Anda di halaman 1dari 5

Tarif INA-CBGs Menurut PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 59 TAHUN 2014


a. Definisi
Tarif Indonesian - Case Based Groups yang selanjutnya disebut Tarif INA-CBGs adalah
besaran pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan
Tingkat Lanjutan atas paket layanan yang didasarkan kepada pengelompokan diagnosis
penyakit dan prosedur.
b. Regionalisasi dan kelas rumah sakit
BAB III
TARIF PADA FKRTL
Pasal 15
1) Tarif pelayanan kesehatan di FKRTL ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara BPJS
Kesehatan dengan Asosiasi Fasilitas Kesehatan dengan mengacu pada standar tarif INACBGs.
2) Standar Tarif INA-CBGs sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam
Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 16
(1) Tarif rawat jalan di FKRTL berupa klinik utama atau yang setara diberlakukan sama
dengan tarif sebagaimana tercantum dalam standar Tarif INA-CBGs untuk kelompok
rumah sakit kelas D.
(2) Tarif rawat inap di FKRTL berupa klinik utama atau yang setara diberlakukan tarif
sebesar 70% 100% (tujuh puluh persen sampai dengan seratus persen) dari standar Tarif
INA-CBGs untuk kelompok rumah sakit kelas D yang besarannya sesuai kesepakatan
antara BPJS Kesehatan dengan Asosiasi Fasilitas Kesehatan terkait.
(3)
Pasal 17
(1) Tarif rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS
Kesehatan diberlakukan tarif INA-CBGs berdasarkan kelas rumah sakit.

(2) Dalam hal rumah sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum memiliki penetapan
kelas rumah sakit, tarif rawat jalan dan rawat inap disetarakan dengan tarif INA-CBGs
rumah sakit kelas D.
(3) Terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit khusus sesuai kekhususannya,
berlaku tarif sesuai kelas rumah sakit.
(4) Dalam hal pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit khusus di luar kekhususannya,
berlaku tarif rumah sakit satu kelas di bawah penetapannya.
Pasal 18
(1) BPJS Kesehatan dapat memberikan pembayaran kepada FKRTL yang tidak bekerjasama
yang melakukan pelayanan gawat darurat kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional.
(2) Pelayanan gawat darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibayar sesuai tarif INACBGs berdasarkan penetapan kelas.
Pasal 19
(1) Standar Tarif untuk pemasangan pertama Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis
(CAPD) sesuai dengan tarif INA-CBGs.
(2) Penggunaan Consumables dan jasa pada pelayanan CAPD dibayarkan sebesar
Rp5.940.000,00/bulan.
(3) Penggunaan Transfer set pada pelayanan CAPD dibayarkan sebesar Rp250.000,00/set.
Pasal 20
(1) Obat penyakit kronis di FKRTL diberikan maksimum untuk 1 (satu) bulan sesuai indikasi
medis.
(2) Obat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan untuk:
a. penyakit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) yang belum dirujuk balik;
b. penyakit kronis lain yang menjadi kewenangan FKRTL.
(3) Obat sebagaimana dimaksudpada ayat (2)diberikan dengan cara :
a. sebagai bagian dari paket INA-CBGs, diberikan minimal 7 (tujuh) hari; dan
b. bila diperlukan tambahan hari pengobatan, obat diberikan terpisah diluar paket INACBGs dan harus tercantum pada Formularium Nasional.
(4) Obat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b,diberikan melalui instalasi farmasi di
FKRTL atau apotek yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
(5) Harga obat yang ditagihkan oleh instalasi farmasi di FKRTL atau apotek sebagaimana
dimaksud pada ayat (4) mengacu pada harga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat
(6) ditambah faktor pelayanan kefarmasian.
(6) Besarnya biaya pelayanan kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) adalah
faktor pelayanan kefarmasian dikali harga dasar obat sesuai E-Catalogue atau harga yang
ditetapkan oleh Menteri.

(7) Faktor pelayanan kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dengan ketentuan
sebagai berikut :
(8)
Harga Dasar Satuan Obat

Faktor Pelayanan
Kefarmasian

< Rp50.000,00

0,28

Rp50.000,00 sampai dengan Rp250.000,00

0,26

Rp250.000,00 sampai dengan Rp500.000,00

0,21

Rp500.000,00 sampai dengan Rp1.000.000,00

0,16

Rp1.000.000,00 sampai dengan

0,11

Rp5.000.000,00
Rp5.000.000,00 sampai dengan

0,09

Rp10.000.000,00
Rp10.000.000,00

0,07

Pasal 21
(1) Penyediaan obat program, vaksin untuk imunisasi dasar dan alat kontrasepsi dasar disediakan
oleh Pemerintah
(2) Penggunaan obat Program untuk penyakit HIV dan AIDS, Tuberkulosa (TB), malaria, kusta,
penyakit lain, dan vaksin ditetapkan oleh Menteri.
Pasal 22
(1) Pemberian obat untuk kemoterapi, thalassemia, dan hemophilia dilakukan di fasilitas
kesehatan tingkat III.

(2) Fasilitas kesehatan tingkat II dapat memberikan obat kemoterapi, thalassemia, dan
hemofilia dengan mempertimbangkan kemampuan fasilitas kesehatan dan kompetensi
sumber daya manusia kesehatan.
(3) Pengajuan klaim pada pemberian obat kemoterapi berlaku sesuai dengan tarif dasar INACBGs ditambah dengan tarif obat kemoterapi yang jenisnya sesuai dengan Formularium
Nasional dan besarannya sesuai dengan E-Catalogue.
(4) Pengajuan klaim pada pelayanan rawat jalan thalassemia yang menerima terapi kelasi
besi dilakukan dengan input data pasien sesuai pelayanan thalassemia rawat inap INACBGs dan hanya diklaimkan 1 kali dalam 1 bulan.
(5) Pengajuan klaim pada pelayanan rawat jalan hemofilia A dan hemophilia B yang
menerima faktor pembekuan darah dilakukan dengan input data pasien sesuai pelayanan
hemofilia A dan hemofilia B rawat inap INA-CBGs.
(6) Pada penambahan pelayanan rawat inap hemofilia A dan hemofilia B, berlaku
penambahan pembayaran klaim diluar tarif INA-CBGs yang besarannya sama untuk
semua tingkat keparahan kasus serta semua kelas perawatan.
(7) Besaran penambahan pembayaran hemofilia sebagaimana dimaksud pada ayat (6) sesuai
kelas rumah sakit dan regionalisasi tarif, dengan ketentuan sebagai berikut:
REGIONAL
RSUPN
(Rp)
12.178.400

REG 1
REG 2
REG 3
REG 4
REG 5

RSKRN
(Rp)
10.898.800

KELAS RUMAH SAKIT


A
B
(Rp)
(Rp)
9.908.000
7.914.200
9.997.250
7.985.450
10.026.950
8.009.200
10.175.600
8.127.700
10.264.750
8.199.150

C
(Rp)
6.298.800
6.355.500
6.374.400
6.468.900
6.525.550

D
(Rp)
5.272.750
5.320.200
5.336.000
5.415.100
5.462.550

Pasal 23
Tarif pelayanan PET SCAN ditetapkan sebesar Rp.8.000.000,00 (delapan juta rupiah).
Pasal 24
(1) Alat bantu kesehatan dibayarkan di luar paket INA-CBGs.
(2) Tarif Alat bantu kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sebagai berikut:

NO

ALAT
KESEHATAN

TARIF (Rp)

KETENTUAN

Kacamata

1. PBI/Hak rawat kelas

1. Diberikan paling cepat 2 (dua)

3:Rp150.000,00
2. Hak rawat kelas 2:

tahun sekali
2. Indikasi medis minimal:
Sferis 0,5D
Silindris 0,25D

Rp200.000,00
3. Hak rawat kelas 1:
2

Alat bantu dengar

Rp300.000,00
Maksimal Rp1.000.000,00

Protesa alat gerak

Maksimal Rp2.500.000,00

Protesa gigi

Maksimal Rp1.000.000,00

Diberikan paling cepat 5 (lima)


tahun sekali atas indikasi medis
1. Protesa alat gerak adalah:
a. Kaki palsu
b.Tangan palsu
2. Diberikan paling cepat 5 (lima)
tahun sekali atas indikasi medis
1. Diberikan paling cepat 2 (dua)
tahun sekali atas indikasi medis
untuk gigi yang sama
2. Full protesa gigi Maksimal
Rp1.000.000,00
3. Masing-masing rahang maksimal

Korset tulang

Maksimal Rp350.000,00

Rp500.000,00
Diberikan paling cepat 2 (dua)

belakang
Collar neck

Maksimal Rp150.000,00

tahun sekali atas indikasi medis


Diberikan paling cepat 2
(dua) tahun sekali atas

Kruk

Maksimal Rp350.000,00

indikasi medis
Diberikan paling cepat 5 (lima)
tahun sekali atas indikasi medis

BAB IV
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 25
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, FKTP yang telah memiliki pelayanan spesialistik
dengan fasilitas pemeriksaan penunjang yang melebihi kompetensinya, dapat digunakan untuk
mendukung pemberian pelayanan berdasarkan kesepakatan dengan BPJS Kesehatan.
BAB V
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 26
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 69 Tahun
2013 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Dan
Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan,
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.