Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Autis pertama kali diperkenalkan dalam suatu makalah pada tahun 1943 oleh
seorang psikiatris Amerika yang bernama Leo Kanner. Ia menemukan sebelas anak yang
memiliki ciri-ciri yang sama, yaitu tidak mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan
individu lain dan sangat tak acuh terhadap lingkungan di luar dirinya, sehingga
perilakunya tampak seperti hidup dalam dunianya sendiri.
Autis

merupakan

suatu

gangguan

perkembangan

yang

kompleks

yang

berhubungan dengan komunikasi, interaksi sosial dan aktivitas imajinasi.
Dalam Pendidikan Luar Biasa kita banyak mengenal macam macam Anak
Berkebutuhan Khusus. Salah satunya anak Autis.
Anak autis juga merupakan pribadi individu yang harus diberi pendidikan baik itu
keterampilan,

maupun

secara

akademik.

Permasalahan yang dilapangan terkadang setiap orang tidak mengetahui tentang anak
autis tersebut. Oleh kerena itu kita harus kaji lebih dalam tentang anak autis. Dalam
pengkajian tersebut kita butuh banyak informasi mengenai siapa anak autis, penyebabnya
dan

lainnya.

Dengan adanya bantuan baik itu pendidikan secara umum.
Dalam masyarakat nantinya anak-anak tersebut dapat lebih mandiri dan anak-anak
tersebut dapat mengembangkan potensi yang ada dan dimilikinya yang selama ini
terpendam karena ia belum bisa mandiri. Oleh karena itu makalah ini nantinya dapat
membantu kita mengetahui anak autis tersebut.
B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan

masalah

makalah

1. Apakah pengertian autis ?
2. Apa faktor penyebab?
3. Bagaimana gejala autis?
4. Bagaimana karakteristik autis ?
5. Apakah hambatan-hambatan anak autis ?
6. Bagaimana terapi penunjang bagi anak autis ?
7. Bagaimana pendekatan pembelajaran anak autis?

ini,

antara

lain:

Pengertian autis 2. Yang mana ingin mengetahui: 1. Hambatan dan solusi belajar mengajar . Karakteristik autis 5. Faktor penyebab 3. Bagaimana hambatan dan solusi belajar mengajar ? C. Gejala autis 4. terutama anak autis. Terapi penunjang bagi anak autis 7. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah untuk mengetahui lebih dalam bagaimana anak luar biasa. Bagaimana proses kegiatan belajar mengajar ? 10. Pendekatan pembelajaran anak autis 8. Bagaimana model pelayanan pendidikan anak autis? 9.8. Model pelayanan pendidikan anak autis 9. Hambatan-hambatan anak autis 6. Proses kegiatan belajar mengajar 10.

dan Pola bermain. Penampakan gejala dapat mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil (biasanya sebelum usia 3 tahun) (Power. 1985 dalam Trevarthen dkk. Ini. Emosi. 1998). dan perkembangan terlambat atau tidak norma. Chaplin (2000) mengatakan : (1) cara berpikir yang dikendalikan oleh kebutuhan personal atau diri sendiri (2) menanggapi dunia berdasarkan penglihatan dan harapan sendiri (3) Keyakinan ekstrim dengan fikiran dan fantasi sendiri. mengalami kesendirian. Pengertian ini menunjuk pada bagaimana anak-anak autis gagal bertindak dengan minat pada orang lain. Gangguan ini mengakibatkan anak mengalami keterbatasan dari segi komunikasi. Perilaku. b. American Psych: autisme adalah ganguan perkembangan yang terjadi pada anak yang mengalami kondisi menutup diri. PENGERTIAN AUTIS Kata autisme berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yaitu ‘aut’ yang berarti ‘diri sendiri’ dan ‘ism’ yang secara tidak langsung menyatakan ‘orientasi atau arah atau keadaan (state). dan komunikasi). bahasa. (American Psychiatic Association 2000) Anak autistic adalah adanya 6 gejala/gangguan. Komunikasi (bicara. interaksi sosial.BAB II PEMBAHASAN A. kecenderungan menyendiri. 1983). yaitu dalam bidang Interaksi social. Autis Menurut Para Ahli Yaitu: a. c. Gangguan autisme terjadi pada masa perkembangan sebelum usia 36 bulan “Sumber dari Pedoman Penggolongan Diagnotik Gangguan Jiwa” (PPDGJ III) .2003) autisme merupakan suatu jenis gangguan perkembangan pada anak. dan perilaku “Sumber dari Pedoman Pelayanan Pendidikan Bagi Anak Austistik”. tetapi kehilangan beberapa penonjolan perilaku mereka. Gangguan sensoris. tidak membantu orang lain untuk memahami seperti apa dunia mereka. Secara etimologi : anak autis adalah anak yang memiliki gangguaan perkembangan dalam dunianya sendiri. Sehingga autisme dapat didefinisikan sebagai kondisi seseorang yang luar biasa asik dengan dirinya sendiri (Reber. Leo Kanner (Handojo.

bahasa. perilaku.Autisme adalah suatu kondisi yang mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita. Ditinjau dari segi pendidikan : anak autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan komunikasi. 3. Ditinjau dari segi psikologi : anak autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan yang berat bisa ketahui sebelum usia 3 tahun. Tetapi kelainan yang paling konsisten adalah pada otak kecil. Jadi anak autisme merupakan anak yang mengalami gangguan perkembangan yang sangat kompleks yang dapat diketahui sejak umur sebelum 3 tahun mencakup bidang komunikasi. bahasa. aspek komunikasi sosial. sehingga ia mempunyai dunianya sendiri. interaksi sosial. sosial. yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan social atau komunikasi yang normal. interaksi sosial serta perilakunya. perilaku sesuai dengan kriteria DSM-IV sehingga anak ini memerlukan penanganan/terapi secara klinis. 4. dan gangguan interaksi sosial. B. Ditinjau dari segi medis : anak autis adalah anak yang mengalami gangguan/kelainan otak yang menyebabkan gangguan perkembangan komunikasi. FAKTOR PENYEBAB a. Kemungkinan Lain . komunikasi. perilaku pada anak sesuai dengan kriteria DSM-IV sehingga anak ini memerlukan penanganan/layanan pendidikan secara khusus sejak dini. Ganguan pada Sistem Syaraf Banyak penelitian yang melaporkan bahwa anak autis memiliki kelainan pada hampir semua struktur otak. sehingga anak ini memerlukan bimbingan ketrampilan sosial agar dapat menyesuaikan dengan lingkungannya. sosial. Ditinjau dari segi sosial anak autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan berat dari beberapa aspek komunikasi. Jadi Anak Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan fungsi otak yang bersifat pervasive (inco) yaitu meliputi gangguan kognitif. bahasa sehingga anak perlu adanya penanganan secara psikologis. perilaku. Faktor Genetik 2. Ketidak seimbangan Kimiawi Beberapa peneliti menemukan sejumlah kecil dari gejala autistik berhubungan dengan makanan atau kekurangan kimiawi di badan.

kemudian menurun bahkan sirna . Perkembangan Terlambat  Tidak sesuai seperti anak normal. Gangguan Sensoris  Bila mendengar suara keras langsung menutup telinga  Sering menggunakan indera pencium dan perasanya  Dapat sangat sensitif terhadap sentuhan  Tidak sensitif terhadap rasa sakit dan rasa takut 5. tidak imajinatif  Dapat sangat lekat dengan benda tertentu 4. komunikasi dan kognisi  Dapat mempunyai perkembangan yang normal pada awalnya. C. keterampilan sosial. Interaksi sosial  Tidak tertarik untuk bermain bersama teman  Lebih suka menyendiri  Tidak ada atau sedikit kontak mata. atau menghindar untuk bertatapan  Senang menarik-narik tangan orang lain untuk melakukan apa yang inginkan 2. GEJALA AUTIS Gejala anak autis antara lain: 1. Komunikasi  Perkembangan bahasa lambat  Senang meniru atau membeo  Anak tampak seperti tuli. sulit berbicara  Kadang kata yang digunakan tidak sesuai artinya  Mengoceh tanpa arti berulang-ulang  Bicara tidak dipakai untuk alat berkomunikasi 3. Pola Bermain  Tidak bermain seperti anak-anak pada umumnya  Senang akan benda-benda yang berputar  Tidak bermain sesuai fungsi mainan  Tidak kreatif.Infeksi yang terjadi sebelum dan setelah kelahiran dapat merusak otak sepertivirus rubella yang terjadi selama kehamilan dapat menyebabkan kerusakan otak.

minat mereka terbatas artinya mereka apabila menyukai suatu perbuatan maka akan terus menerus mengulang perbuatan itu. HAMBATAN-HAMBATAN ANAK AUTIS Ada beberapa permasalahan yang dialami oleh anak autis yaitu: Anak autis memiliki hambatan kualitatif dalam interaksi sosial . tetapi ada anak autis yang sangat tergangu oleh suara-suara tertentu. Gangguan sensoris 4. Anak autis dapat juga sangat tertarik pada beberapa suara benda seperti suara bel. Interaksi sosial 3. Perilaku 6. Pola bermain 5. Emosi E. Masalah dalam memahami lingkungan (Problem in understanding the world) 1). 2). Lorna Wing (1974) menuliskan dua kelompok besar yang menjadi masalah pada anak autis yaitu: a.6. mendengar peringatan atau paham apabila dirinya dimarahi . Anak autis seperti orang tuli karena mereka cenderung mengabaikan suara yang sangat keras dan tidak tergerak sekalipun ada yang menjatuhkan benda di sampingnya. Sulit dalam memahami pembicaraan (Dificulties in understanding speech). Komunikasi 2. anak autistik juga menyenangi keteraturan yang berlebihan. Anak autis tampak tidak menyadari bahwa pembicaraan memiliki makna. mereka cenderung untuk menyenangi lingkungan yang rutin dan menolak perubahan lingkungan. Anak autis memiliki minat yang terbatas. Gejala Muncul  Gejala di atas dapat dimulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil  Pada beberapa anak sekitar umur 5-6 tahun gejala tampak agak kurang KARAKTERISTIK AUTIS Anakautis mempunyai masalah/gangguan dalam bidang : 1. Respon terhadap suara yang tidak biasa (unusually responses to sounds). sehingga ia akan menutup telinganya. 7 tidak dapat mengikuti instruksi verbal.

Beberapa anak autis.(scolded). namun yang lainnya lebih kaku dan berjalan sepertimemiliki bebrapa kesulitan dalam keseimbangan dan biasanya mereka tidakmenikmati memanjat. 4).seperti gerakan isarat. ketika berjalan nampak anggun. Kekakuan dalam gerakan-gerakan terlatih (clumsiness in skilled movements). Anak autis memiliki masalah dalam menggunakan bahasa komunikasi. Beberapa anak autis memiliki kesulitan dalam membedakan suara tertentu yang mereka dengar. 3). Beberapa anak autis tidak sensitif terhadap dingin dan sakit. Menjelang usia lima tahun banyak autis yang mengalami keterbatasan dalam memahami pembicaraan. anak autismengenali orang atau benda dengan gambaran mereka yang umum tanpamelihat detil yang tampak. b. Indra peraba. dan menyeringai. 7).Mereka biasanya memiliki kesulitan dalam mengontrol kekerasan (loudness)suara. mereka memiliki kesulitan dalam mempergunakan kata sambung. Beberpa anak Autis tidak pernah berbicara. Mereka sangat kurang dalam koordinasi dalam berjalan dan berlar atau sebaliknya. 8). perasa dan pembau mereka. Masalah gangguan perilaku dan emosi (Dificult behaviour and emotional . Beberapa anak autis sangat sensitif terhadap cahayayang sangat terang. memiliki kesulitan untuk mengucapkan kata-kata yang sulit. 6). Mereka kebingungan dengan kata-kata yanghampir sama. taste and smell). 9). meloncat-loncat. Lemah dalam pengucapan dan kontrol suara (Poor pronunciation and voice control). Masalah dalam memahami benda yang dilihat (Problems in understanding things that are seen). beberapa anak autis belajar untuk mengatakan sedikit kata-kata. biasanya mereka mengulang kata-kata yang diucapkan orang lain. perasa dan pembau (The senses of touch. Anak-anak autis menjelajahi lingkungannya melalui indera peraba. Masalah dalam pemahaman gerak isarat (problem in understanding gesturs). ekspresi wajah. Ada gerakangerakan yang dilakukan anak autis yang tidak biasa dilakukan oleh anakanak yang normal seperti mengepak-ngepakan tangannya. tidak dapat menggunakan kata-kata secara fleksibel atau mengungkapkan ide. mampu memanjat danseimbang seperti kucing. gerakan tubuh. 5). Kesulitan ketika bercakap-cakap (Difiltuties when talking). Gerakan tubuh yang tidak biasa (Unusually bodily movement). seperti cahaya lampu kamera (blitz).

Dalam prakteknya guru memberikan stimulus pada anak agar anak memberi respon. Biomedical treatment/therapy 8. 1. Menentang perubahan (Resistance to change). TERAPI PENUNJANG BAGI ANAK AUTIS Sebelum/sembari mengikuti pendidikan formal (sekolah). Ketidakmampuan untuk bermain (Inability to play). guru memberikan reinforcement . 4. Auditory Integration Therapy 7. Sikap menyendiri dan menarik diri (Aloofness and withdrawal). 3. F. PENDEKATAN PEMBELAJARAN ANAK AUTIS Discrete Tial Training (DTT) : Training ini didasarkan pada Teori Lovaas yang mempergunakan pembelajaran perilaku. 2. Anak autistik dapat dilatih melalui terapi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak antara lain: 1. 5.problems). Ketakutan khusus (Special fears). 1. Prilaku yang memalukan secara sosial (Socially embarrassing behaviour). Terapi Bermain 4. Terapi Wicara 2. Apabila perilaku anak itu baik. Terapi melalui makan (diet therapy 6. Hydro Therapy 9. Dalam pembelajarannya digunakan stimulus respon atau yang dikenal dengan orperand conditioning. Terapi Okupasi 3. Terapi Musik G. Terapi medikamentosa/obat-obatan (drug therapy) 5.

4. 4. Tersedia guru pembimbing khusus dan guru pendamping. Kelas transisi merupakan kelas persiapan dan pengenalan pengajaran dengan acuan kurikulum SD dengan dimodifikasi sesuai kebutuhan anak. Intervensi LEAP (Learning Experience and AlternativeProgramfor Preschoolers and Parents) menggunakan stimulus respon (sama dengan DTT) tetapi anak langsung berada dalam lingkungan sosial (dengan teman-teman). Anak auitistik belajar berperilaku melalui pengamatan perilaku orang lain. Floor Time merupakan teknikpembelajaran melalui kegiatan intervensi interaktif. Pelayanan diprogramkan dari segi diagnosa. Kelas transisi Kelas ini diperuntukkan bagi anak autistik yang telah diterapi memerlukan layanan khusus termasuk anak autistik yang telah diterapi secara terpadu atau struktur. konsultasi. H. Program Pendidikan Inklusi Program ini dilaksanakan oleh sekolah reguler yang sudah siap memberikan layanan bagi anak autistik. kerjasama. Dalam satu kelas sebaiknya tidak lebih dari 2 (dua) anak autistik. 2. Tersedia ruang khusus (resourse room) untuk penanganan individual 3. TEACCH (Treatment and Education for Autistic Childrent and Related Communication Handicaps) merupakan pembelajaran bagi anak dengan memperhatikan seluruh aspek layanan untuk pengembangan komunikasi anak. 3. MODEL PELAYANAN PENDIDIKAN BAGI ANAK AUTIS Pendidikan untuk anak autis usia sekolah bisa dilakukan di berbagai penempatan. sosial. Sebaliknya perilaku anak yang buruk dihilangkan melalui time out/ hukuman/kata “tidak” 2. sehingga pada saat tertentu anak dapat bersosialisasi dengan anak lain. Kelas transisi sedapat mungkin berada di sekolah reguler. dan perilaku anak. . terapi/treatment. dan layanan lain yang dibutuhkan baik oleh anak maupun orangtua. Guru terkait telah siap menerima anak autistik 2. Berbagai model antara lain: 1.(penguatan). Interaksi anak dalam hubungan dan pola keluarga merupakan kondisi penting dalam menstimulasi perkembangan dan pertumbuhan kemampuan anak dari segi kumunikasi. Untuk dapat membuka program ini sekolah harus memenuhi persyaratan antara lain: 1.

Panti (griya) Rehabilitasi Autis Anak autistik yang kemampuannya sangat rendah. dan minat yang sesuai dengan potensi mereka. Dalam kasus/waktu tertentu. Anak-anak autistik yang non verbal. 5. bakat. Program dipanti rehabilitasi lebih terfokus pada pengembangan: (1) Pengenalan diri (2) Sensori motor dan persepsi (3) Motorik kasar dan halus (4) Kemampuan berbahasa dan komunikasi (5) Bina diri. I. Program dilaksanakan di rumah dengan mendatangkan guru pembimbing atau terapis atas kerjasama sekolah. Pendidikan di sekolah difokuskan pada program fungsional seperti bina diri. bakat dan potensinya. Program Sekolah di Rumah Program ini diperuntukkan bagi anak autistik yang tidak mampu mengikuti pendidikan di sekolah khusus karena keterbatasannya. kemampuan sosial (6) Ketrampilan kerja terbatas sesuai minat. Sekolah Khusus Autis Sekolah ini diperuntukkan khusus bagi anak autistik terutama yang tidak memungkinkan dapat mengikuti pendidikan di sekolah reguler. retardasi mental atau mengalami gangguan serius motorik dan auditorinya dapat mengikuti program sekolah di rumah. 3. Anak di sekolah ini sangat sulit untuk dapat berkonsentrasi dengan adanya distraksi sekeliling mereka. Prinsip-prinsip pengajaran dan pendidikan . gangguannya sangat parah dapat mengikuti program di panti (griya) rehabilitasi autistik. orangtua dan masyarakat.5. Program Pendidikan Terpadu Program Pendidikan Terpadu dilaksanakan disekolah reguler. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. 6. anak-anak autistik dilayani di kelas khusus untuk remedial 4. Dan lain-lain yang dianggap perlu.

maka guru pembimbing harus cepat memberikan respon positif (reward/penguatan). e. Oleh karena itu dalam pendidikannya harus dikondisikan atau dibiasakan dengan pola yang teratur.Struktur ruang. Terprogram Prinsip dasar terprogram berguna untuk memberi arahan dari tujuan yang ingin dicapai dan memudahkan dalam melakukan evaluasi. prinsip konsistensi mutlak diperlukan. Konsisten Dalam pelaksanaan pendidikan dan terapi perilaku bagi anak autistik. Kontinyu disini meliputi kesinambungan antara prinsip dasar pengajaran. Kontinyu Pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan anak-anak pada umumnya. d. dan . tetapi juga harus ditindaklanjuti untuk . ditingkatkan lagi ke bahan ajar yang setingkat diatasnya namun merupakan rangkaian yang tidak terpisah dari materi sebelumnya. artinya dalam pendidikan atau pemberian materi pengajaran dimulai dari bahan ajar/materi yang paling mudah dan dapat dilakukan oleh anak. Setelah kemampuan tersebut dikuasai. Terpola Kegiatan anak autistik biasanya terbentuk dari rutinitas yang terpola dan terjadwal. Maka prinsip pendidikan dan pengajaran yang berkesinambungan juga mutlak diperlukan bagi anak autistik.Pendidikan dan pengajaran anak autistik pada umumnya dilaksanakan berdasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Kontinyuitas dalam pelaksanaan pendidikan tidak hanya di sekolah. dalam arti respon yang diberikan harus sesuai dengan perilaku sebelumnya. Struktur pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik meliputi : . begitu pula apabila anak berperilaku negatif (Reniforcement) Hal tersebut juga dilakukan dalam ruang dan waktu lain yang berbeda (maintenance) secara tetap dan tepat. Terstruktur Pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik diterapkan prinsip terstruktur. program pendidikan dan pelaksanaannya.Struktur kegiatan b.Struktur waktu . Artinya : apabila anak berperilaku positif memberi respon positif terhadap susatu stimulan (rangsangan). baik di sekolah maupun di rumah (lingkungannya). c. mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali.

Kesimpulannya. sehingga anak dapat menangkap pesan. Hal ini dilakukan oleh pembimbing dengan cara memberi reward atau demonstrasi secara visual dan kongkrit. Kurikulum Dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik tentunya harus berdasarkan pada kurikulum pendidikan yang berorientasi pada kemampuan dan ketidak mampuan anak dengan memperhatikan deferensiasi masing-masing individu.. sehingga sarana belajar mengajarnyapun juga harus kongkrit. informasi dan pengertian tentang "sesuatu" tersebut. Evaluasi bulanan ini dilakukan dengan cara mendiskusikan masalah dan perkembangan anak antara guru dan orang tua anak autistik guna mendapatkan pemecahan masalah (solusi dan pemecahan masalah). Evaluasi Proses Evaluasi Proses ini dilakukan dengan cara seketika pada saat proses kegiatan berlangsung dengan cara meluruskan atau membetulkan perilaku menyimpang atau pembelajaran yang sedang berlangsung seketika itu juga. Evaluasi Untuk mengukur berhasil atau tidaknya pendidikan dan pengajaran perlu dilakukan adanya evaluasi (penilaian). 3. karena akan membantu kelancaran proses pembelajaran dan membantu pembentukan konsep pengertian secara kongkrit bagi anak autistik. namun pada awalnya mereka dilatih dengan sarana belajar yang kongkrit 5. 4. 2. 2. simultan dan integral (menyeluruh dan terpadu). antara lain . Pola pikir anak autistik pada umumnya adalah pola pikir kongkrit. Pendekatan dan Metode Pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik menggunakan Pendekatan dan program individual. Sedangkan metode yang digunakan adalah merupakan perpaduan dari metode yang ada.kegiatan dirumah dan lingkungan sekitar anak. Dalam pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik evaluasi dapat dilakukan dengan cara: 1. dimana penerapannya disesuaikan kondisi dan kemampuan anak serta materi dari pengajaran yang diberikan kepada anak. Metode dalam pengajaran anak autistik adalah metode yang memberikan gambaran kongkrit tentang "sesuatu". therapi perilaku dan pendidikan bagi anak autistik harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Evaluasi Bulan Evaluasi ini bertujuan untuk memberikan laporan perkembangan atau permasalahan yang ditemukan atau dihadapi oleh pembimbing di sekolah. Beberapa anak autistik dapat berabstraksi. Sarana Belajar Mengajar Sarana belajar diperlukan.

b. 3. sebaliknya apabila program belum dapat terkuasai oleh anak maka diadakan pengulangan program (remedial) atau meninjau ulang apa yang menyebabkan ketidak berhasilan pencapaian program. dan bervariasi. Untuk itu maka usaha yang harus diupayakan oleh pembimbing adalah: a. tidak menyakiti diri. berteriak. kegiatan dapat dilanjutkan. Masalah Perhatian (Konsentrasi) Perhatian anak dalam belajar kadang belum dapat bertahan untuk waktu yang lama dan masih berpindah pada obyek/kegiatan lain yang lebih menarik bagi anak. Evaluasi Catur Wulan Evaluasi ini disebut juga dengan evaluasi program yang dimaksud sebagai tolok ukur keberhasilan program secara menyeluruh. Setelah kondisi emosinya mulai membaik. menangis. Masalah Emosi : Masalah ini menyangkut kondisi emosi yang tidak stabil. misalnya. J. tantrum. . 3. Berusaha mencari dan menemukan penyebabnya b. HAMBATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DAN SOLUSINYA 1. Waktu untuk belajar bagi anak ditingkatkan secara bertahap. MasalahPerilaku Masalahperilaku yang seringmunculyaitu :stimulasidiri dan stereotip. Bilaperilakutersebutmuncul yang dapatkitalakukan : MemberikanReinforcement. tertawa tanpa sebab yang jelas. c. Apabila tujuan program pendidikan dan pengajaran telah tercapai dan dapat dikuasai anak. Berusaha menenangkan anak dengan cara tetap bersikap tenang. mengamuk. Kegiatan dibuat semenarik mungkin. maka kelanjutan program dan kesinambungan program ditingkatkan dengan bertolak dari kemampuan akhir yang dikuasai anak. 2. destruktif.Cara mengatasinya : a.dengan mencari penyebab dan latar belakang munculnya masalah serta pemecahan masalah macam apa yang tepat dan cocok untuk anak autistik yang menjadi contoh kasus. Tidakmemberiwaktuluangbagianakuntukasyikdengandirisendiri Siapkan kegiatan yang menarik dan positif Menciptakan situasi yang kondusif bagi anak. memberontak.

minat mereka terbatas artinya mereka apabila menyukai suatu perbuatan maka akan terus menerus mengulang perbuatan itu. misal: menyanyi.Buku-buku pelajaran BAB III PENUTUP A. gangguan sensoris. gejala muncul. Adapun factor penyebabnya adalah gangguan gnetik. maka kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan secara efektif. 1985 dalam Trevarthen dkk. komunikasi. dimaksudkan untuk mengurangi kejenuhan pada anak. perlu dibentuk Perkumpulan Orang Tua Siswa. KESIMPULAN Autisme dapat didefinisikan sebagai kondisi seseorang yang luar biasa asik dengan dirinya sendiri (Reber. perkembangan terlambat.Textbook berbahasa Inggris dan Indonesia. buku-buku bahkan jika mungkin tatap muka dengan tokoh yang berkaitan dalam pendidikan untuk anak autistik atau anak dengan kebutuhan khusus. 5. mereka cenderung untuk menyenangi lingkungan yang rutin dan menolak perubahan lingkungan. kemungkinan lain. ketidak seimbangan kimiawi. gangguan pada sisitem saraf. 4. Anak autis memiliki minat yang terbatas. Orang Tua Untuk memberikan wawasan pada orang tua. Masalah Sarana Belajar Dengan menyediakan materi-materi yang mungkin diperlukan untuk kepentingan terapi anak-anaknya misalnya : . Istirahat sebentar kemudian kegiatan dilanjutkan kembali. . 1998). hanya saja dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi anak. namun demikian kegiatan belajar tetap dapat dilaksanakan. . Adapula gejalanya diantaranya interaksi social. pola bermain. sebagai sarana penyebaran berbagi pengalaman sesama seperti informasi baru dari informasi internet. bermain. Masalah Kesehatan Bila kondisi kesehatan siswa kurang baik.c. 6. anak autistik juga menyenangi keteraturan yang berlebihan.

penulis menyarankan agar kita lebih peduli bagi anak-anak barkebutuhab khusus terutama bagi anak autis.html Pendidikan Khusus.B.Html Danuatmaja. Terapi permainan bagi anak yang memerlukan layanan http://sekolahautismeal-ihsan.B.Com/Pendidikan anakAutisme. Semoga makalah ini menjadi rujukan bagi kita untuk bisa memberikan layanan pendidikan bagai anak-anak autis. Sebagai manyarakat secara umum kita harus bisa menerima anak-anak tersebut. Source (Sumber) :Dikdasmen Depdiknas .Http://www. Terapi Anak Autis di Rumah. Jakarta: Puspa Suara Ellah Siti Chalidah (2005).com/artikel/sekilas-tentang-autisme. (2003). DAFTAR PUSTAKA Anonim. SARAN Dari hasil makalah yang telah dibuat.Dikdasmen.