Anda di halaman 1dari 12

NARKOBA DALAM PANDANGAN ISLAM

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada TUHAN YME, karena atas izin, rahmat, dan karunia-Nya lah
MAKALAH NARKOBA DALAM PANDANGAN ISLAM dapat diselesaikan dengan baik
dan tepat waktu.Isi dari makalah ini mencakup narkoba dan bagaimana
hukumnya dalam Islam,yang kemudian dituangkan dan dikumpulkan menjadi
satu dalam makalah. Makalah ini memberikan pembelajaran mengenai hukumhukum tentang narkoba dalam Islam. Disamping itu, makalah ini bermanfaat
untuk menambah pengetahuan tentang narkoba. Penulisan makalah ini
dimaksudkan sebagai wacana untuk memenuhi persyaratan tugas mata kuliah.
Makalah ini disusun oleh penulis berdasarkan metode kepustakaan yang
kemudian di sintesis sebagai bahan rujukan. Penulis sangat menyadari penulisan
makalah ini masih memiliki kekurangan.Oleh karena itu, penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca untuk
perbaikan makalah ini. Semoga penulisan gagasan ini bermanfaat bagi penulis
khususnya dan pembaca pada umumnya.

Yang sangat memprihatinkan lagi.1 Latar Belakang Narkoba merupakan daya perusak terhadap sendi-sendi kehidupan. bahwa perilaku orang tua sudah biasa mempengaruhi sejak si kecil masih beradadalam kandungan. mulai dari rakyat jelata sampai konglomeratnya. Bagi seorang muslim wajib mengetahui bagaimana hukum menggunakan sesuatu yang dapat mengandungmudarat.sehingga menyita perhatian banyak kalangan.dapat dipahami apa saja bahaya narkoba baik di dunia maupun di akhirat.2 Tujuan  Mengetahui bahaya narkoba  Mengetahui pandangan Islam mengenai narkoba . Diperlukan berbagai informasi untuk dapat menyimpulkan hukum-hukumIslam mengenai narkoba. Lebih-lebih ketika sekian banyak penelitian menyatakan bahwa korbannarkoba saat ini telah merambah ke segenap lapisan masyarakat mulai darianak yang baru dilahirkan hingga orang tua. Bahkan. yang ikut menjadi korban keganasannya. Bila waktu hamil sang ibu terbiasa minum alkohol.BAB 1 PENDAHULUAN 1. jelas sangat telihat bahwa penting bagikita untuk menganalisa hukum tentang narkoba dalam Islam Melalui analisa ini. maka resiko sikecil berkembang menjadi pecandu alkohol pun juga besar. 1. tidak sedikit dari anak sekolah dasar hingga perguruantinggi.Dilihat dari uraian singkat di atas.

seperti perdagangan wanitadan anak-anak serta penyelundupan migran ke beberapa negara. Napi yang menjadi otak peredaran heroin dan putautersebut adalah Innocent Iwuofor. persoalan narkoba saat ini sangat memperihatinkan.1 Tinjauan Umum Tentang Narkoba2. Paparan di atas menunjukkan bahwa minuman keras. Pertama. Bahkanyang sangat mengerikan bahwa jaringan pengedar narkotika di Bali. Dalam skala internasional. dan obat berbahaya yang menjadi permasalahan serius. baik dalam skala nasional maupuninternasional. narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yangdapat . narkotika. seorang warga Negara Nigeria. danJakarta. Pasangan dua kegiatan yang berbeda latar belakang tampaknyasemakin serasi sejalan dengan perkembangan pasca perang dingin karena kontrol darinegara kuat semakin berkurang terutama setelah hancur leburnya Negeri Unisoviet danYugoslavia.Kegiatan perdagangan ilegal narkotika menjadi salah satu alternative sumber pendanaan bagi kegiatan terorisme dan kejahatan transnasional lainya. dan obat berbahaya merupakan hal yang sangat menarik sekali untuk dikaji secara intensif. Surabaya. 2.BAB 2 PEMBAHASAN Dari aspek stabilitas keamanan. Dalam skala nasional banyaknyakejahatan-kejahatan di tanah air erat sekali hubunganya dengan masalah narkoba. gunamemberikan sumbangan pemikiran untuk mengatasi minuman keras.1. selama lebih dari dua tahun ini dikendalikan oleh seorang narapidana (napi) laki-laki dewasa kelas I di Tangerang. misalnya.1 Pengertian Narkoba Narkotika dan obat-obat berbahaya yang seringkali disingkat narkobaadalah dua jenis yang berbeda. narkotika. ternyata kegiatan terorisme sering terkait dan erathubunganya dengan kegiatan perdagangan narkotika ilegal lintas batas negara sehinggakepustakaan mengenai narkotika mengenal dan mengakui kedekatan kegiatan tersebutsebagai narco-terorism. baik nasional maupun internasional. Kegiatan mafia kejahatan yang dimotori oleh bekas agen-agen KGBsemakin merajalela dan menghalalkan segala cara untuk mengeruk keuntungan berlipatganda yang tidak pernah akan diperoleh selama rezim Unisoviet masih berdiri utuh.

bersifat alami. 4. 2. Kedua. morphine. Narkotika Semi SintesisYaitu yang dimodifikasi dari bahan-bahan alami (biasanya dari zat kimia yangterdapat dalam opium) kemudian diproses secara kimiawi supaya memberikan pengaruh lebih kuat. minuman.Shaleh bin Ghonim as Sadlan membagi obat-obat terlarang ini menjadi tiga bagian. cocaine. B. Narkotika dalam arti sempit. baik alami maupun sintesis. bersifat alami dan syntetic. 3. Yaitu semua bahan obat-obatan yang berasal dari:  Papaver Somniferum (opium atau candu. alkot(cathaedulis) dan lain-lain. heroin. serbuk dan berbagai bentuk lainya. yaitu A. seperti morfin. Dikemasdalam bentuk kapsul. pil. dependence) Menimbulkan daya berkhayal (halusinasi)Zat ini secara garis besar digolongkan menjadi dua macam: narkotikadalam arti sempit dan narkotika dalam arti luas. Narkotika Natural (Alami) Yaitu yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti ganja.menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. dan ganja. opium. 2. mengikat. Yaitu semua bahan obat opiatin. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Sedangkannarkotika dalam arti luas. hasyisy)  Golongan obat-obatan depressant (obat-obat penenang)  Golongan obat-obatan stimulant (obat-obat perangsang)  Golongan obat-obatan hallucinogen( obat pemicu khayal) Dr. kokain dan lain-lain C. hilangnya rasa nyeri dandapat menimbulkan ketergantungan. atau pil perangsang (stimulantia) seperti Kiptagon atau . Membius (menurunkan kesadaran) Merangsang (meningkatkan semangat kegiatan atau aktivitas) Ketagihan (ketergantungan . tablet. koka.1. cairan injeksi. psikotropika dan obat-obat berbahayaadalah zat atau obat. Pengaruh dan efek yangditimbulkannya sama dengan narkotika natural atau semi sintesis. Di antaranya adalah berbagai jenis obat tidur seperti kapsulSignal. heroin dan sebagainya)  Eryth Roxylon Coca (cocaine)  Cannabis Sativa (ganja.2 Jenis-jenis Narkotika Narkotika atau obat bius yang dalam bahasa Inggris disebut narcotic adalah semua bahan obat yang mempunyai efek kerja yang pada umumnya bersifat: 1. bukan narkotika. Narkotika Sintesis Yaitu pil-pil yang terbuat dari bahan kimia murni.

misalnya morfin (ampul). 2. Adapun yangdimaksudkan dengan narkotika golongan III. dan narkotika golongan III.3 Klasifikasi Narkoba 2.3. wujudnya mirip cairanalkohol murni. terdiri dari: 1.Termasuk diantaranya pil hallusinogent (pembangkit halusinasi) sepert L. warnanya bening.1. b.1 Narkotika Menurut UU No.1. Bentuk cairan. 2.atau tablet penenang seperti Valium 5 dan derivate-derivatnya yang lain. wujudnya mirip daun teh kering. golongan II. misalnya ganja. serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkanketergantungan.2 Psikotropika .Yang dimaksud dengan narkotika golongan I adalah narkotika yang hanyadapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi. wujudnya cairankental.yaitu narkotika golongan I. Narkotika alam. pasal 2 ayat 1 ditinjau dariruang lingkup dan tujuanya. Bentuk tablet atau kapsul. trandene 10. Jenis natur dari dedaunan dan getah. Dan yang dimaksud dengan narkotika golongan II. Bentuk getah. warnanya kuning tua.1. dan 2. 2. misalnya cannabis dan hasyis. warnanya putih.D(Lysegic Acid Diethlamide). 1997 tentang narkotika. adalah yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakandalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Sejalan dengan itu Abu Ghifari membagi narkotika menjadi dua bagian yaitu : a. warnanya coklat tua. warnanyamerah muda. 22 Th.S.Amphetamine.magadon (nitrazwpam 5 mg). yang tehnik penggunaanyasangat praktis yang terdiri dari : 1.3. misalnya: tablet cosadon. warnanya kuning. rohipnool warnanya putih. adalah narkotika ynag berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau tujuan pengembanganilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Narkotika sintetik jenis yang diolah secara kimiawi. Bentuk daun. warnanya hijaukecoklatan.kapsul nembutal. narkotika bisa diklasifikasikan menjadi tiga golongan.

dan pengawasannya tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku dibidang obat keras. baik . dan tidak bisa makan. cepat lelah. golongan II. tidak bisa tidur. Sedangkan psikotropika golongan II adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindromketergantungan.dan tidak bisa diam. penggunaan obat ini dapat menimbulkan fungsi otak terganggu dan bisa berakhir dengan kegilaan.4. dan psikotropika golongan IV. digolongkan menjadi empat golongan . Psikotropika golongan III adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatandan dapat digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan sertammempunyai potensi sedang mengakibatkan sindrom ketergantungan. dan psikotropikagolongan IV. pengaturan. dan ingin tidur terus.2 Fisiologis Efek yang ditimbulkan oleh narkotika dan psikotropika terhadap fisik. psikotropika pun juga digolong-golongkan ataudiklasifikasikan menurut jenisnya. Akibatnya fungsi berfikir. golongan III.yaitu psikotropika golongan I. 2.1 Psikologi Meskipun efek narkotika dan psikotropika sering berlainan.4 Pengaruh atau gejala yang ditimbulkan oleh narkoba2. Psikotropika yang mempunyai potensimengakibatkan sindroma ketergantungan. serta mempunyai potensi amat kuat mengakibatkansindrom ketergantungan. antara lain cepat marah. tetapi digolongkan sebagai obat keras.1.4. gelisah. namun secaraumum benda itu menyerang sistem dan fungsi neotransmitter pada susunan syaraf pusat atau otak. kemudian ia tidak memakainya. pembinaan. Misalnya semangat berlebihan.Bila si pemakai sudah sampai pada tingkat pecandu. golongan II. tidak bersemangat. maka pengaruh yang dapat dirasakan. tidak tenang.Sebagaimana narkotika.1.Dalam penjelasan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun1997 tentang psikotropika dijelaskan.antara lain menurunya kekebalan tubuh dan rusaknya beberapa fungsi organtubuh. Sekalipun pengaturan psikotropika dalam undang-undang ini hanya meliputi psikotropika golongan I.1.masih terdapat psikotropika lainya yang tidak mempunyai potensi mengakibatkansindrom ketergantungan. golongan III. Oleh Karena itu. Psikotropika golongan IV adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatandan sangat luas digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuanserta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan. 2. Dalam jangka panjang. bahwa psikotropika golongan I adalah psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi. berperasaan dan berperilaku dari si pemakai atau pecandu akan terganggu.

organ dalam seperti jantung. paru-paru. maka tubuh akan mengadakan reaksi yangmenyakitkan. yaitu ketika bangsa Tatar dengan panglimanya .. Baru setelah itu persoalan ganja dikenal dan tersebar dikalangan umatIslam. sebagaimana ulasan sebelumnya. sesungguhnya tidak pernah ada padamasa permulaan Islam. juga organ luar seperti pupil mata mengecil . Kondisi demikian dapat dikonseptualisasikansebagai gangguan jiwa karena narkoba. Secara fisik. hati dan lainsebagainya. Pembahasan pada waktu ituhanya berkisar pada permasalahan khamer saja. perasaan danperilaku. Padawaktu itulah orang-orang Islam yang masih lemah imanya. Hasil kajiannya dapat ditemukan dalamkitabnya yang berjudul Majmu al-Fatawa. barudikenal oleh umat Islam pada akhir abad ke 6 H. Diantaranya ia menyatakan sebagai berikut:.Adapun narkoba yang dalam istilah agama Islam disebut mukhoddirot. liver. muntah-muntah. kekebalan tubuh semakin lama semakinambruk.1 Pengertian Narkoba Menurut Hukum Islam Narkoba yang dikenal sekarang ini. Jika diatidak berhasil menemukan narkoba. dan alat-alat indera lainya. hingga memerlukan terapi cukup lama. dan orang-orang fasiqdari kalangan umat Islam terpengaruh dan kemudian mengkonsumsi barangtersebut. mulutkering. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah membahas panjang dan lebar mengenaitumbuhan marihuana (dalam bahasa Arab disebut Hasyisyah) yang ternyata belakangan ini tergolong narkotika. Disebut organic karena narkoba ini bila masuk ke dalam tubuh langsung bereaksi dengan sel-sel saraf pusat (otak) dan menimbulkan gangguan dalam alam pikir..Dari uaraian di atas dapat disimpulkan bahwa narkoba adalah racun yang bukan saja merusak seseorang secara fisik tapi juga merusak jiwa dan masadepan penggunanya. bicara cadel.Yaitu ketika bangsa Tartar memerangi atau menjajah negara-negara Islam.Penyalahgunaan narkoba dapat mengakibatkan gangguan mental atau jiwa yang dalam istilah kedokteran jiwa (psikiatri) disebut gangguan mentalorganic. diantaranya sembelit. Untuk itu para pecandu narkoba tidak bisalepas dari ketergantungan. ‘ Sesungguhnya awal dikenalnya ganja oleh umat Islam adlaah pada akhir abad ke6 H atau abad ke 7 H. Bahkan tidak satu ayat-pun dari ayat-ayat al-Qur’anmaupun Hadis Nabi yang membahas masalah tersebut.2 Tinjauan Hukum Islam terhadap Narkoba2. dan badanmenggigil yang dikenal dengan sakau. itupun masih terbatas pada ganja. sementara mentalitasnya sudah terlanjur ketergantungan danmembutuhkan pemenuhan narkoba dalam dosis yang semakin tinggi.2. kejang-kejang. 2.

dan belum pernah juga dibicarakan oleh ulama-ulama salaf. Karena sesungguhnya ganja ataumarihuana tersebut tidak ada pada zaman mereka. Karenasesungguhnya ganja atau marihuana tersebut tidak dikenal pada waktu itu. tidak pernah menjelaskan secara langsung persoalan narkoba. dan belum pernah juga dibicarakan oleh ulama-ulama slaaf. yaitu: al-Qur’an. Karena pada masa itunarkoba memang belum dikenal. artinya mengukur.´ Sejak itulah ulama-ulama Islam mulai mendiskusikan danmemperdebatkan permasalahan narkoba. yangkemudian hari dinyatakan sebagai tumbuhan (tanaman) terlarang. membandingkansesuatu dengan yang semisalnya. Begitu juga halnya dengan ijma’. namunsecara definitive menunjukkan adanya perbedaan. baik dalam pengertianya.macam-macamnya serta segala sesuatu yang terkait denganya. Ini artinya antara miras dan narkoba memiliki kesamaan sifat (illat).Al-Imam Al-Ghozali mendefinisikan qiyas sebagai berikut: .yaitu iskar atau sifat memabukkan.2 Tinjauan hukum Islam terhadap Narkoba Sekalipun narkoba memiliki kesamaan sifat iskar dengan miras. jenisnya.2. dan Qiyas. Bahkan tidak pernah membahas jenis tumbuh-tumbuhan tertentu. Dari sini muncul pertanyaan apakah narkoba yangmemiliki dasar kesamaan iskar dengan miras. juga memiliki potensi muatan hukumyang sama? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. harus diketahui dahulu sumber hukum yang dipergunakan di dalam hukum Islam yang sudah menjadi kesepakatan para yuris (dalam hal ini ulama Syafi’iyah).bernamaJenghis Kan merambah kewilayah Negara Islam’. Oleh karena itu alternative terakhir dalam memutuskan hukumnya narkoba adalah melalui jalan qiyas.Sebagaimana mereka telah sepakat bahwa dalil -dalil tersebut adalahsebagai alat istidlal (menetapkan dalil suatu peristiwa) juga telah sepakat tentangtertib atau jenjang dalam beristidlal dari dalil-dalil tersebut. yaitu pada masa pendudukan bangsa Tatar. Sedangkan menurut terminology hukum Islam.Diatas telah dijelaskan bahwa baik al-Qur’an maupun Al-Hadis . alHadis. Karena miras berupa zat cair sedangkan narkoba tidak.Tumbuhan ini baru dikenal dan tersebar pada akhir abad ke 6. Begitu juga Syaikh Muhammad Ali Husin Al-Maliki RA. Menyatakan bahwa marihuana belum pernah dibahas oleh ulama-ulama mujtahidin padamasanya. yaitu pada masa pendudukan bangsa Tatar. Barang tersebut baru dikenal dantersebar pada akhir abad ke 6. yang menuntut para ulama untuk segera memberikan jawaban tentang hukumnya yang pada kenyataanya barang tersebut memangmemabukkan. Hal ini diketahui dari pernyataan yang termuat dalamkitab Tahdziful furuq sebagai berikut : ‘ketahuilah sesungguhnya tumbuh-tumbuhan yang dikenal dengan namamarihuana(ganja) belum pernah dibahas oleh ulama-ulama mejtahidin. Kini narkobamenjadi permasalahan umat. Dalam kenyataan al-Qur¶an dan AlHadis tidak pernah membahas secara langsung persoalan narkobatersebut. 2.Secara etimologis kata qiyas berarti qadara. baik dari para sahabat nabi maupun ulama mujtahid.

b. kemungkinan besar si pasien akan mengalami kematian. Oleh karena itu mekanisme penetapanya diserahkan kepada yang berwewenang atau hakim.dalam penetapan hukum atau peniadaan hukum.Akan tetapi kalau penyalahgunaan narkoba itu sama kadarnya dengan miras. Ataukahmenggunakan qiyas adwan (qiyas yang berlakunya hukum pada furu’ lebih lemahdibandingkan dengan berlakunya hukum pada asal meskipun qiyas tersebutmemenuhi persyaratan. tidak diberlakukan hukuman had. Pada tingkat darurat. Bergitu juga apabila penyalahgunaan narkoba itu kadarnya lebih besar dari pada miras. Karena pada kenyataanya narkoba bukanlah miras. maka hakim menggunakan qiyasadwan. Dengan maksud untuk menentukan hukuman bagi pelaku penyalahgunaan narkoba secara pasti dan adil. Dan hukuman yang ditetapkan harus lebih berat dari hukuman miras sesuai dengan muatan kadar narkoba yang dikonsumsi ataudisalahgunakan. Yaitu pada aktifitas pembedahan atau operasi besar. dan lainlain. yaknioperasi pada organ-organ tubuh yang vital seperti hati.3 Pertimbangan hukum Islam terhadap Narkoba Pada pasal miras menurut hukum Islam telah dijelaskan bahwa seperti epium dan sebagainya.Yang apabila dilaksanakan tanpa diadakan pembiusan total. Dan hukuman yangditetapkan dipersamakan dengan hukuman had. potensinya berada di bawah hukuman had. khususnya pada kepentingan medis pada tingkat . maka qiyas yang harus dipergunakan adalah qiyas musawi.2. Pada tingkat kebutuhan atau hajat. maka Islam masih memberikan toleransi. 2. Ataudengan menggunakan qiyas musawi (qiyas yang berlakunya hukum furu’ samakeadaanya dengan berlakunya hukum asal karena kekuatanillatnya sama). maka hasil penetapan besar kecilnya muatan hukum narkoba tersebut harus disesuaikan dengan qiyas yangdipergunakan. Kalau menurut pandangan hakim. Apakah qiyas awlawi (yaitu qiyas yang berlkunya hukum furu’ lebihkuat dari pemberlakuan hukum pada asal karena kekuatan illat pada furu’). Untuk itu diperlukan qiyas sebagai alat beristidlal. Yaitu pada aktifitas pembedahan yang apabilatidak menggunakan pembiusan. jantung. penyalahgunaan narkoba itu kadarnya di bawah standar miras.tingkat tertentu: a. Artinya narkoba dalam hal-hal tertentu boleh dipergunakan.´ Karena sifat Iskar yang berpengaruh di dalam penggunaan narkoba sangatditentukan oleh besar kecilnya kadar yang dikonsumsi.Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sepanjang narkoba dipergunakan di jalan benar. maka yang dipergunakan adalah qiyas aulawi. Dan hukuman yang dijatuhkan .‘Menanggungkan sesuatu yang diketahui kepada sesuatu yang diketahui dalam halmenetapkan hukum pada keduanya disebabkan ada hal yang sama antara keduanya. pasien akan merasakan sangat .

qiyas musawi dan qiyas adwan.a. Walaupun tidak sampai pada kekhawatiran matinya si pasien.hanya saja mengkonsumsi secara banyak hukumnya haram berdasarkankesepakatan umat Islam. Oleh karenanya pada kebutuhan medis. marihuana dan epium . baik berupa tanaman maupun yang selainya.kesakitan. baik sedikit maupun banyak. Hukum keharaman narkoba ditetapkan melalui jalan qiyas yang terdiridari: qiyas aulawi. SebagaimanaSyekh Muhammad A’lauddin Al ‘Hashkafi al-Hanafi. . beliau mengatakan : ‘dan haram mengonsumsi ganja. sekalipun mekanismehukumanya berbeda. bahkan termasuk sejelek-jelek perkara. tidak apa-apa. Mereka sudah memasukkan opium . Namun pasien akan merasakan kesakitan juga. telah disepakati keharamanya oleh para ulama.´ Dari ulasan di atas bisadisimpulkan bahwa narkoba menurut Islam adalah: ´Segala sesuatu yang memabukkan atau menghilangkan kesadaran. Tingkatan bukan darurat dan bukan hajat. yaitu penggunaan dengan kadar banyak sehingga menghilangkan (berpengaruh) pada akal. marihuana dan sebagainya. karena merusak akaldan menghalangi ingatan (dzikir) pada Allah dan shalat. kuku.Setelah melalui proses diskusi dan perdebatan panjang. mengkonsumsi ganja hukumnya adalah haram.´ Sejalan dengan itu Al-Imam Al-Qarafi juga berpendapat: Tumbuh-tumbuhan yang terkenal dengan anam ganja yang dikonsumsi olehorang-orang fasiq. Artinya tidak terbatas pada ganjasaja. tetapi bukan minuman keras. Seperti pencabutan gigi. karena pada narkobaterdapat illat (sifat) memabukkan sebagaimana pada khamer. dansebagainya. penggunaan narkoba dianggap tingkat darura tatau toleransi. Hal ini selaras dengan pernyataan Ibnu Taimiyah yang berbunyi : ‘Berkatalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah r. Selanjutnya istilah narkoba dalam terminology Islam disebut mukhoddirot´. akhirnya para ulamasampai pada kesepakatan bahwa narkoba adlaah haram. tetapi pada akhirnya akan mengganggu jalanya pembedahan. Yaitu tingkatan pada aktifitas pembedahan ringan yakni pembedahan paada organ tubuh yang apabila tidak dilakukan pembiusan. c. Adapun sangsi hukumnya. Islam memandang narkoba merupakan barang yang sejak awal sudah diharamkan. bagi pengguna narkoba sepenuhnya menjadi wewenang hakim. Selain itu. Ulama yang lain memberikan ulasan agak luas.

2. narkoba bukanlah miras (khamer). diadakan penggabungan kedua definisi di atas. Maliki. dinamakan nabidz. Akan tetapi apabila penyidikanya menunjukkan lebih berat . Dari definisi di atas (definisi miras) menunjukkan bahwa menurut pandangan HukumIslam. melainkandikenakan hukuman dengan jalan qiyas terhadap miras. Imam Abu HanifahMenurut al Imam Abu Hanifah. maka minuman tersebut layak dinamakan khamer.BAB 3 PENUTUP Kesimpulan Beberapa hal yang bisa disimpulkan dari tulisan ini. khamer (miras) adalah : Minuman keras yangmemabukkan yang berasal dari perasaan anggur saja´. Bagi peminumnya dikenakan hukuman had. Untuk memperoleh definisi yang kongkrit. c. dirumuskan sebagai berikut: 1. Illat tersebut adalah sifat iskar (memabukkan). Sehingga khamer didefinisikan sebagai:´ Zatcair atau zat padat yang berasal dari zat cair yang disajikan untuk minuman. yangapabila diminum akan memabukkan´. Dalam arti derajat hukuman pidananya harus di bawah hukuman had. sebagai berikut: a. Dalam arti derajat hukumanya dipersamakan denganhukuman had. Oleh karena itu bagi peminumnya (nabidz) tidak dikenakan hukuman had. maka yang dipakai adalah qiyas adwan. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam hal mendefinisikan miras (khamer). Yaitu: a. Jumhur ulama’ (Syafi’i. dan sesuai dengan pendapat ulamaSyafi’iyah sebagai panutan mayoritas masyarakat hukum di Indonesia. b. asalkanmemabukkan. Hanya saja pada narkoba terdapat illat yangsama dengan khamer. Apabila penyidikanya menunjukkan illat yang sama dengan khamer. dan Ahmad) Menurut mereka Khamer adalah: ´Nama (sebutan) dari setiap minuman yang memabukkan. Sedangkan yang terbuat dariselain anggur. maka yangdipakai adalah qiyas musawi. Oleh karenanya dari apapun minuman itu dibuat. Apabila penyidikannya menunjukkan illat yang lebih rendah (ringan) dari padakhamer. Oleh karena itu bagi pelaku penyalahgunaan narkoba tidak dikenakan hukuman had. b.

Artinya . maka yang dipakai adalah qiyas aulawi.dari padakhamer. Sedangkan muatan berat-ringanya (berat) hukumansepenuhnya menjadi wewenang hakim. . derajat hukumanya lebih berat dari hukuman had.