Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

A Pokok Bahasan
Sub Pokok Bahasan

Sasaran
B Waktu
C Hari/Tanggal

: Gastritis
:
1 Pengertian Gastritis
2 Tanda dan Gejala Gastritis
3 Pencegahan dan penanganan Gastritis
: Keluarga Tn. S di jalan LA Sucipto gang 12
: 15 menit
: Kamis, 21 April 2016

Tujuan Umum :
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x pertemuan, diharapkan
Tn.S dan keluarga mengetahui tentang gastritis
Tujuan Khusus :
o Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x pertemuan, diharapkan
keluarga Tn. S mampu menjelaskan pengertian Gastritis
o Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x pertemuan, diharapkan
keluarga Tn. S mampu menyebutkan tanda dan gejala Gastritis
o Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x pertemuan, diharapkan
keluarga Tn. S mampu menyebutkan Pencegahan dan Penanganan Gastritis.
Materi Pokok Penyuluhan:
1
2
3

Pengertian Gastritis
Tanda dan gejala Gastritis
Penanganan dan pencegahan Gastritis

Metode Penyuluhan :
1
2
3

Diskusi
Ceramah
Tanya jawab

Kegiatan Penyuluhan:
N
O
1.

TAHAP
Pendahuluan

WAKTU

KEGIATAN

KEGIATAN

FASILITATOR

PESERTA

MEDIA
DAN
ALAT

b.a Pembukaa 2 menit n a. leaflet .gastritis Mendengarkan pengertia dengan seksama Gastritis Menjelas b. Memperkenalkan an a. Pengajaran / Materi Inti a Menjelas 10 menit a. melihat dan memahami apa yang d. diperoleh audience seputar gastritis d Peserta promosi kesehatan dapat merespon dan menjawab dengan baik dan benar . Menjawab salam dengan seksama. melihat dan tentang c a Antusias kan n b Ceramah disampaikan penyuluh c Antusias Mendengarkan. Menjelaskan tentang tanda dan b Antusias gejala gastritis kan tanda dan gejala gastritis Menjelas kan tentang memahami apa yang c. Membuka acara dengan dan memberikan salam mendengarkan dan memperkenalkan b Pengenal diri. Para audience mengenal penyuluh penyuluh 2. b. Menanyakan pengetahuan yang disampaikan penyuluh. Menjelaskan tentang cara pencegahan dan penanga nan gastritis cara pencegah an dan penanga nan d gastritis Memberi sesi tanya jawab mendengarkan.

3 Penutup: a Menjelas 3 menit kan kesimpul an dari materi yang disajikan Ucapan b terimakas a Pemateri memberi kesimpulan kepada review materi yang para peserta tentang sudah didengarkan seluruh materi yang sudah disampaikan. S dapat memahami materi yang disampaikan. kembali . b Mengucapkan terima b Peserta pendidikan kasih atas kehadiran kesehatan memberi para peserta tanda kepuasan pendidikan kesehatan c Pemateri memberi ih a Para peserta dapat me- dengan materi yang diberikan c Keluarga juga pesan dan kesan atas memberi kesan dan partisipasi dan c PesanKesanPenutup yang diberikan pendidikan kesehatan d Pemateri memberi salam sebagai d pesan atas penkes antusias peserta Salam penutup dan penutup berakhirnya d Memberi salam pendidikan kesehatan Media/Alat penyuluhan  Leaflet Evaluasi Penyuluhan:   Tingkat Kehadiran yang diharapkan: 100% Tingkat Pengetahuan yang diharapkan: Keluarga Tn.

b. yaitu Aprilia Surya Anggraeni 1.EVALUASI PENYULUHAN/PROMOSI KESEHATAN  Waktu penyuluhan : 10.15 WIB  Hari/tanggal pelaksanaan : Kamis 21 April 2016  Jumlah peserta yang hadir : 100 %  Strategi penyuluhan : Dengan menggunakan ceramah yang menarik. b Memotivasi peserta untuk bertanya.  Tempat pelaksanaan : Rumah Tn. Pembawa Acara Uraian tugas : a. memperkenalkan diri dan tim kepada peserta. serta menggunakan gambar gambar yang mendukung penyuluhan.00-10. Penyuluh Uraian tugas : a. Menyampaikan / menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh peserta. Evaluasi Input Tim penyuluh kesehatan dengan jumlah 1 orang. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperlihatkan proses penyampaian materi penyuluhan. c. 2. b. Fasilitator . Membuka acara penyuluhan.S  Jumlah informasi yg diberikan : Mencakup materi Gastritis KRITERIA EVALUASI A. Menutup aacara penyuluhan 3. Mengatur proses dan lama penyuluhan.

b. 3. Pembawa acara. d. Observer Uraian tugas : a. Menyampaikan evaluasi langsung secra tertulis pada penyuluh tentang hal yang dirasa tidak sesuai dengan rencana penyuluhan. . suasana cukup tenang. e. c. Lingkungan atau ruang penyuluhan cukup luas untuk peserta penyuluhan. Peralatan : - leaflet B. fasilitator. Evaluasi Proses a. Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.Uraian tugas : a. Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan. Mencatat nama. Tim Penyuluh kesehatan menguasai materi penyuluhan dengan konsep yang sama f. Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta. peserta bertanya tentang materi penyuluhan. alamat. Ikut bergabung dan duduk diantara peserta b. 100 % peserta mengikuti secara aktif acara penyuluhan dari awal hingga akhir. c. c. observer. b. ventilasi cukup baik dan pencahayaan cukup terang. d. Menginterupsi penyuluh tentang istilah / hal – hal yang kurang jelas atau kurang mengena bagi peserta. dan jumlah peserta yang datang serta menempatkan diri ke tempat yang memungkinkan dapat mengawasi jalannya proses penyuluhan. a. penyuluh menjalankan fungsinya sesuai dengan uraian tugas. Penyuluh menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan suasana yang rileks.

Daftar Pertanyaan : NO NAMA PERTANYAAN JAWABAN .

2 3 Materi / bahan Penyuluhan : .1.

PENGERTIAN Gastritis adalah suatu peradangan yang terjadi pada mukosa lambung yang akut dengan kerusakan-kerusakan erosi. Tipe A (sering disebut sebagai gastritis autoimun) diakibatkan dari perubahan sel pariental yang menimbulkan atrofi dan infiltrasi seluler. 2000). gastritis ekssogen da n endogen akut. b. Anemia pernisiosa berkembang dengan proses ini dan terjadi pada fundus atau korpus dari lambung. Inflamasi lambung yang lama dapat disebabkan oleh ulkus benigna dan maligna dari lambung atau oleh bakteri Helicobacter pylory (H. alkohol. Gastritis akut Inflamasi akut dari dinding lambung yang biasannya terbatas pada bagian mukosa saja. 2000 : 1405). Agen semacam ini mencakup bumbu. Erosif karena perlukaan hanya pada bagian mukosa. atau makanan yang berbumbu atau mengandung mikroorganisme penyebab penyakit. Gastritis akut adalah proses peradangan jangka pendek yang terkait dengan konsumsi agen kimia atau makanan yang mengganggu dan merusak mukosa gastrik. rempahrempah. Gastritis akut erosif adalah suatu peradangan permukaan mukosa lambung yang akut dengan kerusakan-kerusakan erosif. obat-obatan. Gastritis adalah inflamasi mukosa lambung yang diakibatkan oleh diet yang tidak benar. Gastritis adalah suatu proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung dan secara hispatologi dapat di buktikan dengan adanya infiltrasi sel-sel radang pada daerah tersebut (Baughman dan Haskley. Gastritis kronis dapat diklasifikasikan sebagai tipe A dan tipe B. Secara klinis gastritis terbagi atas : a. radiasi. Tipe B (kadang . Gastritis kronis Inflamasi kronis pada dinding lambung yang bisa bagia n mukosa saja atas ssudah penetrasi kelapisan sub mukosa lambung yang kaya akan pembuluh darah. Terjaddi atas gastritis atas.I. (Brunner dan Sudath. pylory). Gastritis kronis terjadi kare na gastritis akut yang tidak tertangani. kemoterapi dan mikroorganisme inefektif. Gastritis kronik adalah suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang menahun.

pylory) mempengaruhi antrum dan pilorus (ujung bawah lambung dekat duodenum). ibuprofen dan naproxen dapat menyebabkan peradangan pada lambung dengan cara mengurangi prostaglandin yang bertugas 3.disebut sebagai gastritis H. Infeksi H. Infeksi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan peradangan menyebar yang kemudian mengakibatkan perubahan pada lapisan perlindungan dinding lambung. Alkohol dapat mengiritasi dan mengikis mukosa pada dinding lambung dan membuat dinding lambung lebih rentan terhadap asam 4. Ini dihubungkan dengan bakteri H. Pylori yang hidup di bagian dalam lapisan mukosa yang melapisi dinding lambung. sebuah keadaan dimana kelenjar-kelenjar penghasil 2. Sebagian besar populasi di dunia terinfeksi oleh bakteri H. Stres fisik Stres fisik akibat pembedahan besar. luka trauma. Hal ini . asam lambung secara perlahan rusak. Pemakaian obat penghilang nyeri secara terus menerus Obat analgesic anti inflamasi nonsteroid (AINS) seperti aspirin. Kokain dapat merusak lambung dan menyebabkan perdarahan dan 5. pylory yang menimbulkan ulkus dinding lambung. Diperkirakan penularan terjadi melalui jalur oral atau akibat memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri ini. lambung walaupun pada kondisi normal. Juga dikenal tiga bentuk gastritis kronik gastritis kronik superfisialis. Infeksi bakteri. gastritis II. Penggunaan alkohol secara berlebihan. Penggunaan kokain. perdarahan pada lambung. pylori ini sekarang diketahui sebagai penyebab utama terjadinya peptic ulcer dan penyebab tersering terjadinya gastritis. luka bakar atau infeksi berat dapat menyebabkan gastritis dan juga borok serta 6. Salah satu perubahan itu adalah atrophic gastritis. gastritis. ETIOLOGI 1. melindungi dinding lambung. Kelainan autoimmune Autoimmune atrophic gastritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat yang berada dalam dinding lambung. kronik hipotrofik atau atrofi gaster dan gastritis kronik hipertrofikans.

kelenjar penghasil asam lambung. maka empedu akan masuk ke dalam lambung dan mengakibatkan III. menghancurkan kelenjar-kelenjar penghasil asam lambung dan mengganggu produksi faktor intrinsic (yaitu sebuah zat yang membantu tubuh mengabsorpsi vitamin B12). menyolok daripada gejala gastritis. kerusakan tersebut menjadi permanen dan dapat mengikis dinding lambung serta merusak 9. Dalam kondisi normal. Bile (empedu) adalah cairan yang membantu mencerna lemak-lemak dalam tubuh. Makanan memasuki lambung dari esofagus dengan melewati otot berbentuk cincin yang disebut sfingter yang dapat membuka dan menutup sehingga berfungsi mencegah makanan kembali ke esofagus (Lestari.5 liter pada dewasa normal. empedu akan melewati serangkaian saluran kecil dan menuju ke usus kecil.mengakibatkan peradangan dan secara bertahap menipiskan dinding lambung. Lambung memiliki panjang sekitar 25 cm dan 10 cm pada saat kosong. peradangan dan gastritis. sebuah otot sphincter yang berbentuk seperti cincin (pyloric valve) akan mencegah empedu mengalir balik ke dalam lambung. Ketika lambung terkena penyakit ini. 2008). Crohn’s disease. Tapi jika katup ini tidak bekerja dengan benar. sebuah konsisi serius yang tidak dirawat dapat mempengaruhi seluruh sistem dalam 7. Penyakit bile refluk. Ketika dilepaskan. Kekurangan B12 akhirnya dapat mengakibatkan pernicious anemia. Radiasi dan kemoterapi. volume 1-1. ANATOMI FISIOLOGI Lambung merupakan organ muskular yang berbentuk menyerupai huruf J yang berfungsi menerima dan mencampur makanan dari esofagus dengan cairan lambung dan mendorong makanan ke usus kecil. Ketika tubuh terkena sejumlah kecil radiasi. Cairan ini diproduksi oleh hati. . tubuh. gejala-gejala dari Crohn’s disease (yaitu sakit perut dan diare dalam bentuk cairan) tampak lebih 8.

Rusaknya lapisan mukus misalnya oleh infeksi Helicobacter pylori atau karena aspirin. dapat menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada ulser lambung. Asam klorida yang dihasilkan oleh sel parietal menyediakn lingkungan asam yang dibutuhkan pepsin untuk menguraikan protein. Sekresi asam lambung distimulasi oleh impuls syaraf. dan prekursor pepsin. . terdiri dari kardia. dan histamin. antrum dan pylorus. korpus. 2001). fundus. gastrin (hormon yang dilepaskan lambung). yaitu mukus.Lambung Terletak persis di bawah diafragma. serta sebagai penghalang masuknya infeksi bakteri. HCl. Sel-sel yang melapisi lambung mensekresikan tiga komponen penting. Sedangkan chief cell yang ditemukan di bagian paling dalam dari kelenjar lambung menghasilkan enzim pencernan pepsinogen yang kemudian diubah menjadi pepsin (Sineltzer dan Bare G. Mukus yang dihasilkan oleh sel mukus menyelaputi sel-sel yang melapisi lambung sebagai perlindungan terhadap kerusakan oleh enzim dan asam.

Asam lambung dan enzim-enzim pencernaan. Bila iritasi / erosi pada mukosa lambung sampai pada jaringan lambung dan mengenai pembuluh darah.IV. . minuman. Spasme lambung juga mengalami peningkatan diiringi gangguan pada spinkter esophagus sehingga terjadi mual-mual sampai muntah. obat maupun zat kimia yang masuk kedalam lambung menyebabkan iritasi atau erosi pada mukosanya sehingga lambung kehilangan barrier (pelindung). Demikian juga terjadi peradangan dilambung karena invasi langsung pada sel-sel dinding lambung oleh bakteri dan terinfeksi. Peradangan ini termanifestasi seperti perasaan perih di epigastrium. Sehingga kontinuitasnya terputus dapat mennimbulkan hematemesis maupun melena. Gangguan difusi pada mukosa dan penngkatan sekresi asam lambung yang meningkat / banyak. rasa panas / terbakar dan nyeri tekan. PATOFISIOLOGI Bahan-bahan makanan. Kemudian menginvasi mukosa lambung dan terjadilah reaksi peradangan. Selanjutnya terjadi peningkatan difusi balik ion hidrogen.

- Gangguan penyerapan zat besi. perlu dibedakan dengan tukak peptik. Dapat terjadi kolik dan diare e. Ulserasi superficial yang menimbulkan hemorragie b. Gambaran klinis yang diperhatikan hamper sama. Tipe A : Asimtomatis b. Ketidaknyamanan abdomen (mual. a. - Perforasi lambung. VII. Tipe B : 1) Mengeluh anoreksia 2) Sakit ulu hati setelah makan 3) Bersendawa 4) Rasa pahit dalam mulut 5) Mual dan muntah VI. Khusus untuk perdarahan SCBA. Gastritis akut : a. Muntah serta cegukan d.V. PEMERIKSAAN PENUNJANG Gastritis Akut a. - Kanker lambung. Gastritis kronis : a. MANIFESTASI KLINIS 1. - Penyempitan daearah fillorus. Namun pada tukak peptik penyebab utamanya adalah infeksi Helicobakter pytori. anoreksia) c. - Ulkus pada lambung. Kronis - Gangguan penyerapan Vitamin B12 karena atropi lambung dan akan terjadi anemia pernisiosa. Diagnosis pasti dapat di tegakkan dengan endoskopi. Takikardi 2. b. sebesar 100% pada hikak duodenum dan 60-90% pada tikak lambung. Peningkatan Suhu Tubuh f. dapat berakhir sebagai syak hemoragik. KOMPLIKASI Perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) berupa hematemesis dan menelan. hingga anemia dan kematian. Gastritis Akute - Perdarahan saluran cerna atas. Anamnesis .

Gastritis tipe A dihubungkan dengan aklorhidria atau hipoklorhidria (kadar asam lambung klorida tidak ada atau rendah). Foto rontgen dapat membantu yaitu dengan melihat gejala benda-benda sekunder yaitu hipersekresi. sedang pada gastritis kronik superfisialis oleh hipertrofikan. serangkaian pemeriksaan sinar-x gastrointestinal (GI) atas dan pemeriksaan histologis. emetic dan lavase dihindari karena bahaya perforasi. pengobatan terdiri dari pengenceran dan penetralisasian agen penyebab. pylory mencakup tes serologis untuk antibody terhadap antigen H. pylory dan tes pernapasan. Bila korosi luas atau berat. VIII. a. Bila perdarahan terjadi. Untuk menetralisir asam digunakan antasida (mis. Pada gastritis kronik hipotropik dan atrofi gaster. Tetapi hal ini tidak memastikan diagnosis. aluminium hidroksida) . b. Bila pasien mampu makan melalui mulut. kadar asam lambung menurun. Tindakan diagnostik untuk mendeteksi H. Bila gastritis diakibatkan oleh mencerna makanan yang sangat asam atau alkali. PENATALAKSANAAN Gastritis Akut Gastritis akut diatasi dengan menginstruksikan pasien untuk menghindari alkohol dan makanan yang mengganggu dan merusak mukosa gastrik sampai gejala berkurang. Diagnosis dapat ditegakkan dengan endoskopi. . Endoscopy dilanjutkan pemeriksaan biopsy Gastritis Kronik Pemeriksaan kadar asam lambung perlu dilakukan karena berhubungan dengan pengobatan. dll.b. kadar asam lambung normal atau meninggi. cairan perlu diberikan secara parenteral. maka penatalaksanaannya serupa dengan prosedur yang dilakukan untuk hemoragi saluran gastrointestinal atas. mukosa yang tebal dengan lipatan-lipatan tebal dan kasar. Bila gejala menetap. diet mengandung gizi dianjurkan. sedangkan gastritis tipe B dihubungkan dengan hiperklorhidria (kadar tinggi dari asam hidroklorida). untuk menetral alkali digunakan jus lemon encer atau cuka encer.

1996. analgesic dan sedative. EGC: Jakarta .Terapi pendukung mencakup intubasi. Pasien dengan gastritis tipe A biasanya mengalami malabsorbsi vitamin B12 yang disebabkan oleh adanya antibody terhadap faktor intrinsik. Patofisiologi: Konsep Klinis proses Penyakit. meningkatkan istirahat. DAFTAR RUJUKAN Price. Suzanne C. antasida serta cairan intravena. Pembedahan darurat mungkin diperlukan untuk mengangkat gangren atau jaringan perforasi. Sylvia and Wilson. pylory dapat diatasi dengan antibiotic (seperti tetrasiklin atau amoksisilin) dan garam bismut (peptobismol). H. 2002. Gastritis Kronik Gastritis kronik diatasi dengan memodifikasi diet pasien. Brenda G bare. EGC: Jakarta Smeltzer. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Endoskopi fiber-optik mungkin diperlukan. Edisi 4. Gastrojejenostomi atau reseksi lambung mungkin diperlukan untuk mengatasi obstruksi pylorus. Lorraine M. mengurasi stress dan memulai farmakoterapi.

Balai Penerbit FKUI Jakarta.Soeparman. Waspadji Sarwono. 2001:127 . Buku Ilmu Penyakit Dalam edisi 3.