Anda di halaman 1dari 6

Definisi Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2,500 gram
(Depkes RI, 2008).
Secara umum, gambaran klinis dari bayi BBLR adalah sebagai berikut :
1. Berat kurang dari 2500 gr
2. Panjang kurang dari 45cm
3. Lingkar dada kurang dari 30cm
4. Lingkar kepala kurang dari 33cm
5. Umur kehamilan kurang dari 37 minggu
6. Kepala lebih besar
7. Kulit tipis, transparan, rambut lanugo banyak, lemak kurang.
8. Otot hipotonik lemah
9. Pernapasan tak teratur dapat terjadi apnea
10. Ektremitas : paha abduksi, sendi lutut/kaki fleksi-lurus
11. Kepala tidak mampu tegak
12. Pernapasan 40-50 kali/menit
13. Nadi 100-140 kali/menit
Faktor Penyebab BBLR
Faktor penyebab bayi berat lahir rendah menurut Manuaba et al.,(2010), adalah: Faktor Ibu,
meliputi:Gizi saat hamil kurang,Usia ibu kurang 20 tahun atau lebih 35 tahun,Penyakit
menahun yang diderita ibu (hipertensi, jantung, gangguan pembuluh darah/ perokok).Faktor
Kehamilan, meliputi: Hamil hidramnion, Hamil ganda, Perdarahan ante partum dan
Komplikasi kehamilan ( pre-eklamsia/eklamsia, ketuban pecah dini) dan Faktor Janin
meliputi: Cacat bawaan dan Infeksi dalam rahim.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan BBLR
1) Umur Ibu Hamil
Umur ibu erat kaitannya dengan berat bayi lahir. Kehamilan dibawah umur 20 tahun
merupakan kehamilan berisiko tinggi, dan dua sampai empat kali lebih tinggi di bandingkan
dengan kehamilan pada wanita yang cukup umur (Linda, 2012).
Pada umur yang masih muda, perkembangan organ - organ reproduksi dan fungsi fisiologinya
belum optimal.Selain itu emosi dan kejiwaanya belum cukup matang, sehingga pada saat
kehamilan ibu tersebut belum dapat menanggapi kehamilannya secara sempurna dan sering
terjadi komplikasi. Selain itu semakin muda usia ibu hamil, maka anak yang dilahirkan akan
semakin ringan (Linda, 2012).

Mengingat bahwa faktor umur memegang peranan penting terhadap derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu hamil serta bayi. tumor jinak peranakan. Kesulitan lain kehamilan diatas usia 35 tahun ini yakni bila ibu ternyata mengidap penyakit seperti diatas yang ditakutkan bayi lahir dengan membawa kelainan (Linda. maka sebainya merencanakan kehamilan pada usia antara 20-30 tahun (Linda.Meski kehamilan dibawah umur sangat berisiko tetapi kehamilan diatas usia 35 tahun juga tidak dianjurkan. semakin besar kemungkinanya bayi yang akan dilahirkan mengalami kekurangan nutrisi dan gangguan kronis (Linda. akan berpengaruh terhadap kebutuhan gizi yang diperlukan. 2012). 2012). 2012). dan . dapat menggunakan beberapa cara antara lain : dengan memantau pertambahan berat badan selama hamil. semakin lama kehamilan berlangsung sehingga melampaui usia aterm. Pada umur kehamilan 28 minggu berat janin ± 1000 gram. semakin tua kehamilan maka berat badan janin akan semakin bertambah. (Linda. sangat berbahaya. mengukur lingkar lengan atas (LLA). Semakin muda dan semakin tua umur seorang ibu yang sedang hamil. 3) Status Gizi Hamil Status gizi ibu pada waktu pembuahan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung (Linda. Umur muda perlu tambahan gizi yang banyak karena selain digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan dirinya sendiri juga harus berbagi 12 dengan janin yang sedang dikandung. 2012). Sedangkan untuk umur yang tua perlu energi yang besar juga karena fungsi organ yang makin melemah dan diharuskan untuk bekerja maksimal maka memerlukan tambahan energi yang cukup guna mendukung kehamilan yang sedang berlangsung. plasenta akan kekurangan zat makanan sehingga akan mengurangi kemampuannya dalam mensintesis zat – zat yang dibutuhkan oleh janin. 2012). Pada trimester II dan III kebutuhan janin terhadap zat – zat atus gizi semakin meningkat jika tidak terpenuhi. Untuk mengetahui status gizi ibu hamil tersebut. sedangkan pada kehamilan 37 – 42 minggu berat janin di perkirakan mencapai 2500 – 3500 gram (Linda. Mual Muntah yang ibu akan berpengaruh terhadap Status gizi pada trimester pertama akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan embrio pada masa perkembangan dan pembentukan organ – organ tubuh (organogenesis). Mengingat mulai usia ini sering muncul penyakit seperti hipertensi. Kehamilan preterm maupun postterm mempengaruhi berat lahir bayi. 2012). atau penyakit degenerative pada persendian tulang belakang dan panggul. 2) Umur kehamilan Umur kehamilan dapat menentukan berat badan janin.

2012). sehingga kesehatan selama ibu hamil dapat terpelihara dan yang terpenting ibu dan bayi dalam kandungan akan baik dan sehat sampai saat persalinan.mengukur kadar Hb. dan penyakit infeksi TORCH. 5) Kehamilan ganda Pada kehamilan kembar dengan distensi uterus yang berlebihan dapat menyebabkan persalinan premature dengan BBLR. Pemeriksaan kehamilan dilakukan agar kita dapat segera mengetahui apabila terjadi gangguan / kelainan pada ibu hamil dan bayi yang dikandung. 4) Pemeriksaan Kehamilan Pemeriksaan kehamilan bertujuan untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang timbul selama kehamilan. 2012). Hal ini disebabkan karena kurangnya suplai darah nutrisi akan oksigen pada plasenta yang akan berpengaruh pada fungsi plasenta terhadap janin (Linda. Data depkes RI diketahui bahwa lebih dari 50% ibu hamil menderita anemia. cacar air. sehingga dapat segera ditolong tenaga kesehatan (Linda. 2012).5 kg atau 20% dari berat badan sebelum hamil (Linda. bahkan dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya. jika ibu hamil tersebut menderita anemia berat (Linda. 2012). maka pemantauan gizi ibu hamil sangatlah penting dilakukan. Pengukuran antropometri merupakan salah satu cara untuk menilai status gizi ibu hamil. Seorang ibu hamil dikatakan menderita anemia bila kadar hemoglobinya dibawah 11 gr/dl. Kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil juga sangat mempengaruhi berat bayi yang dilahirkan. Ukuran antropometri ibu hamil yang paling sering digunakan adalah kenaikan berat badan ibu hamil dan ukuran lingkar lengan atas (LLA) selama kehamilan (Linda. Ibu yang kurus dan selama kehamilan disertai penambahan berat badan yang rendah atau turun sampai 10 kg. resiko perdarahan sebelum pada saat persalinan. 2012). Kebutuhan ibu untuk pertumbuhan hamil kembar lebih besar sehingga terjadi defisiensi nutrisi seperti anemia hamil yang dapat menggangu pertumbuhan janin dalam rahim (Linda.Sehingga ibu hamil harus mengalami kenaikan berat badan berkisar 11-12. 6) Penyakit Saat Kehamilan Penyakit pada saat kehamilan yang dapat mempengaruhi berat bayi lahir diantaranya adalah Diabetes mellitus (DM). 2012). Penyakit DM adalah suatu . mempunyai resiko paling tinggi untuk melahirkan bayi dengan BBLR. Anemia pada ibu hamil akan menambah resiko menambah bayi berat lahir rendah (BBLR). Selain itu gizi ibu hamil menentukan berat bayi yang dilahirkan.

Bisa juga mengakibatkan berat bayi tidak normal. bayi mati setelah lahir. dan limpa). menderita edem dan kelainan pada alat tubuh bayi (Linda. . paru-paru.penyakit dimana badan tidak sanggup menggunakan gula sebagaimana mestinya. Rubella. dan beberapa jenis penyakit lainnya (Linda. Cytomegalovirus dan herpes. radang selaput otak. hepatitis. 2012).bayi lahir mati. tuli. Penyakit infeksi TORCH adalah suatu istilah jenis penyakit infeksi yaitu Toxoplasma. (kematian perinatal) karena bayi yang dilahirkan terlalu besar. 2012). Keempat jenis penyakit ini sama bahayanya bagi ibu hamil yaitu dapat mengganggu janin yang dikandungnya. keterbelakangan mental. Hypoplasia (gangguan pertumbuhan organ tubuh seperti jantung. penyebabnya adalah penkreas tidak cukup produksi insulin / tidak dapat gunakan insulin yang ada. Bayi yang dikandung tersebut mungkin akan terkena katarak mata. Akibat dari DM ini banyak macamnya diantaranya adalah bagi ibu hamil bisa mengalami keguguran. radang iris mata.

Di Jawa Timur terdapat peningkatan angka kejadian BBLR yaitu 10% pada tahun 2010 menjadi 11 % pada tahun 2013 (Riskesdas. 2011).3% (UNICEF.1.1% yang mana masih berada di atas angka rata-rata Thailand 6.6% dan Vietnam 5. 2. . Asia Tenggara mempunyai insiden BBLR paling tinggi yaitu 27% dari seluruh kelahiran bayi berat badan lahir rendah di dunia. 2013). Angka kejadian BBLR di Indonesia sebesar 11.

Dampak BBLR pada ibu adalah ibu akan merasa takut dan cemas terhadap anaknya (dampak psikologis). terutama status gizi ibu yang akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan embrio pada masa perkembangan dan pembentukan organ – organ tubuh (organogenesis) pada trimester I. Solusi: Memberikan informasi dan edukasi tentang BBLR mengenai penyebab. Dampak: 1. memberikan makanan tambahan ASI setelah 6 bulan. dan bayi akan mengalami cacat mental jika bayi mengalami kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama. gejala. 2012). dan cara mengatasi BBLR seperti memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan. serta untuk ibu yang menyusui harus mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan kualitas ASI. sebab mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil dapat memperburuk keadaan umum ibu. Pada trimester II dan III kebutuhan janin terhadap zat – zat atau gizi semakin meningkat. . plasenta akan kekurangan zat makanan sehingga akan mengurangi kemampuannya dalam mensintesis zat – zat yang dibutuhkan oleh janin dan bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (Linda. 2. dampak. Dampak paling berbahaya adalah menyebabkan kematian pada bayi.Kronologis: Hiperemesis gravidarum dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. 3. Jika tidak terpenuhi. Dampak pada bayi tersebut adalah beresiko untuk mengalami penyakit degeneratif.