di dapat dari pembacaan arloji 18.765 kg 17.40 14. Koreksi stabilitas Koreksi stabilitas = stabilitas x angka koreksi = 895.22 VIM = 100 – (100 x Kelompok 4B 8 . Pembacaan dial di dapat dari pembacaan arloji 15.[LAPORAN PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN] 2015 berat isi benda uji ¿ berat maks teoritis 231 ¿ = 3.765 QM = = = 380.008 = 902.62 % = 100 – (100 x 2.

[LAPORAN PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN] 2015 DOKUMENTASI Gambar 13. Sampel hasil pengujian 9 .4.1.5.6. Pengukuran sampel Gambar 13. Sampel ditimbang Gambar 13. Perendaman sampel Gambar 13.3.2. Sampel diuji Kelompok 4B Gambar 13. Pemanasan sampel Gambar 13.