Anda di halaman 1dari 29

ALAMAT EMAIL KESGA PROPINSI KEPRI

LAPORAN DIKIRIM P
0
kesgakepri@gmail.com

DATA SASARAN KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2016
JUMLAH PENDUDUK

NO

JUMLAH BAYI LAHIR
HIDUP (2,54%)

PUSKESMAS

JUMLAH SASARAN
BAYI ( 0 - 11 BULAN )
(2,64%)

JUMLAH SASARAN
ANAK BALITA
(12-60 bln )

BALITA

L

P

L+P

L

P

L+P

L

P

L+P

L

P

L+P

L

P

L

1

AIR RAJA

7,083

6,691

13,744

136

110

246

136

110

246

544

440

984

680

550

1,230

2

PINANG KENCANA

14,621

13,887

28,508

342

278

620

342

278

620

1,368

1,112

2,480

1,710

1,390

3,100

21,704

20,578

42,252

478

388

866

478

388

866

1,912

1,552

3,464

2,390

1,940

4,330

3
4
5

JUMLAH

P

DATA SARANA PUSKESMAS batu 10 BULAN JUNI 2016… NO 1 PUSKESMAS PUSKESMAS BATU 10 JUMLAH RS Yang Melayani Tumbuh Kembang ∑ Sarana Rujukan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) PKT/PPT di RSUD P2TP2A JUMLAH PUSKESMAS Melaksanakan SDIDTK Melaks anakan MTBS <50% dr jumlah sasaran Balita 50-75% dr jumlah sasaran Balita >75% dr jumlah sasaran Balita Mampu Mampu Tatalaksan Tatalaksan a Kasus a PKPR KTA .

DATA SUMBER DAYA MANUSIA TENAGA KESEHATAN YANG TELAH DILATIH NO PUSKESMAS ASFIKSIA BBLR MTBS /MTBM JUMLAH TENAGA PUSKESMAS TERLATIH MANAJEMEN ASFIKSIA JUMLAH TENAGA PUSKESMAS TERLATIH MANAJEMEN BBLR JUMLAH PUSKESMAS MEMILIKI TENAGA TERLATIH MTBS /MTBM Dokter 1 PUSKESMAS BATU 10 JUMLAH Bidan Perawat Dokter Bidan Perawat Dokter Bidan Perawat LK PR Bidan LK PR LK PR Bidan LK PR LK PR Bidan LK PR 0 1 7 0 0 0 2 7 0 0 0 1 10 0 0 1 7 0 0 0 2 7 0 0 0 1 10 0 JUMLAH PUSKESMAS YANG MEMILIKI TENAGA TERLATIH MTBS /MTBM 1-2 orang ≥3 orang JUMLAH TENAGA PUSKESMAS TERLATIH SDIDTKA Dokter Bidan Perawat JUMLAH TENAGA PUSKESMAS TERLATIH PKPR Dokter Bidan Perawat JUMLAH TENAGA PUSKESMAS TERLATIH TATALAKSANA KASUS KTA Dokter Bidan Perawat LK PR Bidan LK PR LK PR Bidan LK PR LK PR Bidan LK PR 0 0 1 8 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 8 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 .

Evawati Bd.Hj.Hj.yulia sumanti Bd.Dian oktaviani Bd.FaridaTulfaraid 2005 2011 dr.Hj. Riza Rahayu Bd.Enny yusnita 2011 2010 Armaida 2011 5 6 Bd.Dewi kurniati 2010 2013 2013 10 Bd.herlina Bd.Hj.Hj. Armaida 2011 2013 7 8 9 Bd.NAMA TENAGA KESEHATAN TERLATIH PUSK PUSKESMAS BATU 10 2015 NO ASFIKSIA DAN BBLR TAHUN MTBS TAHUN SDIDTKA TAHUN KTA TAHUN PKPR TAHUN 1 2 dr.FaridaTulfaraid Bd.Trisninoviani Bd.FaridaTulfaraid dr.FaridaTulfaraid Bd.Hj.Dian oktaviani Bd.yulia sumanti Bd.yulia sumanti Bd.Hj.Dian oktaviani Bd.Fenti riawati Bd.Trisni noviana kemestia eva 2011 2011 3 4 Bd.Herlina Bd.Fenti riawati Bd.Enny yusnita Bd.Enny yusnita Bd.FaridaTulfaraid 2011 2009 Bd.Fenti Riawati 2016 .Hj.Suriati dr.Sribagus wulandari Bd.Suriati BBLR TAHUN dr.Sribagus wulandari Bd. Armaida Bd.dian oktavianti 2011 2011 Dr.aulia novotasari Bd.Sribagus wulandari Bd.Evawati Bd. Armaida Bd.

6 40.6 772 31.578 1 Air Raja 2 Pinang Kencana 233 217 48.090 2 Pinang Kencana 168 154 49.0 1.7 54.6 143 58.8 116 47.3 322 52.1 55.8 39.BULAN JULI 2016 BAYI DAN NEONATUS Cakupan Kunjungan Neonatus Cakupan Neonatus Komplikasi yang ditangani KN 1 NO PUSKESMAS ∑ Abs L Cakupan Kunjungan Bayi Cakupan Pelayanan Anak Balita KN LENGKAP Cak (%) ∑ Abs TOTAL P L P ∑ Abs Cak (%) L Cak (%) P L P TOTAL TARGET 15% DARI SASARAN ∑ Abs Cak (%) L P L+P ∑ Abs L Cak (%) ∑ Abs TOTAL P L P ∑ Abs Cak (%) L Cak (%) ∑ Abs TOTAL P L P ∑ Abs Cak (%) Cak (%) TOTAL L P L P ∑ Abs Cak (%) Jlh Balita (0-59 bln) yang mem punyai buku KIA 1 Air Raja 65 63 47.4 50 291 50.4 3.0 52.0 51 42 93 18 15 35.9 73 70 51.6 50 38.4 233 222 48.9 57.0 59 57 43.6 312 50.5 407 47.4 63.7 33 35.0 71 59 130 26 24 36.4 455 52.2 35.7 55.9 17 45.9 450 52.2 128 52.0 152 139 44.1 50.5 626 526 32.0 2.668 jumlah JUMLAH Cakupan Anak Pra Sekolah (60-71 bln) dilayani SDIDTKA min 2 x / tahun ∑ Abs L Cak (%) P L P TOTAL ∑ Abs Cak (%) .1 206 174 37.0 211 196 44.7 33.4 160 152 46.5 354 35.4 51.1 20 17 37 8 9 40.8 1.7 31.152 31.3 420 352 30.7 57.

4 thn 5 .DATA KESEHATAN ANAK ( KTA ) JENIS KEKERASAN Σ Kekerasan Seksual NO.9 thn 10-14 thn 15-18thn 0-11bln 1.4 thn 5 .4 thn 5 .9 thn 10-14 thn Σ SLB Σ Σ Lapas YG Lapas/ /Rutan DIBI Rutin Anak yg yg 15-18thn dibina NA dibina LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 1 Air raja 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 2 Pinang Kencana 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH 0 0 #N AME ? 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 3 4 5 6 KET 56 .9 thn 10-14 thn 15-18thn 0-11bln 1.4 thn 5 .9 thn 10-14 thn 15-18thn 0-11bln 1.4 thn 5 .9 thn 10-14 thn 15-18thn 0-11bln 1. Σ Kekerasan Fisik Σ Kekerasan emosional Σ Kekerasan Penelantaran Σ Kekerasan Trafiking KELURAHAN 0-11bln 1.

Syaraf Sebab Kematian Anak Balita Jumlah kematian Anak Balita (12 .DATA KEMATIAN BAYI DAN BALITA Kematian Neonatal NO KELURAHAN Jlh Lahir Hidup LK PR Jlh Lahir Mati SEBAB KEMATIAN NEONATUS Σ Kematian Σ Kematian 0 . Saluran cerna Diare Tetanus Kel.6 hr 7-28 hr BBLR ASFIKSIA TETANUS NEONATUS INFEKSI / SEPSIS KELAINAN KONGENETAL IKTERUS Sebab Kematian Bayi Jumlah kematian Bayi (29 hr Pneumo 11 bln) nia Lain2 Kel.59 bln) Lain2 KET ISPA DIARE MALARIA CAMPAK DBD LAIN 2 LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR LK PR 1 Air Raja 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Pinang Kencana 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 4 5 6 JUMLAH kecelakaan .

dafa (infeksi tali pst) 34.by. by.km 15 air raja (asfeksia ringan) 7.reni alergi by.by nita (alergi) 30.DATA PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATUS BULAN JULI 2016 TETANUS NEONATUS DIARE INFEKSI / SEPSIS KELAINAN KONGENETAL IKTERUS KETERANGAN LAIN-LAIN Lain2 LK PR JLH LK PR JLH LK PR JLH LK PR JLH LK PR JLH LK PR JLH LK PR JLH LK PR JLH LK PR JLH LK PR JLH 1 Air Raja 4 3 7 6 4 10 2 0 2 1 2 3 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 3 5 1 2 3 2 Pinang Kencana 9 6 13 9 10 16 0 2 1 2 4 5 3 3 6 0 0 0 2 0 0 0 0 0 1 3 2 5 3 5 ALERGI..nfisah icterus fisiologis by.reni astuti (asfeksia ringan) 2 3 3 6 6.yeni (Diare) 35.by.jur aida (bblr) 3. Nuryani alegi 17.by.by rosa alergi 8 4 3 12 by.sepsis.by sinta diare 0 1 0 0 0 5 6 2 6 5 8 23. by.salma (laergi) 29BBLR ( BY Rama) 36.sarmini alergi 16.by santi ( icterus) 32.by.by.km 8 air raja (asfeksia ringan) 4. by.nurasikin al.km 12 air raja ( asfeksia ringan) 8.by yannti (Diare) 8. by.by. JUMLAH 3 by. erniwati al.nani al.by.wadewi (asfeksia ringan) 26.nina alergi 13 by.by.hasni diare UMUR NO KELURAHAN Σ 0 .reza alergi KASUS NEONATUS RESIKO TINGGI YANG DIRUJUK Σ 7-28 hr JLH 7 TEMPAT PENANGANAN PKMS RSUP ASFIKSIA RS BBLR RSAL Σ 7-28 hr PKMS Σ 0 .premature) rujuk rsup 5.eliyati icterus 7.dayani asfeksia ringan 21.6 hr LK 1 Air Raja 1 2 Pinang Kencana 2 PR LK PR BBLR JLH LK PR ASFIKSIA JLH 1 2 2 0 0 0 2 18.by . Kp mkr sari pk ( asfeksia pnemonia.muslikah (Ikterus) 37.rafa ( icterus) 33.rahayu ( ictric fisiologis) 43.by.by. ALERGI.by sami (ictrus fisiologis0 10.by.By Mardiana ( Ikterus) 38.by sania ictrus fisiologis 20.lesmaria (icric fisiologis) 40.6 hr RSUD KELURAHAN PKMS NO TEMPAT PENANGANAN KASUS KOMPLIKASI YANG DITANGANI KIBER/RB UMUR 1 1 3 1 1 RSUP .by. by.nafisah (alergi) TEMPAT RUJUKAN LK TETANUS NEONATUS DIARE PR JLH 2 3 LK PR JLH LK PR JLH KELAINAN INFEKSI / SEPSIS IKTERUS KETERANGAN LAIN-LAIN Lain2 KONGENITAL LK PR JLH LK PR JLH LK PR JLH LK PR JLH 1 1 1 1 1 1 1 premature.nadia ictri fisiologis 15.masytah (alergi) 39.DADB.By.juraida al mar pk (asfeksia ringan) 6. by.wanti alergi 22.by pangeran (Diare) 9.by.by reni astuti ( bblr) 2.by zia alzahya (premature dan asfeksia) 41.by.fatma (afeksia ringan) 25.naura alergi BY.by.rasya (icterus fisiologis) 11.nani ictrus fisiologis 19.(by.byMusliha (alergi) 28.salsabilla (diare) 24.saliana ( diare) 27.by.by.wati (alergi) 31.perfusi. Fadillah al. JUMLAH 13 9 22 15 14 28 2 1.mursi alergi by.sanova ( icrik fisiologis) 42.by.hani asfeksia rgn by.by.nadia alergi 14 by.by.

0 0 April 7/25/2016 2013 Pemegang Program Anak Hj.Sy.Sp.Pros Pembina NIP. 19700221 1991002 2 002 0 BULAN MASUK WILAYAH DATA DARI . 19660117 199203 2 004 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Tanjungpinang. Farida Tulfaraid. Kepala Puskesmas batu 10 drg.REVIEW KEMATIAN BALITA 1 L 20 perum air raja 300 gr 1 bln 1 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 DBD 16 LAINNYA 15 DIARE 14 CAMPAK 13 MALARIA 12 PNEUMONIA 11 TN 10 INFEKSI 9 BBLR 8 ASFIKSIA 7 RS 6 PENYEBAB KEMATIAN DOA 5 PKMS 3 RUMAH 2 SPESIALIS 1 BIDAN 4 P) MENINGGAL DI DOKTER ALAMAT ANA K KE DUKUN UMUR IBU 12-59 bln NAMA IBU / AYAH 1 .11 bln (L/ 7-28 hari NAMA BAYI / BALITA BB LAHIR (gram) < 7 hari NO RIWAYAT PENOLONG KEMATIAN PADA UMUR SEX KETERANGAN 29 30 31 1 kecelakaan 44 0 Mengetahui.Dafiani.SST Penata NIP.

trauma lahir. Neonatus dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan. Jumlah Tenaga Puskesmas (dokter. 2) SIRS 3) Laporan pelaksanaan audit Maternal dan perinatal. 1) SIMPUS (Kohort bayi. Dinkes provinsi/kab/kota. maupun dari donor. 2 Cakupan KN Lengkap Cakupan neonatus yang telah memperoleh pelayanan Kunjungan Neonatal minimal 3 kali. bidan. bidan.PWSKIA) 2) SIRS termasuk pelayanan yang dilakukan oleh swasta (akan direvisi). 4 Cakupan Kunjungan Bayi cakupan bayi post neonatal yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter. Neonatus dengan komplikasi seperti asfiksia. kelainan kongenital maupun yang termasuk klasifikasi kuning pada MTBS 1) SIMPUS. 1 kali pada umur 6-8 bulan.11 bulan di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. BBLR (bayi berat lahir rendah < 2500 gr ). ikterus. oranisasi profesi. 1) SIMPUS (Kohort bayi. yaitu 1 kali pada 648 jam. paling sedikit 4 kali (1 kali pada umur 29 hari . hipotermia. 5 Jumlah Sasaran Bayi Jumlah anak yang berumur 0 . infeksi/sepsis. LB3. PWS-KIA) 2) SIRS termasuk pelayanan yang dilakukan oleh swasta (akan direvisi). 3 Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani Cakupan neonatus dengan komplikasi disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan. sindroma gangguan pernapasan. 1 kali pada umur 9-11 bulan) disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. 1 kali pada 8-28 hari sesuai standar di satu wilayah kerja pada satu tahun. dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan. PWS-KIA) 2) SIRS termasuk pelayanan yang dilakukan oleh swasta (akan direvisi). perawat) yang telah mendapatkan pelatihan Manajemen Asfiksia baik dari Depkes. tetanus neonatorum. setelah lahir sesuai standar di satu wilayah kerja pada satu tahun.PENJELASAN VARIABEL No INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL RUMUS SUMBER DATA 1 Cakupan KN 1 Cakupan neonatus yang telah memperoleh 1 kali pelayanan Kunjungan Neonatal pada 6-48 jam. 6 Jumlah Tenaga Puskesmas Terlatih Asfiksia . 1 kali pada 3-7 hari. LB3.2 bulan. 1) SIMPUS (Kohort bayi. kecacatan dan kematian. 1 kali pada umur 3-5 bulan.

6 hari yang mati. serta kalakarya/ on the job training. berdasarkan autopsi verbal dan diketahui Dokter 9 Jumlah kematian Neonatal (0 . Register kohort bayi 2. bayi dan anak balita. Dinkes provinsi/kab/kota. organisasi profesi.28 hari) 11 Jumlah kematian bayi (29 hari . bidan. Register kohort balita dan anak prasekolah 3. setelah dilahirkan dalam keadaan hidup Penyakit yang menyebabkan kematian pada neonatal. 14 Jumlah Puskesmas memiliki tenaga terlatih MTBS ≥ 60 % Jumlah Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan yang melayani Balita sakit ≥ 60 % dari mereka telah terlatih atau mampu tatalaksana MTBS Mampu tatalaksana MTBS bisa melalui: pelatihan standarisasi MTBS. mendapatkan materi MTBS saat pendidikan/pre service di fakultas kedokteran. Buku KIA . Akbid dan Akper.7 Jumlah Tenaga Puskesmas Terlatih Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Jumlah Tenaga Puskesmas (dokter. mendapatkan materi MTBS saat pendidikan/pre service di fakultas kedokteran. 8 Jumlah Lahir Mati Jumlah Bayi yang pada waktu dilahirkan dalam keadaan mati (tidak ada tanda-tanda kehidupan) Jumlah neonatal berumur 0 . setelah dilahirkan dalam keadaan hidup Jumlah bayi berumur 29 hari . 15 Jumlah Puskesmas yang melaksanakan MTBS Puskesmas yang melayani minimal 75 % dari kunjungan Balita sakit dengan MTBS Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK Register kunjungan Balita sakit. Bayi dan Anak Balita 13 Jumlah Puskesmas memiliki tenaga terlatih MTBS < 60 % Jumlah Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan yang melayani Balita sakit < 60 % dari mereka telah terlatih atau mampu tatalaksana MTBS Mampu tatalaksana MTBS bisa melalui: pelatihan standarisasi MTBS.11 bulan) 12 Sebab Kematian Neonatal. Register kohort 1. serta kalakarya/ on the job training. Buku KIA 16 Jumlah Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK < 50 % dari sasaran Balita 17 Jumlah Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK 25 Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK .50 % dari sasaran Balita 1. Buku KIA 18 Jumlah Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK 75 Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK % dari sasaran Balita 1. maupun dari donor.6 hari) 10 Jumlah kematian Neonatal (7 . Register kohort balita dan anak prasekolah 3. Register kohort balita dan anak prasekolah 3. Akbid dan Akper.28 hari yang mati. Register kohort bayi 2. perawat) yang telah mendapatkan pelatihan Manajemen BBLR baik dari Depkes. setelah dilahirkan dalam keadaan hidup Jumlah neonatal berumur 7 .11 bulan yang mati. Register kohort bayi 2.

kelainan mental emosional. ketajaman pendengaran. Taman Kanak-kanak. berat badan. gigi. Taman Penitipan ANak. Kohort Anak Balita dan Prasekolah 2. kebugaran jasmani. pemeriksaan ketajaman mata. Buku KIA 4. Play Group. Pelayanan Kesehatan. pemberian vitamin A 2 x setahun 1. Laporan pemberian Vit. Pembinaan Lingkungan Sekolah) diwilayah kerja Format laporan Kegiatan Kesehatan Anak Usia sekolah Tingkat Kab/Kota 22 Jumlah Siswa yang Diperiksa melalui Penjaringan kesehatan Diisi : jumlah murid baru kelas I ( baru masuk) yang dilakukan pemeriksaan kesehatan (pengukuran tinggi badan. KMS 5. A 7.19 RS melayani tumbuh kembang Jumlah Rumah Sakit tingkat kabupaten/kota pemerintah maupun swasta (termasuk RS provinsi atau RS rujukan Nasional yang berada di wilayah kabupaten/kota) tersebut yang melayani dan menerima rujukan kasus gangguan tumbuh kembang 20 Cakupan Pelayanan Anak Balita anak balita (12 – 59 bulan) yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 x setahun. Pencatatan pemantauan tumbuh kembang di Pos PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). pemantauan perkembangan minimal 2 x setahun. 21 Jumlah Sekolah Yang Melaksanakan UKS Diisi : jumlah sekolah yang melaksanakan program Usaha Kesehatan Sekolah (Pendidikan kesehatan. Laporan pelayanan SDIDTK 6. dll. Laporan rutin SKDN 3. dll) Format laporan Kegiatan Kesehatan Anak Usia sekolah Tingkat Kab/Kota . Taman Bermain. Raudatul Athfal.

menikah ataupun tidak menikah Format Pencatatan dan Pelaporan kegiatan kesehatan remaja tingkat kabupaten/kota dan Sensus 26 Jumlah Tenaga Kesehatan terlatih PKPR semua tenaga kesehatan di puskesmas yang telah dilatih PKPR (ada ataupun tidak ada sertifikat telah mengikuti pelatihan PKPR) Format laporan kegiatan kesehatan remaja tingkat kabupaten/kota 27 Jumlah Puskesmas Mampu laksana PKPR Semua Puskesmas yang memenuhi kriteria berikut: 1. ketajaman pendengaran. tempat curhat dan melakukan rujukan ke puskesmas 2.Membentuk 'konselor sebaya' di sekolah .Bekerjasama dengan guru BK dalam menangani peserta didik yang bermasalah dan melakukan rujukan .Melakukan survei sederhana sebagai bahan analisa masalah kesehatan remaja di sekolah . Melatih 'Konselor Sebaya' di sekolah . menemukan kasus/deteksi dini.Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan 'konselor sebaya' secara berkala .secara berkala tiap 6 (enam) bulan sekali Format laporan Kegiatan Kesehatan Anak Usia sekolah Tingkat Kab/Kota 25 Sasaran Remaja semua penduduk yang berusia 10 tahun hingga 17 tahun 11 bulan 30 hari.sekolah berbasis agama) per tahun 2. Melatih Kader Kesehatan Remaja di sekolah minimal sebanyak 10% dari jumlah murid di sekolah binaan Format Pencatatan dan Pelaporan kegiatan kesehatan remaja tingkat kabupaten/kota 3.Mengawasi dan mengendalikan kegiatan 'konselor sebaya' 3. Melakukan pembinaan pada minimal 1 sekolah (sekolah umum. Pembinaan pada sekolah Dilakukan oleh Puskesmas dengan mengarahkan sekolah agar . Memberi layanan Konseling pada semua remaja yang memerlukan konseling yang kontak dengan petugas PKPR . Melaksanakan kegiatan KIE di sekolah binaan minimal 2 kali dalam setahun Penjelasan masing-masing kriteria sebagai berikut : 1. berat badan.Mendampingi 'konselor sebaya' di sekolah agar dapat berperan dalam memberikan KIE. gigi.23 Jumlah Sekolah yang melaksanakan Penjaringan kesehatan Diisi : jumlah sekolah yang melakukan pemeriksaan kesehatan (skrining) pada murid baru kelas I Format laporan Kegiatan Kesehatan Anak Usia sekolah Tingkat Kab/Kota 24 Jumlah Sekolah yang Melaksanakan Pemeriksaan Berkala Diisi : jumlah sekolah yang melakukan pemeriksaan kesehatan (pengukuran tinggi badan. pemeriksaan ketajaman mata. Memberikan pelayanan konseling pada semua remaja yang memerlukan konseling yang kontak dengan petugas PKPR 4.

penyalahgunaan seksual. Melaksanakan rujukan kasus KtA ke Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di RSUD/RS Bhayangkara 29 Jumlah Tenaga terlatih tatalaksana kasus KtA adalah jumlah tenaga kesehatan (dokter/dokter gigi dan perawat/bidan) yang telah mengikuti Pelatihan Tatalaksana Kasus Kekerasan terhadap Anak 30 Kekerasan terhadap Anak (KtA) Semua bentuk tindakan/perlakuan menyakitkan secara fisik ataupun emosional. kepercayaan atau kekuasaan.Deteksi dini kelainan terkait kesehatan remaja baik di dalam/ di luar gedung puskesmas . Tenaga Kesehatan terlatih/terorientasi tata laksana medis kasus KtA 2. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 31 Kekerasan Fisik Adalah kekerasan yang mengakibatkan cidera fisik nyata ataupun potensial terhadap anak sebagai akibat dari interaksi atau tidak adanya interaksi yang layaknya ada dalam kendali orangtua atau orang dalam hubungan posisi tanggungjawab. penelantaran. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA . trafiking.Mempunyai jadwal dan melaksanakan kegiatan KIE di sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam ketrampilan hidup sehat 28 Jumlah Puskesmas Mampu Tata Laksana Kasus KtA Puskesmas yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1.Melakukan tindakan berupa konseling dan tindakan medis lain 4. yang dilakukan dalam konteks hubungan tanggung jawab.. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 32 Kekerasan Seksual Adalah pelibatan anak dalam kegiatan seksual. tumbuh kembang anak atau martabat anak. kelangsungan hidup anak. eksploitasi komersial termasuk ekploitasi seksual komersial anak (ESKA) yang mengakibatkan cidera/kerugian nyata ataupun potensial terhadap kesehatan anak. Melaksanakan KIE di sekolah binaan Dilakukan oleh Puskesmas bekerjasama dengan sekolah yang dibina dalam rangka . kepercayaan atau kekuasaan. yang ditandai dengan adanya aktivitas seksual antara anak dengan orang dewasa atau anak lain dengan tujuan untuk memberikan kepuasan bagi orang tersebut. atau yang melanggar hukum atau pantangan masyarakat. dimana ia sendiri tidak sepenuhnya memahami atau tidak mampu memberi persetujuan atau oleh karena perkembangannya belum siap atau tidak mampu memberi persetujuan.

Kegiatan ini merusak atau merugikan kesehatan fisik dan kesehatan mental anak. penyekapan. atau perlakuan kasar lain atau penolakan. untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi. penjeratan hutang atau memberi bayaran atau manfaat. mengejek atau menertawakan anak. sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut. mengancam. misalnya pembatasan gerak. sikap tindak yang meremehkan. perkembangan emosional. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 37 Jumlah SLB Yang Dibina Jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada di wilayah puskesmas yang dibina Jumlah Lembaga Pemasyarakatan Anak atau Rumah Tahanan Anak yang berada di wilayah Puskesmas yang dibina 38 Jumlah LAPAS/RUTAN ANAK yang Dibina 39 Jumlah LAPAS/RUTAN yang Dibina Jumlah Lembaga Pemasyarakatan atau Rumah Tahanan yang berada di wilayah Puskesmas yang dibina . pemalsuan. menakut-nakuti. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 34 Penelantaran Adalah kegagalan dalam menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. mengkambing hitamkan. moral dan sosial-emosional anak> termasuk pekerja perempuan dan/atau anak. mencemarkan. tetapi tidak terbatas pada. mental. penipuan. moral dan sosial. mendiskriminasi. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 36 Trafiking (Perdagangan Orang) Adalah tindakan perekrutan. pengangkatan. merugikan perkembangan pendidikan. spiritual. penculikan. penggunaan kekerasan. rumah atau tempat bernaung. serta prostitusi. pekerja anak dan prostitusi. pendidikan. penampungan. penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan. seperti: kesehatan. pengiriman. spiritual. Hal ini termasuk.33 Kekerasan Emosional Adalah suatu perbuatan terhadap anak yang mengakibatkan atau sangat mungkin akan mengakibatkan gangguan kesehatan atau perkembangan fisik. baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara. nutrisi. pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan. serta keadaan hidup yang aman dan layak. Adalah penggunaan anak dalam pekerjaan atau aktivitas lain untuk keuntungan orang lain. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 35 Eksploitasi anak.

trauma lahir.28 hari) 11 Jumlah kematian bayi (29 hari . 1 kali pada 3-7 hari.PENJELASAN VARIABEL No INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL RUMUS SUMBER DATA 1 Cakupan KN 1 Cakupan neonatus yang telah memperoleh 1 kali pelayanan Kunjungan Neonatal pada 6-48 jam. oranisasi profesi. 8 Jumlah Lahir Mati Jumlah Bayi yang pada waktu dilahirkan dalam keadaan mati (tidak ada tanda-tanda kehidupan) Jumlah neonatal berumur 0 . kecacatan dan kematian. 1) SIMPUS (Kohort bayi. LB3. ikterus. setelah dilahirkan dalam keadaan hidup 9 Jumlah kematian Neonatal (0 . perawat) yang telah mendapatkan pelatihan Manajemen BBLR baik dari Depkes. 1) SIMPUS (Kohort bayi. 1 kali pada umur 6-8 bulan.28 hari yang mati.11 bulan di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. PWS-KIA) 2) SIRS termasuk pelayanan yang dilakukan oleh swasta (akan direvisi). kelainan kongenital maupun yang termasuk klasifikasi kuning pada MTBS 1) SIMPUS.11 bulan yang mati. Jumlah Tenaga Puskesmas (dokter.6 hari yang mati. maupun dari donor. dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan. Dinkes provinsi/kab/kota. maupun dari donor. BBLR (bayi berat lahir rendah < 2500 gr ). bidan. 2 Cakupan KN Lengkap Cakupan neonatus yang telah memperoleh pelayanan Kunjungan Neonatal minimal 3 kali. Dinkes provinsi/kab/kota. LB3. sindroma gangguan pernapasan. perawat) yang telah mendapatkan pelatihan Manajemen Asfiksia baik dari Depkes. 1 kali pada 8-28 hari sesuai standar di satu wilayah kerja pada satu tahun. hipotermia. 4 Cakupan Kunjungan Bayi cakupan bayi post neonatal yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter. 1) SIMPUS (Kohort bayi. tetanus neonatorum. bidan. PWS-KIA) 2) SIRS termasuk pelayanan yang dilakukan oleh swasta (akan direvisi). organisasi profesi.PWSKIA) 2) SIRS termasuk pelayanan yang dilakukan oleh swasta (akan direvisi). Neonatus dengan komplikasi seperti asfiksia. 2) SIRS 3) Laporan pelaksanaan audit Maternal dan perinatal. setelah dilahirkan dalam keadaan hidup Jumlah neonatal berumur 7 . yaitu 1 kali pada 648 jam. infeksi/sepsis. 1 kali pada umur 3-5 bulan. Neonatus dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan. 1 kali pada umur 9-11 bulan) disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. 6 Jumlah Tenaga Puskesmas Terlatih Asfiksia 7 Jumlah Tenaga Puskesmas Terlatih Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Jumlah Tenaga Puskesmas (dokter.2 bulan. setelah dilahirkan dalam keadaan hidup Jumlah bayi berumur 29 hari .6 hari) 10 Jumlah kematian Neonatal (7 .11 bulan) . paling sedikit 4 kali (1 kali pada umur 29 hari . 5 Jumlah Sasaran Bayi Jumlah anak yang berumur 0 . setelah lahir sesuai standar di satu wilayah kerja pada satu tahun. bidan. 3 Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani Cakupan neonatus dengan komplikasi disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan.

50 % dari sasaran Balita 1. Register kohort balita dan anak prasekolah 3. Taman Kanak-kanak. Akbid dan Akper. mendapatkan materi MTBS saat pendidikan/pre service di fakultas kedokteran. Laporan pemberian Vit. Kohort Anak Balita dan Prasekolah 2. Laporan pelayanan SDIDTK 6. Buku KIA 18 Jumlah Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK 75 Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK % dari sasaran Balita 1. Taman Penitipan ANak. Buku KIA 16 Jumlah Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK < 50 % dari sasaran Balita 17 Jumlah Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK 25 Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK . dll. Taman Bermain. Register kohort 1. Register kohort bayi 2. mendapatkan materi MTBS saat pendidikan/pre service di fakultas kedokteran. serta kalakarya/ on the job training. 14 Jumlah Puskesmas memiliki tenaga terlatih MTBS ≥ 60 % Jumlah Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan yang melayani Balita sakit ≥ 60 % dari mereka telah terlatih atau mampu tatalaksana MTBS Mampu tatalaksana MTBS bisa melalui: pelatihan standarisasi MTBS. Raudatul Athfal. A 7. Bayi dan Anak Balita Penyakit yang menyebabkan kematian pada neonatal.12 Sebab Kematian Neonatal. serta kalakarya/ on the job training. Pembinaan Lingkungan Sekolah) diwilayah kerja Format laporan Kegiatan Kesehatan Anak Usia sekolah Tingkat Kab/Kota . Buku KIA 4. Register kohort balita dan anak prasekolah 3. 15 Jumlah Puskesmas yang melaksanakan MTBS Puskesmas yang melayani minimal 75 % dari kunjungan Balita sakit dengan MTBS Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK Register kunjungan Balita sakit. Buku KIA 19 RS melayani tumbuh kembang Jumlah Rumah Sakit tingkat kabupaten/kota pemerintah maupun swasta (termasuk RS provinsi atau RS rujukan Nasional yang berada di wilayah kabupaten/kota) tersebut yang melayani dan menerima rujukan kasus gangguan tumbuh kembang 20 Cakupan Pelayanan Anak Balita anak balita (12 – 59 bulan) yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 x setahun. Pencatatan pemantauan tumbuh kembang di Pos PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). bayi dan anak balita. Laporan rutin SKDN 3. berdasarkan autopsi verbal dan diketahui Dokter 13 Jumlah Puskesmas memiliki tenaga terlatih MTBS < 60 % Jumlah Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan yang melayani Balita sakit < 60 % dari mereka telah terlatih atau mampu tatalaksana MTBS Mampu tatalaksana MTBS bisa melalui: pelatihan standarisasi MTBS. Register kohort balita dan anak prasekolah 3. pemantauan perkembangan minimal 2 x setahun. Pelayanan Kesehatan. Akbid dan Akper. Play Group. KMS 5. 21 Jumlah Sekolah Yang Melaksanakan UKS Diisi : jumlah sekolah yang melaksanakan program Usaha Kesehatan Sekolah (Pendidikan kesehatan. pemberian vitamin A 2 x setahun 1. Register kohort bayi 2. Register kohort bayi 2.

Melakukan survei sederhana sebagai bahan analisa masalah kesehatan remaja di sekolah . ketajaman pendengaran. pemeriksaan ketajaman mata. tempat curhat dan melakukan rujukan ke puskesmas 2. pemeriksaan ketajaman mata.Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan 'konselor sebaya' secara berkala . Melatih 'Konselor Sebaya' di sekolah .Bekerjasama dengan guru BK dalam menangani peserta didik yang bermasalah dan melakukan rujukan .22 Jumlah Siswa yang Diperiksa melalui Penjaringan kesehatan Diisi : jumlah murid baru kelas I ( baru masuk) yang dilakukan pemeriksaan kesehatan (pengukuran tinggi badan.secara berkala tiap 6 (enam) bulan sekali Format laporan Kegiatan Kesehatan Anak Usia sekolah Tingkat Kab/Kota 25 Sasaran Remaja semua penduduk yang berusia 10 tahun hingga 17 tahun 11 bulan 30 hari.Deteksi dini kelainan terkait kesehatan remaja baik di dalam/ di luar gedung puskesmas .sekolah berbasis agama) per tahun 2.Membentuk 'konselor sebaya' di sekolah . Melakukan pembinaan pada minimal 1 sekolah (sekolah umum. Melaksanakan kegiatan KIE di sekolah binaan minimal 2 kali dalam setahun Penjelasan masing-masing kriteria sebagai berikut : 1. berat badan. Memberikan pelayanan konseling pada semua remaja yang memerlukan konseling yang kontak dengan petugas PKPR 4. dll) Format laporan Kegiatan Kesehatan Anak Usia sekolah Tingkat Kab/Kota 23 Jumlah Sekolah yang melaksanakan Penjaringan kesehatan Diisi : jumlah sekolah yang melakukan pemeriksaan kesehatan (skrining) pada murid baru kelas I Format laporan Kegiatan Kesehatan Anak Usia sekolah Tingkat Kab/Kota 24 Jumlah Sekolah yang Melaksanakan Pemeriksaan Berkala Diisi : jumlah sekolah yang melakukan pemeriksaan kesehatan (pengukuran tinggi badan.Mengawasi dan mengendalikan kegiatan 'konselor sebaya' 3. kelainan mental emosional. Melatih Kader Kesehatan Remaja di sekolah minimal sebanyak 10% dari jumlah murid di sekolah binaan Format Pencatatan dan Pelaporan kegiatan kesehatan remaja tingkat kabupaten/kota 3.Mendampingi 'konselor sebaya' di sekolah agar dapat berperan dalam memberikan KIE. gigi. ketajaman pendengaran. berat badan.Melakukan tindakan berupa konseling dan tindakan medis lain 4. Melaksanakan KIE di sekolah binaan . menikah ataupun tidak menikah Format Pencatatan dan Pelaporan kegiatan kesehatan remaja tingkat kabupaten/kota dan Sensus 26 Jumlah Tenaga Kesehatan terlatih PKPR semua tenaga kesehatan di puskesmas yang telah dilatih PKPR (ada ataupun tidak ada sertifikat telah mengikuti pelatihan PKPR) Format laporan kegiatan kesehatan remaja tingkat kabupaten/kota 27 Jumlah Puskesmas Mampu laksana PKPR Semua Puskesmas yang memenuhi kriteria berikut: 1. kebugaran jasmani. Pembinaan pada sekolah Dilakukan oleh Puskesmas dengan mengarahkan sekolah agar . menemukan kasus/deteksi dini. Memberi layanan Konseling pada semua remaja yang memerlukan konseling yang kontak dengan petugas PKPR . gigi.

tumbuh kembang anak atau martabat anak. eksploitasi komersial termasuk ekploitasi seksual komersial anak (ESKA) yang mengakibatkan cidera/kerugian nyata ataupun potensial terhadap kesehatan anak. sikap tindak yang meremehkan. yang ditandai dengan adanya aktivitas seksual antara anak dengan orang dewasa atau anak lain dengan tujuan untuk memberikan kepuasan bagi orang tersebut. mencemarkan. kepercayaan atau kekuasaan. nutrisi. rumah atau tempat bernaung. menakut-nakuti. kelangsungan hidup anak. mental. moral dan sosial. Tenaga Kesehatan terlatih/terorientasi tata laksana medis kasus KtA 2. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 34 Penelantaran Adalah kegagalan dalam menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. pendidikan. spiritual. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 33 Kekerasan Emosional Adalah suatu perbuatan terhadap anak yang mengakibatkan atau sangat mungkin akan mengakibatkan gangguan kesehatan atau perkembangan fisik. yang dilakukan dalam konteks hubungan tanggung jawab. dimana ia sendiri tidak sepenuhnya memahami atau tidak mampu memberi persetujuan atau oleh karena perkembangannya belum siap atau tidak mampu memberi persetujuan. mendiskriminasi. perkembangan emosional. seperti: kesehatan. kepercayaan atau kekuasaan. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA . mengancam. serta keadaan hidup yang aman dan layak. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 31 Kekerasan Fisik Adalah kekerasan yang mengakibatkan cidera fisik nyata ataupun potensial terhadap anak sebagai akibat dari interaksi atau tidak adanya interaksi yang layaknya ada dalam kendali orangtua atau orang dalam hubungan posisi tanggungjawab. trafiking. atau yang melanggar hukum atau pantangan masyarakat. misalnya pembatasan gerak. atau perlakuan kasar lain atau penolakan. mengejek atau menertawakan anak. mengkambing hitamkan. penelantaran.Dilakukan oleh Puskesmas bekerjasama dengan sekolah yang dibina dalam rangka . penyalahgunaan seksual.Mempunyai jadwal dan melaksanakan kegiatan KIE di sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam ketrampilan hidup sehat 28 Jumlah Puskesmas Mampu Tata Laksana Kasus KtA Puskesmas yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. Melaksanakan rujukan kasus KtA ke Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di RSUD/RS Bhayangkara 29 Jumlah Tenaga terlatih tatalaksana kasus KtA adalah jumlah tenaga kesehatan (dokter/dokter gigi dan perawat/bidan) yang telah mengikuti Pelatihan Tatalaksana Kasus Kekerasan terhadap Anak 30 Kekerasan terhadap Anak (KtA) Semua bentuk tindakan/perlakuan menyakitkan secara fisik ataupun emosional. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 32 Kekerasan Seksual Adalah pelibatan anak dalam kegiatan seksual.

pekerja anak dan prostitusi. spiritual. moral dan sosial-emosional anak> termasuk pekerja perempuan dan/atau anak. tetapi tidak terbatas pada. Adalah penggunaan anak dalam pekerjaan atau aktivitas lain untuk keuntungan orang lain. penculikan. penampungan. pemalsuan. penggunaan kekerasan. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 36 Trafiking (Perdagangan Orang) Adalah tindakan perekrutan. serta prostitusi. pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan. baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara. pengangkatan. Kegiatan ini merusak atau merugikan kesehatan fisik dan kesehatan mental anak.35 Eksploitasi anak. sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut. merugikan perkembangan pendidikan. penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan. untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi. penipuan. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 37 Jumlah SLB Yang Dibina Jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada di wilayah puskesmas yang dibina Jumlah Lembaga Pemasyarakatan Anak atau Rumah Tahanan Anak yang berada di wilayah Puskesmas yang dibina 38 Jumlah LAPAS/RUTAN ANAK yang Dibina 39 Jumlah LAPAS/RUTAN yang Dibina Jumlah Lembaga Pemasyarakatan atau Rumah Tahanan yang berada di wilayah Puskesmas yang dibina . penjeratan hutang atau memberi bayaran atau manfaat. pengiriman. penyekapan. Hal ini termasuk.

Mengawasi dan mengendalikan kegiatan 'konselor sebaya' 3.Bekerjasama dengan guru BK dalam menangani peserta didik yang bermasalah dan melakukan rujukan . Memberikan pelayanan konseling pada semua remaja yang memerlukan konseling yang kontak dengan petugas PKPR 4. Melakukan pembinaan pada minimal 1 sekolah (sekolah umum.Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan 'konselor sebaya' secara berkala .sekolah berbasis agama) per tahun 2.Mempunyai jadwal dan melaksanakan kegiatan KIE di sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam ketrampilan hidup sehat . Memberi layanan Konseling pada semua remaja yang memerlukan konseling yang kontak dengan petugas PKPR . menemukan kasus/deteksi dini.Mendampingi 'konselor sebaya' di sekolah agar dapat berperan dalam memberikan KIE.PENJELASAN VARIABEL No INDIKATOR Jumlah Puskesmas Mampu laksana PKPR DEFINISI OPERASIONAL Semua Puskesmas yang memenuhi kriteria berikut: 1. Melaksanakan kegiatan KIE di sekolah binaan minimal 2 kali dalam setahun Penjelasan masing-masing kriteria sebagai berikut : 1.Membentuk 'konselor sebaya' di sekolah . Melatih 'Konselor Sebaya' di sekolah .Melakukan tindakan berupa konseling dan tindakan medis lain 4. Pembinaan pada sekolah Dilakukan oleh Puskesmas dengan mengarahkan sekolah agar . Melaksanakan KIE di sekolah binaan Dilakukan oleh Puskesmas bekerjasama dengan sekolah yang dibina dalam rangka . Melatih Kader Kesehatan Remaja di sekolah minimal sebanyak 10% dari jumlah murid di sekolah binaan 3.Deteksi dini kelainan terkait kesehatan remaja baik di dalam/ di luar gedung puskesmas .Melakukan survei sederhana sebagai bahan analisa masalah kesehatan remaja di sekolah . tempat curhat dan melakukan rujukan ke puskesmas 2.

2 bulan.sekolah berbasis agama) per tahun 2.Melakukan survei sederhana sebagai bahan analisa masalah kesehatan remaja di sekolah . Pembinaan pada sekolah Dilakukan oleh Puskesmas dengan mengarahkan sekolah agar . 1 kali pada umur 6-8 bulan. Melaksanakan kegiatan KIE di sekolah binaan minimal 2 kali dalam setahun Penjelasan masing-masing kriteria sebagai berikut : 1. Melatih Kader Kesehatan Remaja di sekolah minimal sebanyak 10% dari jumlah murid di sekolah binaan 3. paling sedikit 4 kali (1 kali pada umur 29 hari . 1 kali pada umur 3-5 bulan. pemantauan perkembangan minimal 2 x setahun. Melakukan pembinaan pada minimal 1 sekolah (sekolah umum. Cakupan Pelayanan Anak Balita anak balita (12 – 59 bulan) yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 x setahun.Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan 'konselor sebaya' secara berkala . Memberikan pelayanan konseling pada semua remaja yang memerlukan konseling yang kontak dengan petugas PKPR 4. 1 kali pada umur 9-11 bulan) disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.Cakupan Kunjungan Bayi cakupan bayi post neonatal yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter. bidan.Bekerjasama dengan guru BK dalam menangani peserta didik yang bermasalah dan melakukan rujukan . dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan. pemberian vitamin A 2 x setahun 27 Jumlah Puskesmas Mampu laksana PKPR Semua Puskesmas yang memenuhi kriteria berikut: 1.

Mendampingi 'konselor sebaya' di sekolah agar dapat berperan dalam memberikan KIE.Membentuk 'konselor sebaya' di sekolah .. menemukan kasus/deteksi dini.Deteksi dini kelainan terkait kesehatan remaja baik di dalam/ di luar gedung puskesmas . Melatih 'Konselor Sebaya' di sekolah .Melakukan tindakan berupa konseling dan tindakan medis lain 4.Mempunyai jadwal dan melaksanakan kegiatan KIE di sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam ketrampilan hidup sehat . Memberi layanan Konseling pada semua remaja yang memerlukan konseling yang kontak dengan petugas PKPR . tempat curhat dan melakukan rujukan ke puskesmas 2. Melaksanakan KIE di sekolah binaan Dilakukan oleh Puskesmas bekerjasama dengan sekolah yang dibina dalam rangka .Mengawasi dan mengendalikan kegiatan 'konselor sebaya' 3.

SUMBER DATA Format Pencatatan dan Pelaporan kegiatan kesehatan remaja tingkat kabupaten/kota .

Taman Penitipan ANak.PWS-KIA) 2) SIRS termasuk pelayanan yang dilakukan oleh swasta (akan direvisi). Laporan pelayanan SDIDTK 6. 1. Taman Bermain. A 7. KMS 5. Kohort Anak Balita dan Prasekolah 2. Laporan rutin SKDN 3. Buku KIA 4. Laporan pemberian Vit. Format Pencatat an dan Pelapora n kegiatan kesehata n remaja tingkat kabupate n/kota .1) SIMPUS (Kohort bayi. dll. Pencatatan pemantauan tumbuh kembang di Pos PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Raudatul Athfal. Taman Kanak-kanak. Play Group.

.

These formats will be converted to the closest format available. # of occurrences 99 . Minor loss of fidelity Some cells or styles in this workbook contain formatting that is not supported by the selected file format.Compatibility Report for TW 4. These features may be lost or degraded when opening this workbook in an earlier version of Excel or if you save this workbook in an earlier file format.xls Run on 13/01/2014 15:59 The following features in this workbook are not supported by earlier versions of Excel.

Version Excel 97-2003 .