Anda di halaman 1dari 15
SATUAN ACARA PENYULUHAN Disusun Oleh : Nama : Dyah Ayu Putri Armayanti NIM : 14070107 POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA TEGAL DIII KEBIDANAN 2015/2016 SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Hari / Tanggal : Jum’at/ 26 Agustus 2016 Waktu : 30 Menit Pokok Bahasan : Anemia Sub Pokok Bahasan : Anemia Pada Remaja Putri Sasaran : Murid SMP Bhakti Praja Kedungbanteng Penyuluh : Dyah Ayu Putri Armayanti Tempat : Laboratorium SMP Bhakti Praja Kedungbanteng TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIM) Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan sasaran dapat mengetahui tentang anemia pada remaja putri. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK) Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan sasaran/klien: 1. 2. 3. 4. Dapat menjelaskan pengertian anemia menurut bahasanya sendiri Dapat memahami faktor yang dapat menyebabkan anemia Dapat memahami tanda dan gejala anemia Dapat memahami dampak anemia bagi remaja 5. Dapat memahami faktor yang mempengaruhi kadar hb remaja putri 6. Dapat memahami pengaruh anemia terhadap kemampuan kognitif POKOK BAHASAN : Anemia Pada Remaja Putri SUB POKOK BAHASAN : 1. Memberikan pendidikan kesehatan tentang Anemia kepada siswa putri SMP Bhakti Praja mengenai Anemia pada remaja. 2. Memberikan penyuluhan mengenai : a. Pengertian Anemia b. Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Anemia c. Tanda Dan Gejala Anemia d. Dampak Anemia Bagi Remaja e. Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Hb Remaja Putri f. Pengaruh Anemia Terhadap Kemampuan Kognitif METODE 1. Ceramah 2. Tanya Jawab PROSES KEGIATAN PENYULUHAN No Kegiatan 1. Pendahuluan : 1. Respon Masyarakat 1. Membalas Memberi salam dan perkenalan diri 2. Menyampaikan kegiatan yang akan Waktu 5 Menit salam 2. Mendengarkan 3. Memberi respon dilakukan, tujuan serta lamanya kegiatan 3. Memberikan 2. apresiasi Pembahasan : 1. Mendengarkan dengan penuh 20 Menit Menyampaikan perhatian materi tentang anemia pada remaja 2. Memberikan kesempatan 3. kepada siswa untuk bertanya. Penutup : 1. Menyimpulkan materi yang disampaikan 2. Memberikan 1. Aktif bersama 5 Menit menyimpulkan 2. Menjawab salam salam penutup KRITERIA EVALUASI  Kriteria struktur :    Menyiapkan SAP, media dan tempat Peserta hadir di Laboratorium SMP Bhakti Praja Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di Laboratorium SMP Bhakti  Praja Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan.  Kriteria Proses :    Siswa memperhatikan saat materi penyuluhan. Siswa aktif bertanya Siswa mampu mengulangi materi yang diberikan oleh presentator  Kriteria Hasil : Siswa mampu menjawab pertanyaan tentang:   Pengertian Anemia Tanda & Gejala Anemia PENGORGANISASIAN 1. Pembimbing 2. Pembicara : Mutiatin Kholisoh S.ST : Dyah Ayu Putri Armayanti MATERI A. Pengertian Anemia Secara definisi, anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh sehingga kebutuhan besi untuk eritropoesis tidak cukup yang ditandai dengan gambaran sel darah merah yang hipokrom mikrositik, kadar besi serum dan saturasi (jenuh) transferin menurun, mampu ikat besi total (TIBC) meninggi dan cadangan besi dalam sumsum tulang dan tempat lain sangat kurang atau tidak ada sama sekali (Gultom, 2003). Anemia pula merupakan penurunan kuantitas atau kualitas sel-sel darah merah dalam sirkulasi, yang dapat disebabkan oleh gangguan pembentukan sel darah merah, peningkatan kehilangan sel darah merah melalui perdarahan kronik atau mendadak, atau lisis (destruksi) sel darah merah yang berlebihan (Elizabeth Corwin,2002). Anemia dapat didefinisikan sebagai nilai hemoglobin, hematokrit, atau jumlah eritrosit per milimeter kubik lebih rendah dari normal (Dallman dan Mentzer, 2006). Menurut Ahmad Syafiq, dkk (2008) Anemia didefinisikan sebagai keadaan di mana level Hb rendah karena kondisi patologis. Menurut Anie Kurniawan, dkk (1998) Anemia adalah suatu penyakit di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal. B. Faktor penyebab Anemia 1. Kehilangan darah yang bersifat kronis dan patologis, 2. Kebutuhan yang meningkat pada prematuritas, pada masa pertumbuhan [remaja], kehamilan, wanita menyusui, wanita menstruasi. Pertumbuhan yang sangat cepat disertai dengan penambahan volume darah yang banyak, tentu akan meningkatkan kebutuhan besi, 3. Diet yang buruk/ diet rendah besi Merupakan faktor yang banyak terjadi di negara yang sedang berkembang dimana faktor ekonomi yang kurang dan latar be lakang pendidikan yang rendah sehingga pengetahuan mereka sangat terbatas mengenai diet/ asupan yang banyak mengandung zat besi, 4. Mengkonsumsi makanan nabati yang kandungan zat besinya sedikit, dibandingkan dengan makanan hewani, sehingga kebutuhan tubuh akan zat besi tidak terpenuhi, 5. Remaja putri biasanya ingin tampil langsing, sehingga membatasi asupan makanan. 6. Setiap hari manusia kehilangan zat besi 0,6 mg yang diekskresi, khusunya melalui feses (tinja) Menurut Handayani dan Haribowo (2008), pada dasarnya gejala anemia timbul karena dua hal berikut ini: a. Anoksia organ target karena berkurangnya jumlah oksigen yang dapat dibawa oleh darah kejaringan. b. Mekanisme kompensasi tubuh terhadap Anemia C. Tanda Dan Gejala Anemia Mungkin tidak tampak, namun ada beberapa gejala umumnya antara lain : a. Warna kulit yang pucat b. Mudah lelah c. Peka terhadap cahaya, pusing, lemah d. Nafas pendek e. Lidah kotor, kuku sendok f. Selera makan turun, sakit kepala (biasanya bagian frontal). Defisiensi zat besi mengganggu proliferasi dan pertumbuhan sel.Yang utama adalah sel dari sum-sum tulang, setelah itu sel dari saluran makan. Akibatnya banyak tanda dan gejala anemia defisiensi besi terlokalisasi pada sistem organ ini: 1. Atropi papil lidah: permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang. 2. Stomatitis angularis (cheilosis); adanya keradangan pada sudut mulut 3. 4. sehingga tampak sebagai bercak berwarna pucat keputihan Atrofi mukosa gaster sehingga menimbulkan aklhloridia. Selaput pascakrikoid (Sindrom Plummer-Vinson); kesulitan dalam 5. menelan, pada defisiensi zat besi jangka panjang. Koilonikia (kuku berbentuk sendok); karena pertumbuhan lambat dari 6. lapisan kuku. Koilonychia; kuku sendok (spoon nail ), karena pertumbuhan lambat dari lapisan kuku, kuku menjadi rapuh, bergaris-garis vertical danmenjadi cekung sehingga mirip seperti sendok. Menoragia; gejala yang biasa pada perempuan dengan defisiensi besi. Disfagia: nyeri menelan karena kerusakan epitel hipofaring 7. 8. D. Dampak Anemia pada Remaja 1. Mengganggu pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak mencapai optimal. 2. Menurunkan kemampuan fisik dan kebugaran. 3. Mengakibatkan muka pucat E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kadar Hb Remaja Putri Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kadar Hb turun pada remaja yaitu : 1. Kehilangan darah yang disebabkan oleh perdarahan menstruasi 2. Kurangnya zat besi dalam makanan yang dikonsumsi 3. Penyakit yang kronis, misalnya TBC, Hepatitis, dsb. 4. Pola hidup remaja putri berubah dari yang semula serba teratur menjadi kurang teratur, misalnya sering terlambat makan atau kurang tidur 5. Ketidakseimbangan antara asupan gizi dan aktifitas yang dilakukan (Wijanarka, 2007). F. Pengaruh Anemia Terhadap Kemampuan Kognitif Kognitif dalam konteks ilmu psikologi didefinisikan secara luas mengenai kemampuan berpikir dan mengamati, suatu perilaku yang mengakibatkan seseorang memperoleh pengertian. Kemampuan berkonsentrasi terhadap suatu rangsang dari luar, memecahkan masalah, mengingat atau memanggil kembali dari memorinya suatu kejadian yang telah lalu, memahami lingkungan fisik dan sosial termasuk dirinya sendiri. Fungsi kognitif antara lain: 1. Taraf inteligensia: yaitu kemampuan untuk mencapai prestasi di sekolah dan berbagai bidang kehidupan antara lain pergaulan sosial, teknis, 2. perdagangan, pengaturan rumah tangga. Bakat khusus yaitu kemampuan yang menonjol di suatu bidang, misal 3. matematika, bahasa asing. Organisasi kognitif menunjukkan materi yang sudah dipelajari, 4. 5. disimpan dalam ingatan secara sistematis atau tidak. Kemampuan berbahasa. Daya fantasi, mempunyai kegunaan kreatif, antisipatif, rekreatif, dan 6. 7. sosial. Gaya belajar. Teknik atau cara belajar secara efisien dan efektif. Proses belajar mengajar di sekolah pada dasarnya berlangsung demi meningkatkan makna kehidupan manusia. Bukti penelitian menyokong bahwa besi memegang peranan penting dalam perkembangan sistem saraf pusat. Bila terjadi deplesi besi selama proses perkembangan susunan saraf terutama pada masa bayi akan mengakibatkan gangguan kognitif yaitu kontrol motorik, memori, dan perhatian, rendahnya prestasi sekolah, meningkatnya problem tingkah laku dan disiplin. SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Hari / Tanggal : Jum’at/ 26 Agustus 2016 Waktu : 30 Menit Pokok Bahasan : Asi Eksklusif Sub Pokok Bahasan : ASI Eksklusif Sasaran : Ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan Penyuluh : Dyah Ayu Putri Armayanti Tempat : Posyandu Kedungbanteng TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIM) Setelah mengikuti penyuluhan tentang Asi Eksklusif dan MP-ASI selama 30 menit di Posyandu Kedungbanteng diharapkan sasaran mampu memahami tentang ASI Eksklusif. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK) Setelah mengikuti penyuluhan tentang Asi Eksklusif selama 35 menit di Posyandu Kedungbanteng diharapkan sasaran mampu : a. Menyebutkan pengertian Asi Eksklusif b. Menyebutkan manfaat ASI Eksklusif c. Menyebutkan cara memperbanyak ASI d. Menyebutkan cara memberikan ASI pada ibu yang Bekerja e. Menyebutkan tanda bayi cukup ASI dan tanda bayi kurang ASI POKOK BAHASAN : Pemberian ASI Eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan SUB POKOK BAHASAN : 3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif kepada ibu-ibu mengenai Pemberian Asi Eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan 4. Memberikan penyuluhan mengenai : g. Pengertian Asi Eksklusif h. Manfaat ASI Eksklusif i. Cara memperbanyak ASI j. Cara memberikan ASI pada ibu yang bekerja k. Tanda bayi cukup ASI dan tanda bayi kurang ASI METODE 3. Ceramah 4. Tanya Jawab PROSES KEGIATAN PENYULUHAN No Kegiatan 1. Pendahuluan : 4. Respon Masyarakat 4. Membalas Memberi salam dan perkenalan diri 5. Menyampaikan kegiatan yang akan Waktu 5 Menit salam 5. Mendengarkan 6. Memberi respon dilakukan, tujuan serta lamanya kegiatan 6. Memberikan 2. apresiasi Pembahasan : 3. materi Mendengarkan dengan penuh 20 Menit Menyampaikan tentang perhatian ASI eksklusif 4. Memberikan kesempatan kepada ibu 3. untuk bertanya. Penutup : 3. materi 3. Menyimpulkan yang disampaikan 4. Memberikan Aktif bersama 5 Menit menyimpulkan 4. Menjawab salam salam penutup KRITERIA EVALUASI  Kriteria struktur :    Menyiapkan SAP, media dan tempat Peserta hadir di Posyandu Kedungbanteng Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di Posyandu Kedungbantenf  Kriteria Proses :    Ibu memperhatikan saat materi penyuluhan. Ibu aktif bertanya Ibu mampu mengulangi materi yang diberikan oleh presentator  Kriteria Hasil : Ibu mampu menjawab pertanyaan tentang:   Pengertian Asi Eksklusif Manfaat Asi Eklusif PENGORGANISASIAN 3. Pembimbing 4. Pembicara : Mutiatin Kholisoh S.ST : Dyah Ayu Putri Armayanti MATERI A. Pengertian ASI Eksklusif ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI selama 6 bulan tanpa tambahan makanan ( pisang, bubur susu, biscuit, bubur nasi, nasi tim, dll ) maupun cairan ( susu formula, air jeruk, madu, air teh, air putih dll ) kecuali vitamin, mineral dan obat. Berdasarkan waktu produksinya, ASI dibedakan menjadi 3 jenis yaitu : 1. Kolostrum Kolostrum adalah cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar mamae yang mengandung tissue debris dan redual material, yang terdapat dalam alveoli dan duktus dari kelenjar mammae sebelum dan sesudah melahirkan anak. Kolostrum diproduksi pada beberapa hari pertama setelah bayi dilahirkan. Kolostrum banyak mengandung protein dan antibody. Wujudnya sangat kental dan jumlahnya sangat sedikit. Kolostrum mampu melapisi usus bayi dan melindunginya dari bakteri, serta sanggup mencukupi nutrisi bayi pada hari pertama kelahirannya. Secara berangsur-angsur, produksi kolostrum berkurang saat air susu keluar pada hari ketiga sampai hari kelima. 2. Foremilk Air susu yang keluar pertama kali disebut susu awal ( foremilk ). Air susu ini hanya mengandung sekitar 1-2 % lemak dan terlihat encer, serta tersimpan dalam saluran penyimpanan. Air susu tersebut sangat banyak dan membantu menghilangkan rasa haus pada bayi. 3. Hindmilk Hindmilk keluar setelah foremilk habis, yakni saat menyusui hamper selesai. Hindmilk sangat kaya, kental, dan penuh lemak bervitamin. Air susu ini memberikan sebagian besar energy yang dibutuhkan oleh bayi. (Siti, Nur Khamzah. 2012. Segudang Keajaiban ASI yang Harus Anda Ketahui. Yogyakarta : FlashBooks. Hal : 48-51) B. Manfaat ASI Eksklusif 1. Manfaat ASI bagi ibu a. Ibu tidak akan mengalami menstruasi dalam beberapa bulan ( dapat digunakan sebagai KB alami ). b. Mempercepat proses pemulihan rahim. c. Mempercepat proses pembentukan tubuh ke ukuran semula. d. Murah, lebih mudah, lebih ramah lingkungan. e. Lebih praktis, Ibu dapat melakukannya dimana saja. f. Mengurangi resiko kanker payudara, kanker ovarium, infeksi saluran kencing, dan osteoporosis. g. Memberikan kesenangan dan kepuasan bagi ibu. h. Mencegah perdarahan setelah persalinan. i. Mengurangi anemia. 2. Manfaat ASI bagi Bayi a. Merangsang panca indra manusia. b. Memberikan kehangatan dan kenyamanan bayi. c. Menjaga terhadap penyakit, alergi, SIDS, infeksi lambung dan usus, dan sembelit. d. Membantu mengembangkan rahang dan otot wajah dengan benar. e. Mudah dicerna. f. Perkembangan otak dan meningkatkan IQ. g. ASI dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi. h. ASI untuk tumbuh kembang anak yang optimal. i. Menurunkan resiko kanker pada anak, penyakit kardiovaskuler, penyakit kuning, diabetes mellitus dan gigi berlubang. C. Cara Memperbanyak ASI 1. Tingkatkan frekuensi menyusui atau memompa/memeras ASI. Jika anak belum mau menyusu karena masih kenyang, perahlah atau pompalah ASI. Produksi ASI prinsipnya based on demand jika makin sering diminta/disusui/diperas maka makin banyak ASI yang diproduksi. 2. Kosongkan payudara setelah anak selesai menyusui. Makin sering dikosongkan, maka produksi ASI juga makin lancar. 3. Ibu harus dalam keadaan rileks, kondisi psikologis ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Bila ibu mengalami gangguan psikologis maka, pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormone oksitosin untuk bekerja lambat. Oleh karena itu, ciptakan suasana rileks. Disini sebetulnya peran besar sang ayah. 4. Hindari pemberian susu formula. Terkadang karena banyak orangtua merasa bahwa ASI nya masih sedikit dan takut anak tidak kenyang, banyak yang segera memberikan susu formula. Padahal pemberian susu formula itu justru akan menyebabkan ASI semakin tidak lancar. Bayi relative malas menyusu atau malah bingung putting terutama pemberian susu formula dengan dot. Semakin sering susu formula diberikan maka ASI yang diproduksi makin berkurang. 5. Hindari penggunaan dot, empeng dan sejenisnya. Jika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa berikan ke bayi dengan menggunakan sendok, bukan dot. Saat ibu memberikan dengan dot, maka bayi dapat mengalami bingung putting. Khususnya pada bayi yang baru dilahirkan atau dalam proses belajar menyusu. Kondisi dimana bayi hanya menyusu di ujung putting seperti ketika menyusu dot. Padahal cara menyusu yang benar adalah seluruh areola ibu masuk ke dalam mulut bayi. Akhirnya bayi menjadi malas menyusu langsung dari payudara ibu lantaran merasa sulit mengeluarkan ASI. 6. Ibu menyusui mengkonsumsi makanan bergizi. 7. Lakukan perawatan payudara, pemijatan payudara dan kompres air hangat dan air dingin bergantian. 8. Tanamkan niat yang kuat sejak hamil, bahwa setelah si bayi lahir akan disusui sendiri. Niat yang kuat sangat berpengaruh bagi kelancaran ASI. Sedini mungkin mengumpulkan informasi tentang ASI dan menyusui, baik melalui media elektronik, buku, tabloid, internet dan diskusi dengan ahli kebidanan atau mendatangi klinik-klinik laktasi. 9. Posisi ibu dan bayi pastikan dalam kondisi yang benar setiap kali menyusui. Kesalahan posisi bias membuat ASI tidak disusui secara sempurna,putting lecet, bayi hanya menghisap udara karena cairan ASI tidak keluar.[8] D. ASI pada Ibu Bekerja 1. Niat yang ikhlas dan tulus akan menumbuhkan motivasi untuk memberikan makan yang terbaik agi buah hati anda yaitu ASI 2. Percaya diri bahwa ASI akan cukup memenuhi kebutuhan bayi kita 3. Susuilah bayi sebelum berangkat. 4. Pada saat di rumah, usahakan sesering mungkin menyusui bayi anda. 5. Selama cuti dan hari libur usahakan langsung susui bayi jika dia tampak lapar. Jangan menambah stok ASI. 6. Pompa ASI pada malam hari bila bayi sudah tidur dan pada siang hari bila berada di kantor setiap 3-4 jam sekali, berapapun hasilnya. 7. Bila di rumah langsung simpan dalam botol ASI yang terbuat dari kaca karena bila di simpan dalam botol plastic lemaknya sering tertinggal di dalam botol tersebut. 8. Usahakan ASI yang disimpan di dalam lemari pendingin hanya diberikan pada saat ibu tidak di rumah. 9. Bawalah cool box atau termos es kalau di kantor tidak terdapat lemari pendingin/freezer. 10. Kualitas ASI masih baik di dalam suhu lemari pendingin dalam waktu 72 jam (3 hari). Bila tidak dikonsumsi selama kurun waktu 3 hari itu, ASI dapat bertahan sampai 6 bulan bila dibekukan dlaam suhu di bawah -20 derajat celcius. 11. Sedangkan dalam suhu ruangan dengan wadah tertutup ASI masih baik diberikan dengan tenggat waktu selama 6-8 jam. 12. ASI tidak boleh dimasak karena akan merusak kandungan nutrisinya. Terlebih lagi jangan dipanaskan di microwave karena selain nutrisinya akan rusak, ada bahaya pemnasan yang berlebihan. 13. Sebelum diberikan kepada bayi, ASI yang telah didinginkan, cukup dihangatkan dengan merendamnya dalam air hangat atau dibiarkan dalam suhu ruangan 25° C 14. Bila ASI yang telah dihangatkan masih bersisa, sisanya tidak boleh disimpan kembali kedalam lemari pendingin, sehingga sebaiknya hanya menghangatkan ASI sejumlah yang dapat dihabiskan oleh bayi dlam sekali minum. Teknik Memerah ASI yang benar a. Menggunakan jari : Caranya : tempatkan tangan di salah satu payudara, tepatnya di tepi areola. Posisi ibu jari terletak berlawanan dengan jari telunjuk. Tekan tangan ke arah dada, lalu dengan lembut tekan ibu jari dan telunjuk bersamaan. Pertahankan agar jari tetap di tepi areola, jangan sampai menggeser ke putting. Ulangi secara teratur untuk memulai aliran susu. Putar perlahan jari di sekeliling payudara agar seluruh saluran susu dapat tertekan. Ulangi untuk payudara lain dan jika diperlukan, pijat payudara diantara waktu-waktu pemerasan. Ulangi pada payudara pertama, kemudian lakukan lagi pada payudara kedua. Taruh cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bwah payudara yang diperah. Waktu yang dibutuhkanpun tak sampai setengah jam, sedangkan susu yang terkumpul bias mencapai 500 cc. E. Tanda Bayi Cukup ASI 1. Adanya pertambahan berat badan yang cukup signifikan. 2. Minimal ditemukan 6 buah popok yang basah-minimal satu kali sehari buang air besar di minggu 4-6 pertama, setelah minggu ke enam mungkin saja pupnya tidak selalu tiap hari. 3. Berat badan bayi meningkat satu ons sehari pada usia 3 bulan pertama, dan setengah ons sehari saat usia 3-6 bulan. Bayi baru lahir biasanya akan kehilangan 5-10 persen dari berat badan saat dilahirkan. Dan abayi sudah kembali sampai berat kelahirannya menjelang 10-14 hari sesudah kelahiran. Berat yang diperoleh adalah cara tebaik untuk meyakinkan bayi anda mendapat cukup susu. 4. Pada awal bulan kehidupannya bayi setidaknya mengeluarkan 3 kali pup setiap harinya. Dengan warna kekuning-kuningan. Stelah berusia satu bulan, frekuensi pupnya berkurang. Beberapa bayi bahkan hanya pup sekali dalam satu atau dua hari. 5. Bayi sering menyusu, setiap 2-3 jam, minimal 8-12 kali menyusu dalam sehari. 6. Ibu mendengar bayi menelan susu dan terkadang melihat susu di ujung mulutnya. 7. Bayi terlihat sehat dan aktif. 8. Bayi pipis 7-8 kali setiap hari. F. Tanda Bayi kurang ASI 1. Berat badan bayi stabil atau kurang dibanding sebulan sebelumnya. 2. Pertumbuhan motoriknya lebih lamban dibanding bayi yang sehat. 3. Bayi sering murung menangis, rewel, yang biasanya terjadi karena bayi kelaparan. Keterangan : Bayi kurang ASI tidak selalu karena produksi ASI ibu yang kurang melainkan seringkali karena posisi saat menyusui bayi salah.