Anda di halaman 1dari 20

PERENCANAAN KONSTRUKSI PELABUHAN

Dari data diketahui bahwa kapal yang akan menggunakan fasilitas pelabuhan adalah:
Tabel 5 – Data Jenis Kapal yang Direncanakan Akan Berlabuh
PASSENGER
30000 GT
230 m
27,5 m
8,5 m
0,8 – 1,0 m

DATA
Panjang Kapal
Lebar
Sarat Kapal
Clearance
1)

CARGO
40000 DWT
201 m
29,4 m
11,7 m
0,8 – 1,0 m

CONTAINER
60000 DWT
280 m
35,8 m
13,0 m
0,8 – 1,0 m

TANKER
70000 DWT
244 m
36,7 m
14,3 m
0,8 – 1,0 m

Rencana Kedalaman Perairan
Rencana kedalaman perairan disesuaikan dengan ukuran kapal yang akan

menggunakan pelabuhan tersebut. Pada umumnya kedalaman air dasar kolam pelabuhan
berdasarkan full loaded draft (maximum draft).
Dari kapal yang tertambat dengan jarak aman / ruang bebas (clearance) sebesar 0,8 1,0 m di bawah lunas kapal.
Taraf dermaga ditetapkan antara 0,5 - 1,0 m di atas air pasang sesuai dengan besarnya
kapal.
(Sumber : “Perencanaan Pelabuhan” oleh Soedjono Karmadibrata, hal 310).

MHW

Taraf Dermaga (0,5 – 1,5) m
MLW

Sarat kapal
(draft)

Pasang Surut = 1 m
Sarat kapal
(draft)

– 1,0) m
Gambar - Dimensi kedalamanClearance
kolam(0,8
pelabuhan
Data yang digunakan adalah data kapal yang paling maksimum, sehingga untuk

panjang dan lebar kapal akan digunakan data kapal container sedangkan untuk data sarat

H = 16,2 m

kapal digunakan data kapal cargo:
o Sarat kapal
: 14,3 m
o Clearance
: 1,0 m
Kedalaman perairan:
H = Sarat kapal + beda pasang surut + clearance + ⅓ tinggi ombak
= 14,3 m + 0,5 m + 1,0 m + (⅓ * 0,99 m)
= 16,13 m = 16,2 m

Dermaga 0,000m

Jadi :
Free Board 1perairan
m
Untuk kedalaman
diambil yang terbesar
Untuk tinggi dermaga rencana

= 16,2 m
= 16,2 m + free board (= 1m)
= 17,2 m

H = 17,2 m

2)

Lebar Alur Pelayaran
Alur pelayaran yang dalam hal ini menggunakan dua jalur untuk melayani kapal yang

akan masuk ke kolam pelabuhan. Dalam perencanaan ini, kapal dengan lebar terbesar yang
akan beroperasi adalah Tanker : 70000 DWT = 36,7 m.

Elevasi Pengerukan Alur

a. Menghitung lebar alur untuk 2 jalur

Gambar 12 – Sketsa Alur Pelayaran Dua Arah
Lebar kapal (B)
= 36,7 m
Panjang kapal (L)
= 280 m
b. Untuk lebar alur pelayaran dipakai rumus:
L
= 1,5 B + (1,2 s/d 1,5 ) B + 30,00 + (1,2 s/d 1,5 ) B + 1,2 B
(Sumber : ”Perencanaan Pelabuhan” oleh Soedjono Kramadibrata, hal 341)
L
= 1,5 (36,7 m) + 1,5 (36,7 m) + 30,00 + 1,5 (36,7 m) + 1,2 (36,7 m)
= 239,19 m
Untuk memutar kapal dipakai rumus:
d
= 1,50 L
= 1,50 * 239,19 m
= 358,785 m

 Tambatan Passenger 30000 GT Data penumpang yang diramalkan/tahun Jumlah kapal yang berkunjung/tahun : 3.000 Jumlah kapal/hari : 25/315 Jumlah tambatan yang dibutuhkan = 3.000/40.000 ton/tahun = 25 kapal = 0. sehingga perencanaan jumlah tambatan harus dihitung sesuai kebutuhan.079 kapal ~ 1 kapal = 1 buah .75 * 239.000.000 org/tahun = 100 kapal = 0.000.293 m Rencana Tambatan / Panjang Dermaga dan Lebar Dermaga Rumus untuk menghitung panjang dermaga adalah sebagai berikut : L p=n Loa + ( n+1 ) x 10 x Loa … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … .3 kapal ~ 1 kapal = 1 buah = 1.000.(7) dimana.000/30.75 L = 0.19 m = 179.215) Ada 4 jenis kapal yang direncakan akan berkunjung.000 Jumlah kapal/hari : 100/315 Jumlah tambatan yang dibutuhkan  Cargo 40000 DWT Data tonase yang diramalkan/tahun Jumlah kapal yang berkunjung/tahun : 1. hal. Lp = panjang dermaga Loa = panjang kapal yang ditambat n = jumlah kapal yang ditambat Gambar – Dimensi Dermaga (Sumber : “Perencanaan Pelabuhan” oleh Bambang Triatmodjo.000.R 3) = 0. 214 .

03 kapal ~ 1 kapal = 1 buah Dari hasil perhitungan.000/60.000 Jumlah kapal/hari : 1/315 Jumlah tambatan yang dibutuhkan = 500. a. dan kapal ferry membutuhkan 1 tambatan. container membutuhkan 1 tambatan. . panjang total dermaga = 1260 m dan lebar dermaga = 20 m 6) Rencana Jalan Pada perencanaan penempatan jalan. Kesimpulan : Jadi. tanker membutuhkan 1 tambatan. Lebar Dermaga Dalam merencanakan lebar dermaga banyak ditentukan oleh kegunaan dari dermaga tersebut.028 kapal ~ 1 kapal = 1 buah = 70.000 ton/tahun = 8.000/70. misalnya untuk tipe II dan Forklit. baik untuk jenis kendaraan yang sama maupun yang berbeda. Container 60000 DWT Data tonase yang diramalkan/tahun Jumlah kapal yang berkunjung/tahun : 500. Diambil lebar dermaga 20 m untuk jalan kendaraan dan gudang barang.000 Jumlah kapal/hari : 9/315 Jumlah tambatan yang dibutuhkan  Tanker 70000 DWT Data tonase yang diramalkan/tahun Jumlah kapal yang berkunjung/tahun : 70.000 ton/tahun = 1 kapal = 0. intersection dari setiap jalur jalan dibuat minimal. tambatan untuk kapal penumpang (passenger) membutuhkan 1 tambatan khusus. ditinjau dari jenis volume barang yang mungkin ditangani pelabuhan/dermaga tersebut. Panjang Dermaga d = 4 * 280 m + (4 + 1) * d = 1260 m 10 100 * 280 m Keterangan: 1 tahun = 365 hari (asumsi bahwa jumlah hari kerja selama 1 tahun = 315 hari) b. sedangkan untuk kapal jenis cargo 1 tambatan khusus.33 = 9 kapal = 0.

Untuk tugas ini tidak dilakukan pengerukan karena lokasi dermaga diambil sesuai kedalaman rencana yaitu kedalaman 17. maka perlu adanya : a. Fasilitas-fasilitas pendukung. 7) Pengerukan Pengerukan diperlukan bila perairan di lokasi pelabuhan lebih kecil (dangkal) dari kedalaman perairan rencana sesuai dengan ukuran kapal yang akan berlabuh. diusahakan tidak mangganggu jalur lalu-lintas yang lain. Apabila dalam pelabuhan terdapat rencana jalan kereta api. baik pelabuhan umum.Jalan untuk masuk kepelabuhan dibuat 2 jalur agar arus lalu lintas tetap lancar dalam pelayanan penumpang maupun pengangkutan barang-barang yang keluar masuk pelabuhan. Kantor.kantor yang meliputi : o Kantor Syahbandar o Kantor Bea Cukai o Kantor Kesehatan o Kantor Imigrasi o Kantor Buruh Pelabuhan o Kantor Pelabuhan b. pelabuhan cargo. yang meliputi : o Suplai Air Bersih . maupun pelabuhan lainnya diperlukan perlengkapan baik untuk usaha pengawasan maupun pemeliharaaan. 8) Perlengkapan Dermaga Untuk seluruh pelabuhan. Guna keperluan itu.2 m.

o Suplai Listrik o Jaringan Telekomunikasi o Suplai Bahan Bakar Minyak o Fasilitas Pemadam Kebakaran o Drainase dan Pembuangan Sampah c. Prasarana pendukung lainnya : o Jaringan Jalan Raya dan Jalan Kereta Api o Kapal-kapal Kerja o Fasilitas Perbaikan Kapal o Dll .

Beton dan batu buatan terdiri dari: o Tetrapod o Tribar o Ouddripod  mempunyai empat kaki yang berbentuk kerucut terpancung  mempunyai tiga kaki yang saling dihubungkan dengan lengan  mempunyai bentuk mirip tetrapod tetapi sumbu-sumbu dari ketiga kakinya berada pada bidang datar o Dolos  terdiri dari dua kaki saling silang menyilang dan dihubungkan dengan lengan .PERENCANAAN BREAKWATER Breakwater adalah bangunan yang digunakan untuk melindungi daerah perairan pelabuhan dari gangguan gelombang. o o Macam dan Tipe Breakwater: Breakwater yang dihubungan dengan pantai Breakwater lepas pantai Pemecah gelombang terdiri atas tiga tipe. yaitu: o Pemecah gelombang sisi miring o Pemecah gelombang sisi tegak o Pemecah gelombang campuran Perencanaan breakwater sisi miring biasanya dibuat dari tumpukan batu alam yang dilindungi oleh lapisan pelindung (armour) berupa batu besar atau beton dengan bentuk tertentu.

Dalam perencanaan breakwater. dipilih model “Rubble Mound” karena memiliki keuntungan: o o o o o Elevasi puncak bangunan rendah Gelombang refleksi kecil Kerusakan berangsur-angsur Perbaikan murah Harga murah Gambar – Contoh Layout Breakwater Tipe Rubble Mound .

LWS max Tetrapods LWS min Batu Alam Batu Alam Pemecah gelombang sisi miring biasanya dibuat dari tumpukan batu alam yang dilindungi oleh lapis pelindung berupa batu besar atau batu dengan bentuk tertentu. heksapod. Beton atau batu buatan ini berupa tetrapod. dolor. tribar. . dan sebagainya.

yaitu : Ho > H ijin = 0.99 m > 0. syarat pembuatan Breakwater terpenuhi.578 . hal 168) Diketahui.28083 ft 1 ft = 3.6 m 1 m = 3.28352941 m - γr batu alam = 165 lbs/cuft - γr tetrapod = 140 lbs/cuft - γw = 64 lbs/cuft - Sr = 165/64 = 2. Menentukan Berat Dari Unit Armour (Sumber : “Perencanaan Pelabuhan” oleh Bambang Triatmodjo.a.

2 m Menentukan Tebal Lapisan Armour.207 lbs Lapisan II : W₂ = 3.04 (tetrapod) dan 1.692 m = 0.599 m ~ 0.578−1 )3 x 1.5207/ 165)1/3 = 1.509 / 165) = 0.0 x ( 2.207/ 140)1/3 : T2 = 2 * 1.9657 ft = 0.5022 ft = 0.5207/ 165)1/3 = 2.185 ft = 0.1 = n .207 lbs 10 = 30.5207 lbs W1 600 = 305.99 m - Cot θ = 1.- H = 0.207 lbs 600 = 0.248³ W = 4.5 = 305.0455 ft = 1. T m Lapis I Lapis II = m * KA ( W/ γr ) 1/3 = Jumlah armour .15 * (30.15 (batu alam) - KD = 4.15 * (0.5 W₁ = Lapisan III : W₃ b.5 - KA (lapis lindung) = 1.04 * (305.248 ft = W1 10 = 305.153 m ~ 0.6 m 1/3 : B3 = 3 * 1.697 ft = 1.3 m : B2 = 3 * 1.509 lbs Menentukan Lebar Crest B n Lapis I Lapis II Lapis III c.233 m ~ 1.4716 lbs * 1.04 * (305.207/ 140)1/3 = 4.2) Berat Unit Armour (Lapis Pelindung) Lapisan I (Tetrapods) : 140 x 3.4716 lbs = 203.1 = 2 : T1 = 2 * 1.0 (tabel 5.3612 m . = n * KA * ( W/ γr ) 1/3 = jumlah unit armour (diketahui 3 lapis) : B1 = 3 * 1. = 203.15 * (30.4716 lbs * Fk = 203.

5 m Panjang gelombang dihitung dengan rumus : H /L = 0.83 * H = 0.00558 ≈ 0.99 m= 0.006 m = 3.99 / 25 = 0.83 1.d.83 R  R = 0.35 Dari grafik diperoleh R/H = 0.021 ft Beda pasang surut (Zo) = 0.99 m = 3.4 & tg α = 1 cot α = 2 3 Pada HB perhitungan panjang gelombang Ir = 2 3 ( 0.99/25 )0.248 ft Panjang Gelombang (L) = 25 m = 82.5 ¿2 = 0.8415 m 0.0396 = 0.85 * 0. Menentukan Elevasi dari Crest Tinggi gelombang (H) = 0.275 Gambar – Grafik Runup Gelombang .

99=15.495 m Elevasi crest sesudah ditambah freeboard = 1. tinggi gelombang = ½ * 0.97 m = 18 m .8415 + (2*0.0.1 m ) Kedalaman Break Water (h) : h = max draft + clearance + 1/3.3365 m = 2.3 + 0.99 m - = 0.6 m  Clearance = 1 m ( syarat 0.495 m= 2.5)) m - Free board (jagaan) = 1.3+1+ .tinggi gelombang = 1 14.8415 m = ½ .8 m . harus berada pada R + 2 * Zo = (0.34 m - Untuk perencanaan tinggi break water diambil untuk kapal dengan tonnage terbesar : 70.- Elevasi crest min.34 = 17.000 DWT  Max draft = 14.63 + 2.63 m 3 Tinggi Break Water = Kedalaman Break Water + elevasi crest = 15.3 (angka koreksi) = 14.8415m + 0.

9468 = tg 33.t₂ = 18 – 0. Menghitung Gaya-Gaya Yang Bekerja Pada Breakwater Cot θ = 1.69 = 25.692 ) 2 2 = 0.551 m = 0.350 ) + ( 0.350 m - g = √ f 2 +t ₁2 = √ ( 0.3612 ) 2 2 = 0.3612 a b = tg θ = 16.69 ˚ ) B=55.3 meter - a = Tinggi Breakwater .692 – 0.e.42 ) 2 2 = 30.69˚ Lebar Dasar Breakwater : B B= 2 ( tinggi breakwater ) + Lebar Crest Lapis 1 tan θ B= 2 (18 ) +1.20 m - e = √ d 2+ t ₂2 - f = B ₁−B ₂ 2 = √ ( 0.t₁ .5 tg θ  2 3 = 1 tg (θ) = 1.5 maka θ = 33.3 tan ( 33.9468 m 16.3−0.6−0.2 ) + ( 0.6 2 0.2 2 = 0.9468 ) +( 25.413 m = 1.42 m - c = √ a2 +b2 d = B ₂−B ₃ 2 = √ (16.7755 m = .

3612 ( tg33.2 ) = 0.756 m -n = 2.69 = 6.13 m = 4.69 = 6. Menghitung Berat Sendiri Break Water : Lapisan I Tetrapod + Batu Alam Luas = A1 + A2 + A3 A1 = – 25.- h = ( cot θ x H 0 ) +elevasi crest = sin θ ( 1.20 + -b = 2.99−0.692 sin33.350 m + t g 33.388 m Lebar Crest Lap1 + Lebar Crest Lap2 +2 x i x t1 2 = 26.447 m .0033 Akibat Beban Sendiri Break Water.7418 m = 2.34 +0.32– 0.69 ) ( 55.0033 m – 6.42 (1.69 = 18 sin33.99 sin 33.692) sin 33.69 - n = elevasi crest + H sinθ - o = tinggi breakwater sin θ 0.255 m T₂ k = d + tgθ - l = ( B−B2 ₃ ) - m= elevasi crest + H−T ₁ sinθ (i−T ₁) sin θ = ( ) = 0.69 - i =f+ - j = - = 1.99 )+ 2.69 = Gaya-gaya yang bekerja pada break water adalah : a = 1.388 – 0.5 x 0.692 = 0.34 +0.34 sin 33.896 m T₁ ( tgθ ) 0.

0678 m2 1 sin 33.6+2 ×1.69) = 3.3612 2 1.3 x = 2.69 B2 = (Elevasi Crest + Freeboard) – t2 – t1 + Lebar Crest Lap1 x 1 sin 33.6 + 0.34+0.5395 t/m Lapisan II Batu Alam Luas B1 = = = = B1 + B 2 + B 3 + B 4 + B 5 Lebar Crest Lap2 + Lebar Crest Lap3 +2 x k x 0.3612 – 0.86 m2 = A2 = A1 x (i x sin 33.69 B3 = 2.388 × = 0.7418 x t2 2 0.72298 m² x (140 * 0.157 x(Elevasi Crest + Freeboard + H) – (t1+t2) / sin 33.3612 sin33.69 x 0.388 x sin 33.86 + 2.254 m2 = 1.34 – 0.99) – 0.69) = 4.69 = 1.692 2 2.016)ton/m³ = 19.86 x (1.388 x sin 33.662 m2 Luas Total = 2.413 xe .20198 m2 A3 = m x (i x sin 33.661 = 8.20198 + 3.69) = 2.692 + 1.69) = 2.157 x (2.3+0.756 x (1.2 + 2 x 0.692+ 0.72298 m2 Berat = 8.1.

Akibat Angin .733 ton c. sepanjang 1 m = 417.69) = 31.3 Jadi.447 x (2.254 + 1.B4 B5 = 1.447 – 6.69) = 30.954 m2 = ( n + 0 – h) (l x sin 33.3269 m² * (165 * 0.5395 t/m + 176.783 t/m Jadi.69) = (6.7126 m2 Berat = 66.2] x = 453.954 + 30. Gaya Akibat Berat Sendiri Break Water : Σ W = W1 + W2 + W3 = 19.3 x 1392.3 .(2 x 1)) + 0.0678 + 2.13 x sin 33.2438 = 66.733 ton/m Jadi.4438 t/m Untuk jalur selebar 1 m .193 m2 = ( O x ( l x sin 33. Beban gempa = 0.3269 m² Berat = = a 2 16.9468 2 453.1213 t/m + 1196.24738 m2 Berat Total = 1.1213 ton/m  Lapisan III Batu Alam Luas = [((B -(2 x l)) + Lebar Crest Lap3] x = [((55.016) ton/m³ 1196. Total Berat Break Water : Σ W = 1392.69)) = 26.0033 + 26.896) x (2.7126 m² * (165 * 0.193 + 31.016) ton/m³ = 176.4438 t/m = 417.4438 ton b.783 t/m = 1392.13 x sin 33. Akibat Beban Gempa Koofisien gempa diambil koofisien terkecil dari koofisien gempa = 0.

A.3 = 1.3 + 2 . K = 0.35m 1. X1 (1. A .00256) x (5)² = 0.025 m (Lebar Crest Lap1 + (Lebar Crest Lap1 +2 x X2)).064 X1 α X2 X1 = (Elevasi Crest + Freeboard .H) = 2. 1. K dimana W = tekanan angin = c.00256 v = kec.064 x 4.4438 t/m Total Gaya Horizontal : ΣH = Akibat Beban Gempa + Beban Angin = 417.35 tg 33.586728 t/m Jadi.48875 x 1.025)) .35 = 4.69 x1 tgα X2 = A = 1 2 = 1 2 = Fw = 2.586728 t/m .48875 m² = W .Fw = W .733 ton/m + 1.3 + (1. (2. Total Gaya Vertikal : Σ V = Akibat Berat Sendiri Break Water = 1392.v2 c = koef.99 = 1. Angin = 0. Angin = 5 Knots A = luas penampang Break Water K = 1.3 (factor keamanan) Tekanan Angin (W) = cv² = (0.34 – 0.

.88252 = 11.216 m |e| = B/2 .4438 x 27.. (18/2) = 419. . i Terhadap Geser ∑ V .3) = 9.5 .65 = 38501.07107 3373.M guling  ∑V ∑V = ΣH . M guling ΣH 20 m ΣV M lawan guling = ΣV .88252 ton m .4438 × tan 45 419. tan φ ∑H Syarat : ≥ 1.3/2) = 1392.3 ii ≥ ≥ 1.5 1. OK!! Terhadap Eksentrisitas Syarat |e| <ē ē = 1/6 .4115 > 2 .32028 3.x x M netto M lawan guling .32028 x 9 = 3373.5 m » iii 38501.07107 ton m 62.= 419. B = 1/6 . . . (55.5 1392..32028 t/m Kontrol Stabilitas Break Water. (55. OK !! Terhadap Guling M lawan guling M guling Syarat : > 2 Gaya Gempa + Angin dianggap bekerja pada tengah break water.. .

88252 =25.5411 ton/m2 = 1. ternyata break water tersebut cukup Aman !! .x= 38501.3 m2 M = ΣV . OK!! d.3)² = 509..18185 kg/cm2 ≤ σpasir 5 kg/cm2 OK !! σ2 = 18. e = 1392.0710−3373.4438 |e| = ( 55.8185 ton/m2 = 3.43 m m < ē = 9. eksentrisitas dan daya dukung tanah.3 509.1798 ±6.638434 ± 55. 1 .4438 x 2.Terhadap Daya Dukung Tanah σ12 = ∑V M ± F W ≤ σtanah F = Bx1m = 55.682 25. B2= 1/6 x 1 x (55.227 1392. guling .216 m ….682 m3 σ12 = σ12 = 1392.227 ) - |e| = 2.6387 ≤ σpasir ≤ σpasir σ1 = 31.43 = 2.638434 ton/m² W = 1/6 .85411 kg/cm2 ≤ σpasir 5 kg/cm2 OK !! Kesimpulan : Dari kontrol stabilitas break water terhadap geser .3 2 25.43 = 3383.4438 3383.