Anda di halaman 1dari 12

Pentingnya Landasan Antropologi Pendidikan Dalam Menghadapi

Perubahan Budaya
Indra Dwi Wijayanti
Pasca Sarjana - Prodi Manajemen Pendidikan
Universitas Negeri Malang
E-mail: sahi2703@gmail.com

ABSTRAK
Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji mengenai konsep dasar antropologi
pendidikan, yang meliputi pengertian, sejarah antropologi di Indonesia,
antropologi dalam pendidikan, antropologi pendidikan dan perubahan budaya,
serta kajian tentang pentingnya landasan antropologi dalam pendidikan sebagai
landasan kebudayaan bangsa yang semakin melemah serta adanya perubahan
budaya dari waktu ke waktu. Penulisan ini menggunakan jenis penulisan artikel
konseptual dengan analisis data yang berpegang pada kecenderungan bahan-bahan
pustaka yang relevan. Hasil dari penulisan ini merujuk pada kesimpulan penulis
mengenai betapa pentingnya pendidikan antropologi di Indonesia, terutama dalam
menghadapi perubahan budaya melalui praktek pendidikan berlandaskan budaya yang
dimiliki masing-masing daerah agar budaya yang dimiliki tidak semakin terkikis dan kemudian
menghilang.
Kata kunci: antropologi, pentingnya antropologi pendidikan.

Pendidikan merupakan hal terpenting dalam hidup manusia, banyak semboyan
yang mengatakan bahwa education is life and life is education. Dari semboyan
tersebut diketahui bahwa pendidikan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan
berlangsung seumur hidup, tidak harus melalui pendidikan formal, namun dapat
juga melalui pendidikan nonformal dan informal. Oleh karenanya pendidikan
menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Pada tahun 1984, Gerakan Wajib Belajar di Indonesia telah dikumandangkan oleh
presiden. Orangtua dan masyarakat diwajibkan memasukkan anak-anak mereka
ke lembaga pendidikan dasar, baik yang dibangun oleh pemerintah maupun
swasta. Hal ini dilakukan dalam rangka membangun bangsa melalui pendidikan.
Indonesia memiliki keragaman suku dan budaya yang tersebar dari Sabang
sampai Merauke. Untuk mendidik keragaman tersebut, agar memiliki satu visi
yang sama diperlukanlah sebuah ilmu yang memusatkan perhatiannya pada
pendidikan sosial dan budaya. Tarwotjo (1985) menjelaskan bahwa dalam
pembangunan pendidikan dan kebudayaan memerlukan penggunaan ilmu terapan
yang secara kultural edukatif memiliki strategi yang baik. Hal inilah yang menjadi

1

Namun. Antropologi pendidikan dihasilkan melalui percobaan khusus yang terpisah dengan kajian yang sistematis mengenai praktek pendidikan dalam prespektif budaya. METODE Metode yang digunakan adalah metode studi literatur yang relevan yaitu metode dengan menganalisis kajian teori dari berbagai bahan pustaka yang menjadi referensi bagi penulis. Artinya kebutuhan akan pendidikan di sesuaikan berdasarkan masing-masing daerahnya. dan Subagyo (2012) menjelaskan secara etimologis istilah antropologi berasal dari bahasa Yunani. Oleh karena itu. seiring berjalannya waktu. Suhanadji. Sehingga penulisan dalam artikel ini tidak hanya merujuk pada pendapat penulis mengenai realita budaya Indonesia. terutama dikalangan remaja modern saat ini. pendidikan memiliki fungsi yang sangat besar dalam memahami kebudayaan sebagai satu keseluruhan. solidaritas. Sehingga. Pengetahuan mengenai nilai-nilai ataupun norma-norma budaya memang harus dipelajari sejak dini. Suprayitno. Mardliyah. pewarisan nilai-nilai kebudayaan manusia dapat dilakukan melalui belajar. dan pembangunan nasional yang bermakna lokal. PEMBAHASAN Pengertian Antropologi Menurut beberapa ahli. namun juga merujuk pada sejumlah sumber-sumber yang relevan. . Antropologi pendidikan hadir di Indonesia sebagai pemenuh kebutuhan pendidikan dalam rangka usaha untuk memantapkan proses integrasi. sehingga antropologi menyimpulkan bahwa sekolah merupakan sebuah sarana budaya yang menjadi skema nilai-nilai dalam membimbing masyarakat. antropologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang manusia. artikel ini akan membahas tentang mengenai pentingnya landasan antropologi pendidikan dalam menghadapi perubahan budaya. nilai-nilai budaya masyarakat semakin menipis. Dalam masyarakat yang sangat kompleks. Banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia juga menjadi salah satu sebab menipisnya budaya asli Indonesia.2 garapan bidang kajian antropologi pendidikan.

Suprayitno. akan berpengaruh pula pada sekolah dengan segala dampak yang menyertainya. namun seiring perkembangan yang ada. which is the study of cultures living and dead. budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Suhanadji. bentuk fisik masyarakat. dan Subagyo (2012) mengungkapkan bahwa hubungan sekolah dan masyarakat cenderung bersifat kausalitas. Beberapa ahli dalam antropologi mengungkapkan bahwa konsep antropologi dalam pendidikan belum merupakan cabang resmi. Konferensi ini memberikan rekomendasi pada setiap pemerintahan untuk mendanai penelitian Antropologi Pendidikan di sekolah. dengan demikian dapat diartikan bahwa antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia. Antropologi lahir atau muncul dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik. adat istiadat. maka . karenaya apabila masyarakat mengalami krisis. Sementara Kneller (1965: 1) menjelaskan bahwa. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal. Koentjaraningrat (1990) mengungkapkan bahwa antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna. Sejarah Antropologi Pendidikan di Indonesia Antropologi pendidikan merupakan cabang spesialisasi yang termuda dalam antropologi. Mardliyah. baik krisis sosial. Dikarenakan masyarakat memberikan respon positif terhadap munculnya ilmu antropologi di dalam pendidikan. Selain itu masyarakat merupakan komponen utama dalam pendidikan. It has two main branches: physical anthropology. politik. maupun moral. Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama. mengingat sekolah mendapatkan pengaruh yang kuat terhadap perubahan sosial budaya di masyarakatnya. setelah dilaksanakannya Konferensi Antropologi Pendidikan yang berorientasi pada perubahan sosial di Negara-negara yang baru merdeka.3 yaitu anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu. serta kebudayaan yang dihasilkan. and cultural anthropology . diperlukan keahlian dalam antropologi pendidikan untuk meneliti masalah-masalah pendidikan sekolah. ekonomi. which traces the evolution of the human organism and its adaption to different environments. Antropologi pendidikan sendiri telah dianggap resmi pada pertengahan abad ke 20. anthropology is the study of man and his ways of living.

tidak terkecuali pula pembangunan pendidikan di Indonesia. khusunya di daerah terpencil atau pedalaman. The study of the anthropology of education grew in the shadow of its older cousins. Antropologi pendidikan merupakan generalisasi tentang manusia dan perilakunya ketika berhubungan dengan fakta dan fenomena pendidikan. Koentjaraningrat yang paling berjasa memperkenalkan antropologi kepada masyarakat luas. as we know it today. Dr. Dapat diambil kesimpulan bahwa memang kebudayaan yang ada di masyarakat sangat berpengaruh terhadap segala pembangunan yang dilaksanakan.A Wilken. harus melibatkan faktor sosio-budaya. yang artinya bahwa pendidikan merupakan suatu kondisi yang diperlukan dalam mempelajari kebudayaan secara berkelanjutan. dianggap sebagai pelopor antropologi Indonesia. Psychological anthropology has been influencing the field of anthropology and education most notably through the work of some its finer minds including George DeVos. dengan gigih dan pengabdian yang begitu besar.A Wilken membuat tulisan tentang masyarakat dan kebudayaan yang dimiliki Indonesia. psychological anthropology and anthropological linguistics. Sehingga G. is a relatively new specialization within the broader subfield of sociocultural anthropology. seorang guru besar di Universitas Leiden (Belanda).4 ilmu antropologi diadakan sebagai salah satu landasan dalam pendidikan. Indonesia sendiri memiliki tokoh pencetus antropologi paling terkenal. Orozco (1991) mengungkapkan. Mardliyah. antropologi pendidikan juga menelaah masalah-masalah pendidikan . the field of educational anthropology. and others. Selain itu. Seperti yang diungkap oleh Kneller (1965) bahwa education is a necessary condition of cultural continuity. Suprayitno. 2012) mengungkapkan bahwa Antropologi pendidikan adalah penelaah akademik tentang system pendidikan dari sudut pandang sosio budaya. Koentjaraningrat (1990) mengajarkan bahwa setiap proyek pembangunan yang diterapkan di masyarakat. Antropologi dalam Pendidikan Mahmud dan Sutana (Suhanadji. Ilmu Antropologi pendidikan di Indonesia baru dimulai sejak G. George and Louise Spindler. yaitu Prof. dan Subagyo. jika tidak kemungkinan besar proyek tersebut tidak akan berjalan lancar.

deliberately created for this end. (4) system religi dan masyarakat beragama. Sekolah telah dijadikan sebagai lembaga kunci yang membantu masalah-masalah sosial di masyarakat. education includes every process. Suprayitno. Menurut Spindlers. such as schools. a great deal of the formal. (7) multikulturalisme dan . menyimpulkan bahwa pendidikan sekolah hanya ada dalam masyarakat bernegara dan pendidikan di sekolah akan mendorong para pelajar untuk memperhatikan hal-hal di luar kebudayaan mereka. Kneller (1965) mengungkapkan bahwa. character. According to the Spindlers. jika tidak ingin terusmenerus dianggap sebagai masyarakat yang ketinggalan jaman. intentional transmission of culture takes place in schools. dan perubahan kebudayaan. and physical capacity. skills. bahkan adanya pendidikan di sekolah membantu masyarakat dalam memperoleh pengetahuan dan membuka pikirannya secara luas. Seperti telah dijelaskan berbagai pihak. 1990) melakukan penelitian mengenai pendidikan dalam masyarakat multietnik. (5) hubungan timbal balik antara sekolah dengan perubahan sosial budaya. akulturasi. (6) upaya belajar dalam pengembangan hidup. and attitudes by means of institutions. banyak transmisi budaya yang disengaja berlangsung di sekolah. Education is a inculcation in each generation of certain knowledge.5 dan telah memiliki kajian akademik yang sudah mapan dapat dipertanggunjawakan secara ilmiah. Para antropolog mengemukakan bahwa sekolah dalam masyarakat sebagai lembaga kunci dalam mengambil alih tugas-tugas sosialisasi tertentu yang dalam masyarakat sederhana biasanya menjadi tanggung jawab kelompok kerabat. Selain itu. Setiap masyarakat. dan Subagyo (2012:34) mengemukakan bahwa ruang lingkup dan kajian antropologi sendiri lebih terfokus pada bidang-bidang garapan seperti: (1) enkulturasi. Orozco (1991) juga menambahkan bahwa. sosialisasi. setidaknya secara perlahan pasti mengalami perubahan. It is life-long for we must learn new ways of thought and action with every major change in our lives. Mardliyah. Inilah salah satu fungsi adanya antropologi di dalam pendidikan. that helps to form a persons mind. (3) pola pengasuhan nilainilai sosial budaya. (2) studi tentang cross-cultural dan pola pengasuhan anak. anthropologists now consider the school in society as a key institution taking over certain sosialization tasks that in simpler societies were typically the responsibility of the kin group. Tidak terpaku pada satu aspek ataupun kepercayaan yang dimiliki sukunya saja. Suhanadji. Cohen (Koentjaraningrat. Sementara.

maka Kneller (1965) kembali berasumsi education may be an inadvertent source of cultural change. meskipun tidak seluruhnya. dan kesenian. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pendidikan diperlukan untuk keberlanjutan budaya. termasuk adanya pendidikan. dan Subagyo 2012:31) seorang antropolog kenamaan Amerika Serikat pernah mengatakan betapa pentingnya meneliti dan mengkaji pendidikan sekolah dalam transmisi dan perubahan budaya. the anthropologist calls a culturally delimited universe. dalam hal ini antropolog menyebutnya sebagai budaya yang dibatasi alam semesta. religi. think.6 pendidikan multikulturalisme. dan Subagyo. (8) ideologi dan pendidikan karakter. yaitu pendidikan dapat menjadi sumber yang tidak disengaja dari perubahan budaya. Sehingga sekolah sendiri dikatakan sebagai sarana penting dalam melakukan perubahan budaya. dan transmisi (pewarisan) kebudayaan. Tidak harus selalu merubah kebudayaan secara besar- . Suprayitno. meskipun tidak hanya di sekolah. Setiap kondisi budaya anggotanya berhak untuk bertindak. Boas (Suhanadji. 2012) mendefinisikan bahwa perubahan budaya adalah perubahan yang mencakup berbagai segi budaya di masyarakat. mata pencaharian. and perceive in what. Mardliyah. Each cultural conditions its member to act. teknologi. Hal ini terjadi karena ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga menghasilkan keadaan yang harmonis dalam kehidupan. bahasa. Sedangkan Koentjaraningrat (1990) menyatakan bahwa perubahan budaya adalah perubahan yang mencakup berbagai unsur seperti perubahan sistem pengetahuan. Mardliyah. Antropologi Pendidikan dan Perubahan Budaya Seiring berjalannya waktu. Hoston dan Hunt (Suhanadji. Sehingga perubahan budaya selalu mencakup berbagai unsur yang ada di masyarakat. serta (9) pluralisme dan masyarakat majemuk. Suprayitno. sosialisasi (sosialisasi/pemasyarakatan). mordernisasi sebagai salah satu bentuk perubahan dalam mengikuti jaman. organisasi sosial. karena pendidikan merupakan salah satu pintu menuju peradaban yang lebih baik. berpikir. Antropologi pendidikan dapat diacu kembali kepada kajian-kajian tentang enkulturasi (proses pembudayaan). Dikarenakan adanya proses yang saling mempengaruhi antara transmisi dan perubahan kebudayaan dengan pendidikan di sekolah. dan merasakan. secara perlahan budaya juga akan mengikuti perubahan tersebut.

Suhanadji. Suhanadji. pada era modern ini. dan Subagyo (2012) menjelaskan bahwa multikulturalisme merupakan paham yang mendasari asas keragaman sosial budaya yang dianut suatu bangsa. dan Subagyo (2012) juga menjelaskan bahwa multicultural education juga merupakan respon terhadap perkembangan populasi sekolah. seperti berubahnya: (1) sistem keagamaan. keanekaragaman budaya dimaknai sebagai kesederajatan atau kesetaraan.7 besar. (4) kesenian. terutama dalam hal mendidik anak sejak usia dini. Salah satunya ialah melalui sekolah dasar yang merupakan lembaga pendidikan pembentuk moral . Suprayitno. pornografi dan pornoaksi di kalangan anak usia sekolah dasar. yaitu tidak ada posisi superior ataupun inferior. Beberapa dampak negatif yang sangat marak di kalangan remaja ialah adanya isu SARA. meningkatnya sikap individualisme. Mardliyah. Namun. merupakan salah satu sarana penting dalam penguatan budaya bangsa. Hal tersebut memberikan dampak positif maupun negatif. dan masih banyak lagi. maka dampak negatif akan lebih banyak berpengaruh dibandingkan dampak positifnya. Konsep multikulturalisme merupakan sebuah konsep penting dalam antropologi pendidikan. terhadap tuntutan persamaan hak setiap kelompok. budaya. apabila salah dalam menggunakannya. Mardliyah. selain itu Indonesia merupakan Negara multikultural yang memiliki berbagai etnis. Dalam konsep multikultural. Kemajuan teknologi merupakan perubahan yang paling kentara di masyarakat. maraknya plagiarisme terhadap karya oranglain. (5) bahasa dan lain-lain. golongan. dinilai sebagai faktor utama pemicu rendahnya moral bangsa dari waktu ke waktu. sebenarnya kemajuan teknologi memberikan banyak dampak positif. sehingga dapat disamakan dengan kemajemukan dalam konteks budaya. Menilik dari latar belakang budaya yang dimiliki suatu kaum. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan. Suprayitno. terutama dikalangan remaja. Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samudra sehingga memiliki peluang terjadinya proses interaksi sosial dari berbagai bangsa secara langsung. kemajuan teknologi dan perkembangan jaman sangatlah pesat. (2) pengetahuan masyarakat. Masuknya budaya asing ke Indonesia juga berpengaruh terhadap perubahan budaya lokal. hanya cukup membuat masyarakatnya lebih terbuka dan lebih berpikir rasional sehingga dapat menerima adanya perubahan yang pasti terjadi. ras. dan bahasa yang berbeda-beda. Nilai-nilai kebudayaan dan moral remaja pun mulai terkikis secara perlahan. agama. Perubahan-perubahan tersebut dapat dilihat. (3) teknologi. kekerasan antar remaja. Hal tersebut terjadi karena penyalahgunaan dari kemajuan teknologi.

serta selalu memberikan pengarahan untuk tidak mengucilkan salah satu teman mereka dengan menunjukkan indahnya kebersamaan. Koentjaraningrat (1990) menjelaskan bahwa ilmu antropologi merupakan applied science (ilmu terapan). mengajarkan cara menyikapi perbedaan dan mengarahkan anak agar bisa berjalan selaras meski adanya perbedaan. (3) pembelajaran langsung merupakan model pembelajaran yang diadopsi dari teori belajar sosial yang dikembangkan melalui observasi. pembelajaran berbasis kegiatan. antropologi pendidikan harus dapat diaplikasikan ke dalam model-model pembelajaran di kelas. dalam artian positif. karena apa yang diajarkan di sekolah akan sangat berpengaruh terhadap kepribadian dan moral anak di masa yang akan datang. (2) pembelajaran kooperatif yang dasarnya adalah siswa dapat belajar dengan bekerjasama bersama teman-temannya. yakni pembelajaran yang bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan dari suatu permasalahan ke . Ihromi (1996) menjelaskan bahwa antropologi terapan merupakan cabang antropologi yang mengkhususkan diri pada perubahan kebudayaan yang direncanakan melalui penggunaan pengetahuan antropologi. dan pembelajaran penemuan. fakta. Sebagai disiplin ilmu terapan. dan investigasi kelompok. norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat akan diajarkan sehingga anak mampu untuk bersikap sebagaimana mestinya di masyarakat. Jigsaw. Meminimalkan jarak antara anak yang memiliki status sosial yang berbeda dengan anak-anak yang lainnya. mengingat. diantaranya: (1) pembelajaran sosial yang menekankan pada pembelajaran kooperatif. Di sekolah anak akan terus-menerus diasah. sehingga konsep. dan Subagyo (2012) menggambarkan beberapa mode pembelajaran yang dapat ditransformasikan dalam Antropologi pendidikan.8 anak melalui kebiasaan baik di sekolah. dan teoriteori antroplogi dapat dengan mudah di pahami. melalui landasan antropologi sosial-budaya. Suhanadji. Pembelajaran ini diadopsi dari teori konstruktivisme yang dikembangkan oleh Vygotski. Pembelajaran ini dikembangkan oleh Dewey dan Thelan dengan tipe STAD (Student Team Achievement Division). dan menirukan tingkah laku gurunya. Hakikatnya pembelajaran ini bertujuan agar siswa mengamati secara selektif. (4) pembelajaran kontekstual. Seperti mengenalkan pada anak-anak mengenai perbedaan. penerapannya dalam dunia pendidikan melalui pembelajaran di sekolah. Suprayitno. Mardliyah.

Pentingnya Landasan Antropologi Pendidikan Adanya perubahan kebudayaan yang terjadi terus-menerus serta kebudayaan yang berbeda-beda. Adanya pendidikan kebudayaan di dalam pendidikan. tradisi.9 permasalahan lain dan dari satu konteks ke konteks lain. dan Subagyo (2012) mengkaji mengenai pentingnya antropologi pendidikan. merupakan alat yang kuat untuk membentuk identitas nasional dan orientasi pada kebudayaan nasional. dan dihargai. (2) pendekatan antropologi dapat menambah wawasan mengenai masalah tranmisi kebudayaan pada umumnya. sehingga ilmu antropologi pun ikut andil dalam dunia pendidikan. yaitu: (1) pendekatan dalam antropologi menggunakan teknik wawancara mendalam sehingga dapat memperoleh data lebih konkrit mengenai masalah sosial-budaya pada pendidikan masa kini. dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. (6) menciptakan kebudayaan sekolah yang dilandasi oleh sistem kebudayaan nasional. membuat ilmu antropologi penting untuk dipelajari saat di sekolah. (3) pendekatan antropologi dapat menambah pengertian tentang bagaimana mendidik para siswa yang memiliki latar belakang berbeda-beda. yaitu: (1) memahami hakekat pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbudayanya. dan (4) metode cross-cultural yang dikembangkan para antropolog dapat membantu pengembangan ilmu pendidikan komparatif. keyakinan. (4) menelaah teori-teori antropologi untuk dapat menjelaskan fenomena-fenomena dan fakta pendidikan. (2) menjelaskan kedudukan dan strata pendidikan di masyarakat yang memiliki karakteristik dan kebudayaan tertentu. membuat antropologi perlu dipelajari. Mardliyah. dipahami. (3) memahami norma. Suhanadji. anthropology can also contribute to education by studying the educational methods of other cultures. Kneller (1965) menjelaskan. (5) menelaah teori-teori pendidikan dan teori pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebudayaan masyarakat. both primitive and modern. A cross-cultural study . Pendidikan sekolah yang diatur oleh Negara. Koentjaraningrat (1990) mengungkapkan beberapa kemungkinan mengapa landasan antropologi sangat penting ada di dalam pendidikan. Pembelajaran ini digagas oleh Dewey yang menyatakan bahwa kurikulum dan metode mengajar sangat terkait dengan pengalaman dan minat belajar siswa. Suprayitno.

sukar untuk dibandingkan sehingga harus ada perbandingan baru yang bersifat tentative (selalu mengalami perubahan). karena suatu kebudayaan hanya dapat dinilai oleh kebudayaannya sendiri. namun dengan memilahmilah kebudayaan mana yang baik untuk diterapkan dan mana yang harus dihindari. Moreover. educational anthropology must be a systematic study.” Berdasarkan pada apa yang diungkapakan para ahli di atas. since new ones are bound to appear. Therefor becomes the responsibility of educators not only to explore these values. baik yang primitif maupun modern. dan Subagyo (2012) menjelaskan bahwa dalam pandangan antropologi tidak ada rasa tau kebudayaan yang lebih ‘superior’ dibandingkan dengan rasa tau kebudayaan lain yang dianggap ‘inferior’. Suhanadji. tugas para pendidik bukan hanya mengeksploitasi nilai kebudayaan namun menatanya dan menghubungkannya dengan pemikiran dan praktek pendidikan sebagai satu keseluruhan. Berarti para pendidik harus melakukan pembelajaran budaya secara hati-hati. Dalam sebuah studi lintas budaya. Kneller (1965) menjelaskan bahwa “at bottom. menjelaskan bahwa pendidik harus memiliki pengetahuan mengenai kebudayaan lain untuk dapat untuk dapat menilai pelajaran budaya di sekolahnya dengan lebih objektif. adalah sesuatu yang dianggap wajar dan seharusnya dianggap sebagai keragaman budaya bangsa yang tak ternilai harganya. Setiap penyelidikan yang dilakukan oleh para ilmuwan akan memberikan sumbangan yang berharga dan mempengaruhi pendidikan. categories of comparison must be tentative. Kneller (1965) juga menambahkan.10 of education enables the educator to learn form the experiences of other cultures and to examine his own schools more objectively. however. for culture being unique. karena kebudayaan yang ada dan berkembang dalam masyarakat bersifat unik. Mardliyah. jelaslah bahwa penting adanya landasan antropologi dalam pendidikan dikarenakan perbedaan budaya dan etnik yang ada. are difficult to compare. Artinya bahwa antropologi dapat berkontribusi dalam pendidikan dengan mempelajari budaya-budaya bangsa lain. but also to order them and related them to educational thought and practice as a whole. but also of the assumptions that anthropologists bring to education and the assumptions that educational practice reflect. Hal ini menunjukkan bahwa mempelajari budaya lain juga penting. Setiap kebudayaan tidak dapat menilai baik buruknya kebudayaan lain. not only of the practice of education in cultural perspective. the educator must process carefully. Oleh karenanya. Suprayitno. terutama di Indonesia. .

berfungsi untuk menelaah masalah-masalah pendidikan dan telah memiliki kajian akademik yang sudah mapan dapat dipertanggunjawakan secara ilmiah. banyak sekolah-sekolah yang kurang menampakkan adanya pendidikan antropologi di sekolah.11 PENUTUP Simpulan Antropologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang manusia. Kebudayaan yang ada di masyarakat sangat berpengaruh terhadap segala pembangunan yang dilaksanakan. kajian mengenai antropologi pendidikan masih sangat terbatas. Saran Jika ditelaah lebih mendalam. terasa seperti meraba-raba sesuatu yang kurang umum. adalah sesuatu yang dianggap wajar dan seharusnya dianggap sebagai keragaman budaya bangsa yang tak ternilai harganya. Karena adanya perubahan budaya tidak dapat dicegah. maka menjadi tugas para pendidik untuk menerapkan antropologi pendidikan dalam praktek pendidikan berlandaskan budaya yang dimiliki masing-masing daerah agar budaya yang dimiliki tidak semakin terkikis dan kemudian menghilang. Seharusnya antropologi pendidikan menjadi salah satu kajian yang penting di dalam pendidikan. jika dikaitkan dengan pendidikan. Keduanya memiliki pengaruh yang kuat terhadap pendidikan. Namun masih dapat dijumpai adanya gap atau jurang pemisah antara sekelompok “orang-orang biasa” dengan sekelompok . Antropologi. Implementasi di lapangan pun juga terkesan masih sangat abstrak. Banyak ahli yang mengungkapkan bahwa antropologi dibagi menjadi dua bidang kajian. tidak terkecuali pula pembangunan pendidikan di Indonesia. terutama mengingat bahwa Indonesia memiliki keragaman suku dan budaya yang sangat banyak. Begitu penting adanya landasan antropologi dalam pendidikan dikarenakan perbedaan budaya dan etnik yang ada. Jika dilihat lagi. Ilmu Antropologi pendidikan di Indonesia baru dimulai sejak G.A Wilken membuat tulisan tentang masyarakat dan kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Keragaman budaya tersebut harus tetap dijaga. adanya perubahan budaya yang terjadi secara terus-menerus. Adanya landasan antropologi dalam pendidikan terasa kurang berpengaruh terhadap sistem yang dijalankan oleh pendidikan. terutama di Indonesia. yaitu antropologi fisik dan antropologi budaya. membuat generasi muda ikut berubah tingkah laku dan pola pikirnya. berdasarkan pengalaman.

Apalagi di era perubahan jaman seperti ini. T. Kneller.edu/11903323/Dialogue_and_the_Transmission_of_ Culture_The_Spindlers_and_the_Making_of_American_Anthropology. 2012. Koentjaraningrat. George F. 1985. Saran penulis memang seharusnya kajian antropologi pendidikan lebih diperdalam. Suhanadji. Sejarah Teori Antropologi II. Review Essay: Dialogue and The Transmission of Culture: The Spindlers and the Making of American Anthropology. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Inc. Sosiologi Antropologi dalam Perspektif Pendidikan. (https://www. Universitas Indonesia: UI Press. 1990. 1965. 1996.12 “orang-orang tidak biasa”. Syafiatul Mardliyah. Educational Anthropology: An Introduction. Orozco. Tarwodjo. [online]. Jakarta: Balai Pustaka. Subagyo.academia. diakses pada 2 September 2016. pukul 22:35). Suprayitno. Amerika: John Wiley and Sons. Suarez. 1991. Surabaya: UNESA University Press. . Pengantar Antropologi Pendidikan Indonesia.O. FX. terutama di sekolahsekolah dasar yang berfungsi sebagai fondasi bagi sekolah-sekolah berikutnya. DAFTAR RUJUKAN Ihromi. meskipun tidak terlalu kentara. Pokok-pokok Antropologi Budaya. pendidikan kebudayaan sangat perlu di kembangkan dan diajarkan terutama di kalangan anak-anak dan remaja yang berkedudukan sebagai penerus bangsa. Marcelo M.