Anda di halaman 1dari 8

INTRUMEN PENELITIAN

RISET KEPERAWATAN

Oleh:
YAHYA PRANANDA
I1032131029

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016

Terapi nutrisi b. Inhibitor Penurunan tekanan e. Akupresur e. Perry & Potter. Intrumen Penelitian Alat dan bahan Pada penelitian ini alat dan bahan yang digunakan adalah : a. Jenis klamin c. Peningkata n tekanan darah Pemberian terapi rendam kaki air hangat - Tekanan darah menururn Tekanan darah tetap Tekanan datah Variable penelitian a. Sembulingam. Stress g. Pengaruh Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pralansia Penderita Hipertensi Di Diwilayah Kerja Puskesmas Rasau Jaya Umum 2. hidroterapi converting enzyme sayur (inhibitor ACE) f. Terapi tawa blocker berlebihan f. Stetoskop dengan merek Riester c. Terapi herbal blocker b. Relaksasi progresif blocker c. Hipertensi Renal c. Calcium cahnnel kejaringan perifer konsumsi alkohol e. Meditasi Aliran darah c. Diet Farmakologis Non d. Depressor pusat Sudoyo. Vasodilatasi et al. Air hangat dengan suhu 40 C e. Berat badan Framakologis e. 2011.  Adrenoceptor merokok a. Lembar observasi d. Meningkatkan i. Hipertensi hipertenai primer : Hiperte kardiovaskuler a. Gaya hidup kehamilan f.1. Menurunkan berat b. Menururnkan d. diuretik asupan garam h. 2009. Akupuntur d. a. Variable Independen dalam penelitian ini adalah terapi rendam kaki air hangat b. Kerangka teori Hipertensi skunder Faktor penyebab a. Vasodilator d. Genetic nsi b. Aromaterapi f. Termos air hangat . Menururnkan g. Sedangkan Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah tekanan darah 4. Hipertensi Endokrin b. g. Sphygnomanometer raksa dengan merek GEA dan rentang pengukuran 0-300 mmHg b. Menghentikan Terapi komplementer a.  Adrenoceptor badan berlebihan c. Hipertensi selama e. Refleksiologi angiotensin darah konsumsi buah dan j. Menururnkan Sumber :(Udjianti. Hipertensi Neurogenik d. 2010) pembuluh darah 3. Kerangka kosnep Skema 3. 2013. Baskom plastic f.

.g. sehingga tidak dilakukan uji validitas. Stopwatch 5. – …. PROSEDUR TERAPI Trapi dilakukan antara pukul …. D. WIB Aktivitas  Peneliti mendatangi wilayah kerja Puskesmas Rasau Jaya Umum  Peneliti menemui responden kemudian menentukan responden berdasarkan kriteria iklusi  Peneliti meminta responden untuk menandatangani lembar persetujuan  Peneliti melakukan pengukuran tekanan darah (pretest)  Responden mengisi data demografi  Peneliti melakukan pengecekan suhu air yang akan digunakan untuk terapi rendam kaki air hangat  Peneliti melakukan pemebrian terapi rendam kaki air hangat dengan suhu 40 C selama 20 menit  Peneliti melakukan pengecekan suhu kembali setiap 10 menit  Peneliti melakukan pengukuran tekanan darah setelah dilakukan terapi rendam kaki air hangat (post test). Sphygmomanometer air raksa dan stetoskop merupakan alat ukur baku yang digunakan dalam pengukuran tekanan darah.2015). waktu …. . (Nasution.. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sphygmomanometer air raksa. Uji kelayakan alat Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat keabsahan (validitas) suatu alat ukur..Y. dan lembar observasi.….. tahun : Laki-Laki Perempuan Pendidikan : SD Tidak sekolah Perguruan tinggi SMP Pekerjaan : PNS lain Tidak bekrja Swasta Tidak Bekerja SMA . stetoskop. Menurutt penelitian sebelumnya yang menggunakan alat ukur tekanan darah. Thermometer air h.WIB tindakan terapi rendam kaki air hangat ini dilakukan 1 kali untuk setiap responden. Format pengisian Data Demografi Data demografi Nama (inisial) Usia Jenis klamin : :…….

Tekanan darah Pritest Tekanan darah posttest : : Riwayat Diabetes Riwayat Penyakit Jantung Riwayat Hipertensi : : : mmHg mmHg .

Tahap orientasi a. Tekanan darah adalah tekanan dari darah pada sistem vaskuler tubuh. klien jauhkanair hangat tersebut dari klien k. Dekatkan baskop yang berisi air hangat g. trauma dan tertutup gip atau balutan. Berkenalan nama dan tanggung jawab perawat c. Hindari penempatan menset pada lengan yang terpasang infus. Setelah 20 menit. Peneliti melakukan pemebrian terapi rendam kaki air hangat dengan suhu 40 C selama 20 menit h. Peneliti melakukan pengecekan suhu air yang akan digunakan untuk terapi rendam kaki air hangat e. lengan yang mengalami fistula. Berikan salam. jantng. j. Mengetahui nilai tekanan darah 1. Alat dan bahan . Hipertensi dapat dapat mengakibatkan kerusakan berbagai organ target seperti otak. Pergelangan kaki bagian atas . pembulu darah perifir dan retina. Klien disuruh duduk ditas kursi dengan rileks c. Reinforcement posistif STANDAR PROSEDUR PENGUKURAN TEKANAN DARAH Pengertian Tujuan Indikasi Kontra Indikasi Merupakan tat cara pengukuran tekanan darah. 2. Menilai pola hidup serta identifikasi faktor-faktor resiko kardiovaskuler lainnya. Peneliti menegcek kehangat air selama 10 menit / sekali i. Prosedur . Jika air terlalu panas tambahakan sedikit air dingin hingga air tersebut sampai 40 C begitu juga sebaliknya. Jelaska tujuan prosedur dan lamanya tindakan pada klien atau keluarga - Tahap kerja a. Evaluasi respon klien b.Air hangat dengan suhu 40 C . ginjal. 1. panggil klien dengan namanya (kesukaannya) b. Jika hasil pengukuran darah berada diatas normal. Kehangatan air yaitu mencapai suhu 40 C f. maka klien tersebut mempunyai tekanan darah yang tinggi atau hipertensi. Jelakan prosedur pada klien b.STANDAR PROSEDUR PELAKSANAAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT 1.Baskom plastic . Kembalikan posisi klien senyaman mungkin - Tahap Terminasi a. aorta.Termos air hangat .Thermometer air 2. Masukan air hangat kedalam baskop yang telah disediakan d.

Berkenalan nama dan tanggung jawab perawat 3. Letakan diafragma stetoskop diatas nadi brachialis dan kempeskan balon udara manset secara perlahan dan berkesinambungan dengan memutar skrup pada pompa udara berlawanan arah jarum jam. Cuci tangan setelah prosedur tindakan CARA AUSKULTASI 1. Pasang menset pada lengan kanan/kiri atas sek8tar 3cm di atas fossa (jangan terlalu ketat maupun terlalu longgar). Letakan lengan yang hendak diukur pada posisi telentang 5. 5. Pompa karet 4. Atur posis klien 4. Pompa terus sampai manometer setinggi 20 mmHg lebih tinggi dari titik radialis tidak teraba. 11. Jelaska prosedur pada klien 2. 2. 8. Ventil putar 6. Cuci tangan 3. Kempeskan balon udara manset secara perlahan dan berkesinambungan dengan memutar skrup pada pompa udara . Jelakan prosedur pada klien 2. Tentukan denyut nadi arteri radialis dektra/sinistra 8. 10. Buku kecil Tahap orientasi 1. Pulpen 7. 9. Pasang manset pada lengan kanan/kiri atas sekitar 3 cm diatas fossa cubiti (jangan terlalu ketat maupun longgar) 7. Jelaska tujuan prosedur dan lamanya tindakan pada klien atau keluarga Tahap Kerja CARA PALPASI 1. Lengan baju dibuka 6. Pompa terus sampai manometer setinggi 20 mmHg lebih tinggi dari titik radialis tidak teraba. Letakan diafragma stetoskop diatas nadi brachialis dan dengarkan 10. 3. panggil klien dengan namanya (kesukaannya) 2. Tidak boleh melkaukan pengukuran tekanan darah lebih dari 3 kali sehari 1. 12. Cucu tangan 3. Atur posisi klien 4. Pompa balon udara manset sampai denyut nadi arteri radialis tidak teraba 9. Berikan salam. 7.300mmHg. Letakan lengan yang hendak diukur pada posisi telentang. Trntukan denyut nadi arteri radialis dekstra/sinistra. Manset (cuff) dari karet yang dibungkus kain. Manometer air raksa berskala 0 mm. Catat hasil.Alat dan Bahan Prosedur 3. Pipa karet atau selang 5. Lengan baju dibuka 6.

Mengakhiri kegiatan dengan baik Dokumentas i 1. Reinforcement posistif 3. 1. Lakukan kontark untuk kegiatan selanjutnya 4. Catat hasil pada catatn pasien 2. tanggal dan jam pelaksanaan Catat hasil tindakan (respon subjektif dan objektif) didalm catatan Bersihkan dan kembalikan peralatan yang digunakan pada tempatnya Buka APD dan cuci tangan. Catat tindakan yang telah dilakukan .Suara korotkoff IV/V : menunjukan besarnya tekanan diastolic secara auskultasi. . 3. 4.Suara Korotkoff I : menunjukan besarnya tekanan sistolik secara auskultasi .berlawanan arah jarum jam. Catat tinggi air raksa manometer . Catat tinggi air raksa manometer saat pertama kali terdengar kembali denyut 12. Catat tangan setelah prosedur dilakukan Tahap Terminasi 1. 2. Sumber : prosedur Pengukuran Tekanan Darah Panduan Hari Kesehatan Sedunia 7 April 2013. Evaluasi respon klien 2. 11. Diakses pada tanggal 12 November 2016.

.Y. …. …. …. …. . 2 3 4 5 Sumber : Nasution... (2015). ….. 2 3 4 5 LEMBAR OBSERVASI PENGUKURAN TEKANAN DARAH (KELOMPOK KONTROL) Responden Tekanan Darah Pre (mmHg) Tekanan Darah Post (mmHg) Sistolik Diastolik Sistolik Diastolik 1 …. D. ….LEMBAR OBSERVASI PENGUKURAN TEKANAN DARAH (KELOMPOK INTERVENSI) Responden Tekanan Darah Pre (mmHg) Tekanan Darah Post (mmHg) Sistolik Diastolik Sistolik Diastolik 1 ….