Anda di halaman 1dari 2

TUGAS PENGGANTI KULIAH AHE

Letak Indonesia yang berada di bawah garis khatulistiwa dan memiliki rata rata suhu
maksimal sekitar 32o-36o (menurut BMKG), sehingga membuat manusia kurang nyaman
dari segi kenyamanan thermalnya yang seharusnya minimal suhu nyaman berkisar 25.8 o27.1o (menurut SNI-14-1993-03). Untuk menanggulangi masalah kenyamanan thermal ini
manusia cenderung memilih untuk menggunakan penghawaan buatan seperti Air
Conditioning agar suhu dapat diturunkan hingga mencapai tin gkat kenyamanan yang
diinginkan. Namun akibat penggunaan penghawaan buatan ini membuat pemaikan energi
melonjak tinggi yaitu sekitar 35% oleh karena itu hal yang menurut saya paling penting
untuk menurunkan kebutuhan energi adalah menurunkan suhu bangunan sampai tingkat
kenyamanan manusia agar manusia tidak menggunakan penghawaan buatan sehingga
dapat menghemat penggunaan energi minyak bumi yang semakin lama semakin menipis
cadangannya.
Oleh karena itu bagian yang menarik dan saya minati untuk dikembangkan pada
elemen bangunan rumah sadar energi adalah bukaan pada bagian atap yang dapat
mengeluarkan udara panas dari dalam rumah (karena partikel udara panas yang ringan
akan cenderung mengalir dan berkumpul pada bagian atas) sehingga diperlukan celah
untuk mengeluarkan udara panas tersebut, dan menggantinya dengan udara baru yang
segar dengan pemberian bukaan pada dinding bagian bawah. Selain itu pemberian rongga
yang cukup besar pada bagian atas plafon juga cukup penting menurut saya karena dapat
mereduksi radiasi panas sinar matahari pada area aktivitas manusia dalam suatu ruang.
Dari dua elemen bangunan ini diharapkan agar suhu dapat mencapai rata – rata tingkat
kenyamanan manusia sehingga manusia tidak perlu menggunakan penghawaan buatan
(air conditioning) sehingga dapat mengurangi 50% kebutuhan energi, tidak hanya itu
pemberian bukaan pada atap ini juga dapat membantu menghemat energi yang dibutuhkan
pencahayaan buatan (lampu) yang berkisar 20% sehingga total pengurangan kebutuhan
energi dapat mencapai angka 70%, hal ini juga dapat menghemat biaya pengeluaran untuk
kebutuhan energi sehingga pengeluaran dapat digunakan untuk hal lain yang lebih
bermanfaat di dunia akhirat seperti sedekah misalnya.

LEONITA DWESTI HALIM - 135060500111031

Pemberian elemen bangunan bukaan atap (berbentuk jaluzi) ini diusahakan menghadap selatan agar tidak memasukan radiasi panas dan sinar matahari langsung saat siang hari. Selain itu digunakan material plafon dengan pori pori untuk membantu mendistribusikan panas keluar melalui jaluzi yang berada pada bagian atas. sehingga hanya cahaya langit yang masuk tanpa memasukan udara panas dari luar bangunan.135060500111031 . LEONITA DWESTI HALIM . Bukaan pada atap ini juga dilengkapi dengan shading device yg dapat membayangi dan memantulkan sinar serta panas matahari langsung.