Anda di halaman 1dari 2

CINTA DI ALAM ARKETIPE

Oleh : Yusuf Gerhana
( Santri Epistemologi Islam Ponpes Mahasiswa Madrasah Muthahhri Yogyakarta )
Allahumma Sholli Ala Muhammad Wa Ali Muhammad
Platon adalah filsuf yang terkenal dengan teori alam Arketipenya ( Alam Idea/inmateri ), Platon
mengatakan bahwa apa yang ada di alam materi sebelumnya sudah ada di alam arketipe. Cukup
menarik untuk di bahas dan bagi para pembaca utamanya kalangan mahasiswa, teori yang
dimaksud oleh platon tentunya tidak asing lagi. Di alam arketipe segala sesuatunya bersifat
inmateri, tetap, tidak bisa berubah-ubah (Sempurna), artinya di alam arketipe sudah mutlak.
Platon meyakini adanya keterpisahan antara jiwa dan tubuh, yang dimana jauh sebelum tubuh ini
ada, jiwa sudah ada di alam arketipe, jiwa sifatnya independen. Namun ketika jiwa turun dari
alam arketipe dan bersentuhan langsung dengan tubuh ( materi ), maka dengan seketika
pengetahuannya tentang alam arketipe ( ide-ide ) akan hilang, akan tetapi pengetahuan yang
ada di alam arketaipe, dapat diketahui ketika apa yang dipersepsikan oleh indra sebagai stimulus
dari realitas abstrak dan hal-hal partikular, jiwa akan segera merespon apa yang ada di alam
arketipe. Sehinga di alam materi hanyalah proses pengingatan kembli.
Diatas sedikit ulasan tentang teori dari platon mengenai alam arketipe (Alam ide). Berhubungan
dengan tema mengenai “Cinta platon di alam arketipe”. Apa yang ada di alam materi sifatnya
relative, tidak menetap yang ada hanyalah sebuah gambaran-gambaran atau realitas abstrak
tentang ide-ide di alam arketipe. Keterpisahan antara jiwa dengan tubuh merupakan problema
yang cukup rumit untuk di jelaskan, namun itulah persepsi dari platon dengan teorinya. Sejauh
mana penulis memahami platon bahwa apa yang ada sekarang di alam ini, itu semua hanyalah
sebuah gambara atau realitas abstrak saja yang dipersepsikan oleh indrawi, sehingga
pengetahuan universal tentang alam ini hanyalah proses untuk pengingatan kembali.
Kutiapan platon tentang cinta yang sangat terkenal yaitu “ Cinta tidak mesti memiliki “ dari
kutipan ini dapat kita renungkan bersama tergantung bagaimana kita memaknainya, jika
dihubungakan dengan teori yang ada diatas sudah jelas bahwa apa yang ada di alam materi ini
sifatnya relatif, tidak tetap. Di alam materi cinta itu hanyalah sebuah gambaran saja sesuatu yang
tidak hakiki, sementara di alam arketipe cinta itu hakiki sudah tidak berubah-ubah. Dari coretan
singkat ini penuslis dapat menarik garis besarnya mengenai tema diatas, bahwa cinta yang
dimaksud oleh platon adalah cinta yang sudah dimiliki di alam arketipe( alam idea ). Bukan cinta
yang ada di alam materi.
Entah bagaimana menurut Platon, cinta di alam arketipe itu seperti apa, kalau cinta yang ada di
alam materi tidak sesuai dengan apa yang ada di alam arketipe maka pernyataan di atas
kontrdiktif dengan torinya..?

.Wallahu A’lam bi Sawab.