Anda di halaman 1dari 6

Nama : Nurjenah

Npm

: 14.601020.054

Apresiasi Drama
Rangkuman Penyutradaraan
Penyutradaraan merupakan kegiatan merencanakan(merancang), mempersiapkan dan
mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan suatu pementasan drama. Kegiatan-kegiatan
tersebut dilakukan dengan berbagai prosedur yang benar dan matang.
Kompetisi yang harus dimiliki oleh seorang sutradara sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.

Memiliki pemahaman yang lebih tentang berbagai jenis seni yang lain.
Memiliki pengayaan tentang berbagai jenis seni yang lain.
Memiliki sifat terbuka dan rasa ingin tahu yang besar.
Memiliki kepekaan dan antisipasi.
Memiliki kedewasaan dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul pada

proses peltihan dan pelaksanaan.
f. Memiliki semangat bekerjasama dan selalu berpikir positif.
g. Memiliki keahlian dalam berkomunikasi.;
h. Memiliki kesabaran dan berfokus pada kepentingan bersama.
i. Memiliki kemampuan bertahan hidup dalam ketegangan.
j. Memiliki hasrat untuk melahirkan bukian mencetak.
Beberapa karakter-karakter yang dimiliki oleh sutradara yaitu:
1. Sutradara Diktator
Yaitu sutradara yang memiliki ketegangan emosi yang tinggi. Dalam proses
penyutradaraan, sutradara tipe ini lebih sering menciptakan suasana tegang dan
serius.
2. Sutradara Mini Kata
Yaitu sutradara yang tidak banyak bicara dan memiliki prinsip diam adalah
emas.sutradara tipe ini tidak akan mengeluarkan kata-kata untuk sesuatu yang kurang
penting bagi dirinya maupun fungsinya sebagai seorang sutradara.
3. Sutradara Multi Kata
Yaitu sutradara yang sering disebut sebagai sutradara cerewet. Sutradara tipe ini
mementingkan suatu kesempurnaan dalam penggarapan pementasan.
4. Sutradara Demokratis
Yaitu sutradara yang memberikan kebebasan bagi aktor/aktris dan pekerja pentas
untuk bereksplorasi dan bekerja dengan kreativitas yang tinggi tanpa memberikan
tekanan yang berlebihan, baik fisik maupun psikis.

Mengembangkan gagasannya dengan mengacu pada batang penafsiran naskah yang i. Naskah asli dalam negeri(Indonesia) adalah naskah drama yaang ditulis oleh orang Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia baku maupun dialek daerah dari berbagai suku yang terdapat di Indonesia. Interpretasi atau penafsiran dilakukan oleh sutradara dengan mencari hubungan terdekat antara tafsiran pembaca dan segala hal yang dikehendaki dalam naskah drama. Memberikan batang pokok penafsiran naskah kepada seluruh personel yang telah dipilih untuk terlibat. dekor. Interpretasi judul naskah drama Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum isi naskah drama. Menafsirkan naskah yang dipilih. cahaya. b. c. e.kegiatan ini cukup penting karena penulis naskah drama secara . Menafsirkan naskah yang ditulis orang lain akan memberikan tantangan lebih besar dibandingkan menafsirkan naskah yang ditulis sendiri. Naskah terjemahan adalah naskah darama yang ditulis oleh pengarang luar negeri. tetapi telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.baik naskah asli dari dalam negeri maupun naskah terjemahan. f. Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam kegiatan interpretasi naskah dalam proses perencanaanpementasan: a. b. Membuat rencana pembiayaan yang dibutuhkan. properti. kegiatan penyutradaraan tersebut diantaranya: 1. Memiliki naskah drama yang akan dipentaskan. busana. Membicarakan dan menyetujui rancangan atau desain set.\ Kegiatan penyutradaraan memiliki tahapan dan prosedur yang jelas yang harus dilaksanakan oleh sutradara sebagai pemimpin pementasan. h. rias wajah-rambut. g. Mengamati pertunjukan dan pementasan dan memberikan dorongan moril kepada pemainnya. Melakukan kegiatan interprtasi terhadap naskah yang akan dipentaskan Interpretasi naskah drama merupakan kegiatan menafsirkan isi atau kandungan naskah drama. Memilih naskah atau membuat naskah sendiri sesuai dengan tema pementasan. Naskah yang dipilih merupakan naskah yang ditulis sendiri maupun naskah yang dipilih dari karya orang lain. komposisi musik dan gerak(tari).Tugas utama sutradara yaitu: a. d. a. Melatih pemain dengan baik dan jujur sesuai dengan batang pokok dan penafsiran naskah yang sudah dipilih. sudah dipilih. 2. Memilih pemeran(casting) dan pekerja artistik yang diperlukan.

c. Analisis tema naskah drama Kegiatan analisis tema naskah drama sangat penting dilakukan oleh seorang sutradra. b. Pemilihan peran(casting) Terdapat beberapa pertimbangan dalam menentukan pemeran(casting). e. Untuk mengembangkan konflik 4. Adanya perubahan mood. Analisis unit motivasional Adalah kegiatan identifikasi unit-unit peristiwa dalam naskah drama yang menunjukkan adanya perubahan atau perkembangan peristiwa dalam naskah drama. 3. Kemunculan tokoh berdasarkan fungsi unit motivasional untuk mengenalkan tokoh 2. pada saat pemilihan peran(casting) dan proses latihan akan mengalami kendala. sesuai fungsi unit motivasional untuk mengembangkan konflik dan cerita 3. Analisis jalinan plot Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tahapan-tahapan peristiwa serta konfliktokoh dalam naskah drama. Pada tahap inilah sutradara harus benar-benar jeli dalam menganalisis watak tokoh dalam naskah drama. perwatakan tokoh dan pengaturan tempo cerita. Analisis watak tokoh dapat diamati dari 3 unsur yaitu: a) Unsur Fisiologi b) Unsur Psikologi c) Unsur Sosiologi Tokoh. Untuk mengenalkan masalah 3. Adanya perubahan setting 4. Untuk mengembangkan mood 5. Analisis ini juga penting sebagai dasar dalam analisis unit motivasional. Untuk mengembangkan cerita. Analisis watak tokoh Kegiatan ini merupakan unsur penting dalam drama sehingga perlu dilakukan kegiantan analisis sebelum sutradara memilih pemeran tokoh. Untuk mengenalkan tokoh 2. d. Terdapat beberapa hal yang menandai perubahan unit motivasional diantaranya sebagai berikut: 1. Apabila sutradara kurang jeli dalam melakukan analisis watak tokoh. Fungsi Unit Motuvasional antara lain: 1. Apabila sutradara tidak memahami tema naskah drama yang akan dipentaskan maka tujuan dan sasaran pementasan menjadi tidak jelas. Adanya perubahan topik pembicaraan/dialog. antara lain sebagai berikut: 1) Pertimbangan jumlah pemain untuk naskah yang akan dipentaskan .simbolis memberikan informasi umum tentang isi naskah drama melalui judul.

2) Memastikan kemampuan aktor selama uji coba. yakni sebagai berikut: 1) Mempelajari peran dan melakukan penafsiran terhadap peran dalam naskah drama yang akan dipentaskan. 4) Tes akting secaqra khusus atau tes resitasi untuk melatih feeling calon aktor. Melakukan tes membaca potongan dialog untuk mengetahui cara pengucapan (pelafalan). Menentukan aktor Dalam kegiatan casting. Beberapa tahapan lain yang harus dilakukan pada saat casting antara lain sebagai berikut: a. Dalam memilih aktor. b. suara. 3) Tes pantonim untuk membangun sikap diri. teknik akting dan imajinasi. dan kemasyarakatannya. 5) Tes akting secara umum untuk mengetahui kemampuan akting secara umum yang dimiliki oleh calon aktor. Selain itu terdapat juga tiga tahapan yang harus dilakukan oleh sutradara pada saat melakukan casting. Langkah ini dilakukan sebagai suplement tambahan dalam tes membaca dialog. gerak tubuh dan imajinaasi. 3) Memainkan aktor dalam suatu peran. Analisis peran ini bertujuan untuk menemukan atau mengidentifikasi karakter setiap tokoh dalam naskah drama yang akan diperankan. 2) Tes improvisasi untuk mengetahui kemampuan aktor dalam pengucapan diksi. 6) Interview personal untuk mengetahui lebih dalam karakter dan intelegensi untuk melengkapi keseluruhan tes. terdapat lima jenis casting yang dapat dipilih antara lain sebagai berikut: 1) Casting by ability . ciri fisik/tubuh. ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1) Tes percakapan(melakukan pembicaraan). 3) Pertimbangan kemampuan pribadi masing-masing pelaku yang berkaitan dengan ketekunan berlatih dan intelegensi(kepandaian)pemain.2) Pemilihan pelaku yang cocok. antara lain sebagai berikut. Tahap penentuan tingkatan peran Hal yang harus dilakukan pada tahap ini adalah analisis peran dan penggambaran peran. baik karakteristiknya.

4) Menyutradarai naskah drama yang ditulis oleh siswa. 2) Casting to type Adalah pemilihan peran berdasarkan kecocokan fisik si pemain. Penyusunan rencana latihan Ada beberapa hal yang harus dilakukan sutradara untuk menyusun rencana latihan antara lain sebagai berikut: a. 3) Menyutradarai pementasan naskah drama karya orang lain. 3) Anti type casting Adalah pemilihan peran bertentangan dengan watak dan ciri fisik yang dibawakan. Memilih bentuk atau jenis pemengtasan Terdapat beberapa alternatif bentuk atau jenis pementasan yang dapat dipilih oleh guru dalam proses penyutradaraan pementasan dikelas. Sering pula disebut educational casting karena bermaksud mendidik seseorang memerankan watak dan tokoh yang berlawanan dengan watak dan ciri fisiknya sendiri.Adalah pemilihan peran berdasarkan kecakapan atau kemahiran yang sama atau . 4) Casting to emotional temperament Adalah pemilihan peran berdasarkan observasi kehidupan probadi calon pemeran. Membuat rancangan atau panduan gerak(akting) dan vokal(cara memnbaca dialog). 4.mendekati peran yang dibawakan. Menentukan target waktu latihan. 2) Menyutradarai drama remaja. Latihan dasar ini sangat penting dan tidak boleh diabaikan oleh sutradara. Persiapan aktor Persiapan aktor dapat dilakukan melalui tahapan-tahapan kegiatan sebagai berikut: a. 5) Therapeutic casting Adalah pemilihan peran dengan maksud untuk penyembuhan terhadap ketidak keseimbangan psikologis dalam diri seseorang. antara lain: 1) Menyutradarai pementasan drama dengan naskah drama yang digubah dari cerita rakyat. Kegiatan latihan dasar dapat dilakukan sebagai berikut: 1) Latihan vokal dan pernafasan a) Latihan relax . Latihan dasar Latihan ini fungsinya untuk melatih aktor agar tidak kaku atau lebih lentur(baik segi vokal maupun gerak tubuh) pada saat diatas panggung. Calon pemeran yang memiliki banyak kecocokan dengan karakter tokoh yang akan diperankan dari segi emosi dan temperamentnya akan terpilih untuk memerankan tokoh tersebut. 2. b. c. Menentukan gaya pementasan(gaya pementasan konvensional dan gaya pementasan kontemporer). Penyutradaraan untuk kepentingan pembelajaran dikelas 1.

b) Latihan diafragma c) Latihan lidah. .