Anda di halaman 1dari 8

No.

ID dan Nama Peserta :
Presenter : dr. Dewi Ayu Astari Paramitha
dr. Dewi Ayu Astari Paramitha
No. ID dan Nama Wahana :
Pendamping: dr.Wido Sutarto
RSUD dr. M. Ashari Pemalang
dr. Sri Widiyanti
TOPIK : Close Fraktur Clavicula Dextra 1/3 Medial
Tanggal (Kasus) : 18 Juli 2015
Nama Pasien : Tn. H
No. RM : 311***
Tanggal Presentasi : 25 Agustus 2015 Pendamping: dr.Wido Sutarto
dr. Sri Widiyanti
Tempat Presentasi : RSUD dr. M. Ashari Pemalang
OBJEKTIF PRESENTASI
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnosti
Manajemen
Masalah
Istimewa
k
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Bumil
Deskripsi :
Tn. H, usia 28 tahun, mengeluh nyeri bahu kanan setelah jatuh terpeleset di lantai dengan
posisi bahu kanan dibawah sambil menopang seluruh badan.
Tujuan
:
Mengobati kegawatan penyakit dan mencegah komplikasi lebih lanjut
Bahan
Tinjauan Pustaka
Riset
Kasus
Audit
Bahasan
Cara
Diskusi
Presentasi dan
E-mail
Pos
Membahas
Diskusi
DATA PASIEN
Nama :Tn. M.
No. Registrasi : 311***
Nama Klinik : IGD
Telp : Terdaftar sejak : 18 Juli 2015
Data utama untuk bahan diskusi :
1. Diagnosis : Close Fraktur Clavicula Dextra 1/3 Medial
2. Gambaran Klinis (Riwayat Penyakit Sekarang) :
Tn. H, usia 28 tahun, mengeluh nyeri bahu kanan sejak 1 hari yang lalu. Nyeri
dirasakan terus- menerus. Nyeri dirasakan bertambah bila bahu digerakkan. Pasien
mengatakan saat kejadian pasien jatuh terpeleset di lantai dengan posisi bahu kanan
dibawah sambil menopang seluruh badan. Pasien tidak mengeluh mual, muntah,
pusing. Pasien tidak mengalami gangguan BAK maupun gangguan BAB.
3. Riwayat Penyakit Dahulu :
Riwayat trauma sebelumnya : diakui
4. Riwayat Pengobatan Sebelumnya : disangkal
5. Riwayat Sosio-Ekonomi : Pasien bekerja di bank, pasien menggunakan bpjs
HASIL PEMBELAJARAN :
1. Mengetahui cara mendiagnosis fraktur
2. Mengetahui penatalaksanaan awal fraktur klavikula

KASUS : Close Fraktur Clavicula Dextra 1/3 Medial
SUBJECTIVE
1

F. Jantung : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : iktus kordis tidak tampak : ictus cordis teraba. Pasien tidak mengalami gangguan BAK maupun gangguan BAB. reflek cahaya (+/+). sela iga melebar (-). Pasien mengatakan saat kejadian pasien jatuh terpeleset di lantai dengan posisi bahu kanan dibawah sambil menopang seluruh badan. Telinga : sekret (-). mudah rontok (-). mukosa basah (+) I. darah (-). J. submandibuler. E.menerus. tidak kuat angkat : batas jantung kesan tidak melebar : BJ I-II Intensitas Normal. mengeluh nyeri bahu kanan sejak 1 hari yang lalu. Kulit : warna sawo matang. epistaksis (-) H. Limfonodi : kelenjar limfe retroaurikuler. 2 . ikterik (-). usia 28 tahun. Nyeri dirasakan terus. suara tambahan (-/-) L. OBJECTIVE I. Keadaan Umum : compos mentis. Hidung : nafas cuping hidung (-). servikalis. muntah. mudah dicabut (-). pusing. supraklavikularis. spider nevi (-). Nyeri dirasakan bertambah bila bahu digerakkan. H. bising (-) Pulmo : Inspeksi : Simetris. ketinggalan gerak (-) Palpasi : Fremitus raba kanan=kiri Perkusi : Sonor di kedua lapang paru Auskultasi : Suara vesikuler (+/+). Pasien tidak mengeluh mual. simetris. Leher : trachea ditengah. Thorax : bentuk simetris. Mulut : sianosis (-). tampak sakit sedang B.Tn. nyeri tekan mastoideus (-) G. pernafasan abdominotorakal. pembesaran KGB axilla (-/-). regular. Tanda Vital : Tensi : 120/80 Nadi : 86 x/menit. lurus. pembesaran tiroid (-). pembesaran limfonodi cervical (-).Abdomen Inspeksi : dinding perut sejajar dari dinding dada Auskultasi : peristaltik (+) normal Perkusi : timpani (+) Palpasi : supel.hepar dan lien tidak teraba. cepat-reguler Respirasi : 16 x / menit Suhu : 36. aksilaris dan inguinalis tidak membesar K. nyeri tekan (-). PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal 18 Juli 2015 : A.8° C (per axiller) C. moon face (-). rambut hitam. turgor kurang (-) D. Mata : pupil isokor dengan diameter (3mm/3mm). Kepala : bentuk mesocephal dengan caput. sekret (-).

Feel : nyeri tekan setempat (+). cekungan pada 1/3 mid klavikula (+). PEMERIKSAAN PENUNJANG Radiologi ASSESSMENT 1. oedem (-) N. gerakkan adduksi lengan kanan tidak terhambat. suhu teraba hangat (+). krepitasi (+). II. angulasi (+).Status lokalis : Regio Klavikula Dextra Look : tampak jejas luka. gerakkan abduksi lengan kanan terhambat. terdapat penonjolan abnormal. tampak gerakan terbatas (+).M. Close Fraktur Clavicula Dextra 1/3 Medial PLANNING 3 . nyeri bila digerakan (+). Move : gerakan aktif dan pasif terhambat. tampak pemendekan dibanding klavikula sinistra. oedem (-).Ekstremitas : akral dingin (-). sensibilitas (+).

Ceftriaxon 1 gr/12 jam Inj.I. HbsAg 3. PT/APTT. Plan ORIF TINJAUAN PUSTAKA FRAKTUR KLAVIKULA 4 . Ketorolac 1 Amp/12 jam Pemasangan ransel verban Konsultasi dokter SpOT : 1. RL 20 tpm Inj. Ranitidin 1 Amp/12 jam Inj. Cek laboratorium DR. GDS. TERAPI Penatalaksanaan di IGD : Inf. Puasa 8 jam 2.

clavicula lebih pendek. 2. Terletak di atas tulang rusuk pertama. Fraktur lengkap terjadi apabila seluruh tulang patah. B. tulang rawan sendi. Walaupun dikelompokkan dalam tulang panjang. tipis. ANATOMI CLAVICULA Dalam anatomi manusia. tulang selangka atau clavicula adalah tulang yang membentuk bahu dan menghubungkan lengan atas pada batang tubuh. Pada ujung medial.A. Pada bagian ujung lateral bersendi dengan acromion dari scapula (tulang belikat) dengan sendi acromioclavicularis. sedangkan pada fraktur tidak lengkap melibatkan seluruh ketebalan tulang. Fungsi clavicula berguna untuk: 1. Pada wanita. clavicula bersendi pada manubrium dari sternum (tulang dada) pada sendi sternoclavicularis. Sebagai pengganjal untuk menjauhkan anggota gerak atas dari bagian dada supaya lengan dapat bergerak leluasa. DEFINISI FRAKTUR Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang. Ini adalah satu-satunya tulang yang memanjang horizontal dalam tubuh. Kira-kira 2/3 fraktur klavikula terjadi pada anak-anak. keadaan tulang dan jaringan lunak disekitar tulang akan menentukan apakah fraktur yang terjadi itu lengkap atau tidak lengkap. clavicula adalah tulang satu-satunya yang tidak memiliki rongga sumsum tulang seperti pada tulang panjang lainnya. Meneruskan goncangan dari anggota gerak atas ke kerangka tubuh (aksial). Fraktur klavikula pada waktu lahir berkisar di antara greenstick sampai perpindahan komplet dan harus dibedakan dengan dari pseudoartrosis kongenital. Clavicula berbentuk kurva-ganda dan memanjang. kurang melengkung. biasanya pada pertemuan 1/3 tengah dan 1/3 distal. FRAKTUR CLAVICULA Fraktur clavicula dapat terjadi sebagai akibat trauma langsung atau gaya tak langsung yang dihantarkan melalui bahu. C. Kebanyakan fraktur klavikula dijumpai pada separuh bagian distal. dan permukaannya lebih halus. Kekuatan dan sudut pandang dari tenaga tersebut. Clavicula tersusun dari tulang spons. tulang rawan epifisis baik bersifat total ataupun parsial yang umumnya disebabkan oleh tekanan yang berlebihan. Karena fiksasi relatif dari fragmen medial dan beratnya 5 .

komplikasi seperti itu biasanya dapat diperlihatkan pada pemeriksaan fisik. Mekanisme trauma dapat berupa trauma langsung dan trauma tak langsung pada bagian lateral bahu yang dapat menekan klavikula ke sternum . hanya 5% dan seluruh fraktur klavikula. Foto rentgen anteroposterior harus selalu dibuat. Jatuh dengan tangan terkadang dalam posisi abduksi. Pemeriksaan Fisik Fraktur klavikula sering terjadi pada anak-anak. Meskipun cedera pada pleksus brakhialis atau arteri subklavia tidak sering terjadi. Fraktur mid klavikula ( Fraktur 1/3 tengah klavikula)  paling banyak ditemui  terjadi medial ligament korako-klavikula ( antara medial dan 1/3 lateral)  mekanisme trauma berupa trauma langsung atau tak langsung ( dari lateral bahu) 2. Klasifikasi Fraktur Klavikula : 1. Pemeriksaan Radiologis Pemeriksaan rontgen anteroposterior dan klavikula biasanya dapat membantu menegakkan diagnosis dan fraktur. Ditemukan adanya nyeri tekan pada daerah klavikula. Penanganan terapi konservatif 6 . PENATALAKSANAAN 1.     ekstremitas superior. tetapi proyeksi oblik kadang-kadang lebih berguna. Kadangkala penderita datang dengan pembengkakan pada daerah klavikula yang terjadi beberapa hari setelah trauma dan kadang-kadang fragmen yang tajam mengancam kulit. DIAGNOSIS 1. frakmen distal pindah ke bawah. type 1 : minimal displacement type 2 : displaced type 3 : intraarticular type 4 : epiphyseal separation type 5 : cominutif D. Biasanya penderita datang dengan keluhan jatuh dan tempat tidur atau trauma lain dan menangis saat menggerakkan lengan. kedepan dan ke arah garis tengah. yang dapat dibagi:  type 1: undisplaced jika ligament intak  type 2 : displaced jika ligamen korako-kiavikula rupture. Fraktur biasanya terjadi pada 1/3 tengah dan fragmen luar terletak dibawah fragmen dalam. Fraktur medial klavikula ( Fraktur 1/3 medial klavikula ) Insiden jarang. Fraktur lateral klavikula ( Fraktur 1/3 lateral klavikula). 3. 2.  type 3 : fraktur yang mengenai sendi akromioklavikularis. Mekanisme trauma pada type 3 biasanya karena kompresi dari bahu. fraktur klavikula lateral dan ligament korako-kiavikula. E.

DAFTAR PUSTAKA 7 .F.

8 .