Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN RESMI

DAC
(Digital To Analog Converter)
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Mikrokontroler

Dosen Pengampu :
Farid Dwi Murdianto, S.ST, MT.

Oleh :
Aminatuz Zuhriyah (1310141033)
3 D4 Elektro Industri B

POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
TAHUN AJARAN 2016/2017

Maka dengan menutup D0 menyebabkan tegangan +5 Vdc akan diberikan ke penguat penjumlah dengan penguatan –0. DAC (Digital to Analog Convertion) dapat dibangun menggunakan penguat penjumlah inverting dari sebuah operasional amplifier (Op-Amp) yang diberikan sinyal input berupa data logika digital (0 dan 1). Tujuan Percobaan Diharapkan mahasiswa dapat mengetahui dan mempelajari bagaimana membangkitkan sinyal dalam besaran analog dari besaran digital menggunakan software STM32CubeMX dan Keil uVision5 serta dapat diimplementasikan pada modul ARM. B.PERCOBAAN 6 DAC (Digital To Analog Converter) A. Binary-weighted DAC Sebuah rangkaian Binary-weighted DAC dapat disusun dari beberapa resistor dan Operational Amplifier yang diset sebagai penguat penjumlah non-inverting seperti gambar berikut. Nilai konversi dari kombinasi penutupan switch ditunjukkan pada tabel berikut. Penutupan masing-masing switch menyebabkan penggandaan nilai arus yang dihasilkan dari switch sebelumnya. Dasar Teori DAC (Digital to Analog Convertion) adalah perangkat atau rangkaian elektronika yang berfungsi untuk mengubah suatu isyarat digital (kode-kode biner) menjadi isyarat analog (tegangan analog) sesuai harga dari isyarat digital tersebut. Rangkaian dasar DAC (Digital to Analog Convertion) terdapat 2 tipe yaitu Binaryweighted DAC dan R/2R Ladder DAC. Resistor 20k ohm menjumlahkan arus yang dihasilkan dari penutupan switch-switch D0 sampai D3.2 kali (20k/100k) sehingga diperoleh tegangan output penguat penjumlah -1 Vdc. Apabila sumber tegangan pada penguat penjumlah IC 741 tersebut adalah simetris ±15 V dc. Resistor-resistor ini diberi skala nilai sedemikian rupa sehingga memenuhi bobot biner (binary-weighted) dari arus yang selanjutnya akan dijumlahkan oleh penguat penjumlah inverting IC 741. .

Dengan pengaturan switch akan menyebabkan perubahan tegangan yag diberikan ke penguat penjumlah inverting sesuai dengan nilai ekivalen biner-nya. jika D0 = 0. Metode ini banyak digunakan dalam IC-IC DAC. D2 = 0 dan D3 = 1. Sehingga teganagan output (Vout) analog dari rangkaian R/2R Ladder DAC diatas dapat dihitung dengan menggunakan persamaan : . Rangkaian R/2R Ladder dapat dilihat pada gambar dibawah. dan seterusnya sampai R7. Sebagai contoh. D1 = 0. Switch ini mempunyai kondisi “1” (sekitar 5 V) atau “0” (sekitar 0 V). 20k ini paralel dengan R2 menghasilkan 10k. maka R1 akan paralel dengan R5 menghasilkan 10k . Sehingga diperoleh rangkaian ekivalennya seperti gambar berikut. Prinsip kerja dari rangkaian R/2R Ladder adalah sebagai berikut : informasi digital 4 bit masuk ke switch D0 sampai D3. Selanjutnya 10k ini seri dengan R6 = 10k menghasilkan 20k. hanya dua nilai resistor yang diperlukan. Pada rangkaian R/2R Ladder. 10 atau 12 bit.R/2R Ladder DAC Metode lain dari konversi Digital to Analog adalah R/2R Ladder. R3 dan R8. yang dapat diaplikasikan untuk IC DAC dengan resolusi 8.

Kabel Penghubung D. C. software STM32CubeMX dan Keil uVision5 3. Modul ARM 4. Kemudian akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Peralatan yang dibutuhkan 1.Vout yang dihasilkan dari kombinasi switch ini adalah -5 V. Nilai kombinasi dan hasil konversi rangkaian R/2R Ladder DAC ditunjukkan pada tabel berikut. 2. PC atau Laptop 2. Langkah-langkah percobaan : 1. . Dimana dalam tampilan tersebut disajikan pilihan untuk menentukan chip atau microprossesor yang akan digunakan. Kemudian akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Kemudian klik New Project. Buka software STM32CubeMX dengan klik 2 kali pada shortcut atau klik Open.

3. Pada kolom Pinout.Pada kolom Series. Pada tampilan di atas. klik 2 kali pada kolom nomor 2 (kolom warna biru). Dan pada kolom Package. . pilih tipe LQFP 100. dan akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Pada kolom Lines. pada Peripherals klik RCC. pilih tipe STM32F4. Rubah High Speed Clock menjadi Crystal/Ceramic Resonator. pilih tipe STM32F407/417.

klik centang pada OUT1 Configuration untuk mengaktifkan port DAC. Kemudian klik pada Configuratin. input frequency diganti 8. Rubah nilai M dengan 8. pilih pada DAC. 4.Kemudian pada DAC. nilai N dengan 336 dan nilai P dengan 2. Kemudian pilih pada HSE. . Pada APB1 Prescaler diganti dengan angka 4 dan pada APB2 Prescaler diganti dengan angka 2. Pada Clock Configuration. 5. Kemudian pilih PLL CLK.

Kemudian pada Toolchain/IDE rubah menjadi MDK-ARM V5 lalu klik Ok dan software akan melakukan proses integrasi dengan software Keil uVision5. . Tentukan nama project dan tempat penyimpanan project. 6.Pada Parameter Setting. Software Trigger pada Trigger. Kemudian klik Generate. Triangle Wave Generation pada Wave Generation Mode dan pilih 4095 pada Maximum Triangle Amplitude. pilih Enable pada Output Buffer.

.Pada saat proses integrasi selesai. Klik Function pada kolom bawah sebelah kanan lalu proses pembuatan program dapat dilakukan. klik Open Project dan software Keil uVision5 akan otomatis terbuka. 7. Di bawah ini adalah tampilan pada saat software Keil uVision5 pertama kali terbuka.

Apabila pada kolom di bawah tertera keterangan ST-LINK Detected maka proses integrasi telah berhasil. Lalu klik Settings. lalu klik Build. 9. Setelah program selesai. Untuk dapat dihubungkan dan ditampilkan pada modul ARM klik LOAD.8. E. Program . Untuk dapat mengetahui apakah sudah terintegrasi dengan modul dapat meng-klik Option for Target lalu Debug.

. yakni pada DAC Configuration. Hal tersebut disebabkan bahwa pembuatan sinyal segitiga ini dilakukan secara otomatis.c dan untuk channel yang digunakan menyesuaikan dari channel yang otomatis aktif pada saat menggunakan DAC. dimana pengguna dapat menentukan bentuk sinyal pada saat melakukan pengaturan pada Cube. Bentuk program dari pembentukan sinyal ini pun cukup sederhana. bentuk gelombang yang dihasilkan adalah berupa gelombang segitiga. Dalam pilihan Wave Generation Mode.dimana fungsi ini sudah terdapat pada stm32f4xx__hal_dac. Analisa Percobaan Seperti diketahui bahwa DAC (Digital to Analog Convertion) adalah suatu perangkat yang dapat mengkonversi besaran digital (dalam bentuk biner) menjadi besaran analog (dalam bentuk hasil pengukuran dan sebagainya) dimana keduanya memiliki nilai yang setara maka salah satu aplikasi dari DAC ini adalah dapat digunakan untuk membangkitkan sinyal dari sebuah gelombang. pada badan while dan bentuk gelombang sudah dapat dihasilkan. Untuk bentuk gelombang yang dihasilkan dari percobaan ini adalah sebagai berikut : Dari hasil percobaan tersebut didapatkan bentuk gelombang segitiga yang sempurna. Pembentukan sinyal ini dilakukan dengan cara otomatis. Pembangkitan sinyal ini dapat berupa sinyal sinus. Dan untuk membentuk sinyal segitiga dapat dengan menuliskan program DAC->SWTRIGR|=DAC_SWTRIGR_SWTRIG1. dimana pada percobaan ini ditentukan sebesar 4095.F. Yakni hanya memerlukan inisialisasi berupa fungsi HAL_DAC_Start(&hdac. mode yang dipilih adalah Triangle Wave Generation apabila menginginkan menghasilkan bentuk gelombang segitiga. Dimana akan sangat berbeda apabila pengguna menggunakan cara manual untuk dapat membangkitkan suatu gelombang. Yakni terdapat pada Maximum Triangle Amplitude. Dan untuk selanjutnya parameter yang diperlukan adalah menentukan amplitude dari sinyal segitiga tersebut. Dengan melakukan percobaan di atas. DAC_CHANNEL_1). sinyal segitiga maupun bentuk sinyal lain sesuai dengan keinginan dari pengguna. dimana tidak terjadi kecacatan dan sebagainya.

sehingga program yang dapat digunakan adalah : Dari program di atas dapat diketahui bahwa untuk menghasilkan sinyal sinus murni diperlukan data percobaan yang valid dan akurat.Cara manual tersebut dapat dilakukan dengan memilih Disabled pada Wave Generation Mode pada saat melakukan pengaturan pada OUT1 Configuration. Dan data tersebut dilakukan secara uji coba dan tidak ada angka yang pasti. Untuk bentuk gelombang yang dihasilkan adalah sebagai berikut : . Tergantung dari pengguna mau membuat bentuk gelombang seperti apa. Pada percobaan ini bentuk sinyal yang dibangkitkan adalah berupa sinyal sinus. Sehingga bentuk gelombang yang dihasilkan sesuai dengan program dari pengguna gunakan.

web. ”DAC (Digital to Analog Convertion)”. Daftar Pustaka Elektronika Dasar. Kesimpulan DAC (Digital to Analog Convertion) adalah suatu perangkat yang dapat mengkonversi besaran digital (dalam bentuk biner) menjadi besaran analog (dalam bentuk hasil pengukuran dan sebagainya) dimana keduanya memiliki nilai yang setara maka salah satu aplikasi dari DAC ini adalah dapat digunakan untuk membangkitkan sinyal dari sebuah gelombang. http://elektronika-dasar.id/dac-digital-to-analog-convertion/.G. H. . 28 November 2016.