Anda di halaman 1dari 11

Aspal adalah suatu cairan yang sangat kental berwarna coklat hingga hitam

yang hampir seluruhnya terdiri dari unsur karbon dan hidrogen. Aspal alam
terbentuk dalam batuan pembawa minyak terjadi sebagai hasil perubahan
minyak bumi. Pulau Buton merupakan salah satu daerah sedikit di dunia yang
mempunyai kandungan aspal alam. Batuan reservoir dari larutan aspal Buton
meliputi satuan batuan Formasi Sampolakosa dan Formasi Tondo. Tiadanya
batuan penutup (cap rock) memungkinkan gas dan minyak bumi menguap dan
menyisakan larutan berat aspal yang terperangkap dalam batuan
reservoir.Sebaran lapangan aspal alam di Buton sampai sekarang ini terutama
terdapat di daerah Buton Selatan pada daerah Graben Lawele yang memanjang
baratdaya – timur laut mulai dari Teluk Sampolawa hingga ke Teluk Lawele

Bumi merupakan salah satu planet dari galaksi bimasakti. Manusia dan ciptaan Tuhan
melangsungkan kehidupan di bumi. Kita hidup di bumi berada di bagian kerak bumi
(lithospher) atau di permukaan bumi. Permukaan bumi terbentuk dari berbagai macam
batuan yang kurang lebih 80% adalah diselimuti oleh batuan sedimen dengan volume kurang
lebih 0,32% dari volume bumi. Setiap daratan di bumi ini di bentuk oleh batuan – batuan ang
bermacam – macam. Dari sejumlah batuan yang memiliki ciri khas yang berbeda – beda
terangkum dalam sebuah lempeng – lempeng yang tersebar di seluruh dunia. Lempeng –
lempeng di permukaan bumi bersifat dinamis, karena adanya perbedaan perlapisan dan
tenaga endogen yang mengakibatkan pergerakan lempeng. Dari pergerakan lempeng dapat
menimbulkan sebuah siklus batuan yang tak dapat dipungkri adanya.

Lempeng tektonik adalah bagian dari kerak bumi dan lapisan paling atas, yang disebut juga
lithosphere. Atau menjelaskan tentang gerakan bumi dengan skala besar dari lithoepher bumi.
Teori yang meliputi konsep-konsep lama (kontinental drift) dikembangkan selama satu
setengah abad sejak abad ke-20 oleh Alfred Wegner tentang lantai samudra (seafloor) pada
tahun 1960-an. Lempeng tektonik memiliki tebal sekitar 100 km (60 mill) yang terdiri dari
dua jenis bahan pokok yaitu kerak samudra (disebut juga sima yang terdiri dari silikon dan

Permukaan bumi terdiri dari 15 lempeng besar (mayor) dan 41 lempeng kecil (minor). Komposisi dari dua jenis lapisan terluar atau kulit dari kerak samudra adalah batuan basalt (mafic) dan kerak benua terdiri dari batuan granitic yang prinsip kepadatannya rendah.magnesium) dan kerak benua (disebut juga sial yang terdiri dari silicon dan megnesium). dengan jumlah keseluruhan 70 lempeng tektonik yang tersebar di seluruh permukaan bumi. seluruh daratan di bumi ini merupakan satu kesatuan yang disebut dengan Benua Pangaea pada zaman permian. Pada 225 juta tahun yang lalu. Perubahan permukaan bumi ini yang mengakibatkan adanya batas – . Lempeng mayor di bumi di anataranya :  African Plate covering Africa – Continental plate Afrika Plate meliputi Afrika – Benua piring  Antarctic Plate covering Antarctica – Continental plate Antarctic Plate meliputi Antartika – Benua piring  Australian Plate covering Australia – Continental plate Australia Plate meliputi Australia – Benua piring  Indian Plate covering Indian subcontinent and a part of Indian Ocean – Continental plate Indian Plate meliputi anak benua India dan merupakan bagian dari Samudra Hindia – Benua piring  Eurasian Plate covering Asia and Europe – Continental plate Eurasian Plate meliputi Asia dan Eropa – Benua piring  North American Plate covering North America and north-east Siberia – Continental plate  South American Plate covering South America – Continental plate  Pacific Plate covering the Pacific Ocean – Oceanic plate Lempeng tetonik memiliki nama yang berbeda – beda sesuai tempat atau asal lempeng itu berada. 11 lempeng kuno dan 3 dalam orogens. Perubahan keadaan permukaan bumi terjadi selama 4 zaman kurang lebih selama 225 juta tahun. Pergerakan lapisan bumi terus terjadi saat 200 juta tahun yang lalu pada zaman triassic terbagi menjadi 2 Benua Laurasia dan Benua Gondwanaland. Pergerakan lapisan bumi terjadi hingga saat ini terbagi menjadi 5 belahan benua.

serta parit samudra yang tak lain adalah Parit Jawa (Sunda). bertemu 3 lempeng tektonik sekaligus. aktivitas gunung berapi di sepanjang pulau Sumatra dan Jawa juga turut meningkat. Indonesia terletak pada jalur gunungapi tersebut dan merupakan negara dengan jumlah gunungapi terbanyak. Akibatnya berbagai gejala alam di Indonesia sering terjadi. Jadi Indonesia dibatasi oleh 3 lempeng mayor dunia yang berbeda. Pola penyebaran gunungapi menunjukkan jalur yang hampir mirip dengan pola penyebaran fokus gempa dan tipe aktivitas kegunungapiannya tergantung pada batas lempengnya. Jadi. Yang salah satunya banyak di jumpai gunung api di bagian selatan Indonesia yang merupakan buah karya dari pergerakan lempeng Ino-Australian dengan lempeng Eurasian. Disebelah barat hingga ke selatan dari Indonesia dibatasi oleh lempeng tektonik. Bila ini terjadi. Pergerakan yang berasal dari tenaga endogen ini mengakibatkan sebuah siklus batuan dalam peroses pergeseran lempeng. Lempeng tektonik terus bergerak. Jenis batas antara kedua lempeng ini adalah konvergen. tidak heran bila terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia. Sert gunung api juga di temui di daerah sebagain dari pulau halmahera dan sebagian dari pulau sulawesi yang merupakan tempat pertemuan lempeng pasifik dengan lempeng eurasian. subduksi antara dua lempeng menyebabkan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi yang tak lain adalah Bukit Barisan di Pulau Sumatra dan deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa.batas lempeng tektonik di masing – masing lapisan bumi. Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. dan Indo-Australia. Negeri kita tercinta berada di dekat batas lempeng tektonik Eurasia dan IndoAustralia. Gempa yang terjadi di akibatkan oleh pergerakan lempeng tektonik. disebelah utara dibatasi dengan lempeng yang berbeda. Jumlah gunung api di Indonesia 177 gunung api. Dari Gambar diatas dapat dilihat titik – titik terjadinya gempa di dunia. yaitu lempeng Philipina. Bali dan Lombok. Dan apabila dilihat pada daerah Indonesia yang merupakan daerah ternbanyak yang dilewati oleh titik – titik gempa yang tersebar di seluruh nusantara. dan dibagian timur dibatasi dengan lempeng yang berbeda pula. Hubungan ini menunjukkan bahwa volkanismamerupakan salah satu produk penting sistem tektonik. dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan. Maka dari itu Indonesia memiliki titik gempa yang tersebar hampir diseluruh nusantara. Selain itu di bagian timur. yang seringkali diikuti dengan tsunami. Pasifik. . Dan titik – titik tersebut terletak di perbatasan lempeng yang satu dengan yang lainnya. timbullah gempa dan tsunami. Seperti telah dijelaskan sebelumnya. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras.

Dua jalur gunungapi besar dunia bertemu di Nusantara. dan ketektonikaannya. dan reptilia dunia terdapat di Indonesia. Di sinilah wilayah tempat saling bertemunya tiga lempeng besar dunia : Eurasia – Hindia-Australia – Pasifik yang menghasilkan deretan busur kepulauan dan jajaran gunungapi. Sistem penunjaman Sunda berawal dari sebelah barat Sumba. Tak kalah pentingnya adalah endapan nikel dan kromit yang terbawa oleh tesingkapnya kerak Lautan Pasifik di beberapa wilayah di Indonesia Timur. sabana. Ini mengakibatkan begitu kayanya biodiversitas Indonesia. jenis dan sebaran endapan mineral serta energi yang terkandung di dalamnya.Dari segi ilmu kebumian. atau mendapatkan tempat untuk mengujinya (Sukamto dan Purbo-Hadiwidjoyo. dan rupabumi yang menakjubkan (Sukamto dan Purbo-Hadiwidjoyo. batubara Indonesia yang jumlahnya cukup besar dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. serta berlanjut ke Andaman-Nicobar dan Burma. 1/8 dari jumlah yang terdapat di dunia). satu dari sepuluh tumbuhan dunia terdapat di Indonesia (Kartawinata dan Whitten. tetapi juga pada masa lampau. Indonesia penting dalam dunia paleoantropologi sebagai salah satu pusat buaian peradaban manusia di dunia. dan laut sangat dalam antara dua busur kepulauan (-7500 meter) (Dalaman Weber). satu dari enam burung. tanah yang subur. Meskipun Indonesia hanya meliputi sekitar 4 % dari luas daratan di Bumi. . Semua kepentingan dan keunikan geologi Indonesia ini timbul karena latar belakang perkembangan tektonik wilayah Nusantara. danau-danau yang dalam dan dangkal. Busur ini menunjukkan morfologi berupa palung. Busur Sunda: Produk Geodinamika Regional Sistem penunjaman Sunda merupakan salah satu contoh yang baik untuk menunjukkan hubungan geodinamika Indonesia dengan geodinamika regional. dan Sumatera sepanjang 3. 1993). Maka. Ini tidak hanya berlaku saat ini yang memungkinkan orang dapat bercocok tanam dan memperoleh hasil yang baik karena tanah subur dan air yang berlimpah. ke Bali. Beberapa jalur pegunungan lipatan dunia pun saling bertemu di Indonesia. Indonesia pun dibentuk oleh pertemuan dua dunia : asal Asia dan asal Australia. 1991). Kepentingannya terletak pada rupabuminya. 1993). dengan satu-satunya pegunungan lipatan tertinggi di daerah tropika sehingga bersalju abadi (Pegunungan Tengah Papua). pengendapan sumber energi yang melimpah. gletsyer. dan di sini pulalah satu-satunya di dunia terdapat laut antarpulau yang terdalam (-5000 meter) (Laut Banda). pemineralan yang kaya dan khas. Inilah wilayah yang memiliki salah satu paparan benua yang terluas di dunia (Paparan Sunda dan Paparan Sahul). Salah satu jalur timah terkaya di dunia menjulur sampai di Nusantara. Bayangkan. Jawa. Meskipun berumur muda. dan kisaran ikim dan ketinggiannya telah mengakibatkan terbentuknya banyak jenis hutan daratan dan juga hutan rawa. tidak ada satu negeri pun selain Indonesia yang mempunyai begitu banyak mamalia. dan lain-lain. sebagaimana terbukti dengan temuan fosil manusia purba di beberapa tempat di Indonesia. Indonesia benar-benar merupakan daerah yang sangat menarik. keterhuniannya. Oleh sebab itulah. Bagian tertentu Indonesia sangat baik untuk dihuni. Sejarah geologi dan geomorfologinya yang beranekaragam. hutan bakau dan vegetasi pantai lainnya. Indonesia juga memiliki keanekaragaman ekosistem yang lebih besar dibandingkan dengan kebanyakan negara tropika lainnya. berbagai anggitan (konsep) geologi mulai berkembang di sini. daerahnya mempunyai akumulasi minyak dan gasbumi yang tergolong besar. amfibia.700 km.

Dari timur ke barat terdiri dari propinsi Jawa. yaitu relatif menunjam tegak lurus di Sumba dan Jawa serta menunjam miring di sepanjang Sumatera.000 km dari palung. Sumatera Utara – Nicobar. yang berjarak 3. Diantara Propinsi Jawa dan Sumatera Tengah – Selatan terdapat Selat Sunda yang merupakan batas tenggara lempeng Burma.000 m. dan busur vulkanik. tetapi merupakan salah satu jejak sistem penunjaman busur Sunda. Sedimen dalam palung terdiri dari sedimen klastik turbidit longitudinal. di sebelah barat Pulau Simalur sumbu palung menajam ke barat.500 – 5. Sedimen dasar palung mempunyai ketebalan sekitar 2 km di utara dan 1 km di selatan. Saat ini konvergensi sepanjang propinsi Jawa mencapai 7. Kerangka tektonik utama antara Jawa dan Sumatera secara umum dipotong oleh selat Sunda yang dianggap sebagai zona diskontinyuitas. Komposisi vulkanik muda bervariasi secara sistematis yang berkesesuaian antara karakter litosfer dengan magma yang dierupsikan. Cekungan muka busur berada di antara punggungan muka busur dan garis pantai sistem penunjaman Sunda dengan lebar 150 – 200 km.5 cm/tahun dengan sudut penunjaman antara 5o – 8o. Sedimen memiliki ketebalan antara 200 – 900 m.000 – 5. Komponen pergeseran lateral yang bekerja di lempeng ini diasumsikan sangat berperan dalam membentuk sistem strike slip fault di Sumatera. Namun apabila dicermati dari data geofisika tang ada. Di propinsi ini palung Sunda mempunyai kedalaman lebih dari 6.000 m. Hamilton. Andaman dan Burma. Palung mempunyai kedalaman berkisar antara 3. dengan kecepatan di sektor Sumatera lebih besar dari litosfer samudera. yang merupakan hasil penggilasan simultan yang disertai pemencaran oleh gravitasi. Bagian dasar cekungan Jawa dan Sumatera mempunyai kecepatan tipikal litosfer samudera. Punggungan muka busur mengalami migrasi. Kemiringan ini terjadi karena adanya perbedaan arah gerak dengan arah tunjaman yang tidak 90o. Sistem penunjaman Sunda ini merupakan tipe busur tepi kontinen sekaligus busur kepulauan.0 – 5. Sedimen klastik tersebut terutama berasal dari Sungai Gangga dan Brahmaputra di India. Formasi bancuh di busur akresi dihasilkan oleh oleh penggerusan yang berhubungan dengan subduksi. Busur akresi terbentuk selebar 75 – 150 km dari palung dengan ketebalan material terakresi mencapai 15 km. Berdasarkan karakteristik morfologi. Selat ini diasumsikan batas sebagai batas tenggara lempeng Burma. bukan oleh luncuran di lereng punggungan akresi. cekungan muka busur. Busur magmatik ini berubah dari kecenderungan bersifat kontinen di Sumatera. Pertemuan di sepanjang propinsi ini . Pada Propinsi Sumatera Utara – Nikobar. relatif menuju ke arah kraton. Penunjaman mempunyai kemiringan sekitar 7o. batas Jawa dan Sumatera terletak di sekitar Banten dan Jawa Barat.000 m. Provinsi Jawa bermula dari Sumba sampai Selat Sunda.7 cm/tahun. Selat Sunda adalah unsur utama pemisah propinsi Jawa dan Sumatera busur Sunda.punggungan muka busur. kepulauan Andaman dan Burma. Palung hanya berisi sedimen tipis dengan sedikit sedimen pelagis. Provinsi Sumatera Selatan dan Tengah mempunyai kedalaman palung yang berangsur menurun dari 6. Sumatera Selatan dan Tengah. Imbrikasi di bawah punggungan muka busur mempunyai ketebalan lebih dari 10 km. Arah penunjaman menunjukkan beberapa variasi. Penunjaman miring dengan komponen penunjaman menurun ke utara antara 7. yang berlangsung selama Kenozoikum Tengah – Akhir (Katili. 1989) Menurut Hamilton (1989) Palung Sunda bukan menunjukkan batas litosfer samudera India. transisional di Jawa ke busur kepulauan (oceanic island arc) di Bali dan Lombok. ketebalan endapan palung busur dan arah penunjaman. busur Sunda dibagi menjadi beberapa propinsi. 1989. serta menunjukkan pembentuk lantai samudera dan asal turbidit. dan di barat-laut Pulau Simalur cenderung ke utara – barat-laut. Dinamika akresi dapat ditunjukkan oleh imbrikasi internal serta pertumbuhan vertikal dan horisontal material terakresi. Busur vulkanik yang sekarang aktif di atas zona Benioff berada pada kedalaman 100 – 130 km.

Komponen gerak lateral ini mempengaruhi terbentuknya sesar Sagaing di Burma. 1994). dan ketebalan lempeng benua sekitar 40 kilometer (Hamilton. Setelah itu kecepatan mengalami kenaikan yang mencolok sampai sekitar 76 milimeter/tahun (Sieh. Ketebalan endapan di propinsi ini sekitar 8.6 – 4. sekitar 45. punggungan busur muka dan cekungan busur muka telah terfragmentasi akibat proses yang terjadi. 2000). magnetisme dan seismik ketebalan lempeng samudera sekitar 20 kilometer. Kenyataan menunjukkan bahwa adanya transtensi (trans-tension) Paleosoikum tektonik Sumatera menjadikan tatanan tektonik Sumatera menunjukkan adanya tiga bagian pola (Sieh. yang mengakibatkan rangkaian perubahan sistematis dari pergerakan relatif lempenglempeng disertai dengan perubahan kecepatan relatif antar lempengnya berikut kegiatan ekstrusi yang terjadi padanya. Proses tumbukan ini. dengan lempeng Burma memisah ke arah barat daya dari lempeng Eurasia. (4) punggungan busur muka relatif dekat. (5) sesar Mentawai dan homoklin. Bagian utara Pulau Sumatera memberikan kenampakan pola tektonik: (1) sesar Sumatera . 1982). 1983 dalam Natawidjaja. Di Pulau Andaman palung cenderung berarah utara – selatan dengan kedalaman sekitar 3.000 m. dengan kedalaman 1 ~ 2 kilometer dan dihancurkan oleh sesar utama.6 juta tahun lalu.1 cm/tahun. yang terbentuk sejak 2 juta tahun lalu dengan bentuk. geometri dan struktur sederhana. (2) lokasi gunungapi umumnya sebelah timur-laut atau di dekat sesar. yang dipisahkan oleh punggungan busur muka dan cekungan busur muka relatif utuh.sangat miring dan kecepatan penunjaman ke arah utara mengalami penurunan 5. Sudut penunjaman yang sangat miring.000 m. Bagian selatan terdiri dari lempeng mikro Sumatera. bagian tengah cenderung tidak beraturan dan bagian utara yang tidak selaras dengan pola penunjaman. Sesar Sumatra: Produk Geodinamika Busur Sunda Sesar besar Sumatra dan Pulau Sumatra merupakan contoh rinci yang menarik untuk menunjukkan akibat tektonik regional pada pola tektonik lokal. (3) cekungan busur muka terbentuk sederhana. Keadaan Pulau Sumatera menunjukkan bahwa kemiringan penunjaman.2 cm/tahun. 1993 dalam Natawidjaja.000 m. sebelah barat didominasi oleh keberadaan lempeng samudera. Di sini punggungan muka busur menjadi punggungan Indoburman dan cekungan muka busur menjadi palung sebelah barat dari Lembah Burma. dan (6) sudut kemiringan tunjaman relatif seragam. untuk mengakomodasikan perpindahan massa secara tektonik (Tapponier dkk. 1994). Bagian selatan Pulau Sumatera memberikan kenampakan pola tektonik: (1) Sesar Sumatera menunjukkan sebuah pola geser kanan en echelon dan terletak pada 100 ~ 135 kilometer di atas penunjaman. Berdasarkan gaya gravitasi.000 – 10. sedang sebelah timur didominasi oleh keberadaan lempeng benua. Di propinsi ini pertemuan lempeng sangat miring. 1979). menurut teori “indentasi” pada akhirnya mengakibatkan terbentuknya banyak sistem sesar geser di bagian sebelah timur India. Palung Burma mempunyai kedalaman kurang dari 3. dengan kisaran kecepatan penunjaman berkisar antara 0. Pulau Sumatera tersusun atas dua bagian utama. Komponen lateral ini dipengaruhi oleh pemekaran di laut Andaman. Penurunan kecepatan terus terjadi sehingga tinggal 30 milimeter/tahun pada awal proses konfigurasi tektonik yang baru (Char-shin Liu et al.7 – 0. terdiri dari antiform tunggal dan berbentuk sederhana. Gerak lempeng India-Australia yang semula mempunyai kecepatan 86 milimeter / tahun menurun secara drastis menjadi 40 milimeter/tahun karena terjadi proses tumbukan tersebut. Sejarah tektonik Pulau Sumatera berhubungan erat dengan dimulainya peristiwa pertumbukan antara lempeng India-Australia dan Asia Tenggara.

9°S).8°N).6 kilometer. Sebagai konsekuensi dari kenaikan slip-vector pada daerah busur-muka ini.65°S ~ 3. maka secara teoritis akan menaikkan slip-rate di sepanjang sesar Sumatera ke arah barat-laut. di Kepahiang sebesar 11 milimeter / tahun (Natawidjaja. Proses penunjaman miring di sekitar Pulau Sumatera ini mengakibatkan adanya pembagian / penyebaran vektor tegasan tektonik. Bagian tengah Pulau Sumatera memberikan kenampakan tektonik: (1) sepanjang 350 kilometer potongan dari sesar Sumatera menunjukkan posisi memotong arah penunjaman.4°N). Slip-vector sejajar palung ini tidak cukup diakomodasi oleh sesar Sumatera tetapi juga oleh sistem sesar geser lainnya di sepanjang Kepulauan Mentawai. segmen Seulimeum (5.2°N ~ 4.3°N ~ 1.7°S). segmen Renun (2. segmen Dikit (2.5°S).7°S ~ 0. Sedikitnya terdapat 19 bagian dengan panjang masing-masing segmen 60 ~ 200 kilometer. Pengukuran offset sesar dan penentuan radiometrik dari unsur yang terofsetkan di sepanjang sesar Sumatera membuktikan bahwa kenaikan slip-rate memang benar-benar terjadi (Natawidjaja. Sieh. segmen Kumering (5. segmen Semangko (5. dan (6) sudut kemiringan penunjaman beragam.2°N). (4) punggungan busur muka secara struktural dan kedalamannya sangat beragam.25°S).25°S ~ 1. yaitu slip-vector yang hampir tegak lurus dengan arah zona penunjaman yang diakomodasi oleh mekanisme sistem sesar anjak. di Bukit Tinggi sebesar 12 milimeter / tahun. segmen Sumani (1.0°N).9°N) Tatanan tektonik regional sangat mempengaruhi perkembangan busur Sunda. Pengukuran sliprate di daerah Danau Toba menunjukkan kecepatan gerak sebesar 27 milimeter / tahun.35°S ~ 2.9°S ~ 5. 1994) demikian pula di selat Sunda sebesar 11 milimeter / tahun (Zen dkk. (2) busur vulkanik berada di sebelah utara sesar Sumatera. segmen Tripa (3.2°N ~ 2.35°S). segmen Toru (1. segmen Musi (3. 1994).25°S). Hal ini terutama berada di prisma akresi dan slip-vector yang searah dengan zona penunjaman yang diakomodasi oleh mekanisme sistem sesar besar Sumatera.0°N ~ 5. besarnya slip-vector ini secara geometri akan mengalami kenaikan ke arah barat-laut sejalan dengan semakin kecilnya sudut konvergensi antara dua lempeng tersebut. segmen Siulak (2. dan terbagi-bagi menjadi berapa blok oleh sesar turun miring . segmen Angkola (0. (3) kedalaman cekungan busur muka 1 ~ 2 kilometer. 1991).75°S ~ 2. segmen Ketaun (3. segmen Sulii (1. segmen Aceh (4.berbentuk tidak beraturan.55°N).2 ~ 0.3°S ~ 4.4°N ~ 5.35°S ~ 3. (4) busur luar terpecah-pecah. segmen Manna (4. sehingga disebut zona sesar Mentawai (Diament.3°S). Di bagian barat.75°S ~ 5. Pertambahan slip-vector ini mengakibatkan terjadinya proses peregangan di antara sesar Sumatera dan zona penunjaman yang disebut sebagai lempeng mikro Sumatera (Suparka dkk.8°S). (5) homoklin yang terletak antara punggungan busur muka dan cekungan busur muka tercabik-cabik. yaitu segmen Sunda (6. Selanjutnya sebagai respon tektonik akibat dari bentuk melengkung ke dalam dari tepi lempeng Asia Tenggara terhadap Lempeng Indo-Australia. berada pada posisi 125 ~ 140 kilometer dari garis penunjaman. sekitar 0. 1991) Sesar Sumatera sangat tersegmentasi. 1992).0°N ~ 3.4°N).75°S ~ 1. segmen Sianok (0.0°S ~ 0. (3) topografi cekungan busur muka dangkal.1°N). Segmen-segmen sesar sepanjang 1900 kilometer tersebut merupakan upaya mengadopsi tekanan miring antara lempeng Eurasia dan India– Australia dengan arah tumbukan 10°N ~ 7°S. segmen Barumun (0. Oleh karena itu slip-vector komponen sejajar palung harus semakin besar ke arah barat-laut. (5) homoklin di belahan selatan sepanjang beberapa kilometer sama dengan struktur Mentawai yang berada di sebelah selatannya.3°N ~ 1. dan (6) sudut kemiringan penunjaman sangat tajam. (2) busur vulkanik memotong dengan sesar Sumatera.75°S). pertemuan subduksi antara lempeng benua Eurasia dan lempeng samudra Australia .0°S).

Tatanan tektonik Indonesia bagian barat menunjukkan pola yang relatif lebih sederhana dibanding Indonesia timur. Tumbukan Larami tersebut membentuk busur-busur geosinklin Sunda. mika. Rab Sukamto (1975) dan Simanjuntak (1986) menerapkannya untuk memahami keruwetan Sulawesi. 1984 dalam Sartono. nikel dan aluminium. Busur-busur geosiklin ini merupakan zona akibat proses tumbukan kerak benua dan samudra. Peta anomali gaya berat dapat menunjukkan dengan baik pola hasil tektonik ini. perak. 1986.6) menunjukkan bahwa pola struktur Jawa bagian barat yang cenderung lebih sesuai dengan pola Sumatera dibanding dengan pola struktur Jawa bagian Timur. strukturstruktur di Pulau Sumatra secara vertikal berkembang sebagai struktur bunga. Berkenaan dengan hal tersebut. karena pola kenampakan anomali gaya berat (gambar 2. maka usaha-usaha penelusuran keberadaan mineral ekonomis telah dilakukan oleh banyak orang. Kalimantan utara dan Halmahera-Papua. mangan. Mineral non logam yang termasuk golongan ini adalah fosfat. Penyimpulan tersebut akan menyisakan pertanyaan. 1978). 1973 dan Pigram dkk. Aplikasi teori ini untuk menerangkan gejala geologi regional di Indonesia dilakukan oleh Hamilton (1970. 1983.. Pergerakan dinamis menyolok hanya terjadi pada perputaran Kalimantan serta peregangan selat Makassar. kerak benua Cina bagian selatan. Mineral energi adalah minyak. Manfaat dari tatanan lempeng tektonik Indonesia Penyebaran mineral ekonomis di Indonesia ini tidak merata. kerak samudra Pasifik.mengkontruksikan busur Sunda sebagai sistem busur tepi kontinen (epi-continent arc) yang relatif stabil. Kesederhanaan tatanan tektonik tersebut dipengaruhi oleh keberadaan Paparan Sunda yang relatif stabil. ziolit. 1978. gas dan batubara atau bituminus lainnya. penyebaran mineral ekonomis sangat dipengaruhi oleh tatanan geologi Indonesia yang rumit. timah. Tektonik Indonesia Barat dan Timur Pembahasan tatanan teknonik Indonesia menggunakan pendekatan tektonik lempeng telah lama dilakukan. 1973. Belakangan panas bumi dan uranium juga masuk dalam golongan ini walaupun cara pembentukannya berbeda. Mineral ekonomis adalah mineral bahan galian dan energi yang mempunyai nilai ekonomis. misalnya felspar. (Sudradjat. 1999) . benua mikro Sunda. 1980). dan Katili. besi. Perbedaan sudut penunjaman antara propinsi Jawa dan propinsi Sumatera Selatan busur Sunda mendorong pada kesimpulan bahwa batas busur Sunda yang mewakili sistem busur kepulauan dan busur tepi kontinen terletak di selat Sunda. dan kerak samudra Sunda. diatomea. belerang. Dickinson (1971). Secara vertikal perkembangan struktur masih menyisakan permasalahan namun jika dilakukan pembangingan dengan struktur cekungan Sumatra Selatan. Secara setempat-setempat Audley-Charles (1974) menerapkan teori ini untuk menjelaskan gejala geologi kawasan Pulau Timor. dan Katili (1975. Hal ini terlihat pada pola sebaran jalur subduksi Indonesia Barat (Katili dan Hartono. dalam Katili 1989). sementara di sebelah timur pertemuan subduksi antara lempeng samudra Australia dan lempeng-lempeng mikro Tersier mengkontruksikan sistem busur Sunda sebagai busur kepulauan (island arc) kepulauan yang lebih labil. Kerak benua yang bekerja pada waktu itu terdiri dari kerak benua Australia. Seperti halnya penyebaran batuan. Mineral logam yang termasuk golongan ini adalah tembaga. Mineral industri adalah mineral bahan baku dan bahan penolong dalam industri. fluorit. Sementara keberadaan benua mikro yang dinamis karena dipisahkan oleh banyak sistem sesar (Katili. Sartono (1990) mengemukakan bahwa tatanan tektonik Indoenesia selama Neogen yang dipengaruhi oleh tatanan geosinklin pasca Larami. Banda. 1990) sangat mempengaruhi bentuk kerumitan tektonik Indonesia bagian timur. emas.

Contoh cukup baik atas skarn terdapat di Erstberg (Sudradjat. ketika kegiatan fase akhir magmatisme membawa larutan hidrotermal dan air tanah. Proses ini dikenal sebagai proses epitermal. Skarn Erstberg berupa roofpendant batugamping yang diintrusi oleh granodiorit. Sebaran skarn dikontrol oleh oleh struktur geologi setempat. skarn mineralization. Adimangga dan Trail (1980). yang menghasilkan mineral barit. Borneo Barat-laut. 1999). Westerveld (1952) menerbitkan peta jalur kegiatan magmatik. Cebakan yang terbentuk secara epitermal ini terdapat pada kedalaman kurang dari 200 m.Keberadaan Mineral Logam Pembentukan mineral logam sangat berhubungan dengan aktivitas magmatisme dan vulkanisme. Jebakan tersebut merupakan hasil mineralisasi utama yang umumnya berupa porphyry copper-gold mineralization. dan berasosiasi dengan batuan gunungapi muda berumur kurang dari 70 juta tahun. Lingkungan lain adalah kondisi gunungapi di daerah laut dangkal. nikel. karena terjadi di daerah dangkal dan suhu rendah. Teridentifikasikan 15 busur magmatik. berupa subduksi pada lempeng benua bersifat asam. sehingga menghasilkan baruan bersifat asam. high sulphidation epithermal mineralization. Batuan granitik yang lapuk akan menghasilkan mineral pembawa aluminium. Batu Hijau di Sumbawa. antara lain bauxit. Carlile dan Mitchell (1994). dengan mineralisasi utama bersifat disseminated sulfide dengan mineral bijih utama kalkopirit yang banyak pada veinlet (MacDonald. Konsep cebakan emas epitermal merupakan hal baru yang memberikan perubahan signifikan pada potensi emas Indonesia. Moon-Utawa dan dataran Utara Irian Jaya. Sebagian besar host rock merupakan batuan vulkanik. Irian Jaya. Sebagai sebuah roofpendant. magnesium . Halmahera Tengah. Contoh pelapukan granit ini antara lain terjadi di Kalimantan Barat. Belitung dan Bintan. dan 8 lainnya belum diketahui. Peridotit terbentuk di lingkungan lempeng samudera yang akan kaya mineral berat besi. SumbaTimor. Proses ini sangat berhubungan dengan keberadaan jalur magmatik. Contoh terbaik atas proses ini terjadi di Pulau Wetar. 1993). 7 diantaranya membawa jebakan emas dan tembaga. kromit. Proses mineralisasi dalam di lingkungan batuan vulkanik ini dikenal sebagai sistem porfiri (porphyry). berdasarkan data-data mutakhir Simanjuntak (1986). Bangka. Air laut yang masuk ke dalam tubuh bumi berperan membawa larutan mineral ke permukaan dan mengendapkannya. Proses ini juga dapat terjadi di lingkungan batuan vulkanik (volcanic hosted rock) maupun di batuan sedimen (sedimen hosted rock). Contoh baik atas porfiri terdapat di kompleks Grasberg di Papua. pada suhu sekitar 200oC. Cebakan emas epitermal umumnya terbentuk pada bekas-bekas kaldera dan daerah retakan akibat sistem patahan. dan hanya beberapa yang merupakan sediment hosted rock. 1994). Sunda-Banda. yang lebih dikenal dengan skarn. Talaud. memaparkan busur-busur magmatik seluruh Indonesia sebagai dasar eksplorasi mineral. Busur yang menghasilkan jebakan mineral logam tersebut adalah busur magmatik Aceh. Contoh lain terdapat di Pongkor dan Cikotok di Jawa Barat. Sumatera-Meratus. Jebakan emas dapat terjadi di lingkungan batuan plutonik yang tererosi. zona skarn bergradasi dari metasomatik contact sampai metamorphic zone (Juharlan. Dari peta tersebut dapat diperkirakan kemungkinan keterdapatan mineral logam dasar yang pembentukannya berkaitan dengan kegiatan magmatik. Proses pengkayaan batuan karena pelapukan dikenal dengan nama pengkayaan supergen. pada saat proses magmatisme akhir (late magmatism). Kalimantan Tengah. Cameron (1980). low sulphidation epithermal mineralization dan sediment hosted mineralization. Busur yang belum diketahui potensi sumberdaya mineralnya adalah Paparan Sunda. Sulawesi-Mindanau Timur. Sikumbang (1990). dan Ratotok di Minahasa. gold-silver-barite-base metal mineralization.

sedang pola cekungan di timur-laut berarah barat-laut – tenggara. Berdasarkan data terakhir yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Cekungan busur belakang di timur Sumatera dan utara Jawa merupakan lapangan-lapangan minyak paling poduktif. antara lain di pulau Gag. Bengkulu. Nayoan dkk. Pembentukan cekungan terjadi selama Neogen ketika terjadi proses penurunan cekungan dan sedimentasi yang bersifat transgresif. Pelapukan akan menguraikan batuan ultrabasa tersebut menjadi mineral terlarut dan tak terlarut.dan mangan. Cekungan Bula. Tarakan. dan zona tumbukan (collision zone basin). Proses itu diperkuat oleh gaya-gaya kompresi telah menjadikan berbagai batuan sedimen berumur Paleogen menjadi perangkap struktur sebagai tempat akumulasi hidrokarbon (Barber. Natuna Barat. tempat endapan-endapan kontinen bertumbukan dengan kompleks subduksi. dan tepi kontinen (continent margin basin). Sibolga. dan cebakan nikel ini disebut saprolit. serta membawa mineral besi. Sumatera Tengah. Dengan demikian peran minyak dan gas bumi dalam peningkatan perolehan devisa negara masih sangat diperlukan. yang kemudian “disebarkan” oleh sesar Sorong (Katili. sedang pola cekungan di Laut Jawa bagian barat-laut berarah berarah timur-laut – baratdaya. Jawa Barat Utara. Pola-pola ini menjadiken pembentukan delta berjalan efektif sebagai pembentuk perangkap minyak bumi maupun batubara. perkembangan sistem cekungan dan perangkap minyak bumi yang terbentuk sangat dipengaruhi oleh tatanan struktur geologi lokal. kobalt. 1992). yaitu cekungan busur muka (forearc basin). kobalt dan magnesium. Air tanah melarutkan karbonat. struktur pull apart basin menentukan perkembangan sistem cekungan Sumatera Utara (Davies. Cekungan Kutai dan Tarakan merupakan cekungan intra kraton (intracratonic basin) di Indonesia. . batuan yang kaya nikel. Sawu. Banda. Zona tumbukan (collision zone). Perulangan gaya kompresif dan ekstensional dari proses peregangan berarah utara-selatan mempengaruhi pola pembentukan antiklinorium dan cekungan Palembang yang berarah N300oE (Pulunggono. 1985). 1999). (1974) dalam Barber (1985) menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang erat antara cekungan minyak bumi yang berkembang di berbagai tempat dengan elemen-elemen tektonik yang ada. Keberadaan Minyak dan Gas Bumi Energi minyak dan gas bumi mempunyai peran yang sangat strategis dalam berbagai kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat. cekungan intra kraton (intracratonic basin). cekungan busur belakang (back-arc basin). Pada umumnya minyak bumi dewasa ini memiliki peran sekitar 80% dari total pasokan energi untuk konsumsi kebutuhan energi di Indonesia. Sebagai contoh. 1980) sebagai pulau-pulau kecil di berada di kepulauan Maluku. nikel. 1985). Secara lebih rinci. 1986). Natuna Timur. dan dilanjutkan bersifat regresif di Miosen Tengah (Barber. Buton dan Gebe (Sudrajat. merupakan tempat prospektif minyak bumi. Pelapukan ini terjadi di sebagian kepulauan Maluku. 1984). dll. silikat dan magnesium silikat dalam bentuk koloid yang mengendap. telah diketahui ada sekitar 60 basin yang diprediksi mengandung cebakan migas yang cukup potensial. Cekungan-cekungan besar di wilayah Asia Tenggara merepresentasikan kondisi setiap elemen tektonik yang ada. Demikian pula pola sebaran cekungan Laut Jawa sebelah selatan sangat dipengaruhi oleh pola struktur berarah timur-barat (Brandsen & Mattew. Keberadaannya di permukaan disebabkan oleh lempeng benua Pasifik yang terangkat ke daratan oleh proses obduksi dengan lempeng benua Eurasia. Seram. Proses pelapukan peridotit akan menghasilkan saprolit. Diantaranya basin Sumatera Utara. Pematangan minyak sangat didukung oleh adanya heat flow dari proses penurunan cekungan dan pembebanan. Endapan kaya nikel dan magnesium oksida disebut krisopas. Asem-Asem.

merupakan cekungan yang masuk dalam kategori ini. (Barber. Sumber dan reservoar hidrokarbon terperangkap struktur di bagian bawah foot-wall sesar normal serta di bagian bawah hanging-wal . Keberadaan endapan aspal di Buton berasosiasi dengan zona tumbukan antara mikro kontinen Tukang Besi dengan lengan timur-laut Sulawesi. dengan Banggai Sula sebagai kompleks ofiolit (Barber.Bituni dan Salawati di sekitar Kepala burung Papua. Kehadiran minyak di Papua berasosiasi dengan lipatan dan patahan Lenguru. 1999). cekungan lengan timur Sulawesi. 1985. yang merupakan tumbukan mikro kontinen Papua Barat dengan tepi benua Australia (Barber. Sartono. serta Buton. 1985). 1985).