Anda di halaman 1dari 11

Biografi: Haji Oemar Said Tjojkroaminoto Sang Guru Para

Pendiri Bangsa

Proposal Penelitian

Nama : Cut Raisha Shakira Rizki


Kelas: X- IPS- 3
No. absen : 06

Dinas pendidikan Kabupaten Sidoarjo


SMA NEGERI 1 SIDOARJO
2016

Daftar Isi
Bab I.............................................................................................................

A.
B.
C.
D.
E.
F.

Latar Belakang......................................................................................
Rumusan Masalah.................................................................................
Tujuan Penelitian..................................................................................
Kajian Pustaka......................................................................................
Metodologi Penelitian...........................................................................
Sistematika Pembahasan.....................................................................

3
5
6
7
9
10

Daftar Pustaka............................................................................................

11

BAB 1
A. Latar Belakang Masalah
Indonesia memiliki banyak sekali pahlawan nasional yang bertahun-tahun lalu
berjuang untuk kemerdekaannya. Sebut saja Soekarno, pahlawan sekaligus presiden
pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Selain itu ada tokoh-tokoh nasional
lain seperti Musso, Tan Malaka, dan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Keempat
orang tersebut memiliki pengaruh yang kuat ke Indonesia dan keempatnya merupakan
murid dari satu orang yang sama.
Beliau adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, salah satu pelopor pergerakan
di Indonesia sekaligus seorang guru bagi para pendiri bangsa. Pada Oemar Said
Tjokroaminoto, kita bisa menemukan pemberontakan sekaligus ketelenturan1. Tetapi,
tidak seperti tokoh pergerakan lain yang radikal, Tjokroaminoto bergerak di bawah
perlindungan pemerintah Belanda untuk menggerakkan perjuangannya. Ia memilih
bersikap koorperatif guna membesarkan Sarekat Islam, organisasi yang didirikan
Samanhoedi, saudagar Batik dari Laweyan, Solo, pada 19122.
Tjokroaminoto bagaikan dewa penolong pada tahun-tahun permulaan
Sarekat Islam yang sulit. Ia bergabung dengan organisasi itu pada Mei 1912 atas
ajakan Haji Samanhoedi. Saat masih berada di bawah pimpinan Samanhoedi,
organisasi bersifat lepas. Meski memiliki tujuan tinggi, kepemimpinannya tidak
menjangkau anggota. Organisasi juga tidak dapat memperluas anggotan. Organisasi
juga tidak dapat memperluas kegiatannya, terbatas pada persaingan bisnis dengan
saudagar Cina plus bangsawan3.

Shiraishi, Takashi.2011.Tjokroaminoto:Guru Para Pendiri Bangsa.Jakarta.Kepustakaan Populer


Gramedia.hlm.2
2
Shiraishi, Takashi.op.cit.hlm.3
3
Shiraishi, Takashi.op.cit.hlm.6

Begitu bergabung, Tjokroaminoto diberi mandat menyusun anggaran dasar. Ia


membentuj struktur organisasi yang jelas. Ia pun segera menjadi orang paling
berpengaruh di Sarekat. Perluasan Sarekat luar biasa pada separuh pertama 1913,
dibakar solideritas bumiputra yang diungkapkan melalui surat kabar dan pertemuanpertemuan.
Dengan suara militan, meyakinkan, bersemangat, dan menyenangkan.
Tjokroaminoto pun menjadi tak tertandingi. Pada akhirnya, ia menyingkirkan
Samanhoedi melalui kongres di Yogyakarta dan menempatkannya sebagai ketua
kehormatan, jabatan yang tidak memiliki kekuasaan apa-apa4.
Tjokroaminoto, memiliki keistimewaan pada gaya berpidato, yang mampu
menyihir pengunjung, dan kelak menjadi inspirasi Soekarnomurid, anak kos,
sekaligus menantunya. Tidaklah wajar untuk melihat Indonesia sebagai sapi perahan
yang diberi makan hanya disebabkan oleh susunya, dia berpidato di Bandung pada
1916. Tidaklah pada tempatnya untuk menganggap negeri ini di mana orang datang
dengan maksud mengambil hasilnya, dan pada saat ini tidaklah lagi dapat
dipertanggungjawabkan

bahwa penduduknya, terutama penduduk pribumi, tidak

mempunyai hak untuk berpartisipasi di dalam masalah-masalah politik, yang


menyangkut nasibnya sendiri...5
Dengan pidato-pidatonya, Tjokro menumbuhkan semangat kebangsaan, juga
harapan.

Rakyat

jelata menganggapnya

Ratu

Adil. Pemerintah Belanda

menjulukinya Raja tanpa Mahkota. Dan kini, kita mengingatnya sebagai bapak para
pendiri bangsa6.

Shiraishi, Takashi.op.cit.hlm.7
Shiraishi, Takashi.op.cit.hlm.3-4
6
Shiraishi, Takashi.op.cit.hlm.7
5

Haji Oemar Said Tjokroaminoto adalah salah satu figur terpenting pada awal
tampilnya gerakan membangun kesadaran menuju manusia bermartabat merdeka
bernama Indonesia. Ia pembicara yang menarik dan bersemangat. Simbol harapan
bagi mereka yang tertekan dan jadi perantara menyuarakan kesusahan yang nyata dan
yang dibayangkan. Ia dipandang sebagai inkarnasi kebaikan dan kebahagiaan masa
depan7.
Dilahirkan di Bakur, Madiun, pada 16 Agustus 1882, Tjokroaminoto berasal
dari keluarga bangsawan. Ia menyelesaikan sekolah administrasi pemerintahan di
Magelang, Jawa Tengah. Setelah itu, ia menjadi pegawai pemerintah sebagai juru tulis
Patih Ngawi selama tiga tahun, dan kemudian diangkat menjadi patih. Lalu sifat
pemberontakannya muncul; ia meninggalkan jabatan tersebut untuk pindah ke
Surabaya, tempat ia bekerja pada sebuah perusahaan Belanda8.
Tjokroamintoto hidup dalam kesederhanaan. Rumahnya berada di tengahtengah perkampungan padat, beberapa puluh meter dari Kali Mas, yang membelah
Kota Surabaya. Ia tinggal bersama istrinya, Soeharsikin, dan lima anaknyaOetari,
Oetarjo Anwar, Harsono, Islamiyah, dan Sujud Ahmad. Di rumah itu pula tempat koskosan dimana Soekarno, Alimin, Musso, Soeherman Kartowisastro, dan Semaoen
tinggal9.
B. Rumusan Masalah
Setelah

mengetahui

secara

sekilas

mengenai

kehidupan

Oemar

Said

Tjokroaminoto, kita sudah tahu bahwa Tjokroaminoto merupakan sosok penting


dalam perkembangan organisasi Sarekat Islam, juga merupakan sosok yang
memberikan

motivasi

dan

semangat

Shiraishi, Takashi.op.cit.hlm.126
Shiraishi, Takashi.op.cit.hlm.6
9
Shiraishi, Takashi.op.cit.hlm.7-8
8

pada

masyarakat

Indonesia

dalam

memperjuangkan kemerdekaan. Untuk mengembangkan penelitian mengenai Oemar


Said Tjokroaminoto, diperlukan rumusan masalah seperti berikut:
1. Apa saja aktivitas yang dilakukan Oemar Said Tjokroaminoto sebagai guru politik
Soekarno, Semaoen, dan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo?
2. Apa peran Oemar Said Tjokroaminoto dalam organisasi Sarekat Islam dalam masa
pergerakan?
C. Tujuan Penelitian
Rumusan masalah di atas membawa pada tujuan sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan kehidupan Oemar Said Tjokroaminoto sebagai guru politik
Soekarno, Semaoen, dan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo dan sebagai ketua
organisasi Sarekat Islam.
2. Peneliti ingin mengetahui dan memperkenalkan seorang tokoh nasional yang
berasal dari Jawa Timur.
3. Tinjauan Pustaka
Terdapat beberapa buku yang mengenai Haji Oemar Said Tjokroaminoto,
salah satunya adalah buku mengenai biografi Tjokroaminoto yang berjudul
Tjokroaminoto: Guru Para Pendiri Bangsa. Buku tersebut mereportase ulang
kehidupan Oemar Said Tjokroaminoto, diangkat dari edisi khusus Majalah Berita
Mingguan Tempo. Berisi pergolakan pemikiran, pertemuannya dengan para muridnya,
perjuangannya dalam membesarkan organisasi Sarekat Islam, dan perannya dalam
perjuangan kemerdekaan. Di dalam buku tersebut disebutkan bahwa di tangan
Tjokroaminoto, Sarekat Islam berubah dari organisasi saudara batik pribumi menjadi
gerakan politik yang besar dan kuat. Pidato dan tulisan Tjokroaminoto menginspirasi
puluhan ribu orang dan menumbuhkan semangat kebangsaan.

Buku tersebut juga menyinggung tentang isi buku H.O.S Tjokroaminoto:


Hidup dan Perdjuanganja (Dijilid II), yaitu lampiran naskah asli yang menunjukkan
bahwa Tjokroaminoto ingin membumikan perjuangan bersandar pada Islam sebagai
basis ideologi. Bunyinya seperti ini:
... maka sangatlah pengharapan kita kepada Ulama-Ulama, terlebih lagi UlamaUlama PSII sudi apalah kiranja suka menundjukkan kepada jang bertanda-tangan di
bawah ini rupa-rupa Hadits jang sahih, jang menjatakan atau menguraikan tjara
kehidupan Nabi kita Clm, dalam rupa-rupa hal-ihwal-nja kehidupan dan penghidupan,
terhadap kepada orang-orang isi rumah dan kepada ummatnja.10
D. Kajian Pustaka
Oemar Said Tjokroaminoto sebagai guru politik Soekarno, Semaoen, dan
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo
Bermulai dari istri Tjokroaminoto menyewakan rumahnya dan para tokoh itu
kos di sana. Mereka belajar dari Tjokroaminoto dengan cara melihat gaya
kepemimpinan beliau. Mereka dekat, tetapi bukan berarti anak-anak muda itu
terpengaruh pemikiran Tjokroaminoto. Mereka menemukan sendiri pemikirannya
dalam perjalanan hidup masing-masing. Masa bersama Tjokroaminoto hanyalah satu
bagian yang bisa dibilang kecilo dalam hidup mereka11.
Oemar Said Tjokroaminoto sebagai ketua organisasi Sarekat Islam
Sarekat Islam adalah pergerakan yang jadi penanda munculnya politik
kontemporer di Hindia Belanda. Politik gaya baru ini membawa cara-cara baru buat
mengekspresikan rasa kesadaran berbangsa mereka, yakni melalui penerbitan surat
kabar, unjuk rasa, pemogokan, serikat buruh, dan partai politik. Tjokroaminoto sangat

10
11

Shiraishi, Takashi.op.cit.hlm.6
Shiraishi, Takashi.op.cit.hlm.142

menguasai cara-cara itu. Hasil akhir dari politik modern yang mereka mulai adalah
sebuah negara bernama Indonesia12.
Peran Oemar Said Tjokroaminoto dalam masa pergerakan
Tjokroaminoto adalah generasi pertama pemimpin pergerakan, ia juga
merupakan seorang jurnalis dan orator ulung. Figurnya penting karena dialah yang
menciptakan standar bagaimana seharusnya seorang pemimpin pergerakan. Dalam
buku Tjokroaminoto: Bapak Para Pendiri Bangsa, penulis menyampaikan bahwa
menurutnya

Tjokroaminoto

merupakan

orang

yang

piawai

memanfaatkan

kedekatannya dengan Douwe Adolf Rinkes, seorang penasihat urusan bumiputra


pemerintah Hindia Belanda. Memang Tjokroaminoto ingin kaumnya bebas
menentukan nasib sendiri, tetapi di masa-masa awalnya sebagai pemimpin
pergerakan, ia cenderung sangat berhati-hati dan tidak mau terang-terangan
menentang pemerintah13.
Peran Oemar Said Tjokroaminoto dalam organisasi Sarekat Islam dalam masa
pergerakan
Kelahiran Sarekat Islam dipicu oleh persaingan perdagangan batik antara
pedagang Cina dan pedagang bumiputra. Orang Cina merasa lebih unggul, bahkan
setingkat dengan orang Belanda. Tekanan lain terhadap para saudagar batik datang
dari kaum bangsawan Solo. Maka, diharapkan menjadi benteng pelindung para
saudagar batik.
Pendiri Sarekat Islam adalah Kiai Haji Samanhoedi. Ia-lah ketua Sarekat Islam
sebelum diambil alih oleh Tjokroaminoto. Seperti yang sudah tertulis di Latar
Belakang, Tjokroaminoto bergerak di bawah perlindungan pemerintah Belanda
untuk menggerakkan perjuangannya. Bersama Douwes Adolf Rinkes, penasihat
12
13

Shiraishi, Takashi.op.cit.hlm.140-141
Shiraishi, Takashi.op.cit.hlm.140

Gubernur Jenderal Belanda untuk urusan pribumi, ia membangun cabang-cabang


Sarekat Islam. Empat tahun setelah didirikan, perserikatan itu memiliki lebih dari 180
cabang dengan 700 ribu anggota, dua puluh kali lipat dari jumlah awalnya.
Berbeda dengan Boedi Oetomo yang lebih dulu lahir pada 1908 tapi elitis,
Sarekat Islam memberi semangat kebangsaan bagi masyarakat luas14.
E. Metodologi Penelitian
Untuk mendapatkan sejarah yang ilmiah, diperlukan metode penelitian.
Terdapat empat tahapan dalam metode penelitian sejarah yang akan digunakan yaitu
pengumpulan data (heuristik), kritik sumber (verifikasi), analisis data (interpretasi),
dan penulisan sejarah (historiografi).
Penulis akan memaparkan metode-metode penelitian sejarah di atas dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Heuristik atau pengumpulan data
Pada tahap ini peneliti berusaha mengumpulkan data, untuk penelitian ini
peneliti hanya akan menggunakan sumber tertulis yang diperoleh dari
buku biografi Tjokroaminoto dan beberapa jurnal di internet.
2. Verifikasi atau kritik sumber
Pada tahap ini peneliti melakukan penelitian tentang keaslian dan
kredibilitas sumber, yaitu melalui kritik ekstern dan kritik intern. Kritik
ekstern dilakukan untuk mengetahui tingkat keaslian sumber data, dengan
tujuan untuk menyeleksi segi-segi fisik dari sumber data yang ada,
sehingga yakin telah menggunakan data yang tepat. Kritik intern atau
kredibilitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kebenaran isi data.

14

Shiraishi, Takashi.op.cit.hlm.3

Oleh karena itu, kritik dilakukan untuk mendeteksi adanya kekeliruan yang
mungkin terjadi.
3. Interpretasi atau analisis data
Selanjutnya pada tahap ini peneliti melakukan penafsiran data yang sudah
diuju kebenarannya, yaitu dengan menafsirkan fakta sejarah dengan
merangkai fakta-fakta yang sudah ada sehingga menghasilkan hubungan
yang rasional antara data yang diperoleh dan fakta yang ada.
4. Historiografi atau penulisan sejarah
Terakhir, pada tahap ini dilakukan penulisan hasil penelitian menjadi
sebuah cerita yang utuh.
F. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan ini terbagi menjadi lima bab, yaitu sebagai berikut:
Bab pertama, berisi pendahuluan yang terdiri atas latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan pustaka, kajian pustaka, metodologi penelitian, dan sistematika
pembahasan.
Bab kedua, berisi biografi Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang meliputi: latar
belakang keluarga dan pendidikan dan kepribadian.
Bab ketiga, berisi pembahasan tentang kiprah Haji Oemar Said Tjokroaminoto
meliputi perjuangan dan strateginya dalam membesarkan organisasi Sarekat Islam.
Bab keempat, merupakan bab penutup, berisi kesimpulan yang didapatkan dari uraian
yang sudah disajikan di dalam skripsi ini.

10

DAFTAR PUSTAKA
Shiraishi, Takashi.2011.Tjokroaminoto:Guru Para Pendiri Bangsa.Jakarta:Kepustakaan
Populer Gramedia.

11