Anda di halaman 1dari 20

TUTORIAL

Diabetes Mellitus dengan Ulkus Diabetikum

Oleh :
Inge Dackrisna Daud
Jovan Octara
Khairunnisa
Maimunah Rahmawati
M. Hafidz Ramadhan
Novita Nurahmi
Risa Maulida Widjaya
Yessy Paramita
Dokter Pembimbing :
dr. Hj. Khomimah, Sp.PD-KMED

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM
RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA PONDOK KOPI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2016

1

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan
Hidayah - NYA kepada kita sekalian, terutama kepada kami sehingga laporan tutorial ini
dapat terselesaikan.
Dalam penyusunan laporan ini kami menyadari bahwa masih banyak
kekurangan dan juga banyak menemui berbagai macam hambatan dan kesulitan karena
masih terbatasnya ilmu pengetahuan yang penulis miliki, namun berkat adanya
bimbingan, bantuan serta pengarahan dari berbagai pihak maka, kami dapat
menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya. Oleh karena itu dengan terselesaikannya
penyusunan laporan tutorial ini kami mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang
sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan
laporan ini terutama kepada yang terhormat:
1. Dokter Khomimah, Sp.PD-KMED, selaku tutor pembimbing yang telah memberikan
bimbingan, bantuan, serta pengarahan.
Semakin kami mempelajari kasus dan literatur mengenai masalah ini, semakin
kami sadar bahwa banyak sekali yang belum kami ketahui. oleh karena itu, kami
mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak guna menyempurnakan laporan ini.
Jakarta, Juli 2016

2

....................................................................................... PEMERIKSAAN FISIK (saat di ruang an-nas).................................................5 KASUS....................................................9 F.............................14 3 ...........................................................................................................................................................................................................ii DAFTAR ISI............................................................................... RUMUSAN MASALAH..........................................................................8 E..........12 DISKUSI KASUS.100 BAB III................................................................................................................................................................................................................iii BAB I...........................5 A.....6 D......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR....................................................................................... PEMERIKSAAN PENUNJANG........................................................... IDENTITAS PASIEN..........................5 B............................5 C......................................4 BAB II............................................ RESUME................................................................. ANAMNESIS...................................4 PENDAHULUAN.......................................

dan 12-24% dari individu dengan ulkus kaki memerlukan amputasi. Penyakit diabetes melitus dapat mengenai semua organ tubuh seperti otak (stroke). Di antara pasien dengan diabetes. kerja insulin atau keduanya. ginjal (gagal ginjal). 4 . Setengah dari semua amputasi nontraumatic adalah akibat komplikasi ulkus diabetikum. Salah satu komplikasi menahun dari diabetes melitus adalah ulkus diabetikum. Menurut Institut National Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal. Bahkan tingkat kekambuhan dalam populasi pasien adalah 66% dan laju amputasi naik sampai 12%. Setiap tahun sekitar 5% dari penderita diabetes dapat menjadi ulkus diabetikum dan 1% memerlukan amputasi. Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi yang di sebabkan oleh dabetes melitus yang memiliki kelainan adanya infeksi. Komplikasi ulkus diabetikum menjadi alasan tersering rawat inap pasien diabetes melitus berjumlah 25% dari seluruh rujukan diabetes melitus di amerika serikat dan inggris. atau adanya kerusakkan jaringan. mata dan kaki.000. 16. dan jutaan lainnya yang dianggap beresiko terkena penyakit itu.BAB I PENDAHULUAN Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolic dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. jantung. Diabetes melitus merupakan penyebab kematian ke dua belas di dunia. luka. 15% menjadi ulkus kaki.000 penduduk Amerika diperkirakan diketahui menderita diabetes.

os cepat merasa lapar walaupun tidak melakukan aktivitas. Lukman. sebelum didiagnosis DM oleh dokter os mengeluhkan dia sering terbangun pada malam hari untuk BAK. BAB dan BAK normal tidak ada keluhan. lemas di rasakan sampai os tidak bisa berjalan dan duduk hanya bisa berbaring. dan sering merasa gatal pada kedua tungkai. bengkak dan luka pada jari sebelah kiri  Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke UGD RSIJ Pondok Kopi dengan keluhan lemas sejak 2 hari SMRS. Pada muntah tidak terdapat darah. Os mengeluh kaki kiri bengkak dan terdapat luka pada sela jari manis dan kelingking. Sp. Menurut pasien nyeri hilang timbul tidak bergantung pada posisi. Kaki bengkak kadang disertai dengan rasa nyeri. tidak berwarna hijau. Os mengaku memiliki penyakit DM. Os juga mengatakan mual disertai muntah. muntah. 5 . Sejak saat itu pasien diberikan obat – obatan diabetes.PD B ANAMNESIS  Keluhan Utama : Lemas sejak 2 hari sebelum masuk RS  Keluhan Tambahan : mual. Keluhan bengkak ini sudah terjadi selama 2 bulan SMRS. Suchyar Soeganda Umur : 58 tahun Jenis kelamin : laki-laki Pekerjaan : pegawai swasta Alamat : Pondok Kelapa M 2/8 RT 16/02 Duren Sawit Tgl Masuk RS : 09/05/16 No Rm : 352754 Ruang : An Nas 2/ 201-01 Dokter : dr.BAB II KASUS A IDENTITAS PASIEN Nama : Tn. muntah berupa makanan yang os makan tetapi tidak menyemprot Os muntah sebanyak 3x sehari sebanyak ½ gelas aqua.

Tidak merokok atau meminum alkohol.  Riwayat Alergi : Tidak ada alergi makanan. Os pernah menjalani operasi glaucoma pada mata sebelah kiri 5 tahun yang lalu  Riwayat Penyakit Keluarga : Ayah dan Ibu pasien menderita gula darah. riwayat tekanan darah tinggi (+). Jantung (-)  Riwayat Psikososial : Os makan sehari 1-2 kali sehari. tekanan darah tinggi (-). os rajin mengontrol makanan yang dimakannya sehari hari.2 kg TB : 171 kg IMT : 29. asma (-). Biasnya os makan nasi porsi sedikit sekitar setengah centong nasi. Namun ketika lebaran os tidak mengontrol makanan yang dimakan. dan debu  Riwayat Pengobatan : Os rajin mengkonsumsi obat anti diabetes oral berupa metformin selama ±7 tahun kemudian 3 tahun yang lalu obat-obatan oral di ganti dengan obat suntik karena setelah minum obat kadar gula darah os masih tinggi diatas 200 mg/Dl C PEMERIKSAAN FISIK (saat di ruang an-nas) Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Compos mentis Antropometri : BB : 85. Os memiliki riwayat penyakit gula darah sejak 10 tahun yang lalu. Riwayat Penyakit Dahulu : Os tidak pernah menderita keluhan seperti ini sebelumnya. Os jarang berolahraga.1 (obesitaas 1) Tanda-tanda vital – TD : 150/90 mmHg – Nadi : 80x/menit – Pernafasan : 20x/menit 6 . obat-obatan. jantung (-). Pada malam hari os mengganti makanan dengan mengkonsumsi buah.

pergerakan dinding tidak ada yang tertinggal. distribusi rata. Batas paru hepar di midclavicularis ICS IV dan V. ronkhi (-/-) Jantung • Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat • Palpasi : Ictus cordis teraba di ICS IV linea midclavicula sinistra •  Batas Atas  Batas Kanan  Batas Kiri Perkusi : : ICS II Linea Parasternalis Dextra : ICS IV Linea sternalis Dextra : ICS V Linea Midclavicula Sinistra • Auskultasi : Bunyi jantung I dan II murni reguler. Pembesaran Kel. • Auskultasi : Bising usus (+) normal 7 . epistaksis (-) • Telinga : Normotia. • Palpasi : Vokal fremitus teraba sama. secret (-). reflex cahaya (+/+). T1/T1 • Leher : Pembesaran KGB (-). mukosa faring hiperemis (-). gallop (-) • Abdomen • Inspeksi : Datar. JVP tidak meningkat • Thoraks • Paru-Paru • Inspeksi : Simetris. nyeri tekan (-) • Mulut : mukosa oral basah.– : 360C Suhu Status Generalis • Kepala : Normocephal. pupil isokor. mata sebelah kiri bengkak dan kotor serta penglihatannya terganggu • Hidung : Sekret (-). Scar (-). wheezing (-/-). epistaksis (-). • Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru. serumen (-). septum deviasi (-). tidak mudah dicabut • Mata : Konjungtiva anemis (-/-). massa (-). Tiroid (-). • • Auskultasi : Vesikuler (+/+). murmur (-). karies dentis (-) coated tongue (-). retraksi sela iga (-). rambut lurus. distensi (-).sklera ikterik (-/-).

sianosis (-/-).5 – 17.50-5. Pada sela jari manis dan kelingking tampak ulkus bernanah (-) dan mengeluarkan cairan bening kekuningan. Ekstremitas bawah : • Akral hangat (+/+). CRT < 2 detik (+/+).00) 229 194 mg/dL mg/dL Glukosa (11. Edema (-/-).0 40 – 50 150-400 132-145 3. tidak ada rambut.00) Hasil 12.00) Glukosa (16.00) Glukosa (11.8 181 Satuan mg/dL 103/uL % 103/uL mmol/L mmol/L mmol/L U/L mg/dL mg/dL mg/dL Glukosa (12.00) Glukosa (11.20 3.67-1.00) Leukosit Ureum Kreatinin 239 224 188 244 319 287 283 231 13.0 – 10.00-45.50 98-110 70-200 10.17 8 .0 24. warna telapak kiri kemerahan tidak berbatas tegas.17 (00:35) 11-07-16 (00:41) 12-07-16 14-07-16 15-07-16 5.00) 187 mg/dL Glukosa (18. Pembesaran Lien (-) • Ekstremitas atas : • • Akral hangat (+/+).00) Glukosa (16.00) Glukosa (06.00) Glukosa (16.0 10-50 0.39 105 137 9. bengkak pada telapak kaki kiri.00 0.00) 198 mg/dL Glukosa (24.5 5.00) Glukosa (06. D PEMERIKSAAN PENUNJANG Tanggal 09-07-16 10-07-16 Pemeriksaan Hemoglobin Leukosit Hematokrit Trombosit Natrium Kalium Chloride GDS SGPT Creatinin Glukosa (06. sianosis (-/-).5 35 220 138 3.5 mg/dL mg/dL mg/dL mg/dL mg/dL mg/dL mg/dL mg/dL 103/uL 49 mg/dL Nilai Normal 13. Pembesaran hepar (-).67-1.0 – 10. kulit pedis kering kanan dan kiri.7 49 2.00) Glukosa (06.• Perkusi : Timpani pada keempat kuadran abdomen • Palpasi : Nyeri tekan epigastrium (+).

Pernafasan : 20x/menit . BAB dan BAK normal tidak ada keluhan. Gastropahty diabetikum 5. Os mengeluh kaki kiri bengkak dan terdapat luka pada sela jari manis dan kelingking kadang disertai dengan rasa nyeri.16-07-16 Glukosa (06. Hipertensi grade 1 4. Dikeluarga os orangtua os menderita penyakit serupa os juga memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Pada status genetalis terdapat nyeri tekan epigastrium (+) dan tampak ulkus pada interdigiti 4-5 manus pedis sinistra. Nadi : 80x/menit . Obesitas 9 . Susp.00) Glukosa (11. lemas di rasakan sampai os tidak bisa berjalan dan duduk. Os mengaku memiliki penyakit DM yang terkontrol sejak 10 tahun yang lalu. F RUMUSAN MASALAH 1. Suhu : 360C dengan IMT 29.00) Glukosa (16. Pada pemeriksaan tanda vital di dapatkan TD : 150/90 mmHg.1. Ulkus diabetikum 3. Os juga mengatakan nausea dan vomitus berupa makanan yang os makan tetapi tidak menyemprot Os muntah sebanyak 3x sehari sebanyak ½ gelas aqua. Menurut pasien nyeri hilang timbul tidak bergantung pada posisi. Keluhan bengkak ini sudah terjadi selama 2 bulan SMRS.00) 252 290 361 mg/dL mg/dL mg/dL Rontgen Thoraks: 09/07/16  Kardiomegali  Bronkhitis kanan Rontgen pedis 11/07/16  Tanda pneumo sub kutan inter digiti sugestif abses  Belum terlihat tanda osteomyelitis E RESUME Pasien datang ke UGD RSIJ Pondok Kopi dengan keluhan malaise sejak 2 hari SMRS. DM Tipe 2 2.

00) 187.G PENATALAKSANAAN Rencana pemeriksaan penunjang : (-) Rencana farmako terapi : Infus RL/12 jam Loresal bachlofen 2x1 Asam mefenamat 3x500 mg Valisanbe 1x5 mg Amlodipine 1x1 mg Cefoferazon 2x1 Metronidaxol 3x500 mg Humalog 3x5 unit Rencana terapi suportif :  Perawatan kaki dengan melakukan kompres basah Nacl 0. Glukosa (24. : nyeri tekan Gastrophathy epigastrium (+) Lab : diabetikum Glukosa dengan Amlodipine 1x1 mg Cefoferazon 2x1 Metronidaxol 3x500 mg Humalog 3x5 unit (06.00) 181. Glukosa obesitas (18. Glukosa perbaikan. N:80 x/m ulkus Loresal bachlofen 2x1 mual (-). muntah RR : 20 x/m diabetikum. Infus RL/12 jam mengeluh lemas. PF perbaikan. nyeri pada ulu S : 36 C Hipetensi mg hati (+).1 (obesitas Grade 1 dengan Valisanbe 1x5 mg pada luka di sela 1) jari (+).00) 198. nyeri IMT : 29.9%  Hindari penggunaan bebat plastik karena mengurangi aliran darah ke kulit H FOLLOW UP Tanggal S 10-07Os 2016 O masih TD : 120/80 mmHg. Asam mefenamat 3x500 (-).00) 229 10 . A DM Tipe P 2. (12.

7 c ulkus IMT : 29. Glukosa (06. luka RR : 20 x/m diabetikum. 2. obesitas DM Tipe 2016 ulu hati (-). 13-07- Glukosa (16. Glukosa (16.00) 188 Hipetensi Glukosa (11.6 c Hipetensi IMT : 29.00) 319 Lemas (-). Th/lanjutkan 11 . nyeri TD : 160/100 mmHg.7 C Hipetensi IMT : 29.00) 287. DM Tipe 2.00) 244 Grade 1. nyeri TD : 140/90 mmHg. obesitas DM Tipe 2.11-07- Lemas sedikit TD : 120/80 mmHg.1 Grade 1 dengan Glukosa (06.1 diabetikum.3 c Hipetensi IMT : 29. S : 36. nyeri N: 84 x/m dengan pada luka (+) RR : 20 x/m hiperglikemia.00) 283. obesitas Glukosa (11. obesitas DM Tipe 2016 pada luka (+) N: 80 x/m ulkus RR : 18 x/m diabetikum S : 36. 2. . Th/lanjutkan 2016 pada luka (+) N: 76 x/m ulkus RR : 20 x/m diabetikum S : 36.1 Grade 2 Th/lanjutkan . DM Tipe 2 . 12-07- Lemas (+). Glukosa (11.00) 239.00) 194. perbaikan. nyeri TD : 170/80 mmHg. Glukosa (06. nyeri N: 84 x/m ulkus ulu hati (+).00) 224 diabetikum dengan perbaikan.00) 231 15-07- Luka pada sela TD : 140/90 mmHg. Th/ lanjutkan 2016 berkurang. pada sela jari (+) S : 36.1 Grade 2 14-07- Lemas (-). Gastrophathy Glukosa (16. Th/lanjutkan .

00) 252. Hipetensi Glukosa (11. diseases DM Tipe 2016 jari kaki kiri (+) N: 87 x/m ulkus Levofloksasi 1x1 RR : 17 x/m diabetikum. N: 87 x/m dengan pasien mengeluh RR : 17 x/m hiperglikemia. Obat pulang : perbaikan. chronic kidney 17-07- Luka pada sela TD : 130/90 mmHg. chronic kidney diseases 12 . DM Tipe 2 Th/lanjutkan 2016 jari kaki kiri (+). Lantus 40 unit (malam) obesitas.00) 361 perbaikan.6 c Hipetensi Amlodipine 1x10mg IMT : 29.1 diabetikum. S : 36. obesitas.1 Grade Leukosit 13.00) 290. 16-07- Luka pada sela TD : 130/90 mmHg. Valisanbe 1x5mg S : 36. susah tidur S : 36.6 c ulkus IMT : 29. Grade 1 dengan Glukosa (16.2016 jari kaki kiri (-) N: 87 x/m ulkus Levemine 0-0-20 RR : 17 x/m diabetikum.5 mg/dL diseases 1.7 103/uL obesitas.6 c Hipetensi IMT : 29. Levemine 0-0-30 Glukosa (06. Ureum 49 mg/dL chronic kidney Kreatinin 2.1 Grade 1 dengan Humalog 15-15-20 2.

Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan GDS tanggal 10/07/16: Glukosa (12. polifagi. riwayat DM pada keluarga dan keluhan lain seperti gatal yang 13 .BAB III DISKUSI KASUS 1. dikeluarga Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan yang menunjang kearah diagnosa . Glukosa (18. Pasien di diagnosa DM tipe 2. Pasien di tatalaksana dengan : Analisis Kasus Pada kasus dari anamnesis didapatkan tanda-tanda klasik pasien DM berupa poliuri. Glukosa (24. DM tipe 2 Tn.00) 198.S usia 58 tahun memiliki riwayat DM sejak 10 tahun yang lalu.00) 187.00) 229187 mg/dl .

mengarah pada diagnosis DM. Kriteria Penegakkan Diagnosis DM Tipe 2 : • Pemeriksaan glukosa plasma puasa ≥126mg/dl. dengan pemantauan hasil pengobatan dapat di lakukan dengan menggunakan pemeriksaan glukosa darah kapiler dengan glaukometer. kerja insulin atau keduaduanya . kecurgiaan DM perlu dipikirkan apabila terdapat keluhan seperti : Keluhan klasik • Poliuria • Polidipsia • Polifagia • Penurunan berat badan • Riwayat DM Keluhan lain • Lemah badan • Kesemutan • Gatal • Mata kabur • Disfungsi ereksi pada pria • Pruritus vulva pada wanita Menurut consensus pengolahan dan pencegahan diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia tahun 2015.berbagai keluhan dapat ditemukan pada penyandang DM. selain itu dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien ini masuk ke dalam kriteria diagnosis DM yang di tandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa plasma sewaktu > 200 mg/dL Definisi : DM merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelaina sekresi insulin .puasa adalah kondisi tidak ada asupan kalori selama minimal 8 jam • Atau Pemeriksaan glukosa plasma ≥200mg/dl 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral(TTGO) dengan beban 75 gram • Atau pemeriksaan glukosa plasma sewaktu≥200mg/dl dengan keluhan klasik 14 . diagnosis diabetes mellitus di tegakkan atas dasar pemeriksaan kadar glukosa darah yang dianjurkan secara enzimatik dengan bahan plasma darah vena.

Ulkus diabetikum Tn. hemoglobinopathy. Dimana dilakukan untuk menghilangkan keluhan. meningkatkan atau memperbaiki kualitas hidup. riwayat transfuse darah 2-3 bulan terakhir. mengurangi resiko komplikasi dan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas DM sehingga di perlukan dilakukan pengendalian glukosa darah. tekanan darah. dan profil lipid melalui pengobatan pasien secara komphrehensif. Penatalaksanaan DM dimulai dengan menerapkan pola hidup sehat (terapi nutrisi medis dan aktivitas fisik ) bersamaan dengan intervensi farmakologis dengan obat anti hiperglikemi secara oral dan/atau dengan suntikan . Pasien diterapi dengan : - Kontrol gula darah - Pewatan luka dengan kompres basah - Konsul pada Sp. kondisi-kondisi yang mempengaruhi umur eritrosit dan gangguan fungsi ginjal makan HbA1c tidak dapat di pakai sebagai alat diagnosis maupun evaluasi. 58 tahun mengeluh adanya luka pada sela jari manis dan kelingking kaki kiri. B.• Pemeriksaan HbA1c ≥6. Penatalaksanaan : Tujuan penatalaksanaan secara umum adalah meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes. S. 2. berat badan. luka tersebut bernanah. serta mengeluarkan cairan bening kekuningan serta berbau. Pasien mengatakan tidak menyadari adanya luka tersebut kadang luka terasa agak nyeri. 15 . Pada kondisi tetentu seperti : anemia.5% dengan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) yang terstandarisasi oleh National Glycohaemoglobin Standarization Program(NGSP). Rencana pemeriksaan : rontgen manus pedis sinistra Analisa Kasus : Pada kasus di dapatkan adanya keluhan luka pada sela jari kaki kiri yang semakin membesar dan awalnya tidak disadari oleh pasien. Awalnya luka kecil namun semakin lama semakin membesar bernanah.

58 tahun dengan keluhan pusing dan memiliki riwayat tekanan darah tinggi sejak 10 tahun yang lalu dan pasien mengkonsumsi obat amlodipine 5mg sehari 1x. Pasien mengaku luka kadang terasa nyeri. Derajat IV : gangren di jari kaki atau bagian distal kaki dengan atau tanpa selulitis. Derajat V : gangren seluruh kaki atau sebagian tungkai bawah. Derajat I : ulkus superficial terbatas pada kulit. Komponen yang penting dalam manajemen kaki diabetes adalah metabolic control. Pada kasus tergolong Ulkus diabetikum derajat 1Pada teori derajat diabetikum menurut wagner dibagi menjadi 5 yaitu a. S. 3. 16 . penyakit arteri perifer ataupun kombinasi keduanya. Pasien ini termasuk ke dalam kategori hipertensi grade 1 menurut JNC VII. Derajat III : abses dalam dengan atau tanpa osteomielitis. Penatalaksanaan kaki diabetes dengan ulkus harus di lakukan sesegera mungkin. kendali luka untuk mengurangi tekanan pada kai. kendali infeksi jika terlihat tanda tanda klinid infeksi harus diberikan pengobatan infeksi secara agresif. Definisi : Ulkus diabetikum merupakan komplikasi diabetes yang ditandai dengan adanya luka kronik pada daerah di bawah pergelangan kaki yang meningkatkan morbiditas. Derajat II : ulkus dalam. tekanan darah pasien saat masuk Rumah Sakit 150/90 mmhg Tatalaksana : Analisa Kasus : Pasien mengeluh pusing dan memiliki riwayat hipertensi sejak 10 tahun yang lalu dan mengkonsumsi obat antihipertensi. b. Hipertensi grade 1 Tn. mortalitas dan mengurangi kualitas hidup pasien dimana proses ini disebabkan oleh proses neuropathy perifer. kendali vascular. c.mengeluarkan cairan kekuningan serta berbau. d. Pada pemeriksaan fisik di dapatkan Tekanan Darah 150/90 mmHg. menembus tendon dan tulang. sehingga harus dihindari serta melakukan penyuluhan yang baik dimana seluruh pasien dengan DM perlu mengetahui perawatan kaki secara mandiri. karena terkanan yang berulang dapat mengakibatkan ulkus. e.

Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan . Diet Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)  Kandungan garam (Sodium/Natrium)Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asin-asinan garam.Definisi Penyakit darah tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya. ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini : . Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa menurut JNC VII Kategori Normal TD Sistolik TD Diastolik < 120 mmHg dan < 80 mmhg Prehipertensi 120-139 mmHg atau 80-89 mmHg Hipertensi Stadium 1 140-159 mmHg atau 90-99 mmHg Hipertensi Stadium 2 ≥ 160 mmHg atau ≥ 100 mmHg Penatalaksanaan 1.Batasi konsumsi daging dan keju .Hindari cemilan yang asin-asin 17 .Jangan meletakkan garam diatas meja makan . Non Farmakologi  Penurunan berat badan  Intake sodium  Menghindari intake alkohol  Latihan fisik secara teratur  Berhenti merokok 2.

bligo. Angiotensinconverting enzyme (ACE)}. 3. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka. S.. alpukat.Beta-blockers {Atenolol (Tenorim). makan tersa cepat kenyang . Glukosa (18. Lasix (Furosemide)}. Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-buahan dan sayuran.00) 198. Farmakologi Pengobatan hipertensi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat.Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine). 4. Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah. makanan yang mengandung unsur omega-3 sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi). labu parang/labu. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine. Pasien di diagnosa dengan Gastropathy Diabeticum dan diagnosa banding dengan GERD . Capoten (Captopril)}. . Glukosa (24. labu siam. . Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via urine. 18 . melon. mentimun.00) 229187 mg/dl. . Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah. Selain itu. nyeri epigastrium dan adanya riwayat DM .Diuretic {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT). 58 tahun dengan keluahn muntah-muntah yang didahului mual . Pada pemeriksaan Fisik ditemukan adanya nyeri tekan epigastrium dan hasil pemeriksaan laboratorium Glukosa (12. bawang dan bawang putih.Gastropathy Diabeticum Tn.Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium  Kandungan Potasium/KaliumSuplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah. lidah buaya. maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan. buah pare. seledri. Susp.00) 187.

58 tahun memiliki tinggi badan 171 dengan berat badan 85. Obesitas Tn.00) 198. perlu dilakukannya pemeriksaan penunjang Endoskopi .USG . Glukosa (24. S. Namun . Analisis kasus 19 . Kriteria Diagnosa Gastropathy Diabetikum Tanda dan gejala:  Rasa terbakar di dada  Mual  Muntah. SCINTI graphy untuk menyingkirkan diagnose banding.7 dan masuk ke dalam kategori obesitas 1.00) 229187 mg/dl. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri di epigastrium dan hasil Glukosa (12.1 kg dengan indeks masa tubuh 29.Analisis Kasus : Pada pasien ditemukan adanya keluhan mual dan munta di sertai nyeri ulu hati.00) 187. Glukosa (18. sesuai dengan kriteria Gastropathy Diabeticum berdasarkan ADA 2016 . makanan yang tidak tercerna  Merasa kenyang sebelum makanan habis  Berat badan menurun  Perut terasa penuh  Kadar gula darah meningkat  Penurunan nafsu makan  Gastroesophageal reflux  Perut terasa keram 5. Definisi Suatu kelainan mortilitas lambung yang terjadi pada penderita diabetes yang dapat dimanifestasikan oleh berbagai macam gejala serta dijumpainya kelinan pada uji pengosongan lambung . Terapi : edukasi pasien untuk mengontrol gaya hidup dan diet.

Pada pasien di dapatkan indeks masa tubuh 29. IMT ini masuk pada kategori obesitas 1. 20 .7.