Anda di halaman 1dari 14

PERHITUNGAN GELOMBANG

A. Fetch Efektif
Pada perencanaan pelabuhan ini, data mengenai gelombang tidak diperoleh. Untuk itu
diperlukan menghitung ”fetch efektif” guna memperoleh data tersebut. Fetch adalah jarak
antara terjadinya angin sampai lokasi gelombang tersebut. Dengan diperolehnya fetch efektif,
ditambah dengan data mengenai kecepatan angin berhembus, maka dapat diketahui tinggi
gelombang pada lokasi pelabuhan dengan menggunakan grafik (terlampir).
Cara perhitungan/pembuatan fetch efektif, yaitu :
 Dari lokasi yang akan direncanakan dibuat pelabuhan, ditarik garis lurus yang sejajar

arah angin yang ada.
Dari garis tersebut, dapat dilihat 2 kemungkinan, garis tersebut akan mengenai

daratan atau garis tersebut tidak akan mengenai daratan.
Selanjutnya buat garis lurus yang membentuk 45° dengan garis sejajar arah angin

tersebut, ke arah kiri dan kanan.
Sudut 45° tersebut kemudian dibagi ke beberapa segmen yang sudutnya 5° sehingga

terdapat beberapa garis lurus.
Apabila dari garis-garis lurus tersebut ada garis yang tidak mengenai daratan/pulau,

diganti dengan garis yang baru dengan sudut tertentu ke arah daratan/pulau.
Ukur panjang garis dari lokasi pelabuhan sampai ujung seberang yang berpotongan


tegak lurus dari arah angin (Xi).
Hitung nilai Cosinus dari sudut tersebut.
Buat dalam bentuk tabel.
Catatan :

Garis yang mengenai daratan adalah garis dimana jika mengenai daratan, maka arah


anginnya akan kembali.
Garis yang tidak mengenai daratan adalah garis dimana arah angin akan akan terus.
Peta yang digunakan untuk menghitung fetch efektif perlu diperhatikan skalanya
menjadi 1:1000 (1 cm pada peta = 1000 meter di lapangan). Hal ini dapat diperiksa
pada skala batang yang ada pada peta.

Contoh perhitungan fetch untuk R10
R10

= 7,7 cm (pada peta)

8660 3 0. R10 = 7.772653955 0.7 8.9961 9 1 0.22755388 10. sehingga.8 19.866132813 7.47828275 16. N o alfa 1 45 2 40 3 35 4 30 5 25 6 20 7 15 8 10 9 10 5 0 11 5 12 10 13 15 14 15 20 25 Cos (alfa) 0.7 10.84883552 21.7 (cos 0) = 7.7071 1 0.9848 1 0.3 17.9659 3 0.7660 4 0.8 16.9848 1 0. Cos(alfa) 24 16.7 (100000) = 770000 cm = 7.386370331 0 0 0 0 .6 17. panjang fetchnya : R10 cos α = 7.9961 9 0.9396 9 0.8191 5 0.9396 9 0.4 0.7 7.69368416 22.21984795 18.7 km α = 0° Maka.97056275 23.74537921 19 17.9659 3 0.Skala peta 1:1000 m = 1 : 100000 cm.6 17.9 7.53744296 8.8 1.9063 1 0.7 km Perhitungan selanjutnya dibuat dalam bentuk tabel.9063 Xi cm Xi.571079705 1.6 7.

3.017826 ∑ Xi.902514 72 9. Hal.71 Uw1.902 5 = = = 0 0 0 0 0 0 0 0 160.7660 4 0.30.4671 x 10000 0 = 946710 cm = km 94.23 (m/s) (Sumber :“Perencanaan Pelabuhan” oleh Bambang Triatmodjo.4671017 11 skala pada 100000 peta 1 : Fetch Effektif = 9. Cos (alfa) ∑ Cos (alfa) 160. Hal.514444) m/s = 2.8191 5 0.7071 1 16.16 30 17 35 18 40 19 45 JUMLAH Fetch Effektif 1 0.671 B.01782 6 16.8660 3 0. 124) UW UL RL = (Sumber : “Perencanaan Pelabuhan” oleh Bambang Triatmodjo. Pers. 123) .572 m/s UA = 0. Tinggi Gelombang (Ho) UL = 5 knots = 5 (0.

UW UL UL = 2. mph atau kn) Kemudian tarik garis vertikal sampai menyentuh lengkung pada grafik.752 = 4.25 : (Sumber : “Perencanaan Pelabuhan” oleh Bambang Triatmodjo. Tarik garis horizontal dari pertemuan garis vertikal dan lengkung pada grafik menuju  ordinat. Sehingga untuk data tugas ini. didapat RL = UW = RL * UL = 1. Nilai pada bagian ordinat merupakan nilai RL.Untuk mengetahui nilai UW perlu diketahui nilai RL terlebih dahulu. dari Gambar 3.5408 m/s = 1.65 * 2.65 . Nilai RL dapat dicari menggunakan bantuan grafik Hubungan Kecepatan Angin di Darat dan Laut.752 m/s. Hal 124) Cara membaca grafik :    Plot nilai UL pada bagian absis disesuaikan dengan satuannya (m/det.

56595 ≈ 5 m/s Setelah didapat nilai UA.9 detik Dari kedua nilai Ho dan T diatas diambil nilai yang lebih besar.UA = 0.5408)1.99 m Periode (T) = 4. yaitu untuk : UA = 5 m/s dan durasi = 4 jam diperoleh :   Tinggi Gelombang (Ho) = 0.71 (4.38 m Periode (T) = 2.25 det UL : kecepatan angin di darat (m/s) UA : faktor tegangan angin UW : kecepatan angin di laut (m/s) RL : perbandingan antara kecepatan angin di laut dan di darat . Gambar 3. 128) .671 km diperoleh :   Tinggi Gelombang (Ho) = 0.71 Uw1. untuk: UA = 5 m/s dan fetch efektif = 94.23 = 0. sehingga tinggi dan periode gelombang adalah :   Ket : Tinggi Gelombang (Ho) = 0. berikutnya akan dicari nilai tinggi gelombang (Ho) dan periode gelombang (T).27. perhitungan Ho dan T bisa juga berdasarkan data UA dan durasi dengan menggunakan grafik yang sama.99 m Periode (T) = 4. Hal.23 = 4. Bambang Triatmodjo.25 detik Selain berdasarkan data UA dan fetch efektif. Nilai tersebut dapat dicari dengan menggunakan Grafik Peramalan Gelombang (Sumber: “Perencanaan Pelabuhan” oleh Ir.

.

.

Cara membaca gambar 3. Nilai periode gelombang (T) Tarik garis sejajar dengan garis yang memiliki satuan detik. Nilai periode gelombang (T) Tarik garis sejajar dengan garis yang memiliki satuan detik. Dari titik pertemuan kedua garis tersebut bisa diperoleh 2 nilai : . Bisa dilakukan interpolasi untuk mendapatkan nilai antara 2 garis.Nilai tinggi gelombang (Ho) Tarik garis sejajar dengan garis yang memeiliki satuan meter. Dari titik pertemuan kedua garis tersebut bisa diperoleh 2 nilai : . Bisa dilakukan interpolasi untuk mendapatkan nilai antara 2 garis.Nilai tinggi gelombang (Ho) Tarik garis sejajar dengan garis yang memeiliki satuan meter. Bisa digunakan - interpolasi untuk mendapatkan nilai antara 2 garis.27 (berdasarkan nilai UA dan Fetch Efektif)  Plot nilai Fetch Efektif pada bagian absis dan nilai Faktor Tegangan Angin (UA) pada  bagian ordinat.Cara membaca gambar 3. . Bisa digunakan - interpolasi untuk mendapatkan nilai antara 2 garis. Tarik garis horizontal dari arah ordinat dan garis yang sejajar dengan nilai durasi  kecepatan angin (garis putus-putus dengan satuan jam).27 (berdasarkan nilai UA dan Fetch Efektif)  Plot nilai Fetch Efektif pada bagian absis dan nilai Faktor Tegangan Angin (UA) pada  bagian ordinat. Tarik garis vertikal dari baian absis dan garis horizontal dari arah ordinat hingga kedua  garis bertemu.

8 m. tinggi gelombang maksimum (H ijin) = 0. 144) Dalam perencanaan pelabuhan. untuk ukuran kapal 7000 DWT. Hal. Ho > HIZIN 0. yaitu 7000 DWT.99 m > 0. Dari Tabel 5.8 m Maka lokasi pelabuhan memerlukan pemasangan “Break Water”.25 detik 0.99 meter Kedalaman laut pada kontur pertama dari pantai jarak kontur dari darat 25 meter =0.9. maka diperlukan data-data :  Periode (T)  Tinggi Gelombang :  Kedalaman (m) : : 4.(Sumber : “Perencanaan Pelabuhan” oleh Soedjono Kramadibrata.025 1 ×1000 . C. Tinggi Gelombang Pecah Dalam menghitung tinggi gelombang pecah. kapal yang paling kecil adalah Fishing Boat.

panjang gelombang ( L0 ) = 28.81 × 4.252 4.Panjang Gelombang ( L0 ) L0 ¿ 1.56 ×4.025 meter  Periode (T ) = Rumus : H0 gT 2 = 0.25 2 ¿ 28.99 =0.25 detik .17755 meter Jadi.56 ×T 2 ¿ 1.17755 meter Tinggi gelombang pecah Data-data yang ada :  Tinggi Gelombang ( H0) = 0.00558 ≈ 0.99 meter  Kelandaian Pantai (m) = 0.006 9.

0791meter .09× H 0 Jadi. Hb = = 1.0791meter 1.09 Dari grafik diatas di peroleh : Hb =1.09× 0. tinggi gelombang pecah Rumus : ( Hb) = 1.99 m = 1.1.09 H '0 Maka.

00609 ≈ 0.25 ) Gambar 3.15 Hb d b=H b ×1.81 ( 4.23.0791 =0. 1984) Dari Grafik diatas diperoleh : db =1.Hb gT 2 = 1.15 . Penentuan kedalaman gelombang pecah (SPM.0791 ×1.15 d b=1.006 2 9.

99 kg =1230.81 detm ) g = gravitasi bumi H = tinggi gelombang 2 ( H0) Maka diperoleh : 2 E= 1024. (Sumber : “Perencanaan Pelabuhan” oleh Soedjono Karmadibrata.691968 2 8 det ) . hal 133) Dimana. E = energy rata-rata ρ = kerapatan massa kg det 2 ( ) ( 1024 kg 3 m (9.d b=1. Rumus : E= ρ .24 m d =1. H 02 8 .81 .0.24 m Jadi. kedalaman gelombang pecah ( b ) ENERGI GELOMBANG Energi gelombang terdiri dari energy kinetic dan energi potensial. g .9.