Anda di halaman 1dari 8

2.

4 Analisa Data dan Pembahasan
2.4.1 Pengolahan Data
1. Tabel pengujian kualitas lubang dan poros
a. Data pengukuran kualitas poros
Tabel 2.5 Data Kelompok Pengukuran Kualitas Poros
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Diameter poros (mm)
29,95
29,9
29,75
29,7
29,85
30
30,1
29,9
29,9
29,75

b. Data pengukuran kualitas lubang
Tabel 2.6 Data Kelompok Pengukuran Kualitas Poros
No Diameter lubang (mm)
1
10,3
2
10,2
3
10,05
4
10,25
5
10,2
6
10,15
7
10,25
8
10,25
9
10,15
10
10,2

2. Tabel pengujian geometri linear
Tabel 2.7 Data Kelompok Pengukuran Geometri Liniear
No
Diameter (mm)
1
11,72
2
11,71
3
11,7

7 11.07 0.7 11.4.72 -0.74 -0.)2 1 11.0001 3 11.71 -0.Simpangan baku (δ) .707 mm .Diameter poros rata-rata ( ) ¿ ∑d n ¿ 117.74 2.7 11.70 0 0 5 11.70 0 0 9 11.8 Pengolahan Data Kelompok Pengukuran Geometri Linear N d d Diameter (mm) O d(d.70 0 0 4 11.07 -0.7 11.4 5 6 7 8 9 10 11.07 10 ¿ 11.04 0.0021 d .70 0 0 7 11.01 0.0004 2 11.02 0.70 0 0 6 11.70 0 0 10 11.1.70 0 0 8 11.7 11.0016 ∑ 117.1 Pengolahan Statistik Pengolahan Statistik Interval Penduga Kesalahan Pengukuran Geometri Linear Tabel 2.7 11.

Dengan mengambil resiko kesalahan α = 5% Derajat kebebasan (db) = n-1 = 10 – 1 = 9 t(α/2 . 9) t(0.0153 .041 .0041 x 100 α =0.05/2 .0021 9 δ=0.025) 2.Kesalahan relatif Kr= ❑ d Kr= 0. db) t(0.0048 .Simpangan baku rata-rata ¿ δ √n ¿ 0.707.[ t(α/2 .0048 11.d−¿ ¿ ¿2 ∑¿ ¿ ¿ δ=√ ¿ δ= √ 0.707 Kr=0.[ 2.0153 √10 ¿ 0.262 (lihat tabel statistik) Interval penduga kesalahan prosentase hasil pengukuran x .0153 ]≤ x x ≤ x + [ t(α/2 . db) δ ] ≤ 11.262 x 0.0153 ] . db) δ ] ≤ 11.0041 α =Kr x 100 α =0.262 x 0.707+ [ 2.

0153 ]≤ 11.672 ≤ ≤ 11.01/2 . db) t(0.1 100 3 29.742 .25 250 4 29.1 100 8 29.657 ≤ x x x ≤ x + [ t(α/2 .9 30 0.1 100 Kualit as Poros 30H8 30H10 30H12 30H12 30H11 30H 30H10 30H10 .4.9 30 0.3 300 5 29.0153 ]≤ 11.757 2.750 .05 50 2 29.2 Pembahasan 1.0153 ] ≤ 11.005) 3.[ 2.85 30 0.707+ [ 2.[ 3.Dengan mengambil resiko kesalahan α = 1% Derajat kebebasan (db) = n-1 = 10 – 1 = 9 t(α/2 .1 30 0.x 11.01) 2.7 30 0.707.0153 ] ≤ 11.75 30 0.250 x 0.Dengan mengambil resiko kesalahan α = 2% Derajat kebebasan (db) = n-1 = 10 – 1 = 9 t(α/2 .[ t(α/2 .15 150 6 30 30 0 0 7 30.250 x 0. db) δ ] ≤ 11.821 Interval penduga kesalahan prosentase hasil pengukuran x .821 x 0.250 Interval penduga kesalahan prosentase hasil pengukuran x . 9) t(0.821 x 0.707. db) t(0.707+ [ 3.02/2 .[ t(α/2 . 9) t(0.663 ≤ x x x ≤ x + [ t(α/2 .9 Perbandingan Ukuran Diameter Poros Teoritis dan Aktual Diameter Diameter Selisih Selisih N Aktual Poros Teoritis Poros Diameter Diamet o (mm) (mm) (mm) er (µm) 1 29. Pembahasan Kualitas Lubang dan Poros Tabel 2. db) δ ] ≤ 11. db) δ ] ≤ 11.95 30 0. db) δ ] ≤ 11.

2 0.2 0.05 10. Semakin besar angka di belakang huruf h dan H maka penyimpangan yang terjadi semakin besar karena selisih antara diameter actual dengan diameter teoritis semakin besar.05 50 8 10. Kualitas lubang dan poros dapat diketahui dengan cara mencocokkan selisih dan diameter actual pada table toleransi.1 0. selisih diameter dan juga kualitas lubang dan poros.05 50 7 10.9 29.10 Perbandingan Ukuran Diameter Lubang Teoritis dan Aktual Diameter Selisih Selisih N Diameter Teoritis Aktual Lubang Diameter Diamete O Lubang (mm) (mm) (mm) r (µm) 1 10.05 50 5 10. 10H9 dan 10H11.2 10.2 10.2 0. 30h10 dan 30h12. .25 10.25 10. dan angka di belakang huruf h dan H adalah angka kualitasnya.2 0.75 30 30 0.2 0 0 Kualita s Lubang 10h10 10h 10h11 10h9 10h 10h9 10h9 10h9 10h9 10h Dari tabel diatas dapat didapatkan diameter actual. Sedangkan kualitas lubang bervariasi dari 10H.9 10 29. Begitu pula sebaliknya.2 0 0 6 10. Kualitas poros bervariasi dari 30h.1 100 2 10.2 0 0 3 10.2 0. diameter teoritis. Angka 30 dan 10 menyatakan ukuran dasar poros dan lubang.2 0.15 10.2 10. semakin kecil angka di belakang huruf h dan H maka penyimpangan yang terjadi semakin kecil karena selisih antara diameter actual dengan diameter teoritis semakin kecil.15 10.15 150 4 10.2 0.25 100 250 30H10 30H12 Tabel 2.3 10.05 50 9 10.25 10.05 50 10 10.

Pembahasan geometri linier Dari grafik didapatkan aktual di diameter dan atas poros diameter poros teoritis dimana terjadi perbedaan lebih kecil dan lebih besar nilainya fluktuatif dan cenderung dibanding diameter poros teoritis yang ukurannya konstan.01 mm pada pengukuran 4. benda ukur dan lingkungan sudah disesuaikan sedemikian rupa untuk meminimalkan kesalahan pada saat Grafik 3.3. Dari 10 kali pengukuran data. Sedangkan pada pengukurann lainnya ditemukan perbedaan lebih dari 0. Dari grafik diatas dapat dikatakan bahwa pengukuran linear poros tersebut mempunyai ketelitian sedang.2. diameter poros aktual dan teoritis yang paling kecil perbedaannya sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa pengukuran linear poros yang dilakkan memiliki ketepatan kurang.1 Pengukuran Geometri Linear dimana diameter poros aktual . Untuk ketiga faktor yaitu alat ukur. Dimana definisi ketelitian adalah kesesuaian antar beberapa sata ukur yang sama yang dilakukan secara berulang. 60% hasil mempunyai nilai yang sama atau mendekati nilai asli.5. benda ukur lingkungan dan pengukur. Sedangkan untuk ketepatannya.7 dan 8.01 mm pada pengukuran 2. dimana definisi ketepatan adalah kedekatan suatu hasil pengukuran dengan amgka atau data sebenarnya (true value). Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan adalah alat ukur.6 dan 9.

Dalam setiap pengukuran selalu mengalami kesalahan atau penyimpangan. Interval data tersebut merupakan daerah dimana data diduga salah yang artinya semakin banyak data yang diduga salah maka semakin teliti. benda ukur. 2.651 sampai 11.5. Dalam praktikum kali ini menggunakan alat ukur vernier caliper untuk mengukur kualitas lubang dan poros. 2% maupun 1% hal ini dikarenakan variasi data pengukuran tidak terlampau jauh dari rata – rata pengukuran seluruhnya yaitu 11.5 Kesimpulan dan Saran 2.686. Faktor yang terbesar menyebabkan penyimpangan saat pengukuran yaitu faktor pengukur yang bisa disebabkan karena pengukur kurang sehat atau tidak fit. Hal ini dikarenakan yang dilihat adalah metode pengukuran. jika terdapat berbagai macam variasi hasil data dan tidak semuanya masuk dalam interval statistik penduga kesalahan maka hasilnya kurang teliti karena ada beberapa data yang tidak diduga sebagai data yang salah.1 Kesimpulan 1. Yang dimaksud dengan kualitas di sini adalah sekelompok toleransi yang dianggap mempunyai ketelitian yang setara untuk semua ukuran dasar. yaitu untuk α sebesar 5% diperoleh rentang interval dari 11. 3.01 mm. dan kehalusan permukaan.pengukuran. 3. dan pengkalibrasian setelah pengukuran kurang tepat. bentuk.05 mm 2. Dimana geometri merupakan karakteristik yang menggambarkan spesifikasi produk berdasarkan ukuran atau dimensi. oleh karena itu alat ukur yang digunakan adalah micrometer outside dengan ketelitian 0. Pembahasan statistik geometri linear diameter poros Dari hasil pengolahan statistik penduga kesalahan dari pengukuran geometri linier dengan α sebesar 5%.5.656 sampai 11. untuk α sebesar 2% diperoleh rentang interval dari 11.716 dan untuk α sebesar 1% diperoleh rentang interval 11. dengan ketelitian yang digunakan adalah 0. 2% dan 1% didapat data sebagai berikut. 2. Untuk hasil dari pengolahan statistik diatas didapatkan semua data masuk didalam interval baik 5%. Hal ini dapat dikarenakan oleh beberpa faktor yaitu alat ukur. Dalam pengukuran geometri linier diameter poros kita menggunakan micrometer outside. kurang teliti saat pengukuran.661 smpai 11.710. lingkungan dan pengukur.720.2 Saran .

Sebaiknya praktikan memperhatikan tata cara atau metode penggunaan alat ukur agar hasil pengukuran akurat 2. . Sebaiknya dikenalkan alat – alat ukur yang lain yang dapat menambah pengetahuan praktikan pada saat praktikum.1.