Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

CRITICAL APPRAISAL META ANALISIS


KAJIAN PELAKSANAAN MANAJEMEN AKTIF KALA III TERHADAP
PENCEGAHAN PERDARAHAN POST PARTUM

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah Evidence Based Midwifery

Disusun Oleh :
Fera Mutiarawati

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA
JURUSAN KEBIDANAN
TASIKMALAYA

KAJIAN PELAKSANAAN MANAJEMEN AKTIF KALA III TERHADAP


PENCEGAHAN PERDARAHAN POST PARTUM
(META ANALISIS)
Oleh:
FERA MUTIARAWATI
Mahasiswa D4 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
PENDAHULUAN
Kematian ibu menurut WHO adalah kematian ibu selama kehamilan, atau dalam
periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua sebab yang terkait dengan atau
diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh
kecelakaan/cidera.
Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2014, Angka
Kematian ibu di Indonesia masih tinggi sebesar 214 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini
sudah menurun menurut SDKI tahun 2012 Angka Kematian Ibu (AKI) 2012 mencapai 359
per 100.000 kelahiran hidup (Depkes RI:2014). Tapi, kemajuan ini masih jauh dari target
Millenium Development Goals (MDGS) 2015 dan Sustainable Development Goals (SDGS),
yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup.
Provinsi Jawa Barat sendiri menurun dari 1054 kematian di tahun 2012 menjadi 776
kematian ibu di tahun 2014 (BPS Jawa Barat:2014). Di Kota Tasikmalaya sendiri Kematian
Ibu masih sangat tinggi yaitu 29 orang pada tahun 2014 (Tribunnews.com).
Tingginya kasus kematian ibu terbanyak disebabkan yaitu oleh: Pendarahan,
Hipertensi, dan infeksi (Depkes:2014). Kematian ibu akibat pendarahan terjadi pada waktu 4
(empat) jam setelah melahirkan dan merupakan akibat dari masalah yang timbul selama kala
III (tiga) persalinan. Pendarahan persalinan yaitu hilangnya 500 ml atau lebih darah setelah
kala III (Tiga) persalinan selesai (Cunningham,2016). Penyebab terjadinya pendarahan
setelah persalinan antara lain : Atonia uteri (kegagalan uterus untuk berkontraksi), Plasenta
yang tertinggal, robekan jalan lahir, dan uterus yang turun atau uterus keluar. Pendarahan
setelah melahirkan dapat dicegah dengan melakukan manajemen aktif kala III (tiga) yang
terdiri dari tiga langkah utama yaitu: 1). Pemberian suntikan oksitoksin dalam 1 menit
pertama setelah bayi lahir, 2). Melakukan Peregangan Tali Pusat Terkendali 3). Masase
fundus uteri (APN.2008).
Manajemen aktif kala III (tiga) telah dilaksanakan secara rutin dalam pengelolaan
persalinan kala III (tiga) namun banyak penelitian penelitian yang dilakukan untuk menilai

adanya hubungan manajemen ktif kala III (tiga) dengan terjadinya pendarahan setelah
persalinan. Bidan sebagai persalinan yang profesional dituntut untuk terus meningkatkan
keterampilannya dalam menolong persalinan.oleh karena itu penting sekali agar kita terus
meningkatkan keterampilan. Dengan banyaknya penelitian tentang praktek praktek
kebidanan, peneliti tertarik dengan banyaknya penelitian tentang hubungan pelaksanaan
manajemen aktif kala III (tiga) dengan terjadinya pendarahan post partum.
Penelitian ini merupakan meta analisis methods research, yaitu teknik statistika yang
menggabungkan dua atau lebih penelitian sejenis sehingga diperoleh paduan data secara
kuantitatif. Metaanalisis merupakan studi observasional retrospektif dalam artian peneliti
membuat rekapitulsi data tanpa melakukan manipulasi eksperimental. Tujuan dari penelitian
ini adalah utuk menganalisa pelaksanaan manajemen aktif kala III terhadap pencegahan
perdarahan postpartum.
METODE
Subyek dari penelitian ini adalah 2 hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal
terakreditasi, pengambilan sampel kuantitatif dilakukan dengan mengambil hasil penelitian
yang sejenis menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel didasarkan
karena pertimbangan tertentu yaitu peneliti dari kedua penelitian merupakan dosen-dosen di
perguruan tinggi yang ada di indonesia.
Data yang digunakan pada penelitian ini merupkan data sekunder yang diperoleh dari
hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Meta analisis ini merupakan studi observasional
retrospektif, dalam artian peneliti membuat rekapitulasi data tanpa melakukan manipulasi
eksperimental.
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan analisis kuantitatif pada penelitian ini adalah dua jurnal dalam
kesimpulannya menyarankan untuk melaksanakan manajemen aktif kala III (tiga) dalam
menurunkan kejadian perdarahan postpartum.sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan
kebidanan, pelaksanaan manajemen aktif kala III (tiga) dapat membantu menurunkan angka
kesakitan dan kematian ibu melalui upaya pencegahan pendarahan postpatum dengan
melaksanakan manajemen aktif kala III (tiga).
Kedua jurnal penelitian merupakan jenis penelitian analitik dengan rancangan cross
sectional. Populasi dari hasil penelitian petama adalah 35 org Bidan yang telah mengikuti
pelatihan APN dan 35 org ibu yang akan melahirkan. Sedangkan populasi hasil penelitian

kedua adalah 23 Bidan yang telah mengikuti APN dan 23 org ibu yang akan melahirkan.
Sampel yang digunakan adalah total sampling atau total populasi dijadikan sampel. Variabel
dari kedua hasil penelitian sama, variabel independen manajemen aktif kala tiga dan variabel
dependen pendarahan post partum.
Hasil penelitian dari kedua jurnal menunjukan bahwa hasil uji statitik Chi Square dari
pesons diperoleh bahwa hasil penelitian pertama < 0,05 artinya ada hubungan antara
pelaksanaan manajemen aktif kala III (tiga) dengan pendarahan postpartum. Hasil penelitian
kedua menghasilkan < 0,03 sehingga disimpulkan bahwa ada hubungan antara pelaksanaan
manajemen aktif kala III (tiga) dengan pendarahan post partum. Besarnya r= 0,623 artinya
kuat hubungan adalah agak rendah dan memiliki nilai positif. Dari uraian diatas didapatkan
bahwa pelaksanaan manajemen aktif kala III (tiga) dilakukan maka kejadian pendarahan post
partum menurun.
PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukan manajemen aktif kala III (tiga) mengurangi kejadian
pendarahan post partum, kebutuhan akan transfusi menurun, kondisi uterus juga cepat
membaik. Oksitoksin dan peregangan tali pusat terkendali dikaitkan dengan memperpendek
kala III tiga), menurunkan kehilangan darah dan mencegah terjadinya atonia uteri. Masase
fundus uteri bertujuan untuk merangsang kontraksi uterus dan sekaligus dapat menilai
kontraksi uterus.
Pelaksanaan manajemen aktif kala III (tiga) juga bisa mengurangi anemia post
partum dan berkurangnya kebutuhan akan transfusi darah. Pelaksanaan manajemen aktif kala
III (tiga) juga bisa menurunkan kejadian patologis dan mengurangi pemakaian uterotonika
yang berlebihan.
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Pendarahan post partum adalah kejadian mendadak dan tidak dapat diramalkan.
Bukti-bukti penelitian menunjukan bahwa peran bidan yang terlatih, dan mempunyai
keterampilan yang baik sangat membantu ibu dalam menghadapi proses persalinan. Kejadian
pendarahan post partum bisa dicegah oleh Bidan dengan melaksanakan manajemen aktif kala
III (tiga).

SARAN
Berdasarkan bukti-bukti penelitian menunjukan bahwa melaksanakan manajemen
aktif kala III (tiga) dapat menurunkan kejadian pendarahan postpartum, mengingat
pendarahan masih menjadi tiga penyebab utama kematian Ibu maka diharapkan Bidan harus
bisa melaksanakan manajeman aktif kala III (tiga) dengan tepat dan pemerintah perlu
mengadakan pelatihan-pelatihan keterampilan yang lain kepada Bidan agar bisa
meningkatkan keterampilan dalam praktek pelayanan kebidanan.

CEKLIS CRITICAL APPRAISAL METODE META ANALISIS


PENILAIAN
A. Menilai Validitas
1. Apakah pertanyaan penelitian

YA

TID

TIDAK

AK

JELAS

KOMENTAR

didefinisikan dengan jelas dan


spesifik?
2. Apakah studi-studi yang

dilibatkan dalam meta analisis


menggunakan desain yang
sesuai untuk menjawab

pertanyaan yang diajukan?


3. Apakah strategi pencarian artikel
yang relevan dinyatakan dengan

jelas?
4. Apakah dilakukan penilaian
terhadap kualitas studi-studi
yang dilibatkan dalam meta
analisis?
B. Menilai hasil
1. Apakah hasil yang diinginkan

konsisten antar studi yang


dilibatkan?
2. Apakah hasil dari

keseluruhan meta analisis?


3. Seberapa signifikan dan
presisi hasilnya?
C. Menilai relevansi
1. Kesamaan populasi dan

V
Sama

populasi lokal
2.

Apakah keuntungan dan


kerugiannya?

Bagi Bidan: Bidan sebagai


profesi harus mempunyai
keterampilan yang sesuai
dengan standar pelayanan
kebidanan dalam
memberikan pelayanan
kebidanan. Dari hasil
penelitian ini menunjukan
bahwa ketepatan bidan
dalam melaksanakan
manajemen aktif kala III
(tiga) bisa menurunkan

3. Pilihan pasen?

kejadian pendarahan post


partum.
Bagi pasen: menurunkan

4. Ketersediaan?

angka kesakitan dan


kematiaan akibat

5. Biaya?

pendarahan.

Hasil penelitian
sangat bermanfaat
untuk pasen.
Semua Fasilitas
tersedia.
Tidak dilakukan
pembahasan.

DAFTAR PUSTAKA

Cunningham, F gary dkk. 2006. Obstetri william,Ed.21,vol 1.jakarta : EGC.


Kementrian kesehatan RI. 2014. Situasi kesehatan ibu.www.ifodatin ibu.ac.id.
Eprilia, Amiroh. Hanifah, Dian. 2015. Jurnal Hubungan pelaksanaan manajemen aktif kala
tiga dengan penurunan kejadian perdarahn pasca persalinan pada ibu bersalin di bps ny. S.
Kecamatan pakis kabupaten malang. STIKES Kendedes.Jawa Timur
Soltran et al.1997. Jurnal Hubugan ketepatan manajemen aktif kala III dengan pendarahan
kala III di BPD madiun selatan. www. Repository.unhas.ac.id.
Sugiyono.2007. Statistika untuk penelitian. Bandung: alfabeta.
JNP-KR.2008. Asuhan persalinan normal.Jakarta.
www.Tribunnews.com diakses tgl 7 september 2016 pk. 13.00. Kematian ibu di Tasikmalaya.