Anda di halaman 1dari 29

Mengenal Hidrosefalus

By Ari Pratama 5:45 PM Pediatric, Surgery 7 comments

Hidrosefalus
merupakan
penumpukan
cairan
serebrospinal (CSS) secara aktif yang menyebabkan dilatasi sistem ventrikel otak dimana terjadi
akumulasi CSS yang berlebihan pada satu atau lebih ventrikel atau ruang subarachnoid. Keadaan
ini disebabkan oleh karena terdapat ketidak seimbangan antara produksi dan absorpsi dari CSS.
Secara keseluruhan, Insidensi hidrosefalus antara 0,2-4 setiap 1000 kelahiran. Insidensi
hidrosefalus kongenital adalah 0,5-1,8 pada tiap 1000 kelahiran dan 11%-43% disebabkan oleh
stenosis aqueductus serebri. Tidak ada perbedaan bermakna insidensi untuk kedua jenis kelamin,
juga dalam hal perbedaan ras. Hidrosefalus dapat terjadi pada semua umur. Pada remaja dan
dewasa lebih sering disebabkan oleh toksoplasmosis. Hidrosefalus infantil; 46% adalah akibat
abnormalitas perkembangan otak, 50% karena perdarahan subaraknoid dan meningitis, dan
kurang dari 4% akibat tumor fossa posterior. Secara internasional, insiden hidrosefalus yang
didapat juga tidak diketahui jumlahnya. Sekitar 100.000 shunt yang tertanam setiap tahun di
negara maju, tetapi informasi untuk negara-negara lain masih sedikit.

Definisi Hidrosefalus
Hidrosefalus berasal dari kata hidro yang berarti air dan chepalon yang berarti kepala.
Hidrosefalus dapat didefinisikan secara luas sebagai gangguan pembentukan aliran atau
penyerapan LCS yang menyebabkan peningkatan volume pada CNS. Kondisi ini juga dapat
didefinisikan gangguan hidrodinamik pada LCS. Hidrosefalus akut dapat terjadi dalam beberapa
hari. Sub akut dalam mingguan dan yang kronik bulanan atau tahunan. Kondisi-kondisi seperti
atrofi serebral dan lesi destruktif fokal juga menyebabkan peninmgkatan abnormal LCS dalam
CNS. Pada situasi semacam ini, kehilangan jaringan serebral meninggalkan ruangan kosong
yang secara pasif akan terisi dengan LCS. Kondisi semacam iu tidak disebabkan oleh gangguan
hidrodinamik sehingga tidak diklasifikasikan sebagai hidrosefalus. Istilah lain yang dulu
digunakan untuk kondisi tersebut adalah hidrosefalus ex vacuo.

Epidemiologi dan Insidensi
Secara keseluruhan, Insidensi hidrosefalus antara 0,2-4 setiap 1000 kelahiran. Insidensi
hidrosefalus kongenital adalah 0,5-1,8 pada tiap 1000 kelahiran dan 11%-43% disebabkan oleh
stenosis aqueductus serebri. Tidak ada perbedaan bermakna insidensi untuk kedua jenis kelamin,
juga dalam hal perbedaan ras. Hidrosefalus dapat terjadi pada semua umur. Pada remaja dan
dewasa lebih sering disebabkan oleh toksoplasmosis. Hidrosefalus infantil; 46% adalah akibat

abnormalitas perkembangan otak, 50% karena perdarahan subaraknoid dan meningitis, dan
kurang dari 4% akibat tumor fossa posterior. Secara internasional, insiden hidrosefalus yang
didapat juga tidak diketahui jumlahnya. Sekitar 100.000 shunt yang tertanam setiap tahun di
negara maju, tetapi informasi untuk negara-negara lain masih sedikit. Kematian pada
hidrosefalus yang tidak ditangani dapat terjadi oleh karena herniasi tonsil sekunder yang dapat
meningkatkan tekanan intracranial, kompresi batang otak dan sistem pernapasan.
Pemasangan shunt telah dilakukan pada 75% dari semua kasus hidrosefalus dan di 50%
pada anak-anak dengan hidrosefalus komunikan. Pasien dirawat di rumah sakit untuk merevisi
shunt sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, untuk pengobatan komplikasi, atau kegagalan
shunt. Kurangnya perkembangan fungsi kognitif pada bayi dan anak-anak, atau hilangnya fungsi
kognitif pada orang dewasa, dapat mejadi komplikasi pada hidrosefalus yang tidak diobati. Hal
ini dapat bertahan setelah pengobatan. Kehilangan fungsi visual dapat menjadi komplikasi pada
hidrosefalus yang tidak diobati dan dapat menetap setelah pengobatan.

Anatomi dan Fisiologi Serebrospinal
CSS dibentuk di dalam system ventrikel serebrum, terutama oleh pleksus koroideus.
Masing-masing dari keempat ventrikel mempunyai jaringan pleksus koroideus, yang terdiri atas
lipatan vilosa dilapisi oleh epitel dan bagian tengahnya mengandung jaringan ikat dengan banyak
pembuluh darah. Cairan dibentuk melalui sekresi dan difusi aktif. Terdapat sumber CSS
nonkonroid, tetapi aspek pembentukan cairan ini masih belum diketahui sebelumnya. Sistem
ventrikel terdiri atas sepasang ventrikel lateral, masing-masing dihubungkan oleh akuaduktus
Sylvii ke ventrikel keempat tunggal yang terletak di garis tengah dan memiliki tiga lubang
keluar, sepasang foramen Luschka di sebelah lateral dan sebuah foramen magendie di tengah.
Lubang-lubang ini berjalan menuju ke sebuah system yang saling berhubungan dan ruang
subaraknoid yang mengalami pembesaran fokal dan disebut sisterna. Sisterna pada fosa posterior
berhubungan dengan ruang subaraknoid diatas konveksitas serebrum melalui jalur yang melintasi
tentorium. Ruang subaraknoid spinalis berhubungan dengan ruang subaraknoid intrakranium
melalui sisterna basalis.
Aliran CSS netto adalah dari ventrikel lateral menuju ventrikel ketiga kemudian ke
ventrikel keempat lalu ke sisterna basalis, tentorium, dan ruang subaraknoid di atas konveksitas
serebrum ke daerah sinus sagitalis, tempat terjadinya penyerapan ke dalam sirkulasi sistemik.
Aliran cairan ruang subaraknoid spinalis adalah ke arah sefalad. Sebagian besar penyerapan CSS
terjadi melalui vilus araknoidalis dan masuk kedalam saluran vena sinus sagitalis, tetapi cairan
juga diserap melintasi lapisan ependim system ventrikel dan di ruang subaraknoid spinalis.
Pada orang dewasa normal, volume total CSS adalah sekitar 150 mL, yang 25 % nya
terdapat di dalam system ventrikel. CSS terbentuk dengan kecepatan sekitar 20 mL/jam, yang
mengisyaratkan bahwa perputaran CSS terjadi tiga sampai empat kali sehari. Pembentukan CSS
tetap berlangsung walaupun tekanan intrakranial meningkat, kecuali apabila tekanan tersebut
sangat tinggi. Dengan demikian, harus terjadi penyerapan cairan untuk mengakomodasi volume
CSS yang dibentuk setiap hari.

Patofisiologi dan Klasifikasi Hidrosefalus
Patofisiologi
Produksi LCS normal berkisar antara 0,20-0,50 ml/menit. Sebagian besar diproduksi oleh
plexus choroideus yang terletak diantara sistem ventrikuler terutama pada ventrikel lateral dan

Lobus temporal dan frontal melebar lebih dulu. di mana pada kedua proses tersebut terjadi inflamasi dan eksudasi yang mengakibatkan sumbatan pada akuaduktus Sylvius atau foramina pada . penipisan selubung serebral. patofisiologi hidrosefalus Hidrosefalus timbul akibat terjadi ketidak seimbangan antara produksi dengan absorpsi dan gangguan sirkulasi CSS. Tekanan intra kranial meningkat jika produksi melebihi absorbsi. hidrosefalus jenis ini dapat disembuhkan. atau peningkatan tekanan sinus venosus. Produksi LCS menurun jika tekanan intrakranial meningkat. Produksi CSS yang berlebihan Ini merupakan penyebab hidrosefalus yang jarang terjadi. Ini terjadi jika adanya over produksi LCS. Disgenesis serebri Empat puluh enam persen hidrosefalus pada anak akibat malformasi otak dan yang terbanyak adalah malformasi Arnold-Chiary. peningkatan tahanan aliran LCS. Berbagai malformasi serebral akibat kegagalan dalam proses pembentukan otak dapat menyebabkan penimbunan CSS sebagai kompensasi dari tidak terdapatnya jaringan otak. Adapun keadaan-keadaan yang dapat mengakibatkan terjadinya ketidak seimbangan tersebut adalah: 1. Kapasitas ventrikel laeral dan tertius pada orang sehat sekitar 20 ml. Obstruksi dapat terjadi di dalam atau di luar sistem ventrikel. Gambar 1. atau pelebaran ventrikel tertius ke bawah menuju fosa hipofisis ( yang dapat menyebabkan disfungsi hipofisis). Total volume LCS pada orang dewasa adalah 150 ml. Kompensasi dapat terjadi melalui penyerapan LCS transventrikuler dan juga dengan penyerapan pada selubung akar saraf. Salah satu contoh jelas adalah hidroanensefali yang terjadi akibat kegagalan pertumbuhan hemisferium serebri. Obstruksi dapat disebabkan beberapa kelainan seperti: perdarahan subarakhnoid post trauma atau meningitis. Ini dapat menyebabkan kenaikan corpus callosum. penarikan atau perforasi septum pelucidum.ventrikulus quartus. Obstruksi aliran CSS Sebagian besar kasus hidrosefalus termasuk dalam kategori ini. biasanya asimetris. 2. 3. Penyebab tersering adalah papiloma pleksus khoroideus. Aliran LCS.

ventrikel III.Papiloma plexus choroideus Normal Normal . 4. Terdapat beberapa tempat yang merupakan predileksi terjadinya hambatan aliran CSS : a. Foramen Interventrikularis Monroe Apabila sumbatan terjadi unilateral maka akan menimbulkan pelebaran ventrikel lateralis ipsilateral. Sisterna basalis juga dapat tersumbat oleh proses arakhnoiditis yang mengakibatkan hambatan dari aliran CSS.ventrikel IV. Akan tetapi apabila obstruksinya pada tingkat mesensefalon maka pelebaran ventrikel otak tidak selebar seperti jika obstruksi terjadi di tempat lainnya. maka akan timbul penimbunan CSS yang merupakan kompensasi ruang terhadap proses atrofi tersebut. e. Ventrikel IV Sumbatan pada ventrikel IV akan menyebabkan pelebaran kedua ventrikel lateralis. akuaduktus serebri dan ventrikel IV. Produksi Sirkulasi Absorpsi Meningkat .Kadar protein CSS yang sangat tinggi 5. di mana obstruksi tersebut berhubungan dengan pulsasi arteri yang bersangkutan. Keadaan ini dikenal sebagai sindrom DandyWalker. Foramen Mediana Magendie dan Foramina Lateralis Luschka Sumbatan pada tempat-tempat ini akan menyebabkan pelebaran pada kedua ventrikel lateralis. Hal ini terjadi karena penimbunan CSS di sekitar batang otak akan menekan ventrikel otak dari luar. Akuaduktus Serebri (Sylvius) Sumbatan pada tempat ini akan menimbulkan pelebaran kedua ventrikel lateralis dan ventrikel III. Tumor fossa posterior juga dapat menekan dari arah belakang yang mengakibatkan arteri basiliaris dapat menimbulkan obstruksi secara intermiten. dan mesensefalon Penyumbatan pada tempat ini akan menyebabkan pelebaran dari seluruh sistem ventrikel. Absorpsi CSS berkurang Kerusakan vili arakhnoidalis dapat mengakibatkan gangguan absorpsi CSS. b. Keadaan-keadaan yang dapat menimbulkan kejadian tersebut adalah: . Ruang Sub Arakhnoid di sekitar medulla-oblongata.Post meningitis . pons. c.Post perdarahan subarachnoid . selanjutnya terjadi penimbunan CSS. dan ventrikel III dan akuaduktus serebri. d. Akibat atrofi serebri Bila karena sesuatu sebab terjadinya atrofi serebri.

Foramen magendi dan Luscha (sindrom Dandy Walker) . (b) Sindroma Dandy-Walker (atresia foramen Megendie dan Luschka) Malformasi ini melibatkan 2-4% bayi baru lahir dengan hidrosefalus. Kelainan ini menyebabkan obliterasi sisternasisterna fossa posterior dan mengganggu saluran ventrikel IV.Ventrikel IV .Post meningitis . yaitu: 1. dan pembentukan septum. Etiologi a. Kebanyakan disebabkan oleh infeksi atau perdarahan selama kehidupan fetal.Normal Terhambat .Subarachnoid hemorraghic . dan sebagainya. Batang otak tampak memanjang dan mengalami malformasi. anomali jantung.Ventrikel III .Gangguan pembentukan vili arachnoid . dan hal ini dapat tampil pada saat lahir. Russel mengklasifikasikan stenosis akuaduktal ke dalam 4 kelompok berdasarkan temuan histologis: gliosis. Tipe obstruktif (non-komunikans) Terjadi bila CSS otak terganggu (gangguan di dalam atau pada sistem ventrikel yang mengakibatkan penyumbatan aliran CSS dalam sistem ventrikel otak) (1) Kongenital (a) Stenosis akuaduktus serebri Mempunyai berbagai penyebab.Ruang subarachnoid di sekitar medulla oblongata.Aquaductus silvii . dan tonsil serebellum memanjang dan ekstensi ke dalam kanalis spinalis. walaupun tidak semuanya berkembang menjadi hidrosefalus aktif yang membutuhkan tindakan operasi pintas (shunting) (80% kasus). labiopalatoskhisis. pons. namun 80% kasusnya biasanya tampak dalam tiga bulan pertama. Etiologinya tidak diketahui.Kadar protein CSS yang sangat tinggi Klasifikasi Hidrosefalus dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal. Anatomis a. Malformasi Arnold Chiari dijumpai pada hampir semua kasus mielomeningokel. Stenosis atau penyempitan akuaduktal terjadi pada 2/3 kasus hidrosefalus kongenital. Hidrosefalus tipe komunikans 2. forking stenosis simple. . Kasus semacam ini sering terjadi bersamaan dengan anomali lainnya seperti: agenesis korpus kalosum. Hidrosefalus yang terjadi diakibatkan oleh hubungan antara dilatasi ventrikel IV dan rongga subarakhnoid yang tidak adekuat. dan mesensefalon Menurun . Hidrosefalus tipe obstruksi/non komunikans b. stenosis kongenital sejati sangat jarang. anomali okuler. (c) Malformasi Arnold-Chiari Malformasi ini melibatkan kelainan susunan saraf pusat yang rumit (khas pada fossa posterior).Trauma . Malformasi ini berupa ekspansi kistik ventrikel IV dan hipoplasia veris serebelum.

Hidrosefalus berkembang ketika jaringan parut dari infeksi meningen menghambat aliran CSS dalam ruang subarachnoid. yang melalui akuaduktus pada sistem ventrikel atau mempengaruhi penyerapan CSS dalam villi arachnoid. Hal ini akan menghentikan pertumbuhan kista dan melindungi batang otak. Kista subarachnoid dapat menyebabkan hidrosefalus non komunikans dengan cara menyumbat aliran CSS dalam ventrikel khususnya ventrikel III. Hal ini terjadi karena vena Galen mengalir di atas akuaduktus Sylvii. mengakibatkan darah mengalir dalam jaringan otak sekitar dan mengakibatkan perubahan neurologis. Pada kasus yang ekstrim. cara terbaik untuk mengobati hidrosefalus yang berhubungan dengan tumor adalah menghilangkan tumor penyebab sumbatan. Jika terdapat kista arachnoid maka kantung berisi CSS dan dilapisi dengan jaringan pada membran arachnoid. (Toxoplasma/T. (e) Abses/granuloma (f) Kista arakhnoid Kista adalah kantung lunak atau lubang tertutup yang berisi cairan. kehilangan nafsu makan. Jenis lain dari tumor otakyang dapat menyebabkan hidrosefalus adalah tumor intraventrikuler dan kasus yang sering terjadi adalah tumor plexus choroideus(termasuk papiloma dan carsinoma). tetapi secara normal tidak dapat dideteksi sampai anak berusia beberapa bulan. gejala meningitis ditunjukkan dengan muntah dan kejang. Tanda-tanda dan gejala meningitis meliputi demam. Regio vinialis. 70% tumor ini terjadi dibagian belakang otak yang disebut fosa posterior.gondii. sakit kepala. . Fossa posterior Sebagian besar tumor otak dialami oleh anak-anak pada usia 5-10 tahun. (d) Aneurisma vena Galeni Kerusakan vaskuler yang terjadi pada saat kelahiran. Dapat diobati dengan antibiotik dosis tinggi. Rubella/German measles. (d) Tumor : Ventrikel. Kista biasanya ditemukan pada anak-anak dan berada pada ventrikel otak atau pada ruang subarachnoid. bakteri meningitis dapat menyebabkan kematian dalam beberapa hari. panas tinggi. dokter bedah saraf dapat menghilangkan dinding kista dan mengeringkan cairan kista. Kemungkinan hidrosefalus berkembang sisebabkan oleh penyumbatan atau penurunan kemampuan otak untuk menyerap CSS. (e) Hidransefali Suatu kondisi dimana hemisfer otak tidak adadan diganti dengan kantong CSS. menggembung dan membentuk kantong aneurisma. Jika kista terdapat pada tempat yang tidak dapat dioperasi (dekat batang otak). X-linked hidrosefalus). (b) Herniasi tentorial akibat tumor supratentorial (c) Hematoma intraventrikular Jika cukup berat dapat mempengaruhi ventrikel. (2) Acquired (a) Stenois akuaduktus serebri (setelah infeksi atau perdarahan) Infeksi oleh bakteri meningitis yang menyebabkan radang pada selaput (meningen) di sekitar otak dan spinal cord. Tumor yang berada di bagian belakang otak sebagian besar akan menyumbat aliran CSS yang keluar dari ventrikel IV. Jika saat itu tidak mendapat pengobatan. Pada banyak kasus. dokter dapat memasang shunt untuk mengalirkan cairan agar bisa diserap. Berdasarkan lokasi kista. Seringkali menyebabkan hidrosefalus.Tampilan hidrosefalusnya sangat nyata pada usia satu bulan pertama dan makin menghebat setelah defek spinalnya dioperasi. kaku kuduk. sangat jarang.

Gerakan anak menjadi lemah.Kepala membesar . muntah-muntah. neurosifilis.Nistagmus horizontal . tapi pada tahap akhir diskus optikus tampak pucat dan penglihatan kabur. Terjadi karena proses berlebihan atau gangguan penyerapan (gangguan di luar sistem ventrikel). hemangioblastoma serebelum dan medulla spinalis. Kulit kepala tampak tipis dan dijumpai adanya pelebaran vena-vena subkutan. seperti : kadar protein yang tinggi seperti pada perdarahan subarakhnoid. dan kadang-kadang lengan jadi gemetar. Beberapa penderita hidrosefalus kongenital dengan ukuran kepala yang besar saat dilahirkan sehingga sering mempersulit proses persalinan. coccidioides immitis. Tipe komunikans Jarang ditemukan. Akibat penonjolan lobus frontalis. sindrom Guillain-Barre.Fontanella kepala prominen . yaitu adanya retraksi dari kelopak mata dan sklera menonjol keluar karena adanya penekanan ke depan bawah dari isi ruang orbita. karena desakan dari lobus oksipitalis akibat pembesaran fossa posterior. sehingga bola mata nampak seperti matahari terbenam. Di mana ukuran lingkar kepala terus bertambah besar. (1) Penebalan leptomeningens dan/atau granulasi arakhnoid akibat: (a) Infeksi : Mikobakterium TBC. Pada perkusi kepala anak akan terdengar suara cracked pot. Gambaran Klinis Gejala yang menonjol pada hidrosefalus adalah bertambah besarnya ukuran lingkar kepala anak dibanding ukuran normal. Selain itu juga dijumpai gejala-gejala lain seperti gangguan tingkat kesadaran.Perkusi kepala : cracked pot sign atau seperti semangka masak. (3) Produksi CSS yang berlebihan: Papiloma pleksus khoroideus. tumor intrakranial neurofibroma akustik. kecuali pada sindrom Dandy-Walker di mana kepala cenderung berbentuk dolikhosefalik. Trauma (c) Meningitis karsinomatosa (2) Peningkatan viskositas CSS. berupa seperti suara kaca retak. Baru pada saat perkembangan secara cepat terjadi perubahan proporsi ukuran kepalanya. kegagalan untuk tumbuh secara optimal. tumor kauda ekuina. cryptococcus neoformans. Kuman piogenik. bahkan beberapa kasus memerlukan operasi seksio sesaria. serta gangguan gerak bola mata ke atas.Sutura melebar . Sering dijumpai adanya Setting Sun Appearance / Sign.b. bentuk kepala cenderung menjadi brakhisefalik. Hidrosefalus pada bayi (Tipe congenital/infantil): . Secara pelan sikap tubuh anak menjadi fleksi pada lengan dan fleksi atau ekstensi pada tungkai. (b) Perdarahan subarachnoid : Spontan seperti pada aneurisma dan malformasi arteriol. retardasi mental. suturasutura melebar demikian juga fontanela mayor dan minor melebar dan menonjol atau tegang. 1. Pada pasien-pasien tipe ini biasanya tidak dijumpai adanya papil edema. Tetapi sebagian besar anak-anak dengan hidrosefalus tipe ini dilahirkan dengan ukuran kepala yang normal. .Mata kearah bawah (sunset phenomena) . Jamur.

Pada hidrosefalus. ketajaman penglihatan akan menurun dan lebih lanjut dapat mengakibatkan kebutaan bila terjadi atrofi papila N. adanya pelebaran sutura.Papil edema. tandatanda peningkatan tekanan intrakranial kronik berupa imopressio digitate dan erosi prosessus klionidalis posterior.Gelisah . b. . Diagnosis Selain dari gejala-gejala klinik.Mual. Alat yang dipakai lampu senter yang dilengkapi dengan rubber adaptor.Gangguan perkembangan fisik dan mental . lebar halo dari tepi sinar akan terlihat lebih lebar 1-2 cm. Pada anak yang besar lingkaran kepala dapat normal hal ini disebabkan oleh karena hidrosefalus terjadi setelah penutupan suturan secara fungsional. Tipe juvenile/adult (2-10 tahun) : . . Transiluminasi Syarat untuk transiluminasi adalah fontanela masih terbuka. 3.II.Hiperfleksi seperti kenaikan tonus anggota gerak .Tekanan intrakranial meninggi oleh karena ubun-ubun dan sutura sudah menutup. pemeriksaan ini dilakukan dalam ruangan yang gelap setelah pemeriksa beradaptasi selama 3 menit. 2. yaitu: ukuran kepala. nyeri kepala terutama di daerah bifrontal dan bioksipital. Hidrosefalus tipe juvenile/adult oleh karena sutura telah menutup maka dari foto rontgen kepala diharapkan adanya gambaran kenaikan tekanan intrakranial.5 cm 2.Sakit kepala . Lingkaran kepala Diagnosis hidrosefalus pada bayi dapat dicurigai. untuk keperluan diagnostik hidrosefalus dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan penunjang. Aktivitas fisik dan mental secara bertahap akan menurun dengan gangguan mental yang sering dijumpai seperti : respon terhadap lingkungan lambat. yaitu : 1.Kesadaran menurun . kurang perhatian tidak mampu merencanakan aktivitasnya. muntah . jika penambahan lingkar kepala melampaui satu atau lebih garis-garis kisi pada chart (jarak antara dua garis kisi 1 cm) dalam kurun waktu 24 minggu.Ukuran rata-rata lingkar kepala Umur 0 bulan 3 bulan 6 bulan 9 bulan 12 bulan 18 bulan Lingkar kepala 35 cm 41 cm 44 cm 46 cm 47 cm 48. Hidrosefalus tipe kongenital/infantile. keluhan pasien maupun dari hasil pemeriksaan fisik dan psikis. Rontgen foto kepala Dengan prosedur ini dapat diketahui: a.

Pendapat lain mengatakan pemeriksaan USG pada penderita hidrosefalus ternyata tidak mempunyai nilai di dalam menentukan keadaan sistem ventrikel hal ini disebabkan oleh karena USG tidak dapat menggambarkan anatomi sistem ventrikel secara jelas. seperti halnya pada pemeriksaan CT Scan. Ventrikel IV sering ukurannya normal dan adanya penurunan densitas oleh karena terjadi reabsorpsi transependimal dari CSS. 4. CT Scan kepala Pada hidrosefalus obstruktif CT Scan sering menunjukkan adanya pelebaran dari ventrikel lateralis dan ventrikel III. Ventrikulografi Yaitu dengan memasukkan konras berupa O2 murni atau kontras lainnya dengan alat tertentu menembus melalui fontanela anterior langsung masuk ke dalam ventrikel. prosedur ini telah ditinggalkan. Setelah kontras masuk langsung difoto. 5. Ventrikulografi ini sangat sulit. Gambar 2 . MRI kepala MRI kepala dapat menunjukkan gambaran anatomi kepala secara mendetail dan bermanfaat untuk mengidentifikasi tempat obstruksi . maka akan terlihat kontras mengisi ruang ventrikel yang melebar. 6. dan mempunyai risiko yang tinggi. Ultrasonografi Dilakukan melalui fontanela anterior yang masih terbuka. Di rumah sakit yang telah memiliki fasilitas CT Scan. Dengan USG diharapkan dapat menunjukkan system ventrikel yang melebar. Pada hidrosefalus komunikans gambaran CT Scan menunjukkan dilatasi ringan dari semua sistem ventrikel termasuk ruang subarakhnoid di proksimal dari daerah sumbatan.Tetapi jika hidrosefalus telah ada sebelum penutupan suturan kranialis maka penutupan sutura tidak akan terjadi secara menyeluruh. Pada anak yang besar karena fontanela telah menutup untuk memasukkan kontras dibuatkan lubang dengan bor pada kranium bagian frontal atau oksipitalis. Dapat terjadi di atas ventrikel lebih besar dari occipital horns pada anak yang besar. CT Scan hidrosefalus 7.

Obat yang sering digunakan adalah: a. dengan cara pemberian dan dosis: per infus.5-2 g/kg BB/hari yang diberikan dalam jangka waktu 10-30 menit.Gambar 3. Dapat dicoba pada pasien yang tidak gawat. dosis ini dapat ditingkatkan sampai maksimal 1.200 mg/hari b. bila tidak berhasil. MRI kepala dengan hidrosefalus Penatalaksanaan Terapi medikamentosa Ditujukan untuk membatasi evolusi hidrosefalus melalui upaya mengurangi sekresi cairan dari pleksus khoroid atau upaya meningkatkan resorpsinya. Pada pusat-pusat kesehatan yang memiliki sarana bedah saraf. Tidak terdapat fasilitas bedah saraf. 0. terutama pada pusat-pusat kesehatan dimana sarana bedah saraf tidak ada. Furosemid Cara pemberian dan dosis. pasien dirujuk ke rumah sakit terdekat yang mempunyai fasilitas bedah saraf. 2.Mannitol (cairan hipertonik). Pasien dalam keadaan gawat Pasien segera dirujuk ke rumah sakit terdekat yang mempunyai fasilitas bedah saraf setelah diberikan mannitol. Pada penderita yang gawat dan sambil menunggu operasi penderita biasanya diberikan: . Terapi Pembedahan 1. Pasien tidak gawat Diberi terapi medikamentosa.6 mg/kgBB/hari Bila tidak ada perubahan setelah satu minggu pasien diprogramkan untuk operasi. a. b. Per oral 2-3 x 125 mg/hari. Jenis Terapi Operatif pada Pasien Hidrosefalus . Per oral. Asetasolamid Cara pemberian dan dosis.2 mg/kgBB 1x/hari atau injeksi iv 0. tetapi operasi biasanya langsung dikerjakan pada penderita hidrosefalus. 1.

Hematoma Subdural Ventrikel yang kolaps akan menarik permukaan korteks serebri dari duramater. dengan risiko terutama pada bayi. Ujung distal kateter dimasukkan ke dalam atrium kanan jantung melalui v.1. jugularis interna (dengan thorax x-ray > ujung distal setinggi 6/7). dengan bantuan endoskopi. Lumbo Peritoneal Shunt CSS dialirkan dari Resessus Spinalis Lumbalis ke rongga peritoneum dengan operasi terbuka atau dengan jarum Touhy secara perkutan. Pada pasien-pasien dengan VA Shunt. ~Ventrikulo-Sinus. CSS dialirkan ke mediastinum ~Ventrikulo-Peritoneal. CSS dialirkan dari ventrikel ke dalam anggota tubuh lain. Katup akan membuka pada tekanan yang berkisar antara 5-150 mm. Teknik Shunting 1. Holter) maupun yang terletak di distal dengan katup berbentuk celah (Pudenz). dengan kumparan silang yang banyak. dan bersifat hanya sementara. 2. Third Ventrikulostomi/Ventrikel III Lewat kraniotom. Misalnya: pungsi lumbal yang berulang-ulang untuk terapi hidrosefalus tekanan normal. Suatu reservoir yang memungkinkan aspirasi dari CSS untuk dilakukan analisis. Sebuah kateter ventrikular dimasukkan melalui kornu oksipitalis atau kornu frontalis. Infeksi Berupa peritonitis. CSS dialirkan ke rongga peritoneum b. Gambar 7.Eksternal CSS dialirkan dari ventrikel ke luar tubuh. ventrikel III dibuka melalui daerah khiasma optikum. b. meningitis atau peradangan sepanjang saluran subkutan. a. Pada anak-anak. Bakteri aleni dapat mengawali terjadinya Shunt Nephritis yang biasanya disebabkan Staphylococcus epidermis ataupun aureus. Pudenz.Kjeldsen) ~Ventrikulo-Atrial. H20. 4. 3. Slang silastik ditanam dalam lapisan subkutan. Operasi pintas/Shunting Ada 2 macam : . 5. Komponen VP-shunt . ~Ventrikulo-Sisternal. . Pitz. Selanjutnya dibuat lubang sehingga CSS dari ventrikel III dapat mengalir keluar. Pasien post operatif diletakkan dalam posisi terlentang mengurangi risiko sedini mungkin. memungkinkan tidak diperlukan adanya revisi walaupun badan anak tumbuh memanjang. CSS dialirkan ke sisterna magna (Thor. ujungnya ditempatkan setinggi foramen Monro. Ventriculo-Atrial Shunt. Sebuah katup yang terdapat dalam sistem Shunting ini. Ujung distal kateter ditempatkan dalam ruang peritoneum. baik yang terletak proksimal dengan tipe bola atau diagfragma (Hakim.Internal a. Komplikasi Shunting a. b. Profilaksis antibiotik dapat mengurangi risiko infeksi. CSS dialirkan ke sinus sagitalis superior ~Ventrikulo-Bronkhial. Ventriculo-Peritoneal Shunt. 2. CSS dialirkan ke Bronkhus ~Ventrikulo-Mediastinal. CSS dialirkan ke atrium kanan.

Emfiema subdural . keadaan ini dapat diperbaiki dengan jalan: . . Asites CSS biasanya terjadi pada anak dengan tekanan intrakranial di mana gejala yang timbul dapat berupa distensi perut. d. Prognosis Pada hidrosefalus infantil dengan operasi shunt menunjukkan perbaikan yang bermakna. Hidranensefali . penimbunan cairan dalam ruang subdural akibat pencairan hematom subdural 2. f. . Kraniosinostosis Keadaan ini terjadi sebagai akibat dari pembuatan shunt pada hidrosefalus yang berat.c. Diduga sebagai penyebab kelainan ini adalah pembedahan abdominal sebelumnya. Jika tidak diobati 50-60% bayi akan tetap dengan hidrosefalus atau mengalami penyakit yang berulang-ulang. kejadian ini diperkirakan 1% dari penderita dengan VP shunt. ruang yang normalnya di isi hemisfer dipenuhi CSS 5.Megaloensefali : jaringan otak bertambah .Makrosefali : gangguan tulang Dalam proses diagnostik. ujung distal kateter dapat tertarik keluar dari ruang atrium kanan. Higroma subdural . diagnosis banding penting bagi pakar neuro ( saraf ) dan bedah neuro untuk menentukan prognosis dan terapetik.Pada anak-anak yang sedang tumbuh dengan VA Shunt. nyeri perut. .Ujung proksimal tertutup pleksus khoroideus. Kepala besar .Katup diganti dengan yang terbuka pada tekanan yang tinggi.Ujung distal tertutup omentum. Obstruksi Dapat ditimbulkan oleh: . 4. mual dan muntah-muntah. Kira-kira 40% dari bayi yang hidup dengan intelektual mendekati normal. protein yang tinggi dalam CSS. dan mengakibatkan terbentuknya trombus dan timbul oklusi. . . Adapun patogenesisnya masih bersifat kontroversial.Intake cairan yang banyak.Gumpalan darah. peritonitis.Herniasi otak yang dapat berakibat kematian. Tumor otak 6. Diagnosis Banding 1. Asites oleh karena CSS Asites CSS ataupun pseudokista pertama kali dilaporkan oleh Ames.Adanya serpihan-serpihan (debris). sehingga terjadi penututupan dini dari sutura kranialis. Keadaan CSS yang rendah Beberapa pasien Post shunting mengeluh sakit kepala dan vomiting pada posisi duduk dan berdiri. Komplikasi hidrosefalus : . sama sekali atau hampir tidak memiliki hemisfer serebri. penimbunan darah di dalam rongga subdural 3.Atrofi otak . e. Hematom subdural . hal ini ternyata disebabkan karena tekanan CSS yang rendah. adanya udara atau gas dalam jaringan subdural. .

New York : 2005. Yogyakarta: UGM Press.gov/disorders/hydrocephalus/hydrocephalus. Alberto J Espay. Hal 2053-57 . 12.. Jakarta: EGC. edisi 6. Platzer.7428. 40-48. Churchill Livingstone. DAFTAR PUSTAKA 1. Emedicine 2010 : 4 available at www. 2007. 10. Brown. R. 11.Medtronic. Allan H. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. Owler BK. 2005. 13. 2006. Salmond CH. Volume 3. Wim de Jong. Delia R. 2.Dengan pengobatan dan pembedahan yang baik setidak-tidaknya 70% penderita dapat hidup hingga melampaui masa anak-anak. Edisi 20. Rudolph AM. Hidrosefalus.1408. 1994. 2003. Acta Neurol Scand 2007: 116: pages 328–332. Dexamedia 2006. dalam Patofiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Edisi 4. Jakarta : 2004.327. Adams And Victor’s Principles Of Neurology: Eight Edition. Kahle.Sjamsuhidat.com di akses pada 26 November 2010 4. Hydrocephalus. MD. 2005. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta. 809-810 8. 287-94 6. Hydrocephalus Therapy. Kari K. Living with Hydrocephalus. 262-271 7. Caudate structural abnormalities in idiopathic normal pressure hydrocephalus. 19. Hipokrates. And Robert H. Darsono dan Himpunan dokter spesialis saraf indonesia dengan UGM. di mana 40% diantaranya dengan intelegensi normal dan 60% sisanya mengalami gangguan intelegensi dan motorik.nih. Sahakian BJ.ninds. thirty nine edition. Sistem Saraf Dan Alat-Alat Sensoris. Sunaka N. Leonhardt. Obituaries. Ropper.htm 9. DeVito EE. Buku Ajar Pediatri Rudolph. Nickolaus dan RN Leanne Lintula. 2004.1136/ bmj. Peter Paul Rickham. Ventricular System and Cerebrospinal Fluid. 2005. in Grays Anatomy The Anatomical Basis of Clinical Practice. http://www.emedicine. Vetrikel dan Cairan Cerebrospinalis. 915-6 5. Pickard JD. Sri M. Wilson LM. dkk. Price SA. Dan Stranding S. EGC. USA. Buku Ajar Neurologi Klinis. BMJ 2003: 327: 1408-doi: 10. 3. dalam Atlas Berwarna & Teks Anatomi Manusia jilid 3.

Sehingga perbedaan hidrosefalus kongenital dengan di dapat terletak pada pembentukan otak dan pembentukan otak dan kemungkinan prognosanya.2008). Kongenital Merupakan Hidrosephalus yang sudah diderita sejak bayi dilahirkan. sehingga .  Pada saat lahir keadaan otak bayi terbentuk kecil  Terdesak oleh banyaknya cairan didalam kepala dan tingginya tekanan intrakranial sehingga pertumbuhan sel otak terganggu. TBC yang menyerang otak dimana pengobatannya tidak tuntas. 2. Gambar : Anak dengan hidrocephalus 2. biasanya disebabkan karena . tetapi kemudian terganggu oleh sebab adanya peninggian tekanan intrakranial.1 Hidrosephalus pada anak atau bayi pada dasarnya dapat di bagi dua: 1. ruang subarachnoid. Hidrocepalus adalah akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel cerebral.2 Klasifikasi Hydrocephalus 2. dengan penyebabnya adalah penyakitpenyakit tertentu misalnya trauma.1 Definisi Hidrocephalus adalah: suatu keadaan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan cerebrospinal (CSS) dengan atau pernah dengan tekanan intra kranial yang meninggi sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirnya CSS (Ngastiyah. Didapat Bayi atau anak mengalaminya pada saat sudah besar.2006) Hidrocephalus adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh produksi yang tidak seimbang dan penyerapan dari cairan cerebrospinal (CSF) di dalam sistem Ventricular. cairan cerebrospinal mengakumulasi di dalam sistem Ventricular (nining.2005).2 Berdasarkan letak obstruksi CSF hidrosefalus pada bayi dan anak ini juga terbagi dalam dua bagian yaitu : 1.Asuhan keperawatan pada klien ” HIDROSEFALUS” Filed Under: Neurobehaviour — putri_rahza — 34 Comments November 30.2. Ketika produksi CSF lebih besar dari penyerapan. atau ruang subdural (Suriadi. Pada hidrosefalus di dapat pertumbuhan otak sudah sempurna. Umumnya terdapat pada orang dewasa. Jenis ini tidak terdapat obstruksi pada aliran CSF tetapi villus arachnoid untuk mengabsorbsi CSF terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit atau malfungsional. 2009 2. Hydrocephalus komunikan Apabila obstruksinya terdapat pada rongga subaracnoid. 2. sehingga terdapat aliran bebas CSF dalam sistem ventrikel sampai ke tempat sumbatan.2.

Pada anak dengan hidrosefalus. Hydrocephalus non komunikan Apabila obstruksinya terdapat terdapat didalam sistem ventrikel sehingga menghambat aliran bebas dari CSF.35 ml / menit atau 500 ml / hari dengan demikian CSF di perbaharui setiap 8 jam. Biasanya diakibatkan obstruksi dalam sistem ventrikuler yang mencegah bersikulasinya CSF.dipenuhinya villus arachnoid dengan darah sesudah terjadinya hemmorhage subarachnoid (klien memperkembangkan tanda dan gejala – gejala peningkatan ICP). dari sini melalui aquaductus Sylvius menuju ventrikel IV. Plexus choroideus (yang merupakan bagian terbesar) 2). 1). dimentia. 30 / menit. Kondisi tersebut sering dijumpai pada orang lanjut usia yang berhubungan dengan malformasi congenital pada system saraf pusat atau diperoleh dari lesi (space occuping lesion) ataupun bekas luka. ternyata CSF mengalir dari tempat pembentuknya ke tempat ke tempat absorpsinya. Parenchym otak 3). 2. Arachnoid b. produksi CSF ternyata berkurang + 0. Kelainan ini berhubungan dengan cedera kepala. Umumnya terdapat pada orang dewasa. Biasanya gangguan yang terjadi pada hidrosefalus kongenital adalah pada sistem vertikal sehingga terjadi bentuk hidrosefalus non komunikan. Pada anak – anak yang garis suturanya tidak bergabung terdapat pemisahan / separasi garis sutura dan pembesaran kepala. Pada klien dengan garis sutura yag berfungsi atau pada anak – anak dibawah usia 12 – 18 bulan dengan tekanan intraranialnya tinggi mencapai ekstrim. Hidrocephalus Bertekan Normal ( Normal Pressure Hidrocephalus ) Di tandai pembesaran sister basilar dan fentrikel disertai dengan kompresi jaringan serebral. pada beberapa kasus (Kelompok umur 60 – 70 tahun) ada kemingkinan ditemukan hubungan tersebut. Jenis ini tidak terdapat obstruksi pada aliran CSF tetapi villus arachnoid untuk mengabsorbsi CSF terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit atau malfungsional. tanda – tanda dan gejala – gejala kenaikan ICP dapat dikenali. CSF mengalir dari II ventrikel lateralis melalui sepasang foramen Monro ke dalam ventrikel III. mengitis. incontinentia urine. Melalui satu . biasanya disebabkan karena dipenuhinya villus arachnoid dengan darah sesudah terjadinya hemmorhage subarachnoid (klien memperkembangkan tanda dan gejala – gejala peningkatan ICP) 2. CSF di bentuk oleh PPA. 3. Pembentukan CSF Normal CSF diproduksi + 0. hemmorhage serebral atau thrombosis. Tekanan intrakranial biasanya normal. Pada klien dewasa dapat terjadi sebagai akibat dari obstruksi lesi pada sistem ventricular atau bentukan jaringan adhesi atau bekas luka didalam system di dalam system ventricular. dapat terjadi atrofi serebral. ataxic gait. Sirkulasi CSF Melalui pemeriksaan radio isotop.3 Fisiologi Cairan Cerebro Spinalis a. gejala – gejala dan tanda – tanda lainnya meliputi .

Seabb-sebab ini mencakup malformasi ( anomali perkembangan sporadis ). Spina bifida dan cranium bifida Biasanya berhubungan dengan sindrom Arnold-Chiari akibat tertariknya medula spinalis dengan medula oblongata dan cerebelum. Pada sebagian besar pasien banyak yang etiologi tidak dapat diketahui dan untuk ini diistilahkan sebagai hidrosefalus idiopatik. 2. cedera kepala.Tumor lain yang menyebabkan hidrosefalus adalah tumor di daerah mesencephalon. b. Hidrosefalus yang terjadi biasanya multi okulasi.pasang foramen Lusckha CSF mengalir cerebello pontine dan cisterna prepontis.4.Melalui cisterna di supratentorial dan kedua hemisfere cortex cerebri. Semua meningitis bakterialis dapat menyebabkan hidrosefalus akibat dari fibrosis leptomeningeal. Meningitis. b. Perdarahan yang disebabkan oleh berbagai kejadian seperti prematur. Sebab-sebab Prenatal Sebab prenatal merupakan faktor yang bertanggung jawab atas terjadinya hidrosefalus kongenital yang timbul in. . Dari sini mengalir ke superior dalam rongga subarachnoid spinalis dan ke cranial menuju cisterna infra tentorial. Cairan yang keluar dari foramen Magindie menuju cisterna magna.2 Penyebab sumbatan aliran CSF Penyebab sumbatan aliran CSF yang sering terdapat pada bayi dan anak – anak : Penyebab penyumbatan aliran CSS yang sering terdapat pada bayi adalah: 1. c. 2. infeksi atau kelainan vaskuler. Kelainan bawaan a. hal ini disebabkan karena keikutsertaan adanya kerusakan jaringan otak d. ruptura malformasi vaskuler. Gangguan aliran vena.Djoko Listiono( 1998) : 1. letaknya lebih rendah dan menutupi foramen magnum sehingga terjadi penyumbatan sebagian/total. Biasanya terjadi akibat sumbatan antomis dan fungsional seperti akhondroplasia dimana terjadi gangguan drainase vena pada basis krani.1 Etiologi Hidrosefalus menurut L. Kista arachnoid dan kista neuroepitalial merupakn kelompok lesi masa yang menyebabkan aliran gangguan liquor berlokasi di daerah supraselar atau sekitar foramen magmum. Sebab-sebab Postnatal a. Sirkulasi berakhir di sinus Doramatis di mana terjadi absorbsi melalui villi arachnoid. Lesi masa menyebabkan peningkatan resistensi aliran liquor serebrospinal dan kebanyakan tumor berlokasi di fosa posterior. trombosis jugularis.4.4 Etiologi 2. Stenosis Aquaductus sylvii merupakan penyebab yang paling sering pada bayi/anak (60-90%) Aquaductus dapat berubah saluran yang buntu sama sekali atau abnormal ialah lebih sempit dari biasanya.utero ataupun setelah lahir. Umumnya gejala Hidrocefalus terlihat sejak lahir/progresif dengan cepat pada bulan-bulan pertama setelah lahir. 2.

Arterio venosusmalformasi. inkontinentia pigmenti dan penyakit krabbe. 6. d. 2. Kista Arachnoid Dapat terjadi conginetal membagi etiologi menurut usia e. a. Anomali pembuluh darah 2. Proses akut itu merupakan kasus emergency. b. Sindrom Dandy-Walker Merupakan atresia congenital foramen luscha dan mengendie dengan akibat Hidrocefalus obstruktif dengan pelebran sistem ventrikel terutama ventrikel IV sehingga merupakan krista yang besar di daerah losa posterior. infeksi (meningitis. c. d. Jika fontanela anterior tidak tertutup dia tidak akan mengembang dan terasa tegang pada perabaan. Leukemia. Pailloma pleksus khoroideus.misalnya meningitis. Neoplasma tersebut antara lain: a. e. Trombosis sinus venosus. Galeni.Stenosis aquaductal (Penyakit keluarga / keturunan yang terpaut seks) menyebabkan .c. Neoplasma Terjadinya hidrosefalus disini oleh karena obstruksi mekanis yang dapat terjadi di setiap aliran CSS. c. Pada bayi dan anak kecil sutura kranialnya melipat dan melebar untuk mengakomodasi peningkatan massa cranial. Ekstaksi A. ventrikel serebral melebar. Pada gray matter terdapat pemeliharaan yang bersifat selektif. menyebabkan permukaan ventrikuler mengkerut dan merobek garis ependymal. 3. d. Perdarahan 4.pneumonia. sehingga walaupun ventrikel telah mengalami pembesaran gray matter tidak mengalami gangguan.Tumor ventrikel III. Infeksi Infeksi mengakibatkan perlekatan meningen (selaput otak) sehingga terjadi obliterasi ruang subarakhnoid.5 Patofisiologi Hidrocephalus ini bisa terjadi karena konginetal (sejak lahir). Basilaris. b. pendarahan di kepala dan faktor bawaan (stenosis aquaductus sylvii) sehingga menyebabkan adanya obstruksi pada system ventrikuler atau pada ruangan subarachnoid. Malformasi V. White mater dibawahnya akan mengalami atrofi dan tereduksi menjadi pita yang tipis. limfoma. Proses dilatasi itu dapat merupakan proses yang tiba – tiba / akut dan dapat juga selektif tergantung pada kedudukan penyumbatan. 5. Gangguan vaskuler.Tumorfossa posterior. Degeneratif.TBC).Dilatasi sinus dural. Histositosis X.

2. 3. Kepala menjadi makin besar dan akan terlihat pada umur 3 tahun. pelebaran ini menyebabkan kepala berbentuk khas yaitu penampakan dahi yang menonjol secara dominan (dominan Frontal blow). Muntah b. 2. peningkatan pernafasan dan tidak teratur. sebagai akibatnya menujukkan gejala : Kenailkan ICP sebelum ventrikjel cerebral menjadi sangat membesar. Puncak orbital tertekan ke bawah dan mata terletak agak kebawah dan keluar dengan penonjolan putih mata yang tidak biasanya.titik pelebaran pada ventrikel laterasl dan tengah. CSF melebihi kapasitas normal sistim ventrikel tiap 6 – 8 jam dan ketiadaan absorbsi total akan menyebabkan kematian. Kerusakan dalam absorbsi dan sirkulasi CSF pada hidrosephalus tidak komplit.6 Manifestasi Klinis Kepala bisa berukuran normal dengan fontanela anterior menonjol.Peningkatan sistole pada tekanan darah. perubahan pupil. Gelisah c. Pada bayi terlihat lemah dan diam tanpa aktivitas normal. sehingga fontanela menjadi tegang. CT scan dapat menggambarkan sistim ventrikuler dengan penebalan jaringan dan adnya massa pada ruangan Occuptional. lama kelamaan menjadi besar dan mengeras menjadi bentuk yang karakteristik oleh peningkatan dimensi ventrikel lateral dan anterior – posterior diatas proporsi ukuran wajah dan bandan bayi. Ventirkulogram menunjukkan pembesaran pada sistim ventrikel . Klien dengan tipe hidrosephalus diatas akan mengalami pembesaran cerebrum yang secara simetris dan wajahnya tampak kecil secara disproporsional. penurunan nadi. 4. Syndroma dandy walkker akan terjadi jika terjadi obstruksi pada foramina di luar pada ventrikel IV. Keterlambatan penutupan fontanela anterior. konvulsi. Proses ini pada tipe communicating dapat tertahan secara spontan atau dapat terus dengan menyebabkan atrofi optik. Pada orang yang lebih tua. jika anak hidup maka akan terjadi retardasi mental dan fisik. Tanda – tanda peningkatan tekanan intracranial antara lain : a. lethargi – stupor. Bayi : 1. Peningkatan tonus otot ekstrimitas 5. 1. sedikit tinggi dari permukaan tengkorak. keras. Jika route kolateral cukup untuk mencegah dilatasi ventrikular lebih lanjut maka akan terjadi keadaan kompensasi. Ventrikel ke IV melebar dan fossae posterior menonjol memenuhi sebagian besar ruang dibawah tentorium.Uji radiologis : terlihat tengkorak mengalami penipisan dengan sutura yang terpisah – pisah dan pelebaran vontanela. spasme ekstremitas. Tampak adanya dsitensi vena superfisialis dan kulit kepala menjadi tipis serta rapuh. Pada pelebaran ventrikular menyebabkan robeknya garis ependyma normal yang pada didning rongga memungkinkan kenaikan absorpsi. Menangis dengan suara ringgi d. sutura cranial telah menutup sehingga membatasi ekspansi masa otak. Dahi menonjol bersinar atau mengkilat dan pembuluh – pembuluh darah terlihat jelas . malnutrisi dan kematian.

2. 3. Nyeri kepala 2. Transimulasi Syarat untuk transimulasi adalah fontanela masih terbuka. Perubahan pupil 2. Muntah 3. Anak yang telah menutup suturanya . lelah. Hidrosefalus tipe juvenile/adult oleh karena sutura telah menutup maka dari foto rontgen kepala diharapkan adanya gambaran kenaikan tekanan intrakranial. Hidrosefalus tipe kongenital/infantile. pemeriksaan ini dilakukan dalam ruangan yang gelap setelah pemeriksa beradaptasi selama 3 menit.7 Pemeriksaan Diagnostik Selain dari gejala-gejala klinik. keluhan pasien maupun dari hasil pemeriksaan fisik dan psikis. Bayi tidak dapat melihat ke atas. apatis. Pada anak yang besar lingkaran kepala dapat normal hal ini disebabkan oleh karena hidrosefalus terjadi setelah penutupan suturan secara fungsional. Strabismus 7. b. yaitu : 1. Lethargi. Ketegangan dari sutura cranial dapat terlihat pada anak berumur 10 tahun 5. Tetapi jika hidrosefalus telah ada sebelum penutupan suturan kranialis maka penutupan sutura tidak akan terjadi secara menyeluruh. lebar halo dari tepi sinar akan terlihat lebih lebar 1-2 cm. adanya pelebaran sutura. Penglihatan ganda. kontruksi penglihatan perifer 6. Lingkaran kepala Diagnosis hidrosefalus pada bayi dapat dicurigai. yaitu: ukuran kepala. perubahan personalitas 4. Bayi sulit mengangkat dan menahan kepalanya ke atas. jika penambahan lingkar kepala melampaui satu atau lebih garis-garis kisi pada chart (jarak antara dua garis kisi 1 cm) dalam kurun waktu 24 minggu. tandatanda peningkatan tekanan intrakranial kronik berupa imopressio digitate dan erosi prosessus klionidalis posterior. Tanda – tanda peningkatan tekanan intrakranial : 1. Rontgen foto kepala Dengan prosedur ini dapat diketahui: a. nystagmus. Pada hidrosefalus.6. sehingga sclera telihat seolah – olah di atas Iris 7. 2. Pada anak . “sunset eyes” 8. Setelah kontras masuk langsung difoto. maka akan terlihat kontras mengisi ruang ventrikel yang melebar. atropi optic 9. Strabismus. Ventrikulografi Yaitu dengan memasukkan konras berupa O2 murni atau kontras lainnya dengan alat tertentu menembus melalui fontanela anterior langsung masuk ke dalam ventrikel. Alis mata dan bulu mata ke atas. untuk keperluan diagnostik hidrosefalus dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan penunjang( . 4. Alat yang dipakai lampu senter yang dilengkapi dengan rubber adaptor.

MRI (Magnetic Resonance Imaging) Untuk mengetahui kondisi patologis otak dan medula spinalis dengan menggunakan teknik scaning dengan kekuatan magnet untuk membuat bayangan struktur tubuh 2. Keterlambatan akan menyebabkan kecacatan dan kematian sehingga prinsip pengobatan hidrocefalus harus dipenuhi yakni: 1. Dapat terjadi di atas ventrikel lebih besar dari occipital horns pada anak yang besar. Pengeluaran cairan serebrospinal ke dalam organ ekstrakranial. prosedur ini telah ditinggalkan. . Drainase ventrikulo-Pleural d.8 Penatalaksanaan Penanganan hidrocefalus masuk pada katagori ”live saving and live sustaining” yang berarti penyakit ini memerlukan diagnosis dini yang dilanjutkan dengan tindakan bedah secepatnya. Ventrikel IV sering ukurannya normal dan adanya penurunan densitas oleh karena terjadi reabsorpsi transependimal dari CSS. Ultrasonografi Dilakukan melalui fontanela anterior yang masih terbuka. Memperbaiki hubungan antara tempat produksi caira serebrospinal dengan tempat absorbsi. 7. atau dengan obat azetasolamid (diamox) yang menghambat pembentukan cairan serebrospinal. CT Scan kepala Pada hidrosefalus obstruktif CT Scan sering menunjukkan adanya pelebaran dari ventrikel lateralis dan ventrikel III. Mengalirkan cairan serebrospinal ke dalam vena jugularis dan jantung melalui kateter yang berventil (Holter Valve/katup Holter) yang memungkinkan pengaliran cairan serebrospinal ke satu arah. Dengan USG diharapkan dapat menunjukkan system ventrikel yang melebar. 5. 6. seperti halnya pada pemeriksaan CT Scan. 2. yaitu menghubungkan ventrikel dengan subarakhnoid 3. Ventrikulografi ini sangat sulit. Drainase ventrikule-Uretrostomi e. dan mempunyai risiko yang tinggi. Cara ini merupakan cara yang dianggap terbaik namun. Drainase Lombo-Peritoneal c. Drainase ventrikule-peritoneal b. kateter harus diganti sesuai dengan pertumbuhan anak dan harus diwaspadai terjadinya infeksi sekunder dan sepsis. yakni: a. Mengurangi produksi cairan serebrospinal dengan merusak pleksus koroidalis dengan tindakan reseksi atau pembedahan. Di rumah sakit yang telah memiliki fasilitas CT Scan.yang besar karena fontanela telah menutup untuk memasukkan kontras dibuatkan lubang dengan bor pada kranium bagian frontal atau oksipitalis. Pendapat lain mengatakan pemeriksaan USG pada penderita hidrosefalus ternyata tidak mempunyai nilai di dalam menentukan keadaan sistem ventrikel hal ini disebabkan oleh karena USG tidak dapat menggambarkan anatomi sistem ventrikel secara jelas. Pada hidrosefalus komunikans gambaran CT Scan menunjukkan dilatasi ringan dari semua sistem ventrikel termasuk ruang subarakhnoid di proksimal dari daerah sumbatan. Drainase ke dalam anterium mastoid f.

Internal a. Komplikasi yang sering terjadi pada shunting: infeksi. Dibuat sayatan kecil di daerah kepala dan dilakukan pembukaan tulang tengkorak dan selaput otak. Suatu reservoir yang memungkinkan aspirasi dari CSS untuk dilakukan analisis. Slang silastik ditanam dalam lapisan subkutan b.4. ascites akibat CSS. Sebuah kateter ventrikular dimasukkan melalui kornu oksipitalis atau kornu frontalis. lentur. Katup akan membuka pada tekanan yang berkisar antara 5-150 mm. 2. Misalnya: pungsi lumbal yang berulang-ulang untuk terapi hidrosefalus tekanan normal. antara ujung selang di kepala dan perut dihubiungakan dengan selang yang ditanam di bawah kulit hingga tidak terlihat dari luar. . Disusul kemudian dibuat sayatan kecil di daerah perut. baik yang terletak proksimal dengan tipe bola atau diafragma (Hakim. Ventrikulo-Mediastinal. b. dibuka rongga perut lalu ditanam selang pintasan. jugularis interna (dengan thorax x-ray ® ujung distal setinggi 6/7). Holter) maupun yang terletak di distal dengan katup berbentuk celah (Pudenz). CSS dialirkan ke rongga peritoneum. Teknik Shunting: 1. Ujung distal kateter ditempatkan dalam ruang peritoneum. CSS dialirkan dari ventrikel ke dalam anggota tubuh lain Ventrikulo-Sisternal. Eksternal CSS dialirkan dari ventrikel ke dunia luar. “Lumbo Peritoneal Shunt” CSS dialirkan dari Resessus Spinalis Lumbalis ke rongga peritoneum dengan operasi terbuka atau dengan jarum Touhy secara perkutan. 4. CSS dialirkan ke sinus sagitalis superior Ventrikulo-Bronkhial. tidak mudah putus. Tindakan bedah pemasangan selang pintasan atau drainase dilakukan setelah diagnosis lengkap dan pasien telah di bius total. keadaan CSS yang rendah. obstruksi. CSS dialirkan ke Bronhus. dan bersifat hanya sementara. Ada 2 macam terapi pintas / “ shunting “: 1. Pitz. ujungnya ditempatkan setinggi foramen Monroe. kraniosinostosis. CSS dialirkan ke sisterna magna (Thor-Kjeldsen) Ventrikulo-Atrial. 5. Ventriculo-Peritneal Shunt a. Ventriculo-Atrial Shunt. Pudenz. lalu selang pintasan dipasang. H2O. 2. Sebuah katup yang terdapat dalam sistem Shunting ini. CSS dialirkan ke mediastinum Ventrikulo-Peritoneal. Ujung distal kateter dimasukkan ke dalam atrium kanan jantung melalui v. 3. hematom subdural. 5. Pengobatan modern atau canggih dilakukan dengan bahan shunt atau pintasan jenis silicon yang awet. memungkinkan tidak diperlukan adanya revisi walaupun badan anak tumbuh memanjang. Pada anak-anak dengan kumparan silang yang banyak.

mempunyai prognosis lebih baik dari hidrosefalus yang bersama dengan malformasi lain (hidrosefalus komplikata). Dengan bedah saraf dan penatalaksanaan medis yang baik. Skitar 40% bayi yang bertahan memiliki kecerdasan hampir normal. Pergerakan tubuh yang banyak c. abses abdomen 5. sekitar 40% dengan intelek normal. Jika tidak dioperasi 50-60% bayi akan meniggal karena hidrosefalus sendiri ataupun penyakit penyerta. a.Disini respon perilaku anak dengan tahapnya. Usia anak > 6 bln terjadi stanger anxiety /cemas a.10 Prognosa Keberhasilan tindakan operatif serta prognosis hidrosefalus ditentukan ada atau tidaknya anomali yang menyertai. Peningkatan TIK 2. perlukaan tubuh. Ekspresi wajah yang tak menyenangkan 2. Tahap protes menangis. Masa bayi(0-1 th) Dampak perpisahan Pembentukan rasa P. Pembesaran kepala 3. inkoordinasi. sensibilitas kulit menurun 6. Menangis keras b. anak tak aktif.pengalaman sebelumnya terhadap sakit. Pengingkaran/ denial . Meningitis. kehilangan. kerusakan otak 4.11 Dampak Hospitalisasi Anak Penderita Hydrocephalus dan keluarganya Reaksi Hospitalisasi Reaksi tersebut bersifat individual dan sangat tergantung pada usia perkembangan anak. sedih. Kerusakan jaringan saraf 7. Prognosis bayi hidrosefalus dengan meningomilokel lebih buruk.dan rasa nyeri. Ekstremitas mengalami kelemahan.D dan kasih saying. Proses aliran darah terganggu 2. Prognosis hidrosefalus infatil mengalami perbaikan bermakna namun tidak dramatis dengan temuan operasi pisau.Masa todler (2-3 th) Sumber utama adalah cemas akibat perpisahan . kurang menunjukkan minat bermain. apatis c.reaksi anak terhadap sakit adalah kecemasan karena perpisahan. Reaksi anak pada hospitalisasi : 1.2. a.pada umumnya. 2. sekitar 70% diharap dapat melampaui masa bayi. menolak perhatian orang lain b.sistem pendukung yang tersedia dan kemampuan koping yang dimilikinya.9 Komplikasi Komplikasi Hidrocefalus menurut Prasetio (2004): 1. Putus asa menangis berkurang. ventrikularis. dan sektar 60% dengan cacat intelek dan motorik bermakna. menjerit.

keluarga. Takut dan cemas.Menolak makan . Tidak kooperatif dengan petugas Perasaan sakit akibat perlukaan menimbulkan respon : a. Prosedur yang menyakitkan 2. Informasi buruk tentang diagnosa medis 3. Sehingga ada perasaan malu. Kehilangan kontrol berdampak pada perubahan peran dlm klg. Pembatasan aktivitas Sering kali dipersepsikan anak sekolah sebagai hukuman. Menolak perawatan / tindakan yang dilakukan b. Perawatan yang tidak direncanakan 4. kelemahan fisik. Pembatasan aktifitas kehilangan kontrol Reaksi yang muncul : a. Anak mulai menyukai lingkungannya 3. bertanya-tanya b. takut sehingga menimbulkan reaksi agresif. Kehilangan kontrol b. .Sering bertanya .tidak mau bekerja sama dengan perawat. perasaan sedih dan frustasi kehilangan anak yang dicintainya: 1. Reaksi nyeri bisa digambarkan dgn verbal dan non verbal 5. Mulai menerima perpisahan e. menolak kehadiran orang lain b.Tidak kooperatif terhadap petugas kesehatan Perawatan di rumah sakit : a. perasaan takut mati. kelompok sosial sehingga menimbulkan kecemasan.d. menarik diri c. kehilangan klp sosial. Pengalaman perawatan sebelumnya 2. berontak. marah.Menangis perlahan . Perasaan sedih: Kondisi terminal perilaku isolasi /tidak mau didekati orang lain.Masa remaja (12 sampai 18 tahun ) Anak remaja begitu percaya dan terpengaruh kelompok sebayanya Saat MRS cemas karena perpisahan tersebut. Masa sekolah 6 sampai 12 tahun Perawatan di rumah sakit memaksakan meninggalkan lingkungan yang dicintai . Reaksi orang tua terhadap hospitalisasi Perasaan yang muncul dalam hospitalisasi: 1. 4. Masa prasekolah ( 3 sampai 6 tahun ) . Membina hubungan secara dangkal f.

strabismus. kami mengambil kasus pada anak yang antara 0-3 bulan. perubahan pupil.3. diare. benci. No Bayi Normal Bayi Hidrosefalus . cemburu. kontruksi penglihatan perifer. lelah. ronchi. Perasaan frustasi : Kondisi yang tidak mengalami perubahan Perilaku tidak kooperatif. malas makan B6 (Bone) : Kelemahan. rasa bersalah BAB III ASUHAN KEPERAWATAN Asuhan keperawatan pada Gangguan Hidrocephalus 3. Peningkatan tonus otot ekstrimitas 3. Riwayat Penyakit Sekarang : Pendarahan otak yang berhubungan dengan kelahiran prematur 3. Reaksi saudara kandung terhadap perawatan anak di RS:  Marah. Data demografi 1) Nama 2) Usia : Kebanyakan terjadi pada anak-anak pada usia infant 3) Jenis Kelamin : Hidrocephalus sebagian besar mengenai anak laki – laki 4) Suku/ bangsa 5) Agama 6) Pendidikan 7) Pekerjaan Alamat 2. kejang B4 (Bladder) : Oliguria B5 (Bowel) : Mual. dahi menonjol dan mengkilat pembesarankepala. peningkatan frekuensi napas B2 (Blood) : Pucat. muntah. Pengumpulan Data 1. tidak dapat melihat ke atas. penglihatan ganda. Riwayat penyakit keluarga 2. menolak tindakan. “sunset eyes”.1 Pengkajian 1. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan Dari riwayat pertumbuhan dan perkembangan ini. putus asa. penurunan nadi B3 (Brain) : Sakit kepala. gangguan kesadaran. TBC. Pengkajian persistem B1 (Breath) : Dispnea. neoplasma 4. meningitis. Riwayat Penyakit Dahulu Antrenatal : Perdarahan ketika hamil Natal : Perdarahan pada saat melahirkan. peningkatan sistole tekanan darah. trauma sewaktu lahir Postnatal : Infeksi.

1. lethargi. memiliki penglihatan ganda. Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah tidak dapat menatap ke atas. Tidak mampu menatap dengan pandangan yang jelas. apatis. Berkolaborasi dengan dokter untuk melakukan pembedahan. penglihatan ganda. Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh. Mengenal ibu dengan penglihatan. Tidak ada tanda-tanda untuk bicara 5. lelah. Observasi ketat tanda-tanda peningkatan TIK (Nyeri kepala. pendengaran. Perubahan pupil) 2. Tujuan: Tidak terjadi peningkatan TIK Kriteria Hasil:  Kesadaran Komposmetis  Tidak terjadi nyeri kepala  TTV normal Intervensi Rasional 1.2 Diagnosa Keperawatan 1. tidak terjadi penekanan pada lobus oksipitalis dan tidak terjadi pembesaran pada kepala 2. kontruksi penglihatan perifer strabismus. Mengangkat kepala setinggi 45 0 sulit mengangkat dan menahan kepalanya ke atas bahkan kesulitan menggerakkan kepala 2. alis mata dan bulu mata ke atas sehingga sclera telihat seolah – olah di atas Iris 3. Suka tertawa keras Diam. Gangguan persepsi sensori berhubungan dengan penekanan lobus oksipitalis karena meningkatnya TIK Tujuan : Tidak terjadi disorientasi pada anak . perubahan personalitas. Pantau terus adanya perubahan TTV 4. muntah. untuk mengurangi peningkatan TIK 1. Dengan dilakukan pembedahan.tidak dapat menatap ke atas 4. Untuk mengetahui secara dini peningkatan TIK 2. Pantau terus tingkat kesadaran anak 3. Penurunan keasadaran menandakakan adanya peningkatan TIK 3. Melihat dan menatap wajah anda. ketegangan dari sutura cranial dapat terlihat pada anak berumur 10 tahun. Untuk mengetahui kondisi aliran darah dan aliran oksigen ke otak 4. 3. penciuman. Potensial komplikasi peningkatan tekanan intrakranial berhubungan dengan akumulasi cairan serebrospinal. diharapkan cairan cerebrospinal berkurang. kontak Kurang bisa mengenali orang terdekat. Bereaksi terkejut terhadap suara keras Tidak ada respon terhadap stimulus apapun 7. Tidak menunjukkan reaksi 8. Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum. sehingga TIK menurun.muram 6.

Membantu pasien untuk mengenali sesuatu dengan kondisi penglihatan yang terganggu 1. Klien tidak banyak bergantung pada orang lain 3. Membantu orientasi tempat c. Mempertahankan visus agar tidak terjadi penurunan visus yang lebih parah a. Ketidakmampuan dalam penglihatan tidak bertambah parah. Keluarga dapat menerima seluruh informasi agar tidak menimbulkan salah persepsi 4. Pengetahuan kelurga bertambah dan dapat mempersiapkan keluarga dalam merawat klien post operasi 4. pengobatan dan perubahan pola hidup yang dibutuhkan Intervensi Rasional 1. prosedur. Resiko ketidakefektifan pola nafas yang berhubungan dengan penurunan refleks batuk Tujuan : Jalan nafas tetap efektif Kriteria Hasil :  Anak tidak sesak napas  Tidak terdapat ronchi  Tidak retraksi otot bantu pernapasan  Pernapasan teratur. RR dalam batas normal . 4. Beri kesempatan orang tua untuk mengekspresikan kesedihannya 2. bed plang dll dipasang agar tidak cedera ) 2. Jelaskan tentang kondisi penderita. terapi dan prognosanya. Klien merasa nyaman dan aman 2. Keluarga dapat mengemukakan perasaannya sehinnga perasaan orang tua dapat lebih lega 2.Kriteria Hasil :  Penurunan visus tidak bertambah lebih parah  Anak bisa mengenali lingkungan sekitarnya Intervensi Rasional 1. Kurang pengetahuan orang tua berhubungan dengan penyakit yang di derita oleh anaknya Tujuan : Meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penyakit yang diderita anaknya Kriteria Hasil :  Kecemasan orang tua pada kondisi kesehatan anaknya dapat berkurang  Orang tua mengungkapkan pemahaman tentang penyakit. Pengetahuan orang tua bertambah mengenai penyakit yang di derita oleh anaknya sehinnga kecemasan orang tua dapat berkurang 3. klien tidak mengalami disorientasi tempat. Berikan tempat yang nyaman dan aman ( pencahayaan terang. Membantu ADL pasien b. Ulangi penjelasan tersebut bila perlu dengan contoh bila keluarga belum mengerti 1. Beri kesempatan orang tua untuk bertanya mengenai kondisi anaknya 3.

Memberikan stimulasi atau rangsangan untuk perkembangan kepada anak 1. ketidakstabilan. Antibiotik dapat mencegah timbulnya infeksi 3.Kolaborasi dalam pemberian antibiotik 1. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan pemasangan drain/shunt Tujuan: Tidak terdapat tanda-tanda infeksi ( 3 x 24 jam ) Kriteria Hasil:  TD dalam batas normal  Tidak terdapat perdarahan  Tidak terdapat kemerahan Intervensi Rasional 1. Pantau tanda-tanda infeksi( letargi.1 Intervensi Perawatan Dalam Mengatasi Dampak Hospitalisasi  Fokus intervensi keperawatan pada hospitalisasi adalah: . Memberikan diet nutrisi untuk pertumbuhan 2. Agar perkembangan klien tetap optimal 6. Lakukan rawat luka 3. Posisikan klien posisi semifowler 2.Intervensi Rasional 1. Auskultasi suara napas 1. perubahan warna kulit ) 2. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan pembesaran kepala Tujuan : Klien tidak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan Kriteria Hasil :  Pertumbuhan dan perkembangan klien tidak mengalami keterlambatan dan sesuai dengan tahapan usia Intervensi Rasional 1. Suplai oksigen klien dapat tercukupi sehingga klien tidak mengalami hipoksia 3. Observasi pola dan frekuensi napas 4. Mempertahankan berat badan agar tetap stabil 2. Mencegah timbulnya ifeksi 3. Mengetahui penyebab terjadinya in feksi 2. Asupan nutrisi dapat membantu menyembuhkan luka 4. Pemberian oksigen 3.Untuk mengetahui ada tidaknya ketidakefektifan pola napas 4. Pantau asupan nutrisi 4. Untuk mengetahui adanya kelainan suara 5. Klien merasa nyaman dan tidak merasa sesak napas 2. nafsu makan menurun.2.

Hindarkan pembatasan fisik jika anak dapat kooperatif. Mencegah atau mengurangi dampak perpisahan b. Surat menyurat. Lakukan permainan sebelum melakukan persiapan fisik anak c. Tunjukkan sikap empatie. . Memberi kesempatan anak mengambil keputusan dan melibatkan orang tua dalam perencanaan kegiatan 4. Memaksimalkan manfaat hospitalisasi anak a. Melibatkan orang tua berperan aktif dalam perawatan anak b. Pada tindakan elektif bila memungkinkan menceritakan tindakan yang dilakukan melalui cerita. Modifikasi ruang perawatan c.latihan.1) meminimalkan stressor 2) memaksimalkan manfaat hospitalisasi memberikan dukungan psikologis pada anggota keluarga 3) mempersiapkan anak sebelum masuk rumah sakit 1. Mempertahankan kontak dengan kegiatan sekolah d. Memberi kesempatan untuk sosialisasi e. Meningkatkan kemampuan kontrol diri d. Memberi support kepada anggota keluarga. Memberi kesempatan pada orang tua untuk belajar tentang penyakit anak c. Perlu dilakukan pengkajian tentang kemampuan psikologis anak menerima informasi ini dengan terbuka 5. bertemu teman sekolah 3. Membantu perkembangan anak dengan memberi kesempatan orang tua untuk belajar b. gambar. Mencegah perasaan kehilangan kontrol: a. Meminimalkan rasa takut terhadap cedera tubuh dan rasa nyeri a. b. Upaya mencegah / meminimalkan dampak perpisahan a. Upaya meminimalkan stresor atau penyebab stress Dapat dilakukan dengan cara : a. Mengurangi / meminimalkan rasa takut terhadap perlukaan tubuh dan rasa nyeri 2. Mencegah perasaan kehilangan kontrol c. Buat jadwal untuk prosedur terapi. Bila anak diisolasi lakukan modifikasi lingkungan c. Menghadirkan orang tua bila memungkinkan d.bermain d. Mempersiapkan psikologis anak dan orang tua untuk tindakan prosedur yang menimbulkan rasa nyeri b.

Saran Tindakan alternatif selain operasi diterapkan khususnya bagi kasus-kasus yang yang mengalami sumbatan didalam sistem ventrikel. Kenalkan perawat dan dokter yang merawatnya b. Jelaskan aturan rumah sakit. Mempersiapkan anak untuk mendapat perawatan di rumah sakit a. Merupakan sindroma klinis yang dicirikan dengan dilatasi yang progresif pada sistem ventrikuler cerebral dan kompresi gabungan dari jaringan – jaringan serebral selama produksi CSF berlangsung yang meningkatkan kecepatan absorbsi oleh vili arachnoid.  Pada hari pertama lakukan tindakan : a. 2.Siapkan ruang rawat sesuai dengan tahapan usia anak b. . Mengorientasikan situasi rumah sakit. Akibat berlebihannya cairan serebrospinalis dan meningkatnya tekanan intrakranial menyebabkan terjadinya peleburan ruang – ruang tempat mengalirnya liquor.6.Berikan identitas pada anak. Kesimpulan Hidrocephalus adalah: suatu keadaan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan cerebrospinal (CSS) dengan atau pernah dengan tekanan intra kranial yang meninggi sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirnya CSS. Kenalkan pada pasien yang lain. Berdasarkan letak obstruksi CSF hidrosefalus pada bayi dan anak ini juga terbagi dalam dua bagian yaitu : Hidrochepalus komunikan Hidrochepalus non-komunikan Hidrochepalus bertekanan normal Insidens hidrosefalus pada anak-anak belum dapat ditentukan secara pasti dan kemungkinan hai ini terpengaruh situasi penanganan kesehatan pada masing-masing rumah sakit. d. Dalam hal ini maka tindakan terapeutik semacan ini perlu. c. BAB IV PENUTUP 1.