Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kapal laut adalah alat transportasi yang bergerak di laut. Alat transportasi ini digunakan
sejak zaman purba, ketika nenek moyang kita menjelajah menyusuri sungai menggunakan
rakit. Meski terbilang tua, pengembangan teknologi kapal laut masih terus dilakukan.
Maklum, dua pertiga luas bumi berupa air. Jadi, alat transportasi yang dapat mengarungi
perairan sangat dibutuhkan.
Di zaman modern ini, kapal laut sudah semakin canggih. Kapal laut dilengkapi mesin
bertenaga tinggi sehingga dapat melaju dengan cepat. Desainnya pun dibuat begitu mewah
dan megah, dilengkapi fasilitas-fasilitas yang memanjakan penumpangnya.
Tingkat perkembangan kapal yang semakin maju sehingga membuat kapal yang semula
hanya berbentuk sederhana , kini berubah menjadi bentuk yang lebih kompleks. Ukuran dan
karakteristik utama sebuah kapal ditentukan terutama oleh misi atau pelayaran yang di
inginkan.
Seiring perkembangan zaman kapal pun mengalami perkembangan yang kemudian
dibedakan dalam beberapa jenis kapal diantaranya Kapal layar, Kapal layar tradisional
bangsa Mesir, Perahu Romawi (5 M). Perahu Viking (800 M). Kapal layar tradisional Cina,
Caravelle (Abad 14). Kapal Layar (Abad 16 sampai 18). Clipper (Abad 19). Kapal Uap,
Kapal Diesel, Kapal Selam.
B. Rumusan Masalah
Mengapa manusia membangun kapal?
Bagaimana Permintaan untuk Transportasi Laut?

1

Perpindahan atau pergerakan (movement) dari penumpang dan barangmerupakan dasar terjadinya perdagangan. efisien dan aman.BAB II TEKNOLOGI PERKAPALAN A. a. Fungsi transportasi laut pada dasarnya adalah untuk mengangkut penumpang atau barang dari satu tempat ke tempat lain yang dipisahkan oleh wilayah perairan. sehingga peran transportasi laut sangatlah penting dalam menghubungkan semua wilayah di Indonesia. Namun. untuk dapat mewujudkan hal tersebut diperlukan suatu sistem transprortsi laut yang efektif. Dengan adannya transportasi laut maka dapat membantu terciptanya pola distribusi nasional. sebagai sebuah negara kepulauan terbesar di dunia. seiring meningkatnya produksi laut Indonesia maka jumlah mutan yang tersedia untuk angkutan laut juga semakin bertambah setiap tahunnya. bahan baku maupun barang hasil produksi dari satu daerah dapat dipasarkan ke daerah lain. Sementara adanya perpindahan atau pergerakan (movement) dari penumpang dan barang merupakan dasar terjadinya perdagangan. Permintaan Transportasi Laut Indonesia Perbedaan hasil produksi atau komoditi barang dari satu daerah dengan daerah lainnya memicu terjadinya perpindahan atau pergerakan barang untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia. seperti terlihat pada grafik berikut ini: 2 . Indonesia. Melalui sarana tranportasi laut. Adannya bisnis perdagangan baik di dalam maupun luar negeri (Export & Import) mempengaruhi permintaan jasa angkutan laut di Indonesia karena angkutan laut menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia dalam melakukan aktivitas pengiriman barang. Demand & Supply for Sea Transportation (Permintaan dan Penawaran Untuk Tranportasi Laut) Indonesia merupukan Negara kepulauan yang wilayah daratannya di pisahkan oleh wilayah perairan yang sangat luas. sangat membutuhkan angkutan laut yang dapat menjangkau seluruh wilayahnya. Produk siang mutan laut Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Desember 2009) Seperti terlihat pada grafik tersebut setiap tahunnya produksi angkutan laut Indonesia terus meningkat baik untuk di dalam negeri maupun di luar negeri.838 ton. namun tidak sampai minus (-) dan pada akhirnya pertumbuhan produksi angkutan laut Indonesia kembali naik pada tahun 2009 seiring membaiknya perekonomian dunia dengan tingkat pertumbuhan mencapai 7. seperti tampat pada grafik 2 dibawah ini: Gambar2.Gambar 1 Jumlah Produksi Angkutan Laut Indonesia (Source: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.Grafik Pertumbuhan Produksi Angkutan Laut Indonesia (Source: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Permintaan akan jasa transportasi laut tidak hanya 3 .43%. Desember 2009) Meskipun sempat turun pada tahun 2006 – 2008 karena krisis ekonomi yang terjadi di dunia.668. Pertumbuha nproduksi angkutan laut Indonesia. dengan produksi angkutan laut yang meningkat jumlah muatan yang tersedia untuk angkutan laut juga meningkat pada setiap tahunnya pada akhir tahun 2009 jumlah total muatan yang tersedia mencapai 836.

Faktor-faktor tersebut. a. Permintaan akan jasa penyeberangan dengan transportasi laut bias dikatakan sangat tinggi. Gambar 3. terlihat dengan banyaknya jumlah penumpang pada setiap tahunnya. seperti terlihat pada grafik 4 sebagai berikut: 4 . antara lain: Faktor Ekonomi b. Desember 2009). Faktor Teknologi b. Armada kapal yang saat ini beroperasi di Indonesia dilihat dari kepemilikannya terdiri dari armada nasional dan armada asing. Kedua armada kapal tersebut bersaing untuk bias mendapatkan muatan dengan tujuan pasar dalam negeri maupun luar negeri (export-import).Jumlah Penumpang Transportasi Laut di Indonesia (Source: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.terbatas pada pengiriman barang tetapi juga pada jasa penyeberangan penumpang. Supply Transportasi Laut di Indonesia Untuk memenuhi permintaan akan jasa angkutan laut yang sangat tinggi maka diperlukan armada kapal dengan jumlah yang sangat banyak. Mengingat Indonesia adalah Negara kepulauan yang wilayah daratannya dipisahkan oleh wilayah lautan yang luas. Sejalan dengan tingginya permintaanakan jasa transportasi laut jumlah kapal yang beroperasi di Indonesia setiap tahunnya mengalami kenaikan . Faktor Politik c. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi permintaan (demand) akan transportasi laut. maka dibutuhkan jasa penyeberangan dengan angkutan laut.

Desember 2009).164 unit kapal pada tahun 2009.Gambar 4.86 juta GRT. Desember 2009) Dengan jumlah armada kapal nasional sebesar 9. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah mengikuti kenaikan jumlah permintaan jasa angkutan di Indonesia. kapasitas angkut yang mampu disediakan untuk memenuhi permintaan adalah sebesar 3. 5 (Source: Direktorat Jenderal .Jumlah Armada Kapal di Indonesia (Source: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Grafik 5.Jumlah Kapasitas Angkut Armada Nasional Perhubungan Laut.

447 unit kapal atau sekitar 30% dari total jumlah armada kapal yang beropersi di Indonesia. Desember 2009) Adanya peranan pemerintah dalam industri pelayaran antara lain dengan mengeluarkan Inpres Nomor 5 tahun 2005 kemudian disusul dengan UU Pelayaran nomor 17 tahun 2008. Pada tahun 2005 presiden mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5/2005 tentang Industri Pelayaran.Pertumbuhan Armada Kapal Nasional dan Asing (Source: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.Sebelum tahun 2005 jumlah armada asing yang beroperasi di Indonesia adalah 2. seperti terlihat pada grafik 6 diatas. Grafik 6. 6 . Dengan adanya asas cabotage armada kapal nasional dapat tumbuh dan perlahan mengambil alih pasar pengiriman barang di dalam negeri yang sempat dikuasai oleh armada kapal asing. Pelan namun pasti armada kapal nasioanal setiap tahun jumlahnya semakin bertambah sedangkan sebaliknya armada kapal asing semakin menurun jumlahnya. membuat pertumbuhan armada nasional menjadi semakin tinggi sedangkan untuk armada kapal asing pertumbuhannya menjadi minus (-) karena jumlahnya yang telah jauh berkurang. adanya Inpres tersebut sedikit demi sedikit telah membangkitkan industry pelayaran di Indonesia. Dalam Inpres Nomor 5 tahun 2005 dimasukkan asas cabotage yang mewajibkan pengangkutan komoditas antar-pulau di Indonesia menggunakan kapal berbendera Indonesia secara bertahap hingga tahun 2010.

7 . yang dapat menyebabka nterhambatnya proses distribusi penumpang dan barang. waktu perawatan pendek). Diperlukan penambahan angkutan penyebrangan di Indonesia untuk dapat mencegah terjadinnya penumpukan penumpang dan barang di pelabuhan. d. antara lain: a. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penawaran (supply) akan transportasi laut. b.Grafik 7. Waktu bongkar muat di pelabuhan. permintaan akan jasa penyeberangan dengan meggunakan transportasi laut juga mengalami kenaikan setiap tahunnya. waktu perawatan tinggi).Jumlah Angkutan Penyeberangan di Indonesia (Source: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Pada grafik 7 terlihat bahwa jumlah angkutan penyeberangan tidak mengalami kenaikan yang berarti bahkan cenderung konstan setiap tahunnya. Rasio operasi dan perawatan kapal. Kecepatan kapal ketika berlayar. Faktor-faktor tersebut. namun hal tersebut tidak di ikuti dengan pertumbuhan jumlah angkutan penyeberangan. Kapal tua (waktu operasi pendek. Regulasi (peraturan) yang dikeluarkan oleh pemerintah. Ukuran atau kapasitas angkut kapal. Desember 2009) Selain jasa pengiriman barang. Kapal muda (waktu operasi tinggi. Transportasi laut telah menjadi piliha nmasyarakat Indonesia untuk bepergian. e. penumpang harus berdesakan dan bahkan tidak mendapatkan tempat. Dengan sejumlah angkutan tersebut pada saat-saat tertentu misalnya saat hari raya. c.

Kondisiperdagangan di dalamdanluarnegeri. Faktor Teknologi f. Preference terhadap negara tertentu 2. Faktor Regulasi g. Perkembangan GDP (Gross Domestik Product) suatunegara. b. Terjadinya peperangan. Struktur ekonomi. e. bungadll) yang dikeluarkan d. Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Pembangunan Kapal 1. APEC.B. ASEAN dll). c. b. Faktor Demografi BAB III PENUTUP 8 . c. Adannya aliansi politik (MEC. Kebijakanekonomi (tarifpajak. Faktor Politik a. Faktor Ekonomi a.

A. Demand dan Supply for sea transportation (permintaan dan penawaran untuk transportasi laut. 2. 9 . Kesimpulan Bahwa teknologi perkapalan ini memiiki beberapa bagian diantaranya: 1. Factor-faktor data mempengaruhi pembangunan kapal B. kedepannya penulis akan lebih focus dan details dalam menjelaskan tentang makalah diatas dengan sumber-sumber yang lebih banyak dan tentunya dapat dipertanggung jawabkan. Permintaan transportasi lau di Indonesia 3. Saran Menyadari bahwa penulis masih jauh kata sempurna. Supply transportasi laut di Indonesia 4.