Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KEGIATAN

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PENINGKATAN KEMAMPUAN MASYARAKAT DALAM
PERAWATAN DAN PENCEGAHAN DAMPAK TEKANAN
DARAH TINGGI DI RT. 37
KELURAHAN SEI PANGERAN KECAMATAN ILIR TIMUR I
PALEMBANG

OLEH:
Ns. Lukman, MM., M.Kep
Sulaiman, S.Pd., M.Pd
Devi Mediarti, S.Pd., M.Kes

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG
JURUSAN KEPERAWATAN
2016
LEMBAR PENGESAHAN
1

KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
1

2

3
4

5
6

Judul Kegiatan

: Peningkatan Kemampuan Masyarakat
Dalam Perawatan Dan Pencegahan
Dampak Tekanan Darah Tinggi Di Rt. 37
Kelurahan Sei Pangeran Kecamatan Ilir
Timur I Palembang

Bidang Kajian
Ketua Pelaksana
a. Nama Lengkap dan
gelar
b. Jenis Kelamin
c. NIP
d. Pangkat/Golongan
e. Jabatan Fungsional
f. Jurusan

: Keperawatan

Jumlah Tim
Lokasi Kegiatan
Kerjasama dengan
Poltekkes Palembang
a. Instansi
b. Alamat

: 3 orang
: Jurusan Keperawatan

Jangka waktu
Pelaksanaan
Jumlah dana yang
digunakan

:
:
:
:
:
:

Ns. Lukman, MM., M.Kep
Laki-laki
197204231996031001
Penata Tk I / III.d
Lektor
Prodi D3 Keperawatan Palembang
Jurusan Keperawatan

: Prodi Diploma III Keperawatan
: Palembang
Jl. Merdeka 76-78 Palembang
: September – November 2016
: Rp.5.000.000 (Lima Juta rupiah)

Mengetahui,
Ketua Jurusan

Santoso, M.Kep., Sp.Kom
NIP. 197507102002121001
Menyetuji,
Direktur Poltekkes Palembang

Palembang,
November
2016
Ketua Pelaksana

Ns. Lukman, MM., M.Kep
NIP. 197204231996031001
Ketua Unit
Pengabdian Kepada
Masyarakat

Drg. Nur Adiba Hanum, M.Kes
2

mengakibatkan infark miokardium.196910231990032001 ABSTRAK Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab kematian dan kesakitan yang tinggi. Riwayat penyakit hipertensi yang bersamaan dengan pola hidup tidak sehat seperti mengkonsumsi tembakau. S. kurang serat. 3 . gagal ginjal. kurang olah raga. lemak darah tinggi dan stres. 196206021989012001 Heni Sumastri. bahkan tak jarang dapat menyebabkan kematian mendadak. Hasil yang diharapkan pada edukasi ini peserta mampu menjelaskan cara perawatan dan pencegahan tekanan darah tinggi. alkoholis.NIP. Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat perlu upaya. salah satunya dengan pendidikan kesehatan . Pendidikan kesehatan bertujuan untuk memberikan kemampuan kepada peserta sehingga dapat merawat hipertensi dan mencegah efek samping atau komplikasi yang dapat ditimbulkan. stroke. Edukasi dengan menggunakan metode pendidikan kesehatan ini akan melibatkan para warga di RT.. konsumsi tinggi lemak.Kes NIP. akan memperberat resiko komplikasi seperti.Pd. konsumsi garam berlebih. M. obesitas. 37 Kelurahan Sei Pangeran Kecamatan Ilir Timur I Palembang Tahun 2016.

Tujuan Kegiatan ……………………………………………… 1 E... C. ……………………………………………… 3 1 H. ……………………………………………… 4 1 K. Evaluasi Kegiatan ………………. ………………………………………………………………… iii Daftar Isi …………………………. Rincian Dana Kegiatan ………………. ……………………………………………… 5 1 L. ………………………………………………………………… ii Abstrak …………………………..DAFTAR ISI Halam Halaman Judul ………………………………………………………………… an i Halaman Pengesahan …………………………. ……………………………………………… 3 1 I.. ………………… komplikasi dan perawatan D.... ………………………………………………………………… 5 …………………………. klasifikasi... ……………………………………………… 5 patofisiologi.. ……………………………………………… 4 1 J. ………………………………………………………………… 5 B. diagnostik. Sasaran ………………. ………………………………………………………………… iv A. Jadwal Pelaksanaan ………………... Pelaksanaan Kegiatan ……………….. factor risiko. Metode Kegiatan ………………. ……………………………………………… 5 1 4 . Tinjauan Pustaka Hipertensi: Definisi.. Hasil Kegiatan ………………. Pendahuluan …………………………. Manfaat Kegiatan ………………. ……………………………………………… 3 1 G. Rumusan Masalah …………………………. ……………………………………………… 3 1 F.

37 Kelurahan Sei Pangeran Kecamatan Ilir Timur I Palembang. khususnya di RT. Penutup ………………. B. membantu pernapasan dan mempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan alat bantu. Masih tingginya kejadian dan komplikasi akibat tekanan darah tinggi di RT. Tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang terlambat dan tidak sesuai dengan prosedur. C. Masyarakat. ……………………………………………… 5 1 ……………….M. Tindakan bantuan hidup dasar yang dilakukan oleh orang yang berada di sekitar penderita segera setelah kejadian dapat meningkatkan kelangsungan hidup penderita. Definisi Hipertensi Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat (tenang). akan mengakibatkan gagalnya upaya penyelamatan terhadap pasien. Hipertensi 5 . 37 Kelurahan Sei Pangeran Kecamatan Ilir Timur I Palembang masih banyak yang belum mengetahui cara perawatan dan pencegahan komplikasi akibat hipertensi. Bantuan hidup dasar bertujuan untuk oksigenasi darurat secara efektif pada organ vital seperti otak dan jantung melalui ventilasi buatan dan sirkulasi buatan sampai paru dan jantung dapat memenuhi kebutuhan oksigen tubuhnya sendiri secara normal. 6 Daftar Pustaka Lampiran A. PENDAHULUAN Bantuan Hidup Dasar adalah tindakan darurat untuk membebaskan jalan napas. TINJAUAN PUSTAKA a... 2. PERUMUSAN MASALAH 1.

Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetik.didefinisikan oleh Joint National Committee on Detection. sehingga memperbesar tahanan terhadap aliran darah yang melaluinya dan meningkatkan tekanan diastoliknya. pola konsumsi makanan yang mengandung natrium dan lemak jenuh. Faktor pemicu hipertensi dibedakan menjadi yang tidak dapat dikontrol seperti riwayat keluarga. Terdapat sekitar 95 % kasus. Tekanan sistolik merupakan tekanan maksimum dalam arteri dan tercermin pada hasil pembacaan tekanan darah sebagai tekanan atas yang nilainya lebih besar. alkohol. Evaluation and Treatment of High Blood Pressure sebagai tekanan yang lebih tinggi dari 140 / 90 mmHg. hiperaktivitas susunan saraf simpatis. perilaku merokok. yaitu: 1) Hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya. ginjal dan jantung yang dapat berakibat kecacatan bahkan kematian. kelemahan jantung. Hipertensi diastolik terjadi apabila pembuluh darah kecil menyempit secara tidak normal. Hipertensi atau yang disebut the silent killer yang merupakan salah satu faktor resiko paling berpengaruh penyebab penyakit jantung (cardiovascular). Tekanan darah diastolik berkaitan dengan tekanan arteri bila jantung berada dalam keadaan relaksasi di antara dua denyutan. b. dan hipertensi campuran. Hipertensi merupakan penyakit yang timbul akibat adanya interaksi berbagai faktor resiko yang dimiliki seseorang. 6 . seperti obesitas. kurangnya aktivitas fisik. peningkatan Na dan Ca intraselular. Hipertensi dapat mengakibatkan komplikasi seperti stroke. hipertensi diastolik. jenis kelamin. Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua golongan. Faktor yang dapat dikontrol seperti obesitas. Hipertensi campuran merupakan peningkatan pada tekanan sistolik dan diastolik. sistem renin-angiotensin. disebut juga hipertensi idiopatik. Hipertensi sistolik (isolated systolic hypertension) merupakan peningkatan tekanan sistolik tanpa diikuti peningkatan tekanan diastolik dan umumnya ditemukan pada usia lanjut. Klasifikasi Hipertensi Hipertensi dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu hipertensi sistolik. Hipertensi diastolik (diastolic hypertension) merupakan peningkatan tekanan diastolik tanpa diikuti peningkatan tekanan sistolik. lingkungan. gangguan ginjal dan lain-lain yang berakibat pada kelemahan fungsi dari organ vital seperti otak. dan faktor-faktor yang meningkatkan risiko. dan umur. defek dalam ekskresi Na. biasanya ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda. penyakit jantung koroner (PJK). Tekanan sistolik berkaitan dengan tingginya tekanan pada arteri apabila jantung berkontraksi (denyut jantung).

merokok. 1. and Treatment of High Blood Pressure (JNC VII). feokromositoma. hipertensi vaskular renal. Evaluation. penyakit ginjal.Detection. prehipertensi. koartasio aorta. Tabel. Penyebab spesifiknya diketahui. dan sindrom Cushing. dan lain-lain. hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan. hipertensi derajat I dan derajat II. Klasifikasi Tekanan Darah menurut JNC VII Tabel. Menurut The Seventh Report of The Joint National Committee on Prevention. hiperaldosteronisme primer. Klasifikasi Tekanan Darah menurut WHO/ISH 7 . klasifikasi hipertensi pada orang dewasa dapat dibagi menjadi kelompok normal. 2. seperti penggunaan estrogen. 2) Hipertensi sekunder atau hipertensi renal. serta polisitemia. Terdapat sekitar 5% kasus.

sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis). volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian intraseluler. b. Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. Sel endotel pembuluh darah juga memiliki peran penting dalam pengontrolan pembuluh darah jantung dengan cara memproduksi sejumlah vasoaktif lokal yaitu molekul oksida nitrit dan peptida endotelium. yang berusaha untuk mempertahankan kestabilan tekanan darah dalam jangka panjang reflek kardiovaskular melalui sistem saraf termasuk sistem kontrol yang bereaksi segera. yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan darah. sehingga menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya. Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama. 8 . Menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. produk sampah seluler. Kestabilan tekanan darah jangka panjang dipertahankan oleh sistem yang mengatur jumlah cairan tubuh yang melibatkan berbagai organ terutama ginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler. volume darah meningkat. Meningkatkan sekresi Anti-Diuretic Hormone (ADH) dan rasa haus. Patofisiologi Tubuh memiliki sistem yang berfungsi mencegah perubahan tekanan darah secara akut yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi. kelainan aliran darah. Pertumbuhan ini disebut plak. 2) Sistem renin-angiotensin Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). Untuk mengencerkannya. a.c. kalsium dan berbagai substansi lainnya dalam lapisan pembuluh darah. Terjadi inflamasi pada dinding pembuluh darah dan terbentuk deposit substansi lemak. Pertumbuhan plak di bawah lapisan tunika intima akan memperkecil lumen pembuluh darah. Dengan meningkatnya ADH. Akibatnya. Disfungsi endotelium banyak terjadi pada kasus hipertensi primer. 1) Perubahan anatomi dan fisiologi pembuluh darah Aterosklerosis adalah kelainan pada pembuluh darah yang ditandai dengan penebalan dan hilangnya elastisitas arteri. obstruksi luminal. pengurangan suplai oksigen pada organ atau bagian tubuh tertentu. Aterosklerosis merupakan proses multifaktorial. kolesterol.

pada medula di otak. neuron preganglion melepaskan asetilkolin. yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah. dimana dengan dilepaskannya norepinefrin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Pada titik ini. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis. Gambar 1. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui saraf simpatis ke ganglia simpatis. yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medula spinalis ke ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Fator-faktor yang mempengaruhi tekanan darah 9 .3) Sistem saraf simpatis Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak di pusat vasomotor.

antara lain minum minuman beralkohol. nikotin akan memberikan sinyal pada kelenjar adrenal untuk melepas epinefrin atau adrenalin yang akan menyempitkan pembuluh darah dan memaksa jantung untuk bekerja lebih berat karena tekanan darah yang lebih tinggi. Karbon monoksida dalam asap rokok akan menggantikan ikatan oksigen dalam darah. Karbon monoksida dalam asap rokok akan menggantikan ikatan oksigen dalam darah. kurang berolahraga. Pada laki-laki meningkat pada usia lebih dari 45 tahun sedangkan pada wanita meningkat pada usia lebih dari 55 tahun. Menghisap rokok menyebabkan nikotin terserap oleh pembuluh darah kecil dalam paru-paru dan kemudian akan diedarkan hingga ke otak. b) Kurangnya aktifitas fisik Aktivitas fisik sangat mempengaruhi stabilitas tekanan darah.d. Faktor-faktor Risiko Hipertensi Faktor resiko terjadinya hipertensi antara lain: 1) Usia Tekanan darah cenderung meningkat dengan bertambahnya usia. Tembakau memiliki efek cukup besar dalam peningkatan tekanan darah karena dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. a) Merokok Merokok merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan hipertensi. Bagaimanapun. Hal tersebut mengakibatkan tekanan darah meningkat karena jantung dipaksa memompa untuk memasukkan oksigen yang cukup ke dalam organ dan jaringan tubuh lainnya. 2) Ras/etnik Hipertensi bisa mengenai siapa saja. Hal tersebut mengakibatkan tekanan darah meningkat karena jantung dipaksa memompa untuk memasukkan oksigen yang cukup ke dalam organ dan jaringan tubuh lainnya. biasa sering muncul pada etnik Afrika Amerika dewasa daripada Kaukasia atau Amerika Hispanik. Pada orang yang tidak aktif melakukan kegiatan fisik cenderung mempunyai frekuensi denyut 10 . 3) Jenis Kelamin Pria lebih banyak mengalami kemungkinan menderita hipertensi daripada wanita. sebab rokok mengandung nikotin. 4) Kebiasaan Gaya Hidup tidak Sehat Gaya hidup tidak sehat yang dapat meningkatkan hipertensi. dan merokok. Di otak. Kandungan bahan kimia dalam tembakau juga dapat merusak dinding pembuluh darah.

ray khusus (angiografi) yang mencakup penyuntikan suatu zat warna yang digunakan untuk memvisualisasi jaringan arteri aorta. b. Studi epidemiologi membuktikan bahwa olahraga secara teratur memiliki efek antihipertensi dengan menurunkan tekanan darah sekitar 6-15 mmHg pada penderita hipertensi. X. apakah arteri dan organ-organ internal terpengaruh. Pasien diharapkan tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat mempengaruhi tekanan darah misalnya kopi. alkohol dan sebagainya. yaitu pencarian faktor-faktor risiko tambahan yang tidak boleh diabaikan. radiologis. Olahraga banyak dihubungkan dengan pengelolaan hipertensi. 2) Mengisolasi penyebabnya Tujuan kedua dari program diagnosis adalah mengisolasi penyebab spesifiknya. tes laboratorium. dan lain. 4) Pemeriksaan dasar Setelah terdiagnosis hipertensi maka akan dilakukan pemeriksaan dasar. 3) Pencarian faktor risiko tambahan Aspek lain yang penting dalam pemeriksaan.lain. Sebaiknya dilakukan lebih dari satu kali pengukuran dalam posisi duduk dengan siku lengan menekuk di atas meja dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas dan posisi lengan sebaiknya setinggi jantung. makin besar pula tekanan yang dibebankan pada dinding arteri sehingga meningkatkan tahanan perifer yang menyebabkan kenaikkan tekanan darah. makanan tinggi kolesterol. renal dan adrenal. karena olahraga isotonik dan teratur dapat menurunkan tahanan perifer yang akan menurunkan tekanan darah. 5) Tes khusus Tes yang dilakukan antara lain adalah : a. e. Olahraga juga dikaitkan dengan peran obesitas pada hipertensi. seperti kardiologis. Kurangnya aktifitas fisik juga dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan yang akan menyebabkan risiko hipertensi meningkat.jantung yang lebih tinggi. Pengukuran dilakukan dalam keadaan tenang. Makin keras usaha otot jantung dalam memompa darah. soda. Pasien yang terdiagnosa hipertensi dapat dilakukan tindakan lebih lanjut yakni : 1) Menentukan sejauh mana penyakit hipertansi yang diderita Tujuan pertama program diagnosis adalah menentukan dengan tepat sejauh mana penyakit ini telah berkembang. apakah hipertensinya ganas atau tidak. Diagnosis Hipertensi Diagnosis hipertensi dengan pemeriksaan fisik paling akurat menggunakan sphygmomanometer air raksa. EKG (electrocardiography) dan rontgen. Memeriksa saraf sensoris dan perifer dengan suatu alat electroencefalografi 11 . Hal tersebut mengakibatkan otot jantung bekerja lebih keras pada setiap kontraksi.

Peserta dapat mengetahui teori dan konsep dan teori tekanan darah 2. 4. jantung.45 Umumnya. Komplikasi tersebut dapat menyerang berbagai target organ tubuh yaitu otak. alat ini menyerupai electrocardiography (ECG atau EKG). Peserta dapat mempertahankan tekanan darah dalam batas normal 12 . baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai dampak terjadinya komplikasi hipertensi. f. 3. Peserta mengetahui konsep dan teori tekanan darah Peserta dapat menjelaskan batasan tekanan darah tinggi Peserta dapat menjelaskan cara perawatan tekanan darah tinggi Peserta dapat menjelaskan beberapa cara perawatan darah tinggi dengan cara nonfarmakologi E. atau karena efek tidak langsung. Kerusakan organ-organ yang umum ditemui pada pasien hipertensi adalah: 1) Jantung . stress oksidatif. Penelitian lain juga membuktikan bahwa diet tinggi garam dan sensitivitas terhadap garam berperan besar dalam timbulnya kerusakan organ target. MANFAAT KEGIATAN 1.gagal jantung 2) Otak . serta ginjal. down regulation. dan lain-lain. TUJUAN KEGIATAN 1. Beberapa penelitian menemukan bahwa penyebab kerusakan organ-organ tersebut dapat melalui akibat langsung dari kenaikan tekanan darah pada organ. hipertensi dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh.(EEG). misalnya kerusakan pembuluh darah akibat meningkatnya ekspresi transforming growth factor-β(TGF-β). antara lain adanya autoantibodi terhadap reseptor angiotensin II. 2.stroke atau transient ishemic attack 3) Penyakit ginjal kronis 4) Penyakit arteri perifer 5) Retinopati D. Hipertensi dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh. mata. kualitas hidup penderita menjadi rendah dan kemungkinan terburuknya adalah terjadinya kematian pada penderita akibat komplikasi hipertensi yang dimilikinya.angina atau infark miokardium . baik secara langsung maupun tidak langsung. Komplikasi Hipertensi Hipertensi yang terjadi dalam kurun waktu yang lama akan berbahaya sehingga menimbulkan komplikasi.hipertrofi ventrikel kiri . pembuluh darah arteri.

cara pencegahan dan perawatan hipertensi. Praktik. SASARAN Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan peserta masyarakat di RT. dan diskusi 3. bahkan diluar materi seperti kencing manis (DM). 37 Kelurahan Sei Pangeran Kecamatan Ilir Timur I Palembang. Pemberian multivitamin H. JADWAL PELAKSANAAN N O 1 2 3 4 KEGIATAN SEPTEMB ER MG MG 3 4 MG 1 OKTOBER MG MG 2 3 MG 4 MG 1 NOVEMBER MG MG MG 2 3 4 Penyusun an Proposal Penjajaka n Persiapan Pelaksana an Pelaksana an 13 . 3. Peserta mengetahui cara perawatan tekanan darah tinggi dengan cara nonfarmakologi. Peserta antusias memeriksakan tekanan darah 2. Tanya jawab. Peserta antusias memperhatikan video tentang hipertensi. EVALUASI KEGIATAN 1. Peserta terhindar dari dampak atau komplikasi dari tekanan darah tinggi. 4. METODE KEGIATAN 1.3. G. Peserta antusias saat diskusi dengan memberikan pertanyaan. Pengukuran tekanan darah 2. F. sakit punggung (HNP) I. Peserta antusias mengikuti penjelasan tentang tekanan darah 4. yang berjumlah 43 orang. Ceramah. narasumber akan mendemonstrasikan cara memberikan perawatan tekanan darah tinggi dengan cara nonfarmakologi. 4.

000 Fotocopy/penggandaan proposal (4 Exp) B Fotocopy/Penggandaan Laporan (4 Exp) Belanja Barang Non operasional lainnya: - Dokumentasi 3 .000 Rp 450.Konsumsi dan akomodasi (Rp.Konsumsi rapat (Rp.500.000 Rp 2. 10 x 60 orang) Belanja Barang Persediaan Barang konsumsi 4 ATK Bahan Layanan Kesehatan/Bahan Kontak Langsung Belanja Sewa 5 .000 x 5 orang) 6 JUMLAH Rp 100. 37 Kelurahan Sei Pangeran Kecamatan Ilir Timur I Palembang 4. 150.000 x 4 orang) .000 Rp 100. RINCIAN DANA KEGIATAN NO 1 URAIAN/KEGIATAN A 2 JUMLAH Belanja Bahan Rp 100. 25.5 Pelaporan J. PELAKSANA KEGITAN Kegiatan ini dilaksanakan oleh: 14 .00.000 Rp 6.000 Rp 100. TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN Edukasi ini dilaksanakan di RT.000 Rp 450.000 Rp 100.000 K. 37 Kelurahan Sei Pangeran Kecamatan Ilir Timur I Palembang 2. WAKTU PELAKSANAAN Kegiatan ini berlangsung selama 1 hari yaitu pada hari Sabtu.000 Rp 100. tanggal 19 November 2016 3.000 Rp 400. PESERTA Sebanyak 43 orang warga RT. 150. PELAKSANAAN KEGIATAN 1.000 x 5 orang) Transport Pelaksanaan Pengabmas (Rp.Sewa Kursi Belanja Perjalanan Transport dalam Kota - Transport Penjajakan (Rp.

Kes Dengan melibatkan mahasiswa semester I dan III. kegiatan berjalan lancar berkat kerjasama yang baik antara panitia pelaksana kegiatan yaitu dosen dibantu oleh mahasiswa.Kep 2) Sulaiman.1) Ns. d) Pemutaran video e) Penjelasan tentang tekanan darah f) Diskusi g) Pemberian multivitamin h) Ramah tamah i) Penutup L. Lukman. c) Pengukuran tekanan darah (mahasiswa). MM. PENUTUP Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan lancar. perlu disampaikan bahwa mahasiswa semester V sedang mengikuti praktik klinik KMB II di RSPAU Suhardi Hardjolukito Yogyakarta. b) Pembukaan yang dibuka langsung oleh ketua pelaksana (Lukman). peserta sangat antusias mengikuti edukasi ini dan menyimak video tentang tekanan darah dengan baik. M. M. 15 .Kes 3) Devi Mediarti. Peserta mendapatkan menjelaskan tentang tekanan darah 2. Semua rangkaian kegiatan berlangsung sesuai dengan jadual yang sudah ditentukan. HASIL KEGIATAN 1.. M.. RANGKAIAN KEGIATAN Kegiatan ini didahului dengan a) Persiapan tempat pelaksanaan oleh dosen (Sulaiman) dan mahasiswa Jurusan keperawatan (semester I dan III). M. Peserta dapat menjelaskan cara perawatan/mengontrol tekanan darah M. Peserta dapat menjelaskan gejala tekanan darah tinggi 3. Peserta dapat menjelaskan dampak atau komplikasi tekanan darah tinggi 4.Pd. 5..

54 (2) 121-126. et al. Fokus Utama Pembaruan Pedoman American Heart Association 2015 untuk CPR dan ECC. J. India J Anaesth v. (2015). 16 . European Resuscitation Council Guidelines for Resuscitation 2010. Jakarta: Pusat Penerbit Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI.. Aru S. (2007).DAFTAR PUSTAKA AHA.php/doclibrary/en/209/1/ [Accesed 13 Maret 2016]. Y. Jakarta: EGC.ncbi. (2010). Edisi 2.gov/pmc/articles/PMC2900734/[Accesed 13 Mar 2016]. dkk (editor).nlm..edu/index. Dalam: Sudoyo. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Asih. Resusitasi Jantung Paru. Section 2: Adult Basic Life Support and Use of Automated External Defibrillators. Edisi IV. Available from: https://www. & Bakri Syakir. Awareness of Basic Life Support Among Medical.erc. Alkatiri. (1996). Pertolongan Pertama dan RJP. Jilid I. S. Nursing Students and Doctors.. Chandrasekaran.nih. Available from: http://www. Dental.

Resuscitation Guidelines. dkk (editor). Dalam: Rilanto. 2009. Buerk. Jakarta: Bagian Anastesiologi dan Terapi Intensif FK UI. Edisi V jilid I. akses tanggal 13 Maret 2016 Latief. Edisi Dua.id/bantuan-hidup-dasar. 1997.. Mansjoer. Resusitasi Jantung-Paru. http://www. Keterampilan Dasar Ilmu Bedah.. Charles A. S. Jakarta: Interna Publishing. Said A. Buku Ajar Kardiologi. 1990.or. Soerianata. 1996.uk [Accesed 13 Maret 2016]. Van Way II. Charles W. Rusman D. Dalam: Sudoyo.. British Journal of Anasthesia. 2009. 79: 151158. Jakarta: Balai Penerbit FK UI.Handley.. A. Jakarta: Binarupa Aksara.resus. Suryani. Aru W. Lily I. Basic Life Support. Resusitasi Jantung Paru..org. Kartini A. LAMPIRAN FOTO KEGIATAN 17 . Petunjuk Praktis Anastesiologi. A. Resuscitation Council (UK).inaheart. J. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Available from: https://www. dkk (editor). 2010. M.

18 .

19 .

20 .