Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

ANEMIA

DI SUSUN OLEH:
RINI FITRIANI
SR142080040

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
PONTIANAK
2016/2017

SATUAN ACARA PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT ANEMIA

Pokok Pembahasan
Sub Pokok Pembahasan

Sasaran
Jam
Waktu
Tanggal
Tempat
Nama Penyuluh

: Penyakit Anemia
: Definisi penyakit Anemia, Etiologi penyakit Anemia,
Klasifikasi anemia, tanda dan gejala penyakit anemia,
Pengobatan penyakit anemia dan pencegahan penyakit Anemia.
: Masyarakat Komplek Permata Asri
: 09.00 WIB
: 25 menit
: 15 November 2016
: Puskesmas Pal V Ruang Anggrek
: Rini Fitriani

A. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan masyarakat mampu memahami dan mengerti
tentang penyakit anemia
B. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, masyarakat diharapkan dapat:
1. Menjelaskan tentang pengertian anemia
2. Menyebutkan penyebab anemia
3. Menyebutkan klasifikasi anemia
4. Menyebutkan tanda dan gejala anemia
5. Menjelaskan tentang pengobatan anemia
6. Menjelaskan pencegahan penyakit anemia.
C. Materi
Terlampir
D.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Materi Penyuluhan
Pengertian anemia
Penyebab anemia
Klasifikasi anemia
Tanda dan Gejala anemia
Pengobatan anemia
Pencegahan penyakit anemia

E. Motode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya jawab

F. Media
1. Materi SAP
2. Lembar balik
G. Setting Tempat

Keterangan :

Moderator

Penyuluh

Peserta

Fasilitator
G.
1.
2.
3.
4.

Pengorganisasian
Moderator
Penyuluh
Fasilitator
Observer

H. Pembagian Tugas

1.
2.
3.
4.

Moderator: Mengarahkan jalannya penyuluh dari awal sampai akhir


Penyuluh: Menyajikan materi penyuluh
Fasilitator: memotivasi peserta untuk bertanya
Observer: Mengamati jalannya acara penyuluhan dari awal sampai akhir

I. Kegiatan Penyuluhan
No
Tahap
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Sasaran
Media
Kegiatan
1.
Pembukaan 5 menit
a. Mengucapkan salam
a. Menjawab salam
Kata-kata/ kalimat
b. Memperkenalkan diri b. Mendengarkan dan
menyimak
c. Menyampaikan tentang c. Bertanya mengenai
tujuan pokok materi
perkenalan dan tujuan
jika ada yang kurang
d. Meyampakaikan pokok
jelas
pembahasan
d. Mendengarkan dan
e. Kontrak waktu
menyimak
e. Menyetujui
2.
Pelaksanaan 15 menit a. Penyampaian Materi
Mendengarkan dan
b. Menjelaskan tentang
menyimak
pengertian anemia
Bertanya mengenai halc. Menjelaskan penyebab
hal yang belum jelas
anemia
dan dimengerti
d. Menjelaskan tanda dan
gejala anemia
e. Menjelaskan
pengobatan anemia
f. Menjelaskan
pencegahan penyakit
anemia
g. Tanya Jawab
h. Memberikan
kesempatan pada
peserta untuk bertanya
3.
Penutup
5 menit
a. Melakukan evaluasi
a. Sasaran dapat
Kata-kata/ kalimat
menjawab tentang
pertanyaan yang
diajukan
b. Menyampaikan
b. Mendengar
kesimpulan materi
c. Mengakhiri pertemuan c. Memperhatikan dan
dan menjawab salam
Menjawab salam
J. Evaluasi
Diharapkan masyakat mampu:
1. Menjelaskan tentang pengertian anemia
2. Menjelaskan tentang penyebab anemia

3.
4.
5.
6.

Menjelaskan klasifikasi anemia


Menjelaskan tanda dan gejala anemia
Menjelaskan tentang pengobatan anemia
Menjelaskan pencegahan penyakit anemia

K. Referensi
Burton,J.L.1990.Segi Praktis Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta:Binarupa Aksara
Doenges,Marilynn E.1999.Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan
dan Pendokumentasian Pasien. ed3.Jakarta:EGC
Price Sylvia A & Wilson Lorraine M C.1995.Patofisiologi.Jakarta:EGC
Smeltzer, Suzanne C & Bare, Brenda G.2002.Buku Ajar Keperawatan Medikal
Bedah.Jakarta:EGC

LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian anemia
Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari seperti kehilangan komponen
darah, eleman tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel
darah merah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah
(Doengoes, 1999).
Anemia adalah istilah yang menunjukkan rendahnya hitungan sel darah merah dan
kadar hemoglobin dan hemotokrit di bawah normal (Smeltzer, 2002).
Anemia adalah berkurangnya hingga di bawah nilai normal sel darah merah, kualitas
hemoglobin dan volume packed red blood cells (hematokrit) per 100ml darah (Price,
2006).

B. Penyebab Anemia
Perdarahan hebat (akut), kecelakaan, pembedahan, persalinan, pecah pembuluh darah,
penyakit kronik (menahun), perdarahan hidung, wasir (hemoroid), ulkus peptikum, kanker
atau polip di saluran pencernaan, tumor ginjal atau kandung kemih, perdarahan menstruasi
yang banyak, berkurangnya pembentukan sel darah merah, kekurangan zat besi,
kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, kekurangan vitamin C, meningkatnya
penghancuran sel darah merah, pembesaran limpa, kerusakan mekanik pada sel darah
merah, reaksi autoimun terhadap sel darah merah, hemoglobinuria nokturnal paroksimal,
sferositosis herediter, elliptositosis herediter, kekurangan G6PD, penyakit sel sabit,
penyakit hemoglobin C, penyakit hemoglobin S-C, penyakit hemoglobin E, thalasemia
(Burton, 1990).
C. Klasifikasi Anemia
1. Anemia Hipoproliferatif
a. Anemia aplastik
Disebabkan oleh penurunan precursor dalam sumsum tulang dan penggantian
sumsum-sumsum tulang dengan lemak. Berbagai macam infeksi dan kehamilan
dapat mencetuskan atau dapat pula disebabkan oleh obat, bahan kimia atau
kerusakan radiasi
b. Anemia pada penyakit ginjal
Derajat anemia ini terjadi pada pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir sangat
bervariasi, tetapi secara umum, terjadi pada pasien dengan nitrogen urea darah
(BUN) yang lebih 10 mg / dl. Anemia ini disebakan oleh menurunnya ketahanan
hidup sel darah merah maupun defisiensi eritropoesis. Beberapa eritropoetin
terbukti diproduksi di luar ginjal, karena terdapat ertitropoesis yang masih terus
berlangsung bahkan pada pasien yang ginjalnya telah diangkat.
c. Anemia karena kekurangan zat besi
Anemia karena kekurangan zat besi adalah suatukeadaan dimana jumlah sel drah
merah atau hemoglobin dalam darah berada dibawah normal, yang disebabkan
karena kekurangan zat besi. Beberapa zat gizi diperlukan dalam pembentukan sel
darah merah. Dimana kandungan besi tubuh total turun di bawah tingkat normal
(besi diperlukan untuk sistesa hemoglobin)
2. Anemia Megaloblastik
a. Anemia karena kekurangan asam folat
Anemia karena kekurangan asam folat adalah anemia megaloblastik yang
disebabkan kekurangan asam folat. Asam folat adalah vitamin yang terdapat pada

sayuran mentah, buah segar dan daging: tetapi proses memasak biasanya dapat
merusak vitamin ini. Karena tubuh hanya menyimpan asam folat dalam jumlah
kecil, maka suatu makanan yang sedikit mengandung asam folat, akan
menyebabkan kekurangan asam folat dalam waktu beberapa bulan.
b. Anemia karena kekurangan vitamin B12
Anemia karena kekurangan vitamin B1w (anemia pernisiosa) adalah anemia
megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Selain zat besi,
sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel
darah merah. Jika kekurangan salah satu darinya, bisa terjadi anemia
megaloblastik. Pada anemia jenis ini sumsum tulang menghasilkan sel darah
merahh yang besar dan abnormal (megaloblastik)
c. Anemia Hemolitika
Pada anemia hemolitika, eritrosit memiliki rentang usia yang memendek. Sumsum
tulang biasanya mampu mengkompensasi sebagian dengan memproduksi sel darah
merah baru tiga kali atau lebih disbanding kecepatan normal. Konsekuensinya semua
anemia jenis ini mempunyai gambaran laboratories yang sama: jumlah retikulosit
meningkat, fraksi biliusin indirek meningkat dan haptoglobin (protein yang mengikat
hemoglobin bebas)
1) Anemia hemolitika turunan
a) Sferositosis turunan
Merupakan suatu anemia hemolitika ditandai dengan sel darah merah kecil
berbentuk sferis dan pembesaran limpa (splenomegali). Kelainan ini biasanya
terdiagnosa pada anak-anak, namun dapat terlewat sampai dewasa karena
gejalanya sangat sedikit. Penanganannya adalah pengambilan limpa secara
bedah
b) Anemia sel sabit
Adalah anemia hemolitika berat yang akibat adanya defek pada molekul
hemoglobin dan disertai dengan serangan nyeri
2) Anemia hemolitika di dapat
Terdapat berbagai macam anemia hemolitik di dapat, termasuk hemoglobinuria
nukturnal

paroksismal,

anemia

hemolitik

imun,

anemia

hemolitika

mikroangiopati, hemolisis katup jantung, dan anemia sel spur.


3) Anemia hemolitik imun
Ketika antibodi bergabung dengan sel darah merah mereka dapat menjadi
isoantibodi, bereaksi dengan sel asing (seperti pada reaksi transfusi atau

eritroblastolis fetalis) atau antibodi yang bereaksi dengan sel individu itu sendiri.
Hemolisis imun terjadi bisa sangat berat.
d. Anemia Karena Kelainan Pada Sel Darah Merah
Penghancuran sel darah merah bisa terjadi karena:
1) Sel darah merah memiliki kelainan bentuk
2) Sel darah merah memiliki selaput yang lemah dan mudah robek
3) Kekurangan enzim yang di perlukan supaya bisa berfungsi sebagaimana
mestinya san enzim yang menjaga kelenturan sehingga memungkinkan sel darah
merah mengalir melalui pembuluh darah yang sempit.

e. Anemia Karena Kekurangan Vitamin C


Anemia karena kekurangan vitamin C adalah sejenis anemia yang jarang terjadi,
yang di sebebkan oleh kekurangan vitamin C yang berat dalam jangka waktu yang
lama. Rutin melalui air kemih.
f. Anemia Karena Kekurangan G6PD
Kekurangan G6PD adalah suatu penyakit di mana enzim G6PD (glukosa 6 fosfat
dehidrogenase) hilang dari selaput sel darah merah. Enzim G6PD membantu
mengolah glukosa (gula sederhana yang merupakan sumber energi utama untuk sel
darah merah) dan membantu menghasilkan glutation (mencegah pecahnya sel).
D. Tanda dan gejala Anemia
Tanda-tanda yang paling sering dikaitkan dengan anemia adalah:
1. Kelelahan, lemah, pucat, dan kurang bergairah
2. Sakit kepala, dan mudah marah
3. Tidak mampu berkonsentrasi dan rentan terhadap infeksi
4. Pada anemia yang kronis menunjukkan bentuk kuku seperti sendik dan rapuh, pecahpecah pada sudut mulut, lidah lunak dan sulit menenlan
Karena faktor-faktor seperti pigmentasi kulit, suhu dn kedalaman serta distribusi kapiler
mempengaruhi warna kulit, maka warna kulit bukan merupakan indeks pucat yang dapat
diandalkan. Warna kuku telapak tangan dan membran mukosa mulut serta konjungtiva
dapat digunakan lebih baik guna menilai kepucatan
Takikardi dan bising jantung (suara yang disebabkan oleh kecepatan aliran darah yang
meningkat) mengambarkan beban kerja dan curah jantung yang meningkat. Angina (sakit
dada), khususnya pada pendeita yang tua dengan stenosis koroner,dapat diakibatkan
karena iskemia miokardium. Pada anemia berat, dapat menimbulkan payah jantung

kongestif sebab otot jantung yang kekurangan oksigen tidak dapat menyusaikan diri
dengan beban kerja jantung yang meningkat. Dispnea (kesulitan bernapas), napas pendek
dan cepat lelah waktu melakukan aktivitas jasmani menurapan manifestasi berkurangnya
pengiriman O2. Sakit kepala, pusing, kelemahan dan tinnitus (telinga berdengung) dapat
mengambarkann berkurangnya oksigenisasi pada susunan saraf pusat. Pada anemia yang
verat dapata juga timbul gejala saluran cerna yang umumnya berhubungan dengan
keadaan defisiensi. Gejala-gejala ini adalah anoreksia, nausea, konstipasi atau diare dan
stomatitis. Gejala klinis yang muncul merefleksikan gangguan fungsi dari berbagai sistem
tubuh antara lain penurunan kinerja fisik, gangguan neurologic yang dimanisfestasikan
dalam perubahan perilaku, anoreksia, oica, serta perkembangan kognitif yang abnormal
pada anak. Sering pula terjadi abnormalitas pertumbuhan, gangguan fungsi epitel, dan
berkurangnya keasaman lambung. Cara mudah mengenali anemia dengan 5L, yaitu
lemah, letih, lesu, lelah, lalai. Kalau muncul 5 gejala ini, bias dipastikan seseorang
terkena anemia. Gejala lain adalah munculnya sclera. Anemia bisa menyebabkan
kelelahan, kelemahan, kurang tenaga, dan kepala meraa melayang. Jika anemia berat, bisa
menyebabkan stroke atau serangan jantung.
E. Pengobatan anemia
1. Tindakan umum:
a. Penatalaksaan anemia ditunjukan untuk mencari penyebab dan mengganti darah
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

yang hilang
Transfusi sel darah merah
Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi
Suplemen asam folat dapat merangsang pembentukan sel darah merah
Menghindari situasi kekurangan oksigen atau aktivasi yang membutuhkan
Memberikan Oksigen
Obati penyebab perdarahan abnormal bila ada
Diet kaya besi yang mengandung daging dan sayur hijau
Pengobatan (untuk pengobatan tergantung dari penyebabnya)

2. Penatalaksanaan sesuai klasifikasi


a. Anemia defisiensi besi: mengatur makanan yang mengandung zat besi, usahakan
makanan yang diberikan seperti ikan, daging, telur, dan sayur. Pemberian preparat
fe perrosulfat 3x200 mg/hari//peroral sehabis makan. Peroglukonat 3x200
mg/hari//peroral sehabis makan
b. Anemia pernisiosa: pemberian vitamin B12
c. Anemia asam folat: asam folat 5 mg/hari/oral
d. Anemia karena perdarahan: mengatasi perdarahan dan syok dengan pemberian
cairan dan transfusi darah

F. Pencegahan penyakit Anemia


a) Makanan yang mengandung zat besi dari bahan hewani (daging, ikan, ayam, hati, dan
telur), dan dari bahan nabati (sayuran yang berwarna hijau tua, kacang-kacangan, dan
tempe).
b) Banyak makan makanan sumber vitamin C yang bermanfaat untuk meningkatkan
penyerapan zat besi, misalnya: jambu, jeruk, tomat, dan nanas.
c) Minum 1 tablet penambah darah setiap hari, khususnya saat mengalami haid.
d) Bila merasakan adanya tanda dan gejala anemia, segera konsultasikan ke dokter untuk
dicari penyebabnya dan diberikan pengobatan.
e) Hindari konsumsi alkohol
f) Berhenti merokok