Anda di halaman 1dari 14

TUGAS IRIGASI PERTANIAN

Perencanaan Saluran

Dosen Pembimbing:
Ir. Siswanto MT




Disusun oleh:
Kelompok 8
Ramadhani Harahap
(1307123125)
Rosmiati Ahmad
(1307113062)
Suriyati
(1307123235)
Yulasni Astri
(1307113370)

Jurusan Teknik Sipil S1
Fakultas Teknik
Universitas Riau
Pekanbaru
2015

1990). Kebutuhan air nyata untuk areal Page 1 usaha pertanian .Perencanaan Saluran Irigasi BAB I PENDAHULUAN 1. Waduk merupakan suatu bangunan air yang digunakan untuk menampung debit air berlebih pada saat musim basah supaya kemudian dapat dimanfaatkan pada saat debit rendah saat musim kering.1. Ketersediaan air di daerah tropis (dekat dengan katulistiwa) sangat besar dibandingkan dengan daerah lain misalnya daerah gurun atau padang pasir. Latar Belakang Indonesia merupakan negara agraris dimana pembangunan di bidang pertanian menjadi prioritas utama.air irigasi kemudian di salurkan. Distribusi kebutuhan air irigasi pada tiap daerah akan diatur melalui waduk tersebut. Berdasarkan UU No. Rekayasa manusia untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air adalah dengan merubah distribusi air alami menjadi distribusi air secara buatan yaitu diantaranya dengan membangun waduk. Namun keberadaan air sangat bervariasi tergantung lokasi dan musim. Dengan perencanaan saluran dan pintu air sepanjang wilayah penyaluran. Analisis kebutuhan air irigasi merupakan salah satu tahap pentingyang diperlukan dalam perencanaan dan pengelolaan sistern irigasi. Hal tersebut tidak terlepas dari usaha teknik irigasi yaitu memberikan air dengan kondisi tepat mutu. sehingga ketersediaan air dilahan akan terpenuhi walaupun lahan tersebut berada jauh dari sumber air permukaan.Kebutuhan air tanaman didefinisikan sebagai jumlah air yang dibutuhkanoleh tanaman pada suatu periode untuk dapat tumbuh dan produksi secara normal.2003). Pembangunan saluran irigasi sebagai penunjang penyediaan bahan pangan nasional tentu sangat diperlukan. Air merupakan sumber daya alam yang terbaharui melalui daur hidrologi.dikarenakan pada musim kering ketersediaan airnya sudah mulai berkurang.7 tahun1996 tentang pangan menyatakan bahwa perwujudan ketahanan pangan merupakan kewajiban pemerintah bersama masyarakat (Partowijoto. Ketersediaan air pada saat musim basah (Oktober s/d April) lebih besar dibandingkan pada saat musim kering (April s/d Oktober). tepat ruang dan tepat waktu dengan cara yang efektif dan ekonomis (Sudjarwadi.

dengan wilayah petak sawah keseluruhan yangharus di aliri seluas 747. Perencanaan tersebut meliputi perencanaan debit saluran air. skema irigasi dan juga diagram alir perencanaan. perencanaan dimensi saluran.852 ha.1Definisi Irigasi Irigasi didefinisikan sebagai suatu cara pemberian air. Apa kelebihan dari pembangunan saluran irigasi? d. Dalam makalah ini kami menganalisa kebutuhan air irigasi didaerah Kusamba Bali. Apa tujuan dan manfaat perencanaan saluran irigasi? c.2Rumusan Masalah a. serta kehilangan selama pemakaian.Perencanaan Saluran Irigasi meliputievapotranspirasi (ET). 1. Bagaimana perencaan saluran irigasi yang baik? BAB II PERENCANAAN SALURAN IRIGASI 2. Apa saja Jenis cara pemberian air tanaman? b. baik secara alamiah ataupun buatan kepada tanah dengan tujuan untuk memberi kelembapan yang berguna bagi pertumbuhan tanaman.  Secara alamiah : Page 2 . perencanaan pintu air. sejumlah air yang dibutuhkan untuk pengoperasian secara khusus seperti penyiapan lahan dan penggantian air.

adalah irigasi yang biasanya Penyemprotan dipakai penyemprot air atau sprinkle. 3. Irigasi Permukaan adalah pengaliran air di atas permukaan dengan ketinggian air sekitar 10 . Irigasi buatan secara umum dapat dibagi dalam 2 (dua) bagian. Di sini juga berlaku gravitasi. Di samping Page 3 . Pengaturan air ini dilakukan dengan pintu air. adalah melalui genangan air akibat banjir darisungai. Namun air yang disebar hanya terbatas sekali atau secara lokal. Air yang disemprot akan seperti kabut. Irigasi permukaan merupakan sistem irigasi yang menyadap air langsung di sungai melalui bangunan bendung maupun melalui bangunan pengambilan bebas (free intake) kemudian air irigasi dialirkan secara gravitasi melalui saluran sampai ke lahan pertanian.sehingga tanah yang ada dapat siap ditanami pada musim  kemarau. Irigasi Tradisional dengan Ember. 4.15 cm di atas permukaan tanah.yaitu : 1. maka hal tersebut disebut irigasi buatan. 2. dan tersier. Irigasi dengan Penyemprotan. Cara alamiah lainnya. sekunder. daun akan basah lebih dahulu. Di sini dikenal saluran primer. Prosesnya adalah gravitasi. tanah yang tinggi akan mendapat air lebih dulu. sehingga tanaman mendapat air dari atas. Irigasi Lokal adalah ini air distribusikan dengan cara pipanisasi. kemudian menetes ke akar. Di sini diperlukan tenaga kerja secara perorangan yang banyak sekali. yang akan menggenangi suatu daerah selama musim hujan. Secara buatan : Ketika penggunaan air ini mengikutkan pekerjaan rekayasa teknik dalam skala yang cukup besar. di mana lahan yang tinggi mendapat air lebih dahulu.Perencanaan Saluran Irigasi Secara alamiah air disuplai kepada tanaman melalui air hujan.

2.maka kotoran / pencemaran / limbah / sampah yang terkandung di permukaan tanah dapat digelontor ketempat yang Page 4 . yaitu pembasahan tanah pada daerah yang curah hujannya kurang atau tidak menentu. yaitu meninggikan tanah yang rendah / rawadengan pengendapan lumpur yang dikandung oleh air irigasi. adalah : a. Untuk membasahi tanah. e. Untuk menyuburkan tanah. c. b. d. Irigasi Pompa Air Air diambil dari sumur dalam dan dinaikkan melalui pompa air.1 Tujuan irigasi Sesuai dengan definisi irigasi. agar daerah pertanian dapat diairi sepanjang waktu pada saat dibutuhkan. Pada musim kemarau irigasi ini dapat terus mengairi sawah.2. irigasi saluran terbuka (open ditch irrigation). Untuk pengelontoran air . 5. 2. irigasi curah (sprinkler irrigation). Ada beberapa sistem irigasi untuk tanah kering. sehingga tanah menjadi subur. Adapun manfaat dari suatu sistem irigasi. baik pada musim kemarau maupun musim penghujan. yaitu: irigasi tetes (drip irrigation).2 Manfaat Irigasi. dari sumber air ke daerah yang memerlukan serta mendistribusikan secara teknis dan sistematis. Untuk kolmatase. yaitu dengan mengunakan air irigasi. Irigasi Tanah Kering dengan Terasisasi Di Afrika yang kering dipakai sistem ini. Untuk mengatur pembasahan tanah.Perencanaan Saluran Irigasi itu juga pemborosan tenaga kerja yang harus menenteng ember. maka tujuan irigasi pada suatu daerah adalah upaya rekayasa teknis untuk penyediaaan dan pengaturan air dalam menunjang proses produksi pertanian. dan irigasi bawah permukaan (subsurface irrigation).2Tujuan dan Manfaat Irigasi 2. terasisasi dipakai untuk distribusi air. 2. kemudian dialirkan dengan berbagai cara. 6. misalnya dengan pipa atau saluran. dengan mengalirkan air yang mengandung lumpur dan zat-zat hara penyubur tanaman pada daerah pertanian tersebut.

Peta topografi daerah 2.Perencanaan Saluran Irigasi telahdisediakan (saluran drainase) untuk diproses penjernihan f. sehingga dimungkinkan untuk mengadakan proses pertanian pada musim tersebut. Meningkatkan produksi dan nilai jual hasil tanaman. d. secara umum adalah sebagai berikut : Mengatasi kekurangan pangan. f. nya. Keadaan tanah daerah pengairan untuk memperkirakan banyaknya air yang hilang melalui rembesan. bocoran serta menentukan bentuk tampang saluran 5. Data hidrologi terutama menyangkut potensi penyediaan air (water avability) dan kesetimbangan balance). Lokasi sumber air / lokasi pengambilannya 4. Efek terhadap Kesehatan. Supply Air Baku Peningkatan Komunikasi / Transportasi. 2. 2. b. g. Transportasi Air (Inland Navigation). Peningkatan kesejahteraan masyarakat Pembangkit Tenaga Listrik. e. secara teknis atau alamiah.4 Perencanaan Saluran Irigasi Untuk mengembangkan suatu daerah menjadi daerah irigasi diperlukan data sebagai berikut : 1. h. Jumlah air yang dapat dimanfaatkan berdasarkan debit sumber airnya 3. Pada daerah dingin. dengan mengalirkan air yang suhunya lebih tinggi dari pada tanah.3 Kelebihan Irigasi Kelebihan dari pada dibangunannya suatu sistem irigasi dan bangunana. c. Page 5 air (water .

7. jika sungai akan dibendung merupakan pertemuan dari dua sungai atau lebih maka bendung diletakkan di sebelah hilir titik pertemuan dengan demikian akan diperoleh debit yang lebih besar 3. Debit air. Peta lahan tanah 10. Keadaan air terutama menyangkut kualitasnya. Kebutuhan air pada areal irigasi (water requirement) sesuai jenis tanaman dan pada perencanaan ini didasarkan kebutuhan air untuk tanaman padi. 8. Tinggi tempat diusahakan agar daerah yang dapat diairi seluas mungkin sehingga lokasi bendung dipilih yang cukup tinggi 2. Dihindarkan terjadinya tanah tandus yang disebabkan kurangnya air di sebelah hilir Page 6 .Perencanaan Saluran Irigasi 6. lokasi bendung dipilih daerah dimana sungai belum banyak mengalami pengotoran karena lumpur akan mempersulit pemeliharaannya 4. Data klimatologi 9. Data lain yang berhubungan dengan pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah menjadi daerah irigasi Menetukan Lokasi Bendung Bendungan yang merupakan bangunan penyadap air dibangun dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut : 1. Kandungan lumpur.

sehingga perlu dipertimbangkan banyaknya galian dan timbunan karena nanti akan mengakibatkan banyaknya kehilangan air 3. Panjang saluran diusahakan tidak berlebihan karena harus membelok-belok mengikuti garis tranche 2. umur dari bendung ditentukan oleh pemeliharaan dan keadaan lingkungannya maka bangunan dimana tanahnya mudah longsor sangat mempengaruhi kekuatan bending Saluran Primer Saluran primer atau saluran induk dibuat dengan mengikuti arah garis tranche dan dimulai dari bangunan penyadap. Dimensi saluran primer ditentukan berdasarkan banyaknya air yang dibutuhkan untuk seluruh areal irigasi dengan memperhatikan faktor-faktor kehilangan air baik di petak sawah maupun di sepanjang saluran. bercabangan dengan bangunan pengambilan. Saluran primer memungkinkan melewati jurang-jurang atau memotong aliran sungai. Untuk mengurangi masuknya air hujan ke saluran primer.Perencanaan Saluran Irigasi 5. Pada bagian pertama kemudian dibangun saluran bangunan penangkap penguras yang pasir atau lumpur. Dalam pembuatan saluran primer harap diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Dari bangunan penguras dibuat saluran penguras yang hampir sejajar dengan sungai untuk memudahkan pengurasan lumpur. Tanah longsor. Page 7 . di tepi saluran dibuat saluran pelampung air hujan 4.

hal-hal di bawah ini harus menjadi pertimbangan : 1. saluran sekunder merupakan batas dari petak tersier. maka saluran sekunder dibuat menyilang tegak lurus garis tranche dan diletakkan di punggung topografi. sehingga penentuan dari petak tersier. Bentuk petak tersier dan jenis pengairannya. Dalam pembuatan saluran sekunder.Perencanaan Saluran Irigasi Contoh saluran primer Saluran Sekunder Untuk memungkinkan dapat mengairi daerah kedua sisi saluran. sehingga penentuan dari petak tersier diusahakan berbentuk Page 8 persegi panjang .

saluran yang melalui suatu daerah dimana kemiringan tanahnya besar akan memperbanyak bangunan terjunan yang diperlukan serta memperbesar biaya pembangunan 3. Bangunan pembagi dan bangunan pelengkap dijadikan satu untuk memudahkan operasinya dan penghematan biaya pembangunannya Page 9 . Dimensi saluran sekunder ditentukan berdasarkan kebutuhan air dari seluruh petak tersier yang dilayani dengan memperhitungkan kehilangan air banyak di petak sawah maupun pada saluran sekunder 4. Perbedaan tinggi tempat.Perencanaan Saluran Irigasi (memanjang arah aliran) dengan luas disesuaikan dengan keadaan topografi daerah 2.

Perencanaan Saluran Irigasi Contoh saluran sekunder Tampang Saluran Dimensi saluran dan bentuk saluran perlu diperhatikan agar didapatkan saluran stabil yaitu tidak mengganggu masalah erosi maupun sedimentasi.  Panjang saluran sesuai denigan panjang daerah irigasi.  Tinggi muka air minimum sebagai kontrol. sedimentasi. agar tidak timbul erosi. Tampang Memanjang Saluran Pada saluran primer maupun sekunder dibuat tampang memanjang untuk mengetahui :  Elevasi muka tanah asli yang diperoleh dari ketinggian garis kontur pada peta topografi daerah.  Tinggi / dalamnya timbunan maupun galian maksimum.  Elevasi dasar saluran dengan memperhitungkan debit air saluran. 1. diperlukannya bangunan ini diperhitungkan berdasarkan tinggi yang harus dihilangkan oleh bangunan terjunan sebagai berikut : Page 10 . Jumlah bangunan terjunan yang diperlukan. Apapun yang dikehendaki adalah kecepatan terpakai kecepatan transport. Persoalan pada saluran yang perlu mendapat yaitu penentuan kecepatan terpakai.  Elevasi saluran muka air sesuai dengan bentuk tampang saluran. maupun longsoran-longsoran.

 Selisih tinggi karena tinggi muka tanah asli. Pada perencanaan jaringan irigasi. bocoran dan sebagainya. Tinggi muka air minimum ditentukan berdasarkan :  Tinggi petak sawah  Tinggi genangan  Tinggi kehilangan tinggi box tersier / pemberi.Perencanaan Saluran Irigasi  Selisih tinggi karena kemiringan saluran. banyaknya air yang hilang di saluran diambil sebagai berikut : Page 11 . 2. yaitu :  Untuk saluran primer berdasarkan seluruh daerah irigasi yang dilayani.  Tinggi yang hilang pada bangunan pembagi. Tampang Melintang Saluran Dimensi saluran baik saluran primer maupun saluran sekunder ditentukan berdasarkan kebutuhan air maksimum yang diperhatikan menurut luas daerah yang dialiri.  Tinggi yang hilang pada alat ukur.  Saluran sekunder berdasarkan atas petak-petak tersier yang dialiri dengan memperhatikan banyaknya air yang hilang karena rembesan.  Bangunan pelengkap.

 Untuk saluran trpendek diambil : 0/99 dan diantara keduanya diambil / diadakan interpolasi linear. Data-data Page 12 . BAB III KESIMPULAN Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian.675 dan saluran terpendek diambil 0. dibutuhkan beberapa data yang harus dilengkapi terlebih dahulu. Tujuan irigasi pada suatu daerah adalah upaya rekayasa teknis untuk penyediaaan dan pengaturan air dalam menunjang proses produksi pertanian. Dalam merencanakan suatu saluran irigasi.885 dan diantara keduanya diadakan inter polasi linier. dari sumber air ke daerah yang memerlukan serta mendistribusikan secara teknis dan sistematis.Perencanaan Saluran Irigasi  Untuk saluran terpanjang diambil 0.

Perencanaan Saluran Irigasi tersebut diperoleh dari lokasi perencanaan saluran irigasi. Page 13 . Jumlah air yang dapat dimanfaatkan berdasarkan debit sumber airnya. diantaranya peta topografi daerah. lokasi sumber air. serta bangunan sadap primer dan sekunder. cabang saluran jaringan primer. dan lain sebagainya. perlu dilakukan pengaturan dan pengukuran aliran di bangunan sadap (awal saluran primer. Agar pemberian air irigasi sesuai dengan yang direncanakan.