Anda di halaman 1dari 13

REAKSI SPESIFIK ASAM AMINO DAN PROTEIN

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK III
RAODHATUL JANNAH PARAWANSA

(512 15 011 040)

SUCI INDAH SARI

(512 15 011 028)

MEGAWATI SINRING

(512 15 011 029)

NUR ADILAH ABBAS

(506 15 011 222)

INDRIANI

(512 15 011 214)

IRMA SULISTIAWATI

(512 15 011 212)

GRES YUNITA

(512 15 011 213)

MASNA

(512 15 011 035)

ADELIZA ANGGUN PRAMUDYA

(512 15 011 360)

PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNPACTI MAKASSAR
2016

pada awal pembentukannya protein hanya tersusun dari 20 asam amino yang dikenal sebagai asam amino dasar atau asam amino baku atau asam amino penyusun protein (proteinogenik). Dalam bentuk larutan. Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α). Protein tersusun dari berbagai asam amino yang masing-masing dihubungkan dengan ikatan peptida. Reaksi. asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Meskipun demikian. Seperti halnya senyawa-senyawa lainnya. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme.reaksi spesifik pada asam amino . Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. yaitu sebagai penyusun protein.1 Latar Belakang Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2).BAB I PENDAHULUAN 1. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. asam amino dan protein juga dapat mengalami reaksi-reaksi spesifik.

sistein. ninhidrin. 1.2 Tujuan Makalah Untuk mengetahui reaksi spesifik asam amino dan protein . nitroprussida. sistin.dan protein pun ada beberapa macam antara lain reaksi dengan pereaksi millon.

senyawa ini akan memberikan reaksi kimia yang yang mencirikan gugus-gugusnya. Karena asam amino mengandung kedua gugus tersebut. Asam amino juga bersifat amfoter. yaitu gugus amino dan gugus karboksil. Proses kimia dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karena adanya enzim. juga suatu protein. Sebagai contoh adalah reaksi asetilasi dan esterifikasi. Disamping itu hemoglobin dalam butir-butir darah merah atau eritrosit yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh adalah salah satu jenis protein.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. asam amino mempunyai dua gugus pada tiap molekulnya. Dari struktur umumnya. Dalam kehidupan protein memegang peranan yang penting pula. Oleh karena sel itu berperan dalam pembentukkan dan pertumbuhan tubuh. suatu protein yang berfungsi sebagai biokatalis. Gugus amino dan gugus karboksil pada asam amino menunjukkan sifat-sifat spesifiknya. Demikian pula zat-zat yang berperan untuk melawan bakteri penyakit atau yang disebut antigen.1 Pengertian Protein dan Asam Amino Kata protein berasal dari kata protos atau proteous yang berarti pertama atau utama. yaitu dapat bersifat sebagai asam dan memberikan . yang digambarkan sebagai struktur ion dipolar. Protein merupakan komponen utama sel hewan atau manusia.

viskositas. atau dapat bersifat sebagai basa dan menerima proton dari basa kuat. stabilizer yang dan pembentuk gel. Ternyata ada 24 jenis rantai cabang R yang berbeda ukuran. muatan. pembentukan gel. seperti: water binding. Rantai cabang R dapat berupa atom H pada glisin. flavor enhancer. . Protein merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai monomernya. sehingga berpengaruh pada aplikasi proses.proton kepada basa kuat. Monomer-monomer ini tersambung dengan ikatan peptida. baik secara langsung maupun tidak langsung. menjadi: emulsifier. Dengan demikian. protein dari berbagai sumber dapat dikembangkan menjadi produk yang mempunyai sifat-sifat fungsional tinggi. Reaksi penyambungan ini (disebut translasi) secara alami terjadi di sitoplasma dengan bantuan ribosom dan tRNA. Protein mampu berinteraksi dengan senyawa-senyawa lain. flavor binding dan aktivitas permukaan. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dasar yang saling berkaitan satu sama lain. kelarutan. atau berupa gugus lainnya. metil pada alanin. mutu dan penerimaan produk. baik gugus alifatik. bentuk. yang mengikat gugus karboksil milik satu monomer dengan gugus amina milik monomer di sebelahnya. Sifat-sifat inilah yang disebut dengan sifat fungsional protein. dan reaktivitasnya. texturizer. Protein sebagai salah satu komponen penyusun bahan pangan mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan mutu produk pangan. maupun aromatik. hidroksil.

Sebagai contoh: konsentrasi ion yang tinggi dapat mematahkan ikatan S-S diantara cystein. Jika . Fungsi suatu protein selain sebagai bahan makanan tergantung sepenuhnya pada strukutur tiga dimensionalnya. dan kuartener dari protein tersaebut. tersier. Pada suatu protein dapat ditambahkan beberapa zat yang dapat merubah struktur sekunder. Denaturasi antibodi menyebabkan zat-zat tersebut tidak dapat mengenal dan bereaksi dengan antigen. tetapi perlakuan ini dapat merusak sifat protein yang menyebabkan protein tersebut tidak berfungsi semestinya. Jika fungsi protein tergantung pada konfirmasinya.Molekul protein sendiri merupakan rantai panjang yang tersusun oleh matarantai asam-asam amino. Denaturasi suatu enzim menyebabkan enzim itu tidak dapat berfungsi lagi. Sebagai contoh apabila lisozim di denaturasikan maka protein tersebut tidak dapat lagi merubah polisakarida seperti biasa. Asam-asam amino yang berbeda-beda (ada 20 jenis asam amino dalam protein alamiah) bersambung melalui ikatan peptida yaitu ikatan antara gugus karboksil suatu asam amino dengan gugus amino dari asam amino yang di sampingnya. Meskipun zat ini tidak berubah untuk memecahkan ikatan peptida. Protein tersebut mengalami proses denaturasi. sehingga struktur primernya tidak berpengaruh. maka lazim pula dikatakan bahwa konfirmasi protein tergantung pada struktur primernya. Dengan kata lain pada urutan tepat didalam protein tersebut. Asam amino adalah senyawa yang memiliki satu atau lebih gugus karboksil (-COOH) dan satu atau lebih gugus amino (-NH 2) yang salah satunya terletak pada atom C tepat sebelah gugus karboksil (atau atom C alfa).

uji belerang. uji xantroproteat. kadar garam dan sebagainya dalam kondisi normal. Pada polimerisasi asam amino.diambil zat lisozim yang telah di denaturasi dan mengembalikan kondisi pH. Contohnya: reaksi ninhydrin ini dipakai pada alat analisa otomatik asam amino. dan uji biuret. gugus -OH yang merupakan bagian gugus karboksil satu asam amino dan gugus -H yang merupakan bagian gugus amina . Ada berbagai cara dalam pengujian terhadap protein yaitu dengan reaksi uji asam amino dan reaksi uji protein. Reaksi uji asam amino sendiri terdiri dari 6 macam uji yaitu: uji millon. uji hopkins cole. Begitu juga dengan antibodi. kita dapat melihatnya. Serta uji koagulasi dan denaturasi protein. maka antibodi tersebut memperoleh kembali kemampuannya untuk mengikat antigen. Dengan mengubahnya menjadi senyawa yang berwarna. yang dapat didenaturasi secara reversibel. Sedangkan untuk uji protein. Ini dapat dilihat dari kembalinya sifat katalitik. suatu alat untuk memisahkan asam amino dengan memakai kolom penukar ion dan ditentukan konsentrasi relatifnya. dikembalikan dalam keadaan normal. pengendapan oleh logam dan alkohol. maka lisozim tersebut mendapatkan kembali strukutur sekunder dan tersiernya yang khas. Reaksi warna yang penting dari asam amino adalah reaksinya dengan ninhydrin karena intensitas warna yang terbentuk pada reaksi ninhydrin ini sebanding dengan konsentrasi asam aminonya maka reaksi ini dapat dipakai untuk analisa kuantitatif. Asam amino sendiri tidak berwarna dan tidak dapat dideteksi secara visual pada kromatografi atau cara analisis lainnya. berdasarkan pada pengendapan oleh garam.

reaksi ini termasuk dalam reaksi dehidrasi. misalnya air raksa. . tirosin. 3. Bila dibakar berbau rambut terbakar. seperti asam amino tirosin. Reaksi protein dengan logam berat ini dipakai sebagai dasar pertolongan pertama pada keracunan logam berat dengan cara melakukan pemberian protein susu atau telur mentah kepada korban yang belum lama meminum racun tersebut. asam fosfotungstat. timah putih dan timah hitam. Reaksi Millon berdasarkan inti fenol bereaksi dengan reagensia Millon. Oleh sebab itu. 4. Molekul asam amino yang telah melepaskan molekul air dikatakan disebut dalam bentuk residu asam amino. triptofan. asam perklorat. Protein terutama asam amino yang kandungannya menghasilkan beberapa reaksi warna. Adapun sifat-sifat dari protein yang membedakannya dari senyawa makromolekul lainnya yakni : 1. Reaksi Xantoprotein yang berdasarkan reaksi nitrasi benzena asam amino aromatik seperti fenilalanin. asam sulfosalisilat. misalnya asam trikloroasetat. asam fosfomolibdat. Hal ini terjadi bila pHnya lebih alkali. b. Diendapkan oleh garam-garam logam berat. Asam-asam tertentu dapat mengendapkan protein oleh karena protein mengandung gugus –NH2. Asam-asam semacam ini seringkali dinamakan sebagai reagensia alkaloid. 2. dimana logam berat tersebut terikat pada gugus karboksilnya membentuk proteinat logam berat. diantaranya: a.asam amino lainnya akan terlepas dan membentuk air. memberikan warna merah.

Reaksi sakaguci Reaksi sakaguci dilakukan dengan menggunakan pereaksi nafol dan natrium hipobromit. C. Reaksi Hopkins-Cole Triptofan dapat berkondensasi dengan beberapa aldehida dengan bantuan asam kuat dan membentuk senyawa yang berwarna.c. 2. Setelah dicampur terjadi endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning apabila dipanaskan. Reaksi Sakaguchi berdasarkan adanya gugus guanidin dengan reagensia Sakaguchi. fenil alanin dan triptofan. Reaksi Biuret berdasarkan adanya dua atau lebih ikatan peptida dengan reagensia Biuret memberikan warna lembayung. seperti asam amino arginin. memberikan warna merah. d.2 Reaksi Spesifik Asam Amino dan Protein Reaksi-reaksi untuk mengidentifikasi asam amino dan protein antara lain : a. Jadi reaksi ini positif jika mengandung tirosin. Reaksi Xantoprotein Larutan asam nitrat pekat ditambahkan dengan hati-hati ke dalam larutan protein. Reaksi yang terjadi adalah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada molekul protein. Pada dasarnya reaksi ini dapat memberi hasil positif apabila ada gugus guanidin. Berarti semua protein menghasilkan warna lembayung. b. Larutan protein yang mengandung triptofan dapat direasikan dengan pereaksi Hopkins-Cole yang . Jadi arginin atau protein yang mengandung arginin dapat menghasilkan warna merah.

Reaksi Hopkins-Cole memberi hasil positif khas untuk gugus indol dalam protein. Protein seperti asam amino bebas memiliki titik isoelektrik yng berbedabeda. Berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki protein. Titik isoelektrik (TI) adalah daerah pH tertentu dimana protein tidak mempunyai selisih muatan atau jumlah muatan positif dan negatifnya sama. Namun. yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam dan basa.mengandung asam glioksilat. Setelah dicampur dengan pereaksi Hopkins-Cole. jika ditambahkan asam nitrat pekat aka mengendap dengan endapan berwarna putih yang dapat berubah menjadi kuning sewaktu dipanaskan. sehingga tidak bergerak ketika diletakkan dalam medan listrik. Hal ini disebabkan etanol menarik mantel air yang melingkupi molekul-molekul. asam dan basa. seperti . Reaksi ini didasarkan pada uji nitrasi benzen yang terdapat pada molekul protein menjadi senyawa yang berwarna kuning. Protein mengandung asam amino berinti benzen. Protein bersifat amfoter. Senyawa nitro yang terbentuk dalam suasana basa akan terionisasi dan warnanya akaan berubah menjadi lebih tua atau jingga. suatu protein sangat mudah diendapkan karena pada saat itu muatan listriknya nol. ada yang mudah larut dan ada yang sukar larut. Pada pH isoelektrik (Pi). Beberapa saat kemudian akan terjadi cincin ungu pada batas antara kedua lapisan. Daya larut protein berbeda didalam air. semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter dan kloroform. Apabila protein ini dipanaskan atau ditambah etanol absolut. maka protin akan menggumpal (terkoagulasi). asam sulfat dituangkan perlahan-lahan sehingga membentuk lapisan dibawah larutan protein.

tersier. Jika . Fungsi suatu protein sebagai bahan makanan tergantung sepenuhnya pada struktur tiga dimensionalnya. Hanya prolin yang mempunyai gugus amino sekunder yang memberikan warna kuning. Dengan kata lain pada urutan tepat didalam protein tersebut. Sebagai contoh : konsentrasi ion yang memecahkan ikatan peptida. dan kuartener dari protein tersebut. Pada suatu protein dapat ditambahkan beberapa zat yang dapat merubah struktur sekunder. Ninhidrin jika bereaksi dengan asam amino akan menghasilkan warna violet. Uji Ninhidrin adalah reaksi yang berguna untuk mendeteksi asam amino dan menetapkan konsentrasinya dalam larutan. Ninhidrin adalah reaksi yang berguna untuk mendeteksi asam amino dan menetapkan konsentrasinya dalam larutan. Warna tersebut dihasilkan dari semua asam amino dengan NH2 primer dan intensitas setiap warna tergantung pada konsentrasi asam amino.kemampuan membentuk warna dan mengendap ketika bereaksi dengan zat lain dapat digunakan untuk mengetahui keberadaannya pada sampel bahan yang belum diketahui. Denaturasi antibodi menyebabkan zat-zat tersebut tidak dapat mengenal dan bereaksi dengan antigen. sehingga struktur primernya tidak berpengaruh. Denaturasi suatu enzim menyebabkan enzim itu tidak dapat berfungsi lagi. Jika fungsi protein tergantung pada konfirmasinya. tetapi perlakuan ini dapat merusak sifat protein yang menyebabkan protein tersebut tidak berfungsi semestinya. maka lazim pula dikatakan bahwa konfirmasi protein tergantung pada struktur primernya. Sebagai contoh apabila lisozim didenaturasikan maka protein tersebut tidak dapat lagi merubah polisakarida seperti biasa. Protein tersebut mengalami denaturasi.

Meskipun demikian D-triptofan ditemukan pula di alam (contohnya pada bisa ular laut kontrifan). maka antibodi tersebut memperoleh kembali kemampuannya untuk mengikat antigen. Begitu juga dengan antibodi. Indol berbentuk padat pada suhu kamar. Bisiklik memiliki struktur yang terdiri dari enam anggota benzen cincin melebur kelima anggota nitrogen yang mengandung pirol cicncin. Indol adalah sebuah aromatik heterosiklik senyawa organik. kadar garam dan sebagainya dalam kondisi normal. Bentuk yang umum pada mamalia adalah seperti asam amino lainnya. serotonin (suatu transmiter pada sistem saraf) dan niasin (suatu vitamin). Indole dapat diproduksi oleh bakteri sebagai produk degradasi asam amino triptofan. Triptofan adalah prekursor melatonin (hormon perangsang tidur). maka lisozim tersebut mendapatkan kembali struktur sekunder dan tersiernya yang khas. triptofan. Ini dapat dilihat dari kembalinya sifat katalitik. Derivatif yang paling terkenal adalah asam amino triptofan. Akibatnya. yang dapat didenaturasi secara reversibel. Indol adalah komponen populer wewangian dan pendahulu untuk banyak obat-obatan.diambil zat lisozim yang telah didenaturasi dan mengembalikan kondisi ph. Senyawa yang mengandung sebah cincin indol disebut indoles. tidak memiliki asam-asam amino dasar lainnya. . dikembalikan dalam keadaan normal. Gugs fungsional yang memiliki triptofan. Triptofan merupakan satu dari 20 asam amino penyusun protein yang bersifat essensial bagi manusia. triptofan menjadi prekursor banya senyawa biologis penting yang tersusun dalam kerangka indol. indol.

Reaksi Hopkins-Cole yang menghasilkan cincin ungu .1 Kesimpulan Reaksi-reaksi spesifik untuk asam amino dan protein adalah 1. Reaksi sakaguci yang menghasilkan warna merah. BAB III PENUTUP 3. Reaksi Xantoprotein yang menghasilkan endapan putih pada tirosin. fenilalanin dan triptofan 3. 2.Protein dapat terdenaturasi dan daya cerna protein akan menurun oleh penambahan larutan asam dan pemanasan suhu tinggi terhadap bahan makanan terutama bahan makanan yang memiliki kadar protein tinggi misalnya pada ikan.