Anda di halaman 1dari 35

1

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam pelaksanaan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan
kerangka dasar Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK), dan
Kompetensi Dasar (KD).
KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masingmasing satuan pendidikan. Pengembangannya harus berdasarkan satuan pendidikan, potensi
daerah, atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik.
Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang
Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam
penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik
berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya
wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu Pasal 3
tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan Pasal 35 mengenai standar nasional
pendidikan.
Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan
kondisi daerah harus segera dilaksanakan. Bentuk nyata desentralisasi pengelolaan
pendidikan adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk mengambil
keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan
kurikulum, baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di satuan pendidikan.
Satuan

pendidikan

merupakan

pusat

pengembangan

budaya.

KTSP

ini

mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan


kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya:
religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin
tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta
damai, gemar membaca, peduli sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilainilai melingkupi dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya
sekolah.

2
2. Landasan Penyusunan KTSP
a. Landasan Filosofis
Sekolah sebagai pusat pengembangan budaya tidak terlepas dari nilai-nilai budaya yang
dianut oleh suatu bangsa. Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai budaya yang bersumber
dari Pancasila, sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara, yang mencakup religius,
kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai ini dijadikan dasar filosofis
dalam pengembangan kurikulum sekolah.
Sekolah sebagai bagian dari masyarakat tidak terlepas dari lokus, kewaktuan, kondisi sosial
dan budaya. Kekuatan dan kelemahan dari hal-hal ini akan menjadi pertimbangan dalam
penentuan Struktur Kurikulum sekolah ini.

b. Landasan Yuridis
Secara yuridis KTSP ini dikembangkan berdasarkan:
1) Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (5), Pemerintah memajukan ilmu
pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan
bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia dan Pasal 32
ayat (1), Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban
dunia

dengan

menjamin

kebebasan

masyarakat

dalam

memelihara

dalam

mengembangkan nilai-nilai budayanya.


2) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II
Pasal 3, Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik seutuhnya
agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab. Pasal 36 ayat (2), Kurikulum pada semua
jenjang dan jenis pendidikan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan
pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Pasal 38 ayat (2), Kurikulum
pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap
kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi
dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk
pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.
3) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional
4) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 6 Tahun 2007 tentang Perubahan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan nomor 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan
Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan,

3
5) Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang standar Isi.
Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai
kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI
adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis
dan jenjang pendidikan dasar dan menengah.
6)

Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang SKL

SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan


dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 23 Tahun
2006.
7) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 tahun 2006
tentang Pelaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 23
tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah.
8) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 41 tahun 2007
tentang Standar Proses.
9) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 20 tahun 2007
tentang Standar Penilaian.
10) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 19 tahun 2007
tentang Standar Pengelolaan.
11) Bimtek KTSP Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2009.
12) SK Kepala Madrasah Nomor : MA.II/WK-K/PP.28/

/ 2016 Tentang Tim

Penyusunan Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Anwar Way Kamal.


Kurikulum perlu segera disusun dengan harapan sekolah tingkat satuan pendidikan
MI Mathlaul Anwar Way Kamal memiliki acuan / pedoman kurikulum sebagai acuan
pelaksanaan kegiatan di sekolah. Hal ini mengingat adanya perubahan bebas belajar,
Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, serta standar kelulusan yang sudah
diberlakukan dan dapat dilakukan sejak tahun pelajaran 2006 / 2007 pada semua
pendidikan dasar dan satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan dapat membuat
Kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi sekolah serta tetap berpedoman pada
BSNP.
3. Tujuan Penyusunan KTSP
Tujuan penyusunan Kurikulum MI Mathlaul Anwar Way Kamal ini adalah untuk
memberikan acuan kepada penyelenggara sekolah dalam melaksanakan program sekolah,
baik akademik, maupun non-akademis. Selain itu, dengan adanya kurikulum ini seluruh
pemangku kepentingan sekolah dapat mengetahui program kurikulum yang dilaksanakan
sekolah.
4. Pengertian

4
a. Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
b. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masingmasing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan
pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender
pendidikan, dan silabus.
c. Silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata
pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar,
materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi
waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar
kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Contoh silabus
terdapat pada lampiran
d. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan
pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar,
metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Contoh rencana
pelaksanaan pembelajaran terdapat pada Lampiran
5. Prinsip Pengembangan KTSP
Pengembangan KTSP ini berpedoman pada prinsip-prinsip berikut ini.
a. Berpusat pada potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan
lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi
sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik
disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik, dan
tuntutan lingkungan, serta budaya dan karakter bangsa. Memiliki posisi sentral berarti
kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

b. Beragam dan terpadu

5
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta
didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak
diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial
ekonomi, dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib
kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam
keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi,
dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi
kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan
memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan
(stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan,
termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh
karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan
sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
e. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian
keilmuan

dan

mata

pelajaran

yang

direncanakan

dan

disajikan

secara

berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.


f. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan
peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan
antara

unsur-unsur

pendidikan

formal,

nonformal,

dan

informal

dengan

memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah
pengembangan manusia seutuhnya.
g. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah
Kurikulum

dikembangkan

dengan

memperhatikan

kepentingan

nasional dan

kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan


bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan
memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

6. Acuan Operasional Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

6
Sesuai dengan acuan penyusunan kurikulum yang dikeluarkan oleh BSNP, maka KTSP ini
dikembangakan dan disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.

Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia

2.

Peningkatan potensi, kecerdasan, minat, sesuai dengan tingkat perkembangan dan


kemampuan peserta didik

3.

Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan

4.

Tuntutan pembangunan dan daerah dan lingkungan

5.

Tuntutan dunia kerja

6.

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

7.

Agama

8.

Dinamika perkembangan global

9.

Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat


11. Kesetaraan jender
12. Karakteristik satuan pendidikan.
7. Sistematika Kerangka Isi
Kurikulum MI Mathlaul Anwar Way Kamal Kab. Tanggamus ini terdiri atas 6 bagian :
Bagian I

: Pendahuluan memuat Latar belakang, Landasan, Tujuan Penyusunan


Kurikulum dan Sistematika Kerangka Isi;

Bagian II

: Tujuan Pendidikan, Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah;

Bagian III

: Struktur dan Muatan Kurikulum, pengembangan diri, pendidikan berbasis


global, Uraian beban belajar, ketuntasan belajar, standar kenaikan kelas dan
kelulusan, serta regulasi;

Bagian IV

: Kalender pendidikan; dan

Bagian V

: Penutup.

BAB II
TUJUAN PENDIDIKAN, VISI, MISI, DAN TUJUAN MADRASAH
1.

Tujuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak
mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

2. Visi
MENINGKATKAN PESERTA DIDIK YANG BERPRESTASI, BERIPTEK DAN
BERIMTAQ SERTA BERAKHLAKUL KARIMAH.
Indikator visi:
1) Terciptanya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan.
2) Terwujudnya peserta didik dan lulusan yang disiplin, cerdas, terampil, jujur, bertanggung
jawab, sehat jasmani dan rohani, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3) Terwujudnya pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi, berkualifikasi
standar, mampu bekerja keras, disiplin, bertanggung jawab, menghargai prestasi, jujur dan
cinta tanah air
4) Terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan standar yang mendukung proses pembelajaran
yang inovatif
5) Terwujudnya manajemen sekolah yang jujur, efektif dan efisien.
6) Terwujudnya jalinan kerja sama yang harmonis /bersahabat dengan masyarakat dan lembaga
yang terkait dalam rangka pengembangan dan peningkatan mutu sekolah.
3. Misi
1. Meningkatkan profesional guru dan karyawan.
2. Meningkatkan prestasi siswa.
3. Meningkatkan disiplin siswa
4. Menciptakan situasi yang kondusif
5. Membudayakan 7 K di lingkungan sekolah
6. Memprogramkan kegiatan ekstrakurikuler
7. Menjadikan wali murid sebagai mitra kerja dalam penyelenggaraaan sekolah.
8. Mengoptimalkan pemanfaatan data alat evaluasi Kepala Madrasah.

8
4. Tujuan Madrasah
Mengacu pada visi dan misi sekolah, serta tujuan umum pendidikan dasar, maka tujuan MI
Mathlaul Anwar Way Kamal dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut
ini.
1) Mewujudkan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, menyenangkan komunikatif, dan
demokratis.
a. Menciptakan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan
(PAIKEM)
Melaksanakan proses pembelajaran berorientasi PAIKEM
b. Mengkondisikan pengembangan proses pembelajaran di sekolah secara berkelanjutan.
Melaksanakan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan
Melaksanakan pengembangan strategi pembelajaran
2) Mewujudkan peserta didik dan lulusan yang berakhlak mulia, disiplin, cerdas, terampil,
jujur, dan bertanggung jawab.
a. Melaksanakan pengembangan kegiatan pembelajaran bidang akademik dan non
akademik
merealisasaikan kegiatan akademik sesuai dengan SNP
merealisasikan kegiatan non akademik
b. Memberikan keteladanan berperilaku santun .
melaksanakan pembiasaan berperilaku santun dalam bekerja, berinteraksi dengan
rekan sejawat, peserta didik, dan masyarakat sekitar
c. Melaksanakan kegiatan olahraga untuk menghasilkan peserta didik yang sehat jasmani
rohani dan tangguh serta kompetitif
Merealisasikan kegiatan olah raga
3) Mewujudkan prasarana dan sarana pendidikan yang sesuai standar
a. Melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran
Menambah sarana pembelajaran
Merehab dan membenahi prasarana pembelajaran
b.

c.
d.

Mengembangkan media pembelajaran berbasis local materials


Melaksanakan pengembangan /pembuatan media pembelajaran berbasis local
material
Memelihara prasarana pendidikan
Merealisasikan upaya-upaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah
Menciptakan lingkungan K7 (keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan,
kerindangan, kedisiplinan, kesehatan, dan kekeluargaan)
Merealisasikan upaya keamanan sekolah
Merealisasikan ketertiban di lingkungan sekolah
Merealisasikan kebersihan sekolah
Menjaga keindahan sekolah
Menegakkan kedisiplinan bagi setiap warga sekolah
Merealisasikan UKS
Memelihara kekeluargaan

4) Mengembangkan sikap dan perilaku religius di lingkungan dalam dan luar sekolah.
a. Melaksanakan kegiatan ibadah untuk mewujudkan sikap dan perilaku religious di
lingkungan sekolah
Melakukan sholat dzuhur berjamaah
Membaca Al Quran sebelum KBM di mulai
Melakukan sholat dhuha berjamaah
5) Mengembangkan budaya gemar membaca, rasa ingin tahu, bertoleransi, saling
menghargai, kerja keras, dan mandiri
a. Menumbuhkan semangat gemar membaca pada peserta didik.
Melengkapi koleksi buku yang ada di perpustakaan untuk menarik minat peserta
didik untuk membaca.
6) Menanamkan kepedulian sosial dan lingkungan, cinta damai, cinta tanah air, dan
semangat kebangsaan.
a. Melaksanakan kegiatan sosial di lingkungan sekolah
Merealisasikan kegiatan jumat bersih di lingkungan sekolah
7) Mewujudkan manajemen sekolah yang efektif dan efisien
a. Menerapkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh
Merealisasikan manajemen berbasis sekolah
b. Melaksanakan pengembangan administrasi sekolah
Merealisasikan pengembangan administrasi sekolah
8) Meningkatkan kerjasama dengan stakeholder
a. Mengembangkan kerjasama yang harmonis dengan komite sekolah, wali murid dan
lembaga terkait
Melaksanakan kegiatan penyusunan kurikulum sekolah bersama sama antara guru,
komite sekolah,dan tokoh pendidikan dari lembaga terkait
b. Musyawarah dengan komite sekolah tentang :
Penggunaan dana BOS
Perbaikan sarana dan prasarana sekolah
Pembelian buku penunjang koleksi perpustakaan

10

BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

1. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh
peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran. Susunan mata pelajaran
tersebut terbagi dalam lima kelompok sebagaimana yang tertuang dalam Standar Isi meliputi
lima kelompok mata pelajaran yaitu:
1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
2. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian
3. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan teknologi
4. Kelompok mata pelajaran estetika
5. Kelompok mata pelajaran jasmani olahraga dan kesehatan.
Kelompok mata pelajaran tersebut memiliki cakupan dan kegiatan masing-masing seperti
diungkapkan di dalam PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) Pasal 7
sebagai berikut ini.
Kelompok
Mata Pelajaran
Agama dan
Akhlak Mulia

Kewarganegaraan
dan Kepribadian

Ilmu
Pengetahuan dan
Teknologi

Cakupan

Melalui

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak


mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta
didik menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta
berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup
etika, budi pekerti, atau moral sebagai
perwujudan dari pendidikan agama.

Kegiatan
keagamaan,
pembelajaran
kewarganegaraan
dan
pembinaan kepribadian/akhlak
mulia, pembelajaran ilmu
pengetahuan dan teknologi,
estetika, jasmani, olahraga dan
kesehatan, dan pengembangan
diri/ekstrakurikuler

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan


dan
kepribadian
dimaksudkan
untuk
peningkatan kesadaran dan wawasan peserta
didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya
sebagai manusia.
Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan
kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara,
penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia,
kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan
hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung
jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan
membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti
korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan
dan teknologi pada MIN Kotaagung
dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi
dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta
membudayakan berpikir ilmiah secara kritis,
kreatif dan mandiri.

Kegiatan
keagamaan,
pembinaan kepribadian/akhlak
mulia,
pembelajaran
kewarganegaraan, bahasa, seni
dan budaya, dan pendidikan
jasmani, dan pengembangan
diri/ekstrakurikuler

Kegiatan pembelajaran bahasa,


matematika, ilmu pengetahuan
alam, ilmu pengetahuan sosial,
keterampilan/kejuruan,
dan/atau teknologi informasi
dan komunikasi, serta muatan
lokal yang relevan.

11
Kelompok
Mata Pelajaran
Estetika

Jasmani, Olah
Raga, dan
Kesehatan.

Cakupan
Kelompok
mata
pelajaran
estetika
dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas,
kemampuan mengekspresikan dan kemampuan
mengapresiasi keindahan dan harmoni.
Kemampuan
mengapresiasi
dan
mengekspresikan keindahan serta harmoni
mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam
kehidupan individual sehingga mampu
menikmati dan mensyukuri hidup, maupun
dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga
mampu menciptakan kebersamaan yang
harmonis.
Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga
dan kesehatan pada SMP/MTs/SMPLB
dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik
serta membudayakan sportivitas dan kesadaran
hidup sehat.
Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap,
dan perilaku hidup sehat yang bersifat
individual ataupun yang bersifat kolektif
kemasyarakatan seperti keterbebasan dari
perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba,
HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan
penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

Melalui
Kegiatan bahasa, seni dan
budaya, keterampilan, dan
muatan lokal yang relevan, dan
pengembangan
diri/ekstrakurikuler

Kegiatan pendidikan jasmani,


olahraga,pendidikan
kesehatan, ilmu pengetahuan
alam, dan muatan lokal yang
relevan, dan pengembangan
diri/ekstrakurikuler

Struktur kurikulum MI Mathlaul Anwar Way Kamal meliputi substansi pembelajaran yang
ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai kelas I sampai dengan kelas
VI.
Struktur kurikulum MI Mathlaul Anwar Way Kamal disusun berdasarkan standar kompetensi
lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Kurikulum MI Mathlaul Anwar Way Kamal memuat 14 mata pelajaran, muatan lokal dan
pengembangan diri.
2. Pembelajaran pada kelas I, II, dan III dilaksanakan melalui pendekatan tematik Kurikulum
2006, sedangkan Kelas IV, V dan VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.
3. Alokasi waktu satu jam pelajaran adalah 35 menit.
Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 32 38 minggu.
Struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan MI Mathlaul Anwar Way Kamal sebagai
berikut :

12
STRUKTUR KURIKULUM MI MATHLAUL ANWAR WAY KAMAL KEC.KOTAAGUNG
KAB. TANGGAMUS
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Komponen
A. Mata Pelajaran

Kelas dan Alokasi Waktu


I

II

III

IV

VI

a. Al Quran Hadits

b. Akidah Akhlak

2
2

2
2

2
2

c. Fikih

1. Pendidikan Agama

d. Sejarah Kebudayaan Islam


2.

Pendidikan Kewarganegaraan

3.

Bahasa Indonesia

5.

Bahasa Arab

5
2

5
2

5
2

6.

Matematika

7.

Ilmu Pengetahuan Alam

8.

Ilmu Pengetahuan Sosial

9.

Seni Budaya dan Keterampilan

3
4

3
4

3
4

10. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Jumlah Jam Mapel

30

30

32

39

39

39

Jumlah Jam Muatan Lokal

Jumlah jam perminggu wajib

32

32

34

41

41

41

B. Muatan Lokal
1.

Bahasa Lampung

2.

Bahasa Inggris

C. Pengembangan Diri
A. Pengembangan Diri
Komponen
Pengembangan Diri
1. BBTA
2. Pembelajaran Komputer
3. Bimbingan Baca Tulis Al Quran
4. Volly
5. Sepak bola

Alokasi Waktu

2 Jam
2 Jam
2 Jam

B. Kegiatan Ekstrakurikuler
Komponen

Alokasi Waktu

Kegiatan ekstrakurikuler wajib


1. Drumband
2. Pramuka
3. Seni Tari
4. TPA

2. Muatan Kurikulum

2 Jam

13
Muatan Kurikulum MI Mathlaul Anwar Way Kamal Kab. Tanggamus meliputi beberapa mata
pelajaran yang keluasan dan kedalamannya sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar yang ditetapkan oleh BSNP, dan muatan lokal yang dikembangkan oleh sekolah serta
kegiatan pengembangan diri.
a. Mata Pelajaran Wajib
Mata pelajaran wajib yang diselenggarakan di MI Mathlaul Anwar Way Kamal Kab.
Tanggamus terdiri atas mata pelajaran sebagai berikut ini.
1) Pendidikan Agama
Pendidikan agama yang diselenggarakan di MI Mathlaul Anwar Way Kamal Kab.
Tanggamus hanya terdiri dari agama Islam karena MI Mathlaul Anwar Way Kamal Kab.
Tanggamus adalah Sekolah berbasis Islam.
Tujuan:
a. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan
pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta
didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus
berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
b. Mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu
manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis,
berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan
sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Al-Quran Hadits
2. Aqidah Akhlak
3. Sejarah Kebudayaan Islam
4. Fiqih
5. Bahasa Arab
Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian
antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama
manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan
alam sekitarnya.
2) Pendidikan Kewarganegaraan
Tujuan :
a. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
b. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam
kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi
c. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan
karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsabangsa lainnya
d. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau
tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Ruang lingkup :

14
a) Persatuan dan kesatuan bangsa, meliputi: hidup rukun dalam perbedaan, cinta
lingkungan, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia, partisipasi dalam pembelaan negara, sikap
positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, keterbukaan dan jaminan
keadilan.
b) Norma, hukum, dan peraturan yang meliputi: tertib dalam kehidupan keluarga, tata
tertib di sekolah, norma yang berlaku di masyarakat, peraturan-peraturan daerah,
norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sistem hukum dan
peradilan nasional, hukum dan peradilan internasional.
c) Hak asasi manusia, meliputi: hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban anggota
masyarakat, instrumen nasional dan internasional HAM, pemajuan, penghormatan
dan perlindungan HAM.
d) Kebutuhan warga negara, meliputi: hidup gotong royong, harga diri sebagai warga
masyarakat,

kebebasan

berorganisasi,

kemerdekaan

mengeluarkan

pendapat,

menghargai keputusan bersama, prestasi diri, persamaan kedudukan warganegara.


e) Konstitusi negara, meliputi: proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama,
konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, hubungan dasar negara
dengan konstitusi.
f) Kekuasan dan politik, meliputi: pemerintahan desa dan kecamatan, pemerintahan
daerah dan otonomi, pemerintah pusat, demokrasi dan sistem politik, budaya politik,
budaya demokrasi menuju masyarakat madani, sistem pemerintahan, pers dalam
masyarakat demokrasi.
g) Pancasila, meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara,
proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, pengamalan nilai-nilai Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka.
h) Globalisasi, meliputi: globalisasi di lingkungannya, politik luar negeri Indonesia di
era globalisasi, dampak globalisasi, hubungan internasional dan organisasi
internasional, serta mengevaluasi globalisasi.
3) Bahasa Indonesia
Tujuan:
a) Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku,baik
secara lisan maupun tulis
b) Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan
dan bahasa negara
c) Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk
berbagai tujuan
d) Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta
kematangan emosional dan sosial

e) Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan,


memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan

15
berbahasa
f) Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan
intelektual manusia Indonesia.
Ruang lingkup:
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan
berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Mendengarkan
2. Berbicara
3. Membaca
4. Menulis.
Pada akhir pendidikan di SD/MI, peserta didik telah membaca sekurang-kurangnya
sembilan buku sastra dan nonsastra
4) Matematika
Tujuan:
a) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan
mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat,
dalam pemecahan masalah
b) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika
dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan
pernyataan matematika
c) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang
model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
d) Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk
memperjelas keadaan atau masalah
e) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki
rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet
dan percaya diri dalam pemecahan masalah.
Ruang lingkup:
a)

Bilangan

b)

Geometri dan Pengukuran

c)

Pengolahan data

5) Ilmu Pengetahuan Alam


Tujuan:
1.

Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa


berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya

2.
yang
3.

Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA


bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran


tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan,
teknologi dan
masyarakat

4.
sekitar,

Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam


memecahkan masalah dan membuat keputusan

16
5.

Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara,


menjaga dan melestarikan lingkungan alam

6.

Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala


keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan

7.

Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA


sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.

Ruang lingkup:
1. Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan
interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan
2. Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas
3. Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan
pesawat sederhana
4. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda
langit lainnya.
6) Ilmu Pengetahuan Sosial
Tujuan:
1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
lingkungannya

masyarakat dan

2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri,
memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial
3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang
majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.

Ruang lingkup:
a)

Manusia, Tempat, dan Lingkungan

b)

Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan

c)

Sistem Sosial dan Budaya

d)

Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan

7) Seni Budaya
Tujuan:
1. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan
2. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan
3. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan keterampilan
4. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam tingkat lokal,
regional, maupun global.

Ruang lingkup:
1. Manusia, Tempat, dan Lingkungan

17
2. Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan
3. Sistem Sosial dan Budaya
4. Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan.
8) Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Tujuan:
1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan
pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas
jasmani dan olahraga yang terpilih
2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang
terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya
diri dan demokratis
6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain
dan lingkungan
7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai
informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan
kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.
Ruang lingkup;
1. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak,
keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders,
kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis,
dan beladiri, serta aktivitas lainnya
2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran
jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat,
ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta
aktivitas lainnya
5. Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air,
dan renang serta aktivitas lainnya
6. Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan,
berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung
7. Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari- hari,
khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan
yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat
cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K
dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara implisit masuk ke
dalam semua aspek.

9) Teknologi Informasi dan Komunikasi


Tujuan:

18
Memberikan keterampilan dalam bidang teknologi informatika dan komunikasi yang
sesuai dengan bakat dan minat peserta didik.
Ruang lingkup:
a) Perangkat keras dan lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan,
memanipulasi, dan menyajikan informasi;
b) Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu perangkat ke
perangkat lainnya.
b. Muatan Lokal
Muatan Lokal yang dipilih ditetapkan berdasarkan ciri khas, potensi dan keunggulan daerah,
serta ketersediaan lahan, sarana prasarana, dan tenaga pendidik. Sasaran pembelajaran
muatan lokal adalah pengembangan jiwa kewirausahaan dan penanaman nilai-nilai budaya
sesuai dengan lingkungan. Nilai-nilai kewirausahaan yang dikembangkan antara lain inovasi,
kreatif, berpikir kritis, eksplorasi, komunikasi, kemandirian, dan memiliki etos kerja. Nilainilai budaya yang dimaksud antara lain kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepekaan
terhadap lingkungan, dan kerja sama.
Penanaman nilai-nilai kewirausahaan dan budaya tersebut diintegrasikan di dalam proses
pembelajaran yang dikondisikan supaya nilai-nilai tersebut dapat menjadi sikap dan perilaku
dalam kehidupan sehari-hari.
Muatan

Lokal

merupakan

mata

pelajaran,

sehinggga

satuan

pendidikan

harus

mengembangkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap muatan
lokal yang diselenggarakan.
Muatan Lokal yang diselenggarakan di MI Mathlaul Anwar Way Kamal adalah sebagai
berikut.
No.
1.
2.

Jenis Muatan Lokal


Bahasa Daerah
Lampung
Bahasa Inggris

II

Alokasi Waktu
IV
III
2

VI

c. Pengembangan Diri
Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan
kebutuhan, bakat, dan minat. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan dalam bentuk
bimbingan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.
Pengembangan diri terdiri atas 2 (dua) bentuk kegiatan, yaitu terprogram dan tidak
terprogram.

1. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan


khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara

19
individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan kegiatan sebagai berikut
ini.
Kegiatan

Pelaksanaan

Layanan dan kegiatan


pendukung konseling
Ekstrakurikuler

Individual
Kelompok: tatap muka guru BP masuk ke kelas
Kepramukaan
UKS
Olah raga
Kerohanian
Seni budaya/sanggar seni

2. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai


berikut.
Kegiatan
Rutin, yaitu kegiatan yang
dilakukan terjadwal

Spontan, adalah kegiatan tidak


terjadwal dalam kejadian khusus

Keteladanan, adalah kegiatan


dalam bentuk perilaku sehari-hari

Contoh

Piket kelas
Ibadah
Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran di kelas
Bakti sosial
Memberi dan menjawab salam
Meminta maaf
Berterima kasih
Mengunjungi orang yang sakit
Membuang sampah pada tempatnya
Menolong orang yang sedang dalam kesusahan
Melerai pertengkaran
Performa guru
Mengambil sampah yang berserakan
Cara berbicara yang sopan
Mengucapkan terima kasih
Meminta maaf
Menghargai pendapat orang lain
Memberikan kesempatan terhadap pendapat yang
berbeda
Mendahulukan kesempatan kepada orang tua
Penugasan peserta didik secara bergilir
Menaati tata tertib (disiplin, taat waktu, taat pada
peraturan)
Memberi salam ketika bertemu
Berpakaian rapi dan bersih
Menepati janji
Memberikan penghargaan kepada orang yang
berprestasi
Berperilaku santun
Pengendalian diri yang baik
Memuji pada orang yang jujur
Mengakui kebenaran orang lain
Mengakui kesalahan diri sendiri
Berani mengambil keputusan

Berani berkata benar

20
Kegiatan

Contoh

Melindungi kaum yang lemah


Membantu kaum yang fakir
Sabar mendengarkan orang lain
Mengunjungi teman yang sakit
Membela kehormatan bangsa
Mengembalikan barang yang bukan miliknya
Antri
Mendamaikan

Jenis Pengembangan Diri yang ditetapkan MI Mathlaul Anwar Way Kamal adalah sebagai
berikut ini.
Jenis Pengembangan Diri
A. Bimbingan Konseling (BK)

B. Kegiatan Ekstrakurikuler:
1. Kepramukaan

2. Olahraga

3. Kerohanian

4. Seni budaya/Sanggar
seni

5. Festival sekolah

Nilai-nilai yang ditanamkan

Strategi

Kemandirian
Percaya diri
Kerja sama
Demokratis
Peduli sosial
Komunikatif
Jujur
Demokratis
Disiplin
Kerja sama
Rasa Kebangsaan
Toleransi
Peduli sosial dan lingkungan
Cinta damai
Kerja keras
Sportifitas
Menghargai prestasi
Kerja keras
Cinta damai
Disiplin
Jujur

Pembentukan karakter atau


kepribadian
Pemberian motivasi
Bimbingan karier

Religius
Rasa kebangsaan
Cinta tanah air

Disiplin
Jujur
Peduli budaya
Peduli sosial
Cinta tanah air
Semangat kebangsaan
Kreativitas
Etos kerja
Tanggung jawab
kepemimpinan
Kerja sama

Latihan terprogram
(kepemimpinan,
berorganisasi)

Melalui latihan rutin


(antara lain: bola voli,
basket, tenis meja,
badminton, pencak silat,
outbond)
Perlombaan olah raga
Beribadah rutin
Peringatan hari besar
agama
Kegiatan keagamaan
Latihan rutin
Mengikuti vokal grup
Berkompetisi internal dan
eksternal
Pagelaran seni
Karya seni
Peringatan hari-hari besar
agama/nasional

21
d. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Pada prinsipnya, pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa tidak
dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran,
pengembangan diri dan budaya sekolah. Guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilainilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam KTSP,
silabus dan RPP yang sudah ada. Indikator nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ada
dua jenis yaitu (1) indikator sekolah dan kelas, dan (2) indikator untuk mata pelajaran.
Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah, guru
dan personalia sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sekolah
sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. Indikator ini
berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah seharihari (rutin).
Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang peserta didik
berkenaan dengan mata pelajaran tertentu. Perilaku yang dikembangkan dalam indikator
pendidikan budaya dan karakter bangsa bersifat progresif, artinya, perilaku tersebut
berkembang semakin komplek antara satu jenjang kelas dengan jenjang kelas di atasnya,
bahkan dalam jenjang kelas yang sama. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan
berapa lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang
lebih kompleks.
Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan proses
belajar aktif dan berpusat pada anak, dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas,
sekolah, dan masyarakat. Di kelas dikembangkan melalui kegiatan belajar yang biasa
dilakukan guru dengan cara integrasi. Di sekolah dikembangkan dengan upaya
pengkondisian atau perencanaan sejak awal tahun pelajaran, dan dimasukkan ke
Kalender Akademik dan yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya sekolah
sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang
menunjukkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Di masyarakat dikembangkan
melalui kegiatan ekstra kurikuler dengan melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang
menumbuhkan rasa cinta tanah air dan melakukan pengabdian masyarakat untuk
menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial.
Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan mengacu pada
indikator pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter, melalui pengamatan guru ketika
seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah, model anecdotal record
(catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang berkenaan dengan nilai
yang dikembangkan), maupun memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau
kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai
yang dimilikinya.

22
Dari hasil pengamatan, catatan anekdotal, tugas, laporan, dan sebagainya guru dapat memberikan
kesimpulannya/pertimbangan yang dinyatakan dalam pernyataan kualitatif sebagai berikut ini.

BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda- tanda awal
perilaku yang dinyatakan dalam indikator).
MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tandatanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten)
MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda
perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten)
MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang
dinyatakan dalam indikator secara konsisten)
e.

Pengaturan Beban Belajar


A. Berdasarkan permen no 22 tahun 2006 tentang standart isi, Jam pembelajaran untuk
setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam
struktur kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang
terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan
secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan pendidikan
dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara
keseluruhan.
Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta
didik dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran
lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang
tercantum di dalam Standar Isi.
B. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
dalam sistem paket untuk SD/MI/SDLB 0% - 40%, dari waktu kegiatan tatap muka
mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut
mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai
kompetensi.

C. Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu
jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap
muka. Oleh karena itu pengaturan Beban Belajar di MI Mathlaul Anwar Way Kamal
adalah sebagai berikut :
Waktu
Minggu efektif
Alokasi
Kelas
Pendekatan
Pembelajaran/jam
Pertahun
Waktu/minggu
ajaran
Per tahun
I

Tematik

32

38

1216

II

Tematik

32

38

1216

III

Tematik

34

38

1292

IV

Mata Pelajaran

41

38

1558

Mata Pelajaran

41

38

1558

VI

Mata Pelajaran

41

38

1558

23
Selain tatap muka, beban belajar yang harus diikuti peserta didik adalah penugasan
terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur yang waktunya maksimal lima puluh
persen (50%) dari jumlah jam tatap muka. Penugasan terstruktur di antaranya pekerjaan
rumah (PR), penyusunan program/perencanaan kegiatan, laporan pelaksanaan kegiatan.
Penugasan mandiri tidak terstruktur terdiri dari tugas-tugas individu atau kelompok yang
disesuaikan dengan potensi, minat, dan bakat peserta didik.
f.

Ketuntasan Belajar
Dalam penetapan ketuntasan belajar, sekolah menetapkan kriteria ketuntasan minimal
dengan mempertimbangkan tingkat kompleksitas, daya dukung, dan tingkat kemampuan
awal peserta didik (intake) dalam penyelenggaraan pembelajaran.
Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM) untuk mencapai ketuntasan ideal.
Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik dan hasil analisis yang berbeda. Oleh
karena itu, maka ditetapkan KKM sebagai berikut ini.
KOMPONEN

KL
S1

KL
S2

KL
S3

KKM
KL
KL
S4 S5

KL
S6

60

65

65

65

65

65

60

65

65

65

65

65

60

65

65

65

65

65

65

65

65

65

JM
L

KKMS
P

A. MATA PELAJARAN
1

Pendidikan Agama Islam


a. Al - Qur'an Hadits
b. Aqidah Akhlak
c. Fiqih

B
.

d. SKI
Pendidikan
Kewarganegaraan

Bahasa Indonesia

Bahasa Arab

Matematika

IPA

IPS

SBK

Penjaskes

60

70

65

65

65

65

60

65

65

65

65

65

55

55

60

60

60

60

60

60

60

60

58

58

65

65

65

65

65

58

65

65

65

65

65

65

65

65

65

65

65

65

65

70

70

70

70

70

60

60

65

65

65

65

38
2
38
2
38
2
26
0
39
0
38
2
35
0
35
6
31
8
39
0
39
0
41
5

64.1
64.1
64.1
65.0
65.0
64.1
58.3
59.3
53.0
65.0
65.0
69.2

MUATAN LOKAL
a. Bahasa Inggris
b. Bahasa Lampung

38
0

63.3

24

g. Sistem penilaian
Sistem Penilaian menggunakan penilaian berkelanjutan, yang ciri-cirinya adalah :
a. Ulangan dilaksanakan untuk melihat ketuntasan setiap Kompetensi Dasar
b. Ulangan dapat dilaksanakan terdiri atas satu atau lebih Kompetensi Dasar (KD)
c. Hasil ulangan dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program perbaikan dan
pengayaan.
d. Ulangan mencakup aspek kognitif dan psikomotor
e. Aspek afektif diukur melalui kegiatan inventori afektif seperti pengamatan,
kuesioner, dsb.
Satuan pendidikan ini menggunakan prinsip mastery learning (ketuntasan belajar), ada
perlakuan khusus untuk peserta didik yang belum maupun sudah mencapai ketuntasan.
Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan remedial, sedangkan
peserta didik yang sudah mencapai KKM mengikuti kegiatan pengayaan.
1. Program Remedial (Perbaikan)
a. Remedial wajib diikuti oleh peserta didik yang belum mencapai KKM dalam
setiap kompetensi dasar dan/atau indikator.
b. Kegiatan remedial dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran.
c. Kegiatan remedial meliputi remedial pembelajaran dan remedial penilaian.
d. Penilaian dalam program remedial dapat berupa tes maupun nontes.
e. Kesempatan mengikuti kegiatan remedial.
f. Nilai remedial dapat melampaui KKM.
2. Program Pengayaan
a. Pengayaan boleh diikuti oleh peserta didik yang telah mencapai KKM dalam
setiap kompetensi dasar.
b. Kegiatan pengayaan dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran.
c. Penilaian dalam program pengayaan dapat berupa tes maupun nontes.
d. Nilai pengayaan yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya dapat digunakan.
h. Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan
1.

Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran.
Kriteria Kenaikan Kelas

Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester di kelas
yang diikuti

25
b. Pada semester dua tidak terdapat nilai di bawah KKM, minimal tiga Mata
pelajaran yang meliputi :
* Pendidikan Agama ( Akidah Akhlak, Fikih dan Al Quran Hadits )
* Pendidikan Kewarganegaraan
* Bahasa Indonesia.

c. Mencapai nilai rata-rata minimal untuk semua mata pelajaran yang ditetapkan oleh
sekolah.
d. Memiliki minimal Baik untuk aspek kepribadian pada semester yang diikuti.
e. Jumlah ketidakhadiran alpa kurang dari 24 izin dan sakit kurang dari 48 hari per
tahun.
Penentuan kenaikan kelas
1) Penentuan siswa yang naik kelas dilakukan oleh sekolah dalam suatu rapat
Dewan guru dengan mempertimbangkan KKM, sikap/penilaian/budi pekerti dan
kehadiran siswa yang bersangkutan.
2) Siswa yang dinyatakan naik kelas atau tidak naik kelas, dituliskan pada kolom
raport yang telah ditentukan dengan jelas.
2.

Kelulusan
Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1) dan (2), kriteria kelulusan dan
penentuan kelulusan adalah sebagai berikut:
a. Kriteria Kelulusan
1). Peserta didik dinyatakan lulus pada satuan pendidikan dasar dan menengah
setelah :
a)

Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b)

Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk


seluruh mata pelajaran, kelompok mata pelajaran agama, kelompok mata
pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran
estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;

c) Lulus ujian sekolah/ madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu


pengetahuan dan teknologi; dan
d) Lulus Ujian Nasional
2) Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan
pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh
BSNP dan ditetapkan oleh peraturan menteri

26
b. Penentuan kelulusan
1) Penentuan siswa yang lulus dilakukan oleh sekolah dalam suatu rapat dewan
guru dengan mempertimbangkan nilai rapor, nilai ujian sekolah, sikap/prilaku/
budi pekerti siswa yang bersangkutan dan memenuhi kriteria kelulusan.

2) Siswa yang dinyatakan lulus diberi ijazah, dan rapor dari kelas I sampai
dengan semester 2 kelas VI Madrasah Ibtidaiyah.
3) Siswa yang tidak lulus tidak memperoleh ijazah dan mengulang di kelas
terakhir.
Standar Kenaikan kelas dan Kelulusan di MIN 1 Tangamus sesuai dengan
peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Kabupaten
Tanggamus.
i. Standar Ketuntasan Lulusan Madrasah
1. Pendidikan Agama Islam
No

Indikator

1.

Menyebutkan,
menghafal,
membaca
dan
mengartikan surat surat pendek dalam Al
Quran mulai Al Fatihah sampai Al - Alaq
Mengenal dan meyakini aspek aspek rukun
iman, dari iman kepada Allah sampai iman
kepada Qadha dan Qadhar
Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari hari
serta menghindari perilaku tercela
Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai
dari bersuci thaharah sampai zakat serta
mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji
Menceritakan kisah Nabi serta mengambil teladan
dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh
orang orang tercela dalam kehidupan sehari
hari
Dapat membaca lancar kitab Al Quran dengan
tartil
Menyebutkan, menghafal, mengartikan doa
doa sehari hari ( makan dan selesai makan,
keluar dan masuk kamar kecil, bepergian, akan
dan bangun tidur )
Menjalankan Sholat lima waktu dan Sholat
Sunnah ( Dhuha, Rawatib )
2. Pendidikan Kewarganegaraan

2.
3.
4.
5.

6.
7.

8.

Ketuntasan
Minimal ....%

Target ....%

Keterangan

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

Target ....%

Keterangan

100

Lulus

100

Lulus

100

Lulus

100

Lulus

100

Lulus

No

Indikator

Ketuntasan
Minimal ....%

1.
2.

Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan


Memahami dan menerapkan hidup rukun di
rumah dan sekolah
Memahami kewajiban sebagai warga negara
dalam keluarga dan sekolah
Memahami hidup tertib dan gotong royong
Menampilkan sikap dan cinta lingkungan dan
demokratis

65
65

3.
4.
5.

65
65
65

27
6.
7.
8.

9.
10.

Menampilkan perilaku jujur, disiplin, senang


bekerja dan anti korupsi dalam kehidupan sehari
hari sesuai dengan nilai nilai pancasila
Memahami sistem pemerintah, baik tingkat
daerah maupun pusat
Memahami makna keutuhan negara kesatuan
Republik Indonesia dengan kepatuhan terhadap
undang undang peraturan, kebiasaan, adat
istiadat dan menghargai keputusan bersama

Memahami dan menghargai makna nilai nilai


perjuangan bangsa
Memahami hubungan Indonesia dengan negara
tetangga dan politik luar negeri

65
100

Lulus

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

Ketuntasan
Minimal ....%

Target ....%

Keterangan

64

100

Lulus

64

100

Lulus

64

100

Lulus

64

100

Lulus

Ketuntasan
Minimal ....%

Target ....%

Keterangan

59

100

Lulus

100

Lulus

100

Lulus

65

3. Bahasa Indonesia
No

Indikator

1.

Mendengarkan
Memahami wacana lisan berbentuk perintah,
penjelasan, petunjuk, pesan, pengumuman berita,
deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar,
serta karya sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita
drama, pantun, dan cerita rakyat.
Berbicara
Menggunakan
wacana
lisan
untuk
mengungkapkan pikiran, dan informasi dalam
kegiatan perkenalan, tegur sapa, percakapan
sederhana, wawancara, percakapan telepon,
diskusi, pidato, deskripsi, deklamasi, cerita
pelaporan hasil pengamatan, pemahaman isi buku
dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk
dongeng, pantun, drama dan puisi.
Membaca
Menggunakan berbagai jenis membaca untuk
memahami wacana berupa petunjuk teks panjang,
dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk
puisi, dongeng, pantun, percakapan cerita dan
Menulis
Melakukan berbagai kegiatan menulis untuk
mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi
dalam bentuk kerangka sederhana, petunjuk, surat
pengumuman, dialog, formulir, teks pidato,
laporan, ringkasan, proposal, serta berbagai karya
sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi dan
pantun.

2.

3.

4.

4. Matematika
No

Indikator

1.

Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan,


operasi hitung dan sifat sifatnya, serta
menggunakannya dalam pemecahan masalah
kehidupan sehari hari
Memahami bangun datar dan bangun ruang
sederhana, unsur unsur dan sifat sifatnya serta
penerapan dalam pemecahan masalah kehidupan
sehari hari
Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat,
panjang, luas, volume, sudut, waktu, kecakapan,

2.

3.

59

59

28

4.

5.

6.
7.

debit,
serta
mengaplikasikannya
dalam
pemecahan masalah kehidupan sehari hari
Memahami konsep koordinat untuk menentukan
letak benda dan menggunakannya dalam
pemecahan masalah kehidupan sehari hari
Memahami konsep pengumpulan data, penyajian
data dengan tabel, gambar dan grafik ( diagram ),
mengurutkan data, rentangan data, rata rata
hitung, modul serta penerapannya dalam
pemecahan masalah kehidupan sehari hari

Memiliki sikap menghargai matematika dan


kegunaannya dalam kehidupan
Memiliki kemampuan berfikir logis, kritis dan
kreatif

59
100

Lulus

100

Lulus

100

Lulus

100

Lulus

Ketuntasan
Minimal ....%

Target ....%

Keterangan

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

Ketuntasan
Minimal ....%

Target ....%

Keterangan

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

59

59
59

5. Ilmu Pengetahuan Alam


No

Indikator

1.

Melakukan pengamatan terhadap gejala alam dan


menceritakan hasil pengamatannya secara lisan
dan tertulis
Memahami penggolongan hewan dan tumbuhan
serta memanfaatkan hewan dan tumbuhan bagi
manusia, upaya pelestariannya dan interaksi
antara makhluk hidup dengan lingkungannya
Memahami bagian bagian tubuh pada manusia,
hewan, dan tumbuhan serta fungsinya dan
perubahan wujud benda dan kegunaannya
Memahami beragam sifat benda hubungannya
dengan penyusunannya, perubahan wujud benda
dan kegunaannya
Memahami berbagai bentuk energi, perubahan
dan manfaatnya
Memahami matahari sebagai pusat tata surya
kenampakan dan perubahan permukaan bumi dan
hubungan peristiwa alam dengan kegiatan
manusia.

2.

3.
4.
5.
6.

6. Ilmu Pengetahuan Sosial


No

Indikator

1.

Memahami identitas diri dan keluarga, serta


mewujudkan sikap saling menghormati dalam
kemajemukan keluarga
Mendeskripsikan kedudukan dan peran serta
anggota keluarga dan lingkungan tetangga, serta
kerjasama diantara keduanya
Memahami sejarah, kenampakan alam dan
keragaman suku bangsa di lingkungan kota dan
propinsi
Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi,
dan kemajuan teknologi di lingkungan kota dan
propinsi
Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh
sejarah nasional keragaman suku bangsa serta
kegiatan ekonomi Indonesia
Menghargai peranan tokoh pejuang dalam
mempersiapkan
dan
mempertahankan
kemerdekaan Indonesia

2.
3.
4.
5.
6.

29
7.
8.

9.

Memahami perkembangan wilayah Indonesia,


keadaan sosial negara di Asia Tenggara serta
benua benua
Mengenal gejala ( peristiwa alam yang terjadi di
Indonesia dan negara tetangga serta dapat
melakukan tindakan dalam menghadapi bencana
alam
Memahami peranan Indonesia di era global

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

Ketuntasan
Minimal ....%

Target ....%

Keterangan

65

100

Lulus

65
65

100
100

Lulus
Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65

100

Lulus

65
65
65

100
100
100

Lulus
Lulus
Lulus

Ketuntasan
Minimal ....%

Target ....%

Keterangan

69

100

Lulus

69

100

Lulus

69

100

Lulus

Ketuntasan
Minimal ....%

Target ....%

Keterangan

64

100

Lulus

64

100

Lulus

64

100

Lulus

7. Seni Budaya dan Keterampilan


No

Indikator

1.

Seni Rupa
a. Mengapresiasi
dan
mengekspresikan
keartistikan karya seni rupa terapan melalui
gambar ilustrasi dengan tema benda alam yang
ada di daerah setempat
b. Membuat relief dari bahan pastisin / tanah liat
c. Melukis pada benda ( topi/caping, vas bunga
dari tanah liat )
Seni Musik
a. Dapat menyanyikan lagu daerah dan wajib
nasional
b. Dapat menggunakan alat musik sederhana
(gitar, seruling, harmonika, dll)
Seni Tari
a. Dapat menampilkan gerak tari ciptaannya
Keterampilan
1. Dapat menganyam
2. Dapat Merunce
3. Dapat membuat aneka mainan, boneka.

2.

3.
4.

8. Pendidikan jasmani, Olahraga dan Kesehatan


No

Indikator

1.

Dapat mempraktekkan gerak lari, lompat, dan


jalan sederhana dengan sportifitas, kejujuran dan
kerjasama
Dapat melakukan gerak senam kesegaran jasmani
Memahami budaya hidup bersih di sekolah
maupun di rumah

2.
3.

9. Bahasa Daerah
No

Indikator

1.

Mendengarkan
Memahami instruksi, informasi dan cerita sangat
sederhana yang disampaikan secara lisan dalam
konteks kelas, sekolah dan lingkungan sekitar
Berbicara
Mengungkapkan makna secara lisan dalam
wacana interpersonal dan transaksional sangat
sederhana dalam bentuk instruksi dan informasi
dalam konteks kelas, sekolah dan lingkungan
sekitar
Membaca
Membaca nyaring dan memahami makna dalam
instruksi, informasi teks fungsional pendek, dan
teks deskriptif bergambar sangat sederhana yang

2.

3.

30

4.

disampaikan secara tertulis dalam konteks kelas,


sekolah dan lingkungan sekitar
Menulis
Menulis kata ungkapan, dan teks fungsional
pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda
baca yang tepat

64

100

Lulus

Ketuntasan
Minimal ....%

Target ....%

Keterangan

59

100

Lulus

59

100

Lulus

59

100

Lulus

59

100

Lulus

10. Bahasa Inggris


No

Indikator

1.

Mendengarkan
Memahami instruksi, informasi dan cerita sangat
sederhana yang disampaikan secara lisan dalam
konteks kelas, sekolah dan lingkungan sekitar
Berbicara
Mengungkapkan makna secara lisan dalam
wacana interpersonal dan transaksional sangat
sederhana dalam bentuk instruksi dan informasi
dalam konteks kelas, sekolah dan lingkungan
sekitar
Membaca
Membaca nyaring dan memahami makna dalam
instruksi, informasi teks fungsional pendek, dan
teks deskriptif bergambar sangat sederhana yang
disampaikan secara tertulis dalam konteks kelas,
sekolah dan lingkungan sekitar
Menulis
Menulis kata ungkapan, dan teks fungsional
pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda
baca yang tepat

2.

3.

4.

31

BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN
Kurikulum Satuan Pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti
kalender pendidikan pada setiap tahun pelajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu
untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan
tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran adalah
sebagai berikut.
1. Permulaan Tahun Pelajaran
Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari senin minggu kelima bulan Juli 2015. Awal
minggu pertama sekolah selama 2 (dua) hari untuk kelas 1, perkenalan lingkungan sekolah.
Untuk kelas 2 s.d 6 melaksanakan kebersihan kelas, pembenahan lingkungan sekolah, dan
mencatat jadwal pelajaran.
2. Waktu Belajar
Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran menjadi
semester 1 ( satu) dan semester 2 ( dua)
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 6 (enam) hari, seperti pada tabel di bawah ini.

Catatan : Siswa kelas I dan II lama belajar 5 jam pelajaran, kelas III lama belajar 7 jam pelajaran,
WAKTU BELAJAR
HARI
KELAS I
KELAS II
KELAS III
KELAS IV- VI
Senin
07.30 - 10.00 10.00 - 13.00
Selasa
07.30 - 10.00 10.00 - 13.00
Rabu
07.30 - 10.00 10.00 - 13.00
Kamis
07.30 - 10.00 10.00 - 13.00
Jumat
07.30 - 10.00 09.30 - 12.00
Sabtu
07.30 - 10.00 10.00 - 13.00
sedangkan kelas IV s.d VI lama belajar 8 jam pelajaran.

07.30
07.30
07.30
07.30
07.30
07.30

11.15
11.15
11.15
11.15
11.15
11.15

07.30
07.30
07.30
07.30
07.20
07.30

12.30
12.30
12.30
12.30
10.45
12.20

3. Kegiatan Tengah Semester


Kegiatan tengah semester setelah selesai kegiatan akademik direncanakan selama 5 (hari).
Kegiatan tengah semester akan diisi oleh peserta didik untuk mengadakan pertandingan olah
raga dan Kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup.

32
4. Libur Sekolah
Hari libur sekolah ditetapkan oleh sekolah sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh
Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus untuk tidak diadakan proses pembelajaran di
sekolah.

Alokasi waktu pada kalender pendidikan


No

Kegiatan

Alokasi Waktu

Keterangan

1.

Minggu efektif
belajar

Minimum 34 minggu Digunakan


untuk
kegiatan
dan maksimum 38 pembelajaran efektif pada setiap
minggu
satuan pendidikan

2.

Jeda tengah
semester

Maksimum 2 semester

Satu minggu setiap semester

3.

Jeda antar
semester

Maksimum 2 semester

Antar semester 1 dan 2

4.

Libur akhir tahun


pelajaran

Maksimum 3 minggu

Digunakan untuk menyiapkan


kegiatan dan administrasi akhir
dan awal tahun pelajaran

5.

Hari libur
keagamaan

2 4 minggu

Digunakan
untuk
kegiatan
peningkatan
keimanan
dan
ketaqwaan kepada Tuhan YME

6.

Hari libur
umum/nasional

Maksimum 2 minggu

Disesuaikan
pemerintah

dengan

peraturan

7.

Hari libur khusus

Maksimum 1 minggu

Disesuaikan dengan
dari Madrasah

peraturan

8.

Kegiatan khusus
Madrasah

Maksimum 3 minggu

Digunakan
untuk
kegiatan
Madrasah secara khusus tanpa
mengurangi jumlah minggu
efektif belajar dan waktu belajar
efektif

33

ANALISIS HARI BELAJAR EFEKTIF KALENDER PENDIDIKAN


MI MATHLAUL ANWAR WAY KAMAL KABUPATEN TANGGAMUS
TAHUN PELAJARAN 2016 2017
JUMLAH

Selasa

Rabu

Kamis

Jum'at

Sabtu

HARI

JULI

17

AGUSTUS

26

25

26

NOVEMBER

26

DESEMBER

16

JANUARI

26

PEBRUARI

24

BULAN

SEPTEMBER
OKTOBER

APRIL
MEI

JUNI

SEMESTER II

MARET

SEMESTER I

Senin

SEMESTER

HARI

KEGIATAN

27

25

26

16

18
4 - 13,
17

Awal KBM
Libur idul fitri
hari l Proklamasi
Kemerdekaan RI

12, Libur idul adha


2, Libur Tahun Baru 1436 H

20,

Pembagian Raport
Semester I
22 31, Libur Semester I
4
28

Masuk Sekolah
Libur Tahun Baru Imlek

28

Hari Raya Nyepi

14

Wafat Isa Almasih

24
1
11
25
29

Isra Miraj 1438 H


Hari Buruh Internasional
Hari Raya Waisak
Kenaikan Isa Almasih

Pembagian Raport
Semster 2
30 Juni 15 Juli libur genap

34

BAB V
PENUTUP
Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa selain mengembangkan dan memperkuat potensi
pribadi juga menyaring pengaruh dari luar yang akhirnya dapat membentuk karakter peserta didik
yang dapat mencerminkan budaya bangsa Indonesia. Upaya pembentukan karakter sesuai dengan
budaya bangsa ini tentu tidak semata-mata hanya dilakukan di sekolah melalui serangkaian kegiatan
belajar mengajar baik melalui mata pelajaran maupun serangkaian kegiatan pengembangan diri yang
dilakukan di kelas dan luar sekolah. Pembiasaan-pembiasan (habituasi) dalam kehidupan, seperti:
religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras, cinta damai, tanggung-jawab, dsb. perlu dimulai dari
lingkup terkecil seperti keluarga sampai dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat. Nilai-nilai
tersebut tentunya perlu ditumbuhkembangkan yang pada akhirnya dapat membentuk pribadi
karakter peserta didik yang selanjutnya merupakan pencerminan hidup suatu bangsa yang besar.
Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tanggamus Kec. Kotaagung

Kabupaten

Tanggamus merupakan acuan dan pedoman bagi guru-guru dalam melaksanakan program
pembelajaran di sekolah. Berdasarkan dokumen KTSP ini, selanjutnya guru-guru setiap mata
pelajaran membuat program pembelajaran yang berupa program tahunan, program semester, silabus,
RPP dan instrumen penilaian.
Guru diberi kebebasan dan keleluasaan dalam menyusun program pembelajaran misalnya dalam
mendeskripsikan indikator hasil belajar, menetapkan tujuan pembelajaran dan menetapkan kegiatan
pembelajaran sesuai dengan kondisi dan lingkungan sekolah serta untuk memotivasi siswa dalam
mengolah dan menggali sendiri potensi-potensinya. Kebebasan dan keleluasaan guru-guru dalam
melaksanakan pembelajaran di kelas merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan atau KTSP.
Sesuai dengan komitmen guru-guru dalam meningkatkan mutu pendidikan, maka kurikulum yang
telah disusun akan dilaksanakan sesuai program yang telah ditetapkan. Semoga dengan tersusunnya
kurikulum MIN Kotaagung Kabupaten Tanggamus ini akan menjadikan MENINGKATNYA
PESERTA DIDIK YANG BERPRESTASI, BERIPTEK DAN BERIMTAQ SERTA
BERAKHLAKUL KARIMAH sesuai dengan visi dan tujuan sekolah. Amin.
Ditetapkan di Kotaagung
Tanggal : ...... Juli 2016
Kepala Madrasah,

35
QORIAH, S.Pd.I