Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI NUTRISI YANG BAIK BAGI
HIPERTENSI PADA PETANI DI SUKOREJO
KECAMATAN SUMBERSARI
KABUPATEN JEMBER

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Keperawatan Medikal

Oleh:
Wahyu Rahmadani
NIM 142310101064

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2016
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Analisa Situasi
Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas penduduknya bekerja
sebagai seorang petani. Jumlah petani mencapai 44% dari total angkatan kerja di
Indonesia atau sekitar 46,7 juta jiwa (Wirsani, 2013). Salah satu keluhan utama
dari petani adalah hipertensi.
Penyakit Parkinson terjadi di seluruh dunia, jumlah penderita antara pria
dan wanita seimbang. 5 – 10 % orang yang terjangkit penyakit parkinson, gejala
awalnya muncul sebelum usia 40 tahun, tapi rata-rata menyerang penderita pada
usia 65 tahun. Secara keseluruhan, pengaruh usia pada umumnya mencapai 1 % di
seluruh dunia dan 1,6 % di Eropa, meningkat dari 0,6 % pada usia 60 – 64 tahun
sampai 3,5 % pada usia 85 – 89 tahun. Amerika Serikat memiliki sekitar 500.000
penderita parkinson (Hubert, 2012).
Diperkirakan jumlah penderita parkinson di Indonesia ada sekitar 200.000400.000. Menurut data dari Yayasan Peduli Parkinson Indonesia (YPPI) sekitar
lima dari 1000 orang usia 60-an dan sekitar 40 dari 1000 orang berusia 80-an di
Indonesia terkena penyakit parkinson dan kurang lebih hampir 45% penderita
parkinson mengalami keterbatasan dalam bergerak dan kekakuan otot. Rata-rata
usia penderita di atas 50 tahun dengan rentang usia-sesuai dengan penelitian yang
dilakukan di beberapa rumah sakit di Sumatera dan Jawa 18 hingga 85
tahun. Statistik menunjukkan, baik di luar negeri maupun di dalam negeri, lelaki
lebih banyak terkena dibanding perempuan (3:2) dengan alasan yang belum
diketahui (Azwar, 2010).
Berdasarkan uraian diatas perlu adanya tindakan yang dilakukan untuk
mencegah para petani terkena penyakit parkinson, salah satunya adalah dengan
meningkatkan pengetahuan petani tentang pentingnya penggunaan alat pelindung
diri (APD) selama berinteraksi dengan pestisida. Oleh karena itu pentingnya
diadakan pendidikan kesehatan tentang penggunaan APD untuk mencegah
penyakit parkinson pada petani ini.
1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana cara pencegahan dari hipertensi? . Bagaimana pengaruh nutrisi terhadap kesehatan? 2.Berdasarkan analisis situasi yang telah dipaparkan dapat dirumuskan beberapa masalah antara lain: 1.

1 Tujuan Umum Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan mengenai pentingnya nutrisi bagi kesehatan pada tubuh untuk mencegah terjadinya hipertensi pada petani di Desa Sukorejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember.2 Manfaat 1.BAB II TUJUAN DAN MANFAAT 2.1. 2.1. Menambah pengetahuan Petani di Desa Sukorejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember tentang pentingnya nutrisi terhadap kesehatan 2. Menambah pengetahuan Petani di Desa Sukorejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember tentang pentingnya nutrisi yang baik untuk mencegah timbulnya hipertensi .1 Tujuan 2.2 Tujuan Khusus Petani di Desa Sukorejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember mampu memahami dan mencegah timbulnya hipertensi pada petani. 2.

000. Penggunaan pestisida yang sering digunakan petani untuk mengusir hama ternyata tidak baik untuk kesehatan.000 dan prevalensinya 100-160/100. Tetapi selain gangguan motorik penyakit Parkinson juga mengakibatkan gejala non motorik seperti depresi dan penurunan kognitif. Penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang paling lazim setelah penyakit Alzheimer.BAB III KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH 3.1 Dasar Pemikiran Penyakit Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif sistem ekstrapiramidal yang merupakan bagian dari Parkinsonism yang secara patologis ditandai oleh adanya degenerasi ganglia basalis terutama di substansia nigra pars kompakta (SNC) yang disertai adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (lewy bodies). rigiditas. disamping terdapat efek terapi obat jangka panjang (Thomson. Pengobatan penyakit Parkinson saat ini bertujuan untuk mengurangi gejala motorik dan memperlambat progresivitas penyakit.15 Parkinsonism adalah suatu sindrom yang ditandai oleh tremor pada waktu istirahat. 3. bradikinesia dan hilangnya refleks postural akibat penurunan dopamin dengan berbagai macam sebab (PERDOSSI.2 Kerangka Penyelesaian Masalah Kerangka penyelesaian masalah yang akan dilakukan adalah dengan melakukan pendidikan kesehatan pada petani tentang pentingnya nutrisi yang baik bagi tubuh sebagai pencegah dari hipertensi. Karena pestisida dapat menyebabkan penyakit parkinson. Prevalensinya kira-kira 1 % pada umur 65 tahun dan meningkat 4-5% pada usia 85 tahun. 2001). Menurut peneliti pestisida memiliki kandungan kimia enzim metabolit dan hormon dopamin yang berhubungan sampai pada fungsi otak. 2003). Hasil yang ingin dicapai dari pendidikan kesehatan ini adalah meningkatnya pengetahuan petani tentang . dengan insidens di Inggris kira-kira 20/100. Inilah yang dapat menyebabkan kerusakan saraf pada otak.

pentingnya nutrisi bagi tubuh. . karena dapat menjaga kestabilan tubuh dari resiko hipertensi sehingga petani dapat bekerja dengan tenang dan nyaman.

Landasan teori : Diskusi 3. Menciptakan suasana pertemuan yang baik b. 4. 4. Mengajukan masalah c.3 Metode yang Digunakan 1. Jenis model pembelajaran : ceramah 2.BAB IV RENCANA PELAKSANAAN TINDAKAN 4. Memberi komentar e. Mengidentifikasi pilihan tindakan d. Langkah pokok a.1 Realisasi Penyelesaian Masalah Pendidikan kesehatan merupakan upaya untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan terjadinya hipertensi sehingga masyarakat dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.2 Khalayak Sasaran Khalayak sasaran pada kegiatan pendidikan kesehatan ini adalah salah satu petani yang berada di Desa Sukorejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Menetapkan tindakan lanjut = Sasaran = Pemateri . Dalam realisasi penyelesaian masalah mengenai Hipertensi yang dapat dilakukan adalah melakukan pendidikan kesehatan tentang Hipertensi dan Nutrisi kepada masyarakat Desa Sukorejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember.

.

1.1. Saat diberikan materi. Keterbatasan alat dan bahan dalam menjelaskan nutrisi yang baik pada petani 5.2 FAKTOR PENDORONG a. salah satu petani antusias untuk mendengarkan b.1 Evaluasi Struktur a. Klien memahami mengenai nutrisi yang baik untuk dikonsumsi bagi petani 5. Ibu petani cukup bersemangat dalam acara penyuluhan c.2 Evaluasi Proses a. Keterbatasan media dalam melakukan penyampaian materi mengenai pendidikan kesehatan hipertensi c. Salah satu petani mendukung serta antusias dalam acara penyuluhan b.1 ANALISIS EVALUASI DAN HASIL-HASILNYA 5. Pemberian pendidikan kesehatan menggunakan leaflet sehingga masyarakat dapat membaca dan lebih mudah untuk mengingat apa yang telah disampaikan b. Klien memahami tentang cara mencegah hipertensi c.BAB V HASIL KEGIATAN 5. Klien hanya bertanya sedikit dan bertanya beberapa hal tentang materi yang disampaikan 5.3 Evaluasi Hasil a.1. Klien menyatakan bahwa mereka memahami mengenai materi yang telah disampaikan b. Ibu petani merasa membutuhkan mengenai materi yang disampaikan oleh pemateri .

Beberapa keluarga masih melakukan aktifitas sehingga tidak ada dirumah b.3 FAKTOR PENGHAMBAT a.5. Pendidikan ibu petani yang masih minim sehingga materi harus disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana .

1 Kesimpulan Kegiatan pendidikan kesehatan tentang hipertensi dan nutrisi pada petani di Desa Sukorejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember berjalan cukup lancar.2.2. 6.1 Bagi Sasaran Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang hipertensi dan nutrisi yang dapat konsumsi petani setiap hari.BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.3 Bagi Tenaga Kesehatan Tenaga kesehatan. ibu petani juga menanyakan beberapa hal terkait penanganan hipertensi baik secara alami maupun tidak. dan penanggungjawab harus melaksanakan kegiatan seperti penyuluhan dan pemantauan secara rutin dan memberikan penanganan apa bila ada masyarakat yang mengalami permasalahan kesehatan . Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Ibu Ninik. Ibu petani memahami mengenai hipertensi dan cara pencegahan terjadinya hipertensi. 6.2 Bagi Masyarakat Masyarakat Desa Sukorejo khususnya harus ikut mendukung pencegahan hipertensi dan nutrisi yang baik pada petani. Selama acara berlangsung. kader.2.2 Saran 6. 6.

Penyakit Parkinson. Didang. Azwar.pdf Kelompok Studi Gangguan Gerak PERDOSSI. Departemen Pendidikan Nasional. 2008. EGC. Jakarta: Pusat Pembukuan. Cleaveland Clinic Journal of Medicine.DAFTAR PUSTAKA Agoes. Konsensus Tatalaksanan Penyakit Parkinson . Henki.267 : 600 – 612 Warsani. The Parmaceutical Journal. Update in The Medical Management of Parkinson Disease. Jakarta. Hal 147-152 Fernandez. X. Tidak dipublikasikan. 2001. Vol. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Muir A. Stirton J et al . Penyakit di Usia Tua. Jakarta Setiawan. 2012. Thomson F. Hubert. http://promkes. Laporan Penelitian.go. Parkinson′s Disease . 2010. 2013. Kajian Pemanfaatan Lahan Sawah di Kecamatan Kuatan Tengah Kabupaten Kuatan Singingi. 2003. Edisi Revisi. . dkk.depkes.id/dl/booklet%20phbs%20rumah%20tangga. Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VII.

Daftar Lampiran Lampiran 1 : Berita acara Lampiran 2 : Daftar hadir Lampiran 3 : SAP Lampiran 4 : Materi Lampiran 5 : Media Leaflet Lampiran 6 : Dokumentasi kegiatan .

.

.

.

mengetahui nutrisi sebagai penyebab hipertensi. Langkah-langkah pencegahan hipertensi melalui nutrisi yang dikonsumsi . b. Subpokok Bahasan a. Standar Kompetensi Setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Pengertian hipertensi b. 3.30 WIB Hari/Tanggal : 29 November 2016 Tempat : Desa Sukorejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember 1. sasaran akan dapat mengerti dan memahami tentang nutrisi sebagai penyebab hipertensi serta cara pencegahannya 2. Satuan Acara Penyuluhan (SAP) SATUAN ACARA PENYULUHAN Topik/Materi : Nutrisi Yang Baik bagi Hipertensi Sasaran : Salah satu petani di Desa Sukorejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Waktu : 17. Nutrisi yang baik bagi tubuh untuk pencegahan hipertensi c. c. menjalankan pola nutrisi yang baik bagi tubuh. Kompetensi Dasar Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan demonstrasi selama 1x15 menit sasaran akan mampu: a.Lampiran 3. Pokok Bahasan Nutrisi yang baik bagi hipertensi 4.00-17. menjelaskan pengertian hipertensi.

Menciptakan suasana yang baik 2. Salam pembuka Memperhatikan 2. Memberikan leaflet Waktu 2 menit . Landasan pokok : 1. Waktu 1 x 15 menit 6. Persiapan Mahasiswa mempersiapkan alat dan juga bahan yang akan digunakan dalam melakukan Pendidikan Kesehatan dan juga mempersiapkan klien yang akan di berikan penyuluhan. Model Pembelajaran a. Memberi komentar 6. Mengajukan masalah 3. Menjelaskan tujuan umum dan tujuan khusus 4. Kegiatan Pendidikan Kesehatan Proses Pendahuluan Tindakan Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta 1. Jenis model pembelajaran : Pertemuan dengan keluarga salah satu petani b. Bahan/Alat yang digunakan Leaflet 7. Landasan teori : Konstruktivisme c. Memperkenalkan diri 3. Mengidentifikasi pilihan tindakan 5. 9. Membuat keputusan nilai personal 4. Menetapkan tindak lanjut 8.5.

b. Memberikan jawaban atas pertanyaan yang telah diberikan 3. W untuk bertanya tentang materi yang baru dijelaskan. Menjelaskan tentang nutrisi yang baik bagi klien hipertensi a. Memberikan jawaban atas pertanyaan yang telah diberikan 2. W untuk bertanya tentang materi yang baru dijelaskan. 10 menit menanggapi dengan pertanyaan pada Tn.tentang pestisida Penyajian penyebab parkinson 1. b. Memberi kesempatan pada Tn. Memberi kesempatan Memperhatikan. Menyimpulkan materi yang telah diberikan Memperhatikan dan 3 menit menanggapi . Melatih ibu petani untuk mengolah sayur dan buah yang baik Penutup bagi tubuh 1. Menjelaskan tentang pengertian hipertensi a.

Salam penutup 10. Mengevaluasi hasil pendidikan kesehatan 3.2. Bagaimana nutrisi menjadi penting untuk mencegah hipertensi? c. Bagaimana langkah-langkah pencegahan hipertensi? . Apakah pengertian hipertensi? b. Evaluasi Jawablah pertanyaan ini dengan tepat a.

Lampiran 4. Kehilangan keseimbangan c. Keturunan b. Definisi Parkinson Penyakit parkinson adalah suatu kondisi degeneratif yang terutama mengenai jaras ekstrapiramidal yang mengandung neurotransmitter dopamin.3 juta. . Pestisida sebagai penyebab Parkinson Penyakit Parkinson merupakan penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada otak. 4. Usia yang rentan terserang parkinson adalah 60 tahun meskipun 1 dari 20 kasus menyerang pasien usia 40. 2006). dan tremor (gerakan gemetar ke atas bawah. Tanda dan Gejala Parkinson a. Sebanyak 1.Parkinson adalah penyakit tremor otot yang terjadi karena kadar dopamine yang rendah dalam ganglia dasar (basal ganglia) yang berfungsi untuk mengatur aktivitas motorik (Semiun. Kesusahan bicara. Etiologi a. Tremor b. Prevelensi penyakit parkinson di dunia mencapai sekitar 6. rigiditas. Obat-obatan c. Materi 1. 2. Ketidakmampuan dalam menulis. suara dan menelan e.6 per 100 orang di atas 65 tahun dan 1 per 50 orang di atas 80 tahun terserang parkinson. yaitu pada sistem saraf pusat otak manusia mengalami kemunduran. Kekakuan d. 2008). dan karakteristiknya adalah trias yang terdiri dari: akinesia (hambatan gerakan). Pergerakan yang lambat f. biasanya mengenai anggota gerak atas (Ginsberg. Pestisida 3.

face shield . Pelindung mata. 2011) APD yang diperlukan dalam penggunaan pestisida baik saat pencampuran (formulasi) maupun saat penyemprotan yaitu : a. kaku. diproduksi oleh sel urat sayraf di substantia nigra. goggle. Dopamine. pergerakan yang melamban. Selain itu. Ketika 80 persen dari sel tersebut mati atau rusak. Pergerakan otot yang tak terkendali itu akibat hilangnya dopamine neurons. gejala penyakit parkinson mulai muncul. Alat Pelindung Diri (APD) Untuk Pengguna Pestisida Sebagai pencegahan agar tidak terkena pencemaran pestisida petani harus menggunakan alat pelindung diri. termasuk penurunan verbal kefasihan. Penyakit parkinson membuat seseorang sulit dalam melakukan keseimbangan. Celemak (Appron) c. Menurut peneliti pestisida memiliki kandungan kimia enzim metabolit dan hormon dopamin yang berhubungan sampai pada fungsi otak. Ciriciri seseorang terkena penyakit Parkinson adalah ketika sedang diam ada sebagian otot yang terus bergetar. Inilah yang dapat menyebabkan kerusakan saraf pada otak. zat kimia yang mengkoordinasikan fungsi neurons untuk mengkontrol pergerakan otot tubuh. misalnya kacamata. Karena pestisida dapat menyebabkan penyakit parkinson. 5.Parkinson adalah penyakit berkurangnya kemampuan untuk menggerakkan otot secara benar. penderita parkinson menyebabkan gangguan berbicara. Pelindung kepala d. termasuk tubuh yang bergetar. Penyakit ini menyerang dua persen orang berusia 65 tahun ke atas dan 4-5 persen orang berusia 85 tahun ke atas. Penggunaan pestisida yang sering digunakan petani untuk mengusir hama ternyata tidak baik untuk kesehatan. Pakaian panjang b. dan kseulitan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Berdasarkan Pedoman Bimbingan Penggunaan Pestisida (Kementrian Pertanian. Dengan motor resposesnya yang mengalami perlambatan mengakibatkan penderita parkinson memiliki memori jangka pendek. dan gangguan kognitif yang berkaitan dengan pemahaman emosional berbicara dan ekspresi wajah.

Pemateri Ika Adelia Susanti NIM 142310101093 Daftar Pustaka Ginsberg. Lionel. Yogyakarta : Kanisius . Pelindung pernafasan (masker/ respirator). Sepatu boot. 2008. Sarung tangan f. Kesehatan Mental 3. Lecture Notes Neurologi edisi 8. Jakarta : EMS Semiun. Yustinus. 2006. g.e.

Leaflet .Lampiran 5.

.

Lampiran 6. Dokumentasi Pemeriksaan Kesehatan Pemeriksaan Kesehatan Pemeriksaan Kesehatan .

Kegiatan Penyuluhan Kesehatan .