Anda di halaman 1dari 11

PENINGKATAN EKSKRESI SECARA KONVEKSI, KONDUKSI, RADIASI

,
DAN EVAPORASI
Panas dilepas oleh kulit dengan berbagai cara yaitu:

Dengan penguapan, jumlah keringat yang dibuat tergantung dari banyaknya
darah yang mengalir melalui pembuluh darah kulit.

dengan pemancaran, panas yang dilepas ke udara sekitarnya.

dengan konduksi, panas dialihkan ke benda yang disentuh, seperti pakaian.

dengan konveksi ( pengaliran ) karena mengalirnya udara yang telah panas,
maka udara yang menyentuh permukaan tubuh diganti dengan udara yang
lebih dingin.

Cara mendinginkan tubuh yang terlampau panas, baik dengan membiarkan udara
mengalir menyentuh kulit dengan cara mengipas, mengusap badan, atau merendam
kedalam air dingin.
Mekanisme Kehilangan Panas Melalui Kulit
a. Radiasi
Radiasi adalah mekanisme kehilangan panas tubuh dalam bentuk gelombang panas
inframerah. Gelombang inframerah yang dipancarkan dari tubuh memiliki panjang
gelombang 5 – 20 mikrometer. Tubuh manusia memancarkan gelombang panas ke
segala penjuru tubuh. Radiasi merupakan mekanisme kehilangan panas paling besar
pada kulit (60%) atau 15% seluruh mekanisme kehilangan panas. Panas adalah energi
kinetic pada gerakan molekul. Sebagian besar energi pada gerakan ini dapat di
pindahkan ke udara bila suhu udara lebih dingin dari kulit. Sekali suhu udara
bersentuhan dengan kulit, suhu udara menjadi sama dan tidak terjadi lagi pertukaran

58 kilokalori. Biasanya proses kehilangan panas dengan mekanisme konduksi sangat kecil. Sentuhan dengan benda umumnya memberi dampak kehilangan suhu yang kecil karena dua mekanisme. Evaporasi ini tidak dapat dikendalikan karena evaporasi terjadi akibat difusi molekul air secara terus menerus melalui kulit dan system pernafasan. d. Konduksi Konduksi adalah perpindahan panas akibat paparan langsung kulit dengan bendabenda yang ada di sekitar tubuh. Konveksi Perpindahan panas dengan perantaraan gerakan molekul. gas atau cairan. Biasanya ini kurang berperan dalam pertukaran panas. Pada kondisi individu tidak berkeringat. mekanisme evaporasi berlangsung sekitar 450 – 600 ml/hari. yaitu kecenderungan tubuh untuk terpapar langsung dengan benda relative jauh lebih kecil dari pada paparan dengan udara.panas. Setiap satu gram air yang mengalami evaporasi akan menyebabkan kehilangan panas tubuh sebesar 0. Hal ini menyebabkan kehilangan panas terus menerus dengan kecepatan 12 – 16 kalori per jam. yang terjadi hanya proses pergerakan udara sehingga udara baru yang suhunya lebih dingin dari suhu tubuh. Kelenjar Keringat . c. naik dan diganti udara yang lebih dingin. Evaporasi Evaporasi ( penguapan air dari kulit ) dapat memfasilitasi perpindahan panas tubuh. Misalnya pada waktu dingin udara yang diikat/dilekat pada tubuh akanàmenjadi dipanaskan (dengan melalui konduksi dan radiasi) kurang padat. dan sifat isolator benda menyebabkan proses perpindahan panas tidak dapat terjadi secara efektif terus menerus. b.

Kelenjar ekrin. kelenjar keringat merupakan bagian penting dari alat regulasi suhu tubuh. tersebar di seluruh permukaan tubuh. Kelenjar keringat. berada di bawah pengendalian system saraf.NaCl. maka kelenjar keringat akan mensekresikan keringat kepermukaan tubuh untuk kemudian di uapkan airnya. dan urea. 2. Di samping sebagai alat eksresi. Kelenjar keringat dibedakan menjadi dua macam berdasarkan atas sekresinya. yaitu : 1. Penguapan ini menggunakan panas tubuh. Bila suhu lingkungan cukup panas. dan urea. memproduksi keringat jernih yang terutamamengandung air. sehingga dengan demikian penguapan keringat berlaku sebagai system keadaan darurat untk membebaskan panas apabila system pendingin pembuluh darah tidak bekerja dengan baik untuk memelihara homeostasis. kelenjar ini juga mensekresikan zat dari bahan dasar protein bersusu yang merupakan medium ideal untuk mikroorganisme yang berada dalam kulit. Kelenjar ekrin . Kelenjar apokrin Kelenjar apokrin dijumpai terutama pada ketiak dan daerah genital.Kehilangan panas dan penyimpanan panas di atur melalui vasodilatasi pembuluh-pembuluh darah kulit atau sekresi kelenjar keringat.pori yang tersebar luas di seluruh permukaan kulit.Kelenjar keringat merupakan kelenjar eksokrin yang eksresinya dikeluarkan melalui pori. Disamping mensekresikan air. NaCl. Pengertian suhu tubuh .

Lamakelamaan rasa hangat tidak lagi dirasakan dan kalau ia keluar dari air dan . Banyak faktor yang dapat menyebabkan fluktuasi suhu tubuh. Reseptor dingin/panas berfungsi mengindrai rasa panas dan refleks pengaturan suhu tubuh. Apabila suhu tubuh meningkat lebih dari titik tetap.adapun tempat pengukuran suhu tubuh:suhu inti yaitu suhu jaringan dalam relatif konstan seperti rektum. Untuk mempertahankan suhu tubuh manusia dalam keadaan konstan.Suhu tubuh adalah perbedaan antara jumlah panas yang dproduksi oleh proses tubuh dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan luar. hipotalamus akan merangsang untuk melakukan serangkaian mekanisme untuk mempertahankan suhu dengan cara menurunkan produksi panas dan meningkatkan pengeluaran panas sehingga suhu kembali pada titik tetap. Titik tetap tubuh dipertahankan agar suhu tubuh inti konstan pada 37°C. kandung kemiih dan suhu permukaan seperti kulit. Dengan pengukuran waktju reaksi. esofagus. arteri pulmoner. diperlukan regulasi suhu tubuh. yang disebut titik tetap (set point). Reseptor ini dibantu oleh reseptor yang terdapat di dalam system syaraf pusat. Bila seseorang berendam di air hangat maka mula-mula rasa hangat akan dialami oleh orang tersebut. aksila. Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. Mekanisme umpan balik ini terjadi bila suhu inti tubuh telah melewati batas toleransi tubuh untuk mempertahankan suhu. Suhu tubuh manusia diatur dengan mekanisme umpan balik (feed back) yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di hipotalamus. oral. tubuh akan melakukan mekanisme umpan balik. Rasa suhu mempunyai dua submodalitas yaitu rasa dingin dan rasa panas. dapat dinyatakan bahwa kecepatan hantar untuk rasa dingin lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan hantaran rasa panas. Apabila pusat temperatur hipotalamus mendeteksi suhu tubuh yang terlalu panas. membran timpani. Rasa suhu kulit yang tetap ( rasa suhu static ). Dengan anestesi blok rasa dingin/panas dapat diblok sehingga objektif maupun subjektif rasa dingin dan panas dapat dipisah yaitu: 1.

Kepadatan titik-titik rasa suhu lebih rendah dibandingkan dengan titik rasa raba/tekan. . Kecepatan perubahan suhu berpengaruh terhadap timbulnya rasa panas/dingin. Tidak peka terhadap rangsangan lain. 3.masuk kembali maka ia akan merasakan hangat kembali. ambang rasa hangat tinggi sedangkan untuk rasa dingin rendah. Sifat-sifat reseptor suhu: a. Kulit wajah daerah yang paling peka terhadap rasa suhu. Hal ini terjadi karena suhu tubuh beradaptasi secara penuh terhadap suhu kulit yang baru. Pada penurunan/peningkatan suhu akan terjadi perubahan frekuensi impuls c. Pada permukaan kulit bagian-bagian yang peka terhadap rangsangan dingin dan panas terlokasi pada titik-titik tertentu. Titik rasa dingin lebih banyak dibandingkan dengan titik rasa panas. Bila suhu meninkat ambang rasa hangat menurun dan ambang rasa dingin meningkat. Titik rasa dingin dan panas. kecepatan perubahan suhu dan luas kulit yang terpapar tehadap rangsangan suhu. 2. Pada pengindraan suhu kulit yang berubah tiga parameter tertentu. Luasnya daerah kulit yang terpapar juga berpengaruh pada rasa timbulnya panas/dingin. Adaptasi penuh ini terjadi pada uhu netral ( suhu nyaman ). Pada suhu kulit yang rendah. Rasa hangat yang mantap akan dirasakan bila suhu berada di atas 36C dan rasa dingin dirasakan pada suhu 17C. Kepadatan titik-titik rasa dingin paling tinggi. Selalu mengeluarkan impuls pada suhu kulit yang konstan frekuensinya bergantung pada suhu kulit itu sendiri. Suhu awal kulit. b. Rasa suhu kulit yang berubah ( rasa suhu dinamik ).

Mempunyai daerah reseptif yang sempit. selain itu. bila suhu tubuh kurang dari 36°C  Normal. Sebagaimana disebutkan pada uraian sebelumnya. bila suhu tubuh antara 37. yaitu suhu yang terdapat pada jaringan dalam. bila suhu tubuh lebih dari 40°C Berdasarkan distribusi suhu di dalam tubuh. Kecepatan metabolisme basal Kecepatan metabolisme basal tiap individu berbeda-beda. dikenal suhu inti (core temperatur). bila suhu tubuh berkisar antara 36 – 37. Ambang rangsang sesuai dengan kepekaan rasa suhu manusia terhadap rangsang suhu dikulit. seperti kranial.d.5°C  Febris / pireksia. dan lemak. Hal ini memberi dampak jumlah panas yang diproduksi tubuh menjadi berbeda pula. yaitu suhu yang terdapat pada kulit. jaringan sub kutan. Suhu ini biasanya dipertahankan relatif konstan (sekitar 37°C). toraks. Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Tubuh a. ada suhu permukaan (surface temperatur). e. . setiap serat eferen mensarafi satu atau beberapa titik rasa suhu saja. Macam – macam suhu tubuh Macam-macam suhu tubuh menurut (Tamsuri Anas 2007) :  Hipotermi. sangat terkait dengan laju metabolisme. Suhu ini biasanya dapat berfluktuasi sebesar 20°C sampai 40°C. rongga abdomen.5 – 40°C  Hipertermi. dan rongga pelvis.

Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hamper semua reaksi kimia dalam tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi laju metabolisme menjadi 50-100% diatas normal. Hormone pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Hamper seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. Disamping itu. c.3 – 0. Hormone pertumbuhan. e. Pada perempuan. Umumnya. Demam ( peradangan ). menyebabkan peningkatan produksi panas. produksi panas tubuh juga meningkat.b. rangsangan saraf simpatis dapat mencegah lemak coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi 100% lebih cepat. fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada laki-laki karena pengeluaran hormone progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0. Hormone tiroid. rangsangan saraf simpatis ini dipengaruhi stress individu yang menyebabkan peningkatan produksi epineprin dan norepineprin yang meningkatkan metabolisme.6°C di atas suhu basal. . Hormone kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira-kira 10-15% kecepatan normal. Akibatnya. d. f. Rangsangan saraf simpatis. Hormone kelamin.

dapat menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. h. orang yang mengalami mal nutrisi mudah mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia). lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Latihan (aktivitas) dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38.0 °C. dalam arti lemak menyalurkan panas dengan kecepatan sepertiga kecepatan jaringan yang lain. . Begitu juga sebaliknya. mengakibatkan gesekan antar komponen otot / organ yang menghasilkan energi termal. individu dengan lapisan lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami hipotermia karena lemak merupakan isolator yang cukup baik. Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus. j. Selain itu. Gangguan organ. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu. Aktivitas Aktivitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme. Hal ini terjadi karena di dalam sel tidak ada zat makanan yang dibutuhkan untuk mengadakan metabolisme. Status gizi. artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. Dengan demikian.3 – 40. i. Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 20 – 30%.Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C. Lingkungan Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan. Berbagai zat pirogen yang dikeluarkan pada saai terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan suhu tubuh. g.

Metabolisme tambahan akibat peningkatan aktivitas kimiawi di dalam sel itu sendiri terutama bila temperatur menurun. yang memungkinkan percepatan pemindahan panas dari tubuh ke kulit hingga delapan kali lipat lebih banyak. 2. BMR) di semua sel tubuh. misalnya hormon pertumbuhan (growth hormone dan testosteron). Suhu tubuh dihasilkan dari : 1. Berkeringat . Vasodilatasi ini disebabkan oleh hambatan dari pusat simpatis pada hipotalamus posterior yang menyebabkan vasokontriksi sehingga terjadi vasodilatasi yang kuat pada kulit. 5. Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate. Laju cadangan metabolisme yang disebabkan aktivitas otot (termasuk kontraksi otot akibat menggigil). dan rangsangan simpatis pada sel. norepineprine. Vasodilatasi Vasodilatasi pembuluh darah perifer hampir dilakukan pada semua area tubuh. Metabolisme tambahan akibat pengaruh hormon tiroksin dan sebagian kecil hormon lain. b. 3. Mekanisme Tubuh Ketika Suhu Tubuh Berubah Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh meningkat yaitu : a. Metabolisme tambahan akibat pengaruh epineprine. 4.Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit.

Mekanisme ini tidak penting pada manusia. b. c. c. yang merangsang produksi keringat.Pengeluaran keringat melalui kulit terjadi sebagai efek peningkatan suhu yang melewati batas kritis. berdirinya bulu ini akan berfungsi sebagai isolator panas terhadap lingkungan. Kelenjar keringat juga dapat mengeluarkan keringat karena rangsangan dari epinefrin dan norefineprin. Pengeluaran keringat dirangsang oleh pengeluaran impuls di area preoptik anterior hipotalamus melalui jaras saraf simpatis ke seluruh kulit tubuh kemudian menyebabkan rangsangan pada saraf kolinergic kelenjar keringat. yaitu 37°C. seperti termogenesis kimia dan menggigil dihambat dengan kuat. Penurunan pembentukan panas Beberapa mekanisme pembentukan panas. Peningkatan pembentukan panas . Piloereksi Rangsangan simpatis menyebabkan otot erektor pili yang melekat pada folikel rambut berdiri. Vasokontriksi kulit di seluruh tubuh Vasokontriksi terjadi karena rangsangan pada pusat simpatis hipotalamus posterior. Peningkatan suhu tubuh sebesar 1°C akan menyebabkan pengeluaran keringat yang cukup banyak sehingga mampu membuang panas tubuh yang dihasilkan dari metabolisme basal 10 kali lebih besar. pengeluaran keringat menyebabkan peningkatan pengeluaran panas melalui evaporasi. Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh menurun. tetapi pada binatang tingkat rendah. yaitu : a. Pengeluaran keringat merupakan salh satu mekanisme tubuh ketika suhu meningkat melampaui ambang kritis.

Jakarta: EGC Pearce. C Evelyn. 2006. http://nursesonblog. Jakarta: Gramedi . serta peningkatan sekresi tiroksin. 2009. pembentukan panas akibat rangsangan simpatis.Pembentukan panas oleh sistem metabolisme meningkat melalui mekanisme menggigil. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi.html?m= DAFTAR PUSTAKA Syaifuddin. Anatomi Untuk Paramedis.co.id/2011/04/pengaturan-suhu-tubuhregulasi-suhu.blogspot.