Anda di halaman 1dari 4

MENDIDIK AGAR ANAK BERPRESTASI DI SEKOLAH

Anak yang membanggakan tentunya harapan dari setiap orangtua. Akhlak


yang baik ataupun berprestasi di sekolah merupakan hal-hal yang membanggakan
orangtua. Tentunya harus ada langkah-langkah yang dapat dilakukan agar anak
menjadi kebanggaan. Artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana mendidik
agar anak berprestasi di sekolah.
Berikut beberapa tips agar anak berprestasi di sekolah :
a. Pastikan anak merasa nyaman dengan lingkungan sekolah
Untuk anak-anak yang akan masuk ke suatu sekolah, baik sebagai siswa baru
ataupun siswa pindahan, sekolah merupakan sebuah lingkungan baru. Sekolah
pilihan anak (yang dipilih oleh anak) dan disenangi anak dapat menjadi langkah
awal yang baik bagi anak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di
sekolah. Kemudian lingkungan sekolah yang memberikan kenyamanan pada
anak akan membangkitkan rasa percaya diri anak. Sebaliknya lingkungan
sekolah yang tidak memberikan kenyamanan akan menimbulkan perasaan
takut pada anak. Sekali lagi, anak yang merasa senang dan nyaman berada di
sekolah membuat anak terpacu mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di
sekolah.

b. Memasukkan anak ke sekolah sesuai dengan usianya


Anak yang belum cukup usia masuk ketingkat pendidikan tertentu seringkali
menjadi penyebab timbulnya kelemahan otak anak dan lemahnya prestasi
anak, sehingga anak tersebut memulai masa sekolahnya dengan kemampuan
yang lemah dibawah rata-rata teman-temannya dalam satu kelas. Hal ini akan
berdampak negative pada kepercayaan dirinya.

c. Menyiapkan tempat belajar yang khusus


Menyiapkan tempat belajar ini disesuaikan dengan kemampuan keluarga.
Melibatkan anak untuk menyiapkan tempat belajar untuknya menumbuhkan
perasaan anak merasa didukung, dihargai dan anak merasa bertanggung

jawab untuk menggunakan tempat belajar.

d. Tidak membebani dengan pekerjaan rumah (PR) saat awal tahun pelajaran
pertama
Saat awal tahun pelajaran baru sebaiknya sekolah tidak membebani anakanak, khususnya anak kelas bawah dengan PR-PR, apalagi PR itu berlembarlembar. Orangtua dapat mengkomunikasikan dengan sekolah, jika sekolah
ternyata melakukan hal ini. Pekerjaan Rumah (PR) yang terlalu banyak tidak
diawal tahun pelajaran baru pun kurang tepat untuk anak, PR cukup hanya
untuk mengingatkan kembali atau pemantapan misalnya 1-3 soal.

e. Orangtua

bekerjasama

dengan

pihak

sekolah

untuk

mengetahui

perkembangan anak
Berkonsultasilah dengan guru kelas/pembimbing siswa di sekolah paling tidak
1 bulan sekali untuk mencari tahu catatan apa saja yang harus diperhatikan
pada diri anak, berupa hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasinya dan
sejauh mana perkembangannya dalam interaksi dengan lingkungan sekolah.
Selain itu, untuk mengetahui perkembangan tingkat pengetahuannya.
Selanjutnya, orangtua dapat mengetahui apa saja yang harus diperhatikan
anak di rumah. Terkadang anak mampu mengerjakan tugas-tugas sekolahnya
dengan baik di rumah tapi sebaliknya ia tidak mampu mengerjakan dengan

baik di sekolah atau sebaliknya. Untuk mengatasi hal ini orangtua harus
bekerjasama dengan guru untuk mencari solusi, mungkin saja di sekolah anak
merasa tegang atau ada factor lain.

Jika beberapa tips diatas atau upaya lain yang dilakukan tetap tidak membuat
prestasi anak melejit dari sisi akademis di sekolah, bukan berarti anak
bapak/ibu tidak cerdas. Yakinlah bahwa anak yang dititipkan Allah kepada kita
pasti membawa kecerdasan tertentu yang membanggakan. Kita perlu mencari
tahu kecerdasan apa yang dimiliki anak, misalkan bisa saja ia cerdas KinetikJasmani sehingga ia dapat berprestasi dibidang olah raga. Tugas kita selaku
orangtua hanya menggali dan mengantarnya kepada apa yang anak kita minati,

memotivasinya

sehingga

muncul

kecerdasannya

dan

menjadi

anak

yang

membanggakan.

Sabda Rasulullah SAW :

Ajarilah (anak-anak kalian) ; berilah kemudahan; dan janganlah kalian


mempersulit. (HR. Ahmad)

Rasulullah juga bersabda :

Sesungguhnya ilmu itu diperolah dengan belajar, dan sikap lembut diperoleh
dengan (membiasakan diri) bersikap lembut. Siapa saja yang selalu mencari
kebaikan, maka (kebaikan itu) akan diberikan kepadanya; dan siapa saja yang
senantiasa menjaga dirinya dari keburukan, maka ia akan dijaga (darinya).
(HR.Thabrani)

Memohon kepada Allah agar dianugerahi anak yang membanggakan dan penyejuk
hati adalah hal penting yang tidak boleh ditinggalkan dan bersikap
menghargai anak akan mudah memunculkan kecerdasan anak yang sesungguhnya.

*Sumber :

Muhammad Husain, Agar Anak Mandiri, 2007